
Aiden tersenyum melihat Arabella yang menunjukkan raut wajah kaget setelah mendengar kata-kata nya.
" Hati? maksud anda hati apa?" tanya Arabella dengan wajah polosnya
" Maksudku aku ingin kau mentraktir ku Hati sapi !" seru Aiden mengelak
" Sial, hampir saja aku terbawa suasana dan mengatakan isi hatiku " batin Aiden
" A..Apa anda bilang? hati..ha..ti sapi??" tanya Arabella meyakinkan lagi
" Iya, aku ingin makan bersamamu. Ma..kan hati sapi " Aiden terdengar gugup
" Oh ternyata ingin makan hati sapi? aku kira apa " batin Arabella
" Ini bukan saatnya untuk mengatakan perasaanku, aku akan mencari waktu yang tepat nanti dan mengatakan semua kebenaran nya padamu " batin Aiden
" Baiklah nanti aku akan mentraktir mu makan hati sapi " kata Arabella setuju
" aku ingin sekali tau kenapa ibu pangeran Aiden meninggal, tapi jika aku bertanya begitu saja, itu tidak sopan dan akan menyinggungnya. Aku merasa berat menyimpan rahasia ini sendirian " batin Arabella bingung
" Ya, tapi aku akan menyelesaikan kasus ini dulu " kata Aiden
" Aku tidak tahu, kalau aku bisa bicara senyaman ini dengannya " batin Arabella senang
" Di kehidupan kali ini, aku akan melindungi mu dengan baik. Dan orang-orang yang mencelakai mu di masa lalu. Aku akan membuat mereka menderita. Terutama Count Oscar.. " batin Aiden
***
Di dapur istana, Aiden, dan Demian membawa beberapa pengawal istana mengintrogasi semua pelayan yang menyediakan makanan. Dan interogasi itu juga disaksikan oleh Arabella
" Siapa yang bertugas menyediakan kebutuhan untuk tes putri kemarin?" tanya kepala pengawal tegas
" Itu adalah tugas saya " jawab salah satu pelayan berambut pendek
" Bahan-bahan apa saja yang kau berikan kepada para calon kandidat putri mahkota?" tanya Kepala pengawal
" Teh, sari bunga mawar, susu, dan gula. " jawab pelayan itu
" Lalu, apa ada bubuk buah beri di dalam salah satu bahannya?" tanya Kepala pengawal
" Tidak ada " jawab Pelayan
" Itu berarti, kemungkinan bubuk buah beri itu, dibawa oleh seseorang dari luar istana. Artinya, orang yang melakukan ini memang sengaja, dan tujuannya untuk menjebak ku " batin Arabella berfikir
" Dia tidak terlihat berbohong" batin Aiden
Aiden dan Arabella melanjutkan penyelidikan tempat kemarin melakukan tes membuat teh. Aiden melihat ada bubuk buah beri yang masih berserakan di lantai. Lalu ia teringat pernah melihat salah satu pelayan dapur yang mencurigakan.
" Kita kembali ke dapur " kata Aiden dengan mata yang menunjukkan penuh ketegasan
" Apa? ya baiklah " kata Arabella bingung
Aiden dan Arabella kembali ke dapur dan melihat salah satu pelayan yang mencurigakan. Aiden mengangkat pedangnya ke leher pedang itu.
" Yang mulia pangeran, apa yang anda lakukan?" tanya Arabella kaget
" Kau tidak lihat kelakuannya mencurigakan?" tanya Aiden tajam
" Aku tidak menyangka kalau pangeran Aiden memiliki aura sekuat ini, aura yang tajam, aura yang hampir sama dengan yang Eugene miliki ketika ia sedang marah. Tanpa ragu-ragu, ia mengangkat pedangnya " batin Arabella kagum
" Yang mulia pangeran.. " Pelayan itu gemetaran
" Demian, periksa di bajunya dan lepas sepatu nya !" seru Aiden pada Demian
" Baik yang mulia " kata Demian patuh
" apa yang akan anda lakukan yang mulia?" tanya Pelayan itu ketakutan
Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang memperhatikan mereka diam-diam.
Demian membuka sepatu pelayan itu dan dibawah sepatunya ia menyimpan bubuk buah beri. Semua pelayan disana melihatnya.
