Arrabella Twice Lives

Arrabella Twice Lives
Bab 39 Krisis Kepercayaan


__ADS_3

Beberapa menit kemudian Arabella siuman dan sudah berada di ruangan yang asing baginya.


" Dimana ini? ini seperti di ruang kesehatan istana?" tanya Arabella


" Benar, akhirnya kau sudah sadar " jawab Aiden lega


" Kenapa aku ada disini? tadi aku sedang bicara dengan kak Ethan dan kak Ashton " gumam Arabella bingung


" Kau tadi jatuh pingsan dan mereka membawamu kesini. Aku akan memberitahu mereka kalau kau sudah sadar " kata Aiden dingin


" kenapa dia bersikap begini? apa ini hanya perasaan ku saja ? atau benar kalau pangeran memang bersikap dingin padaku ?" batin Arabella bingung


" Yang mulia.. tidak perlu memberitahu mereka. Aku sudah baik-baik saja " Arabella tersenyum


" Baiklah " kata Aiden cuek


" Yang mulia, apa kau baik-baik saja?" tanya Arabella heran


" Aku baik-baik saja, kenapa?" jawab Aiden ketus


" Ada apa dengan nada bicara mu? kau terlihat kesal, apa terjadi sesuatu ?" tanya Arabella polos


" memangnya kenapa dengan nada bicara ku?" tanya Aiden ketus


" Kalau boleh jujur, anda terdengar ketus sekarang !" seru Arabella mulai kesal


" Aku biasa saja tuh " Kata Aiden santai


" Ada yang aneh dengannya? Dia tidak terlihat cemas padaku, padahal aku baru saja jatuh pingsan. Tapi kenapa aku melihatnya.. dia sedang kesal? " tanya Arabella dalam hatinya


" Yang mulia, apa kau sedang kesal?" tanya Arabella tanpa basa-basi


" Tidak " jawab Aiden dingin


" Ada apa denganku? aku tidak bisa menghentikan sikap ku ini, aku sangat kesal " batin Aiden


Arabella terpana melihat sikap Aiden yang dingin padanya, ia merasa seperti diacuhkan karena suatu kesalahan yang tidak ia ketahui.


Tak lama kemudian Ethan dan Ashton masuk ke ruangan itu dan merasa lega telah melihat Arabella siuman.


" Yang mulia pangeran, terimakasih sudah menjaga adik saya " kata Ethan sopan


" Tidak usah sungkan, kalau begitu aku akan kembali latihan " kata Aiden


" Silahkan yang mulia " kata Ethan dan Ashton


" Ada apa dengannya? kenapa sikapnya seperti ini? dia sedang marah padaku? dia tidak seperti ini kemarin. Dia tidak pernah sedingin ini padaku.. ada apa sebenarnya? aku harus bicara padanya nanti " batin Arabella sedih


" Kenapa aku merasa sikap pangeran Aiden berubah pada Abel?" batin Ethan sambil melihat ekspresi pangeran Aiden yang terlihat kesal


Arabella melihat kepergian Aiden dengan perasaan sakit hati dan tak enak hati karena sikap Aiden yang tiba-tiba dingin padanya. Gadis itu juga bingung apa yang membuat Aiden bersikap seperti itu padanya.


" Syukurlah kau sudah siuman, kakak akan mengantar mu pulang " kata Ethan


" Tidak usah kak, aku baik-baik saja. Aku akan pulang sendiri " kata Arabella sedih


" Apa benar Abel sedih karena kejadian putra mahkota?" batin Ashton


" Kak Ethan bukankah kau sibuk di Camp? biarkan aku yang mengantar Abel pulang " kata Ashton menawarkan diri


" Baiklah, Abel kau pulang dengan Ashton ya. Nanti kalau aku pulang ke rumah aku ingin bicara denganmu " kata Ethan lembut


" Ya kakak " jawab Arabella lemas


Lorenzo dan Demian melihat Aiden yang terlihat kesal memainkan pedangnya dan membuatnya tangannya terluka.


