Arrabella Twice Lives

Arrabella Twice Lives
Bab 122. Hukuman untuk Aneesa


__ADS_3

***


Aneesa terlihat resah dan ketakutan saat mendengar dari Kyrie kalau anak yang ia sebut mesum itu adalah putra mahkota dari kerajaan Vanders.


Gawat gawat ! apakah dia adalah anak Raja iblis tiran dari Vanders? dia pasti sama menyeramkan nya dengan ayahnya bukan? aku .. aku harus kabur.


" Aneesa ! cepat minta maaf pada putra mahkota Edgar !" ujar Kyrie


" Kakak..aku harus .. aku harus pergi "


Gadis kecil itu berlari terburu buru. Kyrie terlihat kesal melihat adiknya yang pergi begitu saja setelah ia sudah payah mencarinya.


" Putra mahkota Edgar, saya mohon maaf atas kelakuan tidak sopan adik saya " kata Kyrie sopan


" Pangeran Kyrie, kau tidak usah bicara formal begitu. Kita kan teman, kenapa juga kau meminta maaf untuk nya?" tanya Edgar heran


" Itu karena adikku tidak sopan pada putra mahkota " jawab Kyrie


" Aku tidak apa-apa kok " Edgar tersenyum


Gadis kecil yang menarik itu ternyata seorang putri ya.


" Oh ya siapa nama adik mu itu? maksud ku saudara kembar mu?" tanya Edgar


" Jangan sampai kau tau tentangnya, dia itu gadis yang bar bar " kata Kyrie


" beritahu saja siapa namanya? " tanya Edgar penasaran


" Namanya Aneesa " jawab Kyrie


Aneesa? nama yang cantik.


#END FLASHBACK


Setelah kejadian di gang kecil itu, Edgar mulai tertarik dengan gadis kecil yang sudah memukulnya. Ia bahkan merengek rengek kepada ibunya untuk pertama kalinya dalam hidupnya, hanya untuk membawanya ke kerajaan Clariness untuk bertemu dengan Aneesa.


*****


Aneesa dan Kai masih asyik bermain pedang, tiba-tiba saja Edgar menyambar permainan pedang itu dan menyerang Aneesa dengan perang kayunya. Sejak kapan putra mahkota Vanders itu memegang pedang kayu dan menghampiri Aneesa.


Kai, Kyrie, Jade dan pengawal Edgar ( Xanthos ) hanya menjadi penonton saja disana. Aneesa dan Edgar berduel pedang kayu itu.


" Apa apaan ini? kenapa putra mahkota menyela latihan saya dan adik saya ?" tanya Aneesa sambil menangkis serangan Edgar dengan pedangnya


PRAK


Terdengar beberapa kali suara pedang kayu yang bersentuhan.


" Ya aku ingin saja " jawab Edgar sambil tersenyum ramah


" Tolong jangan tersenyum seperti itu, saya tau anda membenci saya kan?" tanya Aneesa


" Kau selalu saya berfikiran negatif tentang ku, bahkan sejak pertama kali kita bertemu. Putri Aneesa " kata Edgar


" Ternyata anda masih ingat saat pertama kali kita bertemu "


" Mana bisa aku lupa pada gadis yang memukul wajah ku. Ingatan ku ini sangat baik " Edgar tersenyum tipis


" Ternyata selain pengingat yang baik , anda juga pendendam ya?" tanya Aneesa kesal


" Apa? seperti nya kau salah paham terlalu jauh, putri Aneesa " Edgar heran


" Seperti nya tidak tuh. Oh ya, saya hampir lupa. Saya minta maaf karena sudah memukul Anda " kata Aneesa tulus


" Jadi kau hanya minta maaf untuk itu saja?" tanya Edgar sambil menyerang Aneesa dengan pedang


" Memangnya saya harus ngomong apa lagi?" tanya Aneesa


" Kau memanggilku mesum, saat itu. " jawab Edgar datar


" Ternyata anda itu orang sangat perhitungan ya, putra mahkota Edgar " Aneesa kesal


Entah kenapa melihat wajahnya yang kesal, aku sangat senang.


