Arrabella Twice Lives

Arrabella Twice Lives
Bab 67 Punishment


__ADS_3

***


.


.


1 jam sebelum pengadilan di mulai, Ratu menemui Oscar di penjara dan berbicara dengan terdakwa itu.


" Yang mulia ratu, saya tau anda akan datang kemari. " kata Oscar senang


" Iya aku memang ingin bicara denganmu " kata Ratu


" Saya tau anda akan datang dan membantu saya " Oscar tersenyum


" Tidak, aku kesini untuk meminta maaf. Aku tidak bisa jatuh bersama dengan mu " kata Ratu dengan nada suara dingin


" Yang mulia ratu.. apa maksud anda?" tanya Oscar


" Aku bisa membuat hukuman mu lebih ringan, tapi kau tidak boleh membocorkan keterlibatan ku dalam insiden ini.." kata Ratu tegas


" APA? jadi yang mulia mau angkat tangan dari semua ini?" tanya Count Oscar


" Aku tidak angkat tangan, aku akan membantumu mengurangi hukuman di pengadilan nanti. Kuharap kau mau bekerja sama " kata Ratu dingin


" Kalau yang mulia ratu ingin membantu saya, maka harusnya yang mulia ratu jangan biarkan saya sampai dihukum ! bebaskan saya dari hukuman !" kata Count Oscar


" Jangan meminta lebih dari ku Count Oscar, kau harusnya bersyukur aku masih mau membantumu. Ini salah mu dan keponakan mu yang bodoh itu, hingga masalah ini sampai ke permukaan. Karena kau dan keponakanmu, posisi putra mahkota semakin sulit. Tapi kau tenang saja, aku akan tetap menolongku meringankan hukuman, aku sudah bicara dengan raja dan membujuknya. Aku juga sudah menyuap hakim, dia tidak akan menghukum mu dengan terlalu berat " jelas Ratu


" Jadi saya akan tetap dihukum? bagaimana bisa yang mulia ratu melepaskan saya seperti ini?!!" kata Oscar kesal


" Aku tidak pernah melepaskan mu, makanya aku membantumu juga. Tapi kau tetap tidak bisa bebas dari hukuman "


" Saya akan membongkar semua kejahatan yang mulia dan saya kalau yang mulia tidak bisa membebaskan saya dari hukuman !" kata Oscar tegas


" Kau berani mengancam ku? seperti nya aku terlalu baik padamu !"


" Yang mulia pikir, saya melakukan ini untuk siapa? itu untuk menutupi kebusukan Ratu sendiri !" seru Oscar


" Kalau sampai kau mengeluarkan satu kata yang menyulitkan ku dan putra mahkota di pengadilan nanti, jangan salah kan aku kalau aku akan menggali makam Viona tersayang mu itu ! " kata Ratu balik mengancam


Oscar mengepal tangannya dengan kesal.


" Jika soal Viona si jalang itu , kau tidak bisa berbuat apa apa ya?" Ratu tersenyum menyeringai


" Jangan panggil dia seperti itu ! dia bukan wanita jalang !" teriak Oscar marah


Ratu menunjukkan raut wajah dinginnya dan ia sekali lagi mengancam Oscar untuk menuruti nya. Oscar tidak bisa berbuat apa apa karena ia mengungkit soal kuburan Viona, matanya menunjukkan kemarahan kepada Ratu itu. Dalam hatinya ia berfikir apakah sudah terlambat untuk berubah? apakah sudah terlambat untuk nya kembali ke jalan yang benar? selama ini hatinya di tutupi kegelapan karena kematian dari orang yang di cintai nya. Ia membenci orang dengan membabi buta, tanpa alasan yang jelas.


Yang jelas ia tau bahwa semua perbuatannya selama ini adalah salah ! bekerja sama dengan ratu pun adalah sebuah kesalahan besar untuknya, termasuk menjadi kaki tangan Ratu untuk membunuh Canaria.


***


.


.


Arrabella memasuki ruang pengadilan bersama dengan ayah dan kedua kakak nya. Mereka duduk di kursi yang sudah di sediakan, Raja juga menghadiri pengadilan hari itu.