" Lorenzo sebenarnya ada apa dengan yang mulia?" tanya Demian cemas


" Entahlah, dia tidak seperti biasanya. " jawab Lorenzo heran


" Yang mulia terlihat menakutkan. Bukankah dia habis bertemu dengan nona Arabella? harusnya dia terlihat senang kan?" tanya Demian heran


" Mungkin mereka bertengkar " jawab Lorenzo menebak


" Lorenzo, kenapa kau tidak bertanya pada yang mulia?" tanya Demian


" Melihat nya yang seperti itu, aku tidak berani bertanya. Kelihatannya ini masalah yang berat " jawab Lorenzo datar


" Haa.. aku tau kau takut dimarahi kan? " tanya Demian


" benar, lalu apa kau mau bertanya padanya?" tanya Lorenzo


" Tidak ! aku tidak berani, yang ada nanti yang mulia memenggal kepalaku " kata Demian takut


KLANG


KLANG


KLANG


Beberapa kali Aiden memainkan pedangnya dengan keras seperti ingin menghabisi musuh nya, kayu yang dijadikan nya sebagai alat latihan pun rusak beberapa kali karena serangan pedangnya.


" Tidak mungkin ! tidak mungkin Naomi masih memiliki perasaan pada Eugene? mungkin aku hanya salah paham saja.. tapi kenapa aku sangat kesal, ya itu karena aku berfikir Naomi masih menyukai nya. Seharusnya tadi aku menahan diri dan tidak bersikap dingin padanya, aku bersalah padanya. Aku akan bicara padanya.. " batin Aiden berfikir keras


***


Eugene tidak tinggal diam begitu saja, ia mengintrogasi orang-orang yang melihatnya menarik Claire ke dalam kamarnya. Ia terpana karena para pelayan dan pengawal yang ia introgasi itu mengatakan bahwa Eugene lah yang membawa Claire masuk ke dalam kamar nya.


" Kakak, ibu dan ayah seperti nya sudah menetapkan keputusan nya untuk masalah ini. Nanti sore ayah dan ibu akan mengumumkan nya pada semua orang. Apapun yang kau lakukan saat ini percuma saja !" Camille membentak kesal


" Camille kau percaya kan padaku? aku tidak mungkin melakukan itu.. apalagi dengan orang yang tidak aku sukai " kata Eugene frustasi


" Aku tau kakak menyukai kak Arabella, aku juga percaya pada kakak. Tapi, semua orang sudah melihatnya sendiri, rumor juga sudah menyebar dengan cepat. Kita tidak bisa melakukan apapun lagi, karena bukti nya sudah ada. Kakak yang membawa nona Claire ke kamar, itu fakta nya yang semua orang tahu " terang Camille sedih


" Lalu aku harus bagaimana? pasti ayahanda dan ibu akan membuat aku menikahi nya! Camille aku tidak mau " kata Eugene sedih


" Aku tidak tau harus bagaimana lagi, aku juga tidak bisa membantu kakak. Aku bingung kak .." kata Camille bingung


" Apakah Arabella tadi melihat nya juga? melihatku di kamar bersama nona Claire?" tanya Eugene


" Iya dia dan calon putri mahkota yang lain melihatnya, aku juga dengar dari dokter Will kalau nona Arabella jatuh pingsan karena syok " jawab Camille


" Apa? dia pingsan?" Eugene kaget mendengar nya


" Apa dia pingsan karena syok melihat aku dan Claire bersama ? jika itu benar, berarti dia masih ada perasaan padaku kan?" batin Eugene


" Ya, apa yang kakak pikirkan sekarang?" tanya Camille


" Bagaimana keadaan nya? apa dia baik-baik saja?" tanya Eugene cemas


" Dia baik-baik saja, dia sudah pulang tadi siang " jawab Camille


" Syukurlah.. " kata Eugene lega


" Camille tolong bantu aku agar bisa bertemu dengan Arabella diam-diam " kata Eugene semangat


" Apa yang mau kakak lakukan?" tanya Camille heran


" Aku akan melihat keadaan nya, dan bicara padanya. Bantu aku Camille " jawab Eugene