" Apa di kerajaan Clariness minta maaf caranya selalu seperti ini? " tanya Edgar


" Tidak bisakah anda melihat ketulusan saat saya meminta maaf? ah ya baiklah kalau begitu, saya akan bilang sekali lagi. Saya minta maaf karena sudah memukul anda dan mengatai anda mesum " kata Aneesa tulus


PRAK


PRAK


" Maaf juga ya, karena aku tidak begitu murah hati untuk memaafkan mu " kata Edgar tajam


" Apa? " Aneesa terkejut mendengar nya.


Menarik juga ya melihat wajahnya yang terkejut seperti ini. batin Edgar senang


Dasar pria menyebalkan. Dia pasti tiran sama seperti ayahnya kan? bagaimana ini jika dia tidak memaafkan ku? itu bisa menjadi masalah konflik antar dua kerajaan? apa akan terjadi perang?


" Apa kau tau apa akibatnya melukai calon Raja dari kerajaan Vanders?" tanya Edgar


tuh kan, dia mengancam ku.


" Jangan berbasa-basi lagi, saya harus melakukan apa agar anda memaafkan saya?" tanya Aneesa


" Aku ingin 3 permintaan " jawab Edgar sambil tersenyum


Jangan tertipu Aneesa, dia itu bukan tersenyum ramah. Tapi itu senyuman iblis.


" Katakan apa keinginan anda?" tanya Aneesa


Edgar mengatakan bahwa ia tidak mau mendengar Aneesa bicara formal saat bicara berdua dengan nya, kedua, Edgar ingin Aneesa menjadi teman dekatnya. Dan yang ketiga, Edgar akan mengatakan nya nanti saat ia sudah memikirkan nya.


Aneesa menyetujui permintaan dari Edgar, gadis kecil itu juga mengatakan pada Edgar agar jangan mengatakan kejadian ini pada orang tua mereka, dan menjadi rahasia diantara mereka.

__ADS_1


" Oke, aku setuju " kata Edgar


Jadi rahasia berdua ya? manis sekali anak ini.


" Kalau kau sampai mengatakan nya pada kedua orang tua kita, maka perjanjian kita batal ya !" seru Aneesa


" Baiklah "


Edgar mengalahkan Aneesa dalam sparing pedang kayu itu, karena Aneesa sudah kelelahan. Jade segera menghampiri Aneesa dan membantu putri Clariness untuk berdiri.


" Yang mulia, apa anda baik-baik saja?" tanya Jade


" Tenang saja, aku tidak apa-apa " jawab Aneesa


Edgar sempat merasakan kalau Jade melirik sinis padanya.


" Kelakuan tidak sopan macam apa itu?" tanya Edgar sinis pada Jade


" Maafkan saya yang mulia putra mahkota, apa perkataan anda mengarah pada saya?" tanya Jade tenang


" Sudah jelas ! kenapa kau melihatku seperti itu?" tanya Edgar sambil mendorong tubuh tinggi Jade dengan berani


" Ada apa ini?" tanya Kyrie yang heran melihat tatapan Edgar yang tidak suka pada Jade


" Kenapa kau tiba-tiba menyerang kstaria ku, putra mahkota Edgar ??! " tanya Aneesa tak terima


" Seperti nya kau harus mendisiplinkan dan mendidik kstaria mu ini, beraninya dia melirik sinis kepadaku !" seru Edgar marah


Dari tadi aku merasakan tatapan tidak nyaman itu dari seorang pengawal? apa maksud nya dia bersikap sombong begitu?


" Maafkan saya yang mulia putra mahkota, tapi saya tidak melakukan itu " jawab Jade sopan


Tanpa sadar tadi aku sempat melihatnya dengan sinis. Kenapa aku begitu ya?


" jangan bohong, aku tau kau melihat ku dengan sinis dan menatapku dengan tatapan tidak suka. Katakan ! apa kau tidak suka padaku atau bagaimana?" tanya Edgar kesal


" Cukup ! anda tidak boleh keterlaluan putra mahkota, dia adalah kstaria pengawal pribadi saya. Dan dia sudah bilang kalau dia tidak melakukan nya, mengapa anda terus mempermasalahkan nya?"


