Arrabella Twice Lives

Arrabella Twice Lives
Bab 64 Pengakuan !


__ADS_3

.


.


.


Habislah sudah, sang Putri mahkota itu tidak bisa berdalih lagi, apalagi melarikan diri. Semua orang yang ada di sana sepertinya sudah mendengar pengakuan Claire. Arabella tersenyum puas melihat ekspresi Claire yang saat ini seperti akan menghadapi hukuman mati. Claire sudah kehabisan kata kata untuk menjelaskan semuanya, karena ia pasti akan mengatakan kebenaran saja dari mulutnya akibat ramuan kejujuran dari Dominic.


" Putri mahkota, ternyata kau .." kata Eugene pura pura terkejut dan menyalahkan istrinya itu


" Habis lah sudah, ini pasti akan berdampak besar pada diri ku yang seorang putra mahkota. Ayahanda raja, tidak akan percaya lagi padaku setelah insiden ini. Apalagi jika wanita itu buka mulut kalau aku tau semuanya dan hanya diam saja..jangan kan memiliki Arabella, aku saja mungkin harus berusaha keras mempertahankan posisi ku saat ini " batin Eugene ketakutan


" Pada akhirnya ini semua terjadi karena mu Eugene, tidak ada yang berubah. Kau selalu membuat ku terkena masalah, tidak dulu, tidak sekarang " batin Arabella kesal


" Sekarang sudah jelas semuanya ! bawa putri mahkota ke penjara kerajaan, dia akan di hukum sangat berat !" seru Raja murka


" Baik yang mulia !" kata para prajurit


" Tidak ! aku tidak bersalah ! tidak !" teriak Claire panik


Kstaria membawanya pergi, Raja dan yang lainnya pun pergi dari tempat itu. Begitu pula dengan Arabella dan Aiden. Di dalam kereta, Aiden terus menatap Arabella yang terus menghindari tatapan matanya.


Sikap wanita itu jadi dingin kepadanya, bahkan setelah sampai di kediaman Reese, wanita itu sangat cuek pada Aiden yang perhatian padanya dan berusaha menghiburnya.


" Naomi, apa aku tidak salah dengar? putri mahkota bilang kalau kau infertil? apa maksudnya?" tanya Aiden tak percaya


" Akhirnya kau sudah tau, yang mulia.. mari kita batalkan pertunangan kita setelah semua masalah ini selesai " kata Arabella dengan berat hati, namun ia memasang wajah dingin nya lagi.


Aiden terpana mendengar kata kata itu dari Arabella.


" Apa yang kau katakan? batalkan pertunangan apa?" tanya Aiden syok


" Setelah kasus ini, Aiden akan dibanjiri oleh dukungan rakyat karena ini akan berdampak besar pada Eugene dan Ratu. Partai yang dipimpin Count Oscar juga akan goyah, atau mungkin hancur. Besar kemungkinan rakyat, akan mendukung Pangeran Aiden menjadi putra mahkota atau bahkan raja selanjutnya. Aku tidak bisa membiarkan masa depannya hancur karena ku, meskipun kelak aku menikah dengannya.. dia pasti akan memiliki selir. Aku tidak bisa menghadapi masa depan yang seperti itu, apalagi dia selalu bilang ingin mempunyai anak " batin Arabella sakit hati


" Ya, saya akan berbicara dengan yang mulia raja dan ayah saya tentang pembatalan pertunangan ini. " kata Arabella dingin


" Sekarang dia bicara dengan formal? apa karena ini ,sikap nya berubah padaku?" batin Aiden bingung


" Jadi karena hal ini kau bersikap dingin padaku? kau ingin aku marah dan meninggalkan mu? begitu? kau pikir aku akan meninggalkan mu meskipun aku tau kau tidak bisa menjadi seorang ibu?" Aiden memegang tangan Arabella


" Ya, saya pikir begitu. " jawab Arabella dingin


" Naomi ! kau !" Aiden tercekat dan kesal


Tidak ada pilihan lain lagi selain mengajak gadis itu bicara berdua saja dan tidak berada di dalam keramaian. Aiden memegang tangan Arabella dengan kencang seakan tak mau melepaskannya.


