Arrabella Twice Lives

Arrabella Twice Lives
Bab 35 Hari bebas di istana


__ADS_3

Segera setelah sampai di depan rumah nya yang selalu ia rindukan, gadis itu segera masuk ke dalam rumah dan ingin segera menemui ayahnya. Terlihat ayahnya sedang duduk di sofa dan di periksa oleh Dokter Louis.


Wajah duke Reese yang tadinya muram, kini telah berubah menjadi senang karena melihat putri bungsunya itu telah kembali pulang.


" Ayah.. aku pulang..." Gadis itu tersenyum melihat ayah nya, terlihat air mata menggenang di mata nya


Dokter Louis juga terlihat bahagia melihat Arabella telah kembali dengan selamat. Duke Reese yang semula duduk, kini berdiri dan memeluk Arabella. Kedua kakak Arabella melihat nya dengan haru dan bahagia.


" Syukurlah.. kau sudah kembali nak " kata Duke Reese merasa lega. Ia tak mampu lagi menahan air matanya ketika melihat putri kesayangannya itu sudah pulang


" Iya ayah.. aku pulang, aku rindu ayah.. sangat rindu .." Arabella menangis tersedu-sedu


Duke Reese melepaskan pelukannya dan ia melihat wajah putrinya itu.


" Kenapa kau menangis? apa kau terluka? apa ada yang sakit?" tanya Duke Reese cemas


Gadis itu menggeleng dan masih menangis karena senang bisa bertemu lagi ayahnya dan pulang ke rumahnya.


" Ayah, kenapa ayah terlihat pucat? apa ayah sakit? dokter Louis, apa ayah ku baik-baik saja?" tanya Arabella cemas


" Tuan duke tidak apa-apa nona Abel, beliau hanya kurang istirahat. Setelah melihat nona Abel, beliau pasti akan segera sehat, bukan begitu tuan duke?" tanya Louis yakin


" Iya tentu saja, aku sakit karena terlalu merindukan putriku. Setelah putriku kembali dengan selamat, aku bisa istirahat tidur dengan tenang " kata Duke Reese sambil tersenyum


" Ayah maafkan aku karena telah membuat ayah cemas " kata Arabella


Akhirnya aku bisa kembali ke rumahku, setelah 10 hari lamanya aku di sandera oleh raja tiran itu. Aku rindu rumahku, rindu keluargaku, rindu semuanya. Aku sudah melewati banyak hal selama aku berada di Vanders, aku bahkan melewati jalan kematian untuk kedua kalinya dan disana aku bertemu dengan nyonya Canaria, ibu dari pangeran Aiden di dalam mimpiku. Aku melihat wajah ibu ku dari perjalanan ku ke masa lalu, aku juga jadi tau bahwa aku sudah mengenal pangeran Aiden dari kecil. Aku merasa bersyukur dengan semua kejadian ini, aku jadi mengerti kenapa pangeran Aiden memperlakukan ku dengan berbeda. Tapi aku masih belum yakin bagaimana perasaan pangeran Aiden padaku?


Arabella masuk ke dalam kamarnya dan ditemani oleh Daisy dan Layla. Kedua pelayan setia nya itu tak henti-hentinya menangis karena bahagia sudah kembali bertemu dengan nona nya dalam keadaan selamat. Arabella juga merasakan hal yang sama, ia merasa senang kembali bertemu dengan Daisy dan Layla.


Sementara itu di istana Vanders, Dominic sedang duduk di kursi taman belakang istana nya. Dan disana ia masih ada sisa-sisa dari kejutan pesta ulang tahun yang dibuat Arabella untuknya. Wen menyediakan teh untuknya dengan resep yang di ajarkan oleh Arabella sebelum nya.


" Yang mulia raja, bagaimana rasanya?" tanya Wen harap harap cemas


" Teh nya biasa, tidak seperti buatan domba kecil ku " jawab Dominic sambil meneguk teh nya


" Padahal saya sudah membuatnya sesuai dengan resep yang diajarkan nona Arabella, tapi ternyata rasanya tidak sama ya " kata Wen sedih


" Kau tidak akan bisa membuat teh yang ebak seperti dia " kata Dominic sambil tersenyum tipis


Cane tiba-tiba muncul dan sudah ada di depannya, Cane memberi hormat pada raja nya itu.