" Bukti sudah jelas, sekarang katakan ! siapa yang menyuruh mu untuk menjebak nona Arabella?" tanya Aiden dengan tatapan mata yang tajam
Tak lama kemudian, Ratu dan Deborah datang ke sana.
" ada apa ini?" tanya Ratu tajam
Semua orang yang ada di dapur memberikan hormat pada Ratu. Ratu terlihat tercengang melihat pelayan yang sedang di ancam oleh Aiden.
" Apa ini rencana mu ratu? tapi kenapa?"' batin Aiden heran
" Kebetulan sekali yang mulia ratu datang, kami disini sedang berusaha mengungkap dalang yang berusaha menjebak nona Arabella dan juga mencelakai yang mulia ratu " kata Aiden ketus
" Anak ini, dia benar-benar mirip dengan Caesar. Dan keberanian nya, mirip dengan Canaria " batin Ratu merasa sesak
" benarkah? Lalu, apa pelayan ini orangnya?" tanya Ratu sambil tersenyum sinis
Pelayan itu melirik ke arah Ratu, dan terlihat mengisyaratkan sesuatu.
" Demi keselamatannya keluargaku, aku akan melakukan ini " batin si pelayan sedih
#FLASHBACK
20 menit sebelumnya...
Di kamar ratu, istana Timur.
" Yang mulia, bukankah ini berbahaya jika pangeran Aiden ikut campur dalam penyelidikan secara langsung? " tanya Deborah cemas
" Kenapa kita harus takut pada anak itu? anak itu bahkan tidak pernah ikut berperang, dia itu bodoh dan kampungan. Tidak mungkin dia bisa menemukan pelakunya " kata Ratu meremehkan
" Benar juga, tapi saya khawatir karena mereka sudah mencurigai siapa pelakunya " kata Deborah
Beberapa saat kemudian, Ratu menerima surat dari Oscar dan ia nampak terkejut.
" Sialan !! sialan !! Aiden sialan !! " teriak Ratu marah
" Yang mulia ratu, ada apa?" tanya Deborah heran
" Aku kira kau hanyalah itik buruk rupa yang bodoh dan kampungan, ternyata aku salah dia cukup pintar. Baiklah ,kau boleh pintar tapi aku lebih cerdik " batin Ratu kesal
" Deborah ! bawa pelayan dapur yang bernama Joel itu kemari !" seru Ratu
" Baik yang mulia ! " kata Deborah patuh
Tak lama kemudian pelayan bernama Joel itu menemui Ratu.
" Yang mulia ratu, ada apa memanggil saya?" tanya Joel bingung
" Tidak ada, aku hanya ingin mengingatkan mu bahwa nyawa semua keluargamu ada ditangan ku " kata Ratu tajam
Joel terlihat kaget dan berlutut di depan ratu. Joel mengatakan bahwa ia akan melakukan apa saja agar ratu menyelamatkan keluarganya.
" Benarkah apa saja? kalau kau mau menurut, aku juga akan membuat keluargamu sejahtera dan memenuhi kebutuhan mereka " kata Ratu
" Apapun itu akan saya lakukan yang mulia ratu. " kata Joel terpaksa
" Kau hanya perlu mengaku di hadapan semua orang kalau kau yang memasukkan buah beri itu pada teh yang dibuat oleh nona Arabella, dan kau harus bilang kalau kau melakukannya karena kau tidak suka padaku" kata Ratu
" APA???!" Joel kaget
" saya hanya perlu melakukan itu kan?" tanya Joel lagi
" Iya, sisanya biar aku yang urus, ingat. Akting mu harus baik " jawab Ratu sambil menatap Joel dengan tajam
#END FLASHBACK
" Mengaku lah ! siapa yang menyuruh mu melakukan ini?" tanya Aiden
" Saya .. saya melakukannya sendiri. saya yang memasukkan bubuk buah beri itu ke dalam teh yang dibuat oleh Nona Arabella " kata Joel terbata-bata
" Tapi kenapa? kenapa kau melakukannya?" tanya Arabella penasaran
" Aku membenci yang mulia Ratu dan aku ingin dia mati !!" teriak Joel
" Tidak, dia terlihat berbohong. Aku yakin ada sesuatu di balik semua ini " batin Arabella bingung
" Apa? beraninya kau !! masukkan dia ke penjara !" teriak Ratu marah
" Sebelum dia menanyakan macam-macam lagi pada pelayan ini, aku harus cepat membereskan nya " batin Ratu
Para pengawal membawa Joel masuk ke penjara, dan Joel tidak melawan sama sekali. Aiden dan Arabella semakin curiga dengan ratu dan pelayan itu.
