Arya, Sang Penakluk Naga

Arya, Sang Penakluk Naga
Plakat perintah


__ADS_3

"Bangunlah cucu ku! Sudah saatnya untukmu membuat perhitungan."


"Kalahkan dan hancurkan kesombongan Menggala dan antek anteknya."


"Eyang mau dalam tiga hari, mereka sudah dimusnahkan, agar duniamu kembali aman." Wangsa Baladewa memberikan ujaran, supaya Arya cepat bertindak.


Arya pun mendadak bangun, dan mencari keberadaan baladewa. Namun leluhurnya tidak bisa ditemukan.


"Aku ada di dalam jiwamu. Bisa dirasakan tapi tidak bisa dilihat."


"Aku akan datang disaat yang diperlukan.dan menghilang tanpa diminta."


"Oleh karena itu segeralah bertindak, dan jangan ditunda tunda lagi." ujarnya sambil memberikan plakat tipis kuning keemasan pada Arya, yang bisa mengambang di udara.


Arya segera bangun dan paham, serta menyudahi sikap Lotus nya. kemudian berkata." Sudah saatnya membuat perhitungan. agar dunia ini kembali aman." ujarnya.


"Jenderal Arga dan kau panglima Yang Cha! Cepat menghadap ku dan jangan ditunda tunda lagi!"


"Hari ini kita akan membuat perhitungan dan membalas dendam, atas apa yang telah dilakukan oleh satan atau samudera pada kita dan keluarga kita."


"Jika kita tidak bisa memusnahkan mereka hari ini atau esok. maka keamanan dunia tidak akan pernah bisa dipertahankan."


"Oleh karena itu aku perintahkan pada kalian. untuk memanggil semua jenderal dan panglima kerajaan, supaya menghadap ku untuk mendapatkan arahan."


"Jika mereka tidak bersedia,maka aku sendiri yang akan memaksa mereka!" ujar Arya sesaat setelah mendapatkan kepercayaan dari leluhurnya. Lalu menyerahkan plakat tipis yang barusan diberikan padanya pada kedua panglima tersebut.


"Siap laksanakan yang mulia!" jawab keduanya serempak. kemudian mengambil plakat tipis itu, dan sama sama menghilang untuk mendatangi tiap kerajaan guna menyampaikan perintah itu.


Sedangkan ucapan Arya yang keras dan tegas tersebut, berhasil mengguncangkan singgasana istana, hingga membuat Yun Wangsa, Maladewa bahkan kakek nya sendiri merasa ketakutan, karena yang terlihat dan terdengar oleh mereka bukanlah Arya, tapi wangsa Baladewa, raja sakti yang tak terkalahkan sepanjang zaman.Leluhur mereka semua.


Maka bergegaslah ketiga raja itu mengumpulkan panglima dan jenderal jenderalnya, untuk menunggu kedatangan utusan Arya, yaitu Yang Cha dan jenderal Arga.


Begitu mereka datang, langsung menyerahkan plakat perintah darurat pada raja raja mereka, untuk ikut bertarung memberantas kezaliman bangsa denawa, dibawah pimpinan pangeran Sura, Dasamuka, dan leluhur mereka, Ziangga.


Sebaliknya, saat melihat dan memegang plakat perintah itu. baik raja Maladewa, Yun Wangsa maupun raja Jayabaya langsung berlutut di lantai, karena itu adalah plakat yang tidak boleh sembarangan dilihat dan dipegang.


Ratusan orang jenderal dan panglima di masing masing kerajaan pun ikut ikutan berlutut, walau mereka tidak tahu untuk apa mereka melakukan itu. Tapi karena raja mereka berlutut duluan, maka mau tidak mau mereka harus berlutut juga.


Panglima Yang Cha juga Arga yang membawa plakat keemasan itu juga ketakutan, karena sedari awal mereka telah memegang plakat perintah itu secara sembarangan. Padahal raja mereka sendiri tidak berani melakukannya. Pantas saja energi mereka seperti tersedot keluar, dan setelah memperbaiki sikap, barulah energi mereka kembali seperti semula.

