
***
.
.
Raja Clariness itu menjerit kesakitan saat Dominic memakai sihirnya untuk mendetoksifikasi sihir yang ada di dalam tubuhnya. Arrabella terlihat cemas melihat Aiden yang berteriak kesakitan, wanita itu berjalan menghampiri Aiden.
" Jangan Ratu Arrabella ! kau bisa terluka " ujar Dominic mengingatkan
Arrabella menghentikan langkahnya, ia terlihat cemas karena hanya bisa melihat Aiden kesakitan. Ia juga khawatir bahwa orang-orang diluar ruangan itu akan mendengar suara Aiden yang berteriak.
Seakan-akan tau isi pikiran Arrabella, Raja Vanders itu mengatakan bahwa ia sudah memasang sihir di ruangan itu dan orang orang tidak akan bisa mendengar apa yang terjadi di dalam ruangan.
Jelas-jelas ini sihir hitam! kenapa bisa ada orang yang bisa menggunakan sihir hitam sekuat ini pada Raja Aiden? jangan-jangan orang itu adalah..
Terlihat kecemasan di wajah Dominic saat berusaha memperkecil sihir hitam yang ada ditubuh Aiden. Ia tak bisa mencabut sihir hitam itu dari Aiden, karena sihir hitam hanya bisa dihilangkan jika pemilik sihir nya mencabut sihir nya pada Aiden, atau penyihir hitam itu mati.
Aiden ambruk dan cahaya yang ada di dalam tubuh Aiden menghilang, bersamaan dengan cahaya yang ada di tangan Dominic. Raja Vanders itu juga jatuh terduduk dan mulutnya mengeluarkan darah.
BRUK
UHUK
Arrabella berlari menghampiri Aiden yang tidak sadarkan diri dan meletakkan kepala Aiden dalam pelukannya.
" Aiden.. Aiden.. " Arrabella panik dan menangis sambil memegang kedua pipi suaminya.
" Tenanglah Ratu Arrabella, Raja Aiden baik-baik saja. Dia hanya pingsan, dan setelah dia bangun. Ia tidak akan ingat apa yang sudah terjadi, kau tidak usah cemas " kata Dominic menenangkan
" Syukurlah kau baik-baik saja. Raja Dominic terimakasih " wanita itu bernapas lega dan menyeka air matanya.
Setelah Aiden dibaringkan di sofa, Arrabella dan Dominic mengobrol tentang apa yang terjadi pada Aiden.
Dominic yakin seratus persen bahwa Aiden memang terkena sihir hitam yang sangat kuat, dan sihir hitam itu bukan berasal dari Clariness. Arrabella juga tau bahwa sihir hitam hanya digunakan di bagian utara Kerajaan Vanders dan Lostia.
" Kerajaan Lostia ya?" Arrabella terlihat berfikir
" Benar, apa Ratu Arrabella mengenal seseorang yang berasal dari kerajaan Lostia?" tanya Dominic
" Kerajaan Lostia, adalah kerajaan yang berhubungan dengan Ratu Freya yang di eksekusi. Keluarganya berasal dari kerajaan itu. Apa mungkin... "
" Bisa jadi nona Valton dan Count Valton berasal dari kerajaan Lostia. " kata Dominic meneruskan perkataan Arrabella
" Tapi, aku sudah menyelediki latar belakang nya sebelum masuk ke dalam istana. Mereka berasal dari Londo, bukan dari Lostia " kata Arrabella merasa aneh
" Latar belakang bisa di tutupi, kau harusnya tau itu Ratu Arrabella. " kata Dominic
" Aku akan menyelidiki nya lagi. Tapi, Raja Dominic bagaimana keadaan suami ku sekarang?" tanya Arrabella
" Maaf aku tidak bisa membantu banyak, aku sudah mengurangi sihir yang ada di dalam tubuh dan jiwanya. Aku tidak bisa menghilangkan sihir itu sepenuhnya, yang bisa ku lakukan hanyalah mengurangi pengaruh sihir nya. Karena sihir ini sangat kuat dan sudah bersatu dengan jiwanya. "
" Apa itu bisa membahayakan nyawa nya? karena Raja Dominic bilang sihir nya bersatu dengan jiwa " tanya Arrabella cemas
Raja Dominic terdiam dengan raut wajah yang sudah bisa di tebak oleh Arrabella saat melihatnya. Nyawa Aiden juga dalam bahaya karena pengaruh sihir itu. Jalan satu satunya untuk menghilangkan sihir itu adalah membunuh orang yang menggunakan sihir hitam padanya, atau mencari Saint Lucia yang tidak diketahui keberadaannya.
