
2 jam berlalu, dan Arabella masih mengurung dirinya di dalam kamar. Layla dan Daisy sudah berusaha membujuk nya untuk makan sesuatu tapi diperbolehkan masuk saja tidak boleh oleh gadis itu.
Peter mengetuk pintu kamar adiknya itu dengan rasa bersalah.
TOK TOK TOK
" Bibi Daisy, Layla, sudah kubilang aku belum mau makan " kata Arabella dari dalam kamarnya
" Ini aku " kata Peter
" Ada apa kak Peter?" tanya Arabella
" Boleh kakak masuk ?" tanya Peter dengan nada sedih
CEKLEK
Peter merasa lega saat adiknya itu membuka pintu untuknya. Arabella mempersilahkan kakak nya masuk, tak lama kemudian mereka pun duduk di sofa yang ada di kamar Arabella.
" Kakak ingin bicara dengan ku?" tanya Arabella
" iya. Abel maafkan kakak yang tidak mengerti perasaan mu dan berkata seperti itu. Maaf karena kakak tidak memikirkan hati mu, maaf karena kakak bukan..
" hentikan ! kalau kakak kesini hanya untuk mengatakan maaf, aku tidak mau mendengarnya " kata Arabella sedih
" Bagaimana bisa aku diam saja saat aku tai kalau aku bersalah padamu, Abel?" tanya Peter
" Tidak, aku yang salah kak. Aku terlalu emosional, seharusnya aku yang minta maaf sudah membentak kalian dan marah seperti tadi pada kalian " Arabella tersenyum pahit
" Aku baru menyadari bahwa selama ini aku selalu bersikap tidak baik padamu, dari kita kecil aku selalu saja ribut dengan mu. Mengambil makanan mu, membuat mu menangis, aku sadar aku adalah kakak yang buruk untuk mu.. ya kan?" tanya Peter dengan mata berkaca-kaca
" Omong kosong apa yang kakak katakan !" seru Arabella marah
" Benar kan? aku bukan kakak yang baik, kau pasti membenci ku ... " Peter menunduk sedih
" Kalau kakak mengatakan ini terus, aku akan marah pada kakak !" Arabella kesal
" Jangan marah Abel.. aku kesini bermaksud minta maaf pada mu. " kata Peter memohon
" Apa aku pernah bilang kalau aku membenci kakak? kenapa kakak bisa berfikir seperti itu?" tanya Arabella tak mengerti
" karena kenyataan nya memang aku selalu membuat mu menangis, mau itu dulu atau sekarang. Aku minta maaf " Peter memegang tangan Arabella
Peter dan Arabella sama-sama menangis mengingat kesalahan mereka satu sama lain.
" Aku tidak pernah menyalahkan kakak.. " kata Arabella dengan mata berkaca-kaca
Suara Arabella :
Dibalik hatiku yang terluka karena kehilangan sosok kakak yang baik seperti kak Ashton, dan menghilang nya Pangeran Aiden.
Berkat duka itu, hubungan ku dengan kedua kakak ku semakin erat. Terutama kak Peter, dia memegang tanganku dan mengatakan maaf pada ku atas perlakuan nya pada ku di waktu kecil yang bahkan tidak pernah aku permasalahkan, akhirnya hubungan kami menjadi erat dari sebelumnya setelah hati kami saling memaafkan. Kak Peter dan kak Ethan, ingin aku membagi suka duka ku pada mereka, aku sangat bahagia dan sekali lagi aku merasa sangat bersyukur terlahir kembali, karena kedekatan dan perasaan ini tak pernah aku rasakan di kehidupan ku yang lampau.
Sedangkan orang yang memberikan ku kelahiran kembali yang berharga ini , tak tau ada di mana bahkan aku tak tau dia masih hidup atau tidak, namun aku masih punya keyakinan bahwa Aiden baik baik saja. Meskipun sesekali aku menangis, tapi aku selalu berusaha mencarinya dan tegar dengan penuh harapan bahwa Aiden akan kembali.
