Arrabella Twice Lives

Arrabella Twice Lives
Bab 88 Kasih sayang ibu


__ADS_3

.


.


.


Sebelum berangkat ke tempat pengasingan Claire, Aiden menemui istrinya terlebih dulu untuk berpamitan.


" Akan membutuhkan 2 sampai 3 hari perjalananan kesana, aku harap kau tidak merindukan ku hehe " Aiden tersenyum


" Sebenarnya aku tidak ingin yang mulia pergi, kita bisa menyuruh kak Ethan atau kak Peter yang pergi kesana. Yang mulia juga banyak pekerjaan kan?" tanya Arrabella cemas


" Masalah ini tidak bisa diwakilkan, aku harus memeriksa nya sendiri demi keselamatan mu, putri mahkota jika wanita itu benar-benar sudah tiada kita bisa tenang, tapi jika wanita itu masih hidup aku tidak tenang. Dia bisa membahayakan mu kapan saja untuk membalas dendam, itu yang ku takutkan " terang Aiden waspada


" Dia tidak akan bisa melukai ku, karena ada dirimu " kata istrinya yakin


" Tetap saja aku harus pergi dan memastikan semuanya sendiri, selama aku tidak ada kau bisa minta bantuan pada Lorenzo urusan pekerjaan, dia bisa diandalkan " kata Aiden mengingatkan


" Baiklah, aku harap kau berhati-hati yang mulia. Segeralah pulang setelah menkonfirmasi semuanya " kata Arrabella berharap


" Kau juga, dan sampaikan permintaan maaf ku karena tidak bisa datang ke pernikahan Raja Dominic dan nona Megan " kata Aiden


" Iya "


GREP


Wanita itu memeluk suaminya dengan erat, ia tak ingin berpisah dengan suaminya itu. Tapi, ini demi kebaikan mereka.


" Tenang saja, aku akan kembali secepatnya setelah urusan disana selesai. Kau mau oleh oleh apa?" tanya Aiden


" memangnya kau pergi liburan? aku tidak mau oleh oleh " kata Arrabella heran


" Haa.. baiklah, bagaimana kalau pia bakery?" tanya Aiden


" Tidak perlu. Yang mulia kembali dengan selamat dan baik-baik saja, itu saja keinginan ku " jawab Arrabella sambil tersenyum


" Istri ku memang baik sekali, selama aku pergi kau jangan nakal ya " kata Aiden


" Hehe.. yang mulia ini, benar-benar ya.. kau juga berhati-hati, jangan melirik wanita lain selain diriku " kata Arrabella sambil tersenyum


" Aku lebih suka kau seperti ini dari pada cuek dan jaim seperti dulu " Aiden tersenyum senang


" dasar pasangan bucin " gumam Demian yang iri melihat kemesraan pengantin baru itu


" Romantisnya.. hu " kata Lorenzo


" Kalian iri ya? makanya cepat menikah dong. Bagaimana mau menikah ya? kalian saja masih jomblo .." kata Aiden mengejek


" Ehem ehem.. " Lorenzo dan Demian terlihat sebal kepada Aiden yang mengejek mereka


" Aku pergi ya sayang, kalau ada apa apa kau bisa kirim surat lewat Lorenzo " kata Aiden


" Iya baiklah "


" Lorenzo, kerjakan pekerjaan dengan baik selama aku tidak ada. Dan awasi putri mahkota, jaga keselamatan nya " ujar Aiden


" Siap melaksanakan tugas, yang mulia putra mahkota " kata Lorenzo patuh


" Demian, ayo berangkat "


" Baik yang mulia " kata Demian patuh


Aiden, Peter, Ethan, Lorenzo dan beberapa kstaria berangkat pergi ke tempat pengasingan Claire yang jauh dari Clarines dan berada di wilayah pedalaman desa Londo. Arrabella berharap kalau ia ikut dengan suaminya itu, tapi sebagai putri mahkota dan calon ratu negeri nya, ia harus melaksanakan kewajiban dengan baik, termasuk mengerjakan tugas sebagai calon ratu, dan hari ini pun ia ada janji dengan Megan untuk menemaninya ke butik di pusat kota.


****


Megan, Arrabella dan Aida sudah ada di pusat kota dan berjalan-jalan dengan pakaian biasa.


