Arrabella Twice Lives

Arrabella Twice Lives
Bab 34 Kembali ke Clarines


__ADS_3

Setelah Arabella melihat masa kecil nya dan Aiden, ia merasa bersalah pada Aiden tidak mengenalinya lebih dulu karena ingatan masa kecilnya terhapus.


Kali ini ia melihat masa lalu nya saat menjadi kandidat putri mahkota, dengan Claire dan Eugene yang tidak ingin ia lihat ataupun ia ingat.


Namun, ia menemukan sesuatu yang tidak pernah ia lihat sebelumnya di masa lalu sebelum ia di eksekusi itu.


Arabella sedih melihat Eugene dan Claire yang terlihat mesra menaiki perahu di danau berdua.


" Kenapa bukan aku yang ada disana? padahal aku sudah melakukan banyak hal untukmu putra mahkota.. " kata Arabella sambil menatap sedih ke arah Eugene dan Claire


Claire tersenyum meremehkan saat melihat gadis itu bersedih. Ia merasa puas bisa melihat Arabella bersedih dan menderita terlebih lagi Eugene tidak peduli pada Arabella sama sekali.


" Aku sungguh tidak ingin melihat ini ! kenapa nyonya itu menunjukkan ku tentang ini ? aku yang dulu sangat menyedihkan, aku yang dulu adalah budak cinta ! " batin Arabella kesal melihat dirinya sendiri menderita


Diam-diam seorang pria misterius memperhatikan Arabella dari belakang dan menatapnya dengan tatapan sedih. Bayangan Arabella melihatnya dan ia kaget saat melihat pria itu adalah Aiden.


" Pangeran Aiden ? jadi, sejak dulu kau selalu melihatku seperti itu? kau selalu menungguku.. tapi aku malah melupakan janji kita, aku malah buta karena cinta pada Eugene yang sama sekali tidak pernah melihatku..lalu kenapa kau tidak menemuiku pangeran Aiden.. aku tidak tau bahwa anak kecil itu adalah dirimu.. " kata Arabella sambil menangis dan menghampiri Aiden yang melihatnya dengan penuh harapan


Semua pertanyaan yang membuatnya penasaran selama ini akhirnya terjawab. Hadiah yang diberikan wanita itu, benar-benar berharga untuknya. Siapa yang memberikan nya kalung kristal itu? siapa orang yang selalu mencintai nya dengan tulus ? dan kenapa Aiden bisa tau tentang reinkarnasi nya? telah terjawab semua dengan melihat masa lalu nya yang tak pernah ia tau.


" Tidak ada yang lebih berharga dari ingatan masa lalu ini, Pangeran Aiden.. ternyata kita memiliki takdir yang seperti ini.. bagaimana bisa aku melupakan mu.. " Arabella terlihat senang dan memegang kalung kristal nya sambil menangis terharu


Setelah itu Arabella kembali bertemu dengan wanita yang membawanya ke masa lalu itu.


" Bagaimana hadiah dariku?" tanya Wanita itu


" Aku sangat menyukainya.. terimakasih banyak. Aku jadi tau banyak hal yang tidak ku tau sebelum nya.. " kata Arabella


" Syukurlah, sekarang kau bisa kembali " kata wanita misterius itu


" Kembali? kemana? jika aku disini bukankah artinya kalau aku sudah mati?" tanya Arabella tak mengerti


" Aiden masih membutuhkan mu, kau harus kembali " jawab Wanita itu


" Sebenarnya nyonya ada hubungan apa dengan Aiden ?" tanya Arabella tak paham


" Nama ku adalah Canaria, dan aku adalah ibunya " jawab Canaria


" Apa? jadi anda ibu yang mulia Pangeran Aiden?" tanya Arabella tercengang


" Tolong jaga putraku baik-baik ya, katakan padanya bahwa ibu nya akan selalu melihatnya dari atas ini, katakan juga bahwa dia tidak sendirian " Canaria tersenyum melihat Arabella


" nyonya.. " Arabella bingung


" kembalilah !" seru Canaria sambil melambaikan tangannya pada Arabella


Perlahan gadis itu semakin menjauh dari sosok Canaria.


***


Sementara itu di Istana Vanders, semua orang terkejut melihat Arabella tak sadarkan diri. Ethan dan Peter menghampiri adik bungsu mereka. Aiden dan Eugene juga terlihat panik.


