Arrabella Twice Lives

Arrabella Twice Lives
Bab 102 Sihir Hitam


__ADS_3

🍂🍂🍂


Aiden dan Sylvia duduk di kursi taman yang selalu di duduki oleh Arrabella dan Aiden.


" Oh ya, sering-sering lah datang ke istana. Karena untuk ke depannya kita akan berhubungan baik " kata Aiden ramah


" Saya tidak enak pada yang mulia Ratu kalau sering-sering datang kemari, yang mulia " Sylvia menunjukkan wajah memelas nya


" Kenapa harus merasa tidak enak? kau kan adalah calon istriku, hal yang wajar jika kau datang ke istana untuk bertemu denganku. Dan aku suka mengobrol denganmu " Aiden tersenyum cerah


" Tetap saja, saya merasa tidak enak pada Baginda Ratu. Beliau mengirimkan saya surat pembatalan permintaan pernikahan nya " kata Sylvia sedih


" Aku sendiri yang akan berbicara dengannya mengenai ini, kau tidak usah cemas Sylvia " kata Aiden menenangkan


" Berbicara mengenal hal apa?" tanya Arrabella yang tiba-tiba menghampiri Aiden dan Sylvia yang sedang berduaan.


" Apa mereka cukup dekat sampai Aiden memangilnya dengan nama depannya? apa yang terjadi? kenapa perasaan ku tidak enak?" batin Arrabella resah


" Salam Baginda Ratu " Sylvia membungkuk hormat pada Arrabella.


" Yang mulia, kenapa bisa ada nona Valton disini? apa kau datang kesini tanpa diundang?" tanya Arrabella dengan nada yang sedikit kesal.


" Aku yang mengundangnya " jawab Aiden dingin


" Apa? yang mulia yang mengundang nya? tapi kenapa?" tanya Arrabella tak mengerti


" tidak semua urusan ku, harus kau ketahui, Ratu" jawab Aiden dingin


" Kenapa Aiden bersikap seperti ini padaku? tidak.. ayo berfikir positif, aku pasti hanya salah paham " batin Arrabella panik melihat sikap dingin Aiden padanya


" Aku hanya bertanya alasan kenapa yang mulia mengundang nya, tapi kenapa jawaban yang mulia seperti ini?" tanya Arrabella tegas


" Karena dia akan menjadi selir ku, Ratu kedua di istana ini " jawab Aiden tegas


Arrabella, Grace, Daisy, Demian dan Lorenzo kaget saat mendengar pernyataan Aiden. Mereka sangat tercengang dan tidak mempercayai apa yang dikatakan Aiden. Bahkan Arrabella bertanya pada suaminya itu, apakah dia bercanda? karena setahu dirinya, Aiden bukan orang yang akan bercanda tentang hal yang seserius ini. Aiden menjawab dengan tegas dan keyakinan, bahwa ia tidak bercanda dan serius dengan ucapannya.


Hati Arrabella seperti kejatuhan bom, dan meledak hancur di dalamnya. Ia tak percaya dengan apa yang ia dengar, wajah wanita itu langsung menjadi pucat pasi.


Sementara Sylvia, wanita yang menjadi penyebab masalah nya hanya diam saja dan tidak melakukan apa apa. Selain memasang wajah tidak berdaya di depan Aiden seperti mencari perhatian pada Raja Clariness itu.


Arrabella merasa ada yang tidak beres dengan sikap Aiden, langsung menarik pria itu pergi untuk bicara padanya. Arrabella bahkan mengusir Sylvia secara halus.


" Tindakan tidak sopan apa ini, Ratu?" tanya Aiden marah


" Ada apa denganmu? kita sudah sepakat untuk membatalkan permintaan pernikahan mu, kenapa kau berkata seperti itu di hadapan orang-orang?" tanya Arrabella meminta penjelasan


" Orang-orang mengatakan hal yang benar, aku tidak bisa menunggu mu memberikan ku seorang keturunan. Dan ini adalah hal yang terbaik, memiliki seorang selir kan diperbolehkan di kerajaan ini. " kata Aiden santai


Wanita itu lagi-lagi tercengang, dengan kata-kata yang Aiden ucapkan. Seakan akan yang di depannya itu bukanlah suaminya. Sebenarnya apa yang terjadi? Aiden juga tidak kelihatan bercanda, kenapa Aiden berubah dalam sehari?.