" Salam yang mulia raja "


" Apa kau sudah menyelesaikan tugas mu?" tanya Dominic


" Sudah yang mulia, nona Arabella dan kedua kakak nya sudah sampai dengan selamat di kediaman mereka " jawab Cane


" Bagus " kata Dominic singkat


" Yang mulia, maaf jika saya menanyakan ini. Tapi, apa anda baik-baik saja?" tanya Cane


" Dibilang baik-baik saja juga tidak, baru saja dia pergi tadi pagi sekarang aku sudah merindukan nya. Tapi, apa boleh buat..aku akui aku memang jatuh cinta padanya, namun itu bukanlah alasan agar dia terus berada disisi ku. Aku tidak ingin melukai nya seperti yang terjadi kemarin, aku tidak bisa mengendalikan diriku. Aku harus lebih sabar dan perlahan, hati nya tidak bisa ditembus begitu saja olehku. " terang Dominic sambil tersenyum


" Saya senang yang mulia mulai memikirkan perasaan orang lain " kata Cane bahagia


" Berterimakasih lah pada Arabella, dia yang membuat ku seperti ini sekarang " Dominic tersenyum sambil melihat kursi kosong di depannya dan membayangkan gadis yang ia cintai sedang duduk disana sambil menatapnya.


" Yang mulia, anda benar-benar sudah jatuh cinta padanya " batin Cane


" akhirnya yang mulia raja, mulai menjadi manusia sesungguhnya, nona Arabella terima kasih " batin Wen senang


" Aku pasti bisa mendapatkan hatimu, domba kecil ku. " batin Dominic yakin


" Oh ya Cane, besok jangan lupa siapkan yang aku suruh dan kirim ke kediaman duke Reese " kata Dominic


" siap yang mulia !" kata Cane patuh


***


Keesokan harinya, Arabella dan Duke Reese pergi ke istana atas perintah Raja. Mereka berdua menghadap raja.


" Aku senang putrimu baik-baik saja dan kembali dengan selamat, Eugene juga terlihat sangat bahagia " kata Raja


" Terimakasih atas perhatiannya yang mulia raja, ini juga berkat pertolongan dari yang mulia " kata Duke Reese sopan


" Sudahlah duke, aku tidak melakukan apa-apa. Eugene yang melakukan banyak hal untuk putri mu " kata Raja


" Aku harus membuat Eugene terlihat baik di depan gadis ini, karena Eugene menyukai nya " batin Raja


" Terimakasih banyak atas kemurahan hati yang mulia, saya sangat berterimakasih kepada yang mulia raja, putra mahkota dan pangeran Aiden " kata Arabella sopan


" Baiklah. Karena kau sudah kembali, kita bisa memulai lagi tes untuk calon putri mahkota nya " kata Raja


" Oh ya, aku hampir lupa tentang tes itu. Sebenarnya aku sudah malas untuk mengikuti nya, tapi apa boleh buat ini adalah perintah Raja " batin Arabella


" Tentu saja yang mulia Raja " kata Arabella


Duke Reese dan Arabella keluar dari ruangan Raja setelah pembicaraan mereka selesai.


" Ayah, kenapa ayah harus pergi lagi? ayah kan belum benar-benar sehat ?" tanya Arabella cemas


" Ayah sudah meninggalkan banyak pekerjaan semenjak ayah sakit, ayah harus pergi dan menyelesaikan nya. Kau jangan cemaskan ayah, ayah sudah baik-baik saja karena semalam ayah tidur dengan nyenyak " Duke Reese tersenyum tenang


" Baiklah kalau ayah merasa seperti itu, aku akan selalu mendukung ayah. " kata Arabella


" Oh ya, sebenarnya ayah ingin menanyakan sesuatu padamu dan tidak bisa di tunda lagi " kata Duke Reese


" Apa itu ayah?" tanya Arabella penasaran


" Jika kau tidak menjadi putri mahkota, apakah kau mau mempertimbangkan pertunangan dengan keluarga Benedict?" tanya Duke Reese


" A..APA??!!" Gadis itu kaget mendengar nya


" Kenapa ayah tiba-tiba membicarakan ini? aku dan kak Ashton? tidak mungkin!" batin Arabella terkejut