Raja Dominic hanya berdiri mematung seperti syok dengan apa yang telah ia lakukan pada Arabella. Ashton dan Felix yang berdiri tak jauh dari


" Abel.. Abel.. !! Abel bangunlah !" seru Ethan panik mengguncang guncang kan tubuh Adiknya itu dengan panik


Peter memeriksa denyut nadi Arabella, dan terlihat wajahnya syok.


" Kakak, denyut nadi Abel tidak ada.. dia juga tidak bernapas !" seru Peter panik


" tidak.. dia tidak apa-apa ..kau pasti salah ! " kata Ethan sambil menangis melihat Arabella tak sadarkan diri di pangkuannya.


Aiden, Eugene, Ashton, Felix, Cane dan Raja Dominic kaget mendengar nya dan mereka mulai meneteskan air mata.


" Kakak ! Abel tidak bernapas.. dia.." Peter menangis sambil menggenggam tangan Arabella.


" Aku membunuhnya! aku membunuhnya ! TIDAK !" Dominic menangis dan histeris


" Yang mulia !" seru Cane sedih


" Kau tidak pantas hidup lagi !" seru Aiden


Seluruh tubuh Aiden mengeluarkan cahaya biru, dan bola mata nya pun berubah menjadi warna biru. Raut wajahnya menakutkan dan terlihat kemarahan dari dalam dirinya. Ia mengangkat pedangnya dan menyerang Dominic. Raja itu diam saja dan tak melawan saat Aiden menyerangnya.


" Kenapa kau tidak melawan? ayo serang aku seperti tadi ! bukankah kau mau membunuhku tadi?" tanya Aiden menantang


" Silahkan kau bunuh saja aku " kata Dominic pasrah


" Apa? " tanya Aiden heran


" Bunuh saja aku " jawab Dominic menangis sedih


Aiden terpana mendengar kata-kata Dominic.


" Aku sudah membunuh orang yang aku cintai, untuk apa lagi aku hidup. " kata Dominic sedih


" Bagus kalau kau tau !!" teriak Aiden sambil mengarahkan pedangnya ke perut Dominic.


" Hentikan ! pangeran Aiden, jangan lakukan itu ! " teriak Arabella yang sudah sadar


Aiden menghentikan pergerakan nya, dan ia melihat Arabella yang sudah siuman. Ia terlihat senang dan kaget. Begitu pula Dominic dan yang lainnya.


" Yang mulia raja Dominic saya ingin berbicara dengan anda berdua ! " ujar Arabella tegas


" aku harus memperjelas semuanya, agar semua ini cepat berakhir " batin Arabella penuh keyakinan


Ethan dan Peter yang masih kelihatan marah dengan Dominic, tidak mengizinkan Arabella berbicara dengan Dominic. Namun, atas bujukan Aiden dan Eugene, akhirnya Arabella diizinkan bicara berdua dengan Dominic.


Di salah satu kamar di kastil itu, mereka berbicara. Arabella duduk di ranjang dan melihat Dominic diam saja.


" Kenapa diam saja? dia terlihat syok, apa ini perasaan ku saja ? Dia terlihat seperti habis menangis?" tanya Arabella dalam hatinya


" Apa yang mulia raja baik-baik saja? " tanya Arabella cemas


Dominic memeluk Arabella dengan lembut, Arabella senang karena Dominic sudah kembali seperti sedia kala.


" Aku minta maaf .. aku sungguh minta maaf, aku tidak berniat melukai mu " kata Dominic menyesal


" Tidak apa-apa, lagipula aku sekarang baik-baik saja. " jawab Arabella


" Aku merasa jantungku berhenti saat aku melihat mu tidak sadarkan diri " kata Dominic sedih


" Yang mulia raja, aku tau perasaan mu. Tapi, kau juga harus tau kalau ada beberapa hal yang tidak bisa di paksa kan dan tidak bisa kita milikki. Aku menghargai perasaan cinta mu padaku, tapi aku tidak memiliki perasaan yang sama denganmu. Yang mulia raja, maafkan aku " kata Arabella merasa bersalah


" Ya, yang aku katakan ini sudah benar. Semoga saja dia mau mengerti dan melepaskan ku " batin Arabella berharap


Raja itu menunduk di hadapan Arabella dan menggenggam tangan kecil gadis itu dengan lembut. Arabella melihatnya dan keheranan.