Claire dan Oscar berdiri di tempat terdakwa, Arrabella terlihat tegang, Duke Reese berusaha menenangkannya.


" Tidak apa, ada ayah disini " kata Duke Reese hangat


" Iya ayah "


" Ini pertama kalinya aku masuk ke ruang sidang, aku tidak tau apa yang harus aku lakukan " batin Arrabella


Di depan mereka duduk seorang hakim, jaksa, saksi, penuntut umum, penyidik dan penasehat. Dan ada beberapa bangsawan yang menjadi lembaga swadaya masyarakat.


" Hari ini pada tanggal xxx bulan xxx tahun xxxx akan dilangsungkan sidang tertutup dalam kasus meracuni putri Arabella Naomi De Reese dengan terdakwa Claire Collete dan Count Oscar Colette "


Claire dan Oscar tampak tidak bisa berbuat atau berkata apa apa, mereka hanya mendengarkan hakim, jaksa dan saksi yang sudah membawa bukti bukti yang memberatkan mereka.


Entah kenapa Arrabella tetap tidak merasa puas atau senang seperti yang ia pikirkan, ia merasa biasa saja bahkan kemarahan nya lenyap saat melihat wajah kedua tersangka itu terlihat tak berdaya. Padahal harusnya ia marah atau kesal, geregetan atau malah murka kepada kedua orang itu. Apakah ini hati nuraninya? setelah apa yang mereka lakukan padanya, ia tetap saja merasa iba pada mereka.


Setelah 2 jam persidangan itu berlangsung, hakim memberikan kesempatan Claire dan Oscar berbicara sebelum mereka akan dijatuhi hukuman dan sebelum hakim memutuskan hasil akhirnya.


" Apa terdakwa Count Oscar mengakui semua kejahatan yang dituduhkan pada anda? " tanya Hakim tegas


" Ya saya mengakuinya " jawab Count Oscar malas


" Katakan yang jelas ! " ujar Hakim


" Saya mengakui bahwa saya terlibat dalam kejahatan meracuni putri Arrabella Naomi De Reese dan juga melakukan pembunuhan terhadap salah satu pelayan kediaman Reese yang bernama Layla " kata Oscar menjelaskan tanpa ekspresi


Ratu melihat itu dari kejauhan dan tersenyum senang. " Bagus, dia tidak mengatakan apapun " batinnya


" Dan putri mahkota Claire Collete, apa anda mengakui kejahatan anda ?" tanya hakim


" Iya saya menerima semua tuduhan " jawab Claire


" Kenapa paman menyuruhku diam saja? kenapa juga ratu tidak membela kami? kalau begini, aku akan tamat " batin Claire ketakutan


" Karena terdakwa mengaku bersalah atas semua tuntutan. Maka saya selaku hakim dalam persidangan pada hari ini dan lembaga masyarakat Clarines telah menyepakati hukuman untuk Count Oscar dan putri mahkota Claire Collete. Untuk Count Oscar, Atas kejahatan nya membunuh dan meracuni orang tidak bersalah, ia dicabut dari gelar kebangsawanan nya dan menjadi rakyat biasa, tuan Oscar akan diasingkan ke sebuah desa terpencil jauh dari Clarines, dan untuk putri mahkota Claire Collete yang sudah menodai nama baik keluarga kerajaan Clarines dan namanya sebagai putri mahkota karena telah melakukan kejahatan serius kepada putri Arrabella, maka hukuman untuknya adalah gelar kebangsawanan nya dan juga gelar nya sebagai putri mahkota akan dicabut, nona Claire akan di asing kan ke pedalaman yang jauh dari Clarines " Hakim menjelaskan keputusannya


Keluarga Reese kaget mendengar keputusan hakim yang menurut mereka terlalu ringan untuk Claire dan Oscar.


