Arrabella Twice Lives

Arrabella Twice Lives
Bab 55 Reason Oscar


__ADS_3

" katakan sekali lagi!" seru Aiden marah


" Aku akan memberikan mu posisi putra mahkota, bisakah kau menyerahkan Arabella?" tanya Eugene santai


" Dia bukan barang yang bisa ditukar dan diberikan pada orang lain. Jangan harap kau bisa mendapatkan nya, apalagi menjadikan nya selir mu. Jangan mimpi !" ujar Aiden marah


" jadi kau sudah tau soal itu ya? lihat saja kalau aku sudah jadi Raja, aku bisa melakukan apapun yang ku mau " kata Eugene mengancam


" kau tidak akan bisa merebut nya dari ku, dan meski aku tidak memiliki nya, dia juga tidak akan mau denganmu " kata Aiden percaya diri


Aiden berjalan masuk ke ruangan Raja, Eugene melihatnya dengan sinis dan tidak suka. Aiden memberi hormat pada Raja.


" Yang mulia raja, saya tau apa yang akan anda tanyakan. Tapi, saya tidak pernah berniat untuk menjadi putra mahkota atau menduduki tahta. " kata Aiden tegas


" Iya, aku tau nak. Tadinya memang aku ingin menanyakan ini padamu. Rupanya kau benar-benar tidak ada niatan untuk menjadi Raja selanjutnya. " kata Raja


" Itu benar, saya menyukai diri saya yang seperti ini dan saya juga tidak ingin mencari masalah dengan tahta ataupun putra mahkota. " terang Aiden bijak


" Sejujurnya aku memiliki niat untuk menjadi kan mu Raja " kata Raja


" Apa? tapi kenapa yang mulia?" Aiden tercengang


" Aku hanya merasa kau lebih pantas menjadi Raja " jawab Raja yakin


" Aiden dan Eugene sama sama pintar dan memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat, akan tetapi dalam hal kebijaksanaan dan mengambil hati rakyat ,Aiden lebih unggul. Selain itu ia memiliki putri Duke Reese disisi nya yang di kenal sebagai gadis pemberani, pintar dan memiliki hati yang baik. Aiden sangat cocok dengan posisi Raja, namun kekurangan nya hanya satu.. ia tak punya ambisi yang besar, ia sederhana. Seandainya jika Aiden dan putri Duke Reese menjadi Raja dan Ratu, maka masa depan Clarines akan lebih cerah " batin Raja berharap


" tolong singkirkan pikiran itu yang mulia, saya tidak bisa dan tidak pantas menjadi Raja. Tolong dukung saja putra mahkota " kata Aiden memohon


" Sayang sekali, padahal aku sangat berharap padamu. Tapi, kalau kau tidak mau ya sudahlah, aku tidak bisa memaksa mu " kata Raja sambil tersenyum pahit


Setelah pertemuan itu, Aiden terus memikirkan kenapa Raja bisa menginginkan nya menjadi putra mahkota? dan ia juga heran, siapa orang hebat yang mendukungnya untuk menjadi putra mahkota menggantikan Eugene.


Ratu merasa kesal pada para bangsawan yang mendukung Aiden menjadi Raja, ia pun merencanakan sesuatu dengan Oscar untuk membuat para bangsawan yang memihak Aiden kembali memihak Eugene. Hal itu membuat keadaan istana semakin memanas dan membuat permusuhan antara Eugene dan Aiden semakin gencar.


Hari itu Eugene dengan berani menemui Arabella di rumahnya, dengan terpaksa Arabella menerima kedatangannya karena ia tau ia tak bisa mengusirnya. Bagaimanapun juga Eugene adalah putra mahkota? dan gadis itu tak bisa menolak nya.


