
Ratu dan si pelayan Deborah terlihat tidak suka melihat penampilan Arabella yang berantakan dan penuh kotoran.
" Apa apaan ini?!" tanya Ratu marah
Arabella memberanikan diri untuk menatap Ratu tanpa ragu. Para gadis bangsawan, dan para pelayan yang ada disana, mulai berbisik bisik membicarakan penampilan Arabella. Karena sesuai dengan tradisi jika orang memberi hormat pada keluarga kerajaan dengan berpakaian kotor apalagi pada acara resmi, dianggap tidak sopan dan akan mendapatkan hukuman.
" Maafkan saya yang mulia ratu, saya bersikap tidak sopan dengan berpakaian seperti ini di hadapan yang mulia. Jika yang mulia bisa mendengar kan penjelasan saya, saya akan sangat berterimakasih " kata Arabella sopan
" Ibu sengaja mencari masalah untuk kak Arabella, aku harus membantu kakak ipar masa depan ku ini " batin Camille
" Ibu, ibu.. lebih baik nanti saja kak Arabella menjelaskan nya. Dia akan terkena flu kalau terus-terusan berdiri dengan pakaian basah dan kotor seperti itu. Aku akan membawanya untuk ganti baju dulu, setelah itu baru kak Arabella bisa menjelaskan " terang Camille
" Putri Camille menolongku?" batin Arabella terkejut
" Baiklah, kalau begitu sana pergi ganti baju ! " seru Ratu melihat sinis pada Arabella
" Terimakasih atas kebaikan yang mulia Ratu " Arabella membungkuk hormat
" Lihat saja, aku akan membongkar semuanya tentang kejahatan mu. Saat itu kau tidak bisa bersikap sombong lagi seperti ini, rahasia tentang ibu kandung pangeran Aiden, akan ku bongkar dengan bukti-bukti " batin Arabella kesal
" Kenapa Camille membelanya? membuat kesal saja " batin Ratu kesal
Camille membawa Arabella ke kediaman nya dan disana ia pergi mandi juga berganti baju.
" Terimakasih tuan putri, saya sangat tidak sopan ya memakai baju tuan putri. Habisnya saya tidak membawa baju lagi " kata Arabella sedih
" Aku harus menggunakan cara si Claire ini, untuk melindungi diriku dari kemarahan ratu. Menyebalkan " batin Arabella jengkel
" Kakak Arabella terlihat sedih? apa dia ditindas seseorang?" batin Camille merasa cemas
" Kakak.. apa kau baik-baik saja?" tanya Camille
" Saya baik-baik saja tuan putri " jawab Arabella sambil tersenyum pahit
" Bohong, jelas wajahmu mengatakan ada apa-apa? kita kan sudah menjadi teman dekat seperti kakak adik, kenapa kau tidak mau cerita padaku?" tanya Camille sedih
" Mana berani saya bercerita pada tuan putri, ini bukan masalah besar kok " jawab Arabella dengan wajah memelas
" Ada apa? katakan saja, siapa yang menindas mu?" tanya Camille bersikeras
" Tidak ada yang menindas saya tuan putri" jawab Arabella dengan nada yang rendah
" Kakak tidak perlu sungkan padaku, katakan saja yang sebenarnya. Kalau tidak aku akan marah pada mu !" seru Camille
" Baiklah baiklah.. tuan putri tolong jangan marah pada saya. Sebenarnya dalam perjalanan kesini tidak sengaja kereta saya terjatuh karena bertabrakan dengan kereta Count Oscar, lalu saya terjatuh ke dalam kubangan air. Jadi lah saya seperti ini " terang Arabella jujur
" Jika dugaanku benar, putri Camille mungkin sudah curiga ada maksud tersembunyi Ratu ingin menjadikan Claire sebagai ratu. Aku akan melihat reaksinya " batin Arabella tajam
" Apa Count Oscar sengaja melakukan ini agar kak Arabella celaka? ini pasti ada hubungan nya dengan ibu juga.. berarti benar, ibu dan Count Oscar memang bekerja sama untuk menyingkirkan seorang gadis, dan gadis itu adalah kak Arabella " batin Camille terkejut
" Kakak Arabella, kau tenang saja. Aku pastikan ibu tidak akan memarahi mu, ada aku. Aku akan bicara pada ibu dan menjelaskan semuanya. Ini bukan kesalahan mu, kau kan tidak sengaja berpakaian kotor di depan Ratu " kata Camille memenangkan
" Tuan putri ,tolong jangan seperti ini. Saya memang bersalah karena sudah tidak sopan di depan yang mulia ratu, tolong jangan jelaskan apapun. Biar saya saja yang jelaskan semuanya pada yang mulia " terang Arabella sedih
" Tidak ! biar aku saja, kau tenang saja aku akan bicara dengan ibuku " kata Camille bersikeras
***
Saat semua orang sedang beristirahat sejenak karena menunggu Arabella..