" Kalian tenang saja, karena pelakunya sudah ketahuan. Aku akan membantu kalian menghukum nya " kata Ratu ramah
" Mungkin sebaiknya yang mulia ratu tidak perlu repot-repot, masih banyak hal yang ingin saya tanyakan pada pelayan itu, apa dia benar benar tidak menyukai yang mulia ratu? dan apa motifnya melakukan ini? . " kata Aiden sambil tersenyum sinis
" Anak ingusan, beraninya menantang ku " batin Ratu
__ADS_1
" Baiklah, kau bisa menanyakannya nanti saat dipenjara. Nona Arabella, maafkan atas ketidaknyamanan ini. Kau jadi terlibat dengan seorang pelayan rendahan seperti nya, aku memang selalu memperlakukan dia dengan buruk, tidak heran dia melakukan ini padaku " terang Ratu terlihat sedih
" Aku tahu kau sedang berpura-pura, kau menyalahkan orang yang tidak bersalah kan? aku akan buktikan di hadapan semua orang termasuk di hadapan kedua anak mu " batin Arabella tidak senang
" Iya yang mulia ratu, jangan khawatir. Saya tidak apa-apa, terimakasih atas bantuan yang mulia ratu. " kata Arabella sambil tersenyum ramah
Kecurigaan Aiden dan Arabella terhadap ratu semakin besar. Dan mereka semakin waspada. Arabella dan Aiden menemui Joel di penjara tapi mereka menemukan Joel sudah tiada dengan mulut yang berlumuran darah.
" Aaa.. Apa ini?!" seru Arabella syok melihat mayat Joel dengan mata melotot dan mulut menganga yang dipenuhi darah
" Jangan lihat !" seru Aiden sambil menutup mata Arabella dengan nya
" siapa yang sudah melakukan hal sekejam ini? siapa ?!!" seru Arabella sambil menangis
" Kenapa melihatnya aku teringat saat aku di hukum mati dulu? apa nyawa benar-benar tidak berharga bagi anggota keluarga kerajaan? kenapa dia di perlakukan seperti ini. kejam sekali.... " batin Arabella sedih
Aiden memeluk Arabella untuk menenangkan nya.
" Bagaimana bisa dia melakukan hal sekejam ini pada seorang pelayan?" batin Aiden kesal
" Yang mulia pangeran.. tolong... dia.. " Arabella lemas dan akhirnya jatuh pingsan.
" Arabella? Arabella !" seru Aiden panik
Aiden menyuruh pengawal untuk mengotopsi jasad Joel, dan ia menggendong Arabella yang pingsan.
***
Gadis itu membuka matanya dan ia sudah ada di kamarnya. Di sampingnya sudah ada Ashton, dan Peter melihatnya dengan cemas.
" Akhirnya kau siuman juga " kata Ashton lega
" Kau tahu tidak, hampir saja yang mulia pangeran Aiden, menebas leher Dokter itu kalau kau tidak sadar " kata Peter lega
" Aku kenapa?" tanya Arabella bingung
" Kau jatuh pingsan, pangeran yang membawamu kesini." jawab Ashton
" Pangeran? dia dimana sekarang?" tanya Arabella lemas
" Dia sedang mengurus mayat pelayan itu.. " jawab Peter
" Kau tenanglah, kau sudah pingsan selama 2 jam karena syok. " kata Ashton cemas
" Apa aku pingsan selama ini? aku rasa aku benar-benar tidak tahan melihat mayat pelayan tadi.. bahkan sekarang aku juga mual " batin Arabella sedih
" Apa kau ingin makan sesuatu? kau belum makan bukan?" tanya Ashton cemas
" Iya, aku akan belikan makanan kesukaanmu." kata Peter perhatian
" Tidak perlu, aku tidak mau makan. Aku hanya ingin minum " kata Arabella lemas
" Kenapa hatiku sedih sekali melihat Abel sedih dan aku begitu mencemaskan nya saat ia pingsan.. perasaan apa ini?" batin Ashton bingung
" Ada apa dengan si Ashton ini? dia terlihat berbeda dari biasanya. Dia bahkan sampai meninggalkan latihan pentingnya dan pergi ke istana setelah mendengar Abel pingsan. Tidak mungkin kan kalau dia ada rasa tidak biasa pada Abel?" batin Peter berfikir
Ashton memberikan air minum kepada Arabella dengan penuh perhatian, sementara Peter melihatnya dengan curiga.
