Arrabella Twice Lives

Arrabella Twice Lives
Bab 11 Tea Party


__ADS_3

Aiden dan Arabella masuk ke dalam toko itu dengan senang, namun raut wajah mereka berubah seketika ketika melihat orang yang mereka tidak ingin mereka lihat ada disana.


" Hai singa kecil, kita bertemu lagi " kata Eugene dengan santainya tersenyum


" Kenapa dia ada disini?" batin Aiden kesal


" Kau !" Arabella terkejut


" Kenapa orang seperti dia bisa ada disini?" tanya Arabella dalam batinnya


" Maksud saya.. hormat yang.." kata Arabella


" Hentikan ! Tidak usah memberi hormat, disini aku datang bukan sebagai putra mahkota. " kata Eugene menghentikan


" Apa-apaan dia? " batin Arabella dan Aiden kesal


" Siapa pria bertopeng ini? kenapa kelihatannya dia begitu familiar?" batin Eugene sambil melihat ke arah Aiden


" Aku tahu kau memang selalu mengejutkanku, tapi aku tidak tahu kau akan membuatku se terkejut ini, Arabella " kata Eugene sambil tersenyum dan melihat penampilan Arabella yang terlihat tomboy.


" Apa yang orang seperti anda lakukan di toko kecil seperti ini?" tanya Arabella basa-basi


" Syukurlah kau bertanya, aku kesini untuk membeli gaun untuk seseorang. " jawab Eugene


" Oh begitu, kalau begitu saya permisi dulu. Saya akan menemani tuan ini " kata Arabella mengabaikan Eugene


" ke..kenapa kau harus menemani pria aneh ini?" tanya Eugene heran


" Maaf tuan, saya bukan pria aneh. " kata Aiden sinis


Eugene melihat mata Aiden dan memperhatikannya dengan seksama


" Mata itu, kenapa terlihat sama denganku?" batin Eugene


" Maaf yang mulia, tapi saya disini memang untuk menemani tuan ini membeli baju. " kara Arabella ketus


" Pergi saja temani aku !" seru Eugene mengajak


" Maaf tuan, dia sudah ada janji dengan ku " kata Aiden sambil tersenyum sinis


" Kenapa aku senang sekali, Bella bersikap ketus terhadapnya? Di masa lalu dia selalu mengikuti Eugene kemana-mana, sekarang dia kelihatan tidak suka padanya.. " batin Aiden senang


" sialan, siapa pria ini ? Beraninya dia bersikap arogan terhadapku. " batin Eugene kesal


" Baguslah, teruslah menatapku seperti itu Eugene. Jangan tertarik padaku, aku tidak mau terlibat denganmu di kehidupan ini. Karena jika aku terlibat denganmu, aku tidak akan diam dengan damai " batin Arabella merasa puas melihat Eugene kesal


" Kau berani menolak ku, nona Arabella?" tanya Eugene kesal


" Iya, bukankah sudah pernah aku lakukan sebelumnya " jawab Arabella tanpa gentar


" Baiklah, kau bisa menolakku sekarang. Tapi, nanti jangan harap kau bisa lepas dariku, karena jika kau memohon dengan menangis darah pun aku tidak akan pernah melepaskan mu " Eugene tersenyum tipis berbisik pelan ke telinga Arabella, terdengar seperti ancaman.


Wajah Arabella langsung berubah, yang tadinya ceria dan berwarna kini menjadi pucat pasi. Aiden melihat mendengar perkataan Eugene itu dan terkejut. Arabella berdiri mematung lalu mengepal tangannya dengan penuh kemarahan.


" Apa kata itu ancaman? atau ... ah tidak..Di masa lalu dia tidak memiliki perasaan apapun pada Arabella dan selalu mengabaikan nya ketika ia menjadi putri mahkota, apa mungkin sekarang dia memiliki perasaan sebaliknya? " batin Aiden cemas


Eugene mendekati si pedagang dan menunjukkan lambang kekaisaran Clarines.


