
Seharian itu Arabella merasa lelah dan berbaring di kamar saja.
" Entah kenapa, tubuhku ini akhir-akhir mudah lelah. Aku harus memeriksakan diriku pada Dokter Louis nanti " kata Arabella sambil berbaring rebahan di kamar tidurnya
TOK TOK TOK
Arabella terbangun mendengar sesuatu yang di ketuk.
" itu bukan suara pintu" kata Arabella sambil melihat-lihat ke sekeliling kamarnya. Ia melihat ada yang melempar kertas ke arah nya dari jendela.
Gadis itu berjalan dan mengambil kertas itu, ia membuka jendela kamar nya. Ia membaca isi kertas itu.
...ikuti tali berwarna merah...
" Apa apaan ini?" Arabella tersenyum sendiri
Arabella keluar dari jendela kamar nya dan melihat ada tali merah yang menuju ke suatu tempat. Ia menemukan kertas lagi ada disana, dan membacanya.
" Ada kertas lagi?" gumam Arabella
...Terus jalan, lurus saja...
" Apa apaan ini? " gumam Arabella sambil tersenyum sendiri
Gadis itu berjalan mengikuti tali merah, dan ia sampai di halaman belakang rumahnya, tiba-tiba lampu menyala setiap ia melangkah. Berkelap kelip seperti bintang di langit.
" Cantik sekali " kata Arabella takjub
Lampu taman dan air mancur menyala secara tiba-tiba, dan disana lah muncul Aiden, Peter, Ethan, Duke Reese, Daisy, Layla, Felix, Demian dan Lorenzo.
" kalian?" tanya Arabella kaget
" SELAMAT ULANG TAHUN !!! " kata semuanya serempak
Semua orang menyambut Arabella dengan gembira dan senyuman hangat. Arabella melihat banyak balon balon dan juga tulisan " Selamat ulang tahun ke 16 ".
Arabella sangat senang dengan pesta kejutan yang dibuat oleh keluarga nya, Aiden, Lorenzo,Demian dan para pelayan di rumahnya.
" Maaf ya kami melewatkan hari ulang tahun mu, tidak apa apa kan kalau merayakannya sekarang?" tanya Duke Reese
" Tidak apa apa ayah, aku sangat senang " jawab Arabella ceria
Malam itu semua orang menikmati pesta dengan senang termasuk para pelayan dan pengawal di kediaman Reese.
" Selamat ulang tahun Abel " kata Peter sambil menyerahkan kotak hadiah pada Arabella
" Selamat ulang tahun ya " Ethan menyerahkan kotak hadiah juga pada adiknya
" Iya kak Ethan, kak Peter terimakasih " kata Arabella senang
Saat semua orang sibuk menikmati pesta, Arabella malah duduk di kursi taman sendirian, Aiden menghampiri nya.
" Apa kau tidak senang?" tanya Aiden
" Ah ? aku senang kok " jawab Arabella
" Wajah mu terlihat tidak baik, apa ada masalah?" tanya Aiden cemas
" Aku hanya merindukan kak Ashton, seandainya dia ada disini... " jawab Arabella sedih
" Bukan hanya kau yang merasa kehilangan nya, aku juga. Naomi, asal kau tau saja , kalau dia ingin kau selalu bahagia " kata Aiden
" Ya, aku tau. " jawab Arabella
" Aku kan masih ada disini " ucap Aiden sambil tersenyum
Arabella bersandar di bahu Aiden, tapi..
" Ehem ehem " kata Peter dan Ethan sambil mendekati Arabella dan Aiden
Mereka berdua pun saling menjauh. Ethan dan Peter seakan akan memberikan kode agar Aiden dan Arabella tidak berdekatan. Demian dan Lorenzo merasa kasihan pada pangeran itu karena kedua calon kakak ipar nya belum merestui penuh hubungan nya dengan Arabella.