" Tuan Hakim yang terhormat ! maaf saya menyela ! saya tidak terima dengan keputusan ini ! " ujar Duke Reese menentang


" Benar, saya sebagai kakak dari korban tidak terima jika tersangka hanya mendapatkan hukuman ringan seperti itu. " kata Ethan protes

__ADS_1


" Wow.. sir Ethan terlihat sangat keren " batin Ariana sambil melihat ke arah Ethan


" Adik saya mengalami penyakit yang mungkin akan dia derita seumur hidupnya, belum lagi mereka berdua membunuh pelayan untuk tutup mulut ! kenapa hukumannya hanya ini saja?" tanya Peter marah


" Saya sependapat dengan dua bersaudara keluarga Reese, bagaimana pun juga putri Arrabella sudah menjadi tunangan saya dan anggota kerajaan Clarines. Kejahatan terhadap anggota kerajaan hukuman nya akan berat !" kata Aiden tegas


Setelah keluarga Reese angkat bicara, beberapa bangsawan juga mengajukan protes akan hukuman yang di tetapkan hakim, menurut mereka hukuman ini cukup ringan untuk keluarga Collete. Mereka menghujat Claire dan Oscar yang membuat Arrabella menjadi mandul.


Untuk pertama kalinya Claire meneteskan air mata kesedihan, saat Eugene memalingkan wajahnya seolah ia kasat mata.


" Berakhir sudah.. aku tidak bisa bersama denganmu lagi. Hidupku sudah hancur.." batin Claire sakit hati


Keributan terjadi di ruang sidang, akan tetapi keputusan hakim tidak bisa diganggu giat dengan alasan bahwa Oscar pernah berjasa untuk membangun kerajaan Clarines di masa lalu, dan mengingat jasa nya itu hukuman ini dirasa sudah cukup untuk nya.


Lalu bagaimana dengan Arrabella? apa dia merasa puas dengan hukuman Claire dan Oscar?


Setelah persidangan berakhir..


Semua orang bubar dari ruang sidang kerajaan, gadis itu masih diam dan tak mengatakan sepatah kata pun setelah keputusan final dari hakim.


" Abel kenapa kau tidak mengajukan keberatan atau banding saat hakim bertanya padamu?!" tanya Peter


" Apa kau pikir mereka cukup hukum hanya segitu saja? kalau aku sih tidak terima !" tanya Ethan tak paham


" Aku juga tidak puas, tapi mereka akan mendapatkan hukuman yang lebih berat nantinya " gumam Arrabella pelan


" Kau bilang apa?" tanya Peter tak mendengar


" Tidak apa, aku mau pulang. Aku lelah.." kata Arrabella santai


" Semoga saja Duke Zena bisa dengan cepat menemukan Kei dan mengorek informasi darinya. Semoga, kematian nona Canaria akan cepat terbongkar. " batin Arrabella


" kenapa dia sangat tenang? apa yang dia sembunyikan " batin Ethan curiga pada Arrabella


***


Arrabella dan Ariana pulang ke mansion Reese. Pada hari itu mereka semua berkumpul dan makan siang bersama. Suasananya hangat dan Ariana sangat senang bisa makan bersama keluarga Reese.


" Maafkan kami tuan putri, anda harus tinggal di kediaman kami yang kecil ini " kata Duke Reese merendah


" Tidak apa, saya senang karena anda sudah mengizinkan saya tinggal disini "


" Tentu saja, anda adalah teman Arrabella. " kata Duke Reese ramah


Peter yang sedang makan sempat sempatnya memperhatikan Ariana dan Ethan. Ariana terlihat melihat ke arah Ethan dan menunjukkan ketertarikan nya pada Ethan. Sementara Ethan cuek cuek saja dan fokus pada makanannya.


" Ada apa ini ? apa ada sesuatu yang aku tidak tahu? mungkinkah putri Ariana.. " batin Peter berfikir


" Bahkan dia terlihat tampan saat sedang makan, hu.. manisnya " batin Ariana terpesona


" Seperti nya putri Ariana benar benar menyukai kak Ethan " batin Arrabella


" Ah? apa? tidak ada !"


" Lalu kenapa yang mulia melihat saya terus?" tanya Ethan tak suka


" Itu karena kau sangat tampan " jawab Ariana tanpa sadar


Arrabella, Peter, Ethan dan Duke Reese tercengang mendengarnya.


" Ya ampun, kok aku bisa keceplosan " batin Ariana merasa malu


" PFutt.. haha..." Peter tertawa


Ariana terlihat malu karena ia ketahuan memiliki perasaan pada Ethan secara terang terangan, namun pemeran pria nya malah cuek cuek saja.