__ADS_1


"Panglima dan para jenderal ku!" begitulah kira kira reaksi pertama yang dikatakan oleh Yun Wangsa, Maladewa dan Jayabaya pada pengikutnya." Untuk kalian ketahui, plakat emas yang dibawa oleh kedua panglima itu bukanlah plakat sembarangan. Tapi plakat perintah apabila keadaan menjadi tidak terkendali!"


"Plakat Itu hanya bisa dikeluarkan jika pemiliknya menganggap dunia sedang dalam bahaya."


"Oleh karena itu segera bersiap siap, untuk menghadap pemilik plakat tersebut, yang kita ketahui adalah pangeran Arya, yang nama lengkapnya adalah Arya Kamandanu."


"Dialah orang yang dipercaya serta dipilih oleh leluhur kita, untuk memimpin kita semua dalam peperangan!"


"Tidak ada seorangpun yang boleh membantah perintahnya apalagi melawannya."


"Tiap perkataan adalah mutlak, dan kita harus melaksanakannya!" ujar ketiga raja tersebut yang kira kira sama dalam pengucapannya.


Maka begitu selesai mendengar ujaran raja mereka. Seluruh jenderal dan panglima yang berjumlah ribuan jika digabungkan itu mengangguk setuju, dan mengikuti langkah mereka, untuk menemui pemimpin tertingginya, yaitu Pangeran Arya.


Satu jam kemudian. Tiga raja dan enam ribu jenderal serta dua ribu lima ratus panglima, sudah berada di depan Arya, yang saat itu berubah bentuknya menjadi kaisar naga. Wujud asli wangsa Baladewa, setelah moksa ke alam yang lebih tinggi dari dunia.


Di penglihatan mereka. Wangsa Baladewa juga didampingi oleh jutaan senjata tingkat tinggi, yang auranya saja membuat tubuh mereka menggigil dan berkeringat dingin.


Selain senjata senjata itu. di belakangnya juga berdiri ribuan sosok kuat. Baik dari bangsa jin, manusia juga hewan. Mereka semua terlihat tenang tapi jangan dikira lemah.


"Selamat datang anak keturunan ku juga saudara saudara ku!. Hari ini aku ingin memperkenalkan penerus yang harus kalian hormati juga patuhi."


"Namanya Arya kamandanu.Putra dari pangeran Purbaya dan Dewi Kandita. Cucu dari raja Jayabaya dan Arum Sasmita. Cucu kandung keturunanku dan saudara kalian!"


"Semua perintahnya adalah perintah ku juga.Oleh karena itu dengarkan arahannya.setelah aku kembali ke dunia jiwa terdalamnya." ucap Baladewa saat memberi pengarahan pada mereka.


"Untuk kalian ketahui. Tingkatan level kekuatannya, sudah melebihi kita semua. Bahkan aku sendiri tidak ada apa apanya dengan dia!"


"Sekarang dia sudah berada di puncak penguasa alam semesta tingkat sembilan, dan sebentar lagi akan menduduki peringkat pertama di alam semesta ini."


"Ziangga musuh abadi ku saja tidak ada seujung kuku dengannya. Jadi ikutlah dengan dia. Karena dia adalah aku dan aku adalah dia."


"Jangan pernah membantahnya, karena perkataannya adalah mutlak."


"Kalau begitu aku pergi dulu, untuk mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan saat penyerangan. Selebihnya aku serahkan pada manusia pilihan ku ini untuk memberi instruksi pada kalian!" ujar Baladewa saat memberi instruksi pada anak keturunannya. Lalu menghilang, dan digantikan oleh Arya.


"Selamat datang saudara dan sesepuh semuanya! Hari ini kalian aku kumpulkan, untuk menerima perintah ku, saat menyerang kerajaan denawa, yang dipimpin oleh Dasamuka dan antek anteknya itu!"


"Mereka sebulan lalu telah menyerang Kintan juga negara Naga. Kerugian yang ditimbulkan oleh mereka sangat banyak."

