
Petir menggelegar, pertanda sesuatu yang besar akan terjadi malam itu. Hari itu sudah memasuki dini hari dan udaranya semakin dingin, Canaria berada di dalam posisi terdesak, antara mati disana ( terjun ke sungai ) atau mati disini ( ditangan ratu ).
" Tidak cukup kah kau membuat ku menderita? aku sudah membiarkan mu bersama Caesar, aku bahkan sudah menandatangani surat perceraian kami agar kau puas ! kenapa kau masih melakukan hal jahat seperti ini? demi apa kau lakukan ini?" tanya Canaria dengan mata berkaca-kaca
" Demi cinta ! aku mencintai Caesar setulus hatiku, tapi kenapa kau selalu saja menganggu kami? kau selalu saja di pikiran nya !" Ratu teriak marah
" Ha.. cinta? hal seperti ini kau sebut cinta? kau membunuh orang, demi cinta? apakah ada cinta yang seperti itu yang membunuh pelayannya sendiri karena terbakar api cemburu?!" tanya Canaria heran
" Jadi kau sudah tau ya? itu karena si pelayan itu berani bermain mata bersama Caesar, aku jadi kalap dan aku tidak sengaja membunuhnya " kata Ratu santai
" Tidak sengaja? kau sudah gila Ratu ! " tanya Canaria tak percaya
" Ya, aku sudah gila. Memangnya kenapa? " tanya Ratu sinis
" Apa anda benar-benar akan membunuh saya disini?" tanya Canaria dengan berani
JEDERR
JEDERR
" seperti nya cuaca hari ini sangat bagus, untuk melakukan ini sekarang " kata Ratu sambil tersenyum menyeringai
" Mari kita bernegosiasi ! yang mulia ratu, saya menawarkan perdamaian !" seru Canaria
" Apa yang kau katakan?" tanya Ratu
" Saya dan anak saya akan pergi menjauh, sejauh mungkin dari anda dan yang mulia Raja. Tapi, anda harus melepaskan kami !"
" Hahahaha.. kau pikir aku bodoh? berapa kali kau melakukan itu tidak ada gunanya. Caesar, tetap saja mencari mu. Kau tidak punya pilihan lain selain matu disini atau melompat kesana dan mati !" kata Ratu penuh kemarahan
" Tidak ! aku tidak mau !" Canaria berteriak
" Jika aku mati, siapa yang akan menjaga Cedric? Aku ingin mengatakan banyak hal padanya, menemaninya tumbuh dewasa.. aku tidak mau mau seperti ini.." batin Canaria sedih
Ratu memberi aba aba pada Oscar dan anak buahnya yang lain, untuk memanah Canaria.
Sung
Sung
Panah itu melesat dan menembus ke arah kaki Canaria dan tangannya, ia melindungi bayinya.
" Owwaa.. owwaa.." Aiden kecil menangis melihat ibu nya kesakitan
" Hen.. hentikan.. kumohon..." Canaria menahan sakit nya. Ia masih menggendong Aiden dengan erat. " Jangan menangis nak, ibu tidak apa apa " bisik Canaria pada bayinya.
" Bagaimana rasanya? sakit kan? itu baru 2 anak panah loh? apa rasa sakitnya itu sama seperti kau mengambil perhatian Caesar dariku! Rasakan itu ! " Ratu tertawa menyeramkan, ia merasa puas melihat Canaria kesakitan
Oscar tergerak hatinya melihat kasih sayang Canaria yang menghadang panah itu demi menyelamatkan bayinya, hatinya terhenyak. Oscar mengusulkan ratu itu untuk membunuh langsung Canaria dan tidak menyiksa nya dulu. Akan tetapi sang Ratu tidak mendengarkan perkataan Oscar yang masih memiliki sedikit rasa iba terhadap ibu dan anak itu.
" Baiklah, jika anda menginginkan kematian saya. Saya akan mati, tapi saya mohon biarkan anak saya hidup "kata Canaria memohon
" Cih.. beraninya tawar menawar denganku !" Ratu marah dan mengambil pedang dari tangan Oscar
" Yang mulia, apa yang akan anda lakukan?" tanya Oscar
" Kalian terlalu lamban !" Ratu mengangkat pedangnya untuk menusuk si bayi, akan tetapi...
JLEB
" Arghh !! "
Darah bercucuran ke tanah, dari perut Canaria. Mulut wanita itu mengeluarkan darah, ia menatap anak nya sambil menangis.
" Beraninya kau menyakiti anakku !" Canaria marah dan berjalan tergopoh-gopoh, mendekati ratu sambil membawa pisau ditangannya. Wanita itu berniat menyerang ratu dengan tenaganya yang tersisa. Namun langkahnya berhenti saat dua orang pembunuh itu menahan tangannya.