" Kau tidak bisa melakukan ini padaku, kau sudah berjanji bahwa aku satu satu satunya wanita untukmu. Aku tidak akan setuju jika kau benar-benar serius mengambil wanita itu menjadi selir mu " kata Arrabella tegas


" Aku tidak butuh persetujuan mu, dewan istana, menteri dan para bangsawan lainnya juga akan mendukung ku. Jadi, kau tidak dibutuhkan. Kemarin juga mereka protes padaku untuk mengambil selir baru, seperti nya itu ide yang bagus. Dan hidup memang harus realistis bukan? nyatanya kau tidak bisa memberikan ku seorang anak. " kata Aiden tajam dan sinis


JLEB


Perkataan Aiden sungguh menusuk hatinya, tapi Arrabella sudah tau ada yang aneh dengan suaminya itu. Ia memang sakit hati dengan perkataan Raja Clariness itu, tapi ia tetap tegas dan mempertahankan emosinya dengan baik. Wanita itu yakin, bahwa ada yang salah, ada yang aneh dengan sikap Aiden.


Seolah dipengaruhi sesuatu, Aiden memberitahukan keinginannya untuk menjadikan Sylvia sebagai Ratu ke 2 di kerajaan Clariness. Terjadi pro dan kontra para bangsawan setelah berita itu diumumkan ke publik.


Ada yang setuju dengan Aiden, ada juga yang menentang keputusan Aiden. Tapi, lebih banyak yang menentang keputusan Aiden itu. Salah satunya adalah Viscount Benedict dan Duke Zena yang paling menentang pengangkatan selir itu. Ya, bagaimana mereka tidak menentang keputusan sembrono Aiden, bagaimana pun juga Sylvia dan Count Valton adalah seorang yang berasal dari rakyat yang sama sekali tidak memiliki darah bangsawan.


Raja Clariness itu tetap keras kepala dan teguh dengan keputusan nya. Sikapnya pada Arrabella pun berubah total sejak ia dekat dengan Sylvia. Orang-orang di sekitarnya itu juga merasakan perubahan Aiden, mereka merasa bahwa Aiden sedang dikendalikan sesuatu dan Aiden tidak seperti dirinya.


Raja itu menjadi pemarah, dan kadang bersikap kasar pada Arrabella, bahkan menghina kekurangan nya. Namun, Arrabella masih tetap bersabar menghadapi nya, karena ia harus berada disisi Aiden untuk bisa menemukan apa yang salah dari suaminya itu.


Rumor dan gosip mulai beredar di kalangan masyarakat yang mengatakan bahwa Raja jatuh cinta lagi pada seorang wanita bangsawan dan tergila-gila padanya. Hebatnya, Arrabella sama sekali tidak goyah dengan hal hal seperti itu, walaupun ia memang sedih. Yang ia pikirkan hanyalah cara untuk membuat Aiden kembali seperti dulu.


🍂🍂🍂


Hari itu 2 hari menjelang pernikahan Ethan.


Arrabella mengunjungi ayahnya di kediaman lamanya. Ia merasa sumpek berada di istana, karena harus melihat kemesraan Aiden dan Sylvia setiap hari. Padahal wanita itu belum resmi menjadi selir istana, tapi sudah tinggal di istana dan terus menempel pada Aiden.


" Abel? anakku .." kata Duke Reese sambil memeluk Arrabella dengan erat.


" Maaf ayah, aku tidak mengabari ayah lebih dulu " kata Arrabella sambil tersenyum


" Ayah sudah dengar semuanya, orang-orang membicarakan nya. Apa kau baik-baik saja?" tanya Duke Reese cemas


" Oh ya, bagaimana persiapan pernikahan kakak ? apa berjalan dengan lancar? " tanya Arrabella sambil tersenyum dan mengalihkan pembicaraan.


" Ayah, maafkan aku. Aku tidak bisa membahas hal itu. Aku tidak mau " batin Arrabella merasa bersalah


" Kau sampai mengalihkan pembicaraan seperti ini. Apa kau tidak mau membahasnya ?kau tidak baik-baik saja kan?" batin Duke Reese sedih

__ADS_1


" Ayo, kau masuk dulu Abel. Kebetulan kakak mu juga sedang ada di rumah " kata Duke Reese sambil tersenyum tipis


Wanita itu duduk di kursi dan melihat-lihat dekorasi rumahnya yang masih sama seperti saat dulu ia meninggalkan nya.


" Abel, maksud saya yang mulia Ratu datang?" tanya Ethan gugup


" Tidak usah bicara formal begitu kak, aku datang kesini bukan sebagai Ratu. Tapi sebagai putri bungsu keluarga ini " jawab Arrabella


Ethan melihat tubuh adiknya yang kurusan, dan terlihat tak bersemangat. Wajahnya pucat, seperti banyak pikiran,bahkan tidak ada senyuman tulus di bibirnya.


