
...( Ilustrasi Arrabella )...
Setelah mendengar dari Lorenzo dan Demian kalau raja sedang mencarinya, ia segera menemui Raja di ruang kerja nya.
" saya dengar, yang mulia memanggil saya ?" tanya Aiden sopan
" Ya, benar " jawab Raja membenarkan
" Ada apa yang mulia?" tanya Aiden
" Aiden, usia mu sekarang sudah menginjak ke usia dewasa. Aku sudah mencarikan beberapa gadis bangsawan yang mungkin cocok dengan mu " kata Raja mengusulkan
" Apa maksud anda yang mulia? seorang gadis bangsawan? kenapa?" tanya Aiden kaget
" Maksud ku kau akan segera bertunangan lalu menikah " jawab Raja
" Apa??" Aiden kaget mendengar nya
" Bukankah tahun ini usia mu 19 tahun, dan kau sebagai pangeran harus segera menikah dengan putri bangsawan. " kata Raja
" Maaf yang mulia, saya belum berfikir mengenai pertunangan atau pernikahan sekarang. " kata Aiden menolak
" Kenapa yang mulia raja tiba-tiba membicarakan soal pasangan hidup untukku?" batin Aiden heran
" Benarkah? aku pikir kau sudah memikirkan hal itu, karena adikmu Eugene sudah mau memilih putri mahkota nya, aku berfikir bahwa kau juga sudah harus menemukan pasangan mu " kata Raja menerangkan
" saya belum terpikirkan sampai kesana " kata Aiden
" lagipula Naomi masih berusia 15 tahun, dia masih terlalu muda. Aku harus menunggu nya sampai debutante nya lalu aku akan melamarnya " batin Aiden
" Tapi, saya sudah punya seseorang yang saya sukai. " kata Aiden jujur
" Benarkah? siapa dia? putri dari keluarga mana? perlukah aku melamarnya untukmu sekarang juga?" tanya Raja senang
" Yang mulia raja, gadis itu masih belum melewati upacara kedewasaan nya. Jadi, saya masih harus menunggunya 1 tahun lagi. Saya akan beritahu anda tentang gadis itu nanti " kata Aiden dengan wajah ceria
" Apa yang membuat Aiden sangat senang hari ini? semua kebahagiaan terpancar dari wajahnya, syukurlah ..Canaria jika kau melihat ini kau pasti akan bahagia " batin Raja senang
" Baiklah, jika kau memang sudah mempunyai orang yang kau sukai. Aku tidak akan melarang mu, aku pasti akan mengizinkan mu bersama gadis itu.. aku janji " kata Raja serius
" Anda harus tepati janji anda yang mulia, karena nanti saya akan menagihnya " kata Aiden
" Tentu saja. Aiden aku sangat berterimakasih pada gadis itu, gadis yang membuatmu senang seperti ini dan aku juga iri padanya " kata Raja sambil tersenyum
" Apa? kenapa?" tanya Aiden heran
" Aku iri padanya, karena sebagai seorang ayah aku tidak bisa membuat mu senang seperti ini " jawab Raja dengan senyuman pahit di wajahnya
" Meskipun saya tidak tau anda orang seperti apa, tapi yang mulia raja.. saya tidak pernah membenci anda, bagaimana pun juga anda adalah ayah saya, orang yang sangat ibu saya cintai sampai akhir hayatnya. " terang Aiden
" Terimakasih nak, untuk tidak membenciku " kata Raja sambil tersenyum
Aiden tersenyum melihat Raja.
" Maaf tapi, aku belum bisa memanggilmu ayah untuk saat ini.. " batin Aiden merasa bersalah
" Wajar jika kau membenciku, Aiden.. apalagi kau tau kalau dulu ibu mu menderita karena diriku " batin Raja sedih
" yang mulia, jika tidak ada yang ingin dibicarakan lagi. Saya mohon undur diri !" ujar Aiden sopan
" Baiklah, beristirahat lah. " kata Raja tenang
Aiden akan pergi ke luar ruangan raja, tiba-tiba saja raja jatuh pingsan dan ambruk ke lantai. Aiden dan Philip ( pengawal raja) kaget melihatnya dan segera menghampiri Raja yang tidak sadarkan diri.
