
Dalam sekejap mata, Aiden sudah sampai di kamar nya yang juga kamar Arrabella. Namun, ia terkejut saat melihat Lorenzo terlihat sedang mengawasi orang-orang memperbaiki pintu kamar mereka.
" Aku tidak salah kamar, ini benar-benar kamar ku kan?" Aiden melihat lihat detail setiap sudut kamar itu, mengamati dengan cermat dan hati hati
" Ya..yang mulia putra mahkota !" Lorenzo terkejut saat melihat Aiden tiba-tiba muncul di kamar itu yang entah dari mana.
" Celaka, yang mulia putra mahkota sudah pulang ! padahal harusnya 2 hari lagi ! Aku harus cari alasan apa saat yang mulia bertanya tentang hal ini. Kalau aku jujur, akan ada masalah untuk putra mahkota dan putri mahkota, kalau aku bohong nyawaku yang akan melayang karena tidak menyelesaikan tugas dengan baik " batin Lorenzo dilema
" Kenapa pintunya bisa rusak? apa ada yang terjadi?" tanya Aiden curiga
" Sial, ini nih pertanyaan mematikan !" batin Lorenzo panik
" Sudahlah, aku akan mengintrogasi mu nanti saja, aku lelah. Dimana putri mahkota?" tanya Aiden
" Yang mulia putri mahkota ada di kamar sebelah, yang mulia " jawab Lorenzo
" Baiklah. Nanti sore aku minta laporan pekerjaan mu, Lorenzo "
" Siap yang mulia !" Lorenzo membungkuk hormat
" Semoga saja bibir yang mulia putri mahkota sudah sembuh, agar tidak menjadi masalah " batin Lorenzo berharap
" Ada apa dengan Lorenzo? tidak biasanya dia terlihat gugup " batin Aiden curiga
Aiden berjalan menuju ke kamar sebelah tempat istrinya berada, ia membuka pintu kamar itu dan melihat Arrabella sedang bercermin sambil mengoleskan sesuatu ke bibirnya yang terluka itu. Wanita itu kaget sat melihat Aiden dari cermin.
" Aku pasti mengkhayal, Aiden kan pulang 2 hari lagi.. " gumam Arrabella
Pria itu tersenyum dan memeluk istrinya dari belakang, saat itulah Arrabella yakin bahwa Aiden bukan hanya halusinasi nya. Karena sentuhan suaminya itu begitu nyata, mana mungkin hanya halusinasi saja.
" Kau merindukanku?" tanya Aiden sambil berbisik di telinga istrinya.
" A..Aiden ! kenapa kau ada disini?" tanya Arrabella terkejut sekaligus takut
" Pertanyaan mu aneh deh, suami yang pulang ke rumahnya sendiri, apa itu aneh?" tanya Aiden heran
" Gawat, bibirku belum sembuh " batin Arrabella
" Ti..tidak.. bukankah kau pulang 2 hari lagi, aku hanya sedikit terkejut " kata Arrabella gugup
" Aku tidak sabar bertemu denganmu, jadi aku memakai sihir teleportasi ku " kata Aiden
" Itu akan menghabis Mana mu, kau tidak boleh menggunakan itu berlebihan " kata Arrabella mengingatkan
" Ada apa dengan reaksi mu ini, Naomi? kau seperti nya tidak senang aku pulang dengan cepat?" tanya Aiden curiga
" Mana mungkin aku tidak senang, suamiku pulang.." jawab Arrabella sambil menundukkan kepalanya
Pria itu membuat Arrabella duduk dipangkuan nya dan menghadap ke arahnya. Arrabella sangat terkejut, takut Aiden akan menyadari bibirnya yang bengkak dan terluka.
Aiden tersenyum dan hendak mencium istrinya itu, akan tetapi ia menghentikan nya saat menyadari sesuatu di bibir istrinya
" Tunggu.. kau terluka? bibirmu bengkak dan merah " kata Aiden cemas
" Seharusnya aku menggigit bibir nya saja, kenapa harus bibirku sendiri? " batin Arrabella menyesal
" Apa ini ada hubungannya dengan pintu kamar kita yang rusak?" tanya Aiden
" Syukurlah Aiden tidak bertanya yang lain" Arrabella merasa lega
" Iya, bibirku terkena pintu. Makanya terluka seperti ini.." jawab Arrabella
" Siapa yang membuat pintunya sampai rusak seperti itu? jangan bilang kau pelaku nya, karena aku tidak percaya. Hanya pria dengan tubuh kokoh dan kuat yang bisa melakukannya ( merobohkan pintu ) " Aiden curiga
" Dia peka sekali, sama seperti biasanya. " batin Arrabella
" Itu.. Felix yang melakukan nya, dia tidak sengaja merobohkan pintu.."