Claire bertemu dan berbicara dengan pamannya di sudut sepi bagian timur istana kerajaan.
" Paman, apa aku harus melakukan ini?" tanya Claire tak percaya
" ini satu satunya cara agar mengikat putra mahkota disisi mu. Oh, apa kau ingin kalau Arabella itu yang menjadi putri mahkota?" tanya Oscar menakuti
" Tidak paman, tapi apakah ini satu satunya cara?" tanya Claire
" Benar, Claire kau harus berani ! " seru Oscar menyemangati
" Baiklah paman, kali ini kita tidak boleh gagal " kata Claire yakin
" Paman sudah merencanakan semuanya dengan matang, kau tinggal ikuti perintah paman saja "kata Oscar menyeringai
***
Eugene terlihat lelah setelah mengerjakan banyak tugas di ruang kerjanya.
" Yang mulia, jika anda lelah anda boleh istirahat dulu kok " kata Liam
" Baiklah, aku akan kembali ke kamar ku dan tidur. Semalaman aku tidak tidur, aku akan kembali dalam 2 jam .. jangan ganggu aku jika tidak ada hal yang penting " kata Eugene sambil menguap
" Siap yang mulia !" seru Liam
Eugene pergi ke kamarnya, ia melihat ada cangkir berisi teh di meja nya. Ia mengambil teh itu dan meminumnya.
" minum teh saat lelah memang sangat enak, apalagi meminum teh buatan Arabella. Kapan ya aku dibuatkan lagi teh oleh nya .." gumam Eugene berharap
Bukannya tidur, tapi Eugene malah merasa kepalanya semakin pusing dan mendadak ia merasa bahwa udara di sekitarnya menjadi panas. Pria itu membuka baju nya karena kegerahan, samar-samar ia melihat bayangan Arabella yang sedang berdiri di depannya.
" Arabella.. kau disini?" tanya Eugene yang setengah sadar
" Iya, yang mulia ini saya " jawab Claire sambil menyentuh kedua pipi Eugene dengan lembut
" Maafkan aku, aku harus mendapatkan mu walau dengan cara seperti ini. Karena aku sangat mencintaimu yang mulia, meski aku harus kehilangan diriku hari ini, tapi tidak apa.. asal aku mendapatkan mu ! " batin Claire penuh keyakinan
" Arabella kau sangat cantik, cantik sekali.. " Eugene tersenyum melihat Claire
" Bahkan saat tidak sadar seperti ini, kau masih memikirkan wanita ular itu. Tapi tidak apa, setelah ini kau akan menjadi milikku " batin Claire senang
Eugene kehilangan kesadaran nya dan ia memeluk Claire lalu mencium pipinya, pria itu mengira bahwa gadis di depannya itu adalah Arabella dalam bayangannya. Claire yang susah merasa senang bahwa Eugene akan melakukan hubungan yang lebih dengannya, merasa kecewa karena Eugene malah tertidur pulas.
