Arrabella Twice Lives

Arrabella Twice Lives
Bab 117. Lahirnya Bulan dan Matahari


__ADS_3

🌷🌷🌷


Para pengawal yang berjaga disana segera berlari berhamburan, menghampiri Arrabella yang terjatuh.


" Yang mulia !!" teriak Felix panik


" Ah.. sakit.. sakit sekali.." Wanita hamil itu merintih kesakitan sambil memegang perutnya.


" Da..darah.. di kaki yang mulia ada darah.." Grace panik


" Tuan Felix, tolong panggilkan Dokter ! beritahu juga Baginda Raja dan Saint Lucia !" teriak Daisy


Ini buruk, jika yang mulia Ratu benar-benar mengalami pendarahan. Artinya..


" Aku akan segera memanggil dokter Henna dan Dokter Louis !" seru Felix


" aku akan memberitahu yang mulia, da saint Lucia !" seru Demian panik


" Yang mulia, apa sangat sakit? bertahanlah !" seru Grace sambil memegangi tangan Arrabella yang mengeluarkan keringat


" Bayiku.. bayiku.. uhh.. sakit.." Arrabella menangis karena kesakitan.


" Yang mulia !!!" teriak Daisy sambil menangis


Semua orang disana yang melihatnya sangat panik dan mencemaskan kondisi Arrabella.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Raja Clariness itu dan Lorenzo sudah ada di pusat kota. Rupanya disana ada masalah penting, yaitu hilangnya beberapa anak secara tiba-tiba.


" Apa ini ulah pedagang manusia lagi? bukankah kita sudah menumpas nya " kata Aiden bingung


" Kita masih mencari informasi nya yang mulia " jawab Lorenzo


" Ini buruk, terlebih lagi anak-anak bangsawan yang menghilang. Ini seperti sudah ditargetkan" kata Aiden sambil berfikir


Tak lama kemudian, Demian datang dengan menunggangi kudanya dengan kecepatan maksimal nya.


" Sir Demian kenapa kau ada disini?" tanya Lorenzo heran


" Yang mulia, anda harus cepat kembali ke istana ! yang mulia Ratu.. dia.." Demian masih mengatur napasnya


" Ada apa dengan Ratu?" tanya Aiden


" Yang mulia Ratu terjatuh dan mengalami pendarahan !" jawab Demian


Raja Clariness itu tidak mengatakan sepatah kata pun, dari wajahnya sudah menyiratkan bahwa pria itu sangat terkejut. Ia segera pergi bersama Demian kembali ke istana dengan menunggangi kuda. Sementara Demian meminjam kuda yang dipakai oleh Lorenzo sebelum nya.


KLOTAK


KLOTAK


KLOTAK


Kuda yang ditunggangi oleh Aiden berjalan dengan cepat.


Bagaimana ini? baru saja 10 menit aku meninggalkan nya. Sudah terjadi hal seperti ini? seharusnya aku tidak pergi! Naomi, dan Aimi kecil semoga kalian baik-baik saja. Kumohon...


Aiden sangat resah dan cemas, disepanjang perjalanan ia hanya memikirkan keadaan Arrabella dan anaknya. Hatinya tak bisa tenang, ia ingin cepat sampai ke istana.


5 menit kemudian..


Aiden sampai di depan istana, ia segera turun dari kudanya dan berlari menuju ke arah kamarnya. Ia mendengar suara jeritan kesakitan dari dalam kamar istrinya yang tertutup itu.


" Ahh... selamatkan bayiku.." kata Arrabella sambil menahan rasa sakitnya.


" Yang mulia, saya mohon tenangkan diri anda.." kata Dokter Louis


Saat Aiden akan masuk ke kamar Arrabella, para penjaga menghadangnya.


" Beraninya kalian menghalangi ku masuk ! minggir !" seru Aiden marah


" Yang mulia mohon tenang, para dokter sedang memeriksa kondisi Baginda Ratu. " kata Daisy mengingatkan


" Ratu sedang kesakitan di dalam sana, aku tidak bisa diam saja disini !" seru Aiden


KLAK


Dokter Henna pergi ke luar dari kamar itu dengan wajah yang penuh keringat dan tegang.


