Arya, Sang Penakluk Naga

Arya, Sang Penakluk Naga
Pengalaman berharga.


__ADS_3

Satu jam kemudian. Hasil tangkapan kerapu berharga mahal sudah di total seluruhnya. Jumlahnya sekitar 8 ton 70 kilo, dan sudah dibeli oleh beberapa orang pengusaha ikan yang ada disana. Mereka membayar perkilonya sebesar 365 ribu rupiah. Jika ditotal dengan 8000 kilo entah berapa pula itu.


Sedangkan ikan bawal putih, perkilonya dihargai sebesar 300 ribu rupiah pukul rata. Hasil yang Arya dapatkan sebesar 246 milyar, untuk 7.5 ton ikan segar.


Sementara ikan tuna sirip kuning. Dari 3000 ekor, berat seluruhnya mencapai 102 ton. Dikali 375 ribu rupiah perkilogramnya. Bisa mencapai triliunan rupiah pula. dan untuk ketiga jenis komoditas ekspor tersebut, sudah dibeli semua oleh anak buahnya.


Saat Arya sedang melamun, dan merencanakan tindakan selanjutnya, Arga pun datang dan berkata. "Yang mulia!. Anak buahku melaporkan, sekitar 2.500 meter dari sini, ada pergerakan ikan cakalang, atau tuna putih biasa."


"Apakah ikan ikan itu berharga yang mulia?" ucap Arga melaporkan pada tuannya.


"Jelas berharga. Sudah dua jam lebih melaut cuma aku dan para pekerja itu yang mendapatkan ikan. Atur agar ikan ikan itu tidak berpencar."


"Kurung mereka dalam formasi array penjinakan, agar setelah bawahanku puas memancing, kita bisa memanen semuanya." jawab Arya sekaligus memberi instruksi untuk Arga.


"Dimengerti yang mulia!" jawab Arga dan Yang Cha patuh. Kemudian menyebar orang orangnya untuk membuat array penjinakan selebar 3.000 meter lebarnya.


"Para senior sekalian!. Sekarang waktunya untuk memancing ikan, tidak menggunakan jaring namun joran."


"Siapa yang mau ikut, silakan angkat tangan." ujarnya pada rombongan.


"Saya ikut ketua!"


"Saya juga!"


"Kami semua ikut ketua!" jawab mereka serempak, termasuk Dave tua dan Satya, walau jarak kapal mereka cukup jauh.Tapi karena ada layar penghubung. mereka bisa mendengar suara Arya.


"Kapten kapal! Arahkan kapal searah jam 12. Setelah berlayar sekitar 500 meter, kalian berpencar. dan membentuk setengah lingkaran, agar ikan ikan segar itu berada di tengah tengah kita." bunyi instruksi Arya pada mereka.


"Siap laksanakan ketua!" serempak pula mereka menjawabnya.


Setengah jam kemudian. Keempat buah kapal itu sudah berada di posisinya. dan siap menerima instruksi dari Arya.


"Taburkan ikan-ikan kecil di sekitar perairan, agar ikan-ikan itu terkonsentrasi di sekitar kapal!" instruksi Arya pada anak buah kapalnya.


"Para senior sekalian! Bersiap untuk mendapatkan pengalaman." seru Arya pada bawahannya.


"Kami sudah siap ketua!" Jawab mereka serempak, yang Arya sendiri tidak menduga. Ternyata mereka sudah siap untuk beraksi, guna menangkap ikan dengan joran pancingnya.


"Satu, dua, tiga! Jatuhkan!" teriak Arya.

__ADS_1


Berapa menit kemudian. "Hahahaha! aku dapat ikan. dapat ikan!" teriak beberapa orang tiba tiba.


"Jangan bising! Konsentrasi saja!" sergah temannya.


"Ah kau cuma sirik saja. Dari tadi cuma dapat dua ekor ikan. Katanya pemancing mania?" ledek temannya pula.


"Diamlah kau! Lihat hasil tangkapan ku!" sergah yang lainnya.


"Uh, benar benar melelahkan! Ikan sebanyak ini mau dibuat apa. Kapan habisnya?" tanya Desta.


"Tarik saja! Aku sudah dapat 25 ekor. Kau dapat berapa?"


"Aku sih cuma dapat lima, tambah 00 dua dibelakangnya." Jawab temannya.