" Yang mulia ! yang mulia Raja !" teriak Philip dan Aiden panik
" Panggilkan dokter ! sekarang ! " teriak Aiden panik
***
Raja terbaring di kamarnya dan wajahnya terlihat pucat, Ratu, putra mahkota, putri Camille dan Aiden ada disana. Dokter kekaisaran menjelaskan bahwa Raja pingsan karena tekanan darah yang tinggi dan gangguan pada paru-paru nya.
" Apa yang kau katakan pada yang mulia raja sampai tekanan darah nya menjadi tinggi?" tanya Ratu sinis
" Ibu, apa yang ibu katakan? " tanya Camille heran
" Raja bertemu denganmu, dan setelah itu tekanan darah nya menjadi tinggi hingga tak sadarkan diri. Kira-kira apa yang terjadi?" tanya Ratu ketus
" Ratu , dia menunjukkan dengan jelas ketidaksukaan nya padaku " batin Aiden
" Maaf, tapi saya tidak mengatakan apapun yang membuat tekanan darahnya menjadi tinggi. " kata Aiden cuek
" Jika terbukti kalau kau yang membuat yang mulia Raja tidak sadarkan diri, aku tidak akan ragu-ragu menghukum mu " kata Ratu mengancam
" Kalau yang mulia sudah sadar, lebih baik anda tanyakan sendiri padanya apa yang sudah saya bicarakan dengan yang mulia Raja. " kata Aiden tak takut
Aiden dan Eugene keluar dari kamar Raja, sekilas Eugene melirik sinis ke arah Aiden.
" Tunggu yang mulia putra mahkota !" seru Aiden dingin
" Apa?" tanya Eugene ketus
" Kau kan yang mengatakan pada yang mulia tentang perjodohan ku " kata Aiden kesal
" Jadi, tadi ayahanda benar-benar membicarakan tentang perjodohan itu padanya?" batin Eugene senang
" Benar, aku hanya mengatakan pada ayah di usia kakak yang sudah menginjak usia pernikahan. Sebaiknya kakak harus segera memilih pasangan setidaknya bertunangan dulu " kata Eugene santai
" Oh , aku sangat senang yang mulia begitu perhatian denganku. Tapi, seperti nya urusan pribadi ku seperti itu anda jangan ikut campur apalagi melibatkan yang mulia Raja. " kata Aiden ketus
" Haha.. kakak aku hanya membantu mu saja kenapa reaksimu berlebihan? lagipula ayahanda tidak protes terhadap saran ku, ayahanda setuju dengan saran ku. Itu demi kebaikan mu kakak " kata Eugene sambil tertawa kecil
" Aku ingin menyingkirkan satu persatu sainganku untuk mendapatkan Arabella, dan itu di mulai darimu Aiden "batin Eugene tajam
" Ingin menyingkirkan ku? ingin mendapatkan Naomi ku ? kau harus berusaha lebih keras di kehidupan kali ini Eugene, karena aku tidak akan membiarkan dia jatuh ke dalam jurang " batin Aiden tajam
" Adikku sangat baik sekali, dia sampai mempersiapkan pasangan untukku. Aku sangat berterimakasih, tapi aku sangat ingin tau alasannya kenapa kau begitu bersikeras ingin aku segera menikah? apa mungkin kau takut?" tanya Aiden sambil tersenyum tipis
"Takut? aku takut pada apa?" tanya Eugene tak paham
" Takut kalau aku akan bersama orang yang kau sukai " jawab Aiden tanpa ragu
" Tidak tau malu, dia mengucapkan nya seenaknya saja. Dia seperti nya sudah yakin kalau Arabella akan memilihnya. " batin Eugene jengkel
" untuk apa aku takut, kakak yang seharusnya berhati-hati dan bersiap-siap untuk kemungkinan terburuk. Kau tidak bisa merebut apa yang sudah jadi milikku, dan apa yang aku inginkan. Kau tidak bisa !" kata Eugene tajam
__ADS_1
" Jadi maksudmu kalau dia adalah milikmu? siapa yang merebut milik siapa, kita lihat saja nanti. Karena dikehidupan kali ini aku tidak akan melepaskan nya lagi, kali ini aku berjuang ! " kata Aiden serius
Aiden meninggalkan Eugene yang berdiri mematung seperti sedang kebingungan. Eugene memang bingung karena kata-kata Aiden yang mengatakan tentang kehidupan kali ini, seolah-olah mereka pernah melewati kehidupan 2 kali. Eugene berusaha mencerna kata-kata Aiden dan ia teringat mimpi nya saat Lucy meminjamkan kekuatan sihirnya pada Eugene dan Aiden.