" Kakak jangan berbuat hal yang gila, kakak sedang dihukum oleh ayah dan ibu! " seru Camille melarang


" Kumohon, setidaknya biarkan aku memastikan perasaan nya padaku seperti apa padaku. Dan biarkan aku menjelaskan nya pada nya .." kata Eugene


" haa...baiklah aku akan membantu kakak. Tapi, kakak harus segera kembali sebelum jam 5 sore " kata Camille menghela napas panjang


" Terimakasih adikku tersayang " kata Eugene senang


" Aku kasihan pada mu kak, sebagai putra mahkota kau tidak bahagia. Dari kecil sampai sekarang kau harus selalu belajar dan belajar, kau hampir sempurna dalam banyak hal, dan kau selalu ambisius. Orang-orang melihatmu sebagai anak yang manja, tapi sebenarnya kau kesepian. Sepertinya hanya kak Arabella yang bisa membuat mu bahagia, aku berharap kakak bisa bahagia.. Namun setelah itu kau pasti akan terjebak dengan nona Claire.." batin Camille merasa kasihan pada Eugene


***

__ADS_1


Ashton dan Arabella dalam perjalanan pulang ke mansion Reese. Ashton terlihat cemas melihat Arabella melamun saja.


" Ada apa? " tanya Ashton


" Ya? ada apa kak Ashton?" tanya Arabella tak fokus


" Abel, kau yang kenapa? kau jatuh pingsan dan melamun terus dari tadi " kata Ashton cemas


" Aku baik-baik saja " jawab Arabella


" Jangan katakan kau baik-baik saja, karena sekarang aku tidak percaya!" seru Ashton kesal


" kenapa kak Ashton marah-marah seperti ini? Apa mood nya tidak baik karena kejadian Claire tidur dengan Eugene? " batin Arabella heran


" Kalau kau sakit bilang saja sakit, bilang saja kalau kau terluka karena kejadian putra mahkota dan nona Claire.. jangan ditutup-tutupi lagi " kata Ashton kesal


" APA? apa katamu? siapa yang bilang aku sakit karena si narsis itu !" tanya Arabella kesal


" Bukankah kau syok bahkan sampai jatuh pingsan karena mendengar berita ini? sudahlah aku sudah tau " kata Ashton sedih


" Tu..tunggu ! aku tidak mengerti kenapa aku harus jatuh pingsan karena mereka. Kak Ashton seperti nya kau salah paham, kau mungkin yang sedih karena wanita tercinta mu itu tidur dengan pria lain?" kata Arabella sebal


" Kenapa kau jadi menimpakan ini padaku? " tanya Ashton kesal


" Habisnya kau marah-marah terus ! " ujar Arabella tak mengerti


" Siapa yang marah-marah? kau tuh yang marah-marah !" Ashton kesal


" Ternyata kau masih berfikir kalau aku menyukai nya. " batin Ashton sedih


" Apa pangeran Aiden juga berfikir sama seperti kak Ashton? apa dia berfikir kalau aku syok karena hubungan Eugene dan Claire? apa dia salah paham?" batin Arabella berfikir


" Hey, kak Ashton.. Aku tidak punya perasaan lagi pada nya dia hanya cinta monyet ku. Mau dia bersama siapa, atau melakukan apa itu bukan urusan ku. Alasan ku pingsan karena syok itu bukan karena dia!" kata Arabella serius dan penuh ketegasan


" Apa benar?" tanya Ashton meyakinkan


" Ya, aku tadi pingsan karena tidak enak badan..Siapa bilang aku pingsan karena syok?" tanya Arabella kesal


" Dokter yang bilang kau pingsan karena syok mental, masa dokter berbohong ?" kata Ashton tak percaya


" Apa? itu tidak benar, aku jelas baik-baik saja. Kau tidak lihat memangnya. Syok dari mana nya? dasar dokter itu bicara sembarangan saja !" Arabella jengkel