" Aku kesini untuk bertemu kakak dan ayah. Sekalian membicarakan persiapan pernikahan kakak dan putri Ariana, mungkin kalian membutuhkan bantuan ku?" tanya Arrabella sambil tersenyum


" Persiapan nya sudah selesai kok. Kau tidak usah cemas, kami malah mencemaskan keadaan mu " kata Ethan sambil memegang tangan Arrabella dengan cemas


" Aku baik-baik saja kakak, ayah. "jawab Arrabella sambil memaksakan senyumannya


" Jangan bilang begitu. Aku tau kau seorang ratu, tapi kau boleh menangis kalau kau ingin menangis. Kau tetaplah seorang wanita dan adik bungsu ku. Putri keluarga ini ! kenapa kau tidak menceritakan semua masalah mu pada kami? kenapa kami harus tau dari orang lain? jangan tersenyum seperti itu ! " tanya Ethan meledak dan tampak kesedihan di matanya


" Aku baik-baik saja, aku juga sudah lelah menangis. Aku tidak mau menangis lagi, sudah banyak air mata yang aku habiskan karena semua kejadian ini. Tapi, kakak dan ayah jangan cemas. Aku tidak selemah itu " Arrabella tersenyum


Ethan dan Duke Reese tidak percaya perkataan Arrabella yang mengatakan bahwa ia baik-baik saja. Karena terlihat di mata wanita itu, ada kegalauan yang melanda hatinya, masalah yang menganggu pikiran nya.


Wanita yang dulunya ceria dan bebas, kini harus terbelenggu di dalam istana dan kerajaan. Bertahan sendirian, memendam semua keinginan nya dan kehilangan kebebasan nya, sekarang suaminya berubah dan mengkhianati nya.


Arrabella tidak mengatakan semua nya pada keluarga nya dan lebih memendam sakit hatinya sendiri. Ia tidak suka berbagi duka nya dengan orang lain. Keadaan membuatnya terpaksa menjadi lebih dewasa.


💧💧💧


Kediaman Benedict..


Viscount Benedict sedang menimang nimbang cucunya dengan penuh kasih sayang. Bercanda dan mencoba bicara dengan cucunya itu.


" Cilukba ! cucu ku sangat tampan dan lucu, kelak kau akan menjadi Raja yang hebat nak " sang kakek itu mencium pipi bayi kecil mungil itu.


Megan terlihat senang melihat kasih sayang kakek pada cucunya itu. Wanita itu duduk sambil meneguk teh hangat nya. Tak lama kemudian Cane datang menghampiri nya dan memberitahukan kepada Megan, bahwa ada kereta Ratu Arrabella yang datang ke kediaman Reese.


" Ratu Arrabella? ada di kediaman Reese?" tanya Viscount Michael terkejut. Karena biasanya Ratu akan berkunjung ke rumah orang tuanya ketika ada masalah atau suatu keperluan yang mendesak. Terlihat kekhawatiran yang tulus, di dalam suara Viscount Michael yang juga menyayangi Arrabella seperti anaknya sendiri.


" Ayah, bisakah aku titip putraku sebentar? aku ingin berbicara dengan Ratu Arrabella "


" Ya, pergilah. Ayah akan menjaga cucu ayah dengan baik. Mau lama-lama pun boleh kok. Saat ini Ratu Arrabella sedang membutuhkan seseorang untuk berbagi kesedihan nya. Hibur lah dia " kata Viscount Michael tulus


" Iya ayah. "


" Tuan Cane kau ikut aku, dan tuan Wen tolong jaga ayah dan putra mahkota !" ujar Megan


Kediaman Benedict dan kediaman Reese jaraknya tidak begitu jauh, hanya melewati 2 blok saja. Megan sampai dengan cepat ke kediaman Reese dan itu karena ia ingin bertemu dengan Arrabella.


Ratu Vanders itu disambut oleh Duke Reese dan Ethan dengan ramah dan penuh rasa hormat. Kedua pria itu mengerti bahwa kedatangan Megan adalah untuk bertemu dengan sahabatnya. Ethan mengantar Megan ke kamar Arrabella, pintu kamarnya sedikit terbuka, dan terlihat lah Ratu Clariness itu sedang melamun. Duduk terdiam di sudut ranjang nya sambil memandang ke arah jendela.


Megan dan Ethan merasa sedih, saat melihat Arrabella yang melamun dan terdiam sendirian.