" Iya aku mengerti, aku tidak akan memaksa mu lagi untuk tinggal disisi ku meskipun aku sangat menginginkannya. Terimakasih kau sudah menyadarkan ku Arabella.. " kata Dominic lembut


" Aku tidak bermimpi kan? dia bersikap lembut sekarang?" batin Arabella heran


" Yang mulia raja.. " Arabella tak bisa berkata kata karena terlalu bingung


" Aku tidak bisa memaksa mu dan menjadi kan nyawa mu sebagai taruhannya dan membahayakanmu seperti tadi. Ini adalah perasaan ku sendiri, aku sadar aku mencintaimu, tapi aku tidak boleh egois jika kau memang tidak ingin bersama ku untuk sekarang. Mungkin saja, kelak aku akan mendapatkan hati mu dan dengan sendirinya kau akan bersamaku tanpa aku memaksamu." batin Dominic serius


" Aku tidak akan memaksa mu untuk berada disisi ku lagi, bagiku keselamatan mu lebih penting dari pada perasaan ku. Aku tidak ingin kalau kau berada disisi ku, kau akan terluka atau aku akan melukai mu. Tapi, bolehkah aku meminta satu hal dari mu?" tanya Dominic sambil menatap gadis itu dengan tatapan hangat


" Apa itu? " tanya Arabella


" Izinkan aku menjadi teman mu dan jangan hentikan aku untuk mengejar mu! " jawab Dominic tegas


" Eh ? apa ?" tanya Arabella kaget


" Jadilah teman ku dan jangan hentikan aku untuk mengejar mu " jawab Dominic


Arabella terpana mendengar permintaan Dominic, sebenarnya ia tidak ingin pria manapun mengejar nya lagi dengan kata lain memberi kesempatan pada pria lain. Karena ia sudah yakin bahwa ia hanya mencintai Aiden, dan ia sudah memilih Aiden sepenuh hati nya.


" Aku tidak menolak sih jika dia ingin berteman dengan ku, tapi untuk memberinya kesempatan mendekatiku? apa harus ku tolak? Namun, jika aku menolaknya dia mungkin akan menggila lagi atau melakukan hal gila lainnya. Dia sudah bersikap lebih baik sekarang.. " batin Arabella bingung


" baiklah, mari kita berteman dan aku akan izinkan kau mengejar ku.. Berusaha lah lebih keras !" seru Arabella sambil tersenyum

__ADS_1


" Terimakasih, itu sudah cukup untukku. Tapi, apakah kau memaafkan ku?" tanya Dominic


Arabella mengangguk dan tersenyum, Dominic juga tersenyum senang. Raja itu menggunakan sihir pengobatan nya untuk mengobati luka di tubuh Arabella.


" Terimakasih raja Psikopat hehe, maaf aku tidak akan memanggilmu begitu lagi.. " kata Arabella menyesal


" Kau boleh memanggilku sepuas hati mu " kata Dominic


" Itu tidak sopan " kata Arabella sambil tersenyum


" Yang mulia raja, bisakah kau mengabulkan permintaan ku?" tanya Arabella penuh harapan


" Apa itu? akan aku kabulkan.." jawab Dominic


" Anggap saja permintaan maaf ku padamu " batin Dominic tulus


" Kali ini kau tidak boleh mengingkari janjimu. Kau harus berbuat baik pada orang lain, dan jangan membunuh, menyakiti orang tanpa alasan. Kalau bisa kau tidak boleh melakukan itu " kata Arabella sambil membelai pipi Dominic dengan lembut untuk membujuknya


" Kau bisa percaya padaku, aku akan menjadi orang yang lebih baik. Aku akan berubah, kau bisa pegang janjiku " kata Dominic serius


" Iya, aku percaya. Tapi, jika kau mengingkari janji mu aku tidak akan memaafkan mu " kata Arabella tegas


Setelah perbincangan mereka selesai, Dominic meminta maaf kepada semua orang Clarines, terutama kedua kakak Arabella karena sudah membuat mereka kesulitan. Semua orang terkejut karena sifat Dominic sedikit berubah setelah berbicara dengan Arabella.


Dominic menyuruh Cane dan beberapa pelayan disana menyiapkan kamar untuk orang-orang Clarines dan untuk melayani mereka dengan baik.