" Sudah lama ya kita tidak berjalan-jalan seperti ini " kata Aida senang


" benar, terimakasih kepada yang mulia putri mahkota dan nona Aida yang sudah mau menemani ku pergi ke pusat kota " kata Megan senang


" Tidak apa, aku juga sudah lama tidak pergi keluar dan berjalan jalan seperti ini " kata Arrabella senang


" Benarkah? apa yang mulia putri mahkota benar tidak apa apa? " tanya Aida


" Tentu saja, memangnya siapa yang akan melarang ku " jawab Arrabella santai


" Maksud saya bukan itu, apa yang mulia tidak apa apa pergi tanpa pengawalan yang ketat?" tanya Aida


" Tidak apa, aku memang ingin sendiri " jawab Arrabella senang


" Seperti nya yang mulia putri mahkota senang ya bisa jalan-jalan ?" tanya Megan ceria


" hehe.. iya karena setiap hari aku sibuk dengan banyak kertas di ruangan ku. Hari ini aku akan menghirup udara yang bebas " kata Arrabella semangat


Arrabella dan Aida memilih baju yang akan mereka pakai di acara pernikahan Megan. Sedangkan Megan sendiri tinggal memakai bajunya, karena baju itu sudah dipesan sebelum nya. Megan memakai gaun pengantin nya, pelayan di butik itu memuji Megan yang cantik dengan gaun putih itu. Arrabella dan Aida juga memujinya dan mengaguminya.


" Ngomong-ngomong kenapa yang mulia Raja Dominic tidak kemari? bukankah seharusnya dia melihat nona Megan memakai baju pengantin nya ?" tanya Aida polos

__ADS_1


" Iya, benar juga. Apa dia masih bersikap seperti ini pada ibu dari anak nya? meskipun Raja Dominic belum mencintai Megan, tapi harus nya dia memikirkan citra dan pandangan orang-orang tentang Megan, bagaimana bisa dia seperti ini pada calon istri nya? " batin Arrabella kesal


" Aku sudah mengundang nya untuk mencoba baju pengantin bersama dan dia setuju, tapi aku tau dia tidak akan datang.. padahal aku ingin menunjukkan gaun pengantin ini padanya " batin Megan sedih


" Mungkin Raja Dominic sedang sibuk, apa nona Aida lupa kalau Raja Dominic adalah Raja dari negeri yang besar?" tanya Arrabella


" Benar juga, pasti yang mulia Raja Dominic sibuk jadi dia tidak bisa datang kemari " jawab Aida sambil memilih milih baju


" Megan terlihat sedih.." batin Arrabella


" Ini terlihat aneh karena Raja Dominic tergila-gila pada putri mahkota, tapi kenapa dia menikah dengan nona Megan yang sama sekali tidak terlihat dekat sebelumnya. " batin Aida heran


KLAK


Semua mata terpana saat melihat siapa yang masuk ke butik sederhana itu, terpana akan ketampanan nya dan karisma nya.


" Maaf aku terlambat " kata Dominic dengan nada datar seperti biasanya


" Dia datang?" batin Megan senang dan tak percaya


" syukurlah, seperti nya aku harus pergi dari sini. Karena bisa saja aku menganggu mereka " batin Arrabella senang melihat Dominic datang


" Tidak yang mulia.. anda tidak terlambat " jawab Megan gugup


" Salam yang mulia Raja " kata Aida menyapa


Dominic tersenyum datar membalas sapaan dari Aida.


" Apa itu gaunnya?" tanya Dominic sambil melihat gaun yang dipakai oleh Megan. Gadis itu mengangguk mengiyakan pertanyaan Dominic. " Itu terlihat bagus, cocok untukmu "


" Aku tidak tau kata-kata nya itu tulus atau tidak, tapi aku senang mendengar nya " batin Megan senang


" Terimakasih yang mulia, mari yang mulia coba juga bajunya " Megan tersenyum


" Karena sudah ada yang mulia Raja Dominic disini, lebih baik kita pergi saja ya nona Aida. Biarkan pasangan ini menghabiskan waktunya berdua " kata Arrabella mengajak Aida pergi


" seperti nya yang mulia putri mahkota benar, nona Megan kami duluan ya " kata Aida pamit


" Apa kau benar-benar tidak cemburu sedikit pun, aku bersama nona Megan? Arrabella kenapa hatiku masih sakit melihat mu? Tolong jelaskan perasaan apa ini? batin Dominic sedih


Aida dan Arrabella pergi meninggalkan Megan dan Dominic di butik itu, sebelum kedua wanita itu pergi, Megan melihat bahwa Dominic masih menatap Arrabella dengan penuh harapan, dan ia merasakan apa yang namanya cemburu.