" Tolong bungkus semua gaun terbaik yang ada disini, dan kirim ke kediaman Duke Reese, kekaisaran istana yang akan membayarnya " kata Eugene tegas


Arabella dan Aiden terkejut mendengar itu.


" Ba..baik yang mulia " Kata si pedagang senang


" Tadinya aku ingin dia memilih sendiri gaunnya untuk ke pesta teh itu. Tapi, dia malah membuatku kesal. Ketika wanita lain ingin diperhatikan olehku, mendapat perhatian ku, dia.. Beraninya dia menolakku secara terang-terangan, aku ini putra mahkota.Tidak ada yang bisa menolakku, tunggu saja Arabella " batin Eugene geram


" Hey ! anda tidak bisa melakukan itu !" seru Arabella kesal


" Bagaimana ini ? aku sudah membeli semua gaunnya sehingga kau tidak bisa membeli lagi gaunnya disini " Eugene tersenyum sinis


" Kenapa anda melakukan ini ? kenapa anda mengirimkan gaun nya ke rumah saya?" tanya Arabella kesal


" Salahmu sendiri membuatku kesal, lain kali jika aku menemukan mu lagi sedang bersama pria lain. Aku akan melakukan hal yang lebih BAIK lagi " kata Eugene cemburu


" Kenapa kau bisa bicara dan tersenyum di depan pria lain? sementara di depanku kau selalu menunjukkan ketidaksukaan mu " batin Eugene sakit hati


" APA?? " Arabella tersentak kaget.


" Apa sedalam itu kau membenciku Eugene? apa dulu kau juga membenciku sedalam ini?" batin Arabella


Namun, Arabella tak menyadari bahwa perasan Eugene padanya itu bukanlah benci atau tidak suka, perasaan itu sudah berubah menjadi ketertarikan yang sebentar lagi akan berubah menjadi perasaan suka. Hanya Aiden yang memiliki kepekaan tentang perasaan Eugene pada Arabella, jauh di lubuk hatinya ia khawatir pada Arabella jika dekat dengan Eugene dan jatuh cinta lagi pada Eugene, Arabella akan berada di dalam jurang kematian seperti di masa lalu. Dan disisi hatinya yang lain, ia merasakan cemburu pada Eugene yang akan membuat Arabella kembali jatuh cinta padanya.


***


Arabella terlihat sedih, dan Aiden melihat kesedihan itu.


" Apa dia adalah putra mahkota?" tanya Aiden


Arabella menjawabnya dengan anggukan kepala.


" Apa kau memiliki hubungan dengannya?" tanya Aiden serius


" Tidak, kenapa guru bertanya begitu?" tanya Arabella


" Karena dia seperti nya perhatian padamu " jawab Aiden kesal


" Perhatian dari mana nya ? kau tidak lihat dia tidak menyukaiku? orang seperti dia dari luarnya saja ramah, tapi sebenarnya dia itu berdarah dingin. Dia dengan mudahnya bisa membunuh orang hanya dengan satu kata " kata Arabella serius


" Seperti dia memerintahkan orang-orang membunuh ku dan keluargaku dulu " batin Arabella sedih


" Kau membicarakan siapa?" tanya Aiden


" Aku hanya mengumpama kan saja, dia itu kan putra mahkota. Dia bisa melakukan apa saja, maksudnya seperti itu " kata Arabella


" Aku tahu kau sedang membicarakan dirimu sendiri di masa lalu, Bella " batin Aiden


" Bagaimana ini? aku harus cepat kembali kembali ke camp prajurit ku " kata Aiden


" Ah ya, ayo kita pilih baju yang bagus untukmu " kata Arabella kembali semangat


Arabella memilihkan baju setelan jas berwarna hitam untuk Aiden.


