
"Hahaha. Akhirnya sekarang kau
menjadi milikku Naya. Tidak ada seorangpun yang boleh mendahului Naga!. Ketua organisasi besar saingan milik ayah mu itu!"
"Selama ini aku selalu dibawah bayang bayangnya. Apalagi setelah mereka dikuasai oleh bocah sialan itu?"
"Gara gara dia aku gagal menjadi ketua. Padahal kontribusi ku sudah cukup besar di dalamnya?"
"Semua yang kulakukan itu, karena ingin memiliki mu, sekaligus mendapatkan harta kalian."
"Tapi begitu bocah itu datang. kesempatan ku sudah tidak ada, dan selamanya akan menjadi pecundang!"
"Apalagi setelah mengetahui, bahwa kau akan dijodohkan dengan Arya bersama dengan Amanda itu. Menjadikan ku jadi tidak suka!"
"Oleh karena itu aku ingin menghancurkan kalian berdua, agar tidak ada seorang pun yang bangga dengan kalian, karena kalian sudah ternoda!"
"Hahahaha!" Ujar Naga Bhaskara atau beberapa bulan yang lalu bernama Govinda, putra dari Braga anak buah Dave tua, menggelegar melepaskan tawa.
Anak buahnya yang melihat itu jadi bergidik ngeri.karena saat tertawa tersebut, ada aura iblis yang sangat kuat. seperti ingin menelan mereka. Tapi terpaksa mereka kuat kuatkan juga.
Apalagi saat tuannya memandangi tubuh Kanaya, seperti ingin memakannya saja.Tapi karena tujuannya adalah untuk menghancurkan Arya.maka mau tidak mau dia harus bersabar juga.
"Cepatlah kau datang Arya. Aku ingin melihat seberapa besar kekuatanmu sekarang, sampai bisa merebut posisi ku sebagai calon ketua?" Seru Govinda.
Whus!
Bam!
"Argh! sialan! Siapa yang telah memukul ku? Sudah bosan hidup rupanya?" Teriak Govinda tidak terima. Kemudian mencoba bangun dan merilis ilmu iblisnya.
Namun belum juga sempurna gerakannya. Arya sudah menyerangnya duluan, hingga membuat tubuh Govinda terpental, dan berhenti setelah menabrak dinding.
Anak buahnya yang melihat itu tentu saja keheranan. Bagaimana ketua baru mereka, yang baru satu bulan lalu dilantik, bisa dibuat babak belur seperti itu. Padahal ketua agungnya mengatakan, bahwa tubuh Govinda tidak akan bisa dilukai, walau oleh seorang ahli metafisika tingkat tinggi sekalipun.
Tapi sekarang kenyataannya berbeda. Dengan mata kepala mereka sendiri, mereka melihat, bagaimana tubuh ketuanya dibuat babak belur, oleh sebuah bayangan yang tidak bisa mereka lihat. Karena gerakannya sangat cepat sekali. Baru setelah Govinda tidak bisa melawan, barulah gerakan orang itu terhenti. itupun hanya sekilas, dan sesudahnya menghilang, bersama dengan menghilangnya tubuh Kanaya.
Kejadian itu terlalu singkat terjadinya, hingga membuat mereka tidak bisa berbuat apa apa. Baru setelah rintihan lirih Govinda terdengar, mereka langsung jadi sadar, bahwa ketuanya telah mendapatkan serangan fatal. Dan sekarang telah pingsan satu deti setelah meruntuh itu
"Bagaimana ini?. Bos kita pingsan. Apa yang harus kita lakukan?" Reaksi Rozan kebingungan.
"Kalau wakil ketua saja tidak tahu apa-apa. Lalu bagaimana dengan kami?" Jawab anak buahnya.
__ADS_1
"Ah sialan kalian! Tidak lalu bisa diandalkan."
"Tadi itu siapa ya? dan kenapa bisa merobohkan ketua kita? apa dia hantu?" Reaksi Rozan kembali kebingungan.
"Kami sama sekali tidak bisa melihatnya wakil ketua. Gerakannya begitu cepat. wajahnya pun tidak bisa dilihat."
