
***
Raja memerintahkan semua prajurit nya menangkap Ratu, hidup atau mati.
Ratu dan beberapa anak buahnya berusaha melarikan diri, mereka bergerak pergi ke perbatasan Clariness menuju ke Vanders.
" Yang mulia, kenapa kita tidak kembali ke Lostia? kenapa malah ke Vanders?" tanya salah satu pengawal heran
" Apa kau mau aku tertangkap? kita harus melarikan diri ke tempat yang tidak terduga !" kata Ratu tegas
" Kalau aku tertangkap, maka matilah aku.. Caesar pasti sudah tau semuanya, si Oscar juga pasti sudah buka mulut " batin Ratu ketakutan
Baru sekarang kau merasa takut?
" Suara siapa itu? siapa?" tanya Ratu kebingungan
Saat kau membunuh Canaria, kau tidak takut sama sekali? hihi
Suara itu menggema di telinga Ratu dan terdengar menakutkan. Ratu bertanya kepada orang-orang sekitarnya tentang suara aneh itu, tapi tidak ada yang mendengarnya.
" Aku masih waras ! aku masih waras !" seru Ratu sambil memegang kepalanya, berharap suara suara itu menghilang.
Ratu dan rombongannya sampai di sungai perbatasan Vanders..
BRAK
BRUK
Kereta yang di naiki Ratu tiba-tiba berhenti, di depan mereka sudah ada Arrabella, Felix, Ethan dan beberapa prajurit white knight. Mereka bertarung melawan para pengawal yang setia pada ratu.
" Menyerah lah yang mulia Ratu, anda sudah di kepung !" teriak Ethan sambil mengangkat pedangnya
Ratu kaget dan terpana melihat Ethan sudah ada di depannya. Wanita jahat itu mengepal tangannya dengan penuh kekesalan, akhirnya ia turun dari kereta dan saat lengah wanita itu menyandera Arrabella. Pisau sudah ada ditangannya dan mencengkram leher Arrabella dengan keras.
" Mundur ! atau dia akan mati !" teriak Ratu
" Akh... kakak aku baik-baik saja " kata Arrabella menenangkan
Ethan, Felix dan beberapa prajurit melihat Arrabella dengan cemas.
" Lepaskan saya yang mulia ratu, ini sudah berakhir. " kata Arrabella pelan
" Tidak ! ini belum berakhir, aku tidak akan pernah berakhir ! " teriak Ratu sambil gemetaran
" Yang mulia ratu, lepaskan dia dan menyerah lah ! " ujar Ethan tegas
Ratu menarik Arrabella ke belakang dan mereka berdua sudah berada di tepi sungai yang deras. Dengan sengaja ratu melukai leher Arrabella.
" Ahh.. ! "
" Bagaimana? apa kau mau lagi? " tanya Ratu dengan pandangan kosong
" Apa ini? apa dia sudah tidak waras? aku harus mencari celah untuk keluar dari situasi ini. Tapi bagaimana kalau kami jatuh ke sungai? tidak tidak, aku tidak bisa berenang..aku tidak jago.." batin Arrabella berfikir
Ethan berusaha mendekati ratu dan Arrabella, tapi Ratu terus mundur kebelakang. Terlihat jelas bahwa ratu ketakutan dan ingin menggunakan Arrabella untuk bisa kabur.
" Kalau kau terus maju, percayalah ! aku akan mendorong nya ke sungai. " Ratu mengancam
Drap
Drap
Drap
Klotak
Klotak
Klotak
Tak butuh waktu lama, Aiden, Eugene dan Raja sudah sampai di sana dan melihat adegan itu. Mereka turun dari kuda dan merasa miris melihat sifat asli ratu. Terlebih lagi Aiden yang masih menyimpan amarah nya pada wanita jahat itu.
