Arrabella Twice Lives

Arrabella Twice Lives
Bab 6 Aiden Theodore Cassius


__ADS_3

Dahulu kala, sebelum kerajaan Clarines makmur dan damai. Putra mahkota Caesar ( raja Clarines selanjutnya ) akan bertunangan dengan putri dari kerajaan tetangga untuk meningkatkan kekuatan kerajaan, atas perintah raja. Tapi, Caesar menentang nya dengan keras.


" Ayah? bukankah ayahanda sudah berjanji kepadaku bahwa ayahanda setuju aku menikah dengan Canaria?" tanya Caesar gusar


" Kau pikir aku tidak tahu kalau kau sudah menikah dengannya secara diam-diam? " tanya Raja kesal dan penuh kemarahan


" Kalau ayah sudah tau kenapa ayahanda masih melarangku ? aku mencintai Ria ayah.." kata Caesar sedih


*Canaria Britney Dan adalah ibu kandung dari Pangeran Aiden Theodore Cassius


" Cinta? cinta itu hanya kelemahan untuk orang seperti kita Caesar, pikirkan lah pendapat orang-orang jika pendamping mu berasal dari kalangan bawah seperti Canaria itu, apa yang akan terjadi pada negeri ini? kau ini calon RAJA " teriak Raja keras


" Ayahanda, aku hanya akan menikah dengannya " kata Caesar teguh


" Kau benar-benar keras kepala Putra mahkota !" seru Raja marah


" Aku tidak akan mendengarkan mu saat ini, percuma saja ayahanda bicara sekarang. Aku akan pergi, hamba mohon pamit ayahanda Raja ! " kata Caesar kesal


Caesar berjalan keluar dari aula kerajaan. Raja melihatnya dengan kesal dan penuh kemarahan " Jangan salahkan aku jika aku mengambil jalan ini, Caesar " gumam Raja seperti merencanakan sesuatu


Setelah pembicaraan nya dengan Raja, Caesar mendatangi rumah dari gadis yang dicintainya dan sudah dinikahi nya secara diam-diam.


" Yang mulia, anda sudah kembali ?" tanya Canaria dengan senyuman hangat di wajahnya


" Iya, aku sudah kembali " Caesar memeluk Canaria dengan erat.


" Ada apa ini yang mulia?" tanya Canaria bingung


" Aku hanya memeluk istriku, apa tidak boleh?" tanya Caesar lembut


" Begitu ya, kau bisa memelukku setiap hari " jawab Canaria senang


Caesar tidak menceritakan apa yang ia bicarakan dengan raja, tapi Canaria sudah merasakan ada sesuatu yang besar disembunyikan Caesar berkaitan dengan Raja, hubungannya dengan Caesar yang tak mungkin mendapatkan pengakuan.


Suatu hari, Canaria mendapatkan undangan dari istana dan ia terlihat senang. Ia menghadiri undangan itu tanpa sepengetahuan Caesar. Semua orang berkumpul di aula kerajaan, Raja dan Caesar akan mengumumkan suatu pengumuman penting.


" Malam ini aku mengundang kalian semua untuk mengumumkan satu hal yang penting bagi negeri. Pertama tama aku akan segera lengser dari jabatan ku, dan akan digantikan oleh putra ku, putra mahkota Caesar!" seru Raja pada semua tamu undangan yang hadir malam itu.


" Hormat kepada yang mulia Raja! hidup putra mahkota!" seru para tamu undangan bersorak bahagia


Canaria tersenyum mendengar nya, ia mengelus-elus perutnya.


" Nak, kau dengar itu? ayahmu akan menjadi seorang raja. Kau bahagia kan?" Canaria berbicara pada perutnya itu


" setelah ini aku akan memberitahu ayahmu bahwa kau ada dalam rahim ku nak " kata Canaria dalam hatinya


" Dan berita penting dan baik yang kedua, putra mahkota akan menikah dengan putri Freya De Monique dari kerajaan Lostia " kata Raja


*Putri Freya adalah ibu kandung dari Putra Mahkota Eugene dan Putri Camille


Canaria terkejut mendengar itu dan terlihat syok. Begitu pula dengan Caesar yang kaget melihat Canaria hadir di pesta itu.


