Arrabella Twice Lives

Arrabella Twice Lives
Bab 28 Who is Lucy?


__ADS_3

Raja tiran itu sedang duduk di rerumputan hijau, ia terlihat sedang menulis di tumpukan kertas yang ada disana. Arabella merasa tidak nyaman karena Dominic ada disana, ia merasa diawasi.


" Indah sekali, udaranya juga sejuk.. ah .." gumam Arabella senang sambil melihat bunga-bunga di taman


" Kalau disini begitu indah, kenapa nona tidak tinggal disini saja ?" tanya Wen


" Apa kau bercanda? tinggal bersama tiran itu ?" tanya Arabella tak paham


" Sebenarnya yang mulia tidak seperti apa yang nona pikirkan " kata Wen serius


" Tidak seperti apa yang aku pikirkan? lalu apa yang aku lihat kalau dia membunuh orang itu juga salah?" tanya Arabella tak mengerti


" Yang mulia bertindak kejam seperti itu hanya dari luar nya saja, sebenarnya yang mulia raja memiliki hati yang baik " jawab Wen


" Maaf, tapi aku bahkan ragu dia memiliki hati. Apalagi hati yang baik, dia bahkan mengurungku disini yang hanya seorang wanita, untuk mendapatkan apa yang ia mau " kata Arabella sebal


" Itu.. memang saya tidak bisa menyangkalnya.. Tapi, siapa tau dengan nona tinggal disini dan sering berbicara dengan yang mulia. Mungkin yang mulia Raja bisa sedikit berubah " kata Wen menyarankan


" Apa? aku bisa merubahnya? kau bercanda ya, dia bahkan bisa mencekikku setiap saat. Bahkan aku dengar dari Cane kalau dia benci pada perempuan " kata Arabella mustahil


" Memang benar yang mulia membenci perempuan, bahkan yang mulia membunuh semua perempuan yang menyentuh nya tanpa terkecuali. Akan tetapi, saya terkejut saat melihat sendiri yang mulia menggendong nona, jadi nona lah perempuan pertama yang berhasil menyentuh yang mulia tanpa di bunuh hehe " kata Wen sambil tersenyum


" Bagaimana bisa kau mengatakan hal tentang pembunuhan itu dengan santainya? " tanya Arabella heran


" Nona, saya serius. Nona adalah wanita yang pertama selamat dari yang mulia. Bukankah saat itu yang mulia sampai membunuh orang-orang yang melecehkan nona ? itu artinya yang mulia raja peduli pada nona " kata Wen yakin


" Peduli? iya dia peduli padaku, karena aku masih berguna untuknya. " jawab Arabella cuek


" Nona.. saya berharap anda adalah cahaya untuk menerangi istana dan negeri Vanders yang gelap ini " kata Wen serius


" Tolong jangan bicara yang tidak masuk akal " kata Arabella sebal


" Nona Arabella memang agak sedikit pemarah, tapi dia adalah orang yang terbuka dan lucu. Pantas saja yang mulia peduli padanya. Mungkin nona adalah cahaya untuk istana ini yang sudah berada dalam kegelapan " batin Wen berharap


" Kenapa dia masih duduk disitu? padahal dia seorang raja, seperti tidak ada kerjaan saja, pergilah jauh-jauh kau ! dasar psikopat !" gumam Arabella dalam hatinya kesal


Dominic melihat ekspresi Arabella yang sebal padanya, diam-diam dia tersenyum tipis melihat gadis itu merasa lucu. Dari kejauhan, si pelayan Wen melihat Dominic tersenyum dan ia benar-benar kaget.


" Yang mulia tersenyum? astaga.. dia benar-benar tersenyum kan? Ini pertama kalinya yang mulia tersenyum.. apa dunia ini akan kiamat? Dunia harus mencatat ini di dalam sejarah .. " batin Wen kaget sekaligus senang


" Dia pasti sedang mengutukku di dalam hatinya. Dia memang gadis yang tidak bisa menyembunyikan perasaan nya, dasar anak kecil" batin Dominic


Arabella menyadari bahwa Dominic sedang melihatnya, tanpa takut ia menunjukkan ekspresi sebal kepada Raja tiran itu. Diam-diam Dominic tertawa kecil melihatnya, ia menyembunyikan tawa nya dari gadis itu.


" eh? tanpa sadar aku tertawa. Dia tidak melihatnya kan?" batin Dominic kebingungan sendiri


Arabella berjalan semakin jauh dari taman itu, ia melihat ada seseorang yang berjalan di depannya.