" Guru, bagaimana ? apa kau suka baju pilihanku kan?" tanya Arabella percaya diri


" Ini baju yang bagus, tapi kenapa harus warna hitam? kenapa tidak putih?" tanya Aiden bingung


" Sebenarnya warna putih tidak cocok dengan karakter mu, warna hitam lebih manly untukmu guru " kata Arabella menyarankan


" Jadi menurutmu begitu?" tanya Aiden


" Iya, cobalah pakai sekarang, biarkan aku menilainya !" seru Arabella semangat


Beberapa menit kemudian Aiden keluar dengan baju setelan hitam yang sudah di pilih Arabella. Arabella takjub melihatnya.


" Guru kelihatan gagah dengan setelan jas ini, aku baru menyadari otot guru besar juga. Dia pasti rajin berlatih dan berolahraga " batin Arabella

__ADS_1


" Bagaimana?" tanya Aiden dengan nada datar menanyakan pendapat Arabella


" Woah.. sangat bagus guru ! bagus !" seru Arabella sambil bertepuk tangan


Setelah itu, Arabella memilih gaun di toko lain karena gaun di toko langganan nya sudah dibeli semua oleh Eugene. Aiden mengajak Arabella makan siang bersama di sebuah restoran, sebelum kembali ke camp.


" Kau makan saja sepuasnya guru, saya yang akan bayar " kata Arabella sambil tersenyum


" Aku tidak perlu di traktir wanita, aku juga banyak uang meskipun aku bukan bangsawan " kata Aiden


" Kau ini ya, saya ini hanya berbaik hati saja hari ini. " kata Arabella sambil makan dengan lahap


Aiden merasa tidak nyaman melihat mulut Arabella yang belepotan dengan minyak dan saus.


" Apa kau selalu makan seperti ini?" tanya Aiden datar


" Makan seperti apa?" tanya Arabella polos


" Bersihkan itu !' seru Aiden kesal


" Apa ada sesuatu di wajahku?" tanya Arabella


" Iya, cepat bersihkan, jorok tau !" seru Aiden kesal


" Jadi guru memarahiku hanya karena ini?" tanya Arabella kesal


" Aku tidak marah, aku cuma memberitahu mu " jawab Aiden cuek


" Kau sangat manis, Bella. Terlebih lagi saat kau marah " batin Aiden


Arabella membersihkan area sekitar mulutnya yang belepotan dengan tisu.


" Hey masih ada tuh !" seru Aiden melihat bekas saus di sudut bibir Arabella


" Ini? sudah kan?" tanya Arabella sambil mengusap usap pipinya


" Bukan disitu !" Aiden menghela napas


Arabella terus mengusap usap pipinya dengan wajah polosnya, Aiden yang tidak sabar pun membantu Arabella mengusap bekas saus di bibirnya.


" Disini, kenapa kau tidak merasakannya?" tanya Aiden


Arabella terdiam sejenak dan menatap Aiden, perasaan nya menjadi tidak karuan. Tanpa sadar, tangan Aiden yang menyentuh bibir Arabella pun malah menatap Arabella.


" Kenapa jantungku seperti ini? kenapa kedengaran sangat keras " batin Aiden kaget


" Setiap melihat mata guru, kenapa ada perasaan tidak asing ya? apa aku pernah melihatnya sebelum nya. Dan jika dilihat dari dekat mata guru mirip dengan mata si Eugene itu. Walaupun wajahnya guru ditutupi oleh topeng, tapi kenapa aku yakin bahwa wajahnya itu tampan ?" batin Arabella berfikir


" Kau seperti anak kecil saja " kata Aiden salah tingkah sambil menyingkirkan tangannya dari wajah Arabella.


" Terimakasih guru hehe " jawab Arabella sambil tersenyum polos


" Hey, Naomi. Apa kau selalu seperti ini?" tanya Aiden


" Seperti ini apanya?" tanya Arabella


" Apa kau selalu tersenyum seperti ini di hadapan pria lain juga ?" tanya Aiden serius


" Hem.. ya aku tersenyum seperti ini pada beberapa pria, 1.. 2.. 3.. 4.. 5 orang.. mungkin lebih " kata Arabella sambil berfikir


" Ayah, kak Ethan, kak Peter, Kak Ashton, Felix, penjaga istana. Kecuali si Eugene, aku tidak bisa tersenyum padanya " batin Arabella


" A.. Apa??!" Aiden kaget dan berfikiran yang tidak-tidak.