***
Keesokan harinya, hari festival Persahabatan di Clarines yang sering disebut pesta rakyat atau juga pesta para Raja. Semua Raja dari kerajaan tetangga yang menjalin kerja sama dengan Clarines di undang ke Clarines dan diwajibkan untuk hadir ke Festival yang bertujuan meningkatkan persahabatan antara satu Kerajaan dan kerajaan yang lain.
Pada hari festival itu para bangsawan di wajibkan untuk membeli makanan atau barang sebanyak mungkin dari rakyat miskin yang berdagang, dan pada hari itu juga semua pengemis akan mendapatkan makanan gratis dari kerajaan Clarines.
Ketika semua orang sibuk merayakan festival, Arabella malah duduk diam di taman Belakang rumahnya.
" Kau yakin tidak akan ikut kami pusat kota?" tanya Ethan cemas
" iya kau mending ikut saja, kita bisa sekalian beli kue di Pia Bakery. Disana akan banyak orang dan nanti malam akan ada kembang api
juga "kata Peter membujuk
" tidak, aku disini saja. Aku baik baik saja kok, kalian pergilah " kata Arabella tersenyum sambil menolak
" Semua orang akan pergi kesana, kau tetap tidak akan pergi ?" tanya Ethan
" Iya, aku ingin istirahat saja di rumah hari ini. Oh ya, kalau kalian bertemu ayah bilang saja aku mau istirahat di rumah dan aku titip kue Pia bakery " kata Arabella tersenyum cerah
" Baiklah kalau itu mau mu " kata Ethan
" Kakak, mana bisa begitu? Abel, kau harus ikut !" ujar Peter
" Peter jangan memaksa nya, sudah beberapa hari ini dia mencari pangeran Aiden dia pasti lelah , biarkan dia beristirahat" bisik Ethan pada Peter
" Ah iya kak aku mengerti " kata Peter setuju
" Entah kenapa aku berfikir kalau lebih baik Abel berada di tempat yang ramai, saat hatinya sedang seperti ini. " batin Peter
Kedua kakak Arabella pergi ke pusat kota untuk ikut serta dalam festival persahabatan. Peter dan Ethan menjadi pengawal yang mengawal acara itu.
***
Di pusat kota, banyak raja-raja yang datang ke Clarines dan disambut dengan meriah. Dominic datang bersama Cane dan Wen.
" Terimakasih yang mulia sudah mengizinkan saya ikut kemari" kata Wen senang
" Kau jangan lupa tujuan mu kemari, jangan mengecewakan ku " kata Dominic dingin
" Tentu saja yang mulia, saya akan berusaha menghibur nona Arabella " kata Wen dengan senang hati
" bagaimana festival disini, Wen?" tanya Cane
__ADS_1
" Sangat meriah, lebih meriah di bandingkan di Vanders " kata Wen ceria
" Lain kali aku akan membuat festival yang lebih meriah daripada ini " kata Dominic tidak senang
" Maafkan saya yang mulia saya tidak bermaksud bicara begitu " kata Wen memohon
" Kau bicara seolah aku akan membunuh mu, santai saja " kata Dominic datar
" Yang mulia raja benar benar sudah berubah, biasanya dia akan langsung menebas leher orang yang berbicara sembarangan tapi dia sekarang bisa tenang dan santai seperti ini. Sungguh luar biasa arti dirimu untuk yang mulia raja, nona Arabella " batin Wen bersyukur
Raja tiran itu melihat-lihat ke arah jalanan seperti sedang mencari sesuatu, ia malah melihat beberapa gadis yang tersenyum genit pada nya karena terpesona dengan ketampanan nya.
" Apa apaan mereka?" gumam Dominic tidak senang
" Yang mulia ,mereka sedang menggoda anda " kata Cane sambil tersenyum
" Perempuan seperti itu tidak bisa menggoda ku, cantik juga tidak " kata Dominic meremehkan
" Menurut saya mereka cantik cantik kok " kata Wen
" gadis gadis genit seperti itu, tidak ada cantik cantik nya sama sekali " kata Dominic tak suka
" Lalu siapa menurut yang mulia, wanita tercantik?" tanya Cane penasaran
" Tentu saja Arabella " jawab Dominic dengan cepat dengan senyuman. Dengan cepat Dominic merubah ekspresinya kembali menjadi dingin
" Tidak ada wanita yang cantik, tidak ada!" kata Dominic tegas
Cane dan Wen tertawa melihat tingkah Dominic yang menurut mereka lucu.