" Apa kedatangan ku mengganggumu?" tanya Eugene ramah


" Ya, anda sangat menganggu. Apa anda tidak sibuk?" tanya Arabella sambil memaksakan senyuman


" Mau apa dia kesini? apa dia tidak ada kerjaan? bukankah keadaan istana sedang memanas ?" batin Arabella bertanya tanya


" Aku sangat sedih kau bertanya seperti itu, padahal aku sedang butuh di hibur saat ini " kata Eugene sambil tersenyum


" Kalau ada butuh hiburan sebaiknya yang mulia pergi saja nonton opera di kota saja " kata Arabella sambil tersenyum


" Kenapa malah datang kesini? menyebalkan, minta saja hiburan dari istrimu sana ! " batin Arabella kesal


" Aku tidak perlu pergi nonton opera hiburan. Melihat senyuman mu saja aku sudah terhibur. " kata Eugene ramah


" tolong jangan berbasa basi lagi, katakan mau apa sebenarnya yang mulia datang kemari?" tanya Arabella memasang wajah serius


" Aku ingin kau jadi selir ku " jawab Eugene serius


" Apa? yang mulia apa anda bercanda?" tanya Arabella tak percaya


" Dia masih belum menyerah juga " batin Arabella kesal


" Apa aku terlihat sedang bercanda?" tanya Eugene serius


" Saya tidak bisa, dan saya tidak mau menjadi selir " kata Arabella menolak tegas


" kalau begitu bagaimana kalau kau menjadi putri mahkota?" tanya Eugene


" yang mulia sudah punya putri mahkota Claire !" ujar Arabella kesal


" Lalu aku tinggal menceraikan dia " jawab Eugene dengan mudah


" A..APA??" Arabella terpana


" Dia sudah gila ya?" batin Arabella geram


" tolong perhatikan kata-kata yang mulia putra mahkota, anda berkata seolah-olah hal itu anda angga remeh! yang mulia sudah punya putri mahkota, kenapa yang mulia masih menganggu saya?" tanya Arabella kesal


" Aku bisa menceraikan dia dan menjadikan mu putri mahkota kalau kau mau, aku bisa lakukan sekarang. Tapi kau harus bersama ku " kata Eugene serius


" Haa.. yang mulia putra mahkota, saya tidak bisa melakukan itu. Saya menolak anda dengan tegas !" Arabella menghela napas dan tak habis pikir dengan Eugene


" Berikan aku alasan kuat kenapa kau menolak ku? aku masih yakin sampai saat ini kau masih menyukai ku?" tanya Eugene percaya diri


" Jika saya katakan alasannya? apa anda akan mundur ?" tanya Arabella tajam


" Tidak juga " jawab Eugene cuek


" Yang mulia !" teriak Arabella kesal


" Apa pun alasan mu menolak ku dan apapun halangan nya, aku akan menyingkirkan nya " kata Eugene serius


" Anda jangan memaksa saya, anda sudah punya putri mahkota!" seru Arabella geram


" Lalu kenapa? yang aku cintai itu adalah dirimu bukan lah dia " kata Eugene sambil memegang tangan Arabella


" Yang mulia putra mahkota! lepaskan saya!" ujar Arabella ketakutan melihat tatapan mata Eugene yang tajam


" dia mau apa? dia memegang tanganku dengan kuat" batin Arabella kaget


" Aku tergila-gila padamu Arabella, kau pasti akan jadi milikku " kata Eugene serius


" Tolong.. perhatikan tindakan anda yang mulia, ini rumah saya. Tolong jangan macam-macam.." kata Arabella

__ADS_1


" tidak mungkin kan dia jatuh cinta padaku? ini hanya obsesi " batin Arabella berfikir


Eugene melepaskan Arabella dan kaget melihat cincin yang terpasang di jari gadis itu.


" Cincin? dari siapa itu?" tanya Eugene kaget


" Oh, saya lupa memberitahu anda berita penting. Saya dan pangeran Aiden sudah bertunangan secara pribadi, yang mulia raja dan ayah saya juga sudah setuju dan kami akan segera melaksanakan pertunangan resmi dalam waktu dekat " terang Arabella senang


" Semoga dia mengerti " batin Arabella


" Haa .. bertunangan? tidak masuk akal " gumam Eugene kesal


" Kalau anda tidak percaya, anda bisa tanya pada yang mulia Raja " kata Arabella sambil tersenyum


" Tunggulah saat aku menjadi raja, kau pasti tidak akan bisa menolak ku. Dan aku akan menyingkirkan orang yang kau pilih itu " batin Eugene


Eugene pergi dengan kemarahan, Arabella merasa lega akhirnya Eugene pergi dari rumahnya.


