Arrabella Twice Lives

Arrabella Twice Lives
Bab 62 Hurts


__ADS_3

.


1 jam sebelum nya..


Ethan, dan pasukan Black Knight yang dipinjam oleh Aiden sedang dalam pencarian mencari Layla di setiap bagian kota.


" Cari di setiap sudut dan tempat ! jangan sampai ada yang terlewat !" ujar Ethan memerintah


" Baik Sir Ethan !" kata para kstaria kompak


Akibat nya seluruh kota ramai oleh kstaria yang mencari Layla. Ethan yang juga sedang mencari Layla, malah bertemu dengan Arabella yang melarikan diri dari rumah.


" Abel kenapa kau ada disini?" tanya Ethan kaget


" Aku mencari kakak "jawab Arabella


" Kau harusnya di rumah dan beristirahat, aku akan menyuruh Johny mengantarmu " kata Ethan cuek


" Kakak , aku mau mencari Layla !" seru Arabella


" Tidak, kau harus pulang ke rumah sekarang!" ujar Ethan tegas


" Aku mohon, aku harus menyelamatkan Layla! aku tau kemungkinan dia ada dimana! kakak ! aku baik baik saja, jadi biarkan aku ikut kalian untuk mencarinya ya ?" Arabella memohon


" Abel, jangan keras kepala !" seru Ethan kesal


" Aku janji tidak akan menyusahkan, kakak ku mohon.."Arabella memelas


" Aku tidak bisa biarkan orang orang nya Ratu atau Count Oscar mendahului kami untuk menemukan Layla. Pasti mereka punya rencana menghilang kan bukti dengan cara membunuh, aku tidak bisa membiarkan Layla dalam bahaya " batin Arabella cemas


" Haa.. baiklah, tapi kau harus tetap berada disamping ku " kata Ethan akhirnya


" Terimakasih kakak " kata Arrabella senang


Akhirnya Arabella dan Ethan naik kuda bersama dan mencari Layla.


***


Di mansion Reese..


" Kau tidak serius ya dalam menangani pekerjaan mu. Sepertinya kau sudah tidak ada gunanya lagi di sini? " kata Aiden kesal pada Demian


" Maafkan saya yang mulia, saya akan menerima hukuman. Tapi jangan kirim saja kembali ke Londo .." kata Demian takut


" Ya ampun, yang mulia jadi galak " batin Demian


" Kemana dia pergi? dia kan masih sakit " batin Aiden cemas


Aiden dan Demian menyusul Arabella, Ethan dan pasukan lainnya yang sedang mencari Layla.


Sementara itu Arabella dan Ethan mencari ditempat pertama kali ia menemukan Layla dan Layla tidak ada di sana. Arabella terlihat mencemaskan Layla, takut sesuatu terjadi pada nya.


" Kenapa kau mencemaskan nya? dia sudah meracuni mu, kau harusnya marah padanya " kata Ethan heran


" Itu memang benar bahwa dia sudah meracuniku, seharusnya aku marah tapi aku tidak bisa marah. Kakak, aku menyayangi Layla setulus hatiku, dan aku tidak mau dia kenapa napa " jawab Arabella tulus


" Kau terlalu naif, Abel " kata Ethan


" Kakak, kita harus menemukan Layla " kata Arabella


Tak lama kemudian, adik kakak itu melihat seseorang turun dari kereta kuda.


" Putri Ariana?" tanya Ethan dan Arabella kaget


" kalian ada disini rupanya, aku punya informasi penting untuk kalian " jawab Ariana dengan terburu buru


" Apa rencana mu kali ini tuan putri?" tanya Ethan curiga


" Wo..woaa. tenang saja Sir Ethan, aku sudah menyerah kok. Aku tidak punya niatan apa apa, aku ingin memberitahu kalian kalau aku menemukan seseorang yang sedang kalian cari " terang Ariana


" Menyerah apa? apa maksud putri Ariana?" batin Arabella tak mengerti

__ADS_1


" Jika dilihat lihat Sir Ethan adalah pria yang menarik juga ya. Apa yang aku pikirkan? aku harus menikahi pangeran atau raja.. mana bisa aku berfikir dia keren, yang keren itu haruslah pangeran dan Raja " batin Ariana menilai