" Putra mahkota, putri Freya.. silahkan maju ke depan !" seru Raja pada putra mahkota Caesar dan gadis muda,cantik yang ada di depannya itu.


" Canaria, kenapa dia bisa ada disini?" batin Caesar bingung dan panik


Mata Canaria berkaca-kaca seolah ia akan menangis, sakit hati menyaksikan itu. Canaria tidak tahan lagi dan langsung meninggalkan pesta.


Sementara Caesar yang akan menyusulnya malah ditahan karena harus melakukan upacara pertunangan dengan Freya.


***


Setelah itu Canaria pergi tanpa jejak apapun dan meninggalkan Caesar. Caesar terus mencarinya meskipun ia sudah menjadi raja dan menikah dengan Freya.


Hati Caesar semakin terluka dan merasa bersalah saat mengetahui bahwa Canaria melarikan diri dan tengah mengandung anaknya.


Setelah 7 bulan berlalu, Caesar menemukan Canaria berada di salah satu desa terpencil di negeri Londo.


" Kenapa kau kemari yang mulia?" tanya Canaria sakit hati


" Kenapa kau bertanya seperti itu? aku sudah mencarimu kemana-mana selama ini, Ria " Caesar bicara dengan penuh kecemasan


" Kenapa anda mencari saya yang rakyat jelata ini? " tanya Canaria ketus


Caesar menangis dan memeluk Canaria, namun ia menolak pelukan Caesar dengan mendorongnya.


" Kenapa kau pergi? " tanya Caesar sedih


" Kau masih bisa bertanya kenapa aku pergi?" tanya Canaria heran


" Aku punya alasan kenapa aku menikahi nya, aku berniat menjelaskan nya padamu, tapi kau keburu pergi. Ria, kau, aku dan anak kita ayo kita kembali " Caesar membujuk


" Kembali kemana? aku tidak peduli pada alasanmu menikah dengan putri itu, aku tidak mau tau !" seru Canaria marah sambil menangis


" Aku akan membawamu dan anak kita ke istana. " kata Caesar


" Apa? kau ingin aku tinggal diistana? dan menjadi selir mu? begitu maksud mu?" tanya Canaria sedih


" Iya itu memang rencana ku, setelah pernikahan politik ini selesai , aku hanya butuh 3 tahun. Setelah itu hanya kau istriku satu-satu nya " kata Caesar meyakinkan


Canaria menolak mentah-mentah ajakan Caesar untuk menjadi selir di istana Clarines, karena sejak awal ia tidak ingin berbagi cinta Caesar dengan siapapun. Dan ia juga tahu bahwa ratu Freya mencintai Caesar, sama hal nya seperti dirinya. Caesar dan Canaria berargumen, dan berdebat hingga membuat Canaria syok berat dan akhirnya ia melahirkan.


" Selamat yang mulia, bayi nya laki-laki sehat dan tampan seperti yang mulia " kata dokter yang menggendong bayi itu


" Bayiku? " tanya Caesar gembira


Caesar menggendong bayinya dengan perlahan lahan. Ia berbicara dengan Canaria yang baru melahirkan dan akan membawanya ke istana. Namun, setelah itu Canaria membawa kabur bayinya dari Caesar dan tetap tidak mau pergi ke istana bersamanya. Ia tidak mau kelak bayi nya tidak akan bahagia bila tinggal diistana.


Caesar terus mencari keberadaan Canaria, dan akhirnya ia mendapatkan kabar kematian Canaria dari seorang pedagang. Pedagang itu mengatakan bahwa Canaria bunuh diri, dan membuang bayinya. Caesar berduka dengan kematian Canaria, ia membawa bayi itu ke istana. Namun, semua orang diistana tidak menerima bayi itu karena itu adalah bayi dari Canaria yang seorang rakyat jelata. Harapan Caesar yang tadinya menjadi kan bayinya itu putra mahkota pun musnah.


Caesar tak punya pilihan lain untuk menyelamatkan bayinya itu, ia pergi ke perbatasan Londo tempat adik Canaria tinggal. Caesar menyerahkan bayi itu padanya.