" Mimpi itu? kenapa saat itu terasa nyata? apa itu benar-benar hanya mimpi ? tapi itu seperti benar-benar pernah terjadi?" batin Eugene heran
Suara Eugene :
Dalam mimpi itu aku melihat diriku sendiri, berbuat jahat pada Arabella dan Claire menjadi ratu. Aku mengabaikan Arabella yang selalu menungguku dan mencintaiku, aku bahkan memberi nya hukuman mati ! dia mati di depanku dengan kepala terpenggal, sungguh itu adalah mimpi yang buruk, sampai sekarang aku masih teringat mimpi yang bahkan tidak pernah aku alami sebelumnya. Bagaimana bisa aku melakukan itu pada gadis yang aku sukai? mustahil bukan? Sudahlah, aku jangan memikirkan nya lagi, itu kan hanya mimpi. Itu tidak akan pernah terjadi, karena aku menyukai Arabella.
Eugene berfikir bahwa kejadian yang Arabella di masa lalu hanya lah mimpi buruk biasa, ia tak mengira bahwa hanya Aiden dan Arabella saja yang menyadari bahwa mimpi nya itu pernah terjadi di masa lalu. Dan itulah alasan terbesar kenapa Arabella sangat membencinya.
Malam itu, Arabella kebingungan karena begitu banyak perhiasan yang di berikan oleh Dominic padanya. Tapi, para pelayan disana takjub dengan pesona Arabella yang membuat Raja iblis yang dingin bisa jatuh hati padanya.
" woah nona, nona sangat beruntung !" seru Daisy senang
" Lihatlah perhiasan perhiasan ini? ini kan berlian langka dari pegunungan Vanders " kata Layla senang melihat banyak perhiasan yang berkilauan itu
" Nona kita sangat beruntung dan sangat populer, begitu banyak pria yang menyukainya!" seru Emma ( salah satu pelayan dapur )
" Benar Emma.. nona kita memang gadis tercantik di Clarines ini. Bukan hanya putra mahkota saja yang tertarik pada nona kita, bahkan Raja dari negeri seberang pun tertarik dengan nona kita " kata Rita ( salah satu pelayan dapur ) senang
" Kenapa dia mengirim perhiasan sebanyak ini? apa dia habis merampok toko perhiasan ya? bukankah ini berlebihan? apakah begini cara nya mengejar wanita?" batin Arabella keheranan
" Nona, kenapa nona melamun saja? mau kita apakan semua perhiasan yang banyak ini?" tanya Daisy bingung
" Sudahlah.. ini semua salah ku. Aku membujuknya dengan cara seperti itu, dengan memberikan dia izin untuk mengejar ku. Ini salah ku !" seru Arabella gemas sendiri
Para pelayan itu malah asyik bergosip sendiri saat nona mereka sedang melamun.
" Nona pasti kebingungan akan memilih siapa diantara putra mahkota Eugene atau raja Dominic bukan?" tanya Layla
" Apa ? bukan hanya mereka saja kok yang menyukai nona!" seru Emma
" Memangnya ada lagi ya?" tanya Rita polos
" Kalian tidak dengar ya gosipnya kalau nona kita juga dekat dengan pangeran Aiden yang dijuluki si pangeran perang itu?" tanya Emma
" Benarkah? nona dekat dengan pangeran yang tampan itu juga?" tanya Layla polos
" Emma, seperti nya perkataan mu itu benar. Soalnya tadi sore aku melihat pangeran Aiden mengantar nona pulang ke rumah. Seperti nya mereka habis jalan-jalan " kata Daisy semangat
Ketiga pelayan itu mengangguk-angguk seolah mengerti apa yang terjadi. Mereka semakin semangat bergosip tentang siapa yang akan menjadi jodoh Arabella.