" Orang yang kami cari?" tanya Arabella kaget


" Kalau kau bohong, kau mati. Aku tidak peduli kau seorang putri atau bukan " kata Ethan mengancam


" Sir Ethan ini terlalu waspada padaku, ingatlah aku ini seorang putri ! pembicaraan mu ini bisa dianggap sebagai pemberontakan " kata Ariana sinis


" Kalau begitu tunjukkan dimana orang itu?" tanya Ethan


" Ikut aku " ujar Ariana


Beberapa menit kemudian mereka sampai di sebuah penginapan, dan di sana ada beberapa pengawal Ariana yang berjaga. Arabella berlari masuk ke dalam kamar penginapan itu dan melihat Layla ada disana.


" Tuan putri.. " gumam Layla sedih


Arabella menangis dan memeluk Layla dengan penuh kecemasan. Layla tersentuh oleh perlakuan Arabella yang masih mau memeluknya dan peduli padanya.


" Layla.. syukurlah kau baik baik saja. Aku sangat mencemaskan mu Layla.. " Gadis itu menangis melihat Layla ada dihadapannya.


" Apa yang sudah aku lakukan? aku melukai putri yang sudah baik padaku selama ini, aku benar-benar tidak tau diri. Padahal putri benar-benar tulus padaku " batin Layla merasa bersalah


Ethan dan Ariana bisa merasakan kalau perasaan Arabella sangat tulus pada Layla.


" Adik sir Ethan, sangat menyayangi pelayannya ya. Hatinya benar-benar baik atau terlalu naif " kata Ariana


" Adik saya memang seperti itu " kata Ethan membenarkan


" Bukankah kali ini kau harus berterimakasih padaku?" tanya Ariana kesal


" Maaf saya lupa, terimakasih ya " jawab Ethan singkat


" Apa? bagaimana ucapan terimakasih nya hanya seperti ini?" tanya Ariana kesal


" Lalu saya harus bagaimana?" tanya Ethan cuek


" Ehem.. misal nya mengajak saya makan bersama atau semacamnya "


" Iya, sebagai ucapan terimakasih. " kata Ariana sok cuek


" Masa sih dia menolak ajakan orang secantik aku, apalagi aku adalah putri "


" Saya akan pikirkan nanti " jawab Ethan cuek


" Apa?"


" Di dunia hanya ini ku kira hanya Raja iblis itu saja yang menolak ku, ternyata masih ada dua orang pria lagi yang bisa menolak pesona ku ini. Pangeran Aiden dan sir Ethan si pria sombong ini " batin Ariana kesal


Ethan dan Ariana terfokus pada Arabella yang terlihat sangat sedih. Terlihat di matanya ada kekecewaan, kesedihan, sakit hati dan kasih sayang untuk Layla.


Dan seperti nya bukan hanya Arabella saja yang merasakan itu pada Layla. Layla juga merasakan hal yang sama pada Arabella, ia menyayangi Arabella tapi ia terlalu malu untuk menatap nya saat ini.


Wanita itu meminta penjelasan pada Layla tentang siapa yang menyuruhnya melakukan ini, dan juga kenapa dia melakukan ini padanya? Kepedihan itu kembali di rasakan oleh Arabella saat Dokter Louis mengatakan bahwa ia tidak akan pernah bisa menjadi seorang ibu. Namun, dia tidak mengungkitnya pada Layla, karena itu aib baginya. Setelah dilontarkan pertanyaan yang banyak, Layla tidak menjawab dan hanya bisa menangis, hatinya diliputi rasa bersalah dan kebingungan tak tau harus bagaimana. Ia merasa bahwa jalan nya sudah buntu sekarang, tak ada tempat untuk kembali.


Saat itu Aiden, Eugene dan Demian sampai ke penginapan tempat Layla. Saat itu juga Arabella memaksa Layla untuk berkata jujur, semua orang disana kaget melihat sisi Arabella yang tegas dan penuh amarah tidak seperti dia yang biasanya penyabar.