***
Raja sudah mengetahui tentang penangkapan pelayan itu, tapi ia malah menemui ratu dan terlihat marah.
" Sebenarnya apa yang kau lakukan?" tanya Raja marah
" Ada apa ini? kau datang dan marah-marah, jelaskan ada apa?" tanya Ratu
" Selama ini aku selalu melindungi mu, menutupi semua kejahatan mu, tapi kau sama sekali tidak berubah. Cukup ! ini terakhir kalinya aku melindungimu,Freya !" seru Raja murka
" Apa maksud anda yang mulia?" tanya Ratu dengan wajah polos
" apa perlu aku sebutkan satu persatu dosa mu itu? kali ini kau sudah keterlaluan ratu, jika sekali lagi kau melakukan ini, aku tidak akan menolong mu lagi.." kata Raja tegas
" Apa? apa maksudnya dia tau segalanya?" batin Ratu panik
" Jangan kira aku tidak tahu. Kau sudah melakukan banyak kejahatan pada orang-orang tidak bersalah. Ya.. ini salahku karena membiarkan kelakuan mu selama ini, tapi aku tidak akan tinggal diam lagi. Bayangkan jika kedua anak kita mengetahui kelakuan buruk mu? apalagi jika Eugene tahu kalau kau berusaha mencelakai gadis yang dia sukai hanya untuk menjadi kan Claire putri mahkota. " kata Raja sedih
Ratu menangis dan berlutut di kaki Raja, ia memohon agar Raja menyelamatkan nya untuk yang terakhir kalinya. Dan ia berjanji bahwa tidak akan melakukan kejahatan lagi, Raja pun setuju tapi Ratu tetap akan menjalani hukuman.
Raja juga mengatakan kepada Ratu agar membiarkan Eugene menentukan pilihannya sendiri.
Camille berada di depan pintu ruangan Ratu dan ia terlihat kaget mendengar semua percakapan Ratu dan Raja.
Sementara itu, Eugene sedang berada di luar istana karena mengerjakan pekerjaan Raja.
***
Camille mengunjungi Arabella yang sedang beristirahat di kamarnya.
" Yang mulia putri, salam.." kata Arabella sopan
" Bagaimana keadaanmu kakak Arabella?" tanya Camille cemas
" Aku baik-baik saja kok " jawab Arabella
" Kau pasti merasa tertekan karena rencana jahat yang dibuat ibuku, aku benar-benar minta maaf. Aku tidak bisa mengatakan yang sebenarnya, karena bagaimanapun juga dia adalah ibuku " batin Camille merasa bersalah
" Aku membawakan daging sapi untukmu " kata Camille sambil menyerahkan
" Kenapa kau repot-repot membawakan ku makanan?" tanya Arabella heran
" Dia sampai membawakan ku makanan dengan tangannya sendiri, benar-benar anak yang baik " batin Arabella kagum
" Aku dengar bernafsu makan, jadi aku bawakan daging sapi. Karena aku dengar dari Kapten Ethan kalau kau suka daging sapi " Camille tersenyum ramah
Arabella melihat daging yang ada di meja, dan ia mual-mual.