Dominic memberikan sebuah kristal berwarna putih pada Arrabella yang bisa ia gunakan untuk mengurangi sihir hitam pada Aiden. Ia juga menjelaskan cara penggunaan nya yaitu, kristalnya harus di letakkan di kening Aiden.
" Terimakasih sudah membantuku. Dan apa kau baik-baik saja? kau tadi batuk darah "
" Ini tidak apa apa, aku pikir sekarang aku harus pergi. " jawab Dominic
" Baiklah "
" Jaga dirimu baik-baik, Megan sangat mencemaskan mu "
" Sampaikan rasa terimakasih ku padanya, dan bilang padanya kalau aku baik-baik saja " kata Arrabella
🍂🍂
Tibalah hari dimana pernikahan Ethan di kerajaan Monique. Semua orang dari kerajaan besar dan tamu-tamu terhormat datang menghadiri pernikahan itu. Pernikahan mereka berjalan lancar.
" Selamat ya atas pernikahan kalian "
" Selamat menempuh hidup baru "
Begitulah semua orang memberi selamat pada pasangan yang berbahagia itu. Ariana dan Ethan tersenyum cerah.
Arrabella, Aiden dan Sylvia juga ada disana.
Padahal sebelum Arrabella tidak setuju Aiden membawa Sylvia ke kerajaan Monique. Ia hanya akan menjadi hinaan semua yang hadir disana, karena tata krama nya yang kurang.
Dan benar saja, semua orang membicarakan Sylvia dan Arrabella. Mereka mulai membanding-bandingkan Sylvia dan Arrabella. Entah apa yang dikatakan Sylvia pada Aiden, Raja Clariness itu malah marah-marah kepada istrinya itu di depan umum dan mempermalukan nya.
" Ratu, aku tidak mengerti dengan dirimu. Kau selalu bilang ingin menjadi Ratu yang baik. Tapi mana buktinya?" tanya Aiden marah
Dia seperti ini lagi, apa yang sebenarnya di katakan wanita itu padanya. Tuhan, aku mulai lelah. Berikan aku kesabaran ekstra menghadapi semua ini
" Yang mulia Raja, sudah.. saya tidak apa apa. Baginda Ratu mungkin tidak sengaja " Sylvia dengan genit, menangis dan menggandeng tangan Aiden. Beberapa orang di pesta itu melihat nya.
" Apa lagi yang dikatakan wanita ini pada yang mulia? kali ini saya salah apa lagi?" tanya Arrabella dengan nada dingin
" Kenapa kau bicara begitu? harusnya aku yang tanya, kenapa kau tidak melindungi nya saat orang-orang itu mencela dan menghina nya?" tanya Aiden
__ADS_1
" Lalu saya harus apa? apa dia di hina orang lain itu gara-gara saya?" tanya Arrabella sinis
Aku pikir aku bisa menahan nya, tapi ternyata aku tetap saja terbawa perasaan dan marah. Aku bisa memaklumi kalau kau hanya sekedar bergandengan tangan saja dengannya. Tapi pagi ini aku melihat kalian berada di dalam kamar yang sama. Aku tidak bisa menahannya.. meskipun kau dibawah pengaruh sihir hitam sekalipun. Aku tidak terima Aiden..
Arrabella menatap Aiden dengan kekesalan, dan dengan tatapan terluka tersirat di wajahnya.
" Tentu saja ini salahmu, bukankah ini tugasmu sebagai Ratu untuk mengajarinya tata krama?" tanya Aiden
" Saya sudah melakukan yang terbaik untuk pendidikan nya sesuai dengan perintah yang mulia, guru terbaik di Clariness pun sudah mengajarkannya. Kenapa ini masih salah saya? mungkin wanita ini saja yang tidak memiliki tata krama seorang bangsawan "
Aiden mengayunkan tangannya dan menampar Arrabella. Semua orang yang hadir di pesta melihat kejadian itu dan tercengang.
