
🌷🌷
Arrabella menatap tajam pria yang ada di depannya, dengan sinis dan tidak suka.
" Maafkan atas ketidaksopanan saya, senang bertemu lagi dengan nona.. maksud saya Baginda Ratu " kata Raphael
"Maaf, tapi saya tidak senang bertemu lagi dengan anda. Putra mahkota Raphael " kata Arrabella tidak senang
" Yang mulia bisa memanggil nama saya Ralph " Raphael tersenyum.
Apa apaan orang ini? dari awal bertemu sudah menyebalkan? kenapa juga dia ada di lorong sepi ini? apa dia mengikuti ku? tidak mungkin kan?
" Kenapa anda bisa ada disini? pestanya sedang berlangsung, tidak baik berjalan-jalan di lorong sepi seperti ini, mungkin orang-orang akan mencurigai anda melakukan sesuatu tanya Arrabella tajam
" Saya memang sengaja pergi kesini, ketika saya melihat yang mulia kemari " jawab Raphael terbuka dan tersenyum lebar
" Apa ada alasan kenapa anda mengikuti saya?" tanya Arrabella dingin
Raphael tersenyum, ia semakin terpesona dengan Arrabella yang bisa mempertahankan emosinya dengan baik. Ia semakin tertarik untuk bersaing dengan Aiden.
" Saya ingin menagih sapu tangan saya " jawab Raphael dengan wajah polos
" Oh sapu tangan mu? sudah aku buang, maaf " kata Arrabella sambil tersenyum sinis
" Sayang sekali, padahal saya ingin membuat alasan lagi untuk bertemu dengan anda. Apa anda tau, saya mencari-cari tau tentang siapa gadis yang menangis di taman waktu itu, saya sangat penasaran siapa gadis itu. Ternyata dia adalah seorang Ratu " Raphael tersenyum ramah
" Apa tujuan anda melakukan semua ini dan mencari tau tentang saya?"
" Bukankah itu sudah jelas, saya tertarik pada anda. Sejak pertama kali kita bertemu saya sudah menyukai anda " jawab
" Apa anda tau dengan siapa anda berbicara saat ini, putra mahkota Raphael?" tanya Arrabella kesal dan suaranya mulai meninggi
Kalau ada orang disini yang mendengarnya, ini bisa jadi masalah. Pria ini kenapa sih?
" Saya tau, karena saya mencari informasi detail tentang anda. Nama lengkap Arrabella Naomi De Reese, usia anda saat ini 20 tahun, anda adalah seorang Ratu, dan anda sedang mengandung 1 bulan " jawab Raphael blak-blakan
" Itu anda sudah tau, kenapa masih menyatakan anda menyukai saya? apa anda waras? saya ini wanita yang sudah bersuami, saya bahkan sedang hamil. Tolong jangan berkata sembarang " kata Arrabella marah
Pria ini gila. Apa dia serius? suka padaku? konyol !
" Sepertinya saya tidak waras. Saya juga tidak mengerti kenapa saya bisa tertarik pada istri orang lain, yang sedang hamil pula. Tapi, hati dan perasaan kan tidak bisa diprediksi. Saya menyukai anda, dan itu faktanya " ucap Raphael sambil merentangkan tangannya, ia tersenyum percaya diri
" Seperti nya anda sudah keterlaluan, saya tidak bisa memaafkan ketidaksopanan anda.
Tapi, saya anggap saya tidak pernah mendengar ini dari anda. "
Raphael menahan tangan Arrabella yang hendak melangkah pergi. Wanita itu melotot dan berusaha menarik tangannya. Namun, Raphael dengan berani memeluk pinggang Arrabella.
" Saya belum selesai bicara dengan anda Baginda Ratu " kata Raphael yang mendadak wajahnya menjadi serius
" Tindakan anda sudah melewati batas ! putra mahkota Raphael !" Arrabella setengah berteriak
" Apa yang mulia ingin semua orang datang kemari? silahkan saja berteriak, saya sih tidak masalah " kata Raphael sambil mencengkram tangan Arrabella dengan kuat.
Apa-apaan pria ini? apa dia serius dengan perkataan nya? seperti nya dia serius, ini gila. Jika aku berteriak sekarang, semua orang akan datang kemari dan berfikir yang macam-macam. Kenapa aku selalu bertemu dengan pria pria seperti ini? kecuali Aiden.
Arrabella panik dan berusaha melepaskan dirinya dari genggaman Raphael. Wanita itu celingukan melihat kesana-kemari, khawatir akan ada orang disana.
" Lepaskan saya ! lepaskan saya !!"
" Saya hanya minta anda mendengarkan saya, setelah ini saya akan membiarkan yang mulia pergi. " Raphael berbisik di telinga Arrabella
Kurang ajar sekali pria ini, aku ingin mencabik-cabik nya dan memukulnya. Kemana Felix, dan Demian?