" Naomi..." Aiden menatap Arrabella dengan cemas
" Ibu, hentikan semua ini ! lepaskan dia, dan serahkanlah dirimu.." kata Eugene membujuk
" putra mahkota kenapa kau seperti ini pada ibumu? kau ingin ibu mati, begitu?" tanya Ratu sedih
" Freya, ini sudah cukup! mau berapa banyak lagi orang yang tidak berdosa mati karena mu?" tanya Raja tajam
" Kenapa kalian hanya menyalahkan ku? kenapa kalian tidak bertanya padaku dulu, kenapa aku melakukan ini!" kata Ratu sedih
" Kau jangan berbuat gila lagi, menyerah sekarang atau aku akan membunuhmu disini sekarang juga " kata Raja tegas
" Hahaa.. membunuhku? tidak, kau tidak bisa membunuhku! sebelum kau membunuhku, aku akan menghabisi wanita ini dulu !" Ratu tersenyum menyeringai dan menusuk sedikit tangan Arrabella untuk menunjukkan bahwa ia tidak main main.
" Aku tidak tahu kalau ibu seperti ini, aku sangat kecewa pada ibu !" teriak Eugene marah
Melihat tatapan kekecewaan Eugene padanya, hati ratu serasa terkoyak dan hancur. Saat lengah, Arrabella menyerang ratu namun mereka malah terjatuh ke sungai.
BYUR
__ADS_1
" AHHH !!"
Dengan cepat Aiden masuk ke dalam air untuk menyelamatkan tunangannya itu, sementara sang Ratu di selamatkan oleh Eugene.
" Naomi, kau tidak apa apa?" tanya Aiden
" uhuk uhuk.. aku baik baik saja " jawab Arrabella yang kedinginan
Raja mendekati Ratu dan menatapnya dengan tajam. Rasanya ia ingin membunuh wanita itu dengan cara yang sama, yang dirasakan oleh Canaria, kesakitan, terluka, dan dia ingin membuat wanita jahat itu memohon kepadanya.
" Sayang sekali, aku tidak bisa membunuhmu sekarang. Aku tidak bisa membiarkanmu mati begitu saja, setelah semua yang kau lakukan..Itu akan terlalu mudah untukmu " kata Raja sinis
Ratu menangis dan menggigit bibirnya dengan kemarahan, ia berlutut di hadapan raja itu dan meminta agar Raja mengampuni nyawanya. Namun, Raja mengabaikan ratu dan meminta kembali ke istana juga memenjarakan ratu sebelum hukuman darinya dijatuhkan. Raja, Ratu dan rombongan nya pergi ke istana.
Aiden menggendong Arrabella yang kedinginan.
" Demian, ambil selimut !"
" Baik yang mulia !"
Beberapa saat kemudian di dalam kereta, Arrabella sudah memakai selimut dan tubuhnya gemetaran karena dingin. Aiden memeluknya dengan erat.
" Apa yang.. yang mulia lakukan?" tanya Arabella kaget
" Aku sedang berusaha menghangatkan mu "
" Apa ini tipuan barumu untuk menggodaku?" tanya Arrabella
" Sejak kapan gadisku jadi tau tentang menggoda seperti ini? jangan berfikir aku tidak bisa marah padamu hanya karena bersikap manis " ucap Aiden
" Maafkan aku, karena aku terburu-buru tidak sempat memberitahu mu. Aku mengejar Ratu dan meninggalkan jejak, agar yang mulia bisa menyusul ku " kata Arrabella
" Itu memang cerdik, tapi jangan lakukan itu lagi. Meskipun kau bisa bertarung dengan pedang, tetap saja aku cemas. Aku takut terjadi sesuatu padamu.." kata Aiden
" Baiklah, jadi kali ini kau akan memaafkan ku kan yang mulia?" tanya Arrabella
" Puaskan aku dulu, baru akan ku pikirkan akan memaafkan ku atau tidak.." Aiden tersenyum genit di hadapan wanita itu
" memuaskan yang mulia?" tanya Arrabella polos
" masa kau tidak mengerti?"
" Ini di dalam kereta !" seru Arrabella
" Oh kalau begitu aku tidak mau memaafkan mu " kata Aiden sebal
Wanita itu mencium pipi Aiden dengan hati hati dan lembut. Bukannya yang dicium yang malu, tapi malah wanita itu yang malu karena sudah mencium pipi pangeran.
" Yang mulia.. " Arrabella memelototi Aiden dengan sebal
Wanita itu menarik baju Aiden dan mencium bibir pria itu, dengan dalam. Aiden tersenyum senang dan membalas ciumannya itu, mereka berpelukan dengan mesra.