Sementara itu Aiden masih dalam perjalanan ke tempat Claire diasingkan. Pria itu lebih memilih menaiki kuda bersama yang lainnya dari pada menaiki kereta.


****


Arrabella dan Aida pergi ke toko pia Bakery, dan makan cemilan di salah satu kursi yang kosong disana.


" Memangnya kenapa?"


" Apa yang mulia tidak masalah berada di dalam keramaian seperti ini?" tanya Aida


" Tidak apa, bukankah dulu aku aku sering berada dalam keramaian seperti ini. Tenang saja, dan nikmati makanan nya. Lagipula disini tidak akan ada yang mengenali kita " kata Arrabella percaya diri sambil memakan kue nya.


" Semoga Megan bisa mendapatkan hati Raja Dominic dan semoga mereka bahagia. Ya, itu harus " batin Arrabella berharap


Setelah mencoba gaun pengantin, Dominic segera mengantar Megan kembali ke kediaman nya karena wanita itu mengeluh pusing kepala lagi. Rupanya Dominic peduli pada bayi yang ada didalam kandungan Megan, melihat ibunya yang lemah, Dominic menjadi iba. Pria itu bertanya-tanya, apakah setiap ibu hamil akan mengalami ini? betapa melelahkan nya dan beratnya seorang ibu yang sedang mengandung harus menahan semuanya selama 9 bulan.


Dominic menggendong Megan yang tidak kuat berjalan sampai ke kamarnya.


" Terimakasih sudah mengantarkan saya yang mulia " kata Megan


" Kau harus jaga kesehatan mu, besok kan kita menikah. " kata Dominic datar


" Iya, saya baik-baik saja. Ini sering terjadi kok" kata Megan sambil tersenyum


" Apa bayinya baik-baik saja? " tanya Dominic


" Saya rasa baik baik saja " jawab Megan


" Uh.. " Megan meringis kesakitan


" Ada apa?" tanya Dominic cemas


" Ada sedikit pergerakan di perut saya " jawab Megan


" Benarkah? " tanya Dominic senang. Pria itu ingin memegang perut Megan, namun ia ragu-ragu.


" Yang mulia boleh memegang perut saya kok, seperti nya bayinya juga menginginkan nya " kata Megan yang berinisiatif


" Apa boleh?" tanya Dominic


" Tentu saja, ini kan bayi kita " jawab Megan


" Bayi..kita?" batin Dominic


Pria itu memegang perut Megan, terlihat sekali Megan senang dengan sentuhan raja iblis itu, ia merasa nyaman saat Dominic menyentuhnya, dan anehnya hatinya menjadi tenang dan pusingnya menghilang.


" Apa sudah tidak sakit lagi?" tanya Dominic sambil melihat wajah Megan yang terlihat tersenyum

__ADS_1


" Iya, anehnya saya merasa nyaman saat anda menyentuh perut saya. Seperti nya anak kita senang saat ayahnya menyentuh nya " kata Megan senang


" Dulu aku selalu membayangkan masa depan bersama Arrabella, menikah dengannya, mempunyai bayi dengan nya, hidup bahagia selamanya. Tapi, takdir berkata lain.. Arrabella bukan untukku " batin Dominic sedih


Megan melihat Dominic yang melamun, seperti nya ia sudah menduga bahwa Dominic sedang memikirkan Arrabella. Hatinya sakit karena pria itu memikirkan wanita lain saat berada di depannya.


Kapan cinta akan hadir diantara mereka? kapan Dominic akan melupakan cinta pertamanya dan berpaling pada Megan, yang sudah jelas akan menjadi ibu dari anaknya? Tidak bisakah Raja itu melihat kalau Megan sudah mulai mencintai nya?