" Berapa banyak pria yang akan terpesona olehnya kalau dia bertingkah imut dan polos seperti ini di depan mereka? bahkan Eugene juga mulai menunjukkan ketertarikan nya " batin Aiden kesal


" Kenapa guru?" tanya Arabella tak mengerti


" Sebagai seorang gadis kau tidak boleh tersenyum sembarangan seperti itu di hadapan pria, itu karena.. karena mereka akan salah paham. " kata Aiden cuek


" Salah paham seperti apa?" tanya Arabella penasaran


" salah paham.. itu.. mereka akan mengira kau memberikan harapan kepada mereka, kau tidak bisa begitu " kata Aiden gugup


" Lalu kepada pria seperti apa saya harus tersenyum?" tanya Arabella


" Tentu saja kepada pria yang kau sukai, atau kepada pria yang menyukaimu " jawab Aiden tegas


" Tapi, saya menyukai ke 5 pria itu dan ke lima pria itu menyukaiku juga " kata Arabella sambil tersenyum


" A..APA? kau menyukai 5 orang pria?" kata Aiden kaget dan semakin tak mengerti


" Tentu saja, mereka itu adalah ayah, kedua kakakku, Felix dan kak Ashton " jawab Arabella ceria


" Apa? jadi 5 orang yang kau sukai itu adalah..??" Aiden tersentak


" Iya pria pria yang saya maksud itu adalah keluargaku, juga Felix dan beberapa penjaga di rumahku " jawab Arabella


" Syukurlah aku pikir dia menyukai 5 orang pria " batin Aiden merasa lega. Tanpa Aiden sadari ia senyam-senyum sendiri, Arabella melihatnya dengan aneh.


" Kenapa dengannya? senyam-senyum sendiri begitu?" batin Arabella heran


Tak lama kemudian, Felix datang menghampiri Arabella dan Aiden.


" Nona, kita harus segera kembali. Bukankah nona harus bersiap-siap segera pergi ?" tanya Felix


" Kau benar juga, terimakasih sudah mengingatkanku Felix. Guru seperti nya saya harus segera pulang " kata Arabella berpamitan


" baiklah, aku juga akan segera kembali ke camp latihan. Kau berhati-hati lah " kata Aiden


" Guru juga, saya pamit guru. Sampai ketemu besok di camp latihan " Kata Arabella


Perlahan Aiden melihat ke arah leher Arabella dan melihat kalung kristal itu masih dipakainya dan ia terlihat senang.


***


Di mansion Reese..


" Nona sudah pulang " kata Daisy dan Layla menyambut


" Aku mau mandi sekarang, aku harus segera bersiap-siap " kata Arabella


" Baik nona " Kata Daisy.


Daisy pergi ke kamar mandi dan menyiapkan air untuk mandi Arabella.


" Nona Abel, tadi ada beberapa kereta yang mengantar kan banyak baju dari butik langganan nona, katanya itu adalah hadiah dari putra mahkota, harus kita apakan baju baju itu?" tanya Layla


Arabella melihat di ruang tengah begitu banyak baju-baju menumpuk disana.


" apa dia pikir rumah ku ini tempat buang buang baju?" tanya Arabella kesal


" bukankah harusnya nona senang mendapat hadiah dari putra mahkota, ini malah kesal. Kalau itu gadis lain, pasti akan merasa senang dan pamer " batin Layla heran


" Aku akan pikirkan nanti saja tentang baju baju ini, aku harus bersiap dulu ke pesta minum teh itu. " kata Arabella merasa pusing

__ADS_1


" ah.. ya baik lah nona " kata Layla


" Apa dia sengaja melakukan ini untuk menganggu ku? semua orang jadi membicarakan yang tidak-tidak, karena tingkahnya. Sebenarnya apa maunya? tadi juga dia bilang tidak akan melepaskan ku. Sebenarnya se benci apa kau padaku, Eugene?" batin Arabella bingung.