" Wen ! lihat, itu ada orang !" seru Arabella dengan wajah yang senang


" Iya saya tahu, nona sebaiknya kita segera kembali. Ini adalah daerah terlarang di menara Gionda, kita yang tidak memiliki sihir tidak seharusnya berada disini " Wen khawatir


" Daerah terlarang? kalau begitu aku semakin penasaran " kata Arabella sambil tersenyum


" Nona ! jangan begitu, ayo kita kembali ! nanti yang mulia Raja akan marah pada saya " kata Wen cemas


" Ada orang yang bisa menembus pelindung milik yang mulia Raja, dia pasti bukan orang biasa..Bisa aja itu... " batin Wen cemas


" Kalau dia memarahi mu, aku akan bertanggung jawab untukmu. " kata Arabella


" Nona, saya tidak bisa melindungi nona karena saya tidak bisa sihir " kata Wen mengingatkan


" Kau tidak perlu melindungi ku, tidak akan terjadi apa-apa kok " kata Arabella dengan santainya


" Mungkin saja aku bisa meminta bantuan orang itu dan kabur dari sini " batin Arabella berfikir


Arabella berlari dan mengejar pria misterius yang berjalan di rerumputan itu. Wen ikut berlari dan mengejar Arabella.


" Nona !" seru Wen


" Hey tunggu ! pria disana ! berhenti !" Arabella memanggil pria bertubuh tinggi itu


Pria itu membalikkan tubuhnya dan Arabella tercengang melihat wajah pria itu. Penuh darah, lidahnya menjulur keluar, giginya semuanya bertaring dan memiliki kuku tangan yang panjang. Dia tidak terlihat seperti manusia, tapi terlihat seperti monster.


" Kenapa ada makhluk seperti ini disini? dia bukan manusia.. bukan .." Arabella bergumam ketakutan


" Manusia.. makan.. daging yang enak..." kata Monster itu sambil menjulurkan lidahnya seperti kelaparan, ia mencengkram tangan Arabella dengan penuh tenaga. Dengan wajahnya yang penuh hasrat, seperti ingin memakan mangsa buruannya.


" ah.. lepaskan ! lepaskan !!" seru Arabella sambil berusaha memukul-mukul makhluk itu


" Nona !" seru Wen sambil berlari menghampiri Arabella


" Itu monster.. " batin Wen panik


Tiba-tiba saja makhluk yang mirip monster itu roboh dan jatuh tak berdaya. Arabella mengenali sinar merah yang membuat monster itu roboh.


" Raja psikopat itu.. dia menolongku lagi.. " batin Arabella mulai tersentuh


Dominic menatap gadis itu dengan penuh kemarahan, atau mungkin kekhawatiran. Wen, berlutut di hadapan Dominic dan minta maaf karena tidak bisa menjaga Arabella dengan baik.


" Kau tidak apa-apa?" tanya Dominic ragu-ragu


" Kenapa ini? kenapa dia tidak marah? dan malah bertanya keadaanku " batin Arabella kebingungan


Raja itu melihat Arabella yang melamun dan terlihat bingung, ia mulai merasa cemas.


" Wen, panggil tabib Sean !" seru Dominic


" Saya tidak apa-apa yang mulia .. tidak usah memanggil tabib " jawab Arabella dengan nada rendah


" Tumben sekali dia berbicara dengan nada lembut seperti ini. Dia pasti benar-benar ketakutan sampai bersikap tidak seperti biasanya. Dia yang normal pasti akan langsung marah-marah.. hari ini seperti nya dia sedang tidak normal .." batin Dominic heran


" Dia sampai memanggil tabib untuk memeriksaku? seperti nya psikopat ini yang harus diperiksa, kenapa hari ini dia begitu baik dan menyebalkan sekaligus? ini benar-benar membuatku ngeri.." batin Arabella


" Te.. terimakasih.. " kata Arabella gugup


" Apa kau bilang?" tanya Dominic


" Terimakasih sudah menolongku " jawab Arabella cuek


" Bagus sekali, bukankah sudah aku ingatkan kau akan mati kalau mencoba kabur dari daerah perlindungan ku !" seru Dominic marah


" Saya.. saya hanya ingin berjalan-jalan, saya tidak tau kalau akan ada makhluk seperti itu di sini " kata Arabella berusaha menjelaskan


" Wen, mulai sekarang si domba kecil ini, maksud ku nona ini akan kembali di kurung di menara Gionda dan tidak akan pernah diizinkan lagi keluar !" seru Dominic tegas


" Baik yang mulia " kata Wen

__ADS_1


Dominic pergi begitu saja meninggalkan Arabella yang cemberut dan marah-marah.