"Mungkin benar seperti yang wakil ketua katakan, orang yang tadi menyerang ketua kita adalah hantu?" Jawab Yaza, komandan pasukan pengawal tersebut menguatkan.
"Hah sudah! Ayo kita selamatkan ketua kita, dan bawa kehadapan yang mulia pangeran Samudra. Ketua agung kita itu. aku yakin dia bisa menyembuhkannya." Respon Rozan cukup mengena.
Tak lama kemudian. mereka semua berbaris rapi, dan masuk kedalam ruangan kedap suara. Lalu menghilang di dalamnya.
***
Sementara itu di bagian Arya Setelah memukul Govinda, dia melihat bahwa Kanaya telah terkena Aura iblis api. Jika tidak segera diselamatkan, mungkin nyawanya akan segera melayang, atau setidaknya berubah menjadi iblis juga sama seperti Govinda.
Oleh karena itu dia tidak mensia-siakan waktu, dan langsung mengambil tubuh Kanaya karena ingin segera diobatinya.
"Syukurlah! Sekarang pengaruh cairan iblis yang ada di dalam tubuh dan jiwa Kanaya sudah hilang. Jika terlambat sedikit saja. aku yakin akan sulit menyembuhkannya, kecuali kalau nyawanya dicabut. Tapi itu tidak mungkin adanya?"
"Sekarang tinggal menunggu Kanaya siuman saja, dan aku harap dia tidak akan bertanya macam macam, karena melihat tempat ini begitu asing baginya. ucap Arya di dalam ruangan istana jiwa miliknya itu.
"Uh, kepalaku! Kenapa jadi begini? Aku dimana?" Keluh Kanaya kebingungan, sesaat setelah siuman itu.
"Syukurlah kau sudah siuman Naya. Jika terlambat sedikit saja, aku mungkin tidak yakin akan bisa menyembuhkan mu." Respon Arya cuek saja.
"Apa yang terjadi padaku, dan di mana kita? Kok tempat ini begitu asing?" Tanya Kanaya.
"Tenanglah! Kau sekarang berada di tempat aman dan bersamaku pula. Sekarang ceritakan, kenapa bisa terjadi, dan siapa mereka?" Reaksi Arya.
"Katakan dulu, ini tempat apa? Kenapa asing sekali?" Tanya Kanaya.
"Duh katiwasan! Apa yang aku takutkan akhirnya terjadi juga. Tapi bagaimana aku bisa menjelaskan, bukankah ini masih merupakan rahasia? Ah salahku juga! Eyang! Tolong aku menjelaskannya." Batin Arya.
"Kau selesaikanlah sendiri masalahmu, itu hanya masalah kecil saja!" Jawab Jayabaya cuek saja. melalui tranmisi suara pada Arya.
"Tapi eyang? Bagaimanapun dia orang luar. Bagaimana kalau dia tahu tempat apa ini. Tentu rahasiaku akan terbongkar?" Protes Arya.
"Biarkan saja dia tahu, karena seperti yang Eyang katakan dulu, jodoh mu yang eyang katakan itu adalah dia. Jadi biarkan saja dia tahu. Tidak ada salahnya juga?" Jawab Jayabaya.
"Kak Arya. Kenapa diam? Tempat apa ini, dan apa maksudmu membawaku ke sini. Apakah kau ingin mendapatkan kesempatan?" Desak Kanaya.
__ADS_1
"Eh bukan begitu juga! Sekarang begini di sajalah, biar masalahnya menjadi jelas."
"Saat aku sedang menghitung penghasilan, dan membuat rencana ku ke depan. Tiba-tiba aku merasakan aura keselamatanmu bergejolak atau sedang terancam. Setelah menemukan keberadaanmu, maka aku bisa memastikan, bahwa kau memang benar-benar dalam bahaya."
"Oleh karena itu sebelum terlambat, aku segera menyelamatkanmu, dan mencelakai orang yang menyuruh anak buahnya untuk menculikmu."
