Arrabella Twice Lives

Arrabella Twice Lives
Bab 31 Ulang tahun Raja tiran


__ADS_3

Arabella terlihat senang karena rasa rindu nya sudah terobati dengan melihat orang-orang terdekatnya. Dominic merasa lega karena melihat Arabella yang terlihat senang.


" Hey .. yang mulia Raja psikopat, kau tidak akan mengingkari janji mu kan?" tanya Arabella serius


Dominic menatap gadis itu dengan serius.


" Meski aku tidak yakin sih kalau Eugene akan melakukan hal yang mustahil itu hanya untuk membebaskan ku dari sini. Tapi tetap saja aku harus waspada kepada si psikopat ini, bisa saja dia mengingkarinya " batin Arabella curiga


" Kenapa kau mengatakan hal yang mustahil? apa masuk akal bila putra mahkota dari Clarines itu akan memberikan yang aku mau hanya untuk membebaskan mu?" tanya Dominic meremehkan


" pastinya para bangsawan Clarines tidak akan setuju dengan keputusan putra mahkota itu. Aku tidak usah cemas " batin Dominic yakin


" Benar juga, tapi harusnya dia tidak bicara begitu " batin Arabella kesal


" Jawab saja, kalau kau harus tetap memenuhi janjimu. " kata Arabella tegas


" Baiklah, selama kau menurut padaku. Aku akan menjaga janji ku " kata Dominic sambil menatap gadis itu dengan lembut


" apa aku tidak salah lihat? dia menatapku dengan lembut? kemana tatapan mata maut nya itu?" batin Arabella keheranan


Dominic mengobati luka di tangan Arabella dengan sihir nya.


" Ternyata sihir nya juga bisa menyembuhkan orang. Akan sangat bagus kalau orang sekuat dia adalah orang yang baik" batin Arabella takjub


" Jangan melukai lagi dirimu, lain kali aku tidak akan mengobatinya dan luka mu akan membekas " kata Dominic mengingat kan


Arabella memalingkan wajahnya dari Dominic. Raja itu tersenyum tipis melihatnya.


" Aku harus membuat si psikopat ini agar dia mau memindahkan ku ke istana. Agar memudahkan mereka untuk menyerang nya. " batin Arabella berfikir


***


Aiden, Eugene dan para kstaria sedang mengatur rencana untuk menyerang menara Gionda di tempat peristirahatan.


" Jadi, kau mengatakan itu untuk menipunya?" tanya Aiden


" Iya, apa kalian tidak melihat kalau raja Dominic itu adalah orang yang licik. Meskipun kita menyerahkan Clarines, tidak ada jaminan untuk nya menyerahkan Arabella " terang Eugene


" Tapi kenapa? apa alasan nya dia tidak mau menyerahkan adik saya, yang mulia?" tanya Peter heran


" Sebenarnya ini hanya pendapat ku, aku merasa kalau raja Dominic telah jatuh hati pada Arabella " kata Eugene


" APA?? " Para kstaria terkejut


" Aku sependapat dengan putra mahkota. Seperti yang kita tau, kalau raja Dominic terkenal membenci perempuan dan selalu membunuh perempuan yang berusaha mendekati nya. Namun, Arabella masih dibiarkan hidup sampai sekarang.. dia bahkan melindungi nya. Apa lagi kalau bukan karena ia menginginkan Arabella?" kata Aiden yakin


" Walaupun kita menyerahkan permintaan nya, dia tidak akan menyerahkan Abel? apa begitu ?" tanya Ethan


" Benar, saat ini kita harus memikirkan strategi untuk menyerang istana Vanders untuk mengalihkan perhatian nya " kata Aiden memberi saran


" Aku setuju dengan kakakku, aku akan menyuruh beberapa prajurit membuat kekacauan di istana nya, lalu dia akan pergi ke istana nya itu. Setelah itu beberapa orang akan tinggal di menara Gionda untuk memantau situasi lalu mencari cara agar membebaskan nya" terang Eugene


" Maaf yang mulia putra mahkota, apa anda yakin ini akan berhasil? bukankah di menara Gionda yang tadi ada sihir pelindung yang tidak bisa ditembus ?" tanya Ethan hati-hati


" Aku ada sesuatu yang bisa membuat pelindung itu hancur " kata Aiden


Eugene dan semua kstaria melihat Aiden dengan tatapan bertanya-tanya. Aiden terlihat memikirkan sesuatu.