" Dasar mesum !"
" bagaimana bisa dia tersenyum puas seperti itu? " batin Arrabella sebal
" Aku suka ketika kau berinisiatif seperti ini, sering sering ya " kata Aiden tersenyum puas
" Yang mulia, apa ini semua sudah berakhir?" tanya Arrabella tiba-tiba memikirkan ratu
" Lalu bagaimana menurutmu?" tanya Aiden
" Aku sedang bertanya padamu, kau malah balik bertanya " gerutu wanita itu sebal
" Tidak, ini belum berakhir..masih ada tembok besar yang harus kita lewati " kata Aiden tajam
" tembok besar?"
" Ya, kita harus segera mencari penawar penyakit mu. " jawab Aiden
" Iya yang mulia benar "
" Aku akan mencari penawar itu setelah semua ini selesai, kau bisa bersabar sebentar lagi kan?" tanya Aiden
" Iya " jawab Arrabella
Aiden mencium kening wanita itu dengan lembut dan mengelus ngelus kepalanya.
***
Ratu dipenjara di penjara istana , ia diintrogasi oleh sipir penjara untuk mengakui kesalahannya. Para bangsawan, rakyat dan para menteri sudah mengetahui hal ini dan mereka sudah kehilangan kepercayaan kepada ratu. Perlahan-lahan, kejahatan kejahatan ratu yang tersembunyi mulai terkuak keluar, dan menjadi perbincangan seluruh rakyat di negeri Clarines, bahkan sampai ke negeri seberang.
Hal itu membuat Camille dan Eugene terpukul, bagaimana pun juga Ratu Freya adalah ibu kandung mereka. Kedua anak nya itu menemui ibunya di penjara. Keadaan Ratu tidak baik, ia lemah tak berdaya dan pandangannya kosong.
" Ibu..." kata Camille
" Nak, kalian datang kesini? kalian kesini pasti ingin membebaskan ibu, kan?" tanya Freya berharap
" Ibu, kenapa ibu melakukan ini? ibu kenapa melakukan hal sejahat itu pada ibu kandung kakak Aiden...hiks " kata Camille sambil menangis
" Jadi kalian kesini untuk menyalahkan ibu?! Pergi kalian ! pergi !" teriak Freya marah
__ADS_1
" Orang yang ku panggil ibu, dan orang yang ku hormati setinggi langit, ternyata tidak lebih dari seorang wanita yang kejam dan sadis. Aku kecewa padamu ibu, tapi aku tidak mau ibu di hukum mati " kata Eugene sedih
" Putra ku.. " Freya menangis
" Ibu harus baik-baik saja, kami akan membebaskan ibu dari hukuman mati. Kami akan memohon kepada ayahanda agar meringankan hukuman ibu..." kata Camille sambil menggenggam tangannya.
" Baginda raja tidak akan memaafkan ku.. tidak.." kata Freya yakin " lebih baik kalian selamatkan diri kalian, para bangsawan pasti akan menekan mu sebagai putra mahkota...kau harus pertahankan posisimu bagaimana pun caranya !"
" Berdoalah untuk dirimu sendiri ibu, jangan berharap yang tidak tidak. Tidakkah ibu lihat? kalau kami sudah hancur? karena siapa kami hancur?!!" tanya Eugene kecewa
" Maafkan ibu.. maafkan ibu anak anakku, ibu melakukan ini demi kalian juga. Ibu menyingkirkan semua halangan demi menjadikan mu seorang raja, dan demi kehidupan terjamin putri Camille ke depannya. " Freya menangis
" Camille, ayo pergi !"
" Kakak, tapi aku masih mau bicara dengan ibu.." Camille merengek
" Ini bukan saat nya merengek, kita akan berusaha menyelamatkan ibu. Ikut denganku " kata Eugene
" Kenapa ibu? bahkan sampai akhir kau masih seperti ini?" batin Eugene sakit hati
Eugene menarik tangan Camille dan membawa adiknya itu pergi dari penjara. Di dalam penjara,Freya terlihat frustasi tapi ia belum mengakui bahwa perbuatannya itu salah. Ia masih merasa dirinya benar dan tidak merasa menyesal sudah mengotori tangannya dengan darah.