"Orang itu adalah kau Govinda, anak dari pak Braga, anak buah ayahmu itu."Jelas Arya.
"Govinda?. Apakah ceritamu itu masuk akal? Bukankah Govinda sudah diasingkan ke tempat lain, begitu juga dengan ayahnya. Bagaimana mungkin dia bisa menjadi penjahat seperti itu?" Bantah Kanaya masih belum percaya juga.
"Kalau kau tidak percaya lihatlah rekaman kristal itu! Kau bisa memastikan apakah itu Govinda atau bukan?" Jawab Arya cuek saja.
Lalu menjentikkan jarinya, agar apa yang diragukan oleh Kanaya segera terbuka. dan benar saja. setelah kristal rekaman tersebut terbuka, mata Kanaya menjadi lebar dibuatnya. Karena dia tidak menyangka, kalau Govinda yang sangat dibencinya itu adalah orang yang telah menculiknya. bahkan kelihatannya dia ingin menguasai dirinya.
"Kurang ajar!. Ternyata itu benar dia. Tapi bagaimana dia bisa berubah secepat itu? Padahal baru beberapa bulan juga dia pergi. Namun sekarang jadi seperti itu. ilmu apa yang dipelajarinya?" reaksi Kanaya penasaran.
"Iblis pelebur Sukma. Sejenis teknik yang dimiliki oleh gerombolan iblis api, yang menurut kabarnya sangat berbahaya sekali!"
"Orang yang terkena teknik itu, tidak akan bisa sembuh, kecuali ada orang yang bisa menghancurkannya. dan kebetulan itu adalah aku."
"Oleh karena itu kau tidak terpengaruh sama sekali sekarang."
"Mengenai tempat apa ini, baik akan aku katakan. Tapi berjanji lah, bahwa kau tidak akan mengatakannya kepada orang luar, termasuk kepada orang tuamu sendiri. Bagaimana?" Terang Arya.
"Setuju!. Jadi cepat katakan agar aku mati tidak penasaran." Jawab Kanaya.
"Ini adalah istana jiwa.atau istana awan milik ku. Sebuah tempat dimana aku dulunya diselamatkan."
"Pertama kali aku juga tidak percaya. Tapi setelah dijelaskan oleh leluhurku juga oleh kedua orang tuaku, barulah aku yakin bahwa tempat yang aneh ini memang benar-benar ada, dan sekarang kita sedang berada di dalamnya. Begitu saja!" Jawab Arya.
"Kau masih punya orang tua? Apakah mereka masih hidup?" Reaksi Kanaya mendadak senang.
"Entahlah. Aku sendiri kurang tahu. Tapi yang jelas mereka selalu mengawasiku, dan bagaimana itu bisa terjadi, nantilah. Pada masanya kau akan tahu juga." Jawab Arya.
"Kenapa begitu. Apakah aku orang lain?" Respon Kanaya.
"Bukan begitu? Tidak semua yang ingin kita tahu bisa kita dapatkan segera. Jadi mohon pengertiannya. Yang jelas sekarang kau sudah selamat, dan teknik pelebur sukma itu sekarang sudah aku musnahkan. Jadi kau sekarang tidak perlu khawatir lagi. bahkan sudah aku tambahkan segel pengaman agar teknik serupa tidak bisa mempengaruhi mu kembali." jawab Arya.
"Baiklah kalau begitu. Aku akan diam saja. Tapi pada suatu saat nanti, kau harus menjelaskan semuanya padaku. Oke?" Jelas kanaya
"Itu setelah semua kekacauan bisa aku selesaikan, karena walau bagaimanapun, aku juga harus fokus untuk menyelamatkan Amanda."
__ADS_1
"Tapi aku sendiri juga bingung, kenapa eyang Prabu mengatakan, bahwa gadis ini adalah jodohku. bukan Amanda. Aku harus mencari tahu, dan berusaha menyelamatkannya. walaupun apa kata penguasa." Jawab Arya dalam hati. kemudian membawa Kanaya keluar dari dunia jiwanya. dan langsung menuju ke kediamannya.