" Felix, maafkan aku " batin Arrabella merasa bersalah
" bagaimana bisa dia merobohkan pintu kamar pasangan kerajaan??! " Aiden marah
" Dia tidak sengaja, sudahlah jangan marah. Kau baru saja pulang, sebaiknya kau pergi mandi. Lalu kita makan siang bersama ya?" tanya Arrabella membujuk dengan senyuman manisnya
" Tapi dia itu.."
CUP
Arrabella mencium pipi Aiden, bermaksud untuk meredakan amarah suaminya itu. Aiden tercengang dan menjadi malu malu.
" Sayang, kau pasti lelah. Pergilah mandi, nanti kita lanjutkan lagi yang waktu itu " kata Arrabella sambil membelai dada suaminya dengan manja.
" Ayolah, aku sudah bertingkah yang tidak sesuai dengan nurani ku. Seharusnya ini berhasil " batin Arrabella berharap
" Ada apa dengan Naomi? dia tidak biasa nya bersikap manja seperti ini? " batin Aiden senang
" Aku senang dengan caramu berinsiatif seperti ini, Naomi.. baiklah aku akan pergi mandi dulu " kata Aiden sambil mengecup kening istrinya dengan lembut
CUP
" Iya, mandilah dulu ya suamiku " wanita itu tersenyum lebar
__ADS_1
Aiden masuk ke kamar mandi dengan hati gembira dan kemarahannya mereda berkat tindakan Arrabella.
" Fyuh.. syukurlah " wanita itu bernapas lega
sekarang waktunya bertemu Felix untuk mencocokkan cerita
Arrabella menemui Felix yang tak berada jauh diluar kamar nya, pria itu sedang berjaga. Arrabella mewanti-wanti agar Felix berbohong kepada Aiden bahwa ia sudah merusak pintu kamar nya, karena mendengar teriakan gadis itu yang melihat kecoa.
" Tolong ya Felix, aku tidak mau kejadian tadi malam antara aku dan Raja Dominic membuat putra mahkota marah. Aku tidak mau dia salah paham "
" Saya mengerti yang mulia, saya akan lakukan sesuai perintah "
" Daripada ke perintah, ini lebih ke permintaan Felix " kata Arrabella
" Akan aku lakukan apapun untuk mu yang mulia, berbohong, berbuat jahat, membunuh sekalipun, akan aku lakukan jika kau memang menginginkan nya " batin Felix tulus
" Yang mulia tenang saja, saya sudah pastikan tidak ada seseorang selain saya dan tuan Lorenzo yang tau tentang hal ini. " kata Felix yakin
" Baiklah kalau begitu, aku bisa tenang " kata Arrabella merasa tenang. " Felix, terimakasih "
" Yang mulia ini sudah tugas saya " kata Felix
" Jangan begitu Felix, kau bicara seolah olah kalau aku hanya memerintah mu saja. Aku ini teman mu kan, Felix?" tanya Arrabella
" Iya yang mulia.. benar " jawab Felix
" Jadi jangan bicara seperti itu, atau aku tidak akan berteman denganmu lagi " kata Arrabella ngambek dan cemberut
Felix menatap Arrabella dan tiba-tiba teringat masa kecil mereka.
#FLASHBACK
12 tahun yang lalu di pusat kota, hari itu adalah festival yang diadakan sekali setiap tahunnya.
Hari itu adalah hari dimana pertama kali aku bertemu dengan yang mulia putri mahkota...
Keluarga Reese pergi ke pusat kota untuk melihat Festival itu, Arrabella yang saat itu berusia 6 tahun ditemani oleh ayahnya dan Daisy kesana.
Semua rakyat mengikuti pesta itu dengan meriah, tidak membedakan mana yang miskin dan yang kaya.
" Ayah.. kenapa kak Ethan dan kak Peter tidak ikut?" tanya Arrabella kecil
" Mereka bilang festival ini terlalu membosankan, sudahlah nak. Mereka juga tidak suka festival seperti ini kan? kita jalan-jalan saja berdua ya " kata Duke Reese membujuk
" Mereka kan sangat suka festival, apa karena taun ini aku ikut jadi mereka tidak mau pergi denganku? " tanya Arrabella dengan wajah polosnya
" Tidak nona, bukan begitu. Tuan muda Ethan dan tuan muda Peter, mereka sedang tidak ingin pergi saja " kata Daisy menenangkan
Duke Reese selalu tersenyum dan berusaha membuat anak bungsunya itu tenang, setelah kehilangan istrinya ia tetap setia dan tidak menikah lagi. Ia mencurahkan semua perhatian nya kepada ketiga anak nya, dan membagi kasih sayang itu sama rata.