" Uoo.. uwekk.. "
" Kakak, kau baik-baik saja?" tanya Camille cemas
" Melihat daging itu.. kenapa aku teringat mayat pelayan tadi pagi .." batin Arabella sedih
" Aku akan panggilkan dokter ! tunggu sebentar !" seru Camille
" tidak usah tuan putri, saya tidak apa-apa. Saya hanya mual karena belum makan. Yang mulia putri tidak usah cemas " kata Arabella menenangkan
" Kalau begitu, kau mau makan apa? akan aku bawakan yang kau mau ya?" tanya Camille
" Aku sedang tidak mau yang asin asin. Melihat makanan yang asin aku merasa mual. Maafkan saya tuan putri, seperti nya saya tidak bisa makan dagingnya " kata Arabella merasa bersalah
" tidak apa, aku akan bawakan sesuatu yang manis untukmu? kau mau apa?" tanya Camille semangat
" Tidak usah repot-repot, tuan putri. Saya sudah membawa kan nya" kata Ashton sambil masuk ke dalam kamar Arabella
Ashton memberikan Arabella kue coklat kesukaan nya dan berharap Arabella mau makan lagi dengan lahap. Camilla melihat perhatian Ashton pada Arabella, dan menganggap Ashton sebagai saingan cinta kakak nya. Camille bersikap sinis pada Ashton, dan membuat Arabella yang melihatnya bingung.
Ashton merasa senang karena Arabella mau memakan kue coklat yang ia belikan.
***
Raja mengatakan bahwa kasus tentang insiden Ratu ini di tutup dan Arabella akan kembali di pulangkan ke mansion nya. Aiden senang mendengar nya.
" Apa? jadi saya sudah bisa pulang?" tanya Arabella senang
" Iya, dan raja juga bilang dia akan mengabulkan satu permintaan mu sebagai tanda permintaan maaf nya " kata Aiden
" Satu permintaan??Apa aku gunakan saja itu sekarang ? agar aku bisa lepas dari semua ini " batin Arabella berfikir
" sebenarnya, apa yang dia pikirkan?" batin Aiden penasaran
" Terimakasih atas bantuan anda pangeran, saya akan mentraktir anda makan nanti ya" kata Arabella sambil tersenyum
" Aku menantikannya " kata Aiden sambil tersenyum
Arabella melihat beberapa pelayan yang terpesona melihat ketampanan Aiden, dan saat Aiden lewat di depan mereka. Para pelayan itu terlihat berebut perhatian Aiden. Tapi, Aiden sama sekali tidak melirik mereka sedikit pun. Karena ia sibuk memperhatikan gadis berambut pirang dengan mata biru nya yang indah itu. Bagi Aiden, Arabella adalah gadis yang tercantik dimatanya.
Arabella, dan kedua kakak nya akan kembali ke mansion mereka, namun perhatian Arabella tertuju pada Oscar yang sedang berjalan menuju ruangan Ratu dan membawa benda yang ia kenali.
" Itu kan gelang ku? kenapa bisa ada padanya?" batin Arabella kaget
" Abel, ada apa?" tanya Peter
Oscar melihat ekspresi Arabella dan tersenyum tipis, ia menghampiri Arabella dan kedua kakaknya.
" Jika tebakanku benar, maka dialah orangnya.. baiklah, kita lihat reaksi nya " batin Oscar
" Salam tuan Count Oscar " kata Ethan, Peter dan Arabella menyapa
" Putra putra duke Reese memang luar biasa, aku dengar kapten Ethan sudah banyak mencapai prestasi yang luar biasa dalam memajukan kerajaan ini. " kata Oscar memuji sambil tersenyum
__ADS_1
" Dasar, kau sama saja dengan sekutu mu sang Ratu. Kau indah diluar jelek di dalam " batin Arabella penuh kemarahan
" Gadis ini, aku selalu merasa kalau dia memiliki dendam padaku. " batin Oscar
" Saya tidak sehebat itu, Count " kata Ethan merendah
" Oh, bukankah gelang itu milik Abel !" seru Peter sambil melihat ke arah gelang berwarna ungu yang di pegang oleh Oscar
" Kak Peter, kenapa kau bicara itu sekarang? Dia pasti punya maksud tertentu membawa gelang ku " batin Arabella merasa terancam
" Benar, ternyata gadis ini yang menguping saat aku berbicara dengan Ratu " batin Oscar tajam
" Jadi ini milikmu nona Arabella?" tanya Oscar sambil tersenyum tipis
" Iya itu milik adik kami, gelang itu adalah hadiah dari ku " jawab Peter
" Baguslah, akhirnya aku menemukan pemiliknya " kata Oscar dengan senyuman tersembunyi
" Apa maksud nya senyuman itu? " batin Arabella gelisah
Oscar menyerahkan gelang itu pada Arabella, dan Arabella menerimanya.