Arabella tidak menyadari bahwa alur cerita yang sudah ia rangkai, sudah mulai berubah perlahan dan takdir pun ikut berubah. Ia tidak tahu bahwa Tuhan sedang merencanakan sesuatu untuknya, yang mungkin lebih besar dan mengejutkan dari kehidupan nya dulu. Satu hal yang ia yakini, bahwa ini kebetulan ataukah takdir? Hanya saja ia ingat, bahwa ia pernah mati, dan kehilangan orang-orang yang ia cintai, itu lah kenapa ia bersikeras tidak ingin terlibat dengan keluarga kerajaan termasuk Eugene, sang Putra mahkota yang pernah membunuhnya di masa lalu.


***


Di mansion Benedict..


Terlihat sudah ramai dengan beberapa anak perempuan dari keluarga bangsawan, Claire datang bersama dengan Camille ke pesta itu. Dan terlihat Camille merasa tidak nyaman. Arabella datang bersama Ashton.


" Kak Ashton ,kenapa kau ada disini?" tanya Megan


" Apa aku tidak boleh datang berkunjung ke rumah adik sepupu ku sendiri?" tanya Ashton ramah


" Haa.. aku tahu alasanmu datang kemari, tapi ini pesta untuk perempuan. Kau tidak diperbolehkan untuk bergabung " kata Megan kesal


" Aku tidak akan bergabung kok, aku hanya ingin menyapa para gadis cantik disini " kata Ashton sambil tebar pesona pada beberapa gadis disana


" Kau mulai lagi. Oh ya, nona Arabella apa kau sudah sehat?" tanya Megan


Mata Ashton tertuju pada Claire dan tersenyum pada Claire, tapi Claire tidak menanggapinya dan bersikap dingin pada Ashton, jelas ia terlihat kecewa.Lalu, Ashton pun masuk ke dalam mansion untuk bertemu pamannya.


" Iya aku sudah membaik. Terimakasih atas hadiah mu nona Megan, aku sangat menyukainya " kata Arabella merasa senang


" Gross itu terlihat sangat cocok dengan gaun mu. " kata Megan ramah


Disisi lain, Claire menatap Arabella dengan tatapan tidak suka karena dekat dengan Megan. Camille dan Aida berjalan mendekati Arabella dan menyapa nya.


" Kakak Naomi, bagaimana keadaan mu? " tanya Camille ramah


" Yang mulia putri, saya sudah sehat. Terimakasih sudah mengkhawatirkan saya " jawab Arabella sopan


" Aku sangat mencemaskan mu nona Arabella, saat aku mendengar kau ditusuk orang jahat itu, aku dan nona Megan berniat menengok mu. Tapi, kau di rawat di istana saat itu. Jadi, kami tidak berani menemui mu " kata Aida


" Apa kalian merasa tidak enak pergi ke istana karena ku ?" tanya Camille polos


" Tidak yang mulia putri, bukan begitu " kata Aida merasa tak enak


" Lalu kenapa?" tanya Camille


" Yang mulia putri, izinkan saya menjelaskan apa yang di maksud oleh nona Aida. Mereka tidak pergi ke istana itu karena kami memerlukan undangan tertentu agar bisa masuk ke istana. " terang Arabella dengan elegan dan tersenyum


" Iya yang mulia putri itu benar sekali, kalau kami tidak mendapatkan undangan mana berani kami pergi ke istana.. " kata Megan membenarkan


" Tapi nona Claire sering datang ke istana tanpa ada undangan " kata Aida menyindir


" Seharusnya tidak seperti itu kan?" tanya Megan heran


" Arabella, dasar gadis sialan. Beraninya mengungkit masalah seperti ini dan membuatku terpojok. " batin Claire yang kesal mendengar orang-orang membicarakannya