" Kalian kan belum jadi pasangan resmi, tidak baik kalau berdekatan seperti itu " kata Peter sebal
" Benar, itu tidak baik " kata Ethan tegas
" Kalian itu iseng sekali ya menganggu pangeran dan Abel " kata Duke Reese heran
" Ayah, yang mulia pangeran belum dapat restu dari kami. Dia masih harus melewati tes dulu " kata Peter
" Tes apa itu? kalian ini beraninya pada yang mulia pangeran, ayah sudah menerima lamaran nya !" seru Duke Reese
" Ayah , tidak bisa semudah itu dong " kata Peter sebal
" Kali ini aku setuju dengan Peter " kata Ethan setuju
" Ya ampun kalian ini " Duke Reese pusing
" Baiklah sir Ethan, tuan Peter, tes yang kalian sebutkan itu aku akan menjalaninya dengan sepenuh hati !" kata Aiden semangat
" Semangat juang yang bagus, ingat ya kami belum merestui kalian " kata Peter mengingatkan
" Jadi bisa katakan apa tes nya?" tanya Aiden tegas
" Datang ke tempat panahan besok " jawab Ethan
" Baiklah " Aiden tersenyum ramah
" kakak, kalian jangan begitu !" seru Arabella sebal
" Kak Peter kekanakan itu sudah biasa, tapi mengapa kak Ethan ikut ikutan juga?" batin Arabella heran
" Jika yang mulia ingin di akui oleh kami, maka anda harus mengikuti semua tes yang kami buat ! " ujar Peter tegas
" Baiklah aku setuju " ucap Aiden santai
" Bagus lah, karena kau kelihatan bersemangat aku memberimu 1 poin " kata Ethan cuek
" Apa apaan ini? poin apa?" tanya Arabella heran
" aku 2 poin untuk yang mulia " Peter tersenyum
Setelah pesta nya selesai, Aiden meminta izin pada Duke Reese untuk membawa Arabella jalan-jalan di dekat kediaman Reese.
" Seharusnya yang mulia jangan menyetujui permintaan kekanakan mereka " gumam Arabella sebal
" Kekanakan apanya? justru aku senang dan merasa tertantang karena kedua kakak mu sangat berantusias, aku jadi makin semangat untuk menjadikan mu milikku " kata Aiden senang
" Mereka kekanakan sekali, rupanya kau juga ketularan mereka. " gumam Arabella sebal
" Itu bukan hal yang kekanakan, mereka mengajukan syarat seperti itu karena mereka sayang padamu. Kau harusnya merasa bersyukur memiliki kedua kakak yang sayang padamu " Aiden tersenyum
" Oh ya, bolehkah aku bertanya sesuatu?" tanya Arabella ragu
__ADS_1
" Tanya saja, kenapa harus meminta izinku ?" ucap Aiden santai
" Apakah yang mulia tidak berniat untuk menjadi raja?" tanya Arabella serius
Aiden terpana mendengar pertanyaan Arabella. Ia menjawab dengan santai bahwa ia tidak ada niatan untuk menjadi raja. Kemudian, pria itu bertanya kenapa Arabella tiba-tiba bertanya seperti itu pada nya, pangeran itu heran.
" Ada apa ? apa terjadi sesuatu?" tanya Aiden serius
" Tidak ada apa apa, aku hanya bertanya saja kok. Karena.. aku dengar dari ayah kalau sekarang keadaan istana memanas karena para bangsawan terbagi menjadi dua kubu. Aku hanya cemas.." kata Arabella dengan wajah cemas
" Aku tau bukan hanya itu alasan nya.. Naomi bukan kah kita sudah sepakat agar jangan ada rahasia diantara kita? kau sudah janji, aku juga. Ku mohon katakan apa yang membuat mu kepikiran " kata Aiden tegas sambil memegang tangan Arabella.
" Sebenarnya tadi putra mahkota datang menemui ku. Dia bilang dia ingin aku menjadi selir nya " kata Arabella ragu ragu
" APA? si brengsek itu benar-benar ! lalu dia bilang apa lagi? aku yakin masih ada !" seru Aiden kesal
" Dia bilang ketika dia menjadi raja dia akan menceraikan putri mahkota dan menjadikan ku istrinya " jawab Arabella jujur
" Sialan, dia bernyali besar rupanya. Jadi karena ini kau takut dia menjadi raja?" tanya Aiden
" Iya, sebenarnya aku sangat takut dia akan menjadi raja dan kejadian di masa lalu akan terulang kembali " Arabella sedih
" Sebenarnya aku masih takut mati di bunuh olehnya seperti masa lalu, meski kehidupan sekarang berbeda dengan kehidupan lalu. Tapi Eugene masih lah orang yang sama, dan Claire masih membenciku, tidak menutup kemungkinan kalau mereka akan melakukan nya lagi " batin Arabella cemas
" Apa Naomi teringat kehidupan masa lalu nya lagi? apa dia berharap aku menjadi raja karena takut Eugene menjadi Raja? dia terlihat cemas dan gelisah" batin Aiden
" Aku tau kau masih kepikiran dan cemas, tapi kehidupan kali ini berbeda dengan kehidupan kita yang lalu. Kau punya aku sekarang, aku akan melindungi mu. Kalau kau masih takut dan gelisah, jika kau meminta ku menjadi Raja. Aku akan menjadi Raja. Kau mau aku menjadi Raja?" tanya Aiden serius
Arabella terpana mendengar kata kata kekasih nya itu, tatapan mata pria itu begitu serius ketika mengatakan tentang RAJA. Gadis itu seketika terpaku dan ia sadar bahwa pria di depannya itu sangat mencintainya lebih dari yang ia ketahui.