***
Di istana Ratu..
Semua para kandidat calon putri mahkota sudah berkumpul disana termasuk Arabella. Camille membela gadis itu mati-mati an di depan ibu nya dan membuat sang Ratu tidak bisa berkata apa-apa lagi.
" Camille, kenapa kau berusaha melindungi gadis itu? " batin Ratu kesal
Deborah berbisik bisik pada Ratu seperti membicarakan hal yang penting. Ratu terlihat kaget.
"Ada apa dengan wajah Ratu? Dia terlihat kaget? Apa lagi yang direncanakan wanita jahat itu?" batin Arabella
" Maaf, hari ini tes untuk putri mahkota akan ditunda besok. Ada sesuatu yang mendesak yang harus dilakukan Baginda Ratu " kata Deborah kepada calon putri
Ratu, putri Camille dan pelayan Deborah pergi terburu-buru meninggalkan istana Ratu.
" Kira-kira ada apa ya?" tanya Anna penasaran
" Sesuatu mendesak apa itu sehingga tes sepenting ini di batalkan?" tanya Lily
__ADS_1
" Benar, aku juga sangat penasaran. Apa ini berkaitan dengan nona Claire ya? karena dia tidak ada di tempat " kata Megan kebingungan
" Daripada kalian semua penasaran, bagaimana kalau kita ikut dan lihat saja apa yang terjadi " kata Arabella menyarankan
" Benar juga, ayo kita pergi " kata Anna dan Lily semangat
" Claire, ratu.. apa lagi yang kalian rencana kan?" batin Arabella
Para putri itu mengikuti ratu yang pergi ke istana putra mahkota. Semua orang termasuk pelayan, pengawal istana dan beberapa bangsawan berkumpul di depan kamar putra mahkota, terjadi lah keributan disana.
" Apa benar putra mahkota dan putri dari keluarga Collete itu melakukan nya?" tanya pelayan 1
" Apa kau tidak lihat? mereka bahkan tidak berpakaian sama sekali !" kata pelayan 2
" Bagaimana bisa putra mahkota melakukan itu? aku tidak percaya " kata Pelayan 3 ragu-ragu
Tak lama kemudian, Ratu dan putri Camille datang ke depan kamar Eugene yang terbuka. Mereka begitu terkejut karena melihat Eugene sedang tidur bersama Claire dan terlihat tidak menggunakan pakaian di tubuh mereka.
" Tidak ku sangka rencana Oscar akan se esktrim ini " batin Ratu kesal
Semua keributan itu agak mereda setelah kedatangan Ratu ke istana putra mahkota. Para calon putri juga datang melihat keributan itu dan mereka kaget melihat apa yang terjadi di dalam kamar Eugene.
" Apa ? apa aku tidak salah lihat ?" tanya Lily tak percaya dengan apa yang ia lihat
" Aku juga melihatnya nona Lily " jawab Anna tak percaya
" Nona Claire dan putra mahkota.. mereka.." Megan tak mampu berkata-kata.
" Tidak ku sangka, kau akan melakukan cara seperti ini Claire. Cara rendahan dan kotor, ya seperti dirimu di masa lalu. Kau bahkan sampai mengorbankan reputasi Eugene sebagai putra mahkota, benar-benar rencana yang bagus. Setelah ini, tidak ada pilihan lain selain menjadi kan Claire sebagai putri mahkota. Jadi begini cara mu menyingkirkan semua pesaing mu?" batin Arabella kesal
" Nona Arabella, apa kau baik-baik saja?" tanya Anna yang heran melihat Arabella yang terlihat kesal dan diam saja
" Nona Anna, saya baik-baik saja. Saya hanya terkejut dengan apa yang saya lihat " jawab Arabella syok
" Setelah ini kita mau tidak mau harus mundur dari tes ini. Karena sudah jelas siapa yang akan menjadi putri mahkota nya " kata Megan yakin
" Benar sekali nona Megan " kata Lily membenarkan
" Aku memang senang karena aku tidak menjadi putri mahkota, dan tidak perlu bersusah payah meminta kepada Raja.