Meskipun tau ibunya sudah melakukan kejahatan, Camille dan Eugene membela ibunya di hadapan Raja agar hukuman untuk ibu mereka diringankan dan tidak dihukum mati.
" Tidak ada gunanya kalian melakukan ini, putri Camille dan putra mahkota, kalian pergilah " kata Raja dingin
" Ayahanda kami mohon, selamatkan ibu kami. Saya meminta hal ini sebagai seorang anak yang ingin menyelamatkan ibunya. Tolong pertimbangkan keinginan kami " kata Eugene berharap
" Iya ayahanda, saya mohon agar ayahanda meringankan hukuman ibu. Apa saja, asal jangan hukuman mati.. saya tidak mau ibu mati...hiks " Camille menangis
" Sejahat apapun Ratu, ia tetaplah ibu mereka. Dan mereka sangat menyayanginya. Tapi, aku tidak bisa mengambil keputusan dengan gegabah.. kejahatan ratu sudah sangat melewati batas. Beberapa nyawa tidak bersalah mati ditangannya, dia adalah dalangnya. Aku yakin para bangsawan tidak akan tinggal diam, dan pasti hukuman mati akan jatuh padanya meskipun bukan aku yang memutuskan nya " batin Raja berfikir
" Kalian kembalilah, aku akan memanggil lagi kalian saat keputusan hukuman untuk Ratu sudah keluar " kata Raja tegas
Eugene mengajak adiknya keluar dari ruang kerja Raja. Ia merasa tidak berdaya, sebagai putra mahkota ia tidak bisa berbuat apa-apa.
Usaha Eugene mengumpulkan para bangsawan dan menteri yang mendukung ibunya, tidak berhasil karena mereka sudah berubah haluan menjadi pendukung pangeran Aiden. Hal itu membuat Eugene murka.
" Kurang ajar ! mereka anggap aku ini apa? aku ini masih putra mahkota?!! Kenapa mereka meninggalkan ku dan ibu disaat seperti ini??! dulu mereka setia pada ibuku?! " Eugene menghancurkan semua barang barang di ruang kerjanya
Liam, penasehat nya melihat Eugene dengan iba dan kasihan. Seperti nya harapan Ratu untuk mendapatkan pengampunan sudah tertutup rapat.
...****...
Semua sudah berubah, tidak seperti masa lalu. Aku dan keluarga ku selamat, juga dulu kejahatan ratu dan Oscar tidak terungkap. Tapi, sekarang semuanya terungkap ! pembunuhan sadis yang dilakukan Ratu tidak pantas dimaafkan, apalagi terhadap nyonya Canaria. Hal itu membuat pangeran Aiden sedih, setelah mengetahui ibunya terbunuh dengan cara yang tidak wajar demi menyelamatkan nyawanya, dan aku selalu menghiburnya dan menguatkan dirinya. Pangeran Aiden bercerita padaku bahwa raja bertanya padanya apa hukuman yang pantas untuk Ratu dan Oscar yang sudah membunuh ibunya? dan Aiden menyerahkan semuanya pada Raja karena ia tidak mau berkuasa atas hidup dan mati seseorang, tapi yang pasti ia tak bisa memaafkan Ratu karena kejahatan nya.
Aiden sedang duduk di ayunan bersama dengan tunangannya malam itu. Arrabella asik memakan kue yang dibawakan oleh Aiden.
" Yang mulia tidak mau makan kue nya kah?" tanya Arrabella
" Tidak, aku sengaja membeli itu untukmu " jawab Aiden
" Oh ya, besok adalah keputusan hukuman untuk Ratu, bukan?" tanya Arrabella
" kenapa kau terdengar sedih? apa kau kasihan pada nya? jangan kasihan.." kata Aiden tegas
" Bukankah yang mulia juga kasihan padanya? makanya yang mulia menyerahkan hukuman nya pada Baginda raja?" tanya Arrabella
"Tidak, dia pantas mendapatkan itu. Membuat anak kehilangan kasih sayang ibunya, seorang suami kehilangan istri tercintanya. Dia pantas mendapatkan yang lebih dari kematian. Tapi, yang paling tidak termaafkan adalah dia berusaha menyakiti satu satunya orang yang aku cintai di dunia ini " kata Aiden sambil menatap pada wanita yang duduk di sebelahnya itu. Arrabella tersentuh mendengar ucapan Aiden yang mencemaskan nya. Pria itu menyentuh pipi Arrabella dengan lembut.
