Arya, Sang Penakluk Naga

Arya, Sang Penakluk Naga
Tamu agung direndahkan


__ADS_3

"Amanda?. Dengan siapa kamu datang?. Kenapa tidak mengabari ayah?" Reaksi Satya keheranan.


"Tuh sama ibu." Jawab Manda atau Nanda berterus terang.


"Pulang dari luar negeri bukannya langsung pulang dan mengabari. Ini malah pergi ke acara bos ayah, bagaimana sih?" Ujar Seruni pada suaminya sedikit kurang senang.


"Sudah tidak sempat lagi ma. Begitu tiba di bandara, langsung di jemput kemari. Jadi tidak sempat pulang ke rumah." Jawab Satya berterus terang.


"Kan bisa mengabari, ini tidak?" Protes Seruni pura pura tidak senang kembali.


"Nantilah akan ayah ceritakan. Sekarang ayo cepat masuk!. Tuan Dave sudah menunggu kita di dalam."


"Arya, kami masuk dulu. nanti setelah bincang bincangnya selesai, susul kami ke dalam juga ya?" Ucap Satya pada Arya.


"Baik pak Satya. Silakan!" Jawab Arya cukup sopan.


"Lihat!, bukankah itu Amanda?. Tapi dengan siapa dia?.Gembel kah?" Ujar seseorang dengan nada meremehkan.


"Aku rasa bukan gembel, tapi pengemis sisa sisa makanan di jalan." Jawab temannya menguatkan.


"Govin! Apa yang kau katakan?. Dia teman ku bukan gem.." Protes Amanda tidak terima.


"Ahh sama saja!. Tiap aku ketemu dengan mu, selalu nya orang orang miskin yang kau bawa. Apa tidak ada orang lain selain dia ha?" Bantah Govinda tidak suka.


"Terserah aku mau berteman dengan siapa?. Mau sama gembel atau pengemis pun apa peduli mu?. Yang punya badan aku, ya suka suka akulah." Tegas Amanda menjelaskan


"Hahahaha. Tidak ku sangka, putri seorang konglomerat ibukota, berteman dengan gembel memalukan seperti itu?. Kalau teman teman mu pada tahu, tentu mereka akan mentertawakan mu Manda. Apakah kau tidak merasa malu?" Reaksi Govinda terus menghina Arya.


"Malu atau tidaknya, itu tergantung siapa yang aku bawa, toh tidak ada urusannya juga dengan mu?" Balas Amanda terus saja membela Arya.


"Kau sudah selesai bicara anak manja?. Sekarang giliran ku untuk memberi pengertian pada mu!" Ujar Arya datang menyela. dengan ekspresi kurang senang. Kemudian berjalan mendekati Govin untuk memberinya pelajaran.


"Halo semua!. Ternyata kalian diundang juga ya?" Ucap seorang gadis muda, mengagetkan Arya. dan langsung membuat langkahnya terhenti.


"Eh Manda?. Apakah itu engkau?"Ujar gadis itu lagi.


"Sejak kapan kau suka pesta Rit?. Bukankah kau paling anti kalau didalamnya ada orang orang tua?. Tapi kenapa hari ini kau antusias sekali ?" Jawab dan tanggapan Amanda cukup menggelitik telinga Rita.


"Suka suka akulah!. Yang penting aku bisa bertemu dengan idola orang orang tua berpenyakitan. Yang katanya jago pengobatan itu?. Siapa tahu dia bisa membantu ku mengobati bisul ku di dada ini." Jawab Rita cukup menggelikan.


"Ngaco kamu!. Mana ada bisul di dada?. Yang ada cuma itu!" Reaksi teman sesama gengnya itu genit, sambil mengerling ke arah Govinda.

__ADS_1


"Anak anak!. Kenapa masih di luar?. Ayo cepat masuk. orang tua kalian sedang menunggu di dalam." Tegur seorang penatua pada mereka.


"Paman Pama? Kebetulan kau sudah datang. Aku alergi jika masuk bersama dengan teman Amanda yang gembel itu. Jadi tolong usir dia, karena aku tidak mau selera makanku hilang, hanya gara gara gembel busuk itu!" Ujar Govinda merasa menang.


"Siapa yang kau katakan gembel ha?. Aku bukan gembel, tapi aku temennya pak..?" Protes Arya tidak sampai, karena sudah dipotong oleh Govinda.


"Ah sudahlah!. Sekarang kau boleh pergi, dan tidak diizinkan untuk masuk ke dalam." Ujarnya.


"Siapapun yang sudah diundang oleh tuan Dave. Dia berhak masuk, dengan menunjukkan surat undangannya."


"Tapi khusus untuk tuan muda Govin dan orang orangnya, langsung saja masuk, dan tidak perlu menunjukkan surat undangannya." Ujar orang yang bernama Pama itu terkesan merendahkan.


"Hehehe. Yang menang tetaplah aku. Kau itu hanya pecundang tau!" Reaksi Govinda merasa menang. Kemudian masuk ke dalam, beserta empat orang pengawal juga teman temannya itu. dengan ekspresi tetap meremehkan Arya.


"Tunjukkan surat undangan mu anak muda!. Aku tidak bisa mengizinkan mu masuk, kalau kau tidak bisa menunjukkan benda itu." Ucap Pama masih tetap menekan Arya.


"Paman Pama!. Apa yang kau lakukan?. Tidak tahukah kau bahwa dia ini adalah..?" Protes Amanda mencoba menjelaskan siapa Arya.


"Ah, aku tidak mau tahu!. Tugas ku adalah mengamankan acara, dan tidak akan mengizinkan orang tidak jelas masuk!"