" Apa yang kau bicarakan pada raja tiran itu? sehingga dia bisa berubah dengan cepat?" tanya Peter penasaran


" Bukan hal penting kok, yang penting kan dia sudah mulai berubah. Itu hal yang baik " jawab Arabella senang


" Tapi, apa kau baik-baik saja?" tanya Ethan


" Iya kakak, Raja Dominic sudah menyembuhkan ku dengan sihir nya. Sekarang,aku sudah baik-baik saja " jawab Arabella menenangkan


" Syukurlah, kami takut sekali tadi. Apalagi saat kau tidak bernapas " kata Peter


" Kalian jangan khawatir ,aku baik-baik saja kan sekarang " Arabella memeluk Peter dan Ethan dengan bahagia


" Maafkan aku ya karena membuat kalian cemas .." ucap gadis itu lembut


Peter dan Ethan tersenyum dan memeluk Arabella dengan perasaan bahagia. Tak jauh dari sana Aiden, Eugene dan Ashton juga terlihat lega dan bahagia melihat gadis yang mereka sukai itu bahagia dan keadaan nya baik-baik saja.


Malam itu di istana Vanders, semua berkumpul di ruang makan untuk makan bersama.


" Semoga kalian menikmati makanan khas negeri Vanders ini " kata Dominic ramah


" Aku tidak terbiasa dengan sikap nya yang ramah sekarang, ini aneh " batin Demian merasa heran


" Tadi siang dia terlihat seperti iblis, sekarang dia terlihat seperti malaikat. " batin Ashton heran


" Apa sebenarnya yang dikatakan nona Arabella pada yang mulia? sehingga yang mulia raja sikapnya bisa berubah tiba-tiba " batin Cane berfikir


" syukurlah, dia mengingat janji nya itu. " batin Arabella lega


Arabella tersenyum senang melihat Dominic, begitu pula dengan sang Raja ia membalas senyuman gadis itu dengan hangat.


Tanpa mereka sadari, beberapa pasang mata disana terlihat tidak senang dengan kedekatan Dominic dan Arabella.


" Kenapa Arabella harus tersenyum seperti itu pada nya?" batin Eugene jengkel


" Apa saingan ku bertambah lagi? sial " batin Aiden kesal


" Aku sungguh tidak suka, kalau Abel memiliki hubungan dengan raja iblis ini. Aku tidak setuju, Abel harus mendapatkan pria yang lebih baik dan orang yang waras " batin Peter tak senang


Dominic merasakan kalau para pria dari Clarines itu melihatnya dengan tatapan tidak suka. Ia mengerti alasannya, karena sebelumnya ia membuat para pria itu marah karena telah menculik Arabella.


" Kapten Ethan, tuan muda Peter apa kalian tidak suka makanannya ? kalau tidak suka, aku bisa mengganti makanan nya dengan yang kalian inginkan?" tanya Dominic ramah


" Yang mulia, seperti nya dia sangat Berusaha sekali untuk mengambil hati kakak kakak nona Arabella, semangat yang mulia " batin Cane senang


" Tidak, kami suka kok " jawab Peter sinis


Aiden, Ashton dan Eugene diam-diam merasa puas hati karena Dominic mendapatkan sikap sinis dan cuek dari Peter dan Ethan. Sementara Cane dan Wen tidak senang karena Raja mereka di ejek oleh orang-orang Clarines.


***


Arabella ingin sekali berbicara dengan Aiden, tapi situasi nya tidak memungkinkan untuk ia berbicara berdua dengan Aiden. Ia ingin segera menyampaikan pesan Canaria, dan juga ingin mengatakan tentang konspirasi ratu dan Count Oscar. Tapi, ia berfikir lagi bahwa ini bukan waktu yang tepat, terlebih lagi mereka sedang berada di Vanders.


Disisi lain, Aiden juga memikirkan hal yang sama dengan Arabella. Ia memiliki banyak hal yang ingin ia katakan pada gadis itu, terutama tentang perasaan dan hati nya. Namun, ia mengurungkan niat nya karena merasa ini bukan waktu yang tepat.


Eugene melihat Aiden sedang sendirian di balkon kamarnya, sedangkan Eugene ada di balkon sebelah kamarnya.