" Naomi..
" Bukan begitu, aku tidak meminta itu. Aku hanya ingin dirimu yang seperti ini, kau cukup jadi dirimu saja " kata Arabella
" Baiklah aku mengerti, kalau begitu apa kau bisa percaya padaku kalau aku bisa melindungi mu? kau bisa bersandar padaku sepenuhnya?" tanya Aiden
Arabella mengangguk dan memeluk Aiden dengan hangat. Dalam hatinya ia berkata bahwa ia akan selalu percaya pada Aiden dan bersandar padanya.
" Apapun yang terjadi, kau harus katakan padaku. Jangan ada rahasia diantara kita " kata Aiden tegas
" Iya, aku mengerti. " Arabella tersenyum
" Maaf Aiden, tapi ada satu hal besar yang belum bisa aku katakan padamu. Karena aku harus memastikannya dulu " batin Arabella merasa bersalah
Arabella dan Aiden jalan-jalan malam itu dan melihat kembang api. Aiden mengantar Arabella kembali ke rumahnya.
Peter dan Ethan sudah menunggu adik bungsu mereka di depan pintu rumah seperti penjaga. Felix, Demian dan Lorenzo keheranan dan tertawa juga melihat Peter dan Ethan seperti penunggu rumah yang setia.
" Kenapa aku merasa ini lucu?" kata Demian
" Yang mulia terlihat seperti penjahat yang membawa kabur seorang anak gadis " kata Lorenzo tersenyum
" Tuan muda tidak pernah bersikap impulsif seperti ini sebelumnya, aku juga heran " kata Felix heran
" Benar juga , tidakkah menurut kalian mereka terlihat seperti ayah yang galak " kata Demian
Ketiga orang itu tertawa melihat pemandangan di depannya. Sementara Arabella terlihat kesal dengan kedua kakaknya yang menjomblo dan malah memperhatikan hubungan asmara nya.
" Sejak kapan mereka menjadi begitu kekanakan " gumam Arabella kesal
" Sudahlah, tidak apa. Masuk saja, sampai ketemu besok " kata Aiden sambil tersenyum ramah
" Baiklah, sampai jumpa besok " Arabella tersenyum senang
Aiden dan kedua pengawal nya pulang dengan hati senang. Begitu pula dengan Arabella, malam itu di kamarnya ia membuka semua hadiah yang ia terima dari keluarganya.
Berikutnya ia membuka hadiah dari Aiden yang terlihat besar dan panjang yang hanya di bungkus oleh kertas biasa. Ia membuka hadiah itu dan terkejut melihatnya.
" Woah.. ini nih yang aku mau, pedang untuk melindungi diriku. Cocok untukku, memang pangeran yang paling mengerti aku " kata Arabella senang. Ia melihat ada tulisan di pedangnya.
...Aku harap kau menyukai hadiahnya, dan aku harap kau tidak akan pernah memakai nya. Karena ada aku yang akan melindungi mu...
" Dasar " gumam Arabella senang
***
Pagi itu di mansion Reese, Duke Reese, Peter dan Ethan pergi ke istana karena banyak pekerjaan. Pekerjaan mereka tak lain adalah memberi tes pada Aiden. Sementara Duke Reese akan pergi ke kota untuk membereskan masalah korupsi dengan segera agar Arrabella bisa cepat bertunangan.
