Arrabella Twice Lives

Arrabella Twice Lives
Bab 78 Arrabella Kidnaps?


__ADS_3

Wanita itu tidak sadarkan diri setelah di bekap oleh pria yang menyerangnya. Daisy menyusul Arrabella, namun ia terlambat karena Arrabella sudah dibawa pergi oleh orang orang yang menculiknya itu.


" tuan putri !! tidak !!" teriak Daisy sambil menangis, ia kehilangan jejak si penculik itu, yang ia temukan hanyalah kalung kristal yang selalu dipakainya.


Daisy menemukan Felix dan Hugo tidak sadarkan diri tak jauh dari kereta tempat mereka berhenti. Wanita paruh baya itu segera memberi tau petugas sekitar disana tentang kejadian penculikan itu.


 


Beberapa saat kemudian, Arrabella terbangun namun semuanya tampak gelap tak terlihat apa apa, mulutnya disumpal dan ia menyadari bahwa tangannya di ikat dengan tali yang cukup erat, ia juga menyadari kalau ia sedang terbaring di ranjang. Wanita itu berusaha menggerak gerakkan tubuhnya dan mencoba melepaskan tali yang mengikatnya itu.


" Dimana aku? kenapa semuanya gelap? tanganku juga terikat, siapa sebenarnya yang menculik ku?" batin Arrabella bingung


" Ada suara langkah kaki yang mendekat" batin Arrabella


DRAP


DRAP


DRAP


" Seperti nya kau sudah sadar ya? apa kau mau bicara?" tanya pria yang tidak ia ketahui siapa, karena matanya tertutup


" Suaranya, seperti nya aku kenal " batin Arrabella


Pria itu membuka kain yang menyumpal mulut wanita itu.


" Siapa kau? kenapa kau menculik ku? apa tujuan mu?!!" tanya Arrabella kesal


" Inilah yang menjadi daya tarik mu, dan membuatku tidak bisa berpaling darimu.. " pria itu mendekat ke arah wanita itu, dan dia bisa merasakannya. Dengan berani, pria itu mencium pipi Arrabella yang tidak bisa leluasa bergerak.


CUP


" Rasanya manis juga, dari dulu aku selalu ingin merasakan ini. Apa pangeran Aiden juga sudah pernah melakukannya dengan mu? " Pria itu membelai wajah Arrabella dengan lembut seperti sangat menyayanginya.


" Beraninya KAU ! kurang ajar ! kau tidak tau aku siapa??! aku akan membunuhmu kalau aku tau siapa kau !" teriak Arrabella marah


" Jangan berteriak begitu sayang, disini tidak akan ada yang mendengar mu. Kau hanya menghabiskan waktu dan tenaga mu " kata pria asing itu dengan senyum yang menyungging di bibir nya.


" Aku seperti mengenal suaranya, aku yakin pernah mendengar suara laki laki kurang ajar ini sebelumnya.. ayo berfikir Arrabella !" batin Arrabella memutar otak nya berfikir


" Kenapa kau lakukan ini?!! lepaskan aku! katakan kenapa kau menculik ku?" tanya Arrabella marah


" Tidak ada alasan khusus, ini karena aku menginginkan mu. Hanya dengan cara ini aku bisa memiliki mu " kata Pria asing itu sambil menyentuh dada wanita itu dan membuat wanita itu sangat marah.


" Kurang ajar ! lepaskan aku.. pria gila !" seru Arrabella


" Dia..apa dia ingin melakukan itu..padaku? tidak ... tidak boleh " batin Arrabella mulai ketakutan


Pria asing itu mencengkram tangannya dengan kuat dan menatap wanita itu dengan penuh cinta, lalu mengelus rambutnya perlahan-lahan.


" Jangan sentuh aku !"


" Tenang saja sayang, aku tidak akan melakukannya untuk sekarang. Aku hanya akan memberimu pemanasan "Pria asing itu terkekeh dan berniat memaksakan sebuah ciuman di bibir pada wanita itu, akan tetapi saat melihat Arrabella menangis karena ketakutan,pria itu akhirnya berhenti sebelum ia melakukannya dan duduk di samping ranjang.