" Dari tadi aku terus melihat-lihat jalanan, tapi aku tidak melihat nya. Apa dia tidak datang kesini? " batin Dominic resah
Gadis yang di cari Dominic rupanya sedang bersantai di rumah di temani Felix yang selalu ada di sampingnya. Felix merasa cemas karena nona nya itu masih terlihat galau, berkali kali pengawal itu berusaha membujuk nya untuk pergi ke festival agar ia bisa mencari suasana hiburan untuk nya. Akan tetapi, nona nya itu tetap tidak ingin pergi kemana-mana karena ia bilang lebih suka sendirian di rumah.
" Felix, apa kau berhasil membujuk nona?" tanya Daisy
" Tidak, nona tetap bersikeras ingin tetap di rumah " jawab Felix sedih
" Oh.. kasian sekali nona, dia pasti masih sedih. Padahal ini sudah lewat 2 bulan " kata Daisy sedih
" Nona sangat mencintai pangeran Aiden makanya nona seperti ini " kata Layla sedih
Tak lama kemudian, Layla menghampiri Arabella yang sedang duduk sendirian di rerumputan dan memberitahu nya bahwa ada putri mahkota datang mengunjungi nya.
" mau apa putri mahkota kesini? bukankah harus nya dia berada di festival bersama putra mahkota" gumam Arabella heran
Claire sudah ada di hadapannya sebelum Arabella menemui nya di ruang tamu.
" Hormat saya putri mahko.."
Belum sempat Arabella menyelesaikan kata-katanya, tangan Claire sudah melayang duluan mendarat ke pipi gadis itu.
Arabella dan Daisy yang melihat Claire tiba-tiba menampar Arabella membuat mereka terkejut.
" Haa .." Daisy kaget melihat nya
" Bibi Daisy, tinggalkan kami berdua " kata Arabella tegas
" Tapi nona ..
" Pergilah !" ujar Arabella
Daisy meninggalkan Arabella dan Claire di dekat ruang tamu berdua. Hati si pelayan itu sangat cemas dan terkejut.
" Saya bisa bertanya apa alasan anda tiba-tiba melakukan ini?" tanya Arabella menahan amarah
" Aku kesini ingin memberimu pelajaran, wanita jalang seperti mu harus mendapatkan pelajaran " kata Claire sinis
" pelajaran apa maksud anda? jangan hanya karena anda putri mahkota, saya akan membiarkan tindakan anda ini !" seru Arabella kesal
" Jangan kurang ajar dan melewati batasan mu lagi ! apa yang kau katakan pada putra mahkota sehingga dia ingin menjadikan mu selir ?" tanya Claire marah
" Apa? selir apa?" tanya Arabella tak mengerti
" Jangan pura-pura bodoh, kau yang menggoda putra mahkota untuk menjadikan mu selir ! iya kan?" tanya Claire marah
" Kenapa putra mahkota mengatakan hal sebodoh itu ? menjadikan ku selir? jangan bercanda " batin Arabella tak paham
" Haha.. kenapa dia ingin menjadi kan ku selir dan aku tidak tahu ya? apa kau pikir saya akan setuju ? Yang mulia putri mahkota, kenapa anda malah berada disini bukannya bertanya sendiri kepada putra mahkota? atau putra mahkota tidak menjawab pertanyaan mu dengan benar?" Arabella tertawa sinis
" Arabella kau jangan..." Claire marah
" kau yang jangan ! jangan lewati batasan mu ! tiba-tiba datang ke rumah ku tanpa diundang dan bersikap tidak sopan padaku ! " teriak Arabella marah
" Claire, kau selalu bisa membuat ku darah tinggi " batin Arabella kesal
" Aku kesini untuk memperingatkan mu, putri mahkota hanya aku. Hanya aku satu satunya wanita yang boleh ada di sisi Putra mahkota ! kau tidak boleh menggoda putra mahkota lagi. Jika tidak, aku tidak akan membiarkan mu !" Claire penuh kemarahan
