Arya, Sang Penakluk Naga

Arya, Sang Penakluk Naga
Arya di Dunia Naga


__ADS_3

"Ada masalah apa? kelihatannya kalian serius banget?" Tanya Arya sesaat setelah bertemu dengan tamu tamunya itu, sembari memindai tubuh tubuh mereka.


"Tuan muda, tolonglah ketua kami!. Sekarang dia sedang sekarat, dan sudah divonis mati oleh dokter yang menanganinya." Jawab seorang ketua delegasi itu sambil menangkupkan kedua tangannya di dada.


"Memang dia kenapa dan sakit apa?" Tanya Arya seperti sudah melupakan pertanyaan pertama, yang tidak dijawab oleh ketua delegasi tersebut.


"Pendarahan otak kecil bagian belakang, akibat terbentur saat kami di serang." Jawab ketua delegasi itu berterus terang.


"Nama senior siapa, dan dimana orang yang harus aku selamatkan!" Tanya Arya lagi.


"Saya Clarencia, ketua delegasi yang membawahi orang orang ini. Yang sedang sakit itu adalah saudaraku."


"Ini Ganda, wakil saya, dan itu Romi sekretarisnya. Kami diutus oleh ketua agung kami untuk menemui anda, karena katanya anda mempunyai kemampuan tinggi dalam masalah pengobatan?"


"Untuk itu kami datang kemari untuk meminta pertolongan dari anda." Jawab Clarencia atau Claire apa adanya.


"Kalian dari negara mana saja?" Tanya Arya belum juga percaya.


"Negara Tunissa. Argen, dan Vania." Jawab Claire apa adanya.


"Lalu bagaimana aku bisa mengobati sakit ketua kalian kalau orangnya tidak ada?" Tanya Arya.


"Dengan ini!" Jawab Clarencia penuh tanda tanya. Sambil mengangkat tangannya, dan langsung mengarahkannya ke Arya.


Blush!


Bamm!


"Heh!" Reaksi Arya tidak menduga. Saat tubuhnya terseret masuk ke dunia lain, yang tidak pernah dilihatnya.


"Teleportasi ya?. Yakin kalian berasal dari tiga negara itu?" Tanya Arya sekedar memastikan saja.


"Ya, sangat yakin. Ayo ikut kami!" Jawab Clarencia sudah berubah sikapnya. Lalu menyuruh anak buahnya untuk menangkap Arya.


"Bukan seperti itu juga caranya nona?. Memang kalian pikir aku bisa termakan tipu daya kalian?"


"Kau bukan Dave tua dan kau bukan Clarencia. Sedangkan yang itu bukan juga. Kalian semua bukan manusia, tapi naga yang dikutuk menjadi siluman, yang menyamar sebagai manusia!" Reaksi Arya saat tubuhnya sudah berada ditempat lain.


"Bagaimana kau bisa tahu kami anak muda?, siapa kau sebenarnya?" Tanya Zhuga jelmaan Clarencia cukup penasaran.


"Itu masalah kecil buatku. Hanya dengan melihat saja aku sudah tahu. Tapi aku dan anak buah ku sengaja mendiamkannya saja, karena aku ingin tahu ada masalah apa antara kalian dengan aku, sehingga berani menipu ku?" Jawab Arya berterus terang. Sembari memberi kode kepada Arga dan anak buahnya untuk bersiap siap.


"Tuan muda kami sangat tertarik dengan tubuh yang anda miliki, sehingga menyuruh kami untuk mengundang anda untuk mempersembahkan diri padanya, dengan berpura pura meminta pertolongan." Jawab Zhuga berterus terang.


"Untuk apa?" Tanya Arya.


"Untuk diramu menjadi obat, agar bisa menjadi kuat, dan mampu menembus level bumi yang selalu diidamkannya?" Jawab Zhuga apa adanya.


"Kau pikir aku akan diam saja diperlakukan seperti ini. dan membiarkan tubuh ku sebagai bahan percobaan. Beraninya kalian?" Reaksi Arya mengagetkan mereka.


"Memangnya kau bisa apa disini ha?. Ini bukan dunia manusia, tapi dunia siluman. Sekali masuk tidak akan bisa keluar lagi!"Jawab Zhuga cukup berani.


"Apa kau yakin?" Tanya Arya.

__ADS_1


"Yakin sekali! Kau lihatlah ini!" Jawabnya. Kemudian menyuruh anak buahnya untuk menangkap Arya dengan berkata." Cepat tangkap dia, dan bawa ke hadapan pangeran Yun Cha!" Ujarnya.