" Jangan.. jangan.. lakukan.. hiks "


" Baiklah, aku tidak mau melihatmu menangis. Jadi berhentilah menangis, aku tidak akan menyakitimu, percayalah padaku " kata Pria asing itu berbisik ditelinga Arrabella.


Deg


Deg


Mendengar suara pria asing itu dari dekat, ia yakin bahwa pria itu adalah pria yang ia kenal.


" Kau.. aku tau siapa kau..!" teriak Arrabella yakin


Pria asing itu menyumpal lagi mulut gadis itu dengan kain, sehingga wanita itu tidak bisa berbicara lagi mengeluarkan suara.


Hmph.. hmph...


" Ini gila ! aku yakin suara ini adalah suara pangeran Eugene ..ya, aku tidak salah lagi. Ini memang dia.." batin Arrabella yakin


" Jangan banyak bicara sayang, sampai saat nya tiba. Aku tidak akan melepaskan mu, kalau kau bersedia memberikan tubuh dan hatimu padaku. Aku akan mempertimbangkan untuk melepaskan mu " pria itu tersenyum sinis dan membelai rambut Arrabella.


Wanita itu ketakutan dengan kata kata pria asing yang terdengar seperti psikopat itu, dalam hatinya timbul kepanikan yang besar ! pikirannya mulai merambat kemana-mana, saat ini ia hanya ingin bebas dan terlepas dari pria asing itu. Ia takut akan dilecehkan, takut kalau ia akan ternodai oleh pria gila itu.


****


Di rumah sakit kota, Felix dan Hugo selesai diobati. Ethan dan Peter langsung pergi ke rumah sakit setelah mendengar dari petugas keamanan rakyat, kalau pelayan di kediaman Reese melaporkan kasus penculikan.


" Tuan muda Peter, tuan Ethan.. " kata Daisy dengan wajahnya yang gelisah


" Kami sudah mendengar laporan mu pada petugas, apa yang sebenarnya yang terjadi? siapa yang diculik? " tanya Peter penasaran


" Putri.. tuan putri telah diculik, maafkan saya.. ampuni saya tuan muda, tuan besar .. " kata Daisy sambil berlutut di depan kedua tuan muda dari keluarga Reese itu.


" APA??!! " Ethan dan Peter kaget mendengar nya


" Katakan siapa yang menculiknya, seperti apa ciri-cirinya?" tanya Ethan tajam


Daisy menjelaskan apa yang ia ketahui tentang penculik itu kepada Ethan dan Peter.


Sementara itu di istana, pangeran Aiden tampak sibuk melatih anggota baru Black Knight, ia sekarang menjadi komandan alias ketua Black Knight.

__ADS_1


" Bagus untuk hari ini, kalian sudah bekerja keras ! untuk yang sudah lulus tes, aku ucapkan selamat dan untuk yang belum lulus. Kalian bisa mencoba lebih baik lagi ke depannya. Jangan patah semangat !" kata Aiden menyemangati


" Siap Ketua !! terimakasih !" ujar para kstaria


" Yang mulia ! yang mulia !" teriak Demian sambil berlari ke arah pangeran Aiden.


" Kalian semua bubar !" seru Aiden


Setelah semua para ksatria baru bubaran, Demian, Aiden dan Lorenzo berbicara. Kedua pengawal setia Aiden itu tampak terburu-buru dengan wajah panik.


" Ada apa? kalian begitu terburu buru " kata Aiden sambil memasukkan pedang nya.


" Yang mulia, ada berita darurat yang datang dari kediaman Reese !" seru Demian


" Berita apa itu? apa ini tentang pernikahan Putri Ariana dan sir Ethan?" tanya Aiden


" Bukan itu yang mulia ! ini tentang putri Arrabella " kata Lorenzo dengan wajah serius


" Apa yang terjadi?" tanya Aiden mulai serius


" Tunangan yang mulia, telah diculik " jawab Demian serius


" APA?!!" Aiden kaget sampai menjatuhkan sebuah kotak hadiah yang ia pegang.