" Dia masih bisa berjalan, padahal lukanya sudah separah itu tapi dia masih belum mati " batin Oscar tercengang
" Beraninya kau mau menyerang ku !" seru Ratu marah " Ambil bayinya !"
" jangan ! jangan.. ambil anakku ! kalian brengsek ! jangan sakiti.. anak..ku " Suara wanita itu semakin melemah, darah yang mengucur dari darahnya semakin banyak. Dengan kekuatan yang tersisa ia mundur ke pinggir tebing lalu jatuh terduduk karena lemas.
" Jangan berusaha memberontak, kau akan tetap mati walaupun seperti itu " kata Ratu santai
" Kau sangat kejam.. bagaimana bisa kau melakukan semua ini, padahal kau sendiri sedang mengandung. Bagaimana perasaan mu kalau ada orang yang ingin membunuh bayi mu? " tanya Canaria sedih
" Itu tidak akan terjadi, karena yang mulia raja pasti akan melindungi anak ini ! dan setelah kematian mu, aku dan anakku akan hidup bahagia bersama Caesar ! lalu kau hanya akan jadi kenangan saja .Hahaha " kata Ratu sambil menatap tajam pada Canaria yang wajahnya sudah pucat pasi seperti kehabisan darah.
__ADS_1
Ratu menusuk Canaria untuk kedua kalinya, ketiga kalinya, hingga wanita itu tidak berdaya lagi. Melihat hal itu Oscar merasa ngeri dengan Ratu yang kejam dan tega membunuh orang tanpa ragu ragu, tapi inilah dunia yang kejam. Dimana yang jahat akan menang dan yang kejam akan berkuasa, begitulah kata Ratu setiap kali ia menasehati Oscar dan anak buahnya yang lain.
Seakan mengerti perasaan dan keadaan ibunya, Aiden kecil menangis dan menyentuh wajah ibunya yang sudah dipenuhi dengan darah. Sementara sang Ratu itu tertawa puas melihat ketidakberdayaan rival nya itu.
" Ibu..ibu.. baik baik saja.." Canaria berusaha tersenyum di depan bayi kecilnya yang mungil itu.
Ia teringat kalung yang diberikan oleh sahabatnya sekaligus pelindung nya Lucia, ia mengalungkan kalung kristal perak itu pada Aiden dengan harapan anak itu akan selamat.
" Yang mulia ratu, itu sudah cukup! dia pasti akan mati sebentar lagi.. jangan menusuknya lagi " kata Oscar kasihan
" Ingat ini baik baik Oscar, dan kalian semua. Jika kalian tidak jadi kejam, maka akan ada orang yang lebih kejam dari kalian dan akan menjatuhkan kalian. Sebelum kalian dijatuhkan, kalian harus menjatuhkan lawan kalian dulu " kata Ratu memperingatkan
JLEB
SRATT
Sekali lagi Ratu menusuk wanita yang sudah tidak berdaya itu dengan pedangnya. Ia melindungi anaknya hingga tak ada luka sedikit pun ditubuhnya.
" Kau sangat menyayangi anak mu rupanya, sayang sekali tapi kalian akan mati disini !" seru Ratu sambil tersenyum sinis
Wanita kejam itu memerintahkan semua pembunuh itu memanah Canaria tanpa henti. Bagian tubuhnya sudah ada yang hancur dan punggungnya juga sobek sobek karena pedang. Melihat itu Oscar terpana, karena Canaria masih bisa tersenyum di depan anaknya.
" Terimakasih karena aku mati di tanganmu ratu Freya .." kata Canaria sambil tersenyum
" Apa maksud mu? kenapa kau masih bisa tersenyum seperti itu?!" tanya Ratu kaget
" Terimakasih.. karena kau yang membunuhku. Suatu saat nanti Caesar akan tau kalau kau yang membunuhku dan kau akan mendapat balasan atas semua perbuatan mu.. uhuk uhuk "
" Haa.. kau jangan terlalu percaya diri, menurutmu jika kau pergi Raja akan mengingatmu? akan ku pastikan kau hanya akan jadi kenangan !" teriak Ratu
" Apa kau yakin? apa kau percaya bahwa aku hanya akan jadi kenangan? akan ku pastikan juga, kalau hidupmu tidak akan bahagia bersama dengan orang yang tidak mencintai mu " kata Canaria penuh kemarahan dan kesedihan
" Apa kau bilang???!"
" Dengarkan aku baik baik yang mulia ratu... kau harus selalu menjaga yang mulia raja baik-baik jika kau memang mencintainya. Aku akan selalu berdoa untuknya di alam yang berbeda..Tolong.. katakan padanya kalau aku mencintai nya.. aku berharap semoga Caesar selalu bahagia.. " Canaria tersenyum pahit
Oscar agak tersentuh mendengar ketulusan Canaria mendoakan Caesar.