***


Sore itu, Aiden pergi ke mansion Reese ia berniat membawa kekasihnya itu jalan jalan untuk membuat perasaan wanita itu lebih baik.


" Maaf yang mulia tapi aku tidak bisa meninggalkan putri Ariana sendirian" kata Arrabella


" Apa? tapi Naomi.. "


" putri Arrabella tidak apa, di rumah juga kan ada sir Ethan dan tuan Peter yang sedang libur. Aku bisa ditemani mereka. " kata Ariana


" benarkah tidak apa apa?" tanya Arrabella


" Iya, aku mengerti kalian pasangan kekasih pasti ingin berduaan kan? pangeran Aiden tolong jaga putri Arrabella baik baik " kata Ariana tulus


" Memangnya anda siapa bicara begitu? " tanya Aiden kesal


" Ah.. sudah sudah, mari kita pergi yang mulia. Putri Ariana, saya pergi dulu ya " kata Arrabella


" Oke,semoga kencannya menyenangkan " kata Ariana menyemangati


Pada akhirnya Aiden dan Arrabella pergi jalan jalan keluar. Aiden mengajak Arrabella makan di restoran yang sering mereka datangi.


" Aku bisa melihat kau tidak puas dengan hukuman yang mereka terima, haruskah aku minta pada Baginda raja untuk memberatkan mereka lagi?" tanya Aiden cemas


" Tidak usah, hal yang berat dan tidak terduga akan menanti mereka selanjutnya. Kita cuma bisa menunggu dulu " kata Arrabella santai sambil memakan makanannya


" Jangan jangan kau punya rencana yang tidak aku ketahui?" tanya Aiden


" Apa yang mulia mau tau?" tanya Arrabella


" Hm.. iya " jawab Aiden


" Pembunuh ibu mertua ku akan segera terbongkar " kata Arrabella

__ADS_1


" Ibu mertua? siapa ibu mertua mu?" tanya Aiden


" haha.. tentu saja itu adalah ibu yang mulia pangeran, memangnya siapa lagi " Arrabella tertawa


" Sudah lama tidak melihatmu tersenyum, syukurlah.. " kata Aiden


" Tanpa sadar aku tersenyum " batin Arrabella heran


" Iya.. "


" Kau semakin cantik "


" Jangan menggombal terus !" seru Arrabella


Aiden dan Arrabella berjalan jalan di kota dengan senang. Aiden memberikan Arrabella makanan kue coklat kesukaannya.


" Katanya makan coklat bisa membuat mood lebih baik, entah itu benar atau tidak " kata Aiden


" sebagian nya benar " jawab Arrabella


" Apa hatimu merasa lebih baik?" tanya Aiden


" Ya, berkat yang mulia " jawab Arrabella


" terimakasih sudah hadir di dalam kehidupan ku kali ini, semuanya berubah lebih baik karena kehadiranmu " Arrabella tersenyum


" Tidak usah berterimakasih, seharusnya aku yang minta maaf karena tidak melakukan ini dari dulu. Harusnya aku muncul lebih awal dan melindungi mu seperti ini, jika aku muncul lebih awal kau tidak akan mengalami kepedihan dan penderitaan karena orang orang itu." kata Aiden merasa bersalah


" Aku memang masih teringat kehidupan ku yang lalu, tapi semuanya baik baik saja sekarang. Aku sangat sangat bersyukur karena ada yang mulia " Arrabella tersenyum menatap pria yang ada di hadapannya itu dengan penuh cinta


" Aku kan sudah pernah bilang, panggil aku Aiden saat kita sedang berdua "


" Tidak bisa begitu, ini di tempat umum jadi kita tidak hanya berdua " kata Arrabella


" Oh, apakah ini cara baru untuk mengajak berduaan?" tanya Aiden tersenyum


" Ah.. A..Apa?" tanya Arrabella polos


" Kalau begitu, ayo kita berduaan saja !" Aiden menggandeng tangan wanita disampingnya itu dan menatapnya dengan agresif


Wajah wanita itu memerah dan ia teringat ciuman panas yang pernah mereka lakukan saat di camp pedang.