" Apa? anda tidak boleh begitu yang mulia raja ! yang mulia Raja psikopat !" seru Arabella kesal


" Nona, mari ikut saya kita harus segera kembali ke menara atau yang mulia akan membawa kembali nona ke penjara " kata Wen mengingatkan


Wen menceritakan pada Arabella kalau mereka tidak boleh pergi melewati garis perlindungan yang dibuat oleh Dominic, karena masih banyak bangsa monster yang berkeliaran di wilayah utara Vanders, wilayah yang bersalju dan daerah tempat monster berdarah dingin itu tinggal.


Selama berabad-abad di wilayah utara Vanders, hiduplah bangsa monster yang selalu menganggu ketentraman warga Vanders karena mereka selalu membunuh dan memakan daging manusia secara membabi buta. Dan beradab abad yang lalu, sebelum Vanders berdiri tegak seperti sekarang, seorang kstaria hebat dan memiliki kekuatan sihir yang kuat bernama Rafael Gustaf Al De Vanders, maju melawan bangsa monster itu dan selalu berperang demi menjaga perdamaian di Vanders.


Ia adalah orang yang mendirikan negeri Vanders, juga membesarkan nama nya, dan menjaga warga Vanders dari serangan bangsa monster. Sosok Rafael Gustaf Al De Vanders itu tak lain adalah nenek moyang dari Dominic Al De Vanders.


Setelah Wen menceritakan semua kisah tentang Vanders dan monster itu, Arabella mulai berfikir banyak hal tentang Dominic. Dia mulai berfikir mengenai beberapa kemungkinan, kemungkinan bahwa Dominic di sebut sebagai raja iblis karena mempunyai kekuatan sihir yang kuat, karena banyak membunuh monster demi menjaga Vanders. Tapi, satu hal yang Arabella tau bahwa Dominic memang masihlah raja Tiran yang kejam dimata nya, namun di mata nya juga ia adalah Raja yang baik untuk rakyatnya.


Namun ia masih bingung, kenapa raja itu sangat menginginkan wilayah Clarines yang bahkan tidak ada apa-apa nya dengan Vanders yang memiliki banyak keindahan meskipun tersimpan kisah buruk tentang di dalam nya. Arabella kini mengetahui bahwa cerita tentang monster yang sering diceritakan ayahnya pada waktu ia kecil bukan lah hanya dongeng belaka, melainkan kenyataan.


***


Malam itu..


Di depan sebuah rumah tua misterius di tengah hutan, Aiden, Eugene melihat cahaya aneh disana.


" Yang mulia, mungkinkah rumah itu adalah rumah penyihir yang dikatakan oleh yang mulia Raja ?" tanya Liam


" Kita akan tahu begitu kita masuk ke dalam sana " jawab Eugene dengan sorot mata yang tajam


Eugene dan Aiden melangkah untuk masuk kedalam rumah itu, tanpa di duga sebuah sinar seperti serangan mendarat di depan mereka dan hampir melukai mereka. Untung saja mereka cepat bergerak untuk menghindar.


" Lindungi yang mulia pangeran dan putra mahkota!" seru Ethan tegas pada prajurit yang ikut bersama mereka


" baik !" jawab Para prajurit siaga


Para prajurit itu bersiaga, waspada mengangkat pedang mereka. Seorang wanita berusia 40 tahunan memakai tudung hitam keluar dari rumah misterius itu, tubuhnya mengeluarkan cahaya biru.


" Putra mahkota Eugene Theodore Cassius, dan Pangeran Aiden Theodore Cassius.. kalian akhirnya datang juga? " kata wanita itu sambil menyeringai, kata-katanya seperti sedang menyambut kehadiran Eugene dan Aiden.


Eugene dan Aiden terkejut melihatnya, Eugene mengangkat pedangnya ke leher wanita itu.


" Siapa kau ? " tanya Eugene tegas


" Tidak baik jika anda bersikap seperti ini kepada orang yang akan menolong anda, yang mulia " wanita itu tersenyum seolah sudah tau Aiden dan Eugene berada dalam kesulitan dan akan meminta bantuan.