" Setelah kehilangan ibu, aku memang merasa kesepian. Ketika anak anak lain mengejekku tidak punya ibu dan aku terlahir sebagai anak haram. Aku sangat marah pada ibuku,karena mengira dia bunuh diri dan meninggalkan ku sendirian di dunia ini. Syukurlah ada bibi Yurian, paman Lart yang merawat ku seperti anak mereka sendiri. Namun, aku tetap saja merindukan sosok seorang ibu dan ayah yang menyayangiku,tapi itu cukup bagiku. Aku bahagia bertemu dengan mereka, bertemu denganmu, aku merasa dicintai, dan aku punya orang-orang yang aku cintai.. terimakasih Naomi.." pria itu menatap Arrabella dengan mata yang berkaca-kaca.
" Aku yang berterimakasih, karena kau sudah hadir di dalam hidupku dan mengubah hidupku menjadi lebih baik. Aku tidak akan pernah meninggalkan mu " Arrabella tersenyum dan memeluk Aiden dengan erat, pria itu membalas pelukan Arrabella dengan hangat.
****
Keesokan harinya, semua orang berkumpul di aula kerajaan. Semua bangsawan dan menteri juga berkumpul disana untuk mendengarkan keputusan akhir raja mengenai nasib Ratu dan Oscar.
Raja datang ke dalam aula itu dan duduk di singgasana nya, disana ada Eugene, Aiden dan Camille juga.
" Mempertimbangkan setelah semua kejahatan yang dilakukan Ratu Freya dan juga Oscar Collete, berdasarkan bukti yang ada. Saya Raja Caesar Theodore Cassius akan menyampaikan keputusan terakhir yang sudah disepakati oleh saya, para korban, menteri dan para bangsawan yang hadir pada hari ini. Saya menyatakan bahwa Oscar yang telah menjadi kaki tangan Ratu Freya selama ini, dia telah menutupi kejahatan besar tak termaafkan terhadap seorang wanita bernama Canaria Britney Dann yang tak lain adalah istri pertama saya, adapun juga kejahatan lainnya yang terlibat dalam kasus racun putri Arrabella, pembunuhan pelayan di kediaman Reese. Maka hukuman untuknya adalah hukuman gantung di tengah alun alun kota ! " kata Raja dengan lantang
Semua orang disana masih mendengarkan keputusan raja dengan seksama. Raja melanjutkan kata katanya dan kali ini tentang ratu Freya.
" Sementara Ratu Freya sendiri yang menjadi dalang kasus pembunuhan keji, yang mengakui telah membunuh 20 orang yang tidak bersalah dalam masa pemerintahan nya. Dia telah melakukan kejahatan yang tidak termaafkan, hukuman untuk nya adalah hukuman mati, dan dia akan dipenggal di alun alun kota disaksikan oleh seluruh rakyat di negeri ini. Gelarnya sebagai ratu akan dicabut dengan cara yang tidak hormat, dan dia tidak akan dimakamkan di pemakaman kerajaan selayaknya pemakaman keluarga kerajaan ! "
Semua orang disana tidak berani bicara apa apa, karena bukti sudah jelas.
Deg
Deg
Deg
Jantung Camille berdegup sangat keras, ia tak percaya bahwa ibunya akan dihukum mati. Gadis itu histeris di aula kerajaan.
" Tidak...ayah..!! ayah kumohon jangan lakukan ini pada ibu !! AYAH !!" teriak Camille
...---***---...
Hai readers setia ku😊 maaf ya kalau up nya agak lama, soalnya setiap bab nya author bikin ga kurang dari 2500 kata dan kadang juga bikinnya 3000 kata.. jadi author jarang crazy up nya, dan perhatian juga terbagi buat novel satunya yang sama sama on going. Kalau sempat mampir juga ya ke novelku yang lain " Aku menjadi tawanan sang tiran "
__ADS_1
Jangan lupa udah baca, tinggalkan jejak like, rate, vote or komen nya ya .🙏😊 mari kita saling mendukung satu sama lain.. makasih..