" Yang mulia, kita harus ke pusat kota sekarang. Sir Ethan juga sedang ada disana " kata Demian


Aiden pergi terburu-buru bersama kedua pengawal setianya itu. Jantungnya berdegup kencang, takut terjadi sesuatu pada tunangannya itu. Setelah 30 menit perjalanan, Aiden sampai di pusat kota, dimana tempat kejadian wanita itu menghilang.Tepatnya di gang kecil itu.


" Saya memberi hormat pada yang mulia pangeran " kata Daisy sopan


" kau yang terakhir bersama Naomi kan? apa kau tau siapa penculiknya? ciri cirinya?" tanya Aiden cemas


" Saya tidak tau penculiknya, tapi penculik itu memakai baju hitam hitam dan ..bla BLA BLA "


Daisy menjelaskan yang ia ketahui tentang penculik itu kepada pangeran Aiden. Pria itu cemas pada tunangannya.


" Ini, kalung tuan putri, yang mulia pangeran " kata Daisy sambil menyerahkan kalung kristal milik Arrabella pada Aiden.


" Haa.. Naomi.. dimana kau ?" batin Aiden cemas


Pria itu tidak tinggal diam, ia mengerahkan seluruh prajurit Black Knight dan pengawal kerajaan untuk mencari keberadaan Arrabella. Berita tentang penculikan Arrabella itu terdengar oleh putri Camille. Gadis itu menemui kakak nya dan memberitahukan kakak nya tentang Arrabella.


" Kakak ! kakak !" Camille berlari menghampiri kakaknya yang sedang berlatih pedang bersama Liam.


" Camille ada apa kau ribut-ribut begitu?" tanya Eugene cuek


" Kakak, apa kakak sudah dengar beritanya? Putri Arrabella dia di culik!" kata Camille heboh


" Oh benarkah? lalu?" tanya Eugene cuek


" Iya aku khawatir, tapi itu bukan urusanku lagi. " jawab Eugene


" kakak.. sangat aneh " kata Camille heran


" Jika terjadi sesuatu pada kak Arabella pasti Kakak akan terlihat cemas dan panik. Tapi kenapa reaksinya santai seperti ini?" batin Camille berfikir


" Aku tidak aneh. Aku hanya tidak mau memikirkan cinta bertepuk sebelah tangan lagi, bukankah seharusnya kau memberitahu tunangannya? kenapa malah memberitahu ku?" tanya Eugene keheranan


" Kakak, kau benar-benar aneh. Kerasukan apa kakak ini?" tanya Camille terperangah


" Aku tidak aneh, aku hanya bersikap realistis " jawab Eugene cuek


Camille benar-benar merasa ada yang aneh dengan reaksi dan sikap Eugene yang cuek dan acuh kepada Arabella, membuat Camille bertanya-tanya.


***


Di Vanders ( di kastil 🏰)


Dominic yang baru rehat dari kesibukannya, sedang rebahan di sofa ruang kerjanya. Sudah berhari-hari ia menyibukkan dirinya untuk bisa melupakan wanita pertama yang membuat nya jatuh hati itu. Berharap dengan kesibukannya, ia dapat melupakan Arabella, akan tetapi meskipun raja tiran itu sibuk, tidak membuatnya berhenti memikirkan gadis itu. Ia ingin menghubungi wanita itu dan bertemu dengannya.


" Kenapa belum ada kabar juga dari Arabella atau pangeran Aiden? bukankah kita harus cepat mencari penawar untuk menyembuhkan Arrabella? tapi kenapa belum ada kabar juga.." gumam Dominic heran


" Cane ! masuklah !" ujar Dominic


Cane membuka pintu ruang kerja Dominic dan menghampiri Raja nya itu. Dominic duduk dengan tegap di Sofanya.