" Anda lucu sekali, siapa juga yang mau menggoda suami orang lain? anda tau kan sejak awal saya tidak pernah tertarik dengan putra mahkota, seharusnya anda katakan ini pada putra mahkota bukan pada saya ! katakan pada nya bahwa saya tidak suka dia mendekati saya dan hentikan dia untuk mengirim kan saya hadiah !" terang Arabella menatap murka pada Claire
" Kau harus ingat kata kata mu, kau tidak akan pernah menyukai atau mendekati putra mahkota ! kau harus menolak saat Raja meminta mu menjadi selir nya !" seru Claire
" Benar juga, padahal aku bisa menghentikan nya untuk mengirim hadiah pada Arabella.. selama ini memang putra mahkota yang mendekati Arabella " batin Claire berfikir
" Kenapa aku merasa dia begitu kekanakkan ya ?" batin Arabella heran
" Saya bisa berjanji kalau anda mau minta maaf pada saya " kata Arabella tegas
__ADS_1
" kenapa aku harus minta maaf?" tanya Claire heran
" Anda sudah menampar saya tadi dan mengatakan bahwa saya murahan. " jawab Arabella santai
" Aku tidak akan melakukannya " kata Claire tegas
" baiklah kalau tidak mau, bagaimana jika putra mahkota tau perbuatan anda pada saya? seperti nya akan lebih bagus " kata Arabella tersenyum sinis
" Kau mengancam ku !" seru Claire makin kesal
" Saya hanya bertanya saja " jawab Arabella santai
" Ha.. baiklah aku minta maaf sudah menampar mu dan mengatakan kalau kau gadis murahan. " Claire menghela napas
" Anda terdengar tidak tulus " kata Arabella tegas
" Aku benar-benar minta maaf, nona Arabea. Kau bukan gadis murahan, aku tarik kembali kata kata ku. Puas ?" tanya Claire
" Baiklah setidaknya kau sudah menunjukkan niat mu, jadi aku memaafkan mu " jawab Arabella sebal
" Kau harus tepati janjimu, jangan sampai putra mahkota tau tentang ini " kata Claire tegas
" saya janji. Yang mulia putri mahkota saya menyarankan agar kau menjaga putra mahkota dengan baik untuk tidak menganggu saya lagi. " kata Arabella tegas
" Aku akan berusaha mempertahankan posisi ku sekuat tenaga " ucap Claire serius
" Ya, saya tau. Maka dari itu pertahankan lah posisi anda itu dan dapatkan cinta nya, hanya dengan cara itu kau akan bahagia dan bisa selalu ada disampingnya. Karena saya saya yakin kalau hati nya akan luluh jika anda berbuat baik, karena hati manusia bisa berubah" kata Arabella menasehati
" kenapa aku harus menasehatinya? padahal dia sudah banyak berbuat jahat padaku. Haa... Aku ini baik sekali " batin Arabella menggerutu
" meski aku kesal mendengar perkataannya, tapi yang dia katakan memang benar. Untuk berada disisi nya aku harus bisa membuat nya jatuh cinta pada ku. Karena cinta adalah hal yang utama dalam sebuah hubungan, tapi bagaimana aku bisa menghilangkan Arabella dari hati mu, putra mahkota " batin Claire sedih
Claire pergi setelah marahnya mulai mereda, ia memikirkan kata-kata Arabella yang menasehatinya. Arabella melihat kepergian Claire dari halaman depan rumahnya.
" Daripada membalas dendam atas luka lama, lebih baik aku mengubah nya menjadi cinta. Semoga saja dengan apa yang ku katakan kau bisa benar-benar berubah Claire. Aku baru menyadari nya sekarang, kalau mungkin di masa lalu kau berbuat jahat karena hanya ingin dicintai oleh Eugene. Semoga di kehidupan kali ini kau bisa mendapatkan cinta nya dengan tulus " batin Arabella berharap tulus
Daisy dan Layla segera menghampiri Arabella dengan terburu-buru dan membawa kotak obat.