#FLASHBACK


Saat di rumah Lucy ..


" Pangeran Aiden, tunggu .. " kata Lucy memanggil Aiden yang akan pergi


" Ada apa?" tanya Aiden sambil membalikkan badannya


" Aku tidak tau ini akan berguna untukmu atau tidak, tapi jika pelindung sihir milik Raja Dominic sulit ditembus kau bisa menggunakan ini. " kata Lucy sambil menyerahkan permata berwarna merah pada Aiden.


Aiden terdiam melihat permata itu.


" Apa manfaat permata ini?" tanya Aiden


" Permata ini bisa membalikkan waktu sementara dan juga bisa melemahkan pelindung sihir walau sementara dan waktunya terbatas. Tapi, ingatlah permata ini hanya bisa satu kali digunakan dan kau harus cepat " terang Lucy


" Ini pasti akan sangat bermanfaat, terimakasih atas bantuanmu " kata Aiden sambil tersenyum


" Semoga beruntung, semoga orang kau cintai itu selamat " kata Lucy tulus


" Iya, dia akan baik-baik saja " kata Aiden yakin


Aiden menyimpan permata itu di saku jubah nya.


#END FLASHBACK


***


Di istana Clarines..


Camille terlihat resah, ia berjalan mondar-mandir di depan kamarnya. Ratu melihat putrinya itu dan menghampiri nya.


" Ada apa ini putri Camille?" tanya Ratu heran


" Ibunda Ratu, selamat sore " kata Camille menyapa dengan wajah yang tidak semangat


" Putriku, ada apa ini? apa ada yang menganggu pikiran mu?" tanya Ratu


Camille dan Ratu pun duduk di kursi taman dan minum teh bersama.


" Kau bisa katakan, ada apa?" tanya Ratu


" Ibu, kenapa para bangsawan tidak setuju dengan permintaan kakak untuk membuat kak Arabella dibebaskan dari tempat Raja iblis itu?" tanya Camille penasaran


" Sayang, para bangsawan tentu tidak akan setuju. Karena ini menyangkut masa depan Clarines, apalagi ini hanya untuk seorang calon kandidat putri mahkota seperti nya. " jawab Ratu tajam


" Ibu, apa benar dugaan ku? Ibu selalu bicara tajam jika menyangkut kak Arabella..apa benar wanita yang ingin ibu singkirkan dan lenyapkan itu adalah kak Arrabella?" batin Camille curiga


" Ibu, tapi kakak menyukai kak Arabella. Dia bahkan sampai ikut ke Vanders hanya untuk menyelamatkan nya. Apa ibu tidak bisa membujuk ayah dan para bangsawan untuk melakukan permintaan kakak ?" tanya Camille antusias


" Apa kau kira permintaan kakak mu itu adalah permintaan yang sederhana? kau menganggap permintaan wilayah Clarines itu seperti minta dibelikan permen saja? Camille lebih baik kau tidak ikut campur urusan ini !" seru Ratu kesal


" Bagaimana bisa aku tidak ikut campur bu? karena pada awalnya yang akan disandera adalah aku, aku merasa bersalah pada kak Arabella dia seperti ini karena menyelamatkan ku !" kata Camille tegas


" Haa.. itu adalah masalahnya sendiri, anggap saja dia sedang sial. Atau ini mungkin adalah takdir nya, anggap saja dia mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan mu.. kau tidak perlu merasa bersalah.. menyelamatkan mu kan adalah pilihan nya sendiri. " kata Ratu sambil tersenyum menyeringai


"Ya, akan lebih bagus jika dia mati di tangan Raja tiran itu. Dengan begitu, rahasia ku dan Sir Oscar akan aman " batin Ratu


Ratu meminum teh nya dengan santai, ia melihat Camille yang terdiam setelah mendengar kata-kata nya.


" Haha.. pantas saja.." Camille tertawa sinis


" Pantas saja apa maksudmu ?" tanya Ratu


" Pantas saja, ayah selalu menyebut ibu wanita yang tidak punya hati. Ternyata ayah benar..." jawab Camille tajam


Ratu melempar gelas yang ada di depan mejanya, hingga gelasnya pecah.


PRANG


Beberapa pelayan disana melihatnya dan terkejut.