" Benarkah bukan karena dia ?" tanya Ashton serius


" Tentu saja bukan, aku kan sering bilang pada mu, kak Ethan dan Kak Peter kalau aku tidak menyukai putra mahkota. Apalagi perasaan yang lebih dari itu, selamanya tidak akan pernah " kata Arabella serius


" Kalau begitu aku bisa lega. " kata Ashton senang


" Apa kau bilang?" tanya Arabella tak fokus


" Aku ingin bilang kalau kau juga jangan salah paham padaku, aku tidak bersedih karena nona Claire. Karena aku sudah tidak menyukainya lagi, jadi aku tidak merasakan apapun apalagi sedih " terang Ashton sambil menatap tajam gadis yang ada di depan nya itu


" Ini perasaan ku saja atau bukan? kak Ashton terlihat serius hari ini, dia tidak suka bercanda seperti biasanya " batin Arabella heran


" Baiklah, aku percaya aku percaya. " Arabella tersenyum


Kereta yang mereka naiki sudah berhenti, Ashton turun lebih dulu dan berniat memegangi Arabella. Tak sengaja gadis itu kehilangan pijakan nya dan hampir terjatuh.


Ashton tak sengaja memegang pinggang gadis itu agar ia tak terjatuh.


" Hati-hati dong !" seru Ashton sambil menatap gadis itu


" Kak Ashton tubuhnya bagus juga, dia pasti rajin berolahraga. Tentu saja, dia kan anggota white knight.. dia pasti kuat juga. Claire yang bodoh, dia malah jatuh cinta pada Eugene si pengecut itu. Di masa lalu bahkan kak Ashton rela mengorbankan dirinya untuk Claire, dia kakak yang baik dan juga pasti dia cocok menjadi pasangan yang baik selain itu dia juga tampan. Claire bodoh.. bodoh kenapa kau menolak kakak Ashton !" batin Arabella kesal sendiri


" Hey apa yang kau pikirkan sampai kau melamun begitu? " tanya Ashton sambil tersenyum


Ashton melepaskan tangannya dari pinggang Arabella.


" Oh tidak, bukan apa-apa. Aku hanya berfikir kalau kau kuat juga ya haha " kata Arabella sambil tertawa


" Tentu saja seorang ksatria pasti kuat, apa kau mengagumi ketampanan ku juga? ayo puji aku " kata Ashton PD


" Ya kau memang tampan juga sih, aku hanya berfikir kenapa si Claire itu menolak mu, kau adalah kakak yang baik pasti akan menjadi suami yang baik juga nantinya. Dia itu bodoh karena menolak kakakku yang kuat dan keren ini " kata Arabella sebal


" Aku sangat keren bukan? tapi aku bukan kakak mu !" seru Ashton


" Kak Ashton? kau kenapa?" tanya Arabella heran melihat Ashton begitu serius


" Abel, aku tidak mau menjadi kakakmu lagi " kata Ashton


" Kau ini bicara apa sih? kau kesambet apa ?" tanya Arabella tak paham


" Aku serius, mulai sekarang aku tidak mau menjadi kakakmu lagi. Hubungan persaudaraan kita putus !" seru Ashton serius


" Eh??" Arabella melongo mendengar nya


" Aku akan kembali ke istana, kau beristirahat lah di rumah jangan keluyuran. " kata Ashton mengingat kan


Arabella melihat kepergian Ashton dengan menunggang kudanya. Ia terlihat bingung dengan sikap Ashton yang tiba-tiba serius.


" Ada apa dengan orang-orang hari ini ? mereka bertingkah sangat aneh, pangeran Aiden dia bersikap dingin secara tiba-tiba, dan secara tiba-tiba juga kak Ashton bertingkah serius. Benar-benar aneh !" seru Arabella bingung


" membuatku sakit kepala saja " batin Arabella merasa pusing


" Nona, nona sudah pulang?" tanya Felix dengan senyuman ramah


" Iya, Felix aku sudah pulang " jawab Arabella lesu


" Nona, ada apa ? apa nona baik-baik saja?" tanya Felix cemas


" Tidak, aku tidak baik-baik saja ! mood ku sangat buruk hari ini, aku butuh makanan manis !" teriak Arabella kesal