" Dokter Henna, bagaimana keadaan Ratu?" tanya Aiden cemas


" Air ketuban Baginda Ratu sudah pecah, dan Baginda Ratu mengalami pendarahan saat terjatuh tadi. Maka dari itu, bayinya terpaksa harus dilahirkan sekarang.. akan tetapi, karena pendarahan dan kondisi mental Baginda Ratu saat ini, tidak baik untuk kelahiran bayinya" terang Dokter Henna


" APA?? lalu apa yang harus dilakukan?" tanya Aiden panik


" Anda harus membantu yang mulia Ratu, Baginda Raja. Bantu Ratu agar beliau kondisi mental dan psikis nya tenang. Saya percaya Baginda bisa melakukan nya !" seru Dokter Henna


" Aku akan masuk ke dalam.." jawab Aiden


Raja Clariness dan Dokter Henna segera berlari dan masuk ke kamar, terlihat Arrabella yang terbaring kesakitan, tubuhnya penuh keringat dan berlumuran darah.


" Yang mulia.. " kata Arrabella yang setengah sadar


" Iya, aku disini. Naomi, kau akan baik-baik saja" kata Aiden sambil memegang tangan Arrabella dengan erat


" Anak kita.. aku hanya ingin anak kita selamat.. anak kita harus selamat " napas wanita itu mulai terdengar tersengal sengal


" Kau dan anak kita akan baik-baik saja, tenangkan dirimu Naomi, jangan panik ! ada aku disini, semuanya akan baik-baik saja. Kau harus bertahan " Aiden tersenyum untuk meyakinkan dan menenangkan hati istrinya agar ia tidak tegang lagi.


Sebenarnya dalam hatinya, Aiden juga merasa cemas dan panik melihat keadaan istrinya. Namun, ia berusaha tenang agar suasana istrinya membaik. Atas arahan dari Aiden dan perkataan Aiden yang menguatkannya, keadaan psikis wanita hamil itu mulai membaik dan tenang, tidak setegang seperti sebelumnya.


" Tekanan darahnya sudah mulai normal, Dokter Henna!" seru Dokter Louis setelah melihat selang infus yang terpasang dengan Arrabella.

__ADS_1


" Syukurlah, Baginda ratu sudah mulai tenang. Baginda Ratu, sekarang dengarkan saya baik-baik. Tarik napas dalam-dalam, buang perlahan.. ini sudah saatnya yang mulia melahirkan. Yang mulia tenang ya " kata Dokter Henna dengan nada yang lembut


" Kau pasti bisa Naomi.. kau pasti bisa !" seru Aiden memberikan semangat


" Aku bisa.. Aiden .." Arrabella tersenyum tipis dan terlihat lelah


Tiba-tiba Arrabella merasakan sakit yang luar biasa diperutnya, inilah saat nya wanita itu akan melahirkan anak anaknya. Proses kelahiran nya sudah berlangsung selama 1 jam dengan penuh kesulitan, Dokter Louis dan Dokter Henna bekerjasama sekuat tenaga membantu sang Ratu agar bisa melahirkan dengan selamat. Mereka berdua berusaha menghentikan pendarahan yang dialami Ratu itu.


Aiden juga selalu menemani Arrabella di sampingnya. Setelah mendengar kabar Arrabella akan melahirkan, Peter, Camille dan Duke Reese pergi ke istana. Mereka bertiga ada di depan kamar tempat proses lahiran itu akan terjadi.


" Ayah, tenanglah ! yang mulia Ratu pasti akan baik-baik saja " kata Camille berusaha menenangkan Duke Reese yang terus bolak balik kesana kemari dengan gelisah


" Ini bahkan belum waktunya Abel melahirkan, dan dia juga terjatuh sebelum nya.. aku sangat cemas menantu ku " kata Duke Reese resah


" Ayah, kita doakan saja agar Abel bisa melewati semuanya. Doa akan membantunya " kata Peter berfikir positif


" Kau benar Peter, tapi kenapa Saint Lucia belum datang juga? kenapa dia menghilang disaat seperti ini?" Duke Reese duduk di kursinya dan terlihat gelisah.