Tapi, aku juga tidak mau Claire menjadi putri mahkota. Jika dia menjadi Ratu, dia akan menghancurkan keluargaku nanti, aku tidak mau mati dua kali, aku tidak mau melihat semua keluarga ku mati untuk kedua kalinya.. tidak.. pada akhirnya aku tidak bisa mencegah semuanya! Semuanya tetap sama ! " batin Arabella frustasi dan ketakutan
Megan melihat mata Arabella yang berkaca-kaca dan tubuhnya yang gemetaran, Megan merasa cemas.
" Kenapa dengan Abel? dia terlihat ketakutan..apa dia begini karena cemburu pada Nona Claire? mustahil, kenapa harus cemburu, sedangkan nona Abel sendiri tidak menyukai putra mahkota" batin Megan cemas
" Nona Abel, kau baik-baik saja?" tanya Megan
" Nona Megan, seperti nya aku harus pergi duluan " jawab Arabella gemetaran
" aku akan mengantarmu, pergi bersama ku saja " kata Megan cemas
" tidak usah, aku akan ke toilet sebentar. Aku akan kembali! tunggu saja disini " kata Arabella yang kehilangan pandangan arah, menatap kosong ke arah di depannya.
Arabella pergi masih dengan tubuhnya yang gemetaran dan ketakutan. Megan melihat nya dengan cemas.
***
Beberapa saat kemudian, Eugene terbangun dari tidurnya, ia sangat terkejut menyadari dirinya tidak memakai pakaian dan ia lebih terkejut lagi saat melihat Claire sudah ada di sampingnya dan sedang menangis menyelimuti tubuhnya yang tidak memakai pakaian dengan selimut.
" Kenapa kau ada disini? kenapa aku ..." Eugene terlihat bingung
Ratu menghampiri putra nya itu dan menampar pipi nya dengan keras.
PLAK
" Kakak kenapa kau lakukan ini?" batin Camille sedih
" Ibu .. kenapa ibu.. " Eugene terlihat bingung
" DIAM !" teriak Ratu
" Maafkan ibu Eugene, ibu harus melakukan ini " batin Ratu merasa bersalah
Deborah menutup pintu kamar Eugene agar mereka tak menjadi tontonan para pelayan dan pengawal di luar.
Di dalam kamar Eugene, ada Claire, Ratu, putri Camille, Deborah dan Count Oscar. Mereka semua terlihat bingung.
" Apa yang sebenarnya terjadi? Claire, keponakan ku sayang? ada apa ini?" tanya Count Oscar cemas
" Paman, aku sudah kehilangan semuanya.. kehormatan ku aku sudah kehilangan nya .." jawab Claire sambil menangis terisak-isak
" Coba jelaskan satu persatu ! kenapa kau bisa melakukan ini pada nona Claire, putra mahkota?" tanya Ratu tajam
" ibu, aku tidak mengerti aku sudah melakukan apa. Aku tidak tau apapun bu " jawab Eugene terlihat bingung
" Aku tidak ingat apapun, tapi aku ingat samar-samar kalau aku melihat Arabella ada disini. Sebenarnya apa yang terjadi? kenapa aku bisa berakhir tidur dengannya? aku tidak mungkin melakukan itu dengan nona Claire" batin Eugene bingung
" Yang mulia, kenapa anda melakukan nya? saya sudah bilang saya tidak mau ..dan setelah ini yang mulia malah tidak mengakuinya " kata Claire emosional
" Yang mulia putra mahkota, yang mulia ratu saya mohon keadilan nya. Sekarang reputasi keponakan saya sudah hancur, bagaimana kalian keluarga kerajaan akan mengatasi nya dan bertanggung-jawab?" tanya Oscar sambil memeluk Claire yang sedang menangis
" Tanggung jawab apa? aku tidak melakukan apapun padanya !" seru Eugene yakin
" Putra mahkota ! diam ! kau sudah melakukan hal yang begitu memalukan dan menjadi tontonan semua orang, ibu sangat kecewa padamu! ibu, akan berdiskusi dengan ayah mu tentang masalah ini. Dan akan di putuskan saat malam nanti. Count Oscar, kau jangan cemas keluarga kerajaan terutama putra mahkota pasti akan bertanggung jawab dengan apa yang terjadi hari ini !! " terang Ratu penuh ketegasan