" Aku tidak kuat lagi, seperti nya ini sudah saatnya" batin Canaria kesakitan
" Jadi seperti ini lah akhir hidupku, Nak kau harus hidup.. ibu mohon..Tuhan.. berikanlah pertolongan mu pada anakku ..." batin Canaria memohon setulus hatinya
" BYUR "
" Cepat cari mereka !!" ujar Ratu pada anak buahnya
" Baik yang mulia ratu !" kata anak buahnya patuh
Belum cukup sampai disitu, Ratu tetap ingin memastikan bahwa wanita itu dan bayinya sudah benar-benar mati. Beberapa jam setelah Canaria dan Aiden kecil tercebur ke sungai, mayat Canaria di temukan di bebatuan sungai dan kondisi tubuhnya sudah hancur, terutama di bagian perut dan punggungnya karena ia ditusuk oleh Ratu berkali kali.
" Akhirnya dia mati juga.. " Ratu menyeringai puas melihat wanita rivalnya itu sudah mati
" Yang mulia, harus kami apakan mayat nya?" tanya Oscar
" Buat seolah olah wanita ini bunuh diri dan membuang bayinya karena frustasi " jawab Ratu santai
" Apa? "
" Bagaimana bisa aku menutupi luka lukanya yang parah itu?" batin Oscar bingung
" Aku sudah siapkan surat wasiat, dan kau kerjakan sisanya. Buatlah mayat wanita jalang ini seperti mati bunuh diri. Tidak peduli apapun caranya, kau sebagai kaki tanganku harus bisa melakukannya " kata Ratu tajam
" Bagaimana bisa aku bekerja sama dengan orang sekejam ini? akan jadi apa nantinya bila aku mengkhianati nya.. untunglah aku berada di pihaknya " batin Oscar lega
" Saya akan melakukan perintah yang mulia .." kata Oscar patuh
" Bagus, setelah ini aku akan memberikanmu hadiah yang bagus " Ratu tersenyum tipis
Dan setelah itu Oscar menjadi kaki tangan setia ratu dan selalu menjalankan rencana kotor ratu, termasuk membunuh orang orang tidak bersalah yang menjadi halangan nya.
...****...
Kembali ke masa kini, dimana Oscar dan Raja berbicara di penjara. Setelah cerita panjang dari Oscar tentang kematian Canaria, sang Raja yang tidak pernah meneteskan air mata karena apapun selama hidupnya, akhirnya meneteskan air mata kedua kalinya dan itu karena orang yang sama yaitu Canaria, orang yang sangat ia cintai.
" Kenapa kau baru mengatakan nya sekarang? Kenapa ?!!" teriak Raja penuh emosional
" Maafkan saya.. saya tahu saya tidak berhak meminta maaf.. tapi saya tetap ingin meminta maaf, pada yang mulia Raja dan pada nona Canaria.. saya tau saya tidak akan pernah diampuni..saya sungguh menyesal.. hiks " Oscar menangis menyesali semua perbuatannya di masa lalu.
__ADS_1
" Canaria.. maafkan aku.. betapa sakitnya kau saat itu.. pasti sakit sekali bukan, tapi kau masih bisa tersenyum di saat saat terakhir mu, dan mendoakan kebahagiaan ku..aku ini adalah orang bodoh yang tidak tau apa apa. Aku selalu mengatakan bahwa aku mencintaimu, tapi cinta ku selalu melukaimu.. aku lah yang harus disalahkan atas kematian mu.. aku yang salah.." batin Raja sakit hati sambil menangis
" Yang mulia raja, sebenarnya nona Canaria memiliki sebuah buku harian.. dan aku masih menyimpannya. Disana ada pesan untukmu " kata Oscar
Raja keluar dari penjara istana dan berjalan terhuyung-huyung. Ia seperti orang linglung, setelah itu ia menggeledah rumah kediaman Collete untuk mencari buku harian Canaria. Dan raja menemukannya di brankas milik Oscar, disitu juga ada gelang yang tidak asing baginya.
" Ini...ini..."
Ingatan Raja kembali ke masa lalu saat melihat gelang itu, ia membuka buku harian Canaria dan membacanya.
Hari itu adalah hari ulang tahun Canaria...
Caesar menyiapkan pesta kejutan untuk kekasihnya itu.
Caesar yang masih menjadi putra mahkota, pergi ke sebuah taman seperti janjian akan bertemu dengan seseorang, ia berpakaian rapi. Ia selalu ditemani oleh Philips penasehat sekaligus pengawal setianya.