" Begitukah? kalau begitu, saya akan membelikan kue pia Bakery kesukaan nona ke pusat kota " kata Felix


" Boleh! aku mau !" seru Arabella cemberut


" Nona terlihat sangat imut kalau sedang marah, dia terlihat seperti anak kucing yang lucu hehe " batin Felix senang


" Baiklah nona, saya pergi dulu " kata Felix sopan


Gadis itu masuk ke dalam rumahnya dan duduk di sofa, ia pusing memikirkan kejadian hari ini. Skandal Claire dan Eugene, Claire akan menjadi putri mahkota dan calon ratu masa depan. Aiden yang tiba-tiba bersikap dingin padanya tanpa ia tau alasannya, dan Ashton yang biasanya suka bercanda, hari ini terlihat sangay serius dengannya. Ia benar-benar bingung dan pusing memikirkan nya, hari itu sangat menyebalkan untuknya. Namun, ia benar-benar ingin menemui Aiden dan bertanya padanya kenapa Aiden bersikap dingin seperti tadi? hal itu membuat nya terganggu dan tidak nyaman, padahal kemarin ia dan Aiden telah memutuskan untuk saling berbagi dan percaya satu sama lainm


***


Aiden berniat menemui Arabella di rumahnya, sebelum itu ia pergi ke Pia bakery untuk membelikan kue coklat kesukaan gadis itu. Disana ia berpapasan dengan Felix yang juga akan membeli kue.


" Arabella pasti akan suka dengan kue nya, aku akan bicara dan minta maaf padanya atas sikap ku tadi " batin Aiden sambil melihat lihat kue yang dipajang


" Yang mulia pangeran, hormat saya " Felix membungkuk sopan


" Oh ternyata kau Felix, kenapa kau ada disini?" tanya Aiden


" Saya membeli kue untuk nona " jawab Felix ramah


" Begitukah? tidak usah beli, aku yang akan membelikan kue untuk nya. " kata Aiden


" Yang mulia akan membelikan nya?" tanya Felix


" Iya, kebetulan aku juga akan menemui nona mu. Aku tau dia suka sekali kue dari toko ini, jadi aku sengaja membelikannya juga " kata Aiden


" Pangeran Aiden sampai datang sendiri ke toko kue hanya untuk membelikan nona kue, padahal dia bisa menyuruh orang untuk melakukannya. Dia pasti sangat menyukai nona, ya dia lebih baik daripada putra mahkota " batin Felix senang


" Baiklah yang mulia, kebetulan suasana hati nona sedang tidak baik. Makanan yang manis manis akan membantu nya meningkatkan mood nya " Kata Felix


" Benarkah? " tanya Aiden


" Mood nya tidak baik itu karena aku atau karena putra mahkota? Tidak peduli karena siapa, aku seharusnya tidak bersikap seperti tadi. Dia pasti sedih" batin Aiden merasa bersalah


Setelah membeli banyak kue coklat, Aiden dan Felix dalam perjalanan kembali ke mansion Reese. Felix membawa semua kue yang dibeli Aiden untuk Arabella, Felix merasa bahwa Aiden adalah pasangan yang cocok untuk nona nya itu dan terus memuji nya.


Di perjalanan itu, seseorang dari dalam kereta mewah melihat ke arah Aiden yang sedang berjalan dan terlihat terpesona padanya.

__ADS_1


" Siapa dia? tampan sekali.." kata gadis di dalam kereta itu


" Iya benar yang mulia, pria itu tampaknya bukan orang biasa " kata pelayan nya membenarkan


" Siapapun dia, aku harus mendapatkannya. Pria tampan itu harus jadi milik Ariana " kata Gadis itu sambil tersenyum menyeringai


***


Di depan mansion Reese, Arabella terkejut karena melihat Eugene datang untuk menemuinya dengan memakai pakaian kstaria.