" Maafkan ibu Eugene, ibu mengorbankan mu untuk menutupi dosa dosa ibu. Tapi ibu terpaksa melakukan ini, kau pasti akan bahagia bersama Claire " batin Ratu tertekan
" Apa setelah ini nona Claire akan di jadikan putri mahkota? apa ini rencana ibu dan Count Oscar? jika itu benar rencana nya, ibu benar-benar keterlaluan pada kakak. Tapi, kenapa mereka terlihat sangat serius dan tidak dibuat-buat, ibu juga terlihat benar-benar kesal " batin Camille curiga
Eugene syok dan tak mengerti dengan apa yang terjadi sebelumnya, ia juga tidak ingat apa yang ia lakukan pada Claire di kamarnya. Setelah itu orang-orang diistana mulai bergunjing tentang Eugene yang tidur dengan Claire, Ratu berusaha menekan agar berita tentang Eugene dan Claire tidak menyebar sampai keluar istana.
Ratu menemui Raja yang sedang beristirahat di kamarnya.
" Yang mulia raja, bagaimana keadaanmu sekarang?" tanya Ratu cemas
" Aku sudah baik-baik saja. " jawab Raja dengan nada yang dingin
" Aku ada sesuatu yang harus di diskusikan denganmu " kata Ratu serius
" Ya, aku sudah dengar dari para pelayan tentang putra mahkota yang tidur bersama dengan nona Claire dari keluarga Collete. " kata Raja
" Baguslah kalau yang mulia raja sudah mendengar nya, jadi aku tidak usah bersusah payah untuk menjelaskan nya lagi. Aku tanya bagaimana menurut yang mulia raja tentang ini ?" tanya Ratu sambil duduk di samping Raja
" Aku sudah tau apa isi pikiran mu ratu, aku juga tidak mau berdebat lagi dengan mu soal ini. Kau tau benar siapa gadis yang disukai Eugene, kau tau benar kalau aku ingin mendukung Eugene dengan gadis itu. Tapi, karena rumor dan reputasi putra mahkota juga reputasi gadis itu sudah ternodai. Tidak ada cara lain bukan?" kata Raja tajam
" Dia ternyata sudah tau apa yang ada dipikiran ku " batin Ratu
" Benar yang mulia raja, mau tidak mau kita harus menjadikan nona Claire sebagai putri mahkota yang sah untuk melindungi reputasi kerajaan ini " kata Ratu to the poin
" Aku setuju " kata Raja dingin
__ADS_1
" Yang mulia raja, anda tidak akan bertanya apa-apa lagi?" tanya Ratu heran
" Aku mau tanya apa lagi, ini sudah direncanakan oleh mu dan aku juga sudah tau " kata Raja sambil tersenyum sinis
" Yang mulia, kau jangan menuduhku sembarangan. Memangnya aku merencanakan apa?" tanya Ratu pura-pura tak mengerti
" Bukankah kau yang bersikeras ingin menjadikan gadis dari keluarga Collete itu sebagai pasangan Eugene? sudah jelas bukan ini semua kau inginkan dan kau rencana kan!" seru Raja kesal
" Kenapa kau selalu menuduhku seperti ini? ya, benar ! aku memang menginginkan gadis itu menjadi putri mahkota. Tapi, ini sungguh bukan rencana ku ! " Ratu menangis terisak
" Hentikan tangisan mu itu, Ratu. Segera keluar dari kamar ku, aku ingin beristirahat " kata Raja tak peduli
" Sebenarnya apa salah ku? selama ini aku selalu mencintaimu sepenuh hatiku.. aku menjalankan tugas menjadi ratu yang baik, tapi kenapa kau selalu saja bersikap dingin padaku?" tanya Ratu sedih
" Memang benar kau sudah menjalankan tugas sebagai ratu yang baik untuk rakyat Clarines, dan memang benar kau mencintaiku sepenuh hatimu. Tapi, aku tidak bisa mencintai mu Freya " kata Raja sinis
Dengan penuh kemarahan ratu membanting barang-barang yang ada di atas meja raja.