Mungkin karena ia sudah sering di khianati? atau disakiti? jadi dia bertindak lebih beringas dari biasanya. Hal itu membuat Aiden kaget, karena tunangannya itu biasanya selalu sabar dalam setiap waktu.


" Layla, kau akan tetap diam? katakan sekarang dihadapan semua orang! siapa yang menyuruhmu meracuni ku?!!" teriak Arabella sambil mengangkat pedangnya ke arah leher Layla, tangan wanita itu gemetaran saat mengangkat pedangnya pada Layla.


" Abel.. tenanglah " kata Ethan pelan


" Layla ! BICARA!!


Bukannya semakin tenang, tapi wanita itu berteriak semakin keras dan berharap Layla akan mengungkapkan semua kebenaran. Ia sudah lelah dengan semua nya dan ingin mengakhiri orang orang yang sudah membuatnya menderita, orang orang yang sudah membuatnya menjadi sangat naif ! sehingga ia lengah bahkan setelah ia melalui dua kehidupan. Wanita itu merasa bodoh, dalam hatinya ia murka, sakit hati, frustasi dan kecewa berat dengan Layla.


" Maafkan saya nona.. maksud saya tuan putri.. maafkan saya .." Layla berlutut di kaki Arabella


Arabella menggigit bawah bibirnya, dan tubuhnya gemetaran seolah menahan murka yang bergejolak dalam hatinya. Ingin sekali logika nya menang dari hati nurani nya, tapi ia tak bisa melukai Layla dengan pedangnya. Saat Layla akan mengutarakan semuanya, drama kembali terjadi..


Layla merasakan sakit luar biasa dari dalam tubuhnya, ia merintih kesakitan. Semua orang yang ada di sana panik melihatnya.

__ADS_1


" Layla !" seru Arabella sambil merangkul gadis itu. Dari mulut Layla mengeluarkan darah.


" Demian ! panggil dokter kemari!" teriak Aiden panik


" Baik yang mulia !" Demian berlari keluar dari penginapan untuk memanggil dokter.


Namun, seperti nya nyawa Layla berada di ujung tanduk. Yang lain terlihat panik melihat Layla seperti orang sekarat, kecuali Eugene yang terlihat santai santai saja seolah merasa lega.


" Layla ! katakan siapa yang melakukan ini! katakan !" teriak Arabella histeris


" Tolong.. ja..ngan pernah maafkan saya putri.. Argh... " Layla bicara terbata bata seolah olah ia akan menemui ajalnya. " Pelaku..pelakunya.. adalah.. "


" Layla..!!" tangis Arabella pecah, hatinya terluka melihat Layla kesakitan


" Dia.. anggota kerajaan... dia ..ingin .. tuan putri .. ti..ada..dia adalah.." Napas Layla terdengar tersengal sengal.


" Anggota kerajaan?" gumam Ariana pelan


" Layla ! aku tidak akan memaafkan mu kalau kau mati ! kau dengar aku??!!" teriak Arabella histeris


Eugene bereaksi saat Layla akan menyebutkan nama orang itu, dan Ariana melihat reaksi anehnya itu dengan curiga.


" Ini, akibat nya. Ini adalah karma ku yang sudah mengkhianati tuan putri. Padahal tuan putri selalu bersikap baik padaku, tapi kenapa aku malah menyakitinya. Dosa ku tidak akan pernah termaafkan bahkan jika aku mati, aku malu.. sangat malu.. hanya demi emas dan harta, aku melakukan semua ini. " batin Layla sedih


Aiden, Ariana, Ethan dan Lorenzo juga beberapa kstaria yang ada disana mendengar dengan jelas pengakuan Layla yang mengatakan bahwa anggota kerajaan yang ingin mencelakai Arabella.


Belum sempat mengatakan siapa pelakunya, tangan Layla yang mengusap air mata Arabella, sudah terkulai dan ia menutup mata nya di pangkuan Arabella. Gadis pelayan itu sudah tak bernyawa saat dokter memeriksa nya !