" Jangan, sir Ethan. Biar saya langsung masuk saja " Megan mencegah Ethan yang akan mengutuk pintu kamar Arrabella.


" Baiklah, yang mulia Ratu. Saya undur diri " jawab Ethan sambil membungkuk hormat pada ratu Vanders itu.


Tap


Tap


Tap


Megan berjalan, menghampiri ke arah Arrabella. Benar saja, wanita itu sedang melamun dan tenggelam dalam pikiran nya sendiri.


" Ratu Arrabella?"


Arrabella masih saja melamun, ia bahkan tak menyadari suara Megan yang memanggilnya. Ratu Vanders itu menepuk bahunya, terlihat sekali Arrabella yang terkejut dan terperangah saat merasakan sentuhan itu.


" Ratu Megan?"


" Akhirnya kau sadar juga Ratu Arrabella, aku memanggilmu berkali-kali. Dan kau tidak mendengarkan ku " Megan duduk di samping Arrabella.


" Ratu Megan, sejak kapan kau ada disini?" tanya Arrabella


Megan dan Arrabella mengobrol tentang masalah Sylvia yang akan menjadi selir Aiden. Arrabella mengatakan bahwa ia akan menghentikan pengangkatan Sylvia menjadi selir dan membuktikan pada semua orang bahwa Sylvia dan Count Valton melakukan sesuatu pada Aiden, hingga sikapnya berubah ubah.


Kadang-kadang ia menjadi Aiden yang ia kenal, dan terkadang sikapnya bisa berubah menjadi orang lain.


" Aku kagum padamu yang bisa sesabar ini menghadapi Raja Aiden dan si Sylvia itu. Kalau aku jadi kau, aku mungkin sudah kabur dan bercerai dengan nya " kata Megan kagum


" Haha.. apa kau bercanda? kalau dalam kesabaran, bukankah kau ahlinya? kau menunggu Raja Dominic yang selalu bersikap dingin padamu sebelum nya, agar Raja Dominic jatuh cinta padamu. Dan akhirnya kesabaran mu berbuah manis, kan? aku belajar dari mu loh " kata Arrabella memuji


" Syukurlah ternyata Ratu Arrabella masih bisa tertawa. Tapi, apa ada yang bisa ku bantu?" tanya Megan serius


" Jika benar ini berkaitan dengan sihir hitam, mungkin Raja Dominic yang lebih tau tentang macam-macam sihir, akan mengetahui nya "

__ADS_1


" Baiklah aku mengerti, aku akan meminta Raja Dominic untuk menemui Raja Aiden dan memeriksa nya. " kata Megan langsung paham


" Terimakasih sebelumnya Ratu Megan, kau penyelamat ku " Arrabella tersenyum


Megan mengeluarkan cermin yang bisa menghubungkan nya dengan Dominic dari tas yang ia bawa.


" Syukurlah, aku membawanya. Ratu Arrabella, kita bisa langsung menghubungi nya" kata Megan senang


🍂🍂🍂


Di istana Clariness, Aiden sedang bekerja di ruang kerja nya dan ia ditemani oleh Sylvia.


" Yang mulia, apa pekerjaan anda sudah selesai?" tanya Sylvia sambil memegang tangan Aiden dengan genit.


Lorenzo yang melihatnya merasa jijik dengan tingkah genit Sylvia. Dalam hatinya pria itu membanding-bandingkan Arrabella dan Sylvia. Arrabella sangat bermartabat dan sopan, sementara Sylvia memiliki sikap yang pecicilan dan genit di hadapan pria.


" Sabar ya, sebentar lagi aku akan selesaikan. Lalu, kita akan jalan-jalan " kata Aiden sambil menulis di dokumen yang ada di meja nya. Aiden berbicara dengan nada lembut kepada Sylvia, dan terlihat seolah-olah ia sangat mencintai Sylvia.


" Yang mulia.. kapan pengangkatan saya sebagai Ratu kedua? kenapa saya merasa bahwa Ratu Arrabella terus saja menghalangi saya untuk berada di sisi yang mulia " wanita itu berkaca-kaca dan terlihat seperti ingin menangis


" Cih, wanita genit. Dia lebih mirip pelacur daripada seorang bangsawan!" Ngomong-ngomong yang mulia Ratu kenapa belum kembali? biasanya dia akan selalu menghentikan kesempatan wanita ini untuk dekat-dekat dengan Raja. Apa Ratu sudah lelah dengan sikap Baginda Raja? " batin Lorenzo sedih


" Kau tau kan alasan kenapa pengangkatan mu di tunda, kenapa kau masih bertanya?" tanya Aiden heran


" Sial, apa sihir nya sudah mulai menghilang? tidak bisa begini " batin Sylvia resah


Wanita itu mendekati Aiden sambil menangis. Aiden bertanya ada apa dengannya? wanita itu dengan wajah memelas nya mengatakan bahwa ia yang berasal dari darah rendahan tidak pantas untuk menjadi pendamping Aiden.