Sementara itu di dalam kamar, Arrabella sedang berusaha mengejan sekuat tenaganya. Selama 1 jam lebih, wanita itu menahan rasa panas dan sakit perutnya.


" Yang mulia, anda pasti bisa ! tarik napas, lalu buang perlahan.. " kata Dokter Henna


" Sayang, kau pasti bisa.. kau dan Aimi pasti bisa.. " Aiden menahan air matanya agar tidak jatuh


" Emmmm... haaaa... emmm..."


Keringat bercucuran dari wanita yang sedang mengejan itu. Seluruh tenaga nya sudah ia kerahkan, kini hanya doa dan keajaiban yang bisa membantunya.


Tak lama kemudian terdengar suara yang memecah ketegangan dan keheningan dari dalam kamar itu.


" OWA..OWA "


Suara tangisan bayi yang keras, membuat orang-orang yang berada di luar ruangan itu merasa lega.


β˜€οΈβ˜€οΈβ˜€οΈ


Aiden tersenyum melihat anak pertamanya menangis, dan ia menggendong nya.


" Naomi, lihatlah..anak pertama kita, dia mirip sekali denganmu. " kata Aiden sambil tersenyum melihat anaknya yang memiliki rambut pirang seperti Arrabella.


" Yang mulia, selamat anak pertama anda seorang pangeran " kata Dokter Louis dan Dokter Henna senang


" Anakku.. uhh.. " Arrabella melihat ke arah anak nya.


Tak lama setelah itu, Arrabella kembali mengejan. Dan terdengar lagi suara bayi menangis yang menambah kebahagiaan orang-orang yang ada di sekitar nya.


" Owaa.. owaa... owaa.."


" Ayah ! ayah dengar itu ?" tanya Peter semangat


" Yang mulia Ratu melahirkan bayi kembar !" seru Grace, Daisy dan Felix senang


" Cucu ku sudah lahir.. aku akan jadi kakek !" seru Duke Reese yang tak bisa menahan air matanya lagi.


" Selamat untuk kita ayah " kata Camille sambil berpelukan dengan Duke Reese. Mereka berdua menangis karena gembira.


" Naomi, anak kedua kita adalah perempuan.. warna rambutnya mirip sekali denganku" kata Aiden sambil melihat bayi perempuan nya.


" Cantik dan tampan, anak-anak ku .." kata Arrabella senang


" Kau berhasil Ratu ku... anak kita selamat " Aiden tersenyum dan menangis bahagia sambil menggendong bayi perempuan nya.


Lalu bayi laki-laki nya diberikan kepada sang kakek yang sedang menunggu diluar kamar itu.


" Aku berhasil.. syukurlah.. " Arrabella tersenyum pahit sambil menyentuh pipi bayinya dengan lembut


Aku tidak kuat lagi...


Tiba-tiba saja tangan wanita itu jatuh dan terkulai. Kedua matanya menutup rapat, perlahan wajah yang penuh dengan haru itu berubah menjadi kepanikan !


" Naomi !! Naomi..!!" teriak Aiden panik melihat istrinya tiba-tiba menutup mata di depannya.


Dokter Henna dan Dokter Louis, mencoba menyelamatkan Ratu Clariness dan memeriksa keadaan nya dengan panik.


" Tekanan darahnya tidak stabil !" seru Dokter Louis cemas


" Pendarahan nya begitu hebat, yang mulia Ratu kehilangan banyak darah !" seru Dokter Henna


Aiden menggigit bibirnya, ia segera berlari menuju ke luar kamar itu sambil menggendong bayinya.


KLAK


" Yang mulia Raja, ada apa?" tanya Peter heran melihat Aiden yang terlihat panik


" Tuan Duke aku titip dulu anakku " Aiden menyerahkan bayinya kepada Peter.


Pria itu segera masuk lagi ke dalam kamar. Dokter Henna dan Dokter Louis terlihat berusaha untuk membuat Ratu Clariness itu kembali sadar.


" Naomi.. aku disini.. Naomi.. kumohon.. " Aiden menangis sambil memegang tangan istrinya.


Terlihat wajah galau dari kedua dokter itu. Aiden heran karena kedua dokter itu tiba-tiba terdiam setelah mereka mencoba menolong istrinya mati-matian.