" saya menghadap yang mulia " kata Cane sopan


" Pergi lah ke Clariness , dan cari informasi tentang keadaan di Clariness, terutama pangeran Aiden dan Putri Arrabella. " kata Dominic memerintah


" Baik yang mulia "


" Cane, cari tau nya diam diam saja. Jangan menimbulkan kegaduhan. Jika ada sesuatu yang tidak beres tentang mereka, segera hubungi aku dengan gulungan sihir teleportasi " kata Dominic tegas


" Saya mengerti yang mulia " jawab Cane patuh


" Jelas jelas masih sangat peduli, tapi yang mulia masih saja berusaha keras melupakan putri Arrabella. Malang betul nasib Raja ku yang satu ini. Semoga yang mulia raja diberikan oleh Tuhan, jodoh yang lain dan yang mulia bisa bahagia " batin Cane berharap tulus


" Arrabella semoga kau baik-baik saja. Tapi kenapa kau tidak pernah menghubungi ku sekalipun?" batin Dominic sedih.


****


Pencarian terus dilakukan oleh Aiden dan para prajurit, namun belum membuahkan hasil ataupun sedikit petunjuk, itupun tidak ada.

__ADS_1


" Jadi menurutmu ini perbuatan dari kstaria yang memiliki kekuatan yang sama dengan ksatria bayangan?" tanya Aiden


" Jika melihat keterangan dari Daisy, saya menduga begitu. Dari gerakan yang cepat dan kemampuan bersembunyi yang baik, sudah jelas mereka memiliki kesamaan dengan kstaria bayangan " kata Ethan menjelaskan


" Sir Ethan, siapa yang memiliki otoritas untuk kstaria bayangan?" tanya Aiden tajam


" Itu .. saya .. yang mulia ini baru dugaan saya dan prajurit yang lain. Bukan berarti ini benar." jawab Ethan ragu ragu


" Bukan itu jawaban yang ingin ku dengar. Sekarang, katakanlah siapa yang memiliki otoritas untuk kstaria bayangan itu?" tanya Aiden tajam


" Mantan ratu lah yang memiliki otoritas dari kstaria bayangan, dan mungkin sekarang otoritas itu sudah dialihkan " jawab Ethan


" Diantara pangeran Eugene dan Putri Camille .. sudah jelas bukan, siapa orangnya?" kata Aiden sambil berfikir


" Jika itu benar-benar dia, aku tidak akan membiarkan nya " batin Aiden kesal


Setelah itu, Aiden langsung pergi ke ruangan kerja Eugene dan mencarinya ke istana nya langsung, akan tetapi pria itu tidak terlihat dimana mana di istana. Hal ini membuat Aiden semakin mencurigai Eugene.


Rupanya pria itu pergi ke sebuah lorong gelap, yang mirip tempat persembunyian atau tempat rahasia. Beberapa pria berpakaian serba hitam yang berjaga memberinya hormat.


" Bagaimana keadaannya?" tanya Eugene


" Tuan putri tidak mau menyentuh makanan nya sama sekali, dia tidak bicara dari tadi dan hanya diam saja. " kata si pengawal menjelaskan


Eugene membuka pintu kamar misterius itu dan terlihat lah Arrabella yang matanya masih di tutup kain, dan tangannya masih diikat. Teling wanita itu sangat tajam, ia tau kalau Eugene sedang mendekatinya.


" Katanya kau tidak mau makan? kenapa sayang?" tanya Eugene sambil tersenyum tipis


Pria itu membuka sumpalan kain di mulut gadis itu dan membuka penutup matanya juga. Arrabella tidak terkejut melihat Eugene ada di depannya.


" Kenapa kau terlihat biasa saja? aku pikir kau akan terkejut saat melihatku " tanya Eugene heran


" Aku sudah menduganya, siapa orang gila yang akan melakukan ini. Tapi aku tidak tau kalau kau tidak hanya gila, tapi juga Psikopat " kata Arrabella menatap pria itu penuh amarah


" Haa.. jadi kau sudah tau ya.. " Eugene tersenyum dan memegang dagu wanita itu


" Lepaskan tanganmu itu! jangan menyentuhku ! dasar gila !" seru Arrabella


Eugene menindih tubuh Arrabella, dan membuatnya kaget. Wanita itu takut dan gelisah, pria di depannya ini seperti kehabisan akal sehat.