" Siapa wanita ini?" batin Ashton bertanya-tanya


" Panggil saya Lucy " jawab Lucy sambil tersenyum


" Baiklah, nyonya Lucy. Biasakah kita bicara?" tanya Aiden tenang


" Yang mulia pangeran Aiden, sangat tenang.. anda persis sama seperti Canaria.. " kata Lucy sambil tersenyum


" Canaria, putra mu sangat tampan dan tenang, ia seperti dirimu dan Caesar... " batin Lucy kagum


Aiden terpana mendengar nya.


" Bagaimana bisa anda tahu tentang ibu saya?" tanya Aiden antusias


Lucy mengajak Aiden dan Eugene masuk ke dalam rumahnya. Sedangkan yang lain menunggu diluar rumah tua itu.


" Saya tau bahwa pangeran Aiden sangat penasaran kenapa saya bisa tahu tentang Nona Canaria? tapi, sekarang keadaan anda sedang mendesak untuk menanyakan hal itu. Dan saya juga tidak ada waktu untuk menceritakan nya sekarang. Kalian membutuhkan saya untuk menolong nona Arabella bukan?" Lucy tersenyum tipis


Putra mahkota dan pangeran, keduanya sama-sama takjub dengan Lucy, karena bisa tahu tujuan mereka datang untuk menyelamatkan Arabella.


" Benar " kata Lucy


" Lalu, bisakah kau mengatakan apa yang ingin kami tahu itu? Dan bagaimana bisa mengalahkan nya? " tanya Aiden penasaran


" Saya bisa. " jawab Lucy singkat


Tangan Lucy mengeluarkan cahaya dan ia mengarahkan cahaya itu pada bola kristal yang ada di depannya. Kedua pria itu melihat ke arah bola kristal yang menyala, disana terlihat seperti rekaman kehidupan yang menceritakan sedikit masa lalu Dominic dan kekuatan sihirnya. Lucy mengatakan bahwa kekuatan sihir Raja Dominic adalah warisan dari leluhurnya yang sudah melindungi Vanders selama berabad-abad, artinya kejahatan dan kekuatan Dominic tidak akan bisa dikalahkan dengan mudah.


" Jika benar yang nyonya ceritakan, apakah tidak ada cara untuk mengalahkannya?" tanya Eugene


" Mengalahkannya tidak akan bisa, tapi mungkin ada cara untuk menaklukkan nya. " kata Lucy sambil tersenyum tenang


" Apa itu?" tanya Aiden dan Eugene bersamaan


" Kalian akan tau nanti. "


Jawaban Lucy yang misterius itu membuat Aiden dan Eugene sangat penasaran. Mereka pun meminta Lucy menunjukkan dimana Arabella berada agar mereka bisa menolong nya.


" dia berada di tempat yang tidak bisa kalian jangkau. Kalian tidak akan bisa menemukan nya, tempat itu dikelilingi oleh sihir yang dibuat Raja Dominic dan memiliki perlindungan yang kuat, tempat itu adalah sebelah utara negeri Vanders " terang Lucy


" Lalu dengan cara apa kami bisa menemukan tempat yang tidak terlihat itu?" tanya Eugene


" Kalian harus memiliki sihir " jawab Lucy


Eugene dan Aiden kaget mendengar nya.


" Tapi kami tidak mempunyai sihir !" seru Eugene dan Aiden


" Saya bisa meminjam kan kalian sebagian kekuatan sihir saya pada kalian " kata Lucy yakin


" Apa itu bisa?" tanya Aiden tidak yakin


" Bisa, tapi kalian harus bisa menahan rasa sakit nya. Dan juga saat sihir ini di transfer pada kalian, kalian akan teringat beberapa hal yang menyakitkan. Apa kalian siap untuk itu?" tanya Lucy serius


" Demi menyelamatkan Arabella apapun akan ku lakukan " batin Eugene penuh keyakinan


" aku sudah berjanji padamu di kehidupan ini aku akan melindungi mu. Jadi, akan ku lakukan apapun " batin Aiden penuh keyakinan


" Aku sudah tahu kalau kalian menyukai gadis yang sama, tapi aku tidak menyangka perasaan kalian sekuat ini. Bahkan kalian sangat kompak , tidak peduli pertentangan yang ada diantara kalian.. demi menyelamatkan gadis itu kalian rela melakukan apapun. Gadis itu sungguh beruntung di kehidupan keduanya kali ini. " batin Lucy penuh kekaguman


" Kami siap !" seru Aiden dan Eugene dengan penuh keyakinan


***


Malam itu, Arabella berniat memasak sendiri di dapur dan ia melihat ada Wen berada di dapur bersama beberapa pelayan pria.