" Kakak belum tidur?" tanya Eugene


" Iya, aku belum tidur yang mulia " jawab Aiden


" Kakak, apa kau menyukai Arabella?" tanya Eugene tajam


" Kenapa kau menanyakan ini?" tanya Aiden heran


" Jawab saja dengan jujur , karena aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi untuk bertanya padamu " kata Eugene tak nyaman


" Aku harus memastikan kau benar-benar saingan ku atau bukan, karena hatiku benar-benar tidak tenang " batin Eugene


" Kenapa kau menanyakan hal yang sudah jelas? atau apakah perasaan ku masih belum jelas ? " tanya Aiden sambil menatap tajam Eugene


" Katakan saja! suka atau tidak !" seru Eugene kesal


" Ya. Aku mencintai nya !" jawab Aiden tegas


Eugene terpana mendengar nya.


" Dia benar-benar mengakuinya? padahal aku berharap dia tidak mengakuinya, kenapa aku sangat kesal?" batin Eugene kesal


" sudah puas dengan jawaban ku?" tanya Aiden ketus


" Kauu jangan lupa, kalau Arabella masih menjadi calon kandidat putri mahkota " kata Eugene tegas


" sekarang dia memanggilku (kau)? apa aku benar-benar sudah menjadi musuh nya?" batin Aiden heran


" Aku tau, tapi dia bukan putri mahkota kan..Dia juga bukan milikmu. Kesempatan terbuka bagi siapa saja " kata Aiden cuek


" Dan aku yakin di kehidupan kali ini, kau tidak akan bisa mendapatkan hati nya " batin Aiden penuh keyakinan


" Dia akan segera menjadi putri mahkota, sebaiknya kau menjaga batasan mu "kata Eugene yakin


" Kau terdengar yakin sekali ya ? tapi aku rasa dia pernah bilang kalau dia tidak mau menjadi putri mahkota, sebaik nya kau jangan terlalu percaya diri " kata Aiden dingin


" Karena aku tidak akan membiarkan itu terjadi di kehidupan kali ini, aku tidak mau dia menderita di dekat mu dan nona Claire " batin Aiden


" kau lihat saja nanti, Arabella akan menjadi putri mahkota atau tidak. Yang jelas dia itu menyukaiku " kata Eugene yakin


" Haa.. aku tidak tau kau senarsis ini. Kalau begitu biarkan dia yang memilih " kata Aiden mengejek


" Dia menyukai ku dari kecil, dan tidak mungkin perasaannya akan berubah secepat itu. Aku yakin dia akan memilih ku !" ujar Eugene kesal


" Hey, putra mahkota apa kau menyukai nya? apa kau mengatakan ini karena kau juga menyukainya?" tanya Aiden penasaran


" Aku.. benar, seperti nya aku menyukainya "jawab Eugene


" Kau tidak terdengar yakin, yang mulia. " kata Aiden ragu


" Aku menyukainya !" seru Eugene tegas


" Kalau begitu kita saingan cinta sekarang " ucap Aiden sambil tersenyum sinis


" Iya, kita saingan cinta " kata Eugene setuju


Eugene dan Aiden saling melihat tidak suka dan mulai menunjukkan secara terang-terangan kalau mereka adalah rival.


Keesokan harinya, Arabella dan orang-orang dari kerajaan Clarines berpamitan pada Raja Dominic dan orang-orang di kastil Vanders.

__ADS_1


" Nona, kami akan merindukan nona .." kata Wen sedih


" Tenang saja Wen, kau bisa mengunjungi ku kapan kapan di Clarines. Dan jika ada waktu, aku pasti akan mengunjungi mu " kata Arabella ceria


" Nona, terimakasih nona sudah membuat yang mulia raja banyak berubah selama ini. Sebenarnya saya berharap nona bisa tinggal lebih lama disini .." kata Cane sedih


" Aku merasa terhormat Cane, tapi aku punya rumah sendiri dan aku harus kembali. Jika kau ada waktu, berkunjung lah ke rumah ku di Clarines " kata Arabella


" Jadi kau benar-benar harus pergi ya?" tanya Dominic sedih


" Iya, ini sudah waktunya " jawab Arabella


" Sebenarnya aku tidak ingin dia pergi, tapi ini adalah salah satu cara ku untuk mendapatkan hati nya. Seperti kata Cane, aku harus pelan-pelan dan bersabar, jika aku posesif dan mengekang nya, yang ada dia malah akan semakin menjauh dariku dan membenciku. Aku tidak bisa melakukan itu.. " batin Dominic


" Baiklah, tapi kau harus ingat apa yang sudah kita bicara kan kemarin " kata Dominic


" Iya, tentu saja. Aku ingat dengan janjiku" kata Arabella sambil tersenyum


" Gawat, aku belum mengatakan ini pada kak Ethan dan kak Peter. Ya sudahlah biarkan saja " batin Arabella resah


" Apa maksud perkataan si raja tiran ini?" batin Ethan kesal


" apa yang mereka bicarakan sebelumnya?" batin Peter penasaran


Dominic menunduk di depan gadis itu dan mencium tangan Arabella, dan itu membuat semua pria Clarines merasa panas karena terbakar cemburu.