" Yang mulia pangeran, anda mau membawa putri kemana?" tanya Felix


" Bilang pada tuan Duke, aku pinjam putrinya untuk hari ini ! " kata Aiden tegas


" Ah .. tapi.." Felix bingung


" Kau tidak usah ikut!" seru Aiden tegas


" Ada apa dengan mereka? Apa mereka bertengkar?" batin Felix bingung


Aiden menggendong paksa Arabella dan membawanya masuk ke dalam kereta.


" Apa yang anda lakukan? lepaskan saya !! Felix ! to..long !!" Arabella meminta pertolongan Felix tapi pengawal setianya itu diam saja karena mengira pasangan itu hanya bertengkar biasa.


Pangeran itu membawa Arabella ke rumahnya yang ada di camp pedang. Aiden terlihat sangat gusar dengan Arabella yang mengatakan ingin membatalkan pertunangan.


" Apa yang anda lakukan?!"


" Kau pikir aku akan meninggalkan mu hanya karena ini, apakah kau berfikir cinta ku seperti itu?" tanya Aiden sedih


" Aku tau, aku tau perasaan mu padaku. Tapi, aku tidak bisa membuat masa depan mu hancur. " batin Arabella sedih


" Ini tidak baik untuk masa depan saya dan yang mulia, lebih baik sekarang kita putus saja karena masih belum terlambat. " kata Arabella dingin


" Naomi !"


" Anda selalu bilang kalau suatu saat nanti anda ingin memiliki seorang anak yang lucu, tapi aku tidak bisa memberikannya. Jadi, minta saja pada or.. "


GREP


Aiden tak bisa menahan lagi rasa amarah dan gairahnya yang bergejolak, ia menc*** bibir wanita itu dengan lembut dan ********** dengan penuh nafsu. Perlahan ciuman nya yang lembut itu berubah menjadi ciuman yang kasar, bahkan sesekali lidah mereka beradu satu sama lain dan bermain main menikmati alurnya. Wanita itu tidak menyangka kalau Aiden akan menc***nya. Ini adalah ciuman pertama bagi mereka dan terasa begitu intens.


Hmpph.. yang mulia..


" Ciuman ini, sangat dalam..ada apa dengan pangeran..dia tidak biasanya seperti ini "


Wanita itu mengambil napas saat Aiden melepaskan ciuman nya.


Haa.. Haa.. sudah..yang mu..


Namun, Aiden kembali lagi menciumnya dan memeluknya semakin erat. Bulir bulir air mata mengalir jatuh ke pipi wanita itu, dengan kelembutan nya sang pangeran mengakhiri ciuman nya dan menatap wanita itu lekat lekat. Kedua tangan Aiden masih memegangi pinggang gadis itu yang sudah duduk di meja.


" Kenapa kau melakukan ini padaku? kenapa kau tidak cerita kan semuanya padaku? kita bisa selesaikan bersama.. kenapa kau menahan nya sendiri dan tidak memikirkan perasaan ku ?" tanya Aiden emosional


" Maaf, kita harus membatalkan pertunangan kita.. maafkan saya pangeran "


" Kalau kau mengatakan itu sekali lagi, aku akan menikahi mu sekarang juga !" seru Aiden tegas

__ADS_1


" Kumohon hentikan ! jangan begini...wanita seperti ku tidak bisa mendampingi mu "


" Tidak ada wanita yang akan mendampingiku selain dirimu, mau seperti apa keadaan mu kau tetap milikku. Aku tetap akan milik mu, tolong jangan mendorong ku pergi lagi...anak atau apapun itu aku tidak butuh, aku hanya butuh dirimu.." kata Aiden serius


" Yang mulia...anda tidak bisa begitu.."


" Kau yang tidak bisa begini, ketika aku sudah jatuh cinta padamu, kau tidak akan bisa lari dariku, tidak akan pernah bisa " Aiden menatap wanita di depannya itu dengan tatapan tajam agresif seorang pria.


Pada akhirnya gadis itu luluh, dengan sikap Aiden yang tulus padanya. Ia membiarkan pangeran itu memeluknya dengan hangat, dan ia membalas pelukan itu.


" Aku pastikan mereka yang menyakitimu akan membayar semuanya berkali kali lipat. " batin Aiden penuh kemarahan


***


Di penjara Clarines, Claire terlihat menderita dan merasa hidup nya akan hancur karena insiden penangkapannya ini.


" Apa aku akan mati? tidak.. yang mulia Ratu pasti akan menolongku kan?" gumam Claire kebingungan di dalam penjara yang gelap dan pengap itu.