" Dia sudah gila ya? kalau putri mahkota tau kelakuan nya, dia melabrak ku lagi " gumam Arabella sebal


" Oh ya, apa pangeran Aiden masih marah padaku ya?" batin Arabella


Daisy dan Layla menghampiri Arabella yang melihat kepergian putra mahkota dari dalam rumah.


" nona baik baik saja?" tanya Daisy cemas


" Aku baik baik saja, dia tidak akan berani macam-macam kok " jawab Arabella santai


" Dia belum menyerah juga ya, padahal nona sudah menolak nya berkali-kali. Bahkan tadi dia memegang tangan nona dengan kasar, apa benar dia menyukai nona?" tanya Layla ragu


" yang seperti itu bukan cinta tapi obsesi " jawab Arabella


Gadis itu melihat tangannya yang lebam karena Eugene menekannya terlalu kuat, ia semakin kesal pada putra mahkota itu.


***


Sementara itu Aiden, Demian dan Lorenzo sedang berbelanja di pusat kota rencananya untuk membuat pesta kejutan ulang tahun yang terlambat untuk Arabella.


" Jadi, apa saja yang harus di siapkan ya?" gumam Aiden bingung


" bagaimana ya memberi tahu orang yang tidak pernah menjalin asmara? bingung juga " kata Demian


" Memangnya kau sendiri pernah pacaran ?" tanya Aiden kesal


" Hehe .. belum sih " jawab Demian tertawa kecil


Aiden terlihat sedang berfikir keras, ia tidak tahu apa yang harus ia siapkan untuk pesta ulang tahun Arabella. Ia sendiri mengetahui kalau ia bukan tipe pria romantis dan tidak tau bagaimana membuat wanita senang.


" Yang mulia saya pernah membaca buku tentang cinta, biasanya para pria akan memberikan kejutan yang meriah untuk gadis yang ia sukai. " kata Demian


" Apa itu?" tanya Lorenzo dan Aiden penasaran


" Yang mulia, ide Demian boleh juga " kata Lorenzo


" Apa menurutmu begitu?" tanya Aiden


" Kencan romantis? aku bisa berduaan dengan Naomi ku, ide bagus " batin Aiden berfikir


" Apa kami boleh bergabung ?" tanya Ethan dan Peter yang tiba-tiba ada di belakang mereka


" Sir Ethan, tuan Peter.." sapa Lorenzo dan Demian


" Yang mulia anda sedang menyiapkan pesta untuk Abel kan? kami juga sedang menyiapkan nya " kata Ethan ramah


" Tidak akan ku biarkan yang mulia berduaan saja dengan Abel " batin Ethan


" Benar, jadi kenapa kita tidak sama sama saja?" tanya Peter sambil menatap tajam Aiden


" Ingin berduaan dengan Abel? mimpi saja, meskipun kau pangeran kami belum merestui kalian " batin Peter


" Ada apa dengan mereka? apa mereka punya dendam pada yang mulia?" batin Demian heran


" Yang mulia sangat beruntung, selamat anda mendapatkan kakak ipar yang sangat BAIK " batin Lorenzo prihatin


" Sepertinya aku sedang di musuhi, mereka belum sepenuhnya memberikan restu pada hubunganku dan Naomi" batin Aiden sedih


" Baiklah, mari kita beli keperluan pesta nya bersama " kata Aiden ramah


" Bagus yang mulia, jangan kalah " batin Demian menyemangati


Mereka berlima belanja keperluan pesta di toko dengan gembira. Dan pastinya makanan kesukaan Arabella harus ada dalam pestanya. Saat Aiden sedang membeli daging asap kesukaan Arabella, tak sengaja dua orang anak kecil menabrak nya hingga daging asap yang ia beli jatuh ke tanah.