" Anda mau bicara apa? saya akan dengarkan. Tapi lepaskan saya dulu " ucap Arrabella mengalah
" Nah, begini dong dari tadi. Jadi saya tidak akan memaksa yang mulia " Raphael tersenyum dan melepaskan cengkraman nya dari tubuh Arrabella.
" Cepat bicara ! saya harus kembali ke pesta !"ujar Arrabella kesal
" Saya akan mengejar anda, tidak peduli anda mempunyai suami atau tidak. Saya akan membuat anda berpaling dari suami anda dan datang pada saya, yang mulia Ratu " Raphael menatap Arrabella dengan penuh perasaan.
Arrabella tercengang mendengar nya. Dalam hatinya ia berkata, seorang bocah berani bersaing dengan Aiden ku? kau bahkan bukan tandingan nya. Aku tidak akan terpesona oleh pria manapun, karena setampan apapun dirimu, suami ku yang paling tampan dan terbaik.
" Anda sudah gila "
" Anggaplah saya gila. Bagaimana mungkin saya akan tetap waras jika melihat wanita secantik anda ada di hadapan saya? siapapun akan menjadi gila. Nah, saya sudah selesai bicara. Selanjutnya saya akan tunjukkan kesungguhan saya, anda hanya perlu melihatnya " Raphael tersenyum
Bocah bau kencur ini, dia tidak waras. Secantik apapun diriku, tidak seharusnya dia bilang menyukai wanita bersuami dan sedang hamil. Benar juga, kenapa aku menganggap serius omongan bocah ini? dia sudah hilang akal.
Raphael pergi meninggalkan Arrabella yang berdiri mematung disana. Arrabella menganggap bahwa semua omongan pria itu adalah omong kosong dari anak remaja yang sedang puber. Tapi, wanita itu tetap kesal karena Raphael sudah berani menyentuh nya.
Drap
Drap
Drap
Felix berlari menghampiri Arrabella dengan terburu-buru. Ia berpapasan dengan Raphael.
" Yang mulia, apa anda baik-baik saja?" tanya Felix cemas
__ADS_1
" Kau darimana saja sih? kau tau aku hampir mati karena bocah sialan itu " Arrabella terlihat kesal
Ini pertama kalinya aku mendengar Ratu, mengucapkan kata-kata yang sedikit kasar. Memang sih perlakuan pria itu tidak bisa dibenarkan, beraninya dia menyentuh Ratu Clariness, ini namanya pelecehan.
" Maafkan saya Baginda Ratu, saya terlambat datang. Saya melihat semuanya, tadi putra Mahkota dari Manjin itu memeluk yang mulia " kata Felix
" Lalu kenapa kau tidak segera kemari dan menolongku?" tanya Arrabella heran
" Itu karena saya takut akan terjadi keributan " jawab Felix bingung
" Hm..benar juga, orang-orang akan kemari kalau kau menyerang nya. Tapi lain kali kau harus membantuku. Jangan diam dan menonton saja " kata Arrabella mengingatkan
" Baik yang mulia. Apa yang mulia terluka? " tanya Felix cemas
" Aku baik-baik saja, hanya sedikit pusing " jawab Arrabella
" Kalau begitu bagaimana kalau saya antar ke ruang istirahat?" tanya Felix
" Tidak usah, kembali saja ke Aula. Acaranya belum selesai. " jawab Arrabella
Aku tidak tau meskipun si bocah ini mengatakan nya sebagai candaan, tapi ini menganggu ku. Apa karena sedang hamil jadi aku menjadi lebih emosional? tanpa sadar aku mengumpat dan mengucapkan kata kasar di depan Felix.
" Felix, apapun yang kau lihat dan kau dengar hari ini. Tidak boleh sampai ada orang lain yang tau. Kau paham?"
" Baik yang mulia !"
🍂🍂🍂
Arrabella yang dikawal Felix, kembali ke aula kerajaan. Semua orang ada disana, Megan, Ariana dan para wanita bangsawan mengajak Arrabella mengobrol. Betapa bahagianya mereka, terutama Megan dan Ariana, saat Arrabella yang sudah sembuh dari sakitnya dan sedang mengandung pewaris kerajaan Clariness.
" Syukurlah, kau sembuh dan wanita jahat itu juga lenyap. Terlebih lagi kau akan segera memiliki seorang anak, kau pasti sangat bahagia " kata Ariana senang
" Tidak ada yang bisa ku katakan lagi,aku memang sangat bahagia " jawab Arrabella senang sambil melihat ke arah Edgar kecil yang sedang digendong oleh Megan.