" Putri Aneesa, jadi kau lebih percaya pada kstaria rendahan ini daripada aku?" tanya Edgar kesal


" Ya, aku percaya pada tuan Jade! kalau dia bilang tidak melakukan nya, maka dia tidak. " jawab Aneesa percaya diri


" Aku heran, kenapa putri kerajaan Clariness lebih membela kstaria rendahan daripada putra mahkota dari kerajaan lain??" tanya Edgar kesal


" Apa? kau sebut tuan Jade rendahan? Hey kau cari mati ya ??" tanya Aneesa kesal sambil menggulung lengan bajunya dan menarik gaunnya sedikit ke atas


" Apa kau sedang mengancam ku?" tanya Edgar


Kai dan Kyrie terlihat kebingungan mendengar perdebatan kedua orang itu.


" Kakak, bagaimana ini ? seperti nya kak Aneesa sudah marah?!!" kata Kai cemas


" Perang dunia dimulai !" Kyrie tersenyum seperti menikmati perdebatan itu.


Bukannya melerai Edgar dan Aneesa, Kyrie malah menyuruh adiknya untuk menonton saja. Dan melihat siapa yang akan menang.


" Lepaskan aku ! dasar orang mesum !" Aneesa mencakar leher Edgar.


" Dasar putri kerajaan bar bar ! kau yang lepaskan aku ! beraninya kau pada putra mahkota !" seru Edgar sambil menjambak Leticia


" Woah.. ini semakin seru. Siapakah yang akan menang saudara saudara?" tanya Kyrie yang menikmati tontonan di depannya itu.


" Kakak jangan begitu dong,ayo kita lerai mereka !" seru Kai cemas


Jade pun melerai mereka dengan menggendong paksa Aneesa, pengawal pribadi Edgar juga memegangi nya agar Edgar tidak berkelahi lagi dengan Aneesa.


" Sini kau putra mahkota sialan ! beraninya menghina kstaria ku!" seru Aneesa sambil meronta ronta ingin turun dari gendongan Jade.


" Yang mulia, saya mohon tolong hentikan " kata Jade


" tuan Jade, lepaskan aku ! dia harus diberi pelajaran !" seru Aneesa marah


Tidak ku sangka Aneesa akan marah hanya karena tuan Jade di hina oleh putra mahkota?. batin Kyrie


" Sini kau dasar putri bar bar !" seru Edgar dengan mata yang menantang Aneesa


" Yang mulia putra mahkota, tolong hentikan. Jika Baginda Ratu tau, akan terjadi masalah " Xanthos mengingatkan


" Baik, aku tidak takut padamu " kata Aneesa dengan gayanya yang akan memukul


" Ada apa ini?!!" teriak Ratu Arrabella kaget melihat keributan di taman itu


" Putra mahkota, apa yang terjadi?" tanya Ratu Megan yang terkejut melihat leher dan wajah putra nya penuh luka cakaran


" Ibu?" kata Aneesa dan Edgar bersamaan


Kedua Ratu itu membawa Aneesa dan Edgar ke ruang hukuman di Clariness. Kedua anak itu duduk berlutut di depan kedua Ratu. Kedua pengawal mereka juga ada disana.


Ratu Arrabella berkali-kali meminta maaf kepada sahabatnya Ratu Megan, ia yakin pasti putrinya yang sudah membuat masalah lebih dulu. Namun, Ratu Megan tidak mau Arrabella meminta maaf padanya, ia ingin tau cerita yang sebenarnya. Karena ia juga tau kalau anaknya sangat keras kepala dan tempramen seperti Raja Dominic.