" A..apa yang, yang mulia lakukan?" tanya Arabella terkejut


" Ciuman di tangan ini adalah salah satu tanda bahwa kita akan bertemu lagi. Aku akan mengunjungi mu di Clarines " kata Dominic lembut


" Kenapa raja tiran ini bisa bersikap lembut seperti ini ? bagaimana jika Abel terpikat olehnya ?" batin Ashton kesal


" Berani nya dia mencium tangan putri mahkota ku ? cari mati !' batin Eugene jengkel


" Wajah si raja tiran ini tidak buruk juga, apalagi kalau dia tersenyum. Apakah Naomi ku akan tergoda oleh ketampanan nya? tidak.. Naomi ku tidak akan begitu " batin Aiden kesal


" kenapa aku merasa kan hawa dingin di belakang punggungku ?" batin Arabella merasa merinding


" Rupanya saingan ku bukan hanya satu, aku harus berusaha lebih keras " batin Dominic sambil melihat ke arah pria-pria di depannya yang terlihat kesal pada nya.


Aiden, Eugene, Arabella dan semua kstaria dari Clarines pun pergi dalam perjalanan kembali ke Clarines. Cane ditugaskan untuk mengawal perjalanan Arabella ke Clarines. Arabella sangat senang karena ia bisa kembali ke Clarines, ia sangat merindukan ayahnya dan ingin segera memeluknya.


Di dalam kereta, Arabella duduk bersama kesua kakak nya.


" Abel, tenang saja. Kita akan segera kembali ke rumah. " kata Peter


" Benar, ayah sudah menunggu kita " kata Ethan


" Iya kak, aku sangat merindukan ayah dan rumah. Aku rindu Daisy dan juga Layla, aku rindu makan pia bakery " kata Arabella semangat


" Aku juga rindu ingin segera mengerjai si Claire, terakhir kali dia membuat ku marah. Aku akan membalas nya" batin Arabella


" Oh ya, kau harus berterimakasih kepada pangeran dan putra mahkota, juga yang mulia raja " kata Ethan


" Benar, yang mulia putra mahkota dan raja bahkan sampai ingin menyerahkan Clarines hanya untuk membebaskan dirimu. Ya, walaupun para bangsawan itu akhirnya tidak setuju. Namun, mereka berusaha sangat keras untuk menyelamatkan mu. Kita sampai pergi ke hutan terlarang di Londo " kata Peter menerangkan


" apa? kenapa kalian sampai ke Londo? memangnya ada apa?" tanya Arabella kaget


Peter menceritakan semua yang terjadi di Londo, dan tentang pertemuan mereka dengan wanita aneh yang bernama Lucy yang meminjam kan kekuatan sihir nya pada Eugene dan Aiden untuk mengalahkan Dominic.


" Meskipun mereka sudah tahu itu berbahaya, tapi tetap mereka lakukan untukmu " kata Ethan


" Aku rasa perasaan putra mahkota dan pangeran Aiden, tidak sederhana. " kata Peter


" Kami rasa mereka berdua menyukaimu " kata Ethan yakin


" Aku jadi bingung, Abel nanti dengan siapa? yang jelas kami tidak memberimu restu bersama si raja tiran itu ya !" kata Peter tegas


" Aku juga sependapat dengan Peter, jodoh mu harus lah orang yang lulus tes dari kami. Yang pasti nya orang yang waras " kata Ethan cuek


" Menyukaiku? kenapa sekarang aku menjadi tidak yakin? Kalau aku sih yakin, Eugene tidak mungkin menyukaiku, lagipula di masa lalu dia juga menyukai Claire, sedangkan Aku menyukai pangeran Aiden, tapi kenapa aku menjadi tidak percaya diri apakah dia menyukai ku juga atau tidak? tadinya aku berniat untuk menyatakan perasaan ku lebih dulu, tapi kan harus nya dia yang mengatakan lebih dulu. Ya, aku sebagai perempuan hanya harus menunggu " batin Arabella berfikir panjang