PLAK
" jaga bicaramu ! dia adalah calon ratu ke 2 di Clariness, beraninya kau menghina nya dan memanggilnya wanita ini?" Aiden memelototi Arrabella dan tak peduli walaupun itu di depan semua orang.
Sylvia tersenyum puas melihat Aiden menampar Arrabella.
Bagus, rencana ku dan ayah seperti nya akan berjalan lancar. Tidak ku sangka pembalasan dendam ini akan datang dengan cepat.
" lalu saya harus memanggilnya apa? perebut suami orang?" tanya Arrabella dengan dingin.
" Naomi.. aku.." Aiden memegang kepala nya dan tampak kesakitan. Ia sedikit mengingat Arrabella saat melihat istrinya hampir menangis.
Dengan cepat Sylvia menepuk pundak Aiden dan membuat Raja itu kehilangan kendali atas tubuhnya lagi.
" Yang mulia, saya akan mengantar yang mulia ke ruang istirahat. " kata Sylvia sambil memapah Aiden.
" Sylvia terimakasih " kata Aiden sambil tersenyum
Saat Aiden dan Sylvia melangkah pergi. Arrabella memanggil Aiden dengan nama nya. Ia berkata bahwa ia bisa memaafkan perlakuan Aiden padanya dan kedekatan nya dengan Sylvia, tapi ia tidak akan pernah memaafkan Aiden jika pria itu menyentuh Sylvia dalam artian sudah pernah tidur bersama.
Aiden dan Sylvia mengabaikan Arrabella dan pergi meninggalkan wanita yang sakit hati itu sendirian di pesta.
Ariana, Ethan, Peter dan Camille, menghampiri Arrabella dengan cemas. Karena mereka melihat Aiden sudah menampar istrinya itu.
" Keterlaluan sekali dia ! dia menampar mu?" tanya Ariana yang kesal setelah melihat kelakuan Aiden
" Aku baik-baik saja " jawab Arrabella dengan suara yang agak gemetar. Seperti nya wanita itu sedang menahan air matanya.
" Bagaimana bisa kau baik-baik saja? aku akan bicara pada Raja Aiden ! apa apaan dia memukul adikku?!!" Peter marah-marah
Ternyata hubungan Abel dan Raja Aiden sangat buruk sejak kehadiran nona Valton. Apa benar Raja Aiden tergila-gila pada wanita itu? tapi darimana nya? Adik ku bahkan seribu kali lebih baik darinya. Kenapa bisa Raja Aiden berubah seperti itu? Kata Ethan dalam hatinya
" Aku akan bicara pada kakak, kenapa dia melakukan ini lagi padamu? ini bahkan di depan umum " kata Camille sedih dan memegang tangan Arrabella
" Tidak apa apa. Putri Ariana, kakak, aku minta maaf sudah menganggu pesta pernikahan kalian.. " Arrabella memaksakan senyumannya
" Kau jangan bicara begitu, ini bukan salah mu. " Ethan menghibur dan melihat Arrabella dengan cemas
" Aku setuju dengan Duke Peter, aku sangat tidak menyukai wanita itu. Sejak wanita itu datang ke istana, kak Aiden berubah jadi jahat " kata Camille kesal
" Ratu Arrabella, aku akan membawamu ke ruang istirahat. " kata Ariana ramah
" tidak perlu tuan putri, aku akan mencari udara segar sebentar. Sendirian "
Aku ingin menangis, aku tidak bisa menangis disini.
Wanita itu pergi ke halaman belakang kerajaan Monique dan ia memastikan tidak ada siapapun disana.
" Huu... huu... huuu... kenapa.. kenapa begini.. tuhan tolong, berikan aku kesabaran lebih banyak lagi. Jangan biarkan aku lelah...aku harus menolong Aiden.. " Arrabella menangis tersedu-sedu sambil duduk di salah satu kursi yang ada disana.
Wanita itu memegang dadanya yang sesak, air matanya tak bisa dihentikan. Mungkin karena ia terlalu lama menahan air mata itu selama ini. Siapa juga yang tidak akan sedih hatinya jika melihat suaminya bersama wanita lain, bermesraan di depannya setiap hari, dan yang paling menyakitkan baginya adalah Aiden yang tidak terlihat mencintai nya lagi.