" Ayah kenapa tiba-tiba ayah membicarakan ini? Ayah tau kan bagaimana hubungan ku dengan Kak Ashton? kami sudah seperti kakak adik, dan juga kak Ashton itu menyukai orang lain " terang Arabella


" Benarkah? tapi aku melihat kalau kalian sangat cocok " kata Duke Reese sembari berfikir


" Aku harus segera mengganti topik pembicaraan ini " batin Arabella


" Ayah tidak usah repot-repot memikirkan jodoh ku dulu, usia ku baru saja mau menginjak 15 tahun. Kenapa ayah tidak memikirkan jodoh kak Ethan dan kak Peter lebih dulu? ayah tidak khawatir ya pada mereka yang masih menjomblo sampai saat ini?" tanya Arabella dengan wajah cemas


" Benar juga, Abel kan masih muda untuk memiliki pasangan. Sedangkan Ethan dan Peter sudah memasuki usia menikah, tapi mereka belum mempunyai pasangan. " batin Duke Reese berfikir


" Aku benar kan ayah?" tanya Arabella dengan senyuman


" Abel, kau benar juga. Ayah akan menanyakan hal ini pada mereka berdua, mustahil kedua kakak mu yang tampan itu tidak punya pasangan atau tidak ada yang menyukai mereka. " kata Duke Reese


" Benar kan kataku ? kalau begitu ayah harus cepat-cepat, setidaknya mereka harus bertunangan dulu bukan " Arabella tersenyum senang


" Akhirnya, pikiran ayah teralihkan..juga" batin Arabella lega


Gadis itu berfikir untuk menemui Aiden untuk berterimakasih secara langsung. Namun, ia melihat Aiden sedang di kerumuni para gadis bangsawan di tempat latihan pedang nya. Hari itu adalah satu hari bebas dimana istana bisa dimasuki para siapa saja dari golongan bangsawan.


" Aku kesini ingin mengucapkan terimakasih padanya, tapi apa yang ku lihat?" batin Arabella cemburu


" Nona Arabella, seperti nya ini .. itu.. " Demian gugup dan terlihat serba salah

__ADS_1


" Aduh yang mulia pangeran, anda harus lihat kesini ! lihat wajah nona Arabella sekarang, aku bingung bagaimana menjelaskan nya " batin Demian cemas


Aiden dan Lorenzo tengah sibuk dan risih karena para gadis bangsawan itu mengeremuni mereka. Tapi, dalam penglihatan Arabella, Aiden terlihat menikmati di kerumuni gadis gadis itu.


" Pangeran Aiden, anda sangat keren !" kata gadis bangsawan 1 terpesona


" Pangeran.. bagaimana jika anda makan malam bersama saya?" tanya gadis bangsawan 2


" Pangeran pangeran ! ayo kita berkencan " kata gadis bangsawan 3 sambil menyentuh nyentuh tangan Aiden


" Lorenzo, tolong tangani mereka !" seru Aiden merasa risih


" Yang mulia, apa anda tidak lihat saya juga sedang sibuk.. " Lorenzo juga merasa risih karena ada beberapa pelayan yang mengerumuni nya


Arabella melihat itu dari jauh dan terlihat marah.


" Padahal banyak ingin ku katakan padanya. Huu.. " batin Arabella kesal


Gadis itu menyerahkan kotak kue yang dibawanya pada Demian.


" Tuan Demian, aku titip kan ini padamu. Seperti nya dia sangat bersenang-senang, berikan itu padanya bilang saja sebagai rasa terimakasih ku !" seru Arabella sebal


" Sepertinya aku yang salah paham sendiri dan mengira kalau dia menyukaiku. Seharusnya aku tidak terlalu berharap, mungkin benar dia menyukai ku di masa lalu tapi kan perasaannya bisa berubah " batin Arabella kecewa


" Nona...ini tidak seperti yang nona pikirkan " kata Demian bingung


" Aku pergi !" seru Arabella kesal


Demian terlihat bingung melihat Arabella pergi begitu saja, dan ia terlihat merasa bersalah.


" Bagaimana ini? nona Arabella pasti salah paham pada yang mulia " gumam Demian bingung


Beberapa saat kemudian, gadis-gadis bangsawan itu akhirnya pergi ke jamuan minum teh yang di adakan Camille. Aiden bisa bernapas lega.