" Apa maksudmu bicara begitu Camille?!!" teriak Ratu marah


" Aku tidak tau sebelum nya, ibu yang selalu jadi panutan ku akan melakukan hal-hal yang untuk mencelakai orang lain. Awalnya aku tidak ingin percaya, tapi kenyataan memang selalu menyakitkan. Ibu, apa kau punya hati?" batin Camille sedih


" Ibu apa kau punya hati? jika aku yang disandera, apakah ibu akan bicara seperti ini juga ?" tanya Camille sakit hati


" Tentu saja tidak, jika kau yang disandera ibu akan lakukan apapun untuk menyelamatkan mu !" seru Ratu


" Tapi kenapa ibu berkata begitu pada kak Arabella? Ibu, jawab aku.. kenapa ibu membenci kak Arabella?" tanya Camille serius


" Anak ini, kenapa dia jadi seperti ini? ini pasti pengaruh dari gadis penggoda itu dia mirip dengan si j****g Canaria. Sudah menggoda putraku, sekarang dia memperalat putriku juga untuk menentangku !" batin Ratu marah


" Ibu tidak membencinya, sayang kau salah paham..." jawab Ratu dengan nada suara lebih lembut


" Tidak, ibu jangan bohong. Ibu membencinya kan?" tanya Camille serius

__ADS_1


" Ibu, apa ibu pikir aku tidak tau kalau ibu berusaha menjadikan nona Claire sebagai putri mahkota. Aku sangat ingin tau kenapa alasannya? dan apa yang ibu dan Count Oscar sembunyikan ?" batin Camille


Camille menangis karena kecewa mengetahui kalau banyak rahasia yang disembunyikan ibu nya itu, namun ia mulai mengetahui kebenaran bahwa ibu nya tidak sebaik yang ia pikirkan selama ini.


" Apa ibu tidak pernah memikirkan perasaan kakak ? dia pergi menyelamatkan orang yang penting baginya, apa ibu pernah memikirkan bagaimana perasaan kakak kalau mendengar ini dari ibu ??!" seru Camille marah


" Wanita sialan itu, dia sudah berhasil membuat kedua anakku tidak patuh padaku ! " batin Ratu marah


" Camille tenanglah, ibu tidak membencinya kau salah paham. Sungguh.. " kata Ratu dengan wajah memelas


" Cukup ibu ! ibu seperti nya tidak pernah merasakan bagaimana melindungi orang yang ibu cintai, jadi makanya ibu bersikap dingin seperti ini " kata Camille sedih


" Nak dengarkan ibu.. " kata Ratu sedih


" Aku tidak ingin bicara dengan ibu saat ini " kata Camille sambil melangkah pergi


" Aku perlu waktu, untuk menerima kenyataan kalau ibuku tidak sebaik yang aku pikirkan " batin Camille sedih


Ratu mengepal tangannya dengan kesal dan ia jatuh terduduk di lantai.


" yang mulia ratu, apa anda baik-baik saja?" tanya Deborah cemas


" Kenapa kau mengatakan hal hal yang menyakiti hati ibu, Camille? kau pikir ibu tidak pernah berusaha melindungi orang yang ibu cintai? kau tidak tahu saja, bagaimana perjuangan ibu agar bisa disamping ayahmu. " batin Ratu sedih


***


Cane membawakan gaun gaun yang cantik untuk Arabella dari istana Vanders.


" Ada apa ini? kenapa kau membawa banyak gaun?" tanya Arabella heran


" Nona ,silahkan pilihlah gaun mana yang nona suka!" kata Cane bersemangat


" Kenapa aku harus memilih gaun? seperti mau ke pesta saja " tanya Arabella polos


" Sebenarnya besok adalah hari ulang tahun yang mulia " jawab Cane ceria


" Apa ?" Arabella kaget mendengar nya


" Jadi si raja tiran itu berulang tahun. Apa aku gunakan kesempatan ini ya untuk berbuat baik padanya? lalu dia akan membebaskanku.. haa.." batin Arabella berfikir


" Yang mulia tidak suka jika ulang tahunnya di rayakan. Tapi, karena ada nona disini siapa tau kalau yang mulia akan senang dengan hari ulang tahunnya " kata Cane berharap


" Apa dia tidak pernah merayakan hari ulang tahunnya?" tanya Arabella heran


" Pernah ada satu hari dimana mendiang Raja terdahulu merayakan ulang tahun yang mulia Raja.. tapi .." Cane terlihat sedih


#FLASHBACK


Kerajaan Vanders


Dominic usia 8 tahun..