" Ternyata benar, seperti nya si Tirani ini tidak menyukai perempuan. Semua pekerja nya adalah laki-laki, huu.. apa dia suka nya pada laki-laki? jangan jangan itu benar..!! sayang sekali, padahal dia cukup tampan .. bicara apa aku ini ?? " batin Arabella heran


" Nona, apa nona kesini karena sudah lapar? sebentar lagi makanan nya akan siap kok" kata Wen menenangkan


" Tidak, aku tidak sengaja lewat sini dan melihatmu di dapur. Ah.. sebenarnya aku ingin memasak " kata Arabella jujur


" Memasak? nona tidak perlu melakukan itu, ada pelayan disini yang akan mengerjakan nya" kata Wen melarang


" Aku akan memasak untuk Raja " kata Arabella ragu-ragu

__ADS_1


" Apa? " kata Wen kaget


" Aku hanya ingin memasak untuk ku dan sekalian memasak untuknya, ini sebagai rasa terimakasih ku padanya karena sudah menolongku tadi. Meskipun dia sudah menyandera ku disini " kata Arabella menerangkan


" Yang mulia pasti akan senang mendengar nya " kata Wen senang


Beberapa pelayan dan pengawal yang bekerja di menara Goinda pun mulai bergosip bahwa Raja Dominic dan Arabella memiliki hubungan yang dekat. Dan gosipnya bahwa Dominic sudah jatuh hati pada Arabella, para penggosip itu senang dan berharap Arabella akan berjodoh dengan Raja mereka.


***


Dominic sedang ada di kastil nya dan mengurus beberapa perampok yang berusaha mencuri berlian dari tambang negeri Vanders.


" Kalian para cecunguk, beraninya kalian merampok di negeriku. Kalian sudah bosan hidup ya?" tanya Dominic dengan nada yang sinis


" Ampuni kami yang mulia ! ampun !"


Ke 5 pria itu berlutut dan memohon ampun pada Dominic. Namun seperti biasa, pedang melayang di kepala mereka dan menebas leher mereka tanpa ampun tanpa belas kasihan. Cane hanya melihatnya saja seperti sudah terbiasa.


" Yang mulia, entah kenapa aku sudah terbiasa melihatmu begini. Pasti sesudah ini kau akan menyuruh ku membersihkan mayat-mayat ini " batin Cane merasa lelah


" Cane , bereskan!" seru Dominic


" Baik Yang mulia " kata Cane terlihat lelah


Sebuah cahaya muncul secara tiba-tiba dan di dalam cahaya itu terlihat ada seseorang berjalan sambil membawa nampan berisi makanan.


" Selamat malam yang mulia raja !" Wen membungkuk hormat dihadapan sang raja dengan wajah ceria.


" Kenapa kau menggunakan sihir teleportasi yang mulia sembarangan? kau tahu kan sihir itu hanya bisa dipakai 2 kali dan itupun harus karena keadaan darurat !!" tanya Cane marah


" Maafkan aku sir Cane, aku baru tahu kalau sihir nya hanya bisa digunakan dua kali hehe " kata Wen dengan wajah yang polos


" Ada apa ini? Apa terjadi sesuatu yang darurat di menara Goinda sehingga kau datang kemari menggunakan sihir ku yang berharga?" tanya Dominic kesal


" Ampuni saya yang mulia, saya kesini untuk mengantar makan malam untuk anda " kata Wen


" Disini juga ada koki untuk memasak makan malam,kenapa kau mengantar kan makan malam untukku dari sana?" tanya Dominic heran


" Ini.. adalah makanan yang di buat kan oleh Nona Arabella untuk yang mulia Raja " jawab Wen


" sebenarnya sih tadi, nona Arabella menyuruh ku untuk tidak mengatakan kalau makanan ini buatan nya. Tapi, aku sangat penasaran ingin tau reaksi yang mulia Raja " batin Wen


Dominic dan Cane kaget mendengar nya dan tak percaya.


" Dia membuatkan ku makanan? tapi kenapa?" tanya Dominic dalam hatinya


" Oh.. Hoho.. ternyata sekarang hubungan yang mulia dan nona Arabella semakin dekat saja ya " kata Cane sambil tersenyum


" Kenapa kau masih belum membereskan kekacauan nya, Cane?" tanya Dominic dengan tatapan mata membunuh


" Aku ingin sekali menggoda nya saat ini, tapi aku malah di suruh pergi" batin Cane merasa sebal


" Baiklah saya pergi ya yang mulia " kata Cane dengan perasaan terpaksa


Cane pun pergi dan membereskan orang-orang yang sudah menjadi mayat itu.