" Lalu menurut kalian ? nona akan memilih siapa? kalian kan paling dekat dengan nona?" tanya Emma pada Daisy dan Layla
" Tentu saja pangeran Aiden ( Raja Dominic ) !" kata Layla dan Daisy bersamaan
" Layla, sudah jelas bahwa nona akan bersama pangeran Aiden. Mereka terlihat cocok bersama !" seru Daisy kekeh
" Tidak, bibi Daisy.. aku lebih setuju dengan raja Dominic, dia memiliki posisi yang kuat dan dia seorang Raja dari negeri yang hebat ! dia pasti akan membuat nona Abel bahagia !" seru Layla keras kepala
" Apa gunanya hebat Layla? kalau dia itu banyak membunuh orang? kau tidak dengar apa rumornya kalau dia itu adalah raja yang suka menyiksa orang?? lebih baik nona dengan pangeran Aiden saja ! dia baik hati dan hebat !" seru Daisy kesal
" hey hey ! kenapa kalian malah bertengkar?!" seru Emma heran
" tunggu dulu, kenapa Putra mahkota tidak masuk ke dalam pilihan ?" tanya Rita bingung
Arabella menyadari keributan para pelayan nya itu dan terlihat kesal. Gadis itu membubarkan semua pelayannya itu karena hari sudah malam dan menyimpan perhiasan perhiasan itu di dalam kamarnya. Arabella duduk di ranjangnya.
" Ini tidak bagus, ini tidak baik. Kalau pangeran Aiden tau kalau aku memberikan izin pada raja Dominic untuk mengejar ku. apa yang akan dia katakan padaku? huu.. aku benar-benar pusing.. aku harus pikirkan cara untuk menolaknya.. di kehidupan sebelumnya aku tidak pernah menolak pria, karena tidak ada yang menyukai ku..Tapi sekarang aku harus menolak pria.. besok aku tanya kak Ethan atau kak Ashton saja deh " kata Arabella sambil berbaring di ranjangnya sambil menghela napas panjang
Gadis itu tertidur dengan senyuman di wajahnya, terlihat kebahagiaan terpancar dari senyuman nya itu. Diam-diam seorang pria masuk ke dalam kamarnya.
" Ternyata dia sudah tidur " gumam Ashton pelan
Ashton berjalan mendekati Arabella yang sedang tertidur lelap.
" Kelihatannya dia sudah tertidur nyenyak, dia kelihatan sangat bahagia dan tertidur sambil tersenyum.Abel, katakan padaku! apa aku sudah terlambat untuk mengatakan kalau aku suka padamu sebagai pria ? apa aku bisa mengubah hubungan kita dengan mudah? Abel.. akan lebih mudah kalau kau sudah mengerti hatiku. Aku tau aku tidak mungkin bisa bersaing dengan orang-orang hebat itu, tapi aku akan berusaha membahagiakan mu " kata Ashton menatap gadis itu dengan sedih
Ashton mengelus rambut gadis itu sambil tersenyum.
" Kalau kau tidak sedang tidur, pasti kau akan marah-marah kalau tau aku mengelus rambut mu seperti ini. Baiklah, tidur lah yang nyenyak Abel .. Aku pulang .. " kata Ashton sambil meletakkan sekuntum bunga mawar ungu kesukaan Arrabella di genggaman tangan gadis itu yang sedang tidur pulas.
Seperti yang biasa ia lakukan, pria itu keluar dari jendela kamar Arabella. Tiba-tiba saja ia dikagetkan dengan pedang yang mengarah ke lehernya.