" Selamat menikmati, nona Claire. Ini baru awalnya. " batin Arabella merasa puas


" Nona Claire seharusnya adalah pengecualian, nona Claire kan berteman dengan tuan putri. Apa saya benar tuan putri?" tanya Arabella ramah


" Iya nona Claire memang berteman dengan ku " jawab Camille terlihat ragu dan bingung


" Meskipun berteman dengan baik, kalau pergi ke istana putri tanpa undangan bukannya itu tidak bagus, maaf nona Claire bukannya aku bermaksud menyinggung mu loh . " kata Marine ( salah satu putri bangsawan bergelar Earl )


" Namun, syukurlah tuan putri bisa menerima nya. Karena tuan putri negeri kita ini memang putri yang baik hati " kata Cathy ( putri bangsawan bergelar Marques)


" Mereka semua berfikir seperti itu? ini memalukan bagi ku, aku ini seorang putri. Seharusnya tidak sembarang orang bisa mengunjungi istana kediamanku begitu saja, reputasi ku juga dipertaruhkan " batin Camille berfikir keras


" Putri Camille, anda pasti sedang berfikir keras, nah Claire bagaimana kau akan menanggapinya? " batin Arabella merasa puas


" Sudah-sudah, ayo kita minum-minum teh sambil mengobrol di taman kediamanku " kata Megan sambil mencairkan suasana


Megan mengajak semua putri bangsawan yang ia undang pergi ke taman, beberapa dari mereka banyak yang mengobrol.


" Selamat ya nona Arabella, aku dengar kau akan menjadi kandidat calon putri mahkota " kata Aida memberi selamat


" Baru kandidat saja, tidak usah di kasih selamat. Semua orang juga bisa menjadi kandidat " kata Claire iri


" Lalu bagaimana dengan anda nona Claire? aku dengar bahkan keluargamu tidak dilirik sama sekali oleh Raja untuk menjadi kandidat nya ?" tanya Megan membela Arabella


" Seperti nya nona Megan, mendapatkan informasi yang salah. Dari awal saya sudah terpilih sebagai kandidat putri mahkota " kata Claire sambil tersenyum " Lalu ada juga seseorang yang sebelumnya bilang tidak ingin jadi putri mahkota, tapi akhirnya ternyata dia menjadi kandidat putri mahkota dengan menggoda putra mahkota " Claire menyindir Arabella


Arabella tersenyum, dalam hatinya ia berkata " Claire, seberapa dalam pun kau menjatuhkan ku sekarang. Aku sudah tau semua trik murahan mu, baiklah aku akan mengikuti permainanmu, kau cobalah mengikuti permainanku "


" Apa nona Claire merasa terganggu dengan kehadiranku?" tanya Arabella dengan ekspresi sedih


" Kenapa kau berkata begitu?" tanya Claire pura-pura tidak mengerti


" Kata-katamu barusan ditujukan padaku kan? aku tahu itu kok " kata Arabella dengan ekspresi memelas


" Nona Claire apa benar perkataan itu ditujukan untuk nona Arabella?" tanya Putri Camille


" Saya tidak. Aku tidak menunjukkan kata-kata itu padamu, nona Arabella. Aku hanya membicarakan seseorang " Claire menyangkal


Mata Arabella berkaca-kaca. Claire terlihat terkejut dan semua mata melihatnya.