Blush!


Boom!


Dhuar!


Baru saja mereka mau bergerak, ratusan anak buah Arya muncul di depannya. dan langsung melindungi tuannya.


Kemunculan mereka yang tiba tiba itu, tentu saja membuat Zhuga dan 40 anak buahnya menjadi terheran heran. Dari mana dan bagaimana mereka bisa muncul. Padahal rata rata anak buah Zhuga termasuk dirinya mempunyai mata tembus pandang. yang benda sekecil apapun bisa terlihat olehnya. Tapi terhadap Arga dan anak buahnya, mereka tidak berdaya.


Kejadian itu tentu saja membuat Zhuga menjadi tidak senang, dan tetap memerintahkan pada anak buahnya untuk menangkap Arya, walau ia dikawal oleh ratusan pengawalnya.


"Jangan pedulikan mereka!. Maju dan hadapi saja. Kita bangsa kuat dan tidak takut ancaman!" Teriak Zhuga, panglima bangsa siluman naga itu dengan lantangnya.


Serempak mereka maju menerjang Arya, dan ingin segera mendapatkannya. Tapi belum juga mereka sampai. tubuh besar mereka sudah beterbangan kemana mana. tanpa Arga dan anak buahnya turun tangan.


Melihat itu tentu saja membuat Zhuga keheranan. bagaimana anak buahnya bisa beterbangan seperti itu, padahal Arya tidak bergerak sama sekali. begitu juga dengan anak buahnya.


Tapi itulah kenyataannya, dan sekarang seluruh prajurit Zhuga sudah tidak ada, karena semuanya sudah dipindahkan ke tempat lain.


"Bagaimana? Apa pertarungan ini akan kita lanjutkan?" Tanya Arya sekedar memberikan efek jera pada Zhuga.


"Ka ka kau bukan manusia, tapi siluman!" Jawab Zhuga malah balik menuduh Arya.


"Sekarang kau baru sadar ternyata. Makanya jangan menggunakan ilmu murahan seperti itu. Kau pikir aku tidak tahu penyamaran kalian, dan apa yang kalian rencanakan padaku, ha?. Sudah terlambat untuk menyesalinya." Jawab Arya cukup mengejutkan. Kemudian memandang kearah anak buahnya sembari berkata. "Arga juga yang lain!. Tangkap laki laki yang menyamar menjadi wanita jadi jadian itu, dan paksa agar mau menunjukkan dimana markas mereka?" Ujarnya.


"Jangan berani macam macam!. Aku adalah panglima devisi lima pangeran Yun Cha. Jika kau berani menyakiti ku, maka tuan ku pangeran akan membuat perhitungan dengan kalian!" Reaksi Zhuga mencoba mengancam Arya.


Kalau Arya tidak bergegas menghalanginya, kemungkinan anak buahnya yang akan menjadi korban.


"Tuan ku pangeran Yun Cha, syukurlah kau datang!. Kalau tidak, aku pasti sudah mati, dan misi ini akan ketahuan." Ucap Zhuga Chan merasa senang.


"Apa urusan mu ingin menyakiti anak buahku?. Tak sadarkah kau bahwa itu bisa membuat ku marah?" Bukan membalas aduan anak buahnya, Yun Cha malah mencecar Arya dengan kata kata pedasnya.


"Jangan banyak bacot kamu!. Katakan apa tujuan mu ingin menculik tuan kunjungan kami?" Tanya Arga yang malah membalas kata kata Yun Cha itu, karena dia tidak senang pangerannya direndahkan seperti itu.


"Aku bukan berbicara pada mu. Minggir!"


Whus!


Bamm!


Dhuar!


"Huh!. Punya kebisaan juga kamu . Itu baru pemanasan. Coba terima yang ini..!"


Slash!


Boom!


Dhuar!

__ADS_1


"Argh!" Jerit kesakitan seseorang, saat pukulan yang ia lancarkan itu berbalik ke arahnya, hingga membuatnya muntah darah.


"Hebat juga kau bocah, mampu mengusir ajian terkuatku? Tapi jangan senang dulu? aku belum mengaku kalah! Lihat ini!"


Ngung! ngung! swush!


Slash!


Dhuuuar!