Raja Charles ( ayah Dominic ) menyuruh semua orang di istana untuk menyiapkan pesta ulang tahun untuk Dominic. Anak itu terlihat senang begitu tau kalau ayahnya peduli padanya meskipun para saudara nya lain ibu yang selalu menindas nya. Terlebih lagi itu adalah pertama kalinya Dominic merayakan pesta ulang tahun.


Saat Dominic merayakan ulang tahunnya dengan mewah, semua pangeran menindasnya dengan berbicara kepada semua orang yang hadir di pesta itu bahwa Dominic adalah anak haram dari seorang pelacur.


" Hanya anak haram saja, kenapa ulang tahunnya harus dirayakan segala?" tanya George ( pangeran ke 3 )


" Benar, apa sebenarnya yang dipikirkan ayahanda sehingga mau merayakan ulang tahun anak haram itu " kata Frezel ( pangeran ke 4 ) ketus


" Anak pelacur itu mana sebanding dengan kita yang keturunan bangsawan murni, benar kan putra mahkota Daren?" tanya Mike dengan nada yang sinis ( Pangeran ke 5 )


" Mungkin ayahanda kasihan padanya yang selama ini tinggal di luar diistana, ya sudahlah jangan dipikirkan " jawab Putra mahkota Daren santai


Semua bangsawan yang hadir di ulang tahun itu, jadinya malah membicarakan keluarga kerajaan Vanders karena mengadakan ulang tahun mewah untuk Dominic yang hanya anak seorang pelacur. Terjadi kehebohan di pesta ulang tahun Dominic, niat Raja yang awalnya ingin memperkenalkan Dominic sebagai anggota kerajaan yang resmi kepada para bangsawan, berakhir dengan dipermalukan nya keluarga kerajaan karena status ibu Dominic yang di kenali orang-orang sebagai pelacur.


" Bagus sekali, berani nya kau membuat malu keluarga kerajaan Vanders dengan mengadakan pesta ulang tahun besar-besaran seperti ini. Memalukan, dasar anak pelacur " kata Ratu Sheena ketus pada Dominic


" Maaf yang mulia ratu, tapi ibu saya bukan lah pelacur " kata Dominic menahan kesal


" Bukan apanya? kau tidak dengar semua orang membicarakan nya? atau kau tidak mau mengakui nya? dasar anak sampah, kau bahkan tidak diinginkan ibu mu sendiri. " kata Ratu Sheena sinis


Dominic menatap Ratu dengan penuh kemarahan.


" Tolong jaga kata-kata anda sebagai ratu, anda berkata kasar seolah-olah anda berstatus rendah. Ibu saya, bukan pelacur !" seru Dominic yang hampir menangis


" Ayahanda, apa salah saya? kenapa ayahanda jadi bersikap seperti ini pada saya?" tanya Dominic dengan mata yang penuh kesedihan


" Salah mu adalah terlahir kedunia ini " jawab Raja sinis


" Apa? apa maksud ayahanda?" tanya Dominic sedih


" Mulai sekarang kau bisa tinggal di istana dan melakukan apa yang kau mau, tapi jangan pernah mendekati ku lagi atau istana Raja " kata Raja dingin


" Ayahanda.. kenapa.. kenapa seperti ini, sebenarnya kenapa?" tanya Dominic sambil menangis


" Kan aku sudah bilang, salah mu adalah terlahir ke dunia ini dan lahir dari seorang rahim pelacur. Semua orang menertawakan ku karena dirimu !" seru Raja marah


Anak kecil berusia 8 tahun itu merasakan kesedihan yang luar biasa dihari ulang tahunnya, ia jadi berfikir bahwa seharusnya ia memang tidak datang diistana jika hanya untuk diabaikan lagi. Saat ia sedang ditindas dan disiksa oleh para pangeran, ayahnya sama sekali tak menolongnya dan hanya Cane yang berada disisi nya saat itu.


Sejak saat itu anak kecil yang polos itu berubah menjadi anak yang dingin seperti tak berperasaan, ia kehilangan mata polosnya, dan ia selalu sedih jika teringat hari ulang tahunnya bahkan selalu marah saat ada orang yang mengingatkan ia tentang hari ulang tahunnya.


#END FLASHBACK


Arabella tersentuh dan mata nya berkaca kaca mendengar Cane menceritakan tentang masa kecil Dominic.