" Saya memang kesal pada anda yang mulia saya juga membenci yang mulia, tapi saya berterimakasih pada yang mulia " kata Yurian sambil menggendong keponakannya yang masih bayi itu


" Jangan berterimakasih padaku, dosaku sudah tidak terhitung pada Canaria. Tolong, rawat lah anak ini Yurian " kata Caesar memohon


" Tanpa Anda minta pun saya akan merawat bayi ini dengan baik, dia keponakan saya. Harta satu-satu nya yang ditinggalkan nya. " kata Yurian

__ADS_1


" Aku bisa mengandalkan mu, ini permintaan dari Canaria bahwa ia tidak ingin anak ini tinggal di dalam istana. " kata Caesar


" Ya aku tau yang mulia Raja. Tapi kenapa anda selalu memanggil anakmu dengan sebutan bayi ini. Apa kau belum memberinya nama?." tanya Yurian heran


" Namanya Aiden, Aiden Theodore Cassius " jawab Caesar



...( Ilustrasi Aiden Theodore Cassius )...


Begitulah Caesar memberi nama anak sulung nya itu, setelah itu Caesar kembali ke kerajaan dan memimpin kerajaan. Ia juga memiliki seorang putra dan putri dari ratu nya, yang diberi nama Eugene Theodore Cassius, dan Camille Theodore Cassius. Meskipun sang raja tak pernah menemui Aiden di tempat pengasingan itu, tapi ia selalu menyuruh orang untuk mengawasi dan menjaganya. Bahkan semua kebutuhan Aiden dan Yurian selama tinggal disana, di bantu oleh sang Raja.


Aiden tumbuh menjadi anak pemberani, baik hati, ia pintar dan memiliki paras tampan seperti sang Raja dan ciri khas bola mata nya yang mirip dengan sang Raja. Begitulah, kenapa Aiden di panggil sebagai " Pangeran yang terbuang ".


***


Yurian, Lorenzo dan Demian sedang minum teh bersama.


" Bagaimana? apa ceritanya masih kurang lengkap?" tanya Yurian pada Demian dan Lorenzo


" Aku baru tau ada cerita seperti itu tentang yang mulia pangeran, aku tidak tahu se detail itu " kata Lorenzo


" Kalian sudah janji, jangan katakan apapun pada Aiden " kata Yurian mengingat kan


" iya tentu saja Bibi Yurian " kata Demian sambil tersenyum


Lorenzo kelihatan sedang berfikir sesuatu dan terlihat melamun.


" Lorenzo ? ada apa?" tanya Yurian


" Cerita bibi barusan, ada yang aneh " jawab Lorenzo


" Aneh? bagian mana?" tanya Yurian


" Entah kenapa aku merasa ada yang ganjil dengan kematian kakak bibi Yurian, aku rasa dia tidak mungkin bunuh diri " Lorenzo mengemukakan pendapat nya


" Kenapa kau bisa berfikir begitu?" tanya Demian bingung


" Karena nyonya Canaria sangat menyayangi yang mulia pangeran, tidak mungkin dia meninggalkan yang mulia pangeran begitu saja " terang Lorenzo


" Kau berfikir persis seperti ku, Lorenzo. Memang aku juga berfikir begitu, tapi semua bukti saat itu mengatakan bahwa kakakku bunuh diri. Ia bahkan meninggalkan surat wasiat, kematiannya masih menjadi misteri " kata Yurian dengan nada yang sedih.


Suara pintu terbuka membuat ketiga orang itu kaget.


" Kalian sedang apa ? lama sekali !" seru Aiden kesal


" Oh keponakan ku yang lucu, kami hanya sedang minum teh " kata Yurian sambil tersenyum


" Iya benar.. kami sedang minum teh buatan bibi Yurian " kata Demian


" Kalian mencurigakan tau! apa kalian sudah bersiap-siap?" tanya Aiden pada kedua pengawalnya sekaligus sahabatnya


" sudah, kita tinggal berangkat saja yang mulia " kata Lorenzo


Sebelum berangkat Aiden berpamitan pada bibi nya itu.