Karena terlalu asyik menikmati Festival, hari itu semakin ramai dan banyak orang yang berjalan di jalan raya. Entah bagaimana ceritanya, Arrabella bisa lepas dari genggaman Duke Reese dan terpisah dari ayah nya itu ditengah kerumunan orang.
" Abel ! Abel dimana kau nak ! Abel..!" kata Duke Reese memanggil manggil nama anak nya dengan kesedihan dan kecemasan
" Nona ! nona !" ujar Daisy yang juga mencari Arrabella yang menghilang, ia terlihat cemas seperti seorang ibu yang kehilangan anak nya sendiri.
Arrabella terseret jauh dari festival di pusat kota, ia celingukan dan kebingungan saat ia melihat kesana kemari, mencari cari keberadaan ayah dan pelayan setianya itu. Di tengah perjalanan ia malah melihat kejadian yang mengerikan, dimana ada beberapa pria dewasa memukuli seorang anak kecil yang usianya tak jauh beda dengan Peter.
" Hey kau mau mati ya ?!!"
" Kalau mau hidup kau harus turuti perintah kami?!" seru seorang pria berkepala botak sambil memukul anak kecil itu, dan dia adalah Felix.
" Aku tidak mau hidup dengan mencuri ! "
Saat itu keadaan Felix sangat mengkhawatirkan, hampir di sekujur tubuhnya penuh lebam dan banyak darah. Arrabella yang melihatnya merasa kasihan dan ingin menolong Felix.
" Kasihan sekali kakak itu.. ini kan negeri yang sudah merdeka, kenapa masih ada saja orang-orang jahat di sini? dia pasti kesakitan? aku harus melakukan sesuatu, aku adalah gadis pembela kebenaran !" gumam Arrabella semangat
Arrabella berlari kesana kemari dan mencari seseorang di tempat sepi itu, tapi ia tidak menemukan siapapun. Gadis kecil itu mulai kesulitan bernapas karena banyak berlari.
" Kenapa sepi sekali disini?"
Gadis kecil itu terkejut saat mendengar teriakan seorang pria, ia mengira itu adalah Felix. Arrabella semakin panik, sampai ia menemukan seorang pria dan meminta bantuan kepada pria itu yang ternyata adalah pengawal istana.
" Cepat ! tolong anak itu tuan !" kata Arrabella terburu-buru
" Baik lah nona, tunjukkan jalannya!" kata si pengawal
Tak lama kemudian, Arrabella melihat pemandangan tidak biasa. Ia kaget melihat Felix yang sudah terluka namun masih semangat melawan ke 5 preman yang mengeroyoknya.
" Aku tidak mau.. mencuri lagi.. " kata Felix lemas lalu ia ambruk tergeletak di tanah, Arrabella membantu Felix dan melihat nya dengan cemas.
Pengawal kerajaan itu menolong Felix yang terluka parah dan menangkap para prajurit itu.
" hey nak, kau harus berterimakasih pada nona ini. Dia yang menemukan dan menyelamatkan mu " kata pengawal kerajaan
" Tidak perlu tuan pengawal, ini sudah tugasku menolong sesama " kata Arrabella ceria
Saat itulah aku jatuh cinta, melihat mata biru indahnya yang mengkhawatirkan ku, membuat hatiku berdegup kencang. Dia adalah penolongku, yang mulia putri mahkota.. adalah cinta pertamaku.
" Tolong terima saya menjadi kstaria anda, nona !" kata Felix
__ADS_1
" ti..tidak usah seperti itu, aku tulus menolong mu kok.." kata Arrabella merasa tidak enak hati
" Saya ingin berterimakasih pada nona, dan melakukan sesuatu untuk nona " kata Felix serius
" Kalau begitu, jadilah temanku saja " kata Arrabella
Senyuman yang hangat itu meluluh lantakkan hatiku, sifatnya yang ceria dan terbuka. Meskipun sedikit keras kepala, tapi aku menyukainya. Sejak saat itu aku menerima uluran tangannya untuk ikut ke mansion Reese, hanya dia yang memperlakukan aku seperti teman, padahal aku adalah anak gembel yang ia pungut di jalanan. Aku keluar dari dunia hitam itu karena nona Arrabella..
aku mengangkat pedangku dan berlatih sebagai ksatria untuk melindungi nona ku selamanya..
#END FLASHBACK
" Tidak apa, berada disisi nona saja saya sudah bahagia." batin Felix tulus
Tanpa mereka sadari, seorang wanita memperhatikan dan mendengarkan pembicaraan itu. Ia tersenyum licik, seperti memikirkan sesuatu.
****
Aiden sudah selesai mandi dan masih mengenakan baju mandi nya, ia melihat makanan sudah disiapkan di meja dengan rapi. Arrabella sudah menunggu nya dan menyiapkan baju suami nya. Arrabella terpana saat melihat tubuh sixpack suaminya itu yang terlihat menggoda.