" Ternyata rumor tentang ku sebagai wanita jahat memang telah menyebar dan kalian berfikir aku juga wanita jahat kan?" tanya Arabella sambil menangis


" Tidak.. nona Arabella kami tidak berfikir begitu " kata gadis-gadis bangsawan merasa bersalah


" Kenapa jadi begini? Reaksi yang benar seharusnya adalah kemarahan Arabella, kenapa dia seolah-olah menjadi yang tertindas " batin Claire kaget


" Ini kesempatan terbaik ku untuk meningkatkan reputasi ku dan menghancurkan Claire secara perlahan " batin Arabella


" Aku akan menjelaskan pada kalian semua nya tentang ku dan putra mahkota, termasuk kesalahpahaman tuan putri Camille padaku. Aku sama sekali tidak ada hubungannya dengan putra mahkota dan memang sebelumnya aku pernah bilang tidak ingin menjadi putri mahkota, itu memang benar. Karena aku sudah memiliki orang yang aku sukai, aku harap kalian tidak salah paham. Mungkin sebagian dari kalian mengerti kenapa aku masuk dalam kandidat putri mahkota karena ayahku, aku tidak pernah menggoda putra mahkota ! " terang Arabella sambil menangis


" Itu benar, Nona Arabella tidak pernah menggoda kakakku. Tapi, kakakku lah yang mungkin tertarik padanya " kata Camille menggoda


" Menangis untuk kemenangan, baguslah tuan putri percaya padaku " batin Arabella senang


" Iya kami mengerti kok, kami percaya pada mu nona Arabella jangan menangis lagi ya " kata Aida merasa bersalah


Semua gadis bangsawan yang tadinya mengejek Arabella, berbalik menjadi meminta maaf padanya dan ingin berteman dengannya. Arabella merasa senang dan puas melihat ekspresi Claire yang terlihat kecewa dan sedih. Dan setelah itu Claire juga Camille juga ikut minta maaf pada Arabella.


" Nona Arabella aku benar-benar minta maaf, aku tidak sengaja mengatakan hal itu. Aku hanya mendengar rumor saja. Kau sangat tersinggung denganku ya?" tanya Claire sambil memegang tangan Arabella dengan lembut


" Tidak apa-apa kau tidak perlu minta maaf, bukan hanya kau saja yang akan salah paham padaku jika mendengar rumor itu. Mungkin ada banyak orang juga yang iri padaku, makanya DIA mengatakan rumor yang tidak benar tentangku. Tapi, syukurlah setelah aku jelaskan kalian tidak salah paham lagi padaku.. itu yang terpenting " Kata Arabella dengan nada suara yang rendah dan terdengar sedih


" Arabella sekarang terlihat lebih tenang. Dia benar-benar berbeda, dia tidak pemarah seperti dulu. Aku sangat kesal padanya, tapi aku harus tetap menjalin hubungan baik dengannya " batin Claire merasa sebal


Setelah itu Camille berbicara berdua dengan Arabella, Camille membicarakan tentang teh yang ia buat dengan Resep yang diajarkan Arabella dan putra mahkota menyukainya.


" Sayang sekali, kau sudah punya orang yang kau sukai. Padahal seperti nya Kakak ku menyukaimu, Kak Naomi " kata Camille


" haha.. tidak mungkin yang mulia putra mahkota menyukai saya, dari kecil saya selalu mengejar-ngejar nya, tapi dia sama sekali tidak melirik saya. " kata Arabella sambil tertawa kecil


" Iya sih kalau itu aku juga tau, tapi setiap membicarakan mu kakak selalu tertarik dan terlihat bersemangat. Dia tidak pernah begitu pada gadis manapun. Aku rasa dia menyukaimu " kata Camille sambil tersenyum


" Kau salah tuan putri, dia tidak bisa menyukaiku dan tidak akan pernah menyukaiku. Karena di masa lalu pun dia begitu, dia hanya menyukai Claire. Di kehidupan ini pun perasaan nya juga mungkin sama seperti sebelumnya.." batin Arabella sedih

__ADS_1


Dari kejauhan, Claire melihat Arabella dengan perasaan iri dan tidak suka.


" Arabella kalau kau menjadi penghalang ku menjadi putri mahkota, aku akan menyingkirkan mu. Tapi, kalau kau memang tidak ada niatan seperti itu, aku akan membiarkanmu " kata Claire dengan penuh kecurigaan pada Arabella


__ADS_2