__ADS_1


"Oleh karena itu aku instruksikan untuk membalas dendam,dengan menyerang negara mereka serta menguasainya!"


"Hari ini atau lusa, aku ingin mereka sudah musnah, agar dunia kita dan dunia manusia menjadi aman."


"Agar penyerangan jadi efektif. Bentuk formasi, dan kepung mereka dari delapan penjuru mata angin."


"Setelah selesai. Aku akan menambahkan segel penangkap jiwa. yang akan melingkupi seluruh wilayah kerajaan mereka, hingga Ziangga pun tidak akan berani melewatinya."


"Namun sebelum kita bergerak, aku instruksikan pada masing masing raja, untuk membuat kelompok cadangan, yang sewaktu waktu bisa muncul saat diperlukan, yang dipimpin pula oleh beberapa orang jenderal serta panglima pilih tanding. Agar saat mereka mengira kita kalah. maka pasukan itu muncul untuk menggempur mereka dari arah belakang."


"Selain itu. Aku instruksikan pada kalian, untuk memilih satu juta prajurit pilihan, yang akan siap siaga, dan bersembunyi di retakan ruang yang akan aku siapkan untuk kalian."


"Kapan waktunya untuk keluar aku akan memberi tanda pada semuanya"


"Dengan cara ini aku yakin, seluruh pasukan denawa akan mudah kita hancurkan."


"Untuk para panglima serta jenderal yang sudah berada di level awan pertengahan. Bergabung dengan jenderal yang sudah berada di level langit."


"Untuk para panglima yang sudah berada dilevel langit puncak, lindungi pasukan yang levelnya masih rendah."


"Untuk tiga raja yang sangat dihormati. Aku akan memberi kalian pil Kianshi bumi level perubahan atau level sepuluh. untuk menaikkan tingkatan kalian hingga ke puncak penguasa angkasa sempurna."


"Setelah itu giliran kalian pula untuk menaikkan tingkatan. agar saat penyerangan hari ini atau besok, kekuatan kalian tidak kalah dari kekuatan para jenderal serta panglima denawa.


"Untuk itu aku akan memberikan pada masing masing kalian, satu pil Kianshi bumi level tujuh dan delapan, serta beberapa orang Kianshi bumi level sembilan."


"Dengan demikian. Kalian tidak akan mudah dikalahkan."


"Sekarang angkatlah tangan kalian untuk menerima pil itu." Ucap Arya


Lalu dengan santai melambaikan tangannya ke udara, dan sebentar saja, satu buah pil yang dimaksud sudah berada di tangan mereka, termasuk pada ketiga raja itu.


"Hemm, wangi sekali. Aku belum pernah mencium wangi pil yang seperti ini. Benar benar luar biasa!" ucap beberapa orang yang sama pula bentuk dan ucapannya.


"Sekarang makanlah!. Duduk dilantai. Ambil posisi lotus, agar penyerapan pil nya sempurna!" ucap Arya.


Satu jam kemudian. Seluruh proses kenaikan level kekuatan sudah selesai dilakukan.


Raja Maladewa, Yun Wangsa dan raja Jayabaya, sudah sama sama berada di level penguasa angkasa puncak dan sempurna. Tapi butuh puluhan tahun bagi mereka, untuk bisa naik ke level penguasa langit awal. Kecuali kalau Arya turun tangan, seperti yang dilakukannya sendiri.

__ADS_1


Seluruh prajurit, jenderal serta panglima yang ada di tempat itu pun sudah naik level. Ada yang naik dua, tiga,atau empat tingkatan. Bahkan ada yang naik hingga enam tingkatan. yaitu belasan jenderal serta panglima, yang memang reiki dalam tubuh mereka banyak. Hingga ketika dirangsang oleh Kianshi bumi, pergerakan reiki mereka jadi teratur. dan dengan mudahnya membuka serta meningkatkan kekuatan mereka.


Maka jadinya mereka tertolong. Kekuatan mereka meningkat, termasuk raja raja mereka. Dan sekarang Arya sudah memiliki pasukan yang tidak akan mudah dikalahkan.


__ADS_2