Tubuh Yun Cha mendadak membesar, diselimuti oleh kabut tebal, yang mengisyaratkan bahwa dia sekarang bukanlah Yun Cha yang tadi dikalahkan oleh Arya, tapi sudah berubah menjadi kuat, dengan tranformasinya menjadi seekor naga, walau belum begitu sempurna.


"Grouuuuh! "Teriaknya tiba tiba, dan langsung menyemburkan api berwarna merah jingga ke arah Arya beserta anak buahnya. Tapi Arya tidak terpengaruh sama sekali. Dia malah menunggu api itu datang, karena Arya ingin merasakan, bagaimana panasnya api yang berasal dari mulut naga yang sok kuat itu.


Begitu sampai, Arya menarik api tersebut, dan digulungnya menjadi satu, lalu dilemparkan kembali kearah pemiliknya.


"Sialan!, kuat juga manusia itu. Jika aku tidak menghindar, aku yakin tubuh ku akan hancur!" Rutuk nya dalam hati. Kemudian menghilang dari tempat itu, dan


muncul di tempat lain.


"Kenapa tidak kau terima hadiah ku itu pengecut?.Apa kau takut terbakar?" Ejek Arya pada lawannya.


"Huh!. Siapa juga yang bodoh. Aku tahu kekuatan ku belum seimbang denganmu, makanya aku menghindar."


"Tapi setelah aku menelan inti spiritual mu, juga anak buah mu itu, maka kekuatan ku akan meningkat serta bertambah kuat, Aku yakin setelah itu, tidak akan ada lagi lawan ku di dunia naga ini!" Jawab Yun Cha, yang berstatus sebagai pangeran ke lima itu cukup jumawa.


"Hahahaha!. Kau mau mengambil inti spiritual ku? Jangan mimpi!" Respon Arya geli sendiri. Kemudian merilis sebuah formasi, untuk mengurung tubuh naga Yun Cha agar tidak melarikan diri.


"Apa yang kau kakukan?. Beraninya kau?"Reaksi Yun Cha tidak senang. kemudian mengeluarkan jurus Andalannya, yaitu jurus tapak awan, untuk menghancurkan formasi bintang yang dibuat oleh Arya.


"Hancurlah!"


Boom!


"Lihat!. Bukankah itu ledakan yang berasal dari kekuatan pangeran Yun Cha. Apa yang terjadi?" Ujar seorang panglima angkatan perang pada bawahannya.


"Benar, itu memang sebuah ledakan. Tapi kenapa?" Jawab bawahannya keheranan.


"Ada apa panglima?. Apa yang kalian lihat?. Kenapa ada ledakan di puncak bukit itu? Apa yang terjadi?" Tanya pangeran mahkota pada panglimanya.


"Hamba tidak tahu yang mulia!. Mungkin telah terjadi pertarungan tingkat tinggi, antara pangeran ke lima dengan seseorang yang berilmu tinggi. buktinya ada ledakan yang ber aura tapak awan. Itu berarti pangeran kelima yang melakukannya." Jawab Yang Cha apa adanya.


"Cepat kerahkan sepasukan tentara ke sana, dan lihat apa yang terjadi? Aku tidak mau area makam leluhur terganggu karena itu!" Reaksi pangeran mahkota pada panglimanya.


"Baik yang mulia!" Jawab panglima Yang Cha patuh. Kemudian mengajak seribuan lebih prajurit tangguh, untuk memeriksa apa yang terjadi di bukit itu.


"Ada apa tadi anak ku, apakah ada musuh yang menyerang?" Tanya Raja Yun Wangsa pada putranya.


"Hormat dari ku yang mulia ayahanda!" Reaksi pangeran Yun Zuka pada ayahnya.


"Jelaskan pada ku, ada apa panglima Yang Cha mengerahkan prajurit sebanyak itu? Apakah ada yang menyerang makam leluhur kita?" Tanya Raja Yun Wangsa pada putranya.


"Ananda tidak tahu yang mulia? Mungkin ada sekelompok manusia yang mencoba menjarah tempat itu, tapi ketahuan oleh pangeran Yun Cha, maka terjadi pertempuran?" Jawab Yun Zuka apa adanya.

__ADS_1


"Aneh. Aku mencium aura leluhur kita di puncak bukit itu. Apakah ada sesuatu di sana?" Guman Yun Wangsa cukup lirih. tapi didengar oleh putranya.


"Aura leluhur?. Apa yang ayahanda bicarakan?. Aura leluhur apa?" Tanya Yun Zuka merasa penasaran.


__ADS_2