" A.. Apa? siapa??" tanya Ashton kaget
" Wakil ketua? itu kau?" tanya Demian kaget melihat Ashton keluar dari jendela kamar Arabella
" Kenapa kau ada disini??" tanya Ashton dan Demian bersamaan
" Huss jangan berisik ! kau bisa membangunkan nona Arabella !" seru Demian berbicara pelan
" Kau juga berisik tuh!" seru Ashton
Demian mengajak Ashton ke belakang taman belakang mansion Reese.
" Wakil ketua Ashton kenapa anda ada disini?" tanya Demian dengan nada mengintrogasi
" Aku.. aku ..
" Malam-malam masuk lewat jendela kamar seorang anak perempuan yang belum menikah? apa yang mau kau lakukan hah??" tanya Demian
" Tolong jangan salah paham, aku memang sudah terbiasa naik ke jendela kamar Abel. Tapi, ini yang terakhir kalinya.. " Ashton menjelaskan dengan gugup
" APA?? kau sudah terbiasa masuk ke kamar nona dengan cara seperti itu?" Demian kaget
" Kalau yang mulia tau, dia pasti akan marah besar. Bahkan mengurung nona Arabella di rumahnya.. ini tidak baik, sangat tidak baik. Apa tuan Ashton memiliki niat tersembunyi pada nona Arabella? " batin Demian cemas
" Iya, itu memang kebiasaan ku dari kecil. Jadi, aku memang sudah biasa. Tapi, ini yang terakhir kalinya. Bisakah kau tidak memberitahu siapapun tentang apa yang kau lihat hari ini? terutama pada Peter dan Kapten Ethan ?" kata Ashton membujuk
" Ah ? kenapa kau ingin aku merahasiakan nya? apa kau takut dimarahi oleh Kapten Ethan dan tuan Peter??" tanya Demian dengan senyuman jahil nya
" Hentikan ! terus kau juga ngapain ada disini? aku lebih heran dengan motif mu?" tanya Ashton curiga
" itu.. itu.. " Demian berbicara terbata-bata
" Bagaimana ini ? yang mulia menyuruh ku mengawasi nona Arabella diam-diam, tapi aku malah ketahuan. Aku tidak boleh mengatakannya !" batin Demian
" Dia kan pengawal dan teman dekat pangeran. Untuk apa dia kesini? pasti dia disuruh oleh pangeran " batin Ashton
" Sudahlah jangan katakan, aku tidak akan bertanya lagi. Jadi, kau juga harus rahasiakan ini dari semua orang, Deal ?" tanya Ashton sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman
" Baiklah, aku setuju wakil ketua " jawab Demian sambil berjabatan tangan dengan Ashton
" Kau sudah janji ya, tidak boleh bilang siapapun. Nah kalau begitu aku akan pulang " kata Ashton
__ADS_1
" Hati-hati dijalan wakil ketua " kata Demian sambil melambaikan tangannya dengan wajah konyol
Demian melihat Ashton berjalan menjauh dari kediaman Reese dan menunggangi kuda nya.
" Melihat reaksinya dia pasti sudah tau untuk apa aku berada disini? kenapa aku melihat dia seperti pria yang sedang cemburu? sudahlah, aku harus segera pergi ke istana dan melaporkan nya pada yang mulia" gumam Demian
***
Di taman Istana..
Aiden sedang tiduran di rerumputan taman, sambil memandangi langit dengan raut wajah yang bahagia.
" Langit malam ini begitu indah, cuaca hari ini juga begitu indah " kata Aiden bergumam sendiri
" Dasar orang yang sedang jatuh cinta! Padahal hari ini sepanjang hari cuaca sangat mendung, dan yang mulia bilang cuaca nya indah? benar-benar cinta bisa membuat orang jadi aneh. Bahkan bagi orang yang selalu mementingkan logika dan berfikir logis seperti yang mulia, baru kali ini aku melihatnya menjadi orang ANEH karena cinta " batin Lorenzo keheranan dengan raut wajah tak mengerti
" Lorenzo ? kenapa kau diam saja? apa kau sedang mengutukku di dalam hatimu?" tanya Aiden curiga
" Apa maksud anda yang mulia? mana berani saya mengutuk yang mulia haha " Lorenzo tertawa canggung
" Sekalipun di dalam hati, kau tidak boleh mengutukku ! awas saja kalau ketahuan !" seru Aiden sebal
" Sekarang yang mulia terlihat seperti anak remaja yang sedang ngambek " batin Lorenzo merasa lucu
Demian datang dan menghormat pada Aiden.