" Katakan lah sebenarnya apa yang terjadi? kenapa kalian bisa berkelahi?" tanya Ratu Megan tegas


" Siapa yang akan menceritakan nya?" tanya Ratu Arrabella tegas


" Dia saja !" Aneesa dan Edgar bicara bersamaan dan saling menunjuk satu sama lain


" Ya ampun, jadi siapa?" tanya Ratu Megan


" Bagaimana kalau salah satu dari kstaria pengawal yang menceritakan nya? siapa dari kalian yang mau menceritakan awal mula dari perkelahian ini?" tanya Ratu Arrabella sambil melirik ke arah Jade dan Xanthos


BRUK


Jade berlutut dan meminta maaf pada Ratu Arrabella dan Ratu Megan. Aneesa kaget melihatnya.


" Yang mulia Ratu, mohon maafkan saya. Ini semua adalah kesalahan saya. Tolong jangan hukum tuan putri, hukum saja saya " kata Jade

__ADS_1


" Tuan Jade, kau tidak bersalah. Ibu ini adalah salahku, memang aku yang menyerang putra mahkota Edgar lebih dulu. " kata Aneesa


" Aneesa.. kau..." Ratu Arrabella terlihat bingung, ia kesal pada anak perempuan nya itu.


Karena tidak ada satupun dari mereka berempat yang mau bercerita. Akhirnya Kyrie lah yang menceritakan semuanya dengan jujur dan kebenaran. Aneesa memang lah yang memulai serangan fisik itu, tapi Edgar lah yang memprovokasi nya dengan menghina Jade. Aneesa menyerang Edgar untuk membela Jade.


Ratu Megan memaklumi perilaku Aneesa, dan malah memarahi anaknya karena sudah menyerang wanita.


" Saat kita tiba di istana, aku akan mengadukan mu pada ayah mu. Dan kau akan dihukum olehnya, putra mahkota !" ujar Ratu Megan kesal


" Tolong ampuni aku ibu ! jangan laporkan aku pada ayah ! " kata Edgar ketakutan


Ayah akan menghukum ku dengan berat. Celaka, ayah itu tidak kenal ampun. Saat Leon membuat masalah, dia bahkan pernah di kurung selama 3 hari di kandang singa.


Cih ternyata dia takut pada ayahnya si Raja tiran itu. Anak manja. Aneesa mengejek Edgar dalam hatinya


" Kalau kau tidak mau ibu laporkan pada ayahmu, minta maaflah pada kstaria putri Aneesa dan pada putri Aneesa juga !" seru Ratu Megan tegas


" Apa? aku minta maaf pada kstaria rendahan itu?" tanya Edgar tak percaya


Anak ini, kenapa sifat keras kepalanya harus menurun dari ayahnya?


" Kalau kau tidak mau, tidak masalah juga sih. Ibu tinggal bilang pada ayah mu tentang kelakuan mu hari ini. " Ratu Megan menatap putranya dengan gemas


" Ah.. iya ibu baiklah. Aku akan meminta maaf.." kata Edgar


Edgar terpaksa meminta maaf pada Aneesa dan Jade. Aneesa juga meminta maaf pada Edgar. Akhirnya mereka berbaikan.


Sore itu Ratu Megan dan Edgar kembali ke kerajaan Vanders. Setelah itu, Aneesa tetap dihukum oleh ibunya karena ia sudah melukai Putra mahkota dari Vanders itu.


Aneesa di kurung dan tidak diperbolehkan keluar dari kamarnya selama 3 hari untuk merenungkan kesalahan nya. Jade merasa bersalah karena dirinya lah, Aneesa di hukum.


" Ini semua gara-gara putra mahkota sialan itu ! aku jadi tidak bisa kemana-mana " kata Aneesa sedih, sambil duduk di sudut ranjangnya.


Tok


Tok


Tok


" Eh, suara apa itu?" gumam Aneesa kebingungan


" Yang mulia putri Aneesa, tolong buka jendelanya " kata Jade pelan-pelan


" Tuan Jade?"


KLAK


Aneesa membuka jendela kamarnya, ia melihat Jade ada di depan jendela itu.


" Kenapa kau ada disini? bukankah kau ada latihan sore ini?" tanya Aneesa


Dia pasti diam-diam pergi kesini.