" Philips, kenapa dia belum datang juga ya?" tanya Caesar bingung
" Mungkin sebentar lagi yang mulia " jawab Philips
" Hey Philips, kau tidak boleh memanggilku di depan Ria seperti itu ! jangan lupa ya " kata Caesar mengingatkan
" Iya yang mulia, saya akan pergi setelah nona Ria datang. Anda tenang saja " Philips tersenyum ramah
" Baguslah " kata Caesar
Tak lama kemudian, seorang gadis cantik dan memakai gaun berwarna biru sedang berjalan ke taman, dia adalah Canaria. Wanita itu berjalan mendekati Caesar yang sudah menunggunya di taman. Malam yang gelap itu menjadi terang seperti penuh bintang, saat lampu lampu di taman mulai menyala. Canaria takjub melihat lampu lampu di taman itu.
" Woah.. ini sangat cantik "
" Tapi tidak secantik dirimu " kata Caesar
Pria itu menggandeng tangan Canaria dengan senang. Caesar benar-benar sudah tergila gila dengan Canaria, lebih tepatnya karena cinta. Pasangan kekasih itu duduk dan makan malam bersama dibawah sinar bulan yang romantis. Saat memakan kue, Canaria kaget melihat ada gelang di piring kue nya saat ia menghabiskannya kue nya gelang itu terlihat. Gelang berlian berwarna merah, terlihat seperti safir.
" Ini... " Canaria bingung melihat gelang itu.
" Akhirnya ketahuan juga ya "
Caesar membungkuk di depan gadis itu dan mengulurkan tangannya.
" Selamat ulang tahun, dan maukah kau menikah denganku?" tanya Caesar
" Apa tuan sedang melamar saya?" tanya Canaria polos
" Iya "
" Dengan gelang ini?"
" Betul "
" Mana ada orang yang melamar dengan gelang, biasanya kan pake cincin?" tanya Canaria sambil tersenyum
" ada, ini aku. Aku orangnya.. jadi apa kau mau menjadi istriku?" tanya Caesar semangat
Meskipun lamaran itu bukan lamaran yang romantis menurutku, akan tetapi Canaria tetap tersenyum, ia malah tertawa dengan apa yang aku siapkan.
" Aku tidak bisa menolak ketulusan mu, tapi bisakah kau berjanji satu hal padaku?" tanya Canaria menatap Caesar dengan serius
" Apa itu?"
" Aku ini orangnya pelit dan tidak bisa berbagi dengan orang lain, apalagi jika itu soal cinta. Bisakah kau hanya memiliki ku seorang saja sebagai istrimu?" tanya Canaria
" Bagaimana bisa aku bisa berpaling dari wanita seperti mu? aku janji akan selalu mencintaimu, dan hanya dirimu satu satunya wanita di dalam hidupku. Hanya kau satu satunya yang akan jadi ibu dari anak anakku " Caesar mencium punggung tangan Canaria. Gadis itu tersenyum dan tersentuh mendengar kata kata Caesar, ia mempercayai pria itu sepenuh hatinya.
" Jadi kapan saya akan dapat cincinnya?" tanya Canaria
" Saat pernikahan kita, aku akan memasangkan cincinnya di jarimu. Nah, gelang ini adalah jaminan ku " kata Caesar sambil memakaikan gelang itu di tangan kiri Canaria.
Gelang itu dipesan khusus oleh Caesar dari kerajaan Lostia, yang merupakan penghasil perhiasan terbaik di dunia. Namun bagi Caesar, tidak ada yang lebih berharga dari Canaria di dalam hidupnya.
Kembali ke masa kini, sang raja menangis saat membaca buku harian Canaria, yang semuanya berisi tentang dirinya dan kehamilan nya. Hatinya sangat sakit, karena penyesalan mendalam telah membawa Canaria kedalam hidupnya tapi ia tak pernah mendapat kebahagiaan dari Raja itu.
Seharusnya aku tidak mengucapkan janji yang tidak bisa aku tepati, aku adalah pria brengsek yang harusnya menerima kebencian darimu. Tapi kenapa sampai akhir kau hanya memikirkan kebahagiaan ku? aku pria yang sudah mengkhianati mu, menyakitimu, aku tidak berhak bahagia.. Canaria.. dari dulu sampai kau meninggal, aku tidak pernah membuat mu bahagia.. aku minta maaf... benar benar minta maaf.. aku malu pada diriku.. benar benar malu...kau pasti menyalahkan ku bukan? kau pasti membenciku? ...
Sang Raja menangis dengan penuh emosional, beberapa pengawal kerajaan melihatnya dan merasa sedih. Perlahan ia melihat bayangan Canaria ada di depannya dan memegang tangannya sambil menangis, raja itu terus mengucapkan kata maaf tiada henti.
...---***----...
__ADS_1