" Bagaimana ? apa yang sedang dia lakukan? apa dia sudah tidur? Apa dia baik-baik saja?" tanya Aiden antusias
" Nona Arabella sudah tidur nyenyak di kamarnya, tapi .. " Demian terlihat ragu-ragu
" Apa aku harus bilang tentang tuan Ashton yang masuk ke kamar nona Arabella saat sedang tidur? Kelihatan nya berbohong lebih baik, tapi jika aku ketahuan berbohong aku bisa di kirim lagi ke Londo oleh yang mulia " batin Demian
" Demian ! kenapa kau tidak lanjutkan laporan mu!" seru Aiden menatap curiga pada Demian
" Su.. sudah beres, laporan nya sudah selesai, tidak ada yang terjadi, semua nya baik-baik saja kok. Aman terkendali !" Demian memaksakan senyumannya
" Seperti nya kau harus kembali ke Londo, BESOK, Demian. Aku hanya butuh Lorenzo saja disini !" kata Aiden sambil tersenyum menyeringai
" Apa? yang mulia tapi apa salah saya?" tanya Demian tak mengerti
" Kau masih tanya apa salahmu? Lebih baik kau katakan saja laporan mu dengan benar, Demian " kata Lorenzo heran
" Akan saya katakan yang mulia. Sebenarnya nona Arabella memang sudah tertidur nyenyak di kamarnya, tapi wakil ketua White Knight masuk ke dalam kamar nona Arabella diam-diam melewati jendela kamar nya " terang Demian jujur
" Pada akhirnya aku jujur, sudahlah.. daripada aku dikirim lagi ke Londo, dan aku akan berpisah dari Lorenzo " batin Demian sedih
" APA ? apa kau serius Demian? kau melihat nya sendiri ?" tanya Aiden tegas
" Benar yang mulia, bahkan saya sempat mengira wakil ketua adalah penculik sampai mengangkat pedang saya ke lehernya. Saya juga terkejut melihat wakil ketua ada disana !" terang Demian
" Lalu, apa yang dia lakukan di kamar nya?" tanya Aiden dengan nada mengintrogasi
Demian menceritakan semua yang terjadi pada Aiden. Aiden kini merasa yakin setelah mendengar cerita pengawal nya tentang Ashton, bahwa Ashton juga menyukai Arabella sama seperti dirinya. Pangeran itu kemudian menempatkan Ashton sebagai saingannya juga.
" tenang yang mulia, anda harus tetap percaya diri. Bukankah nona Arabella sudah memilih anda? " tanya Demian membujuk pangeran yang sedang cemburu itu
" Demian benar Yang mulia, anda sudah menang dari mereka yang akan mengejar nona Arabella. Saya juga yakin kalau nona Arabella itu gadis yang setia dan hanya menyukai yang mulia saja. Jadi, yang mulia harus percaya pada nya bukan? " kata Lorenzo menasehati
" Yang kalian semua katakan itu memang benar, aku percaya pada Naomi.. tapi aku tidak percaya pada pria-pria itu. " kata Aiden muram
" Ya, saya juga tak percaya pada pria pria itu hehe " kata Demian sambil tersenyum canggung
" Aku harus bagaimana? sekarang banyak pria yang mengidam-idamkan Naomi, dan ingin menjadi pasangannya. Bagaimana bisa aku tidak cemburu? aku harus segera gerak cepat untuk menjadi kan dia milikku, agar pria lain tidak meliriknya. Tapi, dia masih terlalu muda dan dia terlihat tidak ingin terburu-buru " kata Aiden dalam hatinya penuh kemarahan
***
Malam itu di istana , Count Oscar diam-diam menemui Ratu di tempat mereka selalu bertemu.