Drap drap drap


Suara langkah kaki mendekat ke arah tempat Claire di penjara.


" Yang mulia Ratu, saya tau bahwa anda akan datang. Anda akan menyelamatkan saya ..


" Tidak, aku datang kesini bukan untuk itu " Ratu menatap Claire dengan dingin


" Haa..??"


Ratu mendekati Claire di balik jeruji, dan ia mengancam Claire untuk tutup mulut soal keterlibatan nya dalam insiden racun Arabella.


" kenapa anda mengkhianati saya yang mulia ratu? bukan kah kita sekutu?" tanya Claire tak percaya


" Sekutu ? apa maksud mu? mana bisa kau yang bodoh seperti ini menjadi sekutu ku !" kata Ratu marah


" Yang mulia ratu ! kenapa anda seperti ini? " tanya Claire marah


" karena kebodohan mu dan paman mu, mungkin posisi Eugene sebagai putra mahkota juga akan terancam. Maka dari itu kau harus berkorban untuk nya.." Ratu tersenyum sinis


Claire tercengang, pengorbanan apa maksudnya? apa yang harus Claire korbankan? Ratu itu mengatakan bahwa ia harus mengorbankan dirinya sendiri dan jangan membawa Eugene ke dalam kehancuran. Ratu memberi tawaran untuk membantu meringankan hukuman Claire, asalkan Claire mau mengatakan bahwa masalah ini tidak ada kaitannya dengan Ratu maupun putra mahkota. Pada akhirnya, terpaksa Claire menyanggupi permintaan ratu karena dia tidak ada pilihan lain yang lebih baik untuk menyelamatkan nyawanya.


Akan tetapi bagaimana dengan nasib pamannya yang sudah terlanjur ia sebutkan nama nya ke dalam nama tersangka?


Ya, Count Oscar sudah ditangkap dan sebelum memasukkan pria jahat itu ke penjara, ia dihadapkan pada Raja dan Duke Reese yang menatap pria itu dengan kemarahan.


" Ada apa ini yang mulia raja? kenapa saya diperlakukan seperti ini?" tanya Count Oscar kesal


" Kau masih tanya apa kesalahan mu? kalau kau mau mengakui nya sekarang, aku mungkin akan mengurangi sedikit hukuman mu " kata Raja dingin


" Apa maksud yang mulia raja? saya tidak mengerti .." Count Oscar kebingungan


" Ada apa ini?" batin Count Oscar bingung


" Putri mahkota sudah mengakui semuanya, bahwa kau dan putri mahkota sudah meracuni Putri Arabella dan meracuni pelayannya Layla hingga mati. Kau masih mau berdalih?" tanya Raja sinis


" A..APA?? tidak, yang mulia, ini kesalahpahaman ! tidak mungkin keponakan saya berkata seperti itu, untuk apa kami melakukan nya?" Count Oscar berdalih


Duke Reese yang tak tahan lagi menahan amarahnya, ia melampiaskan amarahnya kepada Count Oscar dengan memukul pria jahat itu tanpa diberi kesempatan melawan.


BUKk


BUKK


" kurang ajar ! apa salah ku pada kalian? kenapa kalian menghancurkan putri ku seperti ini?!! " kata Duke Reese penuh kemarahan.


Orang tua mana yang tidak sakit hati ketika anak perempuan satu satunya di racun dan mengalami keadaan paling mengerikan bagi seorang wanita, yaitu kehilangan kesempatan untuk menjadi seorang ibu di masa depannya.


Ethan dan Peter berusaha menghentikan ayah mereka untuk menghajar Count Oscar yang sudah terluka dan wajahnya lebam lebam.


" Ayah sudah cukup !" seru Ethan


" Jadi kalian sudah tau ya? bagaimana rasa nya Herald ? putri kesayangan mu di hancurkan?" tanya Count Oscar sambil tersenyum


" Jadi kau mengakui semuanya?!! kenapa kau melakukan ini pada putri ku?!! apa salah putri ku pada mu?!!" Duke Reese membentak


" Dia tidak bersalah, ini salah mu karena dia adalah Putri mu " kata Count Oscar


" Apa maksudmu?" tanya Duke Reese penuh emosi


" kesalahannya adalah karena dia sangat mirip dengan Viona, dan Viona mati karena melahirkannya ! " jawab Count Oscar penuh emosi.