" Apa yang mau kau lakukan pangeran Eugene?!! " teriak Arrabella


" Jangan berteriak kalau kau tidak ingin malu " kata Eugene sambil tersenyum menyeringai


" Dia sudah gila ! dia gila !" batin Arrabella panik


Pria itu memeluk Arrabella, tangan nya mulai menjelajahi rambut gadis itu dan beralih ke wajahnya.


" Kau sangat cantik, Arrabella " kata Eugene


" Tolong jangan lakukan ini pangeran .. jangan " Arrabella memohon dan tak berdaya karena tidak bisa berbuat apa apa. Jika saja ikatan nya terlepas dari tangan dan kakinya, mungkin ia akan meninju pria yang ada di depannya itu, atau mungkin membunuhnya jika bisa.


" Tenang saja, aku akan pelan-pelan.. kau juga pasti sudah melakukannya dengan pangeran Aiden kan?" tanya Eugene dengan wajah penuh nafsunya.


Pria itu akan menciumnya, akan tetapi..


" Ohok ohok..."


Dari mulut wanita itu mengeluarkan banyak darah, wajahnya kelihatan kesakitan. Hal itu sontak membuat Eugene menghentikan aktivitas mesum nya dan berbalik panik. Rupanya pria itu masih punya hati dan perasaan cemas untuk pada Arrabella.


" Kau kenapa? apa kau baik-baik saja?" tanya Eugene panik


" Bagus, kau datang di saat yang bagus. Penyakit ku, untuk pertama kalinya aku berterimakasih kepadamu karena sudah menyelamatkan kehormatan ku sebagai wanita " Batin Arrabella lega


" Ini sudah biasa terjadi kalau penyakit ku kambuh, kenapa kau tidak lepaskan saja wanita penyakitan seperti ku ini? masih banyak wanita diluar sana yang ingin dengan mu ..uhuk " Wanita itu terlihat lemas


" Diam dulu ! biasanya kalau penyakitmu kambuh,apa kau makan sesuatu? atau kau harus minum obat? jika ada, obat apa itu?" tanya Eugene panik


" Jangan sok perhatian padaku?! menyebalkan " gumam Arrabella kesal.


Eugene melihat lihat isi tas yang dibawa Arrabella, ia menemukan ada botol berisi banyak obat. Segera pria itu mengambil segelas air minum dan berusaha meminumkan obat pada Arrabella. Namun gadis itu sangat keras kepala, ia tak mau meminum obatnya dan menutup mulutnya rapat-rapat.


" Kau mau mati?!! cepat minum obatnya !" seru Eugene panik


" Aku akan meminum nya kalau yang mulia melepaskan ku dari sini " kata Arrabella


"Baiklah, kau yang memaksaku" Eugene memasukkan obat itu ke mulutnya dan mencium bibir wanita itu agar meminum obatnya, ia menyuapi obatnya dengan bibirnya. Arrabella ingin sekali mendorong pria itu, bahkan memukulnya, tapi ia tidak bisa dengan tangan terikat.


GLUP


GLUP


" Ahh !! kau sangat keterlaluan !!" teriak Arrabella marah dan merasa jijik.


" Aku berciuman dengannya? menyebalkan " batin Arrabella kesal


" Itu akibatnya kalau kau keras kepala !" seru Eugene sambil mengusap darah di bibirnya karena digigit oleh Arrabella.


" Makanlah makanan nya juga kalau tidak, aku akan meniduri mu sekarang " kata Eugene dengan tatapan tajam


" Sebenarnya apa tujuan nya kau melakukan ini? dan apa yang bisa aku lakukan agar kau melepaskan ku ?" tanya Arrabella tak mau berbasa-basi lebih lama lagi dengan pria yang ia benci itu


" Baik lah kalau begitu, putus lah dengan kakak ku, lalu menikahlah denganku. Lalu aku akan membebaskan mu" jawab Eugene santai

__ADS_1


...***...


__ADS_2