" Bukan begitu, tapi kau tau kan kita harus mengikuti prosedur yang seharusnya. Menjadi Ratu kedua itu tidaklah mudah..Sudahlah Sylvia, jangan menangis "


Lagi-lagi Raja Clariness itu dibuat tunduk oleh nya, apalagi saat Aiden dan Sylvia bertatapan mata. Wanita itu menyeringai dan memeluk Aiden dengan erat. Lorenzo semakin jijik pada wanita itu, dan semakin bingung dengan sikap Aiden.


Tak lama kemudian, Arrabella datang tanpa pemberitahuan lebih dulu. Ratu Clariness itu langsung menerobos masuk ke dalam ruang kerja Raja, padahal orang-orang yang menjaga di luar ruangan Aiden sudah menahan agar Arrabella tidak langsung masuk sebelum Raja mengizinkan nya.


KLAK


Deg


Hati Ratu Clariness itu kembali terluka saat melihat Aiden sedang berpelukan mesra dengan Sylvia. Lorenzo terlihat merasa bersalah di depan Arrabella, padahal bukan ia yang berbuat salah. Sylvia dan Aiden langsung


Kenapa kalian harus melakukan ini? Aiden, kenapa? kau bahkan bersentuhan dengannya


" Ratu, kau sudah kembali?" tanya Aiden dingin


" Ya, saya sudah kembali yang mulia" jawab Arrabella yang mencoba untuk tenang


" Bagus sekali, kau menerobos masuk ke dalam ruang kerja ku. " Aiden menatap Arrabella dengan tajam.


Tenang, Arrabella. Kau harus bisa !


" Apa saya tidak bisa datang ke ruang kerja suami saya kapan saja? sedangkan seseorang yang bukan siapa-siapa, bisa datang kesini sesuka hatinya " Arrabella menyindir Sylvia yang masih berdiri di dekat Raja


" Maafkan saya yang mulia Ratu, saya datang kemari juga atas keinginan Baginda Raja " Sylvia berbicara dengan lemah lembut


" Benar-benar tidak tau malu " batin Lorenzo


Arrabella sudah tau sifat asli wanita yang ingin merebut suaminya itu, ia tersenyum tipis. Tatapan matanya seolah menyatakan para Sylvia " aku tidak akan kalah darimu. Dan aku akan mempertahankan suamiku. Jadi, kau pergilah !"


Ratu Clariness itu mengatakan dengan tegas bahwa ia ingin berbicara dengan Aiden empat mata. Tadinya, Aiden menolak, tapi karena Arrabella mengatakan bahwa ini adalah urusan negara. Aiden menyetujui nya dan menyuruh Lorenzo, juga Sylvia untuk pergi keluar.


" Jadi, urusan apa yang ingin kau bicarakan dengan ku Ratu?"


Aiden, rupanya kau masih terpengaruh...tapi, aku senang itu bukan karena kau tidak mencintai ku lagi. Sihir hitam itu, akan aku singkirkan darimu.


Aiden bingung karena Arrabella hanya menatapnya dengan mata yang berkaca-kaca.


" Kenapa kau diam saja?" tanya Aiden


Arrabella langsung bicara to the poin pada Raja Clariness itu, bahwa sebenarnya pria itu terkena sihir hitam dari Sylvia dan Count Valton. Seperti dugaan Arrabella, ia teringat perkataan Dominic sebelumnya bahwa ia mengatakan Aiden tidak akan menyadari dan percaya tentang sihir hitam.


" Kau ini bicara omong kosong apa Ratu?" tanya Aiden kesal


Wush


Cahaya muncul di depan Aiden. Ternyata itu adalah Dominic yang ingin melihat sihir hitam yang berada ditubuh Aiden.


" Tenanglah, Raja Aiden. Aku akan mencoba menyelamatkan jiwa mu " kata Dominic tajam


" Kau? "


SRING


Cahaya keluar dari tangan Dominic dan ia mengarahkan tangannya yang bercahaya itu ke wajah Aiden.


" ARGHHHH !!! "

__ADS_1


Arrabella melihat Aiden dengan cemas dan penuh harapan.


...---***---...


__ADS_2