" Kalian tidak usah memikirkan itu. Daripada kalian memikirkan jodoh ku, lebih baik kalian pikirkan jodoh kalian sendiri " kata Arabella mengalihkan pembicaraan


" Harusnya kak Ethan dulu yang kau tanyai begitu,jangan bawa bawa aku " kata Peter santai


" Usia kalian hanya beda satu tahun, sebentar lagi kak Ethan akan berusia 20 tahun, kakak harus memikirkan tentang pernikahan bukan. Kak Peter juga, kau sudah lulus dari Akademi dan tahun ini usia mu 19 tahun, kau juga harus sudah memikirkan tentang pertunangan untuk masa depanmu!" terang Arabella menasehati


" Kau ini sudah belajar menasehati orang ya " kata Ethan sebal


" Hehe.. apa yang aku katakan ini salah? ku rasa aku benar" kata Arabella santai


" Aku baru ingat, kalau di masa lalu kak Ethan kan menikah dengan putri Count Esdel tapi mereka bercerai karena putri Count Esdel berselingkuh dengan salah satu bawahan kak Ethan di istana. Apa aku cari saja jodoh untuk kakak ku ini ya? gadis yang baik untuk Kakakku yang tampan dan keren ini. " batin Arabella berfikir


" Kak Ethan, tipe perempuan idaman mu seperti apa?" tanya Arabella penasaran


" aku tidak mau jawab " jawab Ethan cuek


" Ayolah kak beritahu aku !" seru Arabella memaksa


" Berisik !" seru Ethan sebal


" Kakakku yang satu ini memang kaku soal perempuan, baiklah kalau begitu aku akan berinisiatif sendiri. Membuat kedua kakakku bahagia " batin Arabella


Malam itu mereka sampai di mansion Reese.


" Akhirnya aku sampai di rumah ku! senangnya !" seru Arabella girang


" Yang mulia putra mahkota, yang mulia pangeran terimakasih sudah banyak membantu kami, sampai mengantar kami segala " kata Ethan sopan


" Tidak masalah, ini sudah malam kalian cepat lah beristirahat " kata Eugene


" Tunggu dulu, saya berterimakasih pada pangeran dan putra mahkota karena kalian sudah melakukan banyak hal untuk saya. Saya pasti akan membalas kebaikan kalian " kata Arabella sopan


Aiden dan Eugene tersenyum mendengar nya. Mereka pun pergi kembali ke istana.


" Oh ya Cane, apa kau akan langsung pulang?" tanya Arabella


" iya nona, saya harus membereskan kastil yang hancur dengan segera " jawab Cane


" Baiklah, tapi ini sudah malam. Apakah kau akan menginap di suatu tempat?" tanya Arabella


" Tidak akan. Saya akan menggunakan sihir yang dipinjamkan yang mulia raja " jawab Cane


" Oh aku mengerti, sihir teleportasi itu " kata Arabella


" Terimakasih tuan Cane sudah mengantar kami " kata Peter


" tidak masalah kapten Ethan " kata Cane dengan senang hati


Cane menghilang menggunakan sihir teleportasi nya. Ethan, Peter dan Ashton terpana melihatnya.


" Kalian baru pertama kali melihat ini ya? aku sih sudah sering melihatnya menghilang seperti itu " kata Arabella


" Melihatnya secara langsung, benar-benar menakjubkan " kata Peter takjub


" Raja Dominic memiliki kekuatan sihir yang hebat, wajar saja " kata Ethan


" Hebat sekali " kata Ashton kagum


" Oh ya, kak Ashton terimakasih sudah membantu kak Ethan dan Kak Peter untuk menolong ku " kata Arabella


" Tidak apa Abel, aku melakukan nya untukmu " Ashton tersenyum


" Terus ngapain kau masih disini?" tanya Peter ketus


" Ya ya aku akan segera pulang, kau ini ketus sekali padaku ya ! Abel, beristirahat lah " Ashton mengelus-elus kepala Arabella dengan lembut


Peter dan Ethan melihat nya dengan curiga.


" Apa aku masih ada kesempatan untuk bersaing dengan pangeran Aiden, putra mahkota dan Raja Dominic ya ?" batin Ashton merasa putus asa

__ADS_1


__ADS_2