" Apa kau mau menggendong nya Ratu Arrabella?" tanya Megan menawarkan
" Apa aku boleh?"
" Tentu saja " jawab Megan
Ratu Clariness itu menggendong Edgar kecil dengan hati-hati dan penuh perasaan. Edgar kecil sangat tenang berada dalam gendongan Arrabella, dan bayi kecil itu sangat patuh. Megan dan Ariana kaget melihatnya.
" Ada apa?" tanya Arrabella yang heran dengan tatapan Megan dan Ariana.
" Woah... kenapa dia patuh saat digendong olehmu? kenapa saat aku gendong, dia malah menangis " tanya Ariana heran
" Hehe.. iya, itu juga yang aku heran kan " Megan tertawa kecil
" Huu.. " Ariana cemberut
Aiden yang sedang ada di tengah-tengah perkumpulan para penguasa kerajaan, melihat istrinya dari kejauhan, tanpa sengaja ia melihat Raphael yang juga melihat Arrabella sambil tersenyum.
Hatinya merasa tidak nyaman, ada pria lain yang menatap istrinya seperti itu. Namun, ia berusaha menekan perasaan cemburunya.
Saat sedang menggendong Edgar, dan mengobrol santai, tiba-tiba muncullah Dominic dan Ethan menghampiri para wanita itu.
" Wah, adikku sudah cocok menjadi ibu " kata Ethan memuji
" Hehe, kakak bisa saja. Sebentar lagi mungkin akan ada kabar baik juga dari kakak dan kakak ipar " kata Arrabella sambil tersenyum
" Aku juga ingin segera hamil " kata Ariana senang.
" Oh ya, bagaimana kalau kita buat perjanjian ?" tanya Megan
" Apa itu?" tanya Ariana, dan Arrabella tertarik
" Anakku kan laki-laki, kalau anak pertama kalian perempuan. Bagaimana kalau kita jodohkan anak ku dan anak kalian?" tanya Megan
" Menarik juga !"ujar Ariana semangat
" Itu bisa mempererat hubungan diplomasi kerajaan juga " kata Arrabella tertarik
" Ya ampun, para wanita ini. Ckckck " kata Dominic sambil tersenyum tipis
" Ayolah, ini menarik. Yang mulia Raja, dan Pangeran Ethan, kalian saksinya ya " kata Megan semangat
" Oke, kami setuju. " jawab Ethan sambil tersenyum
Aku berharap anak yang ada dalam kandungan Ratu Arrabella adalah perempuan. Agar bisa dijodohkan dengan Edgar ku, pasti kepintaran dan kecantikan nya akan mirip dengan Ratu Arrabella. Itu bagus untuk kerajaan Vanders di masa depan. Perjanjian perjodohan ini tidak buruk. batin Dominic berharap
Aku harap anak Ratu Arrabella yang lahir adalah perempuan, jadi aku bisa besanan dengan Ratu Arrabella. batin Megan senang
" Nanti kita buat perjanjian perjodohan nya di atas kertas ya " kata Arrabella mengusulkan
" setuju !" jawab Ariana dan Megan kompak.
" Oh ya, tunggu sebentar. Aku harus menyapa seseorang dulu.." ucap Arrabella sambil berdiri.
Tiba-tiba wanita itu oleng dan hampir terjatuh, Ethan menahan tubuh nya. Ariana, Megan dan Dominic kaget melihat nya.
" Ratu Arrabella, apa kau baik-baik saja?" tanya Megan cemas
__ADS_1
" Abel, kau tidak apa-apa?" tanya Ethan cemas
" Aku tidak apa-apa kakak, aku hanya sedikit pusing " jawab Arrabella sambil kembali menegakkan badannya.
" Eh, benar kau tidak apa-apa adik ipar? seperti nya kau kelelahan " tanya Ariana khawatir
" Aku benar-benar baik baik saja " jawab Arrabella sambil tersenyum
" Kau mau kemana? aku akan menemani mu " kata Ethan
" Tidak usah kak, aku hanya ingin melihat pesta rakyat yang ada di luar dan menyapa mereka. Aku akan pergi dengan Grace " kata Arrabella
Arrabella berjalan keluar untuk menyapa rakyatnya yang ikut dalam pesta syukuran nya. Ia ditemani Grace. Semua orang berterimakasih atas kebaikan Ratu Arrabella yang sudah mengizinkan siapapun ikut dalam pestanya.
" Yang mulia, sebagai rasa terimakasih kami atas kebaikan hati yang mulia. Kami menyiapkan hadiah untuk Baginda Ratu " kata seorang pria
" Hadiah? kalian tidak usah repot-repot, aku tulus melalukan nya "
Kasihan sekali mereka, pasti mereka hidup kekurangan. Dan masih menyempatkan diri membuatkan hadiah untukku.