Wanita itu terpukul saat mengetahui Layla sudah tiada di depannya. Sekali lagi ia dikecewakan, dikhianati, hatinya sangat terluka. Ia tak bicara sepatah kata pun, menangis pun tidak.


Hal itu membuat hati Aiden ikut merasakan sakit nya, ia memeluk tunangan nya itu untuk menenangkan nya. Aiden melihat tajam ke arah Eugene, dan yakin bahwa Eugene tau sesuatu mengenai hal ini karena ia hanya diam saja dan tak berkomentar apapun. Karena itu Aiden semakin curiga bahwa Eugene juga terlibat dalam insiden ini.


***


Istana Ratu Clarines..


" Bagaimana ? apa kau sudah bereskan semuanya?" tanya Ratu pada Count Oscar yang ada di depannya


" Sudah, seharusnya gadis bodoh itu sudah bungkam untuk selamanya. Yang mulia Ratu tenang saja " Count Oscar tersenyum tipis


Kedua orang itu terlihat lega karena mereka tidak akan ketahuan oleh Raja atau pun semua orang.


Entah kapan kedua orang itu akan bertaubat, sudah banyak korban yang berjatuhan karena ulah dua orang jahat ini. Yang jelas, Raja pun sudah mulai mencurigai ratu nya itu. Ia bahkan menyuruh mata mata untuk mencari tau tentang Ratu dan Count Oscar yang tampak mencurigakan.


Saat Raja sedang memikirkan insiden Arabella, ia kedatangan seseorang ke ruang kerjanya. Seseorang yang kurang ia sukai. Kenapa? karena orang itu pernah menjadi rival nya di masa lalu untuk mendapat kan hati Canaria.


" Mohon maafkan saya yang telah menganggu waktu baginda Raja " kata Duke Zena sopan


" Tidak sama sekali, katakan ada apa?"


" Yang mulia, saya ingin mengajukan permohonan yang lancang pada yang mulia " kata Duke Zena serius


" Apa itu?" tanya Raja


" Tolong buka kembali kasus kematian nona Canaria " jawab Duke Zena tegas


" APA??!!


Raja langsung berdiri dari kursinya karena kaget mendengar perkataan Duke Zena. Raja itu bertanya kenapa kasusnya harus dibuka kembali? Duke Zena mengatakan bahwa Canaria tidak mati karena bunuh diri dan dia ingin membuktikan bahwa omongan nya itu benar.


" Bukan kah kita sudah membahas ini? dan jelas kalau kematian nya memang bunuh diri " kata Raja


" Apa benar dalam hati kecil anda? anda berfikir seperti itu? apakah Canaria yang sangat mencintai anda dan anaknya akan bunuh diri dengan mudahnya?" Duke Zena sedih


Memang tak bisa di pungkiri kalau Raja sendiri merasakan orang yang mencintainya tidak akan berbuat seperti yang dituduhkan orang orang. Raja pun berfikir dengan hatinya kali ini, ia pun memutuskan agar Duke Zena memberikan satu bukti yang bisa membuatnya membuka kasus kematian Canaria kembali.


Duke Zena menyanggupi nya dan berkata dengan penuh kesungguhan bahwa ia akan membuktikan hal itu pada Raja.


" Apa benar kau tidak bunuh diri? Canaria.. jika kau tidak bunuh diri, lalu siapa yang membunuh mu?" gumam Raja dengan penuh kesedihan menatap lukisan Canaria selama berjam jam. Air matanya mengalir, kerinduan nya terhadap wanita itu merasuk ke dalam hatinya. Saat ini ingin memeluk wanita itu dengan erat dan mengatakan bahwa ia sangat mencintainya.


...---***---...

__ADS_1


Makasih yang udah setia baca novel ku ini 😁mohon maaf bila ada kesalahan kata atau penggunaan kata yang kurang tepat..πŸ˜‰ jangan lupa komen, vote dan rate nya ya buat dukung Author biar semangat update nya..πŸ˜‰ Gumawo 😊


__ADS_2