PRANG
BRUK
" Freya, HENTIKAN !" teriak Raja marah
" KENAPA ?? padahal sudah kulakukan segalanya untukmu .. " kata Ratu sambil menangis dan jatuh terduduk di depan Raja
" berhenti mengemis seperti itu, Ratu.. " kata Raja ketus
" Padahal aku hanya ingin cinta mu tapi kenapa kau sangat kejam?" tanya Ratu sedih
" Itu konsekuensi nya kalau kau mencintai orang yang tidak punya perasaan apapun padamu. Seharusnya kau tau itu sejak awal, kau memaksa untuk bersamaku. Aku kecewa padamu Freya, kau ingin mengulang hal yang sama pada anak kita. Kau ingin gadis itu bernasib sama seperti mu ?" tanya Raja kecewa
Ratu tercekat dan berdiri di depan raja, ia menatap pria itu dengan penuh kesedihan dan tak mampu berkata apa-apa lagi di depan Raja, ia membenarkan bahwa mungkin Claire akan bernasib sama seperti nya yang menderita karena bersama dengan orang yang tidak mencintai sama sekali. Setelah tau semua itu pun Ratu tetap tidak peduli, yang ia ingin kan agar rahasia nya tetap aman.
***
Arabella berjalan dengan sempoyongan seperti tidak fokus dan kelihatan banyak pikiran. Ashton dan Ethan yang kebetulan melihatnya berjalan lalu menghampiri gadis itu.
" Abel, aku dengar ada keributan di istana? ada apa?" tanya Ashton cemas
" Abel, kau baik-baik saja?" tanya Ethan cemas melihat Arabella yang melamun.
Gadis itu memeluk kakaknya dengan erat.
" Ada apa ini?" tanya Ethan sambil merasakan tubuh Arabella yang memeluknya ,gemetaran
" Abel kau gemetaran, apa kau sakit?" tanya Ashton cemas
" Kakak.. jangan tinggalkan aku.. kumohon, aku tidak mau .. kakak jangan mati.." Arabella memeluk kakak nya itu semakin erat
Ethan melepaskan pelukan Arabella dan bertanya dengan serius kepada adiknya itu, apa yang membuat nya seperti ini? Namun, gadis itu tak menjawab dengan pasti dan hanya menangis, dengan tubuh gemetaran seperti ketakutan.
" Kakak.. jangan..terluka.. kakak...aargh.. " Gadis itu memegang dadanya yang terasa kesakitan.
" Kau kenapa?" tanya Ashton cemas
" Argh.. " Arabella menangis terisak sampai akhir nya ia jatuh tak sadarkan diri. Dengan sigap Ashton menangkapnya agar tidak jatuh.
" Abel !" teriak Ethan dan Ashton panik
Ashton mengguncang guncangkan tubuh Arabella yang tiba-tiba tidak sadarkan diri, terlihat kecemasan di wajahnya. Ashton menggendong gadis itu.