" Apa yang ingin kau katakan? cepat ! " seru Ratu
" Yang mulia ratu, anda harus ingat janji anda menjadi kan keponakkan ku sebagai putri mahkota " kata Oscar tegas
" tentu saja aku ingat, lalu kau mau apa memintaku bertemu?" tanya Ratu kesal
" Saya mengajak anda bertemu di saat seperti ini karena ini sangat penting, saya dengar kalau putra mahkota sudah pasti akan memilih Arabella Naomi De Reese sebagai putri mahkota. Yang mulia ratu tau kan? kalau putra mahkota sudah jatuh hati pada putri duke Reese itu?" tanya Oscar
" Ya aku tau, lalu kau ingin aku melakukan apa?" tanya Ratu
" Mau tidak mau kita jalankan rencana C " jawab Oscar yakin
" apa kau sudah gila? rencana yang kau katakan itu bisa merusak citra putra mahkota !'" seru Ratu kesal
" Oh jadi begitu? jadi ratu tidak setuju dengan rencana saya? kalau masalah reputasi Putra mahkota saya bisa membantu memperbaiki nya. Bahkan setelah mereka menikah, hal ini akan menghilang dengan sendirinya. Apa yabg mulia memang tidak mau membantu saya?" tanya Oscar menatap ratu dengan mata yang tajam
" Sialan, dia mengancam ku berkali-kali ! kalau bukan karena dia mengetahui rahasia ku dan kerja sama kita di masa lalu, aku juga tidak mau membantunya. Seenaknya saja dia memerintah ku seperti ini. Aku ini Ratu !" batin Ratu kesal
" Baiklah aku setuju, tapi kau tidak boleh melukai putra mahkota sedikit pun !" seru Ratu memperingatkan
" Tenang saja, saya tidak mungkin melukai orang yang di cintai oleh keponakan saya. Saya akan menjalankan rencana ini dengan rapi "Oscar tersenyum jahat
" senang sekali bisa melihat ratu yang agung bertekuk lutut di hadapan ku, jika bukan karena rahasia itu aku tidak akan bisa apa-apa. Setelah Claire menjadi Ratu nanti , aku akan menjalankan rencana ku untuk memusnahkan semua keluarga Reese, terutama Herald de Reese! " batin Oscar penuh kemarahan dan dendam
" Oke. Kau jalankan rencana itu besok " kata Ratu sambil melangkah pergi
" Dengan senang hati yang mulia " Oscar tersenyum senang
****
Keesokan harinya, karena raja jatuh sakit maka kepemimpinan dan tugas raja akan di alihkan kepada Putra mahkota. Dan Eugene menjadi sangat sibuk karena nya, ia bahkan tidak sempat mengawasi tes putri mahkota yang terakhir. Eugene terus mengeluh kepada Liam karena ia bertambah sibuk sekarang, padahal ia ingin sekali melihat Arabella dalam tes terakhir pemilihan putri mahkota. Walaupun dalam hatinya ia memang sudah berniat dan merencanakan akan memilih gadis itu, meskipun Arabella tidak lulus tes nya nanti.
Semua calon kandidat putri mahkota memasuki istana Ratu, kecuali Arabella yang belum muncul.
" Hari ini paman bilang akan merencanakan sesuatu untuk gadis itu? kira-kira apa ya?" batin Claire berfikir
" Baiklah, apa semua putri sudah hadir?" tanya Ratu tegas
" Yang mulia Ratu, maafkan hamba. Tapi, nona Arabella belum datang " kata Claire menyela
" Yang mulia Ratu, itu tidak benar ! nona Arabella sudah datang, ia sudah ada di depan saya melihatnya " kata Megan membela
" Ingin menjatuhkan Abel? jangan mimpi kau !" batin Megan
Tak lama kemudian Arabella datang ke istana ratu dengan wajah yang muram dan baju nya yang penuh kotoran. Semua mata melihatnya dengan keheranan.
" Ini pasti ulah nya !" batin Arabella kesal
Claire tersenyum puas melihat penampilan Arabella yang berantakan itu.
__ADS_1
** Tunggu kelanjutannya lagi di bab selanjutnya ya, akan lebih seru ! jangan lupa tinggalkan Rate ,komen, like nya buat dukung author. Makasih ya ❤️🥰