Ia tau bahwa itu pengaruh sihir hitam, tapi ia juga tak bisa menghindari rasa sakit hatinya. Arrabella sangat membenci pengkhianatan, entah di kehidupan nya yang dulu maupun kehidupan kedua nya saat ini. Ia bahkan tak bisa memaafkan Eugene yang dulu pernah mengkhianati cinta nya.
Arrabella sangat serius saat ia mengatakan tidak akan memaafkan Aiden jika Aiden memang benar-benar sudah menghabiskan malam intim bersama Sylvia. Tidak cukup mempermalukan Arrabella di depan umum, sebagai ratu yang dibuang, ratu tidak berguna, ratu yang mandul, suami yang sangat ia cintai dan ia percayai itu menyakiti hatinya sangat dalam.
30 menit berlalu, Arrabella masih menangis di taman itu. Tiba-tiba saja ia berhenti menangis saat melihat ada seseorang yang menyodorkan sapu tangan kepadanya.
" Jangan menangis terlalu lama nona, nanti kecantikan mu hilang loh " nada bicara yang ramah dan hangat
Terdengar jelas itu suara seorang pria. Arrabella mendongakkan kepalanya, dan di depannya berdiri seorang pria tampan, tinggi, bola mata nya berwarna abu, dan berambut perak. Pria itu sedang tersenyum padanya, seperti nya ia berniat menghibur wanita yang sedang menangis itu.
" Terimakasih, tapi saya tidak membutuhkan nya " jawab Arrabella sambil memalingkan wajahnya, ia malu karena mungkin setelah habis menangis lama , matanya sembab dan pipinya merah
Kenapa bisa ada orang disini? dan dia siapa?
gumam Arrabella dalam hatinya
" Kenapa tidak butuh? apa nona sudah punya sapu tangan?" tanya Raphael polos
" Apa ?" Arrabella terpana mendengar nya.
Dia ngomong apa sih? menyebalkan
" Jadi, nona punya sapu tangan atau tidak?" tanya Raphael dengan wajah ceria
Berisik sekali
" Kenapa nona diam saja? saya sedang bicara dengan nona " tanya Raphael
Wanita itu mendengus kesal dan beranjak dari kursi yang ia duduki. Tanpa melihat ke arah Raphael, wanita itu pergi begitu saja.
" Tunggu nona ! saya minta maaf kalau saya sudah menyinggung perasaan nona. Tapi, tolong terima ini " Raphael meletakkan sapu tangan itu di tangan Arrabella dengan paksa.
__ADS_1
" Saya sudah bilang tidak perlu !" ujar Arrabella kesal
Dia terus saja memanggilku nona, apa dia tidak tau kalau aku adalah Ratu? atau dia memang tidak tau. Kelihatannya dia juga tamu disini.
" Saya tidak suka penolakan. Dan saya tidak suka melihat wanita menangis karena seorang pria. "
" Anda benar-benar sok tau, tuan "kata Arrabella jutek
" Saya tau setelah melihat wajah anda. Meskipun anda menyangkal tidak apa-apa, tapi saat saya bertemu dengan nona di kesempatan berikutnya, saya tidak ingin melihat nona menangis lagi. " kata Raphael sambil tersenyum hangat
Sayang sekali, gadis secantik ini dibuat menangis. Kalau aku jadi pria itu, akan aku bahagiakan dia seumur hidupku
" Apa ini cara terbaru menggoda wanita ?" tanya Arrabella
" Haha.. nona ini ya, masih sempat sempatnya membuat lelucon. Saya serius nona, lain kali kalau kita berjumpa lagi anda harus menunjukkan senyuman anda " kata Raphael
" Memangnya kita akan bertemu lagi? kenapa anda sangat sok tau "
" Takdir tidak ada yang tau, tapi saya yakin kita akan bertemu lagi " kata Raphael yakin
Pria ini, apa-apaan sih. Sikap nya itu mengingat ku padanya.
" Yang mulia Ratu ! anda dari mana saja? saya sudah mencari anda !" teriak Grace sambil berlari menghampiri Arrabella, Grace terlihat cemas.
Ratu? kenapa dia memanggil nona ini Ratu?
" Aku tidak kemana-mana kok, aku sedang berbincang dengan tuan... " Arrabella menoleh ke belakang dan sekitarnya, tapi Raphael sudah menghilang tanpa jejak. " Eh kemana pria itu?" gumam nya kebingungan.