****


Setelah selesai berjalan jalan bersama Aida, Arrabella mengantar Aida ke kediaman nya lalu ia pergi mengunjungi makam Ashton dan makam ibunya yang tak jauh dari sana. Wanita itu membawa bunga Lily kesukaan ibunya dan bunga Krisan untuk Ashton.


" Ibu.. aku datang, apa ibu baik baik saja? tiba-tiba saja aku rindu ibu. Aku tidak tau ibu seperti apa, tapi ayah dan kakak kakak bilang kalau ibu sangat cantik aslinya. Aku melihat ibu di dalam lukisan, sebenarnya waktu kecil aku iri dengan anak-anak lain yang mempunyai keluarga yang lengkap, mereka memiliki seorang ibu di samping mereka dan terkadang mereka selalu mengejekku. Tapi, aku bersyukur aku masih memiliki ayah, kak Peter dan kak Ethan disisi ku. Ibu, aku baik-baik saja.. putri mu ini sekarang adalah putri mahkota dan dipercaya sebagai calon ratu di negeri ini, apa kau bangga padaku, ibu? aku harap ibu bisa melihatku disini dari atas sana..."


Wanita itu menatap ke langit sambil tersenyum cerah. Perlahan air mata jatuh membasahi pipinya, ia merindukan ibunya. Selalu merindukan sosok ibu yang ingin ia peluk, ia sadar bahwa ia tak bisa seperti itu. Itulah sebabnya di kehidupan pertama nya ia adalah gadis yang keras kepala, manja dan suka mencari perhatian orang lain dengan berlebihan, itu karena ia merindukan kasih sayang ibu yang tak pernah ia dapatkan.


" Terimakasih ibu, karena kau sudah melahirkan ku.. mengorbankan nyawamu demi melahirkan ku dan membuatku bisa melihat dunia ini, adalah kasih sayang terbesar mu untukku "


Dari kejauhan, Felix dan Lorenzo melihat itu diam-diam dari atas pohon. Mereka seperti nya bersembunyi agar Arrabella tidak menyadari kehadiran mereka.


" Kenapa yang mulia terlihat sangat sedih? oh ya Felix, kau kan sudah lama bersama yang mulia, apa kau tau kenapa ibu yang mulia putri mahkota meninggal?" tanya Lorenzo penasaran


" Aku tidak tau ternyata tuan Lorenzo akan penasaran juga... hehe... ibu putri mahkota meninggal setelah melahirkan putri mahkota. Tepat dihari ulang tahun nya, ibu putri mahkota meninggal " terang Felix sambil melihat ke arah Arrabella yang sekarang sedang berdiri di makam Ashton dan meletakkan bunga di nisan nya.


" Jadi itu sebabnya saat hari ulang tahunnya, yang mulia putri mahkota terlihat tidak begitu senang dan malah terlihat sedih. Tidak heran " kata Lorenzo


" Ternyata kehidupan yang mulia putra mahkota dan putri mahkota tidak jauh berbeda. Mereka sama sama tidak merasakan kasih sayang seorang ibu. Mungkin itu sebabnya mereka cocok " batin Lorenzo


" Iya, tapi sampai kapan kau akan disini? bukankah kau ada banyak pekerjaan dari yang mulia Putra mahkota?" tanya Felix heran


" Tugas melindungi putri mahkota lebih penting dari apapun, jika terjadi sesuatu pada putri mahkota, aku mungkin akan dikirim kembali ke Londo "


" Kasihan sekali kau tuan Lorenzo, nanti kau harus begadang untuk mengerjakan tugas dari yang mulia. Lebih baik kau pergi saja, menjaga putri mahkota adalah tanggung jawab ku. " kata Felix menyarankan


" Masa hanya kau sendiri yang disini? tidak bisa aku biarkan kau berduaan dengan putri mahkota !" ujar Lorenzo tegas


" Memangnya kenapa? aku sudah bersama yang mulia putri mahkota dari kecil, aku juga adalah kstaria nya. Tuan Lorenzo tidak percaya padaku?" tanya Felix bingung


" Tuan Felix, kau menyukai putri mahkota bukan?" tanya Lorenzo yakin


Felix tersentak mendengar pertanyaan Lorenzo yang tidak bisa ia jawab dengan tegas seperti biasanya.