" Jaga dirimu baik-baik, Aiden. " kata Yurian lembut


" Benarkah bibi tidak mau ikut denganku ke istana?" tanya Aiden berharap


" Aku tidak bisa pergi, kalau aku pergi siapa yang akan mengurus suamiku dan sepupumu disini " kata Yurian sambil tersenyum


(" Entah apa yang Raja pikirkan, dia memanggilku setelah 10 tahun dia mengirimku kesini. ") batin Aiden


" Baiklah bibi, kau paman Lart dan Yuriel jagalah diri kalian " kata Aiden


Aiden, dan kedua pengawalnya segera berangkat menggunakan kuda untuk pergi ke istana. Namun, di dalam hati Aiden dia tidak ingin ke istana karena ia hanya ingin bertemu Arabella.


***


Sementara itu di istana, Arabella dan seluruh keluarga nya bersiap-siap untuk pulang ke rumah mereka sendiri.


" Kau benar sudah tidak apa-apa? " tanya Ethan cemas


" Iya kakak, aku sudah baik-baik saja. Tapi, aku kesal pada kalian !" seru Arabella menunjuk kepada kedua kakaknya


" kesal pada kami?" tanya Peter dan Ethan tak mengerti


" Iya, aku marah pada kalian. Kenapa kalian menghukum Felix, Layla dan Daisy ? mereka tidak bersalah ! aku yang pergi keluar dari mansion sendiri!" seru Arabella kesal


" Tetap saja mereka harus dihukum, karena tugas mereka melindungimu tidak dilakukan dengan baik hingga kau terluka seperti ini " terang Ethan tegas


" Seperti biasanya, kak Ethan paling tegas dan menyebalkan " gumam Arabella kesal


" Sudahlah, kita bicara saat di rumah nanti. Ayah sudah menunggu di rumah " kata Peter


Arabella dan kedua kakaknya berjalan menuju ke luar istana, tapi disana mereka bertemu dengan Eugene dan Johny.


" Salam, yang Mulia putra mahkota " Arabella dan kedua kakaknya memberi hormat


" Kereta kerajaan sudah menunggu diluar untuk mengantar kalian kembali ke kediaman Duke. " kata Eugene


" Baik yang mulia, terimakasih atas perhatiannya yang mulia " kata Ethan dan Peter


(" Ada apa dengannya? dimasa lalu dia sama sekali tidak pernah melirikku. Sekarang aku merasa masa lalu sedikit berubah, termasuk Eugene. Ini tidak nyaman ") batin Arabella bingung


" Sebelum kalian pergi , aku ingin minta izin kepada kedua putra tuan duke terlebih dulu " kata Eugene sambil tersenyum


" Permintaan apa itu yang mulia?" tanya Ethan sopan


" Aku ingin bicara sedikit dengan nona Arabella, kalian bisa pergi duluan" jawab Eugene


" Yang mulia ..tapi.. itu " kata Peter cemas


" Tenang saja, aku akan mengantar nya kembali ke mansion " kata Eugene tegas


" Baiklah yang mulia " kata Peter dan Ethan

__ADS_1


(" apa tidak apa-apa putra mahkota bicara dengan Abel ?") batin Peter berfikir


Eugene mendapat izin untuk bicara dengan Arabella. Eugene mengajak Arabella duduk di kursi taman.


" Ada apa ini? kenapa dia mengajakku bicara tiba-tiba? menyebalkan sekali, ingin sekali ku cakar wajahnya sekarang!" batin Arabella kesal


" Kenapa kau selalu begitu, nona Arabella?" tanya Eugene heran melihat wajah Arabella yang terlihat tidak suka


" Selalu begitu bagaimana yang mulia?" tanya Arabella


" Kau selalu menunjukkan ketidaksukaan mu saat bersamaku, apa aku pernah membuatmu marah?" tanya Eugene


(" kau membuatku lebih dari marah Eugene ") batin Arabella


" Itu tidak mungkin, kita baru bertemu lagi hari ini. Mana mungkin saya tidak menyukai anda yang mulia " kata Arabella sambil memaksakan tersenyum


" Lucu sekali, dia selalu memaksakan tersenyum saat bersamaku " batin Eugene kesal