"Jadi silakan nona Manda masuk duluan. biar bocah gembel ini aku yang urus." Bantah Pama tetap tidak percaya.


"Beraninya kau mengatai teman ku dengan sebutan gembel?. Jika kau tahu siapa dia, kau tidak akan berani mengangkat kepalamu ke arahnya?" Reaksi Amanda tidak suka.


"Arya, kau tunggu lah di sana. Aku akan mencari bantuan, guna menghukum orang-orang yang tidak tahu diri itu!" Batin Amanda dalam hati, kemudian bergegas memasuki ruangan, yang ada di hotel mewah tersebut.


"Mana master dewa?. Kenapa dia tidak masuk? Apakah ada masalah di luar?" Tanya Prana pada temannya.


"Aku juga tidak tahu. Baik kita tanyakan pada nona Manda, kemungkinan dia tahu di mana master kita?" Jawab Dewanta , master metafisika bawahan Prana.


"Maaf nona Manda!. Apakah master dewa tadi bersamamu?" Tanya Prana ingin tahu.


"Oh paman Prana. kebetulan aku sedang mencari bantuan, untuk menyampaikan berita ini pada paman Dave. karena Arya dihalangi orang untuk masuk, dan sekarang sedang menunggu di luar." Reaksi Amanda mendadak senang.


"Memangnya ada apa?.Apa yang terjadi pada master dewa?" Tanya Prana lagi.


"Paman pergilah keluar. nanti akan tahu sendiri apa yang terjadi pada master kalian?"Jawab Amanda tidak kuasa menjelaskan.


"Gawat!. Kalau tuan Dave tahu, bahwa orang yang paling ditunggu dalam pesta ini tidak datang, pasti dia akan marah besar." Reaksi Prana ketakutan.


"Cepat hubungi pak Satya!. katakan bahwa master Arya tidak bisa masuk karena tidak diizinkan." Ujarnya.

__ADS_1


"Apa kata mu?. Master dewa tidak diizinkan masuk, oleh siapa?" Tanya Satya tanpa mereka sadari kedatangannya.


"Pak Satya!" Reaksi Prana dan kawan kawannya itu merasa sungkan.


"Cepat katakan!. Ada apa dengan calon menantu ku itu?. Siapa yang menghalanginya?. Kenapa kau tinggalkan dia Manda?" Tegas Satya.


"Para penjaga pintu ayah. Mereka menyangka kalau kak Arya itu tidak diundang, bahkan mengatainya gembel. Ayah harus mencari keadilan untuk dia." Jawab Manda berterus terang.


"Kurang ajar!. Beraninya mereka?" Respon Satya jelas tidak senang. Kemudian berniat menghubungi Dave tua, tapi tidak jadi, karena dia sedang berbincang serius dengan beberapa orang kaya di sana. Tapi tak lama kemudian, dia berjalan menuju mimbar, yang ada di ruangan luas itu. dan berniat memperkenalkan seseorang.


"Saudara saudara sekalian! Kini tibalah saatnya aku kenalkan pada kalian, seorang tamu agung, dewa penyelamat ku, yang mempunyai kemampuan penyembuhan luar biasa!"


"Dia dijuluki master dewa. Ketua agung metafisika yang baru, membawahi ribuan master metafisika di negara ini. Dia adalah...?"


"Eh mana dia?. Kenapa aku tidak melihatnya?" Reaksi Dave tua tiba tiba tidak percaya. Sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan itu, tapi tidak menemukan orang yang dicarinya tersebut.


"Lapor ketua!. Orang yang sedang anda perkenalkan itu, sekarang sedang tertahan diluar, karena...?" Ujar Satya melaporkan.


"Kurang ajar!. Siapa yang berani berbuat itu. Cari mati dia!" Reaksi Dave tua tidak suka. Kemudian. bergegas turun, dan langsung menuju pintu masuk ruang pesta.


"Kenapa tuan Dave panik begitu?. Siapa orang yang ingin dia perkenalkan pada kita?. Apakah orang itu penting sekali?, hingga dia rela turun tangan sendiri?" Guman beberapa tamu penting dalam ruangan itu.


"Mungkin dia orang yang dikatakan nya tadi? Jadi kita tunggu saja perkembangannya." Jawab temannya menimpali.


"Ayah!. Siapa master dewa itu, apakah dia orang sakti?" Tanya Govinda pada ayahnya.


"Entahlah!. Ayah juga tidak tahu. Kita tunggu saja dia datang." Jawab ayahnya berterus terang.


"Pak Raga!. Apakah anda tahu kenapa bos kita tiba tiba panik begitu?. Apakah ada sesuatu yang terjadi pada keluarganya?" Tanya seseorang yang tidak tahu apa apa.


"Aku tidak tahu!. Mungkin tamu yang katanya agung dan sangat ditunggunya itu tertimpa masalah? Maka dia buru buru keluar dan menjemputnya ke sana?" Jawab Braga apa adanya.


"Humm! Ini cukup menarik! Ayo kita susul bos kita, siapa tahu kita bisa berbuat jasa untuknya?"


"Kau pergilah!. Aku sedang malas untuk keluar, dan bawaannya ingin santai saja." Jawab Raga atau Braga enggan mengabulkannya.


"Tu tu tuan Dave?. Bu bu bukankah anda sedang...?"


Plak!


"Beraninya kau menghalangi tamu agung ku untuk masuk. Tak tahukah kau siapa dia, ha?" Reaksi Dave tua emosi

__ADS_1


"Si si siapa tamu agung itu tuan?. Kenapa kami tidak melihatnya?" Tanya Pama ketakutan.


__ADS_2