" Yang mulia saya mencari anda dari tadi loh. Tapi, apa anda mencari seseorang?" tanya Grace
Kemana dia pergi? aku bahkan belum sempat menanyakan namanya. Sudahlah
" Tidak ada. Oh ya, dimana yang mulia Raja?" tanya Arrabella
" Itu ... yang mulia Raja.." Grace terlihat ragu
" katakan saja Grace ! tidak apa apa "
" Baginda Raja sudah kembali bersama nona Sylvia ke kerajaan Clariness " jawab Grace
" APA??! dan kau baru memberitahu ku sekarang?" tanya Arrabella terkejut dan kesal
Tidak bisa, aku tidak bisa membiarkan Sylvia berduaan dengan Aiden. Dia pasti akan membawa pengaruh lebih besar lagi pada Aiden. Aku harus menyusul mereka
Wanita itu berlari dengan cepat keluar dari istana Monique. Raut wajah yang cemas, dan panik terlihat jelas. Bahkan Arrabella berpamitan pada kakak nya dengan buru-buru.
Arrabella menunggang kuda sendirian dan melaju dengan cepat. Felix, Peter, dan beberapa kstaria menyusulnya.
Klotak
Klotak
Semoga saja Aiden belum jauh dari sini
Wajah Arrabella terlihat lega saat melihat kereta Aiden ada di depannya. Wanita itu tidak sadar kalau Sylvia yang ada di dalam kereta bersama Aiden, melihatnya dengan tajam.
Tinggal beberapa langkah lagi, tiba-tiba saja kuda yang ia tunggangi mengamuk dan membuat Arrabella oleng. Lorenzo yang ada dibarisan belakang kereta Raja, dengan sigap turun dari kudanya dan melompat ke arah Arrabella.
KYAAA !!
" Yang mulia Ratu !!" teriak Felix, Peter dan beberapa kstaria yang ada disana.
BUKK
Lorenzo memeluk Arrabella untuk melindungi wanita itu dari benturan keras ke tanah. Lorenzo terluka di bagian tangan, sementara itu Arrabella yang ada di pelukan nya jatuh pingsan.
Semua orang yang ada disana panik saat melihat Arrabella jatuh pingsan dan berhamburan menghampiri nya.
" Yang mulia Ratu !!" Felix panik
" Yang mulia Ratu, bangunlah.. apa kau baik-baik saja?" tanya Peter panik sambil memegang tubuh Arrabella.
Abel, kau harus baik-baik saja
Aiden yang ada di dalam kereta juga mendengar keributan diluar. Ia meminta agar kereta nya di hentikan. Sylvia berusaha keras menahan Aiden agar tidak keluar dari kereta, tapi mungkin karena Aiden dan Arrabella masih ada ikatan hati, meskipun ia sedang dalam pengaruh sihir. Dalam hatinya, ia peduli pada Arrabella.
KLAK
Aiden melihat Arrabella yang jatuh pingsan itu sedang digendong oleh Peter. Raja Clariness itu menghampiri mereka dan menawarkan dirinya untuk menggendong Arrabella. Seakan sudah hilang perasaan nya, dan kecewa pada adik iparnya itu, Peter bersikap ketus dan dingin pada Aiden, tidak peduli mau pria itu Raja atau bukan. Karena ia sudah menyakiti adiknya, ia tak pantas untuk menyentuh adiknya.
" daripada memperhatikan adik saya, lebih baik anda perhatikan saja wanita yang sedang menunggu anda di dalam kereta itu " kata Peter sinis
Apakah selama ini kau selalu menderita karena mereka berdua? Abel..
Kata-kata sinis dari Peter, membuat Aiden sangat terganggu. Hatinya mulai terusik.
Kenapa ini? kenapa hatiku sakit melihat Ratu terluka?
🍂🍂🍂
Di tempat lain, seorang wanita keluar dari sebuah gua yang ada di bawah gunung. Ia melangkah keluar dari gua itu dan melihat salju yang turun. Wanita itu memakai tudung berwarna putih.
" Sudah waktunya sihir hitam itu lenyap, tunggulah aku sebentar lagi Ratu Arrabella "
...---***---...
__ADS_1
Bab selanjutnya : Kembalinya sang saint