" Apa ini trik baru untuk menarik perhatianku?" tanya Eugene dengan senyuman tipis di wajahnya


" A..apa yang mulia katakan?" tanya Arabella terkejut


" Kau ingin menarik perhatian ku dengan cara ini kan ? aku akui ini sedikit berhasil, nona Arabella " perlahan wajah Eugene mendekati wajah Arabella


(" Dia sudah berada di level tingkat tinggi kepercayaan dirinya ITU !") batin Arabella kaget


" Yang mulia sepertinya anda salah paham hehe " Arabella tertawa kecil


" Salah paham apanya? kau tidak ingat waktu kecil kau selalu mengatakan ingin menjadi istriku dan menjadi putri mahkota, semua orang tau itu kalau kau suka padaku. Tapi, sekarang saat kita bertemu kau menunjukkan seolah-olah kau tidak pernah menyukaiku, kalau bukan untuk menarik perhatianku, apa itu namanya?" tanya Eugene menebak


" sepertinya tingkat ke narsis san mu itu sudah melewati batasan, yang mulia " kata Arabella ketus


" Apa?" Eugene terperangah


" Akan saya luruskan beberapa hal dan anda harus dengarkan saya baik-baik. Pertama, memang dulu saya pernah menyukai anda tapi itu hanyalah cinta monyet belaka, dan kedua, sekarang ! saya sudah tidak tertarik lagi dengan yang mulia atau putri mahkota, dan jika harus menjadi istri seseorang, orang itu bukanlah ANDA yang mulia " terang Arabella merasa kesal


" Hahaa.. hahaha .. " Eugene tertawa keras.


Hingga kedua pengawal yang ada disampingnya panik karena Eugene dikira sedang marah jika tertawa seperti itu.


" berdoalah semoga selamat nona Arabella" batin pengawal 1 ketakutan


" Celaka, nona Arabella. Kau membuat yang mulia marah " batin pengawal 2 ketakutan


Arabella tanpa gentar dan rasa takut, ia memelototi Eugene yang adalah putra mahkota.


" Kau benar-benar lucu sekali nona Arabella " kata Eugene sambil tersenyum


" Saya tidak bercanda yang mulia, yang saya katakan itu serius!" seru Arabella merasa sebal


" Jadi begitu ya? kau tidak menyukaiku lagi?" tanya Eugene sambil tertawa kecil


" Yang mulia malah tertawa seperti itu, apa dia benar-benar marah? atau tidak?" batin pengawal 1 heran melihatnya


" Iya, aku tidak menyukaimu lagi. Jika tidak ada yang ingin kau bicarakan lagi, saya akan pergi " kata Arabella merasa sebal


" Kau sangat tidak sabaran rupanya, setelah menggodaku kau mau pergi begitu saja, kau nakal ya " Eugene tersenyum senang


Kedua pengawal yang berdiri disampingnya kaget mendengar nya dan tidak menyangka Eugene akan mengatakan hal seperti itu, bahkan tertawa dengan lepas.


" Apa anda sudah gila, yang MULIA? siapa yang menggodamu? aku ingin sekali mengatakan itu, tapi bagaimana pun juga dia adalah putra mahkota !" Arabella mengutuk Eugene dalam hatinya


" Seperti nya anda menganggap perkataan saya barusan adalah lelucon. " Arabella merasa sebal


" Tentu saja, bagaimana bisa gadis kecil seperti mu mengalihkan pandangan nya begitu saja dari pria terbaik di negeri ini" kata Eugene narsis


" Pangeran mahkota benar-benar narsis, dia sepertinya tertarik pada nona Arabella " batin salah satu pengawalnya


(" Dulu dia tidak seperti ini, kenapa aku baru tau dia senarsis ini ?" ) batin Arabella terkejut


" Saya sudah bilang, saya TIDAK menggoda anda !" seru Arabella


" Tidak menggoda? bagaimana bisa kau bilang begitu, ketika kau sudah menarik perhatian ku ?" tanya Eugene sambil memegang tangan Arabella


(" Dia sudah gila !") batin Arabella kesal


Arabella segera menghindar dengan cepat, ia membungkuk dan memberi hormat pada Eugene untuk berpamitan pergi.