" Bagaimana bisa kau kehilangan gelang hadiah dari ku? kau harus menjaga nya baik-baik " kata Peter mengingatkan
" Iya kakak, aku tidak sengaja menjatuhkannya Terimakasih sudah mengembalikan gelang ku, Count Oscar" kata Arabella sopan
" Sama-sama, oh ya aku menemukan gelang ini di balkon saat pesta loh " kata Oscar memberitahu
Arabella terpaku dan tercengang mendengarnya, seolah ia tahu apa yang di maksud Oscar dengan kata-kata balkon dan pesta.
" Dia pasti tahu sesuatu, aku harus cari tahu dia tahu sebanyak apa, ini bisa berbahaya untuk posisi Claire dan posisiku di istana " batin Oscar berfikir
" Lain kali jaga gelang itu baik-baik ya " Oscar tersenyum
" baik, terimakasih tuan Count " kata Arabella sambil menahan keresahan
" Sial sekali ! kenapa gelang ku bisa jatuh disana, dan aku tidak bisa menyangkal apa-apa lagi. Dia pasti sudah curiga kalau aku mendengar perbincangan nya dengan ratu, makanya dia bicara seperti itu barusan" batin Arabella resah
Oscar berjalan pergi menuju istana Ratu. Sementara Arabella dan kedua kakak nya kembali ke mansion.
***
Di mansion Reese..
" Senangnya bisa kembali ke rumah ku sendiri " kata Arabella senang
" Nona, kami merindukan nona !" seru Layla dan Daisy sambil menangis
" haha.. Aku kira kalian merasa senang karena tidak ada aku, padahal hanya sehari saja " kata Arabella sambil tertawa kecil
" kenapa nona bicara begitu? kami sangat sedih nona tidak ada di rumah. " kata Daisy
" Iya nona, apalagi kami sudah mendengar berita tentang insiden di istana Ratu. Kami khawatir pada nona " kata Layla cemas
" Masalahnya sudah selesai, kalian tidak usah cemas. " kata Arabella
" Nona !!" teriak Daisy dan Layla sambil menangis " huuu.."
" Ada apa? hey ! kalian kenapa?" tanya Arabella heran melihat kedua pelayan setia nya itu menangis
" Bolehkah kami memeluk nona .." kata Layla malu-malu
" Nona pasti akan marah " batin Daisy
Arabella tersenyum mendengar nya, lalu ia merentangkan tangannya.
" Ayo sini ! kita berpelukan ! aku juga ingin memeluk kalian !" seru Arabella senang
Daisy, Layla dan Arabella berpelukan sambil tersenyum senang. Kedua pelayan setianya itu pun berhenti menangis setelah Arabella menceritakan sebuah cerita lucu.
Setelah selesai mandi, ingatan nya tentang mayat Joel masih teringat di kepalanya. Dan kepalanya terasa pusing, ia pun mual setiap mau makan. Ia heran karena tidak biasanya tubuhnya lemah, dan pingsan begitu saja seperti tadi pagi. Akhir-akhir ini ia merasa bahwa tubuhnya tidak sekuat dulu.
Arabella bersiap-siap mengganti baju nya dengan setelan baju untuk berlatih pedang.
" Nona.. nona mau kemana?" tanya Layla
" Jangan-jangan nona mau latihan pedang ya?" tanya Daisy
" iya, aku harus mulai latihan pedang lagi. Sudah lama aku tidak latihan " kata Arabella semangat
" Aku harus rajin berlatih, agar aku bisa melawan Count Oscar, jika dia sewaktu-waktu berniat mencelakaiku. Karena dia sudah merasa bahwa aku adalah ancaman " batin Arabella
" Tapi, nona .. nona kan baru sembuh " kata Layla
" Ya ampun Layla, Daisy, tolonglah ! jangan halangi aku, ini demi masa depanku " kata Arabella tetap teguh pendirian
Layla, Daisy dan Felix sudah berusaha membujuk Arabella agar tidak pergi berlatih pedang, tapi Arabella bersikeras untuk pergi berlatih pedang sore itu. Arabella membawa kan kue untuk Guru Cedric (Aiden) dan kedua pengawalnya.