" Yang mulia saya minta maaf atas kelancangan saya berbicara dengan tuan putri disini, saya juga minta maaf karena saya Baginda Ratu menghukum tuan putri.." kata Jade merasa bersalah


" Aku kan sudah bilang ini bukan salah tuan Jade, ini salahku yang sudah menyerang putra mahkota Edgar. Jadi, tuan Jade jangan merasa bersalah " Aneesa tersenyum ceria seperti biasanya


" Ini salah saya. Karena membela saya, tuan putri sampai terlibat perkelahian."


" Aku juga memiliki tugas untuk melindungi kstaria ku, ibu juga sering berkata begitu. Aku tidak terima kau dihina begitu. Karena penghinaan untukmu, sama dengan menghina ku juga.. " kata Aneesa bijak


Jade menatap Aneesa dengan penuh rasa kekaguman, ia sedikit terkejut karena selama ini Aneesa selalu bersikap kekanak-kanakan. Tapi, putri itu bisa mengatakan hal yang bijak seperti itu padanya.


" Tetap saja yang mulia, saya tidak akan membiarkan yang mulia berada dalam bahaya karena saya. Lain kali, tolong jangan lindungi saya. Saya yang akan melindungi yang mulia " kata Jade bersungguh-sungguh


" Tentu saja, tugasmu kan melindungi ku. Tapi aku juga harus menjaga kstaria ku, agar tidak dihina oleh orang lain. Aku tidak akan membiarkan itu. Nah sekarang kenapa kau tidak kembali untuk latihan, tuan Felix pasti sudah menunggumu " Aneesa tersenyum ceria


Yang mulia putri terlihat sangat cantik. Apalagi kalau tersenyum.


Jade merogoh saku bajunya dan memberikan permen coklat pada putri Clariness itu. Aneesa tersenyum senang karena dapat permen coklat kesukaan nya dari Jade.


" Terimakasih tuan Jade, kau memang yang terbaik !" seru Aneesa sambil memakan permen coklatnya


" Saya akan datang lagi nanti, yang mulia. Saya permisi " kata Jade sambil tersenyum tipis


Syukurlah yang mulia senang.


" Baiklah, semangat latihannya ya. " kata Aneesa menyemangati


Bagaimana bisa seseorang yang dihukum masih bisa tersenyum seperti itu? benar-benar.. itulah tuan putri, selalu ceria dalam keadaan apapun.


" Ya yang mulia " jawab Jade dengan tersenyum tipis


Akhirnya tuan Jade yang dingin itu tersenyum walau hanya sedikit. Kan jadi kelihatan lebih tampan.


🍂🍂🍂


Setiap hari saat masih dalam masa hukuman Aneesa, Kyrie dan Kai selalu mendatangi Aneesa di kamarnya dan bermain dengan nya. Mereka terlihat akur satu sama lain, meskipun terkadang selalu ada pertengkaran kecil diantara mereka. Namun, mereka selalu cepat berbaikan.


Dan walaupun Kyrie dan Aneesa tidak terlihat dekat dari luar, ikatan batin diantara mereka cukup kuat. Pernah satu kali Aneesa akan terjatuh dari kuda, Kyrie merasakan firasat tentang Aneesa dan menolong saudara nya itu. Kyrie yang memiliki sikap dingin, tapi sebenarnya sangat menyayangi kedua saudara nya itu.


3 hari pun berlalu dari masa hukuman nya..


Seorang pelayan masuk ke kamar Aneesa untuk memberitahu putri itu kalau hukumannya sudah berakhir.


" Yang mulia, Baginda Raja memanggil an..." perkataan pelayan itu terhenti saat melihat Aneesa sedang duduk di lantai, mata nya berubah menjadi aneh dan rambutnya juga berubah warna tidak seperti biasanya. Wajahnya bercahaya terang dan aneh.


" Elsa.." lirih Aneesa sambil memegang dadanya, gadis kecil itu tampak kesakitan.


" Yang mulia apa yang terjadi?!!" Elsa nama si pelayan itu.


Elsa panik segera menghampiri Aneesa dan merasakan tubuh tuan putri itu terasa dingin. Aneesa kehilangan kesadaran nya.


...---***---...

__ADS_1


Hai Readers jangan lupa like vote komen nya 😘😘


__ADS_2