" Maafkan saya yang mulia, saya harus segera kembali ke mansion Reese,saya sudah terlalu lama disini. " Kata Arabella sambil menahan kesal


(" Aku menghabiskan waktuku yang berharga untuk balas dendam hanya untuk mendengarkan mu mengoceh hal tidak penting. Menyebalkan kau Eugene") batin Arabella kesal


(" Lihatlah ekspresi wajahnya itu, dia pasti sedang mengutukku di dalam hatinya. Lucu sekali, sangat manis ") batin Eugene senang


" Baiklah, kau boleh pergi. Aku akan mengantarmu " kata Eugene


" Ya tentu saja,.. ha..? apa anda bilang? anda bilang akan mengantarku?" tanya Arabella kaget


" Ya, aku sendiri yang akan mengantarmu " kata Eugene sambil tersenyum


" Saya rasa tidak sopan, bagi yang mulia Putra Mahkota yang terhormat mengantar seorang gadis bangsawan biasa seperti saya. Jadi, saya rasa tidak perlu yang mulia, saya berterimakasih atas kebaikan hati yang mulia " Arabella tersenyum terpaksa


" Ini bukan permintaan loh nona Arabella, Ini PERINTAH , apa kau masih akan membantah perintah?" tanya Eugene sambil tersenyum


" Bagaimana bisa kau tersenyum seperti itu?" Arabella bergumam pelan dan merasa kesal


" Apa yang kau katakan?" tanya Eugene yang tak mendengar nya


" Maksud saya, baiklah yang MULIA. " jawab Arabella akhirnya


Arabella dan Eugene berada di dalam kereta kerajaan.


" Apa dia tidak sibuk? masih sempat-sempatnya dia mengantarku? kenapa dia selalu mengangguku baik dimasa lalu maupun masa sekarang? menyebalkan sekali, orang yang membunuhku di masa lalu, sekarang malah baik padaku. Sungguh ironis sekali. Entah apa rumor yang akan beredar, ketika dia mengantarku pulang sendiri ke mansion. Setelah pesta dansa itu pun, rumor tentang aku dan si Eugene ini terus memanas, di tambah dengan kejadian ini akan semakin memperkeruh keadaan. Namun, hal baiknya adalah bahwa aku bisa mencegah Claire menjadi putra mahkota dan mencegah Oscar berkuasa. Aku sebenarnya tidak ingin terlibat dengan keluarga kerajaan lagi setelah teringat masa lalu ku tentang mereka yang kejam, di masa lalu aku tidak menjadi putri mahkota maka dimasa sekarang juga aku tidak akan menjadi putri mahkota. Aku akan mencarikan alibi dan kandidat putri mahkota untuk putra mahkota. Ya, itu rencana yang bagus. Ah aku baru kepikiran dan teringat sesuatu, pangeran Aiden putra yang mulia Raja dari pengasingan, bukankah dia akan segera kembali? di masa lalu aku tidak terlalu kenal dengannya dan melihat punggungnya saja. Dia tidak berambisi menjadi putra mahkota, karena membenci anggota kerajaan, aku dengar dari kak Ethan dulu bahwa saat keluargaku dituduh melakukan pemberontakkan, dia membela keluargaku meskipun itu tidak berhasil. Haruskah aku berterimakasih padanya juga, sama seperti aku berterimakasih pada Layla, dan Daisy yang mengorbankan nyawanya untukku di masa lalu? Seperti apakah pangeran Aiden itu? aku rasa dia mungkin adalah pria yang baik. Aku ingin bertemu dengannya " batin Arabella berfikir


Tanpa Arabella sadari, Eugene dari tadi terus memperhatikan nya.


" Apa yang dia pikirkan sehingga tenggelam dalam pikirannya seperti itu? apa dia memikirkan pria lain? tidak mungkin, aku sudah menggali beberapa informasi dari mata-mataku dia tidak pernah dekat dengan pria manapun kecuali kedua kakaknya, pengawalnya dan Ashton. Dan dia hanya menyukaiku selama ini "batin Eugene berfikir dan mulai cemburu

__ADS_1


__ADS_2