" Semalam aku sudah marah marah pada guru tanpa alasan yang jelas. Ya, aku harus minta maaf hari ini, semoga guru menyukai kue yang aku bawa ini. Dia kan suka kue karamel " batin Arabella
Lorenzo yang mendapat tugas mengikuti Arabella, segera memberitahu pada Aiden yang ada di istana bahwa Arabella dalam perjalanan pergi ke camp pedang.
" Yang mulia, anda harus cepat kembai ke camp !" seru Lorenzo
" Aish.. baiklah, kita harus lebih cepat dari mereka " kata Aiden sambil menghela napas
" Ya ampun yang mulia, jika kau tidak mau terus menjadi dua orang. Kau harusnya beritahu nona Arabella yang sebenarnya, jadi kau tidak akan kesulitan seperti ini " batin Lorenzo pusing
" Sampai kapan aku harus berpura-pura " batin Aiden lelah
***
30 menit kemudian..
Arabella sampai di camp pedang, bersama dengan Felix. Ia melihat Aiden sedang melatih pedang.
" Guru !" seru Arabella memanggil
" hai nona Arabella " kata Demian dan Lorenzo menyapa dengan ramah
" Hai Demian ! hai Lorenzo !" Arabella menyapa
" Syukurlah aku sampai lebih dulu " batin Aiden lega
" Yang mulia, anda selamat " batin Demian
" Kenapa kau ada disini?" tanya Aiden cuek
" Aku mengerti, dia pasti masih marah karena kemarin " kata Arabella dalam hatinya
" guru, aku mau minta maaf. " kata Arabella dengan wajah memelas
" Untuk apa ?" tanya Aiden
" Karena semalam aku marah-marah tidak jelas padamu, padahal kau sudah begitu peduli denganku. Tapi, aku malah marah-marah padamu. Tolong maafkan aku " kata Arabella sambil menunjukkan kotak kue di tangannya
" Apa ini?" tanya Aiden sambil melihat kotak kue
" Ah harusnya aku yang minta maaf, bukannya menghibur mu tapi malah membuat mu makin sedih " batin Aiden
" Permintaan maaf. Ini permintaan maaf ku " kata Arabella dengan wajah memelas
" Kau curang, mengatakan kata-kata seperti itu dengan wajah yang membuat orang tidak bisa berkata tidak padamu " batin Aiden
" Seharusnya aku yang minta maaf, aku bermaksud menghibur mu. Tapi, aku malah membuatmu makin sedih. " kata Aiden
" Tidak tidak ! semuanya salahku guru !" seru Arabella polos
" Apa kau baik-baik saja? bagaimana masalah di istana?" tanya Aiden cemas
Arabella menceritakan tentang pangeran Aiden yang menolongnya dengan semangat, dan begitulah Aiden dan Arabella berbaikan. Aiden melatih Arabella berpedang dan ia memuji Arabella karena semakin mahir berpedang walau belajar dalam waktu singkat. Arabella sangat senang mendengar nya.
" Oh ya guru, pangeran Aiden ingin aku mentraktir nya hati sapi " kata Arabella
" Benarkah? " tanya Aiden
" Iya, dia bilang meminta imbalan karena dia sudah menolongku. Kenapa dia menyukai hati sapi sama seperti mu ya? " tanya Arabella
" Aku ? aku menyukai hati sapi? tidak " kata Aiden menyangkal
" Kau mau bohong lagi? waktu kau makan dengan ku, kau juga pesan hati sapi. Kau bilang kau sangat menyukai hati sapi. " kata Arabella curiga
" Apa penyamaran ku sudah ketahuan?" tanya Aiden dalam hatinya
Aiden teringat perkataan Felix yang mengatakan padanya bahwa Arabella paling benci orang yang membohonginya, baginya pembohong adalah pengkhianat. Dan membohongi adalah mengkhianati.
" Guru, katakan yang sebenarnya padaku? ada yang kau sembunyikan dariku bukan?" tanya Arabella tajam
Refleks, tubuh Aiden terdiam mendengarnya. Ia mengalihkan pandangan nya dari Arabella.
__ADS_1