" Kenapa kalian diam saja? lakukan sesuatu, agar Ratu membuka matanya !" teriak Aiden histeris


" Maafkan kami yang mulia, tapi Baginda Ratu sudah tiada " jawab dokter Louis dengan berat hati


" Maaf yang mulia, tapi sudah terlambat.." dokter Henna menangis


" terlambat apanya??! Ratu ku baik-baik saja ! dia hanya tertidur saja kan?!!" teriak Aiden sambil menangis dan memegangi istrinya


" sayang, Naomi. Bangunlah ! anak kita sudah selamat dan sehat. Kau sudah berhasil, dan kau juga baik-baik saja !" seru Aiden sambil menangis. " Kau baik-baik saja..jadi bangunlah, ayo kita rawat anak kita bersama-sama. Kumohon jangan begini...hiks "


Dokter Henna menutupi tubuh Ratu Clariness itu dengan selimut putih, tapi Aiden menyingkirkan selimut putih itu.

__ADS_1


" Apa yang kau lakukan??!! istriku baik-baik saja ! dia akan bangun !" teriak Aiden sedih


Seakan mengerti keadaan Aiden, kedua dokter itu keluar dari kamar itu dengan wajah yang sedih dan muram.


CEKREK


" Dokter Henna, Dokter Louis bagaimana keadaan yang mulia Ratu ?" tanya Duke Reese cemas


" Tuan Duke, yang mulia Ratu.. beliau.. " kata Dokter Louis sambil menangis


Camille, Peter dan Duke Reese keheranan melihat kedua dokter itu menangis dan terlihat sedih. Pikiran negatif pun mulai memenuhi kepala Camille, Peter dan Duke Reese.


Tanpa bertanya lagi, mereka bertiga masuk ke kamar Arrabella. Duke Reese menggendong cucu laki-laki nya, sementara Peter menggendong keponakan perempuan nya.


Mereka melihat Aiden sedang menangisi Arrabella yang sudah terbujur kaku di atas ranjang.


" Abel !" seru Duke Reese sambil menangis melihat Arrabella yang tak sadarkan diri.


" Abel, apa yang terjadi?" tanya Peter panik melihat adiknya yang terbaring itu.


Kedua bayi itu terus menangis saat melihat ibu mereka sudah tidak bernyawa. Seakan-akan merasakan kesedihan yang sama dengan Aiden dan orang-orang di sekitar mereka.


" Owa.. owaa.. OWA.. OWaa.."


" Naomi, kau dengar kan? itu suara anak-anak kita, mereka memanggilmu. Kumohon kembali lah.. demi aku, demi anak-anak kita..bukankah kau ingin melihat anak anak kita tumbuh dewasa bersamaku. Naomi.. kumohon.. hiks " Aiden memegang tangan Arrabella dengan erat. Lalu mencium kening istrinya dengan lembut.


" Abel.. anakku.. !! ini tidak mungkin " Duke Reese menangis


BRAK


" Maafkan saya datang terlambat, yang mulia Raja " kata Saint Lucia


" Saint, tolong istriku ! kumohon !!" seru Aiden memohon


" Saya akan berusaha, tapi saya juga membutuhkan doa dari kalian. " kata Saint Lucia


Semoga belum terlambat.


Saint Lucia menggunakan kekuatan sucinya untuk memulihkan luka yang ada ditubuh Arrabella. Sementara itu Aiden, Duke Reese, Peter, dan Camille melihat nya sambil berdoa agar Arrabella bisa kembali.


" Saya mohon Baginda Ratu.. saya yakin Baginda bisa melewati ini semua, Baginda sudah berhasil melahirkan dengan selamat. Jadi, yang mulia harus kembali demi mereka ! banyak orang yang mencintai Baginda Ratu. Saya mohon dengarkan lah tangisan pangeran dan putri, mereka ingin agar Baginda disini bersama kami " Saint Lucia berusaha agar membawa Arrabella kembali


Kumohon, Naomi.. kembalilah..


Abel..


Beberapa menit berlalu, keajaiban pun terjadi pada Arrabella yang tadinya sudah berada di dalam kematian. Pada akhirnya ia kembali hidup, karena keinginan nya untuk hidup sangatlah tinggi.