" Syukurlah mereka segera pergi, kalau tidak kita bisa mati " kata Aiden menghela napas


" Benar yang mulia, gadis-gadis itu sangat agresif.. menakutkan " kata Lorenzo membenarkan


" Tapi Arabella tidak seperti itu, dia tidak agresif dan menakutkan " kata Aiden sambil tersenyum


" Benar, nona Arabella memang berbeda pantas saja yang mulia menyukai nya. " kata Lorenzo membenarkan


Demian berlari menghampiri kedua pria itu sambil membawa kotak kue.


" Yang mulia anda sungguh keterlaluan !" seru Demian kecewa


" Ada apa ini? kau beraninya memarahi yang mulia?" tanya Lorenzo kesal


" Bagaimana aku tidak marah, melihat nona Arabella di sakiti seperti itu?" tanya Demian


" Siapa yang menyakiti nya?" tanya Aiden antusias


" Anda yang mulia ! " jawab Demian tegas


Demian menyerahkan kotak kue pemberian Arabella pada Aiden.


" Apa ini ?" tanya Aiden


" Ini pemberian nona Arabella, katanya sebagai tanda terimakasih nya. Tadinya, dia ingin mengajak yang mulia makan bersama tapi tidak jadi, karena melihat tingkah yang mulia yang sedang bersenang-senang dengan gadis gadis bangsawan itu, jadi dia tidak senang " terang Demian


" Apa? jadi Naomi tadi kesini? dan melihatku bersama gadis-gadis bangsawan yang menakutkan itu?" tanya Aiden kaget


" Menakutkan apanya, yang mulia kelihatan bersenang-senang dengan mereka tuh " jawab Demian sebal


" Dia pasti salah paham, padahal banyak yang ingin ku bicarakan dengannya. " batin Aiden cemas


" Demian, dimana dia?" tanya Aiden


" Sial !"


Aiden berlari dengan cepat, Demian dan Lorenzo keheranan dengan tingkah Aiden. Demian menertawakan Aiden.


" Hey, Demian kenapa kau tertawa?" tanya Lorenzo


" Tidak apa, hehe.. " jawab Demian


" Senangnya memanas manasi yang mulia, hehe " batin Demian senang


***


Sementara itu di ruang kerja Eugene, ia terlihat stress karena pekerjaan yang menumpuk.


" Bagaimana ini pekerjaan ku masih banyak? padahal aku ingin keluar dan melihat lihat, pasti Arabella juga ada disana " kata Eugene sebal


" Yang mulia maaf kan saya, tapi pekerjaan anda menumpuk setelah 10 hari meninggalkan istana. Dan kalau anda meninggalkan nya sekarang, pekerjaan anda akan semakin menumpuk " terang Liam


" baiklah aku tau " Eugene menghela napas panjang


" Tenang saja yang mulia, saya juga akan membantu anda " kata Liam sambil tersenyum


" Baguslah, aku sudah sangat stress disini " kata Eugene sambil memegang kepalanya dan merasa pusing


" Yang mulia ! ini saya Gina !" seru Gina dari luar ruangan kerja Eugene


*Gina adalah salah satu nama pelayan di istana Putra mahkota


" Ada apa?" tanya Eugene


" Saya ingin menyampaikan pesan untuk yang mulia, bolehkah saya masuk?" tanya Gina


KLAK


Gina masuk ke dalam ruangan kerja Putra mahkota sambil membawa kotak kue dan teh hangat di tangannya.


" siapa yang menyuruhmu membawa makanan dan teh?" tanya Liam


" Maafkan saya yang mulia, kue dan teh herbal ini adalah pemberian dari nona Arabella. Nona mengatakan bahwa yang mulia putra mahkota harus meminum teh ini untuk meningkatkan kesehatan yang mulia dan dapat mengurangi stress " terang Gina


" Arabella? dia membawakan ini untukku? benar, sudah kuduga dia juga memiliki perasaan padaku. Dia sampai memperhatikan ku seperti ini " batin Eugene senang


" Gina, dimana dia ?" tanya Eugene dengan raut wajah ceria


" Nona Arabella sudah pulang kembali ke kediaman nya " jawab Gina


" Baiklah " kata Eugene


" aku akan menemuinya nanti setelah aku tidak sibuk lagi. Hu.. Padahal aku ingin menemuinya sekarang juga " batin Eugene lelah


" Setelah mendengar nama nona Arabella disebut, raut wajah yang mulia langsung berubah. Yang mulia terlihat lebih senang " batin Liam senang


Eugene akan memakan kue nya, tapi Liam menghalangi nya.