" Kau sudah selesai?" tanya wanita itu sambil memasang senyum manisnya
" bagaimana bisa jadi begini sih?" gumam Aiden sambil memegang jidatnya
" Ada apa? apa kau sakit?" tanya Arrabella yang heran melihat suaminya memegang keningnya
" Aku tidak sakit, aku takut tidak bisa meninggalkan kamar ini, aku takut tidak bisa fokus bekerja karena ada wanita cantik di kamarku " kata Aiden sambil tersenyum menggoda
" Kau belajar rayuan seperti ini dari siapa? tiga hari tidak bertemu dan kau sudah jadi seperti ini " kata Arrabella sambil tersenyum
Aiden memeluk Arrabella dan membuat wanita itu terkejut.
" KYAa !!"
" Bukankah tadi kau duluan yang menggodaku?" tanya Aiden sambil mendekatkan wajah nya ke wajah istrinya
" Kau.. kau belum berpakaian lengkap..pakai bajumu dulu sana.." kata Arrabella gugup
" Oh, apakah ini undangan?" tanya Aiden sambil tersenyum
" Kenapa pria ini selalu menggoda??" batin Arrabella tak habis pikir
" Un.. undangan apa?" tanya Arrabella polos
" Undangan ini.."
Pria itu mencium pipi istrinya, lalu beralih ke leher mulus nya. Hampir semua bagian wajahnya terkena hujan ciuman dari Aiden, kecuali bibir wanita itu. Karena ia tau bahwa bibir Arrabella sedang terluka.
" Ah.. Aiden jangan.. "
" Apa aku berhasil menggoda mu?" tanya Aiden senang melihat wanita itu kegelian karena ulahnya
" Uh.. kau ini.. ini masih siang, aku.. masih banyak pekerjaan." Arrabella kegelian dan merasa terangsang dengan sentuhan Aiden.
" Tadi sendiri kau yang menawarkan dirimu padaku? jangan salahkan aku kalau aku menerima undangan mu, dan nikmati saja.. " kata Aiden sambil mendorong istrinya ke ranjang dengan pelan-pelan dan lembut.
Melihat wajah Arrabella yang malu-malu membuat gairah Aiden semakin bergejolak. Ia merasa sudah diundang oleh istrinya itu, untuk melakukan hubungan intim.
" Aiden.. aku...aku..
HUP
Aiden mengecup bibir Arrabella pelan-pelan, seperti berhati-hati akan sesuatu yang berharga.
" Tidak ada alasan lagi, aku ingin sekarang. "
" Baiklah.. aku cuma ingin bilang, yang lembut ya... " kata Arrabella malu-malu
" Baiklah tuan putriku, hamba siap memuaskan mu " Aiden tersenyum dan mulai melancarkan aksinya itu.
Siang itu seperti malam bagi mereka, aktivitas yang seharusnya dilakukan malam hari oleh pasangan itu, malah dilakukan pada siang hari. Ya, mau bagaimana lagi kalau sudah di mabuk cinta dan hasrat yang sudah membara?
Mereka berbagi cinta, dengan tubuh, dengan hubungan intim yang dalam. Hingga mereka menyatu sampai ke dalam nya.
Karena kelelahan dan tidak tidur dalam perjalanan, Aiden tertidur sangat pula sambil memeluk istrinya. Pria itu bertelanjang dada. Sementara Arrabella tidak tidur meskipun kelelahan, karena badannya terasa sakit seperti saat pertama kali mereka melakukan malam pertama.
" Siapa yang bilang akan lembut? dia seperti binatang buas yang kelaparan saja " gumam Arrabella sebal
" Maafkan aku, aku berbohong padamu tentang Raja Dominic. Aku hanya tidak ingin kau dan Raja Dominic berkelahi karena ku. Dan Ratu Megan juga akan tersakiti jika dia tau hal ini " batin Arrabella merasa bersalah
Arrabella menatap suaminya yang sedang tidur pulas itu dengan penuh kasih sayang.
" Aku mencintaimu Aiden, aku juga merindukan mu .." kata Arrabella dengan nada yang lembut
Sementara itu di bagian lain istana Clariness, terlihat semua orang berbisik-bisik seperti menggosipkan sesuatu. Terutama para pelayan wanita, hal itu diketahui Daisy dan membuat Daisy kaget dengan gosip yang dibicarakan para pelayan itu.
" Yang mulia putri mahkota harus tau semua ini !" kata Daisy sambil berjalan menuju kamar Arrabella dengan panik.
Seorang pelayan mencurigakan tersenyum puas melihat kepanikan Daisy.
" Ini baru awalnya "
__ADS_1
...---***---...