" Hey, nak seharusnya kau berhati-hati !" seru Demian


" Tidak apa Demian " kata Aiden santai


Kedua anak laki-laki itu terlihat seperti pengemis, ia menatap makanan yang dijual pedagang disana dengan sedih dan terlihat kelaparan. Aiden iba melihat kedua anak kecil itu. Ethan dan Peter diam-diam mengamati Aiden tak jauh dari sana.


" Apa kalian berdua lapar?" tanya Aiden sambil membungkuk kan badannya


" Iya..tuan " jawab anak kecil 1


" tapi.. ka..kami tidak punya uang " ucap anak kecil 2


" kalian mau makan apa?" tanya Aiden ramah


Mata kedua anak kecil itu berbinar binar, Aiden tanpa ragu membelikan semua makanan yang diinginkan kedua anak kecil itu.


" Terimakasih tuan, semoga tuan panjang umur dan sehat selalu " kata kedua anak kecil itu gembira

__ADS_1


" Terimakasih kalian sudah mendoakan ku, nah sebaiknya kalian cepat pergi, ini sudah mau malam loh " kata Aiden ramah


" Iya tuan, terimakasih banyak " kata anak kecil 2 senang


Aiden tersenyum santai melihat kedua anak kecil itu berlari dengan bahagia.


" Yang mulia, kenapa masih ada pengemis di kota ini? bukanlah kerajaan Clarines sudah maju?" tanya Lorenzo heran


" Benar, masih saja ada anak yang kelaparan. Ini tidak benar " jawab Aiden


Peter dan Ethan tersenyum melihat Aiden bersikap baik pada kedua pengemis tadi.


" Bagaimana kak, calon adik ipar kita ?" tanya Peter mengamati


" Apa maksud mu? aku belum memberikan restu, nilainya harus 100 untuk mendapatkan restu ku " kata Ethan cuek


" Lalu nilai nya baru berapa?" tanya Peter


" 65 " jawab Ethan


" Seperti biasa, kakak memang pelit ya " kata Peter heran " kalau aku sih kasih 70 "


" kau juga sama saja " kata Ethan tersenyum tipis


" Beda lah, nilai yang kuberikan lebih tinggi 5 poin darimu " kata Peter


Lorenzo dan Demian menyadari bahwa Peter dan Ethan sedang mengamati pangeran Aiden.


***


Di istana Clarines..


Count Oscar menemui Claire dan berbincang dengannya.


" Ada apa denganmu sebenarnya? kau sudah jadi putri mahkota tapi kenapa kau diam saja?" tanya Count Oscar heran


" Apa maksud paman? aku selalu melakukan tugas ku dengan baik, bahkan aku mengerjakan nya selalu lebih awal " kata Claire santai


" Itulah sebabnya, kau tidak bisa mengawasi suami mu dengan baik. Jangan terlalu fokus pada pekerjaan, terkadang yang mulia putri mahkota harus mengambil rencana ekstrim " kata Count Oscar


" Aku tidak mengerti apa maksud paman? rencana ekstrim?" tanya Claire tak mengerti


" kau tau sekarang kemana suami mu pergi?" tanya Count Oscar tajam


" yang mulia putra mahkota sedang pergi ke kota karena ada pekerjaan " jawab Claire


" Tidak, dia pergi menemui putri Duke Reese. Dan kau malah diam saja disini " gerutu Count Oscar memanasi


" Dia sudah bilang tidak akan mendekati putra mahkota lagi, tapi wanita jalang itu masih saja.. " batin Claire kesal


" karena aku tidak bisa menyentuh gadis itu atas perintah ratu, aku bisa memanfaatkan Claire untuk menyakiti nya dan juga pangeran Aiden. Dengan menyakiti putri duke itu, otomatis pangeran Aiden sebagai kekasihnya akan terkena dampaknya " batin Oscar berfikir


" Kau harus lakukan sesuatu dong, masa kau diam saja? kau mau kalau nanti putra mahkota menceraikan mu dan menikahi nya? saat ia menjadi raja, ia bisa melakukan apapun. " kata Count Oscar


" Lalu apa yang harus ku lakukan paman? wanita itu selalu saja menggoda putra mahkota !" seru Claire kesal