" Menyedihkan bukan nona ? yang mulia raja dulu hanyalah anak yang baik dan polos " kata Cane sedih


" Jadi itulah alasan kenapa si tiran itu menjadi jahat dan kejam. Di masa lalu aku hanya tau dia mengalami penindasan oleh saudara-saudaranya, tapi aku tidak tau jika penindasan itu terjadi saat ia kecil. Seandainya ada seseorang disisinya yang memperhatikan nya saat itu, ia mungkin akan menjadi orang yang berbeda.. mungkin, Raja tiran itu bukan sepenuhnya orang jahat. Ya, sebelum aku melarikan diri dari sini aku harus menasehati nya untuk menjadi lebih baik. " batin Arabella penuh percaya diri


" Seperti nya nona Arabella mulai tersentuh dengan cerita ku. Semoga saja, ini akan bagus untuk yang mulia " batin Cane berharap


" Aku akan membantu mu merayakan ulang tahun nya, mari kita buat hari ulang tahunnya adalah menjadi hari yang istimewa untuknya dan tidak akan terlupakan. " kata Arabella semangat


" Siapa tau dia akan melepaskan ku dengan mudah, kalau aku berbuat baik. Mungkin, hatinya akan tergerak " batin Arabella berharap


" benarkah nona akan melakukan itu?" tanya Cane tak percaya


" Iya, tapi kata mu dia tidak suka jika ulang tahunnya di rayakan. Itu artinya kalau aku merayakannya, dia akan marah kan?" tanya Arabella bingung


" Jika saya bilang kalau nona yang menyiapkan semua nya, saya yakin yang mulia tidak akan marah " kata Cane yakin


" Cane, kau sangat yakin. Aku bahkan bukan siapa-siapa untuknya, aku bukan keluarga nya juga, apa kau bisa menjamin kalau dia tidak akan marah padaku? Aku tidak mau dicekiknya lagi !" tanya Arabella ragu-ragu


" Percaya pada saya nona!" seru Cane semangat


" Baiklah nanti malam, kau bisa membawaku ke istana nya kan?" tanya Arabella


" Iya bisa " jawab Cane


" Bagus, lebih baik aku disana dan tidak disini. Karena disana tidak ada sihir perlindungan " batin Arabella senang


Arabella, Cane, Wen dan pelayan lainnya di istana Vanders menyiapkan kejutan untuk ulang tahun Dominic malam itu. Sementara sang Raja itu sedang mengerjakan urusan negara di ruang kerjanya. Arabella mengintipnya diam-diam.


" Dia terlihat serius sekali bekerja, aku kira dia hanya tau membunuh orang saja. Kalau saja para gadis melihat sosoknya yang seperti ini, mereka pasti akan jatuh cinta padanya. Karena dia tidak buruk dipandang mata " gumam Arabella pelan


" Hey nona ! apa yang anda lakukan disini?" kata Wen berbisik-bisik


" Oh ! Wen, kau mengagetkan ku saja !" seru Arabella kaget


" Maaf nona, habisnya nona serius sekali melihat yang mulia, padahal dari tadi saya ada disini " kata Wen sambil tersenyum


" Oh ya nona, ngomong-ngomong apa kau punya tunangan atau calon suami?" tanya Wen


" Kenapa kau menanyakan itu?" tanya Arabella


" saya hanya ingin tau " jawab Wen


" Saat ini aku belum punya, aku masih menunggu seseorang yang tepat " jawab Arabella serius


" Benarkah?" tanya Wen senang


" Ya, aku memang sedang menunggu apakah pangeran Aiden menyukai ku atau tidak " batin Arabella


" Apa nona akan mulai jatuh hati pada yang mulia ?dia bilang tidak punya tunangan atau calon suami.. ah.. ini berita bagus, aku harus bergosip lagi dengan pelayan lainnya kalau rasa suka yang mulia pada nona Arabella tidak hanya sepihak. Yang mulia akhirnya anda punya masa depan untuk menikah juga.. " batin Wen senang

__ADS_1


Arabella heran dan bingung melihat Wen yang senyum-senyum sendiri seperti memikirkan sesuatu yang lucu.