" Yang mulia, apa maksud anda datang dengan menyamar seperti ini? apa anda mau membunuh saya?" tanya Arabella kesal


" Aku tidak bermaksud begitu, aku kemari ingin menemuimu dan menjelaskan semuanya padamu " kata Eugene memohon


" menjelaskan apa? " tanya Arabella


" Tentang aku dan nona Claire, kami tidak pernah melakukan itu.. jadi kau jangan salah paham. Aku hanya menyukai mu " kata Eugene serius


" Yang mulia saya pernah bilang, kalau saya tidak peduli dengan apa yang anda lakukan. Tidak peduli mau anda bersama siapa, melakukan apa, saya tidak peduli karena saya tidak pernah menyukai anda " kata Arabella menegaskan


" Bagaimana bisa kau berkata begitu? kau seperti ini karena kau sedang marah padaku kan? kau cemburu kan?" tanya Eugene sambil menatap mata gadis itu


" seperti nya anda harus memusnahkan sifat narsisme anda itu yang mulia. Kenapa anda tidak mengerti juga?" tanya Arabella heran


" Arabella.. apa benar kau tidak menyukai ku? sedikit saja? kau benar-benar tidak marah aku bersama dengan nya?" tanya Eugene sedih


" Benar, saya tidak akan pernah menyukai anda. " jawab Arabella tanpa ragu


" Setelah semua yang ku lakukan untukmu, kau masih saja tidak percaya pada ku. Kalau aku hanya menyukai mu seorang, aku bahkan bisa meninggalkan semuanya untukmu. Jabatan ini, semuanya.. tapi kau ternyata.. " Eugene kecewa


" Aku sangat berterimakasih atas semua yang kau lakukan padaku, tapi yang mulia anda juga tidak boleh berbicara omong kosong tentang meninggalkan semuanya hanya untuk saya. Karena itu sungguh bodoh, saya tidak MENYUKAI anda " terang Arabella tegas


" Kenapa ? kenapa hanya aku yang merasakan perasaan ini padanya? kenapa? aku tau, dia seperti ini pasti karena marah padaku.." batin Eugene sakit hati


" Baik lah jika kau tidak menyukai ku, maka akan ku buat kau menyukaiku bahkan jatuh cinta padaku " kata Eugene tajam


" Apa? omong kosong apa lagi yang anda bicarakan ini?! apapun yang anda lakukan tidak akan bisa membuat ku merasakan itu pada yang mulia !" seru Arabella kesal


" Tidak peduli kau menyukai siapa, kau hanya boleh disisi ku. Ya, itu benar.. asalkan aku bisa memiliki nya " batin Eugene berfikir


" Setelah aku menikahi Claire, aku akan menceraikan nya lalu kita bisa menikah. Dan saat itu kau adalah ratu satu-satu nya untukku " kata Eugene sambil memegang tangan Arabella dan mencengkram nya dengan kuat.


" Kenapa dia mengatakan hal seperti ini? dia sudah gila, kenapa dia semakin terobsesi denganku? bukan kah seharusnya dia marah karena aku mengatakan hal-hal buruk padanya, kenapa dia seperti ini?" batin Arabella bingung


" Yang mulia anda sudah diluar batas, tolong lepaskan saya !" seru Arabella kesal


" Tidak peduli hatimu itu milik siapa, tapi kau harus berada disisiku. Tubuh mu ini milikku, kau milikku ! .." kata Eugene dengan tatapan menakutkan


" Kenapa dia seperti ini? dia lebih menyeramkan dari raja psikopat itu?" batin Arabella merasa resah


Eugene memeluk paksa gadis itu, dan Arabella berusaha memberontak tapi tenaga nya terlalu lemah bagi Eugene. Karena pria itu memeluknya sekuat tenaga.


" Yang mulia tolong lepaskan saya! selagi saya masih bisa bicara baik-baik !" seru Arabella


" Hidup atau mati mu, kau hanya bisa jadi milikku " kata Eugene serius


Seseorang datang dan mendorong Eugene dengan keras hingga jatuh ke rumput.


" Berani nya kau seorang kstaria menyentuh nya !" seru Aiden dengan penuh kemarahan


" Aiden?" batin Arabella


Eugene mendongak kan kepalanya dan melihat Aiden dengan penuh kemarahan.