" kalian terlihat bersemangat sekali hari ini ya " kata Arabella melihat kedua kakak nya
" Ayah harus pergi ke kota dan mungkin pulang malam " kata Duke Reese
" kami mau ke istana " kata Peter
" loh? kenapa kak Peter juga ke istana? kakak harusnya pergi bersama ayah " tanya Arabella heran
" Aku harus melihat sendiri seberapa tangguh calon ipar ku, dia harus lebih kuat dari kami " kata Peter
" Sudah kubilang jangan lakukan itu, ckck kekanakan " gerutu gadis itu sebal
" Kenapa ? kau tidak percaya diri kalau pangeran mu bisa mengalahkan kami?" tanya Ethan menyindir
" Haa.. itu tidak mungkin, pangeran Aiden sangat gagah dan lebih kuat dari kalian. Kalian lihat saja " kata Arabella membanggakan
" Baiklah, kami yang akan menentukan nilai " kata Peter
" Bagus sekali, kalian bukannya mengurusi percintaan kalian sendiri malah mengurusi percintaan ku !" Arabella kesal
" Ya.. begitulah " kata Peter dan Ethan tak bisa menjawab apa apa
" Aku akan carikan jodoh untuk kalian kalau kalian belum ada perkembangan juga, lihat saja! kak Ethan kau terlalu dingin dan kasar pada wanita , jadi lembutlah sedikit ! dan kak Peter kau harus membuka hati mu untuk satu wanita saja, jangan pecicilan !" seru Arabella menasehati
" Pfutt .. Hahaha.. " Peter dan Ethan tertawa mendengar Arabella menasehati kedua kakak nya itu
"Sudah sudah jangan ribut, ayo kita berangkat " kata Duke Reese mengajak kedua putranya pergi.
Setelah ayah dan kedua kakaknya pergi, Arrabella berlatih pedang bersama Felix di halaman depan rumahnya.
" Nona, pedang itu seperti nya saya tidak pernah melihatnya?" tanya Felix sambil melihat pedang yang di pakai Arabella
" Ini pedang baru ku, hadiah ulang tahun dari pangeran Aiden " jawab Arabella semangat
Felix terlihat senang melihat Arabella ceria dan memakai sarung tangan hadiah ulang tahun darinya.
" Nona, maafkan saya yang hanya bisa membelikan nona sarung tangan " kata Felix merasa tak enak
" Kenapa kau berkata begitu? aku suka sekali sarung tangannya dan ini sangat bermanfaat untuk melindungi tanganku. Lihat kan aku memakai nya? bahannya juga sangat enak dan lembut , nyaman dipakai " terang Arabella senang
" Jadi nona menyukai hadiah dari saya ?" tanya Felix
" Sangat suka " jawab Arabella ceria
" Syukurlah nona kalau nona suka " gumam Felix pelan
__ADS_1
Megan tersenyum melihat Arabella dan ia menghampiri Arabella yang sedang bermain pedang.
" Nona Megan? " tanya Arabella heran melihat Megan mendatanginya
Arabella mempersilahkan Megan duduk dan meminum teh bersama.
" Ada apa ya dia tiba-tiba mengunjungi ku?" batin Arabella heran
" Maaf aku datang kemari tanpa di undang, aku kemari ingin bicara dengan nona Abel " kata Megan
" Tidak apa, aku tidak masalah kok. Aku senang kau datang nona Megan " kata Arabella senang
" Sebenarnya aku ke sini ingin bertanya keadaan mu. Tapi melihat mu baik baik saja sepertinya aku tidak perlu bertanya lagi. " kata Megan senang
" Ya aku sudah baik baik saja, nona Megan bagaimana keadaan mu?" tanya Arabella
" sudah berjalan tiga bulan, tapi aku masih merindukan kak Ashton. Terkadang aku merasa dia masih ada di rumah, menyapaku setiap pagi, menceritakan lelucon yang membuat ku tertawa, tapi .. hiks " Megan tak kuasa menangis
" Aku mengerti perasaan mu nona Megan.. aku juga merasakan hal yang sama. Kak Ashton seperti cahaya terang untuk semua orang, dia tidak mudah untuk di lupakan. Atau mungkin tidak bisa di lupakan " kata Arabella sedih
Arabella memberikan sapu tangan untuk Megan. Gadis itu menghapus air matanya dan kembali tersenyum.
" Terimakasih nona Abel, padahal aku kesini untuk memberi mu selamat tapi aku malah menangis " kata Megan
" Nona Megan yang selalu terlihat dingin di luar, ternyata bisa menangis seperti ini karena kak Ashton " batin Arabella sedih
" Selamat untuk apa?" tanya Arabella
" Aku dengar kau akan segera bertunangan dengan yang mulia pangeran Aiden. Selamat ya, aku setulus hati berharap kau selalu bahagia. Kak Ashton juga pasti ingin kau bahagia dan akan selalu mendukung mu, jadi berbahagialah " terang Megan sambil tersenyum tulus
" Terimakasih nona Megan "
" Jangan lupa mengundang ku ke pesta pertunangan mu ya " kata Megan semangat
" Tentu saja " Arabella menjawab cepat
" Kak Ashton pasti akan bahagia di atas sana melihat mu menemukan kebahagiaan mu. " kata Megan senang
" Iya "
Arabella dan Megan saling menyemangati satu sama lain. Setelah bercerita panjang, Megan memutuskan untuk berpamitan dan ia berkata akan menunggu undangan atau kabar baik dari Arabella. Gadis itu malah berfikir untuk menjodohkan Megan dengan salah satu kakak nya.