" Aiden, ayah, kakak, Camille.. " lirih Arrabella sambil tersenyum melihat semua orang yang ada di sekeliling nya itu


GREP


Aiden memeluk Arrabella dengan penuh rasa syukur, dan hatinya kembali tenang.


" Terimakasih kau sudah kembali.. terimakasih Naomi.. " ucap Aiden sambil menangis senang


Semua orang lega melihat Arrabella selamat , meskipun keadaan nya lemah. Dokter Henna dan Dokter Louis juga takjub dengan keajaiban yang terjadi di depan mereka, kedua dokter itu memeriksa keadaan Arrabella dan kedua bayi kembarnya.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Keesokan harinya...


Pagi itu, Arrabella sedang menyusui bayi perempuannya. Sementara si bayi laki-laki nya masih tertidur pulas. Aiden menemani istrinya itu, sambil menyuapi nya makan. Daisy dan Grace tersenyum senang melihat kemesraan pasangan itu. Dan mereka berdua merasa gemas melihat anak kembar Arrabella dan Aiden.


" Kenapa kau tidak pergi bekerja saja yang mulia? " tanya Arrabella


" Hari ini aku disini dulu saja, aku ingin menemani mu sampai kau pulih " Aiden tersenyum


" Ada banyak pelayan yang bisa menemaniku, dan mereka bisa membantuku juga. Yang mulia, tugas anda sudah menumpuk " kata Arrabella sambil menepuk nepuk pelan bayi perempuan nya itu.


" Baiklah aku hanya akan cuti hari ini saja kok. Oh ya, kita belum memberi kedua anak kita nama. " kata Aiden sambil berfikir


" Aku juga belum memikirkan nya " kata Arrabella sambil melihat kedua bayinya.


" Benar-benar seperti matahari dan bulan. Putra kita memiliki rambut pirang seperti mu, cahaya matahari.. " gumam Aiden


" Dan putri kita, memiliki rambut gelap seperti mu. Seperti cahaya rembulan.. " gumam Arrabella sambil berfikir


Mereka berdua terlihat sedang memikirkan nama untuk anak mereka.


" Aku sudah punya nama yang bagus untuk putra kita !" seru Arrabella


" Aku juga sudah punya nama yang bagus untuk putri kita!" seru Aiden semangat


" Ya sudah, yang mulia duluan saja ! ayo katakan " ujar Arrabella


" Lebih baik kau dulu yang mengatakan nya, ladies first " kata Aiden sambil tersenyum


" Baiklah, ini hanya pendapat ku saja. Karena putra kita seperti matahari. Aku memikirkan nama ini, Abercio Kyrie Elenio Cassius. Abercio artinya anak pertama laki-laki, Kyrie artinya penguasa dan Elenio artinya matahari. Bagaimana?" terang Arrabella


" Itu.. adalah nama yang cocok untuk putra kita. Aku suka itu " Aiden terlihat senang


Sang bayi laki-laki merespon dengan nama yang diberikan Arrabella. Dan diartikan oleh pasangan suami istri itu, bahwa anak mereka setuju dengan nama yang diberikan oleh Arrabella.


Kini giliran Aiden yang memberikan nama untuk putri nya. Aiden menggendong putrinya dengan senang.


" Aku akan memberimu nama Aneesa Callia Selena Cassius, Aneesa artinya murni dan bersih, Callia artinya suara yang indah dan Selena artinya bulan, bagaimana nak? apa kau suka?" tanya Aiden sambil tersenyum cerah


Sang bayi perempuan juga langsung setuju' dan merespon dengan baik dengan nama yang diberikan oleh ayahnya itu.


Aiden dan Arrabella tersenyum satu sama lain setelah memberikan nama untuk bayi kembar mereka.


...---****---...

__ADS_1


Hai readers, makasih dukungannya ya ❀️ tetap dukung karyaku, caranya like, komen, rate, kasih hadiah juga boleh πŸ˜€biar author semangat upnya..


Mohon doanya juga ya untuk kesembuhan Author yang sekarang lagi menjalani isolasi mandiri di rumah, supaya kembali disehatkan πŸ™πŸ˜Š


__ADS_2