" Ya.. yang.. mulia.." Arrabella gugup


Mereka duduk di sebuah kursi di taman kota..


Aiden mencondongkan wajahnya ke wajah wanita yang pipi nya merona itu. Arrabella benar-benar gugup dan mata nya terpana.


" Ya..yang mulia.. ini di tempat umum.."


" Ya aku tau, tenang saja aku tidak akan melakukannya kalau kau tidak mau. " kata Aiden


" Lalu kenapa waktu itu yang mulia memaksaku?" tanya Arrabella heran


" Aku hilang kendali saat kau bilang kalau kau ingin membatalkan pertunangan, aku sangat marah. Maafkan aku saat itu karena aku sangat kasar hari itu " kata Aiden menyesal


" Aku mengerti, ini salahku. Tapi tetap saja dia minta maaf " batin Arrabella


" Yang mulia tidak seharusnya meminta maaf, ini bukan kesalahan yang mulia. Ini kesalahanku, harusnya aku yang minta maaf " kata Arrabella menyesal


" Jadi apa kau menyesal mengatakan itu?" tanya Aiden serius


" Aku..minta maaf sudah mengatakan itu " jawab Arrabella


" Kalau kau menyesal, jangan katakan itu lagi dan jangan pernah berfikir untuk meninggalkan ku. Karena aku bisa gila " Aiden bersandar di bahu wanita itu dengan manja


" Aku tidak bisa janji "


" Apa? jadi kau akan meninggalkan ku?" tanya Aiden


" Bukan begitu, jika aku tidak bisa sembuh dari kemandulan ku apa kau akan tetap bersamaku?" tanya Arrabella


" Aku kan sudah bilang kalau aku tidak akan meninggalkan mu apapun yang terjadi. " jawab Aiden tegas


" Meskipun aku tidak akan bisa memberikan mu keturunan? apa kau masih bisa bertahan hidup selamanya denganku?" tanya Arrabella sedih


" Kalau aku bilang akan tetap bersamamu, maka aku akan tetap bersamamu !" ujar Aiden tegas


" Tapi aku tidak bisa " kata Arrabella


" kau mau bilang apa ? kau akan bilang kau akan meninggalkan ku lagi?!! " tanya Aiden kesal


" Aku akan pulang " Arrabella berdiri dari kursi nya dan terlihat sedih.


" Mungkin kau bisa menerima keadaan ku, tapi aku tidak bisa menerima keadaanku sendiri. Mana bisa kau menikah dengan wanita seperti ku? wanita yang bahkan tidak bisa memberimu seorang anak di masa depan " batin Arrabella sedih


Pria itu beranjak juga dari kursinya dan memeluk Arrabella dari belakang.


" Kau akan sembuh, aku yakin kau akan sembuh. Kita akan temukan cara nya..karena itu jangan pernah bilang kata meninggalkan atau pergi dariku! " kata Aiden menyemangati


Wanita itu memegang tangan Aiden yang memeluknya dan air mata nya jatuh begitu saja. Dalam hatinya yang terdalam, ia merasa ketakutan karena tidak bisa memberikan kebahagiaan untuk Aiden. Berkali kali ia berfikir meninggalkan tunangan nya itu karena pesimis dengan keadaan nya sendiri. Hatinya hancur meskipun ia terlihat kuat dari luar. Ia bertanya tanya apa dosa yang ia lakukan di masa lalu sehingga ia harus dihukum tuhan dengan cara seperti ini?


***


Claire dan Oscar sedang bersiap siap pergi ke pengasingan mereka, mereka di kawal oleh pengawal kerajaan dengan ketat. Rakyat melihat mereka berdua di bawa dengan iring iringan pengawal. Rakyat yang melihatnya menghujat Claire dan Oscar dan menghina mereka atas kejahatan yang mereka lakukan. Claire terlihat marah, tapi ia tak bisa berbuat apa apa.


" Aku bersumpah akan membalas semua perlakuan yang aku terima, Arrabella !" batin Claire penuh dendam


...---***---...

__ADS_1


__ADS_2