Duke Reese melihat tatapan Count Oscar yang tidak berdaya dan penuh kesedihan. Rupanya pria yang memutuskan melajang seumur hidup nya itu, masih mencintai Viona, mendiang istri Duke Reese yang sudah tiada. Ia menyalahkan semuanya para Arabella, karena wanita yang ia cintai tiada setelah melahirkan dirinya. Tapi, itu bukan alasan agar Count Oscar bisa berbuat jahat pada Arabella dan keluarga Reese. Pria itu pun di jebloskan ke penjara, setelah pengakuan dari Claire, sebelum mereka dibawa ke pengadilan.


***


Di camp pedang, Arabella dan Aiden sedang makan bersama.


" Aku tidak tau kau bisa memasak " kata Arabella heran


" Waktu kecil hidupku tidak seperti pangeran sungguhan, jadi aku bisa melakukan semua pekerjaan sendiri dan belajar. Jika kau punya suami seperti ku, kau tidak usah khawatir dengan pekerjaan rumah tangga, aku bisa semuanya " terang Aiden sambil menuangkan sup ke mangkuk yang ada di depan kekasihnya itu


" Ya, aku tidak khawatir jika mempunyai suami seperti yang mulia..Tapi aku khawatir apa aku bisa menikah?" wanita itu tersenyum pahit mengingat takdirnya


" Bukan kah kita sudah menyelesaikan nya barusan? aku kira perasaan mu sudah membaik, aku sudah bilang akan terus bersamamu, kalau kau tidak percaya. Mari kita menikah sekarang !" seru Aiden sebal

__ADS_1


" Menyelesaikan apa? kau tadi hanya mencium ku ?!" kata Arabella kesal


" Haa.. apa kau suka ciuman kita tadi?" tanya Aiden menggoda


" Yang mulia!! sup nya akan dingin, sebaiknya kita segera makan sup nya " kata Arabella sambil mengambil sendok nya


" Baiklah, kita makan dulu. Setelah itu mari kita lakukan lagi ya?" Aiden tersenyum menggoda


" Yang mulia ! cepat makan !" wanita itu malu malu, bahkan wajahnya merona.


" Terimakasih " kata Aiden


" Untuk apa?"


" Karena masih tersenyum seperti ini, aku bahagia. Jadi, aku berterimakasih " jawab Aiden lembut


Wanita itu terdiam dan hanya memakan sup nya, ia tak tahu harus berkata apa lagi. Pria itu selalu membuat hatinya berdebar.


Berita dengan cepat menyebar dari mulut ke mulut, semua bangsawan juga rakyat Clarines membicarakan putri mahkota, Count Oscar dan Arabella.


Mereka menjadi perbincangan panas di kalangan bangsawan, apalagi saat berita tentang Arabella yang infertil itu tersebar luas dan membuat Arabella tidak berani berhadapan dengan orang orang, dan hanya mengurung dirinya di rumah.


" Kenapa aku masih saja merasa takut? padahal aku pernah mengalami hal ini di kehidupan yang lalu? tapi tetap saja aku takut, menghadapi orang orang yang mencibir ku.Aku takut hatiku akan sakit, padahal aku sudah pernah mengalami hal yang lebih buruk daripada ini. Namun, komentar orang orang selalu pedas.. lebih tajam dari pedang, lebih sakit dari kematian. Lidah mereka, bisa membuat mental seseorang hancur dan menciut.. " batin Arabella sedih


Wanita itu menatap keluar jendela rumahnya, Daisy dan para pelayan di kediaman nya, melihat nya dengan prihatin.


Saat wanita itu sedang melamun dan merenung, tiba tiba terdengar suara gaduh dari luar mansion nya. Wanita itu penasaran dan pergi ke luar rumahnya, dan beberapa warga sedang ada di depan mansion nya. Mereka membawa spanduk yang menyemangati Arabella.


" Semangat ! putri Arabella !" teriak beberapa warga yang ada di depan rumahnya


Sungguh diluar dugaan, ternyata rakyat tidak mencibirnya karena keadaan dirinya yang infertil. Justru mereka menyemangati dan mendukung Arabella, mereka juga beramai ramai ingin Claire dan Count Oscar di hukum seberat beratnya. Arabella sebagai pihak yang tertindas, mendapat simpati dari rakyat dan para bangsawan.


Tidak hanya rakyat yang datang ke rumah untuk menyemangati Arabella, tapi kekasihnya juga dan teman teman bangsawan nya.