" Wen, kenapa kau senyum-senyum sendiri seperti itu? kau membuat ku takut saja " tanya Arabella heran


" Hehe tidak apa-apa kok " jawab Wen sambil nyengir


" Oh ya, bagaimana persiapan nya? " tanya Arabella


" Iya sudah selesai, saya kesini untuk memberitahu nona. Sebentar lagi tengah malam " jawab Wen


" Baiklah, mari jalankan rencana kita !" seru Arabella


" Oke nona !"


Cane menghampiri Dominic di ruang kerja nya dengan wajah panik. Dominic terlihat kesal karena Cane datang malam-malam menganggunya bekerja.


" Yang mulia raja, mohon maaf saya menganggu !" seru Cane dengan wajah panik


" Mau apa kau kesini ? ini hampir tengah malam ! awas saja kalau bukan hal yang penting !" seru Dominic kesal


" Yang mulia, terjadi sesuatu pada nona Arabella !" seru Cane


Dominic berdiri dari kursi nya dan terlihat kaget.


" Ada apa dengan nya?" tanya Dominic


" Yang mulia, sebaiknya lihat sendiri. Ayo ikut saya !" seru Cane


" Beruntung nya aku tidak di habisi oleh yang mulia karena menganggunya malam-malam, ternyata alasan nona Arabella benar-benar berhasil. Aku selamat " batin Cane lega


" Kalau terjadi sesuatu padanya, kau akan habis !" seru Dominic dengan tatapan mata membunuh


Cane membawa Dominic ke taman belakang kastil dan disana tampak gelap.


" Kenapa disini gelap tidak seperti biasanya?" batin Dominic heran


" Cane, dimana gadis itu? kenapa kau membawaku kesini? " tanya Dominic heran


Dominic melihat bahwa Cane sudah menghilang. Tak lama kemudian, ia berjalan ke arah taman dan setiap ia melangkah ia melihat cahaya.


" Apa apaan ini?" gumam Dominic heran


Dominic terus berjalan sampai di depannya berdiri Arabella dengan senyuman nya di tengah cahaya, dengan memakai gaun berwarna biru langit yang indah. Di tangannya, gadis itu membawa sebuah kue ulang tahun yang di hias. Dominic terpana melihatnya hingga tak bisa bicara.


Semua pelayan kastil, termasuk Cane dan Wen ada disana dan mengucapkan selamat ulang tahun padanya bersamaan.


" Selamat ulang tahun yang mulia Raja .. panjang umur dan sehat selalu !! " kata Para pelayan dan pengawal dengan semangat sambil bertepuk tangan, namun tiba-tiba mereka semua diam saat melihat Dominic tidak bereaksi sama sekali.


Dominic terpaku dengan ekspresi yang membuat orang-orang disana kebingungan.


" Kenapa dia berekspresi seperti itu? apa dia benar-benar marah ? gawat ! seharusnya aku tidak merencanakan ini " batin Arabella ketakutan


" Apa yang mulia akan marah?" batin Cane resah


" Bagaimana ini? kenapa yang mulia diam saja? apa ini akhir dari dunia !" batin Wen ketakutan


" Se..selamat ulang tahun yang mulia raja Dominic " kata Arabella gugup dan berusaha mencairkan suasana


Dominic terpana mendengar ucapan selamat ulang tahun dari Arabella, ia berjalan mendekati Arabella dan menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan oleh gadis itu.


" Dia mau apa? apa dia mau mencekikku lagi? Aku tidak mau mati dua kali !" batin Arabella panik


" Siapa yang merencanakan semua ini?!!" seru Dominic setengah membentak


Perlahan semua pelayan dan pengawal disana terdiam ketakutan. Termasuk Cane dan Wen.


" Yang mulia .. sebenarnya.. saya" kata Cane akan mengaku


" Aku yang merencanakan ini. Kenapa? kau mau marah ? marah saja padaku, mereka hanya menuruti perintah ku " kata Arabella tegas


" Ini memang usulan dari Cane, tapi ini adalah rencanaku. Dan juga aku tidak mau mereka semua terlibat dalam kemarahan raja ini, mereka orang-orang yang selalu baik padaku selama disini " batin Arabella


" Semuanya bisa pergi, kecuali gadis ini !" seru Dominic tegas


" Dia pasti mau marah padaku kan?" batin Arabella


Semua pelayan dan pengawal pun pergi meninggalkannya Dominic dan Arabella berdua di taman.


" Nona, kenapa nona melakukan ini untuk menyelamatkan kami? nona baik sekali " batin Wen terharu


Dominic menatap Arabella dengan tatapan membunuh.