" Bukan kah kau selalu menaruh racun dalam teh nya? kenapa racun itu belum bekerja ?" tanya Count Oscar


" Itu racun efek jangka panjang paman, dia tidak akan bisa menikah dengan siapapun kalau meminum racun itu, ah salah.. tidak akan ada orang yang mau menikah dengannya. Orang dalam yang sudah aku pekerjakan di kediaman Reese sangat dekat dengan wanita jalang itu, jadi dia tidak akan tau " terang Claire dengan mata tajam


" Ternyata keponakan ku sudah bertindak jauh dan nekat " kata Count Oscar memuji


" Tentu saja paman, bukan kah paman selalu bilang pada ku, kalau aku harus mempertahankan apa yang aku punya ? ini adalah antisipasi yang ku lakukan " terang Claire


" Bagus lah, tapi paman rasa ini belum cukup." kata Count Oscar


" Tunggu saja paman, cepat atau lambat wanita itu akan merasakan akibatnya telah memilih ku sebagai lawannya " kata Claire sambil tersenyum sinis


" Kalau begini aku tinggal santai, putri kesayangan Duke Reese akan hancur. Herald pasti akan merasa sakit hati " batin Oscar


#FLASHBACK


21 tahun yang lalu..


Di Clarines..


Seorang wanita bangsawan yang cantik, lembut dan baik hati bernama Viona Atya Visaride yang berasal dari keluarga Visaride keluarga paling berpengaruh di kekaisaran Clarines.


Ia jatuh cinta pada seorang Duke muda tampan pemberani bernama Duke Herald De Reese. Namun, cinta mereka mendapat halangan dari Count muda dari keluarga Collete yaitu Count Oscar Collete yang juga mencintai Viona, padahal mereka bertiga dulunya bersahabat baik di akademi dan selalu bersama sama.


Merasa Viona telah direbut oleh Duke Reese, Count Oscar sakit hati dan merencanakan pembunuhan pada Duke Reese namun digagalkan oleh Viona.


Sejak saat itu Viona membenci Oscar dan memutuskan semua hubungan dengan Oscar, keluarga Collete yang awalnya berjaya pun di tumpas oleh keluarga Reese yang menjadi dominan dan kuat. Sakit hati Oscar bertambah saat ia mengetahui Viona akan menikah dengan Duke Reese.


" Kenapa bukan aku Viona? aku lebih mencintai mu lebih dari dia !" seru Oscar sambil memeluk paksa Viona


" Count Oscar kau sudah melewati batasan mu ! aku dan Herald akan menikah, kau jangan seperti ini !" seru Viona sambil mendorong Oscar dengan penuh kemarahan


" Katakan padaku? apa kau benar benar mencintai nya?" tanya Oscar sambil menangis


" Kenapa kau masih bertanya? kau sudah tau jawabannya, aku sangat mencintai Herald. Jadi, kau jangan macam-macam padanya ! atau aku akan semakin membencimu " seru Viona menatap Oscar penuh kemarahan


Viona pun menikah dengan Herald dan Oscar tidak datang ke hari pernikahan nya. Seiring berjalan nya waktu, Viona melahirkan Ethan kemudian Peter dan Viona terlihat bahagia bersama keluarganya terutama suaminya. Sementara Oscar tetap hidup dalam kesendirian nya dan hanya melihat gadis yang ia cintai dari kejauhan. Namun, suatu hari sebuah berita mengejutkan datang. Saat Oscar mengetahui kalau Viona meninggal karena melahirkan seorang bayi perempuan dan Oscar sangat marah juga sedih, ia menyalahkan bayi perempuan yang tidak berdosa itu sampai sekarang. Ia bersumpah akan membuat anak itu dan keluarga Reese yang sudah membuat Viona tiada menderita.


#END FLASHBACK


" Jika bukan karena anak itu, mungkin aku masih bisa melihat mu Viona. Kalau saja kau memilih ku kau pasti akan bahagia, tapi kau malah memilih Herald. " batin Oscar sedih


Dan yang membuat Oscar semakin membenci Arabella adalah karena Arabella sangat mirip dengan Viona.

__ADS_1


...---*****---...


__ADS_2