" Yang mulia tunggu !" seru Liam


" Apa? aku mau makan nih " kata Eugene heran


" Biar saya coba dulu kue nya " kata Liam


" Tidak usah ! tidak mungkin kue pemberian Arabella ku beracun, kau jangan sembarangan ya. Jangan jadikan alasan itu untuk memakan kue pemberian nya, ini untukku semuanya, tidak boleh ada yang memakannya selain aku!" seru Eugene kesal

__ADS_1


" Baik.. baiklah yang mulia saya mengerti " kata Liam


" Yang mulia sangat antusias jika itu menyangkut nona Arabella dan yang mulia sangat mempercayai nona Arabella " batin Liam


Eugene memakan kue nya dengan senang dan meminum teh nya dengan santai.


***


Arabella yang akan pergi dari istana melihat beberapa gadis bangsawan disana.


" Nona Arabella! kau ada disini juga?" tanya Aida


" Hai nona Aida !" Arrabella menyapa


" Kau seperti nya terburu-buru? apa kau mau pulang?" tanya Megan heran


" Iya, aku memang mau pulang dan berlatih pedang " jawab Arabella


" Nanti saja lah latihan pedang nya, kau harus menceritakan pada kami tentang kau yang diculik raja iblis di Vanders, kami sangat penasaran " kata Aida semangat


" Aduh, bagaimana ini ? aku sebenarnya mas sekali ngobrol ngobrol dan lebih lama disini, aku malas melihat wajah pangeran playboy itu " kata Arabella dalam hatinya


" Baiklah, baiklah ayo kita berbincang-bincang. Tapi, aku tidak akan lama " kata Arabella setuju


" Nona Abel, kau memang yang terbaik " kata Megan senang


Akhirnya gadis itu bergabung dengan 4 wanita bangsawan lainnya termasuk Claire. Arabella terlihat malas melihat Claire, Claire juga terlihat tidak senang karena Arabella sudah kembali dengan selamat.


" Selamat ya nona Arabella, kau sudah kembali dengan selamat ke Clarines aku sangat senang " kata Claire dengan akting sedihnya


" Kenapa wanita ini kembali lagi? bukannya mati saja disana !" batin Claire kesal


" Terimakasih nona Claire, atas perhatiannya " kata Arabella


" aku sudah tau aktingmu, menyebalkan.. " batin Arabella jengkel


" Iya, aku juga sangat senang karena nona Arabella sudah kembali dengan selamat. Dia menyelamatkan semua kandidat calon putri mahkota " kata Aida tulus


" Benar, meskipun kami selalu berbuat tidak baik padamu tapi kau mau menolong kami. Kami sangat berterimakasih " kata Anna tulus


" Kami sangat malu padamu.. " kata Lily menyesal


" Bagus sekali, nilai positif lagi untukku memperbaiki reputasi ku " batin Arabella senang


" Nona Anna, nona Lily, aku hanya melakukan apa yang aku bisa. Kita sesama manusia memang harus mempunyai rasa kemanusiaan untuk menolong satu sama lain. Bagiku itu adalah kewajiban " kata Arabella sambil meminum teh nya


" Nona Arabella ini begitu rendah hati, dia tidak seperti yang di rumorkan. Aku rasa aku salah menilainya selama ini " batin Anna berfikir


" Aku sudah salah paham padanya selama ini, padahal nona Arabella itu baik hati " batin Lily


" Sialan, kenapa mereka jadi luluh karena wanita rubah ini? ha.. aku tidak peduli yang penting posisi putri mahkota akan tetap jadi milikku " batin Claire


" Oh ya, nona Arabella.. apa kau baik-baik saja?" tanya Claire


" Apa maksudmu nona Claire?" tanya Arabella


" Dia pasti mau cari masalah lagi " batin Arabella curiga


" Maksudku apa Raja itu tidak melakukan apa-apa padamu? kau disandera disana selama 10 hari kan? apa tubuh mu masih baik-baik SAJA?" tanya Claire


" Tolong jaga kata-kata mu itu nona Claire !" seru Aiden yang tiba-tiba ada di belakang para gadis bangsawan


Aiden menatap tajam ke arah Claire. Semua gadis bangsawan yang sedang duduk di sana langsung berdiri dan memberikan hormat pada Aiden.