" Tolong terima ini yang mulia, kami tidak bisa memberikan apa-apa untuk yang mulia selain ini. Jadi kami mohon " kata seorang pria sambil memperlihatkan gelang permata dan ada banyak surat.
" Ini ? " Arrabella terlihat senang melihat gelang permata itu.
" kami membuat gelang ini, dan gelangnya telah diberkati oleh kuil suci. Kami harap yang mulia mau menerima hadiah sederhana dari kami. Kami mendoakan dengan tulus kesehatan baginda ratu dan calon penerus kerajaan Clariness "
Ratu Clariness itu terharu dan memakai gelang nya di depan para rakyat. Mereka sangat senang karena ratu menerima hadiah yang sudah mereka buat susah payah.
Bahkan mereka patungan untuk membeli permata yang harganya mahal.
" Terimakasih, aku sangat menyukai hadiah kalian. Tapi, aku lebih senang saat kalian mendoakan ku dan bayiku. " kata Arrabella sambil tersenyum hangat
Raphael semakin kagum pada Arrabella, pria itu mulai membayangkan yang bukan-bukan, ia membayangkan jika Arrabella menjadi ratu nya kelak.
Arrabella yang akan masuk ke dalam istana, lagi-lagi melihat Raphael yang kepergok sedang memperhatikan nya. Tapi, wanita itu cuek cuek saja.
Hem, ingin mengabaikan ku?
Dengan sengaja Raphael meringkas kaki Arrabella, agar wanita itu jatuh dan Raphael menangkapnya. Pria itu lagi-lagi memegang pinggangnya.
" Hati-hati yang mulia, kau bisa saja jatuh."
" Bukankah anda yang sengaja membuatku jatuh? lepaskan aku! " kata Arrabella sambil melotot marah
" Ketika marah pun kau terlihat semakin cantik " kata Raphael
" Lepaskan tanganmu dari istriku " kata Aiden sambil menatap sinis ke arah Raphael.
Aiden terlihat marah
Raphael dan Arrabella melihat ke arah Aiden. Ratu Clariness itu berlari kecil ke arah Aiden.
" Yang mulia.." lirih Arrabella memanggil Aiden.
" Anda sangat tidak sopan sekali, menyentuh Ratu Clariness " kata Aiden sinis
" Maafkan saya yang mulia Raja, saya hanya bermaksud membantu yang mulia Ratu yang hampir terjatuh " kata Raphael santai
Jelas-jelas dia yang membuatku jatuh, tapi dia masih bisa berdalih seperti itu. Apa sih maksudnya?
" Benarkah? aku percaya, tapi aku tidak percaya kau mengirim hadiah seperti itu pada istriku " kata Aiden tajam
Jadi dia sudah tau ya?
" Hadiah apa maksudnya yang mulia?" tahta Raphael berpura-pura polos
Hadiah apa yang dimaksud Aiden? hadiah untukku?
" Jangan pura-pura tidak tau, jawab saja apa maksud mu mengirimkan hadiah pada istriku?" tanya Aiden sinis
Berani nya dia mengirimkan hadiah seperti hadiah seserahan dan itu bisa disebut sebagai ketertarikan pada seorang wanita. Bagaimana bisa dia begitu berani?
" Baiklah, saya menyerah. Saya akan akui semuanya, saya tertarik pada Baginda Ratu. Dan Ratu juga terlihat tertarik pada saya " Raphael tersenyum polos
Lumiere dan Kainer yang mendengar nya, kaget seperti kena serangan jantung. Wajah Aiden terlihat marah, sementara Arrabella terlihat panik.
Yang mulia putra mahkota, apa anda sudah gila?. batin Kainer panik
Secara tidak langsung, ini sama saja mengajukan perang dengan Clariness. batin Lumiere panik
" Apa maksudmu? katakan! omong kosong, macam apa ini?" Aiden mengangkat pedangnya ke arah Raphael.
Sontak hal itu membuat Lumiere dan Kainer mengarahkan pedangnya juga ke arah Aiden. Semua orang melihat itu dengan kaget. Terlebih lagi saat melihat wajah Aiden yang marah.
" Tenang dulu Baginda Raja, yang saya katakan ini bukan omong kosong. Saya jatuh cinta pada Baginda Ratu " kata Raphael
Bagaimana bisa ada orang yang tidak tau malu seperti nya?!. Batin Arrabella
" Yang mulia, turunkan pedang mu. Semua orang melihat kita. " Arrabella berbisik pada suaminya dan memegang tangan suaminya agar sedikit tenang.
" Kurang ajar ! beraninya kau !!" teriak Aiden marah.
__ADS_1
Sementara Raphael tersenyum melihat Aiden yang marah.
...---***---...