Sementara itu Arabella berada di kamarnya dan sedang makan malam.


" Makan malam yang sunyi, sepi tanpa melihat si tiran psikopat itu. Inilah yang aku impikan " kata Arabella sambil melahap makanannya dengan senang dan semangat


Namun tiba-tiba ia dikagetkan dengan kehadiran Dominic yang sudah ada di depannya dengan menggunakan sihir teleportasi nya.


" Ohok ohok .." saking kagetnya gadis itu tersedak makanan yang sedang ia makan. Lalu ia minum air yang ada di dalam gelas


" Yang mulia, apa anda mau membunuhku ya ?" tanya Arabella kesal


" Makanan ini, benar kau yang membuatnya?" tanya Dominic datar


" Iya, memang aku. Apa Wen memberitahumu itu adalah buatan ku? ah padahal sudah kubilang jangan " kata Arabella kesal


" Apa tujuanmu memasak makanan ini?" tanya Dominic mengintrogasi


" Se.. sebenarnya saya membuatkan makanan itu tidak ada maksud lain. Sebagai ucapan terimakasih karena tadi anda sudah menolong saya " kata Arabella dengan mata yang berputar kesana kemari


" Wajahnya terlihat sangat lucu saat dia sedang malu-malu seperti itu, aku jadi ingin menggodanya " batin Dominic senang


" Jadi begini caramu mengucapkan terimakasih? dengan memasak ?" tanya Dominic


" Iya, karena saya tahu kalau yang mulia suka makanan yang saya masak itu. Jadi saya memasak nya, semoga anda suka " kata Arabella berharap


" Aku tidak mau makan, aku kesini untuk mengembalikan nya padamu" kata Dominic sambil tersenyum sinis


" apa?? hey saya sudah membuatnya susah payah! " seru Arabella kesal


" Lihatlah, sifat pemarahmu lagi datang lagi. Baru saja kau bersikap manis " kata Dominic heran


" A..Apa kau bilang?" tanya Arabella kaget


" Dia bilang aku manis?" batin Arabella kaget


" Aku bilang apa barusan? aku kira itu hanya kata hatiku, ternyata malah ku ucapkan langsung" batin Dominic panik


" Pokoknya aku tidak mau makanan ini, siapa tau ada racun di dalamnya " kata Dominic dingin


" Jadi anda tidak mau makan karena takut saya meracuni anda, begitu? " tanya Arabella kesal


" benar " jawab Dominic dingin


" Dasar Tiran tidak berperasaan!" batin Arabella kesal


" Jika saya bisa membuktikan kalau makanan nya tidak beracun? apa anda akan memakan nya?" tanya Arabella


" Tergantung " jawab Dominic singkat


" Tiran ini benar-benar, jika Eugene menyebalkan dan narsis, pria ini lebih parah menyebalkan. Dia tiran psikopat, dingin, tidak berperasaan ! semua hal buruk ada padanya " batin Arabella mengutuk sang Raja dengan kesal


Arabella mempersilahkan Dominic untuk duduk dan makan bersamanya. Arabella membuktikan bahwa makanan nya tidak beracun dan ia memakannya. Pada akhirnya terjadi lah pemandangan Arabella makan bersama dengan sang Raja.


Dalam hatinya Raja tiran itu senang bisa makan bersama dengan Arabella dan perlahan ia mulai nyaman berada di dekat gadis itu. Gadis yang selalu membuatnya kesal setiap waktu, yang membuatnya diam-diam menyembunyikan senyumannya, tapi gadis itu membuat nya nyaman.


" Sebenarnya, sihir apa yang kau gunakan untuk membuat ku merasakan perasaan aneh ini? " batin Dominic sambil menatap gadis itu dalam-dalam.


Namun, gadis itu malah sedang memikirkan hal yang lain dan wajahnya terlihat sedih.


" Mereka semua sedang apa sekarang? aku ingin pulang " batin Arabella merasa sedih


Sebenarnya Dominic merasa sedih melihat gadis itu murung, ia juga sudah tau alasannya kenapa Arabella sedih dan murung.

__ADS_1


Namun, ia tak ingin mengakui nya atau menanyakan alasannya kepada gadis itu tentang kenapa ia bersedih? Karena di dalam hatinya Dominic merasa takut kalau suatu saat kenyamanan ini akan pergi dan tidak akan kembali jika ia bertanya.


__ADS_2