" Salam yang mulia pangeran !"


" Apa maksudmu berkata seperti itu pada nona Arabella?" tanya Aiden


" Pangeran Aiden, apa dia sedang membelaku?" batin Arabella tercengang


" saya hanya menanyakan keadaan nya saja, tidak lebih kok " jawab Claire gugup


" Tidak, aku rasa maksud pertanyaan mu bukan begitu!" seru Aiden tegas


" Kenapa selalu saja ada yang membelanya?" batin Claire kesal


Camille yang mendengar keributan, juga datang untuk membela Arabella dihadapan semua orang. Dan akhirnya semua orang malah berbalik tidak menyukai Claire.


" Nona Arabella, maafkan aku atas ketidaknyamanan ini " kata Camille menyesal


" tidak apa-apa tuan putri, saya sudah terbiasa.. Terimakasih tuan putri sudah membela saya " kata Arabella senang


Setelah semua ketidaknyamanan itu, Arabella memutuskan untuk pulang ke rumahnya dan berniat berlatih pedang dengan Felix. Aiden terus mengikuti nya, tapi Arabella mengabaikan nya.


" Kau benar-benar akan pergi? ketika semua orang sedang menikmati jalan-jalan di istana hari ini?" tanya Aiden


" Seperti nya ini bukan urusan anda yang mulia " jawab Arabella dingin


" Kau marah padaku ya? kenapa?" tanya Aiden tak mengerti


" Kenapa kau tanya aku?" kata Arabella ketus


" Bukankah kau mau mengajakku makan ?" tanya Aiden


" benar, tapi kita lakukan lain kali saja. Saya sedang sibuk, yang mulia juga sedang sibuk kan dengan gadis-gadis itu ?" Arabella cemberut


Aiden menarik tangan Arabella dan menggenggam nya.


" Apa yang kau lakukan?" tanya Arabella kesal


" Apa bisa aku artikan kemarahanmu ini adalah bagian dari cemburu?" tanya Aiden senang


Arabella menepis tangan Aiden dan mendorongnya.


" siapa yang cemburu? memangnya saya siapa dan anda siapa sehingga harus ada kata cemburu?" kata Arabella


" Aku senang kau cemburu, meskipun kau menyangkalnya sekarang " batin Aiden senang


" Kalau begitu kenapa kau mengabaikan ku? kau memalingkan wajah dari ku?" tanya Aiden


" Saya tidak melakukannya, mana berani saya begitu pada yang mulia " jawab Arabella menyangkal


Aiden mendekatkan wajahnya ke pada gadis itu, dan terlihat gadis itu gugup ketika mata mereka bertemu. Gadis itu memalingkan wajahnya lagi.


" Tuh kan, kau memalingkan wajah mu lagi. Apa kau benci pada ku?" tanya Aiden pura-pura kesal


" Saya .. saya tidak memalingkan wajah saya .." kata Arabella menyangkal


" Kenapa sih dia bertingkah seperti ini sekarang? membuat jantungku berdegup kencang saja, rasanya sangat aneh " batin Arabella bingung


Kedua tangan Aiden menyentuh pipi gadis itu dan membuat wajah gadis itu berhadapan dengan wajahnya. Aiden menatap Arabella dengan dalam.


" Yang mulia...apa yang anda lakukan?" Arabella kebingungan dan salah tingkah


" Begini baru benar, lihat lah aku dan jangan memalingkan wajah mu lagi " kata Aiden lembut


Mereka saling menatap satu sama lain, mereka merasakan debaran jantung mereka semakin cepat. Terlebih lagi wajah gadis itu memerah saat wajah nya dan pangeran Aiden berdekatan.


** Guys

__ADS_1


Tunggu kelanjutannya nya di bab berikutnya nya, makasih yang udah ngedukung karya author sejauh ini, 1 like dari kalian sangat berharga untuk Author.. bagi yang suka novel ini jangan lupa like, komen, klik Favorit buat semangatin Author nya 😉


Makasih 🙂


__ADS_2