" Semangat putri Arabella !" kata Aida


" Semangat ! jangan menyerah !" ujar Megan


Benar juga, terkadang aku lupa kalau kehidupan ini alurnya berbeda dengan kehidupan ku sebelum nya. Dulu aku di cibir rakyat Clarines karena keadaan ku, sekarang aku mendapat kan simpati dari rakyat dan mereka menyemangati ku. Aku juga mendapat teman teman dekat yang sudah seperti saudara, kasih sayang ayah dan kakak yang tidak ku dapatkan di kehidupan ku yang lalu. Itu semua karena kehadiran Aiden, dia mengubah alur hidupku menjadi lebih baik. Aku harus semangat !


" Semangat putri Arabella, yang mulia pangeran selalu mendukung mu ! ayo Lorenzo kau teriak juga ! yang semangat ! " teriak Demian heboh


" Kau saja sana ! memalukan " Lorenzo memukul kepala Demian


" Lorenzo kau jahat sekali, teganya kau memukul ku. Kau selalu memukul ku, padahal aku satu satu nya yang setia padamu " Demian merengek


" Berisik kau ! menjijikan sekali.. huh " Lorenzo kesal


Wanita itu tersenyum melihat kelakuan kedua pengawal sekaligus teman setia Aiden itu.


" Semangat sayang ku " kata Aiden sambil membawa mawar ungu di tangan nya.


Wanita itu memeluk Aiden dengan perasaan terharu dan menangis.


" Terimakasih.. terimakasih.. hiks "


Dari kejauhan Ariana, Berry ( pelayan setia Ariana ) dan pengawal setianya yang bernama Ernest melihat keromantisan pasangan itu.


" Saya seperti melihat drama romantis .." kata Berry terharu


" Cinta pangeran Aiden kepada putri Arabella sangat lah tulus.. seumur hidupku, saya tidak pernah melihat cinta setulus ini " kata Ernest terharu


" Sepertinya aku tidak akan bisa masuk diantara mereka. Benar kan Berry, Ernest?" tanya Ariana pada pelayan dan pengawalnya itu


Berry dan Ernest mengangguk setuju.


" Ya, sudah lah lebih baik aku menyerah saja. Aku tidak akan bisa menaklukan dia, dan dia juga sudah jadi tunangan orang. Aku cari pria lajang saja deh " kata Ariana santai


" Apa aku tidak salah dengar? tuan putri bilang dia akan menyerah dengan mudahnya? bukankah dia selalu berambisi ketika ingin mendapatkan sesuatu?" batin Berry heran


" Yang mulia ingin menyerah?" tanya Ernest tak percaya


" Iya, lagipula aku tidak mau jadi perusak hubungan orang. Aku tidak mau jadi orang jahat seperti si Claire itu.. aku mau jadi orang baik " kata Ariana serius


" Apa ini benar tuan putri Ariana ? kenapa dia seperti ini? kemana semangat juang nya ketika menaklukan pria? tuan putri kerasukan apaan?" batin Ernest heran


" Lagipula aku sudah punya orang yang akan mencari incaran ku selanjutnya " batin Ariana senang


***


Di istana Clarines ..


Beberapa petisi datang dari rakyat dan bangsawan, dan Raja membaca petisi itu. Ia tampak terkejut dengan petisi petisi yang ia terima.


" Hukuman untuk putri mahkota dan Count Oscar saja belum di putuskan, tapi sudah banyak petisi seperti ini bermunculan yang mulia. Bahkan para rakyat sekarang sedang berkumpul beramai ramai di mansion Reese untuk menyemangati putri Arabella " Philips menjelaskan


" Ini tidak akan baik untuk putra mahkota, petisi ini semuanya memberatkan putra mahkota..." Raja terlihat pusing


" Benar yang mulia, dan beberapa bangsawan sudah banyak yang beralih pihak kepada Pangeran Aiden sebagai penerus tahta " Philips menjelaskan


" Sejujurnya aku senang kalau Aiden menjadi raja, tapi putra mahkota dan ratu tidak akan diam saja " batin Raja berfikir


" Aku akan memikirkan petisi ini nanti. Saat ini aku ingin menyelesaikan masalah putri mahkota dan Count Oscar di pengadilan dulu. Philips, panggil menteri hukum kemari !" seru Raja

__ADS_1


" Baik yang mulia " kata Philips patuh


...---***---...


__ADS_2