" Nona, nona baik baik saja?" tanya Layla cemas
" Astaga ! nona pipi mu merah dan bengkak, kita harus segera mengobatinya " kata Daisy cemas
" Putri mahkota itu benar-benar keterlaluan ya, bagaimana bisa dia datang datang langsung memukul nona !" seru Layla emosi
" Sudahlah, aku baik baik saja. Layla, bibi Daisy jangan sampai pelayan lain menyebarkan bahwa putri mahkota datang kemari dan juga kejadian hari ini "kata Arabella tegas
" Tapi kenapa nona?" tanya Daisy
" Jangan banyak tanya, lakukan saja. Kalau sampai tersebar maka aku akan marah pada kalian " kata Arabella mengancam
" baik nona " kata Daisy dan Layla patuh
Daisy mengobati luka di wajah Arabella dengan mengompresnya menggunakan handuk berisi es.
Setelah menemui Arabella di rumahnya, Claire langsung pergi ke pusat kota dan menghampiri Eugene yang menunggu nya. Claire memasang wajah manis dan tersenyum pada Eugene, namun Eugene seolah tidak ada hati padanya. Namun, Claire bertekad dalam hatinya ia akan terus berusaha untuk meluluhkan hati Eugene dengan berbagai cara karena ia sangat mencintai Eugene dengan tulus, bukan sebagai putra mahkota tapi sebagai seorang pria.
***
Arabella sudah berganti pakaian dan bersiap-siap pergi.
" katanya tadi nona bilang tidak akan pergi?" tanya Felix
" Karena seseorang mood ku jadi tidak baik sekarang, aku pikir aku harus sedikit jalan-jalan " kata Arabella
" baiklah nona " Felix tersenyum
Arabella diantar oleh Felix dan Hugo ke pusat kota dan melihat Festival. Ia melihat orang orang terlihat bahagia dan suasana nya sangat ramai, tiba-tiba saja ia teringat Aiden.
#FLASHBACK
Sore saat para kstaria akan berangkat ke Lokhan. Arabella terlihat mengkhawatirkan Aiden.
" Kau harus berhati-hati yang mulia " kata Arabella sedih
" Jangan menangis, aku tidak suka melihat mu sedih " Aiden memeluk Arabella dengan lembut
" Aku tidak sedih.. aku hanya takut akan merindukan mu " kata Arabella manja
" Aku juga, apalagi yang lebih berat dari rindu. Naomi, aku akan kembali tunggu lah aku, setelah aku kembali mari kita bertunangan secara resmi dan melihat festival bersama " kata Aiden senang
" Janji ya, kau akan kembali dengan selamat?" tanya Arabella
" Ya aku janji, aku akan kembali dan baik baik saja " kata Aiden sambil tersenyum
" Nah sekarang aku harus pergi, jadi berikanlah senyuman terbaik mu. "kata Aiden
Arabella tersenyum tapi dalam hatinya ada ketidak relaan melihat kekasihnya itu harus pergi berperang.
#END FLASHBACK
" Apalagi yang lebih berat dan menyiksa daripada rindu, kau benar Aiden. Kau ada dimana ? kau masih hidup kan? aku menunggumu, cepatlah kembali.. rasanya rindu ini akan membunuh ku " Arabella menangis melihat iring-iringan orang di festival mengingat ia ada janji akan pergi ke festival dengan Aiden sebelumnya.
" Lagi lagi aku menangis.. padahal aku sudah bilang tidak mau menangis ..hu.. Aiden kau dimana? " Arabella tersenyum sambil menangis
***
Di tempat lain, Aiden terbaring tak sadarkan diri. Tempat itu seperti sebuah kamar di istana yang megah, di samping Aiden terlihat seorang wanita yang tidak asing menggenggam tangannya dengan erat.
__ADS_1
"Pangeran Aiden, sudah 2 bulan kau seperti ini? kapan kau akan sadar?" kata wanita itu menatap Aiden penuh kasih sayang