" Kenapa kau melakukan ini?" tanya Dominic


" Apa ? kau mau marah ya? aku hanya bermaksud baik mengadakan pesta ulang tahun untukmu, aku hanya ingin kau tau bahwa kau tidak boleh merasa menyesal dilahirkan ke dunia ini. " kata Arabella serius


" .... " Dominic terdiam


" Kau berhak bahagia, jangan terus bersembunyi dari luka mu hanya karena masa lalu mu. Karena hidupmu berharga !" seru Arabella sambil menatap Dominic dengan penuh perasaan dan ketulusan


" Kau telah bersembunyi dari dirimu sendiri, kau harus mulai membuka hatimu.. Raja tiran " batin Arabella tulus


" Dia melakukan ini untukku? dia bilang hidupku berharga?" batin Dominic terharu


" Aku tidak peduli, dia mau marah padaku atau tidak. Aku sudah mengatakan apa yang ingin aku katakan, semoga dia mengerti " batin Arabella


" Bisa kau katakan lagi ?" tanya Dominic


" Apa?" tanya Arabella tak paham


" Katakan sekali lagi, ucapan ulang tahun " jawab Dominic dengan nada yang sedih dan suara yang merendah


Selama ini tidak ada yang pernah mengucapkan selamat ulang tahun sambil menasehati nya seperti ini, biasanya orang-orang akan mengatakan selamat ulang tahun padanya hanya di mulut saja tanpa ketulusan. Tapi, ia merasakan bahwa ucapan selamat ulang tahun dari Arabella mengandung ketulusan di dalamnya dan berbeda rasanya jika ia mendengar nya dari orang lain. Rasa yang tidak umum, rasa kehangatan ada di dalam kata-kata gadis itu yang selalu sang raja tiran selalu idam-idamkan.


" Kenapa raut wajah nya seperti ini? ini bukan raut wajah marah, tapi raut wajah orang yang kesepian, ada kesedihan di matanya.. " batin Arabella ikut sedih


" Selamat ulang tahun, yang mulia raja Dominic..semoga kau selalu bahagia " kata Arabella sambil tersenyum


" Kenapa kau membuatku berdebar seperti ini? aku tidak tahan lagi.. " batin Dominic


Dominic menarik gadis itu ke dalam pelukannya dan membuat kue yang dipegang gadis itu jatuh ke lantai. Arabella terkejut karena mendapat serangan mendadak seperti ini.


" Terimakasih .. karena sudah hadir di dalam hidupku " kata Dominic lembut


" Apa aku tidak salah dengar? dia bilang terimakasih, raja iblis ini mengatakannya? apa dunia akan segera kiamat !" batin Arabella kaget


Diam-diam para pelayan dan pengawal melihat mereka seperti sedang bermesraan dan mereka terlihat senang.


" Cane, lihat itu !" seru Wen


" Ini benar-benar keajaiban, yang mulia tidak marah pada nona Arabella .." kata Cane tak percaya


" Sulit dipercaya bukan? bahwa suatu hari raja kita akan jatuh cinta pada seorang wanita " kata Wen senang


" Tapi, entah kenapa aku tidak yakin kalau nona Arabella memiliki perasaan yang sama " gumam Cane sembari berfikir


Arabella mendorong Dominic dan melihatnya dengan kesal.


" Bagaimana bisa kau lakukan ini padaku? aku sudah membuatnya susah payah !" seru Arabella marah melihat kue nya jatuh di lantai


Dominic mengambil kue yang terjatuh di lantai itu dan memakannya.


" Eh.. kenapa kau memakannnya yang mulia? itu mungkin sudah kotor !" tanya Arabella kaget


" Agar kau tidak marah lagi " jawab Dominic singkat


" Apa? apa itu masuk akal? jangan makan lagi !" seru Arabella memegang tangan Dominic


Dominic memegang tangan Arabella lalu tersenyum lembut, senyuman yang tidak pernah Arabella lihat sekalipun dan itu membuat nya terkejut.


" Kau berhasil domba kecil, kau berhasil membuka hatiku " batin Dominic


" Yang mulia .. hey raja psikopat!" seru Arabella terkejut


" Kue buatan mu, sangat enak " kata Dominic sambil tersenyum

__ADS_1


" Apa yang terjadi padanya?" batin Arabella kaget


***


__ADS_2