" Nona Megan adalah wanita cerdas, cantik, berkepribadian baik, dia pasti akan cocok dengan salah satu kakak ku. Mungkin kak Peter, atau kah kak Ethan?" gumam Arabella berfikir
" Ah.. aku baru ingat, aku harus bersiap-siap ke lapangan panah. Aku harus menyemangati pangeran " kata Arabella semangat
***
Di lapangan panah tak jauh dari istana Clarines ..
" Ternyata yang mulia sudah ada disini, bagus sekali " kata Peter memuji
" Apakah nilai ku bertambah ?" tanya Aiden ramah
" Aku beri kau 1 poin " jawab Ethan cuek
" Aku 2 " jawab Peter
" Ya ampun mereka pelit sekali " bisik Demian pada Lorenzo
" Benar, tidak disangka bahwa sir Ethan dan tuan Peter akan sangat serius jika menyangkut nona Arabella " bisik Lorenzo
Semua prajurit melihat pertandingan panahan itu. Peter dan Aiden bersiap siap untuk bertanding panahan.
" Yang mulia semangat !" seru para prajurit
" Tuan Peter juga semangat !" seru beberapa prajurit menyemangati
" Yang mulia, aku padamu!" seru Demian berteriak
Sementara itu Lorenzo terlihat malu saat Demian berteriak teriak, ia menutupi wajahnya.
" Demian kau memalukan " bisik Lorenzo
" Ayolah Lorenzo bersenang senanglah sedikit, mumpung hari libur " Demian nyengir ceria
" Dasar bodoh " gumam Lorenzo sebal kepada sahabatnya itu
Para prajurit bersorak menyemangati Aiden dan Peter. Camille dan pelayan nya yang melihat keributan itu melihat ke area panahan.
" Woah.. ada apa ini?" tanya Camille heran melihat keramaian di lapangan panahan
" Yang mulia putri, hormat !" seru para prajurit
" Bukan kah hari ini kalian libur? kenapa malah ada di lapangan panahan?" tanya Camille heran
" Hari ini ada tes untuk yang mulia pangeran " jawab, putri" jawab Johny sopan
" Tes ? tes apa? apa kalian akan ujian?" tanya Camille polos
" bukan tes itu. Tapi tes mendapatkan restu dari sir Ethan dan Tuan Peter, untuk menikahi nona Arabella " jawab Roy ramah
" Apa ? woah ini pasti seru !" seru Camille semangat
Camille terpana melihat Peter yang terlihat tampan di matanya. " Tuan Peter semakin lama semakin tampan saja " batin Camille memuji
Camille memberitahu semua gadis bangsawan untuk menyaksikan pertandingan nya juga agar istana menjadi ramai dan tidak membosankan.
Sementara itu Aiden melihat lihat ke sekelilingnya dan mencari Arabella, namun gadis itu tidak ada. " kemana dia? kenapa belum datang ?" gumam Aiden cemas
***
Arabella, Felix dan Hugo dalam perjalanan ke area panahan. Arabella dan Felix berada dalam kereta, tiba-tiba ada suara keras dari atas kereta yang mereka naiki.
" Apa itu?" tanya Arabella sambil bersiap-siap mengambil pedangnya
Felix dan Arabella memasang wajah waspada, tak lama kemudian..
BRAKK
Seseorang dari atas kereta menarik Arabella.
" Nona !" teriak Felix dan Hugo panik sambil mengejar Arabella
" Felix !" seru Arabella panik
" Siapa pria ini? kenapa dia melakukan ini?" batin Arabella heran
Gerakan orang itu sangat lincah dan bisa melakukan teleportasi. Arabella dan pria misterius itu hilang dalam sekejap.
" Nona !" teriak Felix
" Nona menghilang ! " seru Hugo panik
__ADS_1
" Siapa yang menculik nona? dia bahkan bisa melakukan sihir teleportasi " batin Felix cemas
...---****--...