" Ashton, biar aku yang bawa dia !" seru Ethan
" Tidak usah, aku saja yang menggendongnya. Aku akan membawanya ke tempat dokter istana " kata Ashton
" Baiklah, ayo kita kesana !" seru Ethan panik
Lorenzo yang berniat menyusul Ethan dan Ashton, melihat Arabella yang tak sadarkan diri sedang di gendong oleh Ashton. Ia segera berlari menghampiri Aiden yang sedang mengobrol bersama kstaria lainnya di camp.
" Yang mulia ! yang mulia!" seru Lorenzo
" Ada apa ? kau sudah kembali lagi? mana kapten Ethan dan wakil ketua? " tanya Aiden heran
" Mereka seperti nya pergi ke tempat dokter istana " jawab Lorenzo
" kenapa pergi kesana? apa mereka sakit?" tanya Aiden cemas
" Bukan, saya melihat mereka membawa nona Arabella ke sana !" jawab Lorenzo
" Apa maksudmu ? apa yang terjadi padanya?" tanya Aiden panik
" Saya tidak tau kejadian rincinya, yang saya lihat nona Arabella tidak sadarkan diri dan wakil ketua Ashton menggendongnya " jawab Lorenzo menerangkan
" Kenapa dengannya? Semoga saja dia baik-baik saja " batin Aiden cemas
" Aku akan menemuinya " kata Aiden bergegas melangkah pergi dengan cepat
***
Di ruangan kesehatan istana, dokter memeriksa Arabella yang masih tidak sadarkan diri.
" Bagaimana keadaan adik ku dokter Will?" tanya Ethan cemas
" Seperti nya nona Arabella mengalami syok hingga membuat nya jatuh pingsan, stress bisa menjadi pemicu utama nya. " terang Dokter Will
" Syok? stress?" tanya Ethan tak mengerti
" Tapi, Abel stress kenapa?" tanya Ashton yang juga bingung
" Gejala yang ketua Ethan katakan tadi, sakit dada atau sesak dada. Itu bagian dari syok mental, mungkin pernah terjadi hal buruk pada nona Arabella sebelumnya dan ia mengingat nya, itu lah yang membuat nya stress dan membuatnya kesakitan " terang Dokter Will
" Apakah itu buruk untuk nya?" tanya Ethan cemas
" Saya tidak bisa memastikan sampai melihat nona Arabella siuman. Namun, jika keadaan nya masih sama seperti sebelumnya, ada cara untuk membuat nya lebih baik. " kata Dokter Will ramah
" Cara apa itu?" tanya Ethan
" Buat lah nona Arabella bahagia dan melupakan masa-masa sulit yang membuat nya syok itu " jawab Dokter Will
" Sebenarnya apa yang sudah terjadi pada mu Abel, apa yang membuat mu kesakitan seperti itu? apa yang membuatmu mengalami syok seperti ini? apa yang terjadi ?" batin Ethan cemas
" Abel, apakah kau seperti ini karena melihat putra mahkota dan Claire bersama? makanya kau syok dan sampai pingsan seperti ini? aku harap aku salah " batin Ashton
Tanpa mereka sadari, Aiden mendengar kan pembicaraan mereka dari pintu luar. Ia tertegun sejenak dan merasa cemas pada gadis itu, ia ingin mengetuk pintu namun ia mengurungkan niatnya.
" Syok mental? apa ini karena kau sakit hati mendengar Eugene dan Claire bersama? apa kau belum bisa melupakannya? tapi kau bilang kau menyukaiku " Batin Aiden ragu
Rupanya kedua pria itu, Ashton dan Pangeran Aiden telah salah paham pada Arabella. Mengira bahwa gadis itu mengalami syok karena Eugene dan Claire, padahal sebenarnya bukan. Kedua pria itu terlihat sedih karena masih mengira Arabella memiliki perasaan untuk Eugene.
** Makasih udah mampir ya! tunggu lagi bab selanjutnya, 🥰🥰 tinggalkan jejak like, rate, komen, buat dukung author nya biar terus semangat up berkarya! **
__ADS_1