" Kau? putra mahkota kenapa kau ada disini?" tanya Aiden heran


Eugene berdiri dan memandangi Aiden dengan tatapan tidak biasanya.


" Ada yang terjadi? kenapa nona berpelukan dengan putra mahkota?" batin Felix bertanya-tanya


" Aku kesini, tentu untuk menemui kekasihku " jawab Eugene santai


" Apa?" Aiden kaget


Melihat Arabella yang ketakutan, Aiden sudah bisa menyimpulkan kalau Eugene berbuat sesuatu yang memaksanya.


" Kau seharusnya berada di istana dan mempersiapkan pernikahan mu, bukan nya mengatakan omong kosong disini " kata Aiden sinis


" Baiklah aku akan pergi, sayang.. ingat lah apa yang aku katakan ya?" tanya Eugene sambil tersenyum pada Arabella


" Aku tidak akan membiarkan kalian hidup bahagia, Aiden.. Arabella kau hanya milikku seorang " batin Eugene


Gadis itu tampak kesal melihat Eugene tersenyum padanya.


" Dia sudah gila " batin Arabella jengkel


***


Beberapa menit kemudian, di ruang tamu mansion Reese..


" Kemana tuan duke dan tuan Peter? aku tidak melihatnya selama 2 hari ini " kata Aiden bertanya-tanya


" mereka sedang ada tugas di luar daerah baru kembali besok lusa " jawab Arabella cuek


" Oh begitu ya " Aiden merasa canggung


" Bagaimana ini? aku harus mulai dari mana, dari tadi Naomi terus cuek padaku " batin Aiden bingung


" Lalu mau apa yang mulia pangeran kemari?" tanya Arabella ketus


" Yang mulia pangeran? kau bisa memanggilku Aiden seperti biasanya " kata Aiden heran


" Aku sedang tidak ada mood untuk memanggil namamu saat ini " jawab Arabella dingin


" seperti nya dia marah..Ya sudahlah, memang aku yang salah. " batin Aiden sedih


" Aku membawakan kue dari Pia bakery untukmu " kata Aiden ramah


" Setelah bersikap dingin tadi, tiba-tiba dia bersikap ramah dan hangat. Apa apaan?" batin Arabella kesal


" Oh ya, terimakasih simpan saja disitu " kata Arabella dingin


" Kau harus memakan nya sekarang, mumpung kue nya masih hangat " kata Aiden sabar


" Aku tidak mood makan yang manis manis sekarang, aku ingin istirahat. Jadi bisakah yang mulia pangeran pergi sekarang?" tanya Arabella kesal


" Bukankah agar mood mu membaik, kau harus makan yang manis manis. Aku tidak akan pergi sebelum kau memakannya " kata Aiden keras kepala


" Mau mu apa sih? kalau disuruh pergi ya pergi, aku rasa kau juga banyak pekerjaan di istana " kata Arabella ketus


" Aku bisa menunda nya, asal kan aku bisa membujuk mu agar kau tidak marah lagi padaku " kata Aiden sambil tersenyum


" siapa yang marah? bukan nya kau ya yang marah?" tanya Arabella tak mengerti


Gadis itu masih marah dengan sikap Aiden sebelumnya padanya, sementara itu Aiden menatap gadis itu dengan lembut dan penuh harapan. Kedua pasangan itu sama-sama membutuhkan penjelasan.


** Terimakasih sudah mampir di novelku.. tunggu kelanjutannya di bab 40 ya **


jangan lupa like, rate, komen nya untuk menyemangati Author..❤️🙂


Kuis kecil untuk Bab 40



Apakah Claire akan menjadi putri mahkota?


Apakah Eugene benar-benar berubah jadi psiko?


Siapakah gadis yang bernama Ariana itu?


bagaimana kelanjutan hubungan Aiden dan Arabella? apakah akan membaik atau memburuk?

__ADS_1



Tunggu di bab selanjutnya 🙂


__ADS_2