" Tenang saja, aku tidak akan bicara pada siapapun tentang hal ini. " kata Lorenzo santai


" Sejak kapan tuan Lorenzo tau semua ini?" tanya Felix kaget


" Sejak pertama kali kau dan yang mulia putri mahkota pergi ke camp pedang, kau ingat saat itu yang mulia putra mahkota menyamar menjadi guru pedang bertopeng. " jawab Lorenzo


" Ternyata sudah lama sekali? apa yang mulia Putra mahkota juga menyadarinya ya?" gumam Felix berfikir keras


" Dia sudah tau, bahkan sempat cemburu padamu. Tapi, aku menyesatkan nya dengan mengatakan bahwa sikapmu padanya adalah kesetiaan mu pada majikan mu " kata Lorenzo santai


" Syukurlah.. selama yang mulia putri mahkota dan putra mahkota tidak menyadari nya " kata Felix lega


" Apa tuan Felix baik-baik saja? " tanya Lorenzo cemas


" Memangnya aku kenapa?" kata Felix bingung


" Apa mencintai tanpa memiliki, itu baik-baik saja? kau juga tidak mengungkapkan perasaan mu, apa hatimu tidak apa apa?" tanya Lorenzo prihatin


" Selama yang mulia putri mahkota baik-baik saja dan dalam keadaan sehat, aku akan baik-baik saja. Aku tidak berharap lebih pada yang mulia putri mahkota,aku lebih suka berada disisi nya dan melindungi nya seperti ini. Itu sudah cukup untukku, dan itu adalah janjiku seumur hidup sebagai kstaria nya " kata Felix sambil tersenyum memandangi punggung Arrabella yang berdiri tak jauh dari nya.


" Woah.. kau sangat bijaksana, atau mungkin bodoh. Tapi, aku menyukai sikapmu ini tuan Felix. Karena jika kau macam-macam pada yang mulia putri mahkota, aku akan membunuhmu " kata Lorenzo tajam


" Haha..baiklah, akan kuingat itu tuan Lorenzo. Kau tidak akan bisa membunuhku " kata Felix sambil tersenyum dan tertawa kecil


***


Keesokan harinya adalah hari pernikahan Dominic dan Megan. Pernikahan itu berjalan meriah dan khidmat di aula kerajaan Clariness. Arrabella lah yang mengatur semua persiapan pernikahan itu. Megan, Dominic dan Viscount Benedict sangat berterimakasih pada Arrabella yang sudah banyak membantu dalam pernikahan mereka.


" Ini sudah tugasku sebagai putri mahkota dan calon ratu negeri ini, tidak usah berterimakasih. Nikmati saja pestanya " kata Arrabella sambil tersenyum, namun raut wajahnya terlihat sedih.


" Ada apa dengan Arrabella? apa dia sakit?" batin Dominic yang masih peduli pada putri mahkota Clariness itu


" Tetap saja kami harus berterimakasih pada yang mulia putri mahkota.. " kata Megan


" Tidak usah sungkan nona Megan, ah atau harus ku panggil Ratu Megan Al De Vanders " kata Arrabella


Benar juga, sekarang Megan telah menjadi istri sah dari Raja Dominic yang artinya dia telah menjadi Ratu Vanders sekarang. Gelar nona kini berubah menjadi Ratu.


Hari itu banyak tamu yang berdatangan, Arrabella, Raja dan putri Camille juga sibuk menyapa para tamu yang hadir. Bahkan putri Ariana dan kakak nya putra mahkota Victor juga hadir disana.


Saat Arrabella akan berjalan menuju ke arah Ariana untuk menyapanya, tak sengaja seorang pelayan menabrak nya dan membuat gaun yang ia kenakan menjadi basah dan kotor karena terkena jus.


" Beraninya kau menabrak yang mulia putri mahkota !" seru Daisy kesal melihat pelayan itu


" Bibi Daisy, sudah lah. Aku juga tidak apa apa " kata Arrabella sambil membantu pelayan itu berdiri.


" Maafkan saya yang mulia.. saya tidak sengaja " kata pelayan itu dengan wajah memelas

__ADS_1


Arrabella terpana melihat mata pelayan itu yang terlihat tak asing baginya.


...---***---...


__ADS_2