"Aduh tangan ku patah! Eh joran ku maksudnya."


"Pinggang ku sakit, tapi asyik juga."


"Tidak ku sangka mencari ikan di laut seasyik ini. Tapi kalau ikan tidak ada bagaimana ya? Apa para nelayan seberuntung kita!" berbagai macam komentar dan gurauan mereka terdengar, mengiringi tangan tangan mereka yang semakin terampil saat menarik joran, dan hasilnya ikan cakalang besar menari di udara.


Dua jam lebih mereka melakukan itu. Hasil yang mereka dapatkan sangat luar biasa. Mereka melupakan status mereka sebagai orang kaya. Tidak peduli kena panas, mereka terus memancing juga. Karena baru kali ini mereka mendapatkan sebuah pengalaman berharga saat bersama dengan Arya.


"Untuk hari ini cukup sekian. Setengah bulan lagi kita akan datang. untuk memanen kepitinga


"Ah tunggulah dulu ketua! Kami belum merasa puas." Respon Dave tua pada Arya.


"Apa kalian yakin. Hari semakin panas ini.Takutnya kulit kalian terbakar pula." Jawab Arya.


"Demi mendapatkan pengalaman. Kami rela berpanas ria ketua!" Jawab Satya.


"Baiklah kalau begitu. Satu setengah jam lagi, aku rasa ikan ikan itu akan habis, dan kalian sudah mendapatkan hasilnya." Respon Arya.


"Eh kemana ikan ikannya, kenapa bisa hilang?" Reaksi Dave tua tidak percaya.


"Lapor yang mulia. Ikan ikan yang ada di bawah sana sudah kami asingkan, dan menggantinya dengan ikan lain, agar pengalaman memancing mereka bertambah besar." lapor Yang Cha pada Arya.


"Ikan apa yang kalian datangkan?" tanya Arya penasaran, karena dia sedang tidak mau menggunakan persepsinya untuk melihat ikan di dasar lautan.


"Ikan merah yang mulia!"jawab Yang Cha berterus terang.

__ADS_1


"Hemm! Banyak juga jumlahnya ya. kalau semuanya tertangkap, aku rasa ada tiga ton beratnya." respon Arya.


"Benar yang mulia! Tapi nanti setelah acara mancing selesai. Kami akan mengumpulkannya kembali, karena mereka masih ada di array penjinakan." jawab Yang Cha.


"Bagus! Terus awasi mereka. Jangan sampai seorang pun tidak


mendapatkan ikan." respon Arya senang. Kemudian mendekati Dave tua, untuk menyampaikan bahwa dibawah sana, ada gerombolan ikan merah besar besar. Jadi mereka harus mengganti pancing mereka dengan alat lain. karena menangkap ikan merah tidak seperti menangkap ikan cakalang.


Sebentar saja, joran pancing sudah mereka tukar, tidak lagi menggunakan joran, tapi memakai tali senar saja.


"Sudah siap semua?" teriak Arya.


"Siap ketua!" Jawab mereka.


"Jatuhkan! dan jangan terkejut ikan apa yang akan kalian dapatkan." teriaknya lagi.


Beberapa menit kemudian. Teriakan senang sudah diperdengarkan. Satya dan Dave tua yang pertama kali menarik ikan. Tidak tanggung-tanggung yang mereka dapatkan. Lima ekor ikan sekaligus. Besar besar pula.


"Wah kalau begini caranya. aku ingin ganti profesi sebagai nelayan saja. Hasilnya sangat luar biasa!" ucap seorang pengusaha pada teman temannya.


"Aku juga demikian. Hasil pancingan ku bahkan yang paling banyak. Tapi bagaimana membaginya ya?" sambung Satya pada Dave tua.


"Ya kita serahkan pada ketua kita lah. Biar dia yang membaginya." jawab Dave tua apa adanya.


"Ah segan lah!. Biar aku serahkan semua pada ketua. Toh ikan bukan bidang ku?" Reaksi Satya malu malu.


"Terserah kau saja!. Aku mah nurut apa mau mu!" Jawab Dave tua pada temannya.


Dua jam kemudian. Acara memancing dan menangkap ikan sudah pun selesai. Hasil tangkapan mereka banyak sekali jumlahnya. dan itu semua mereka serahkan ke Arya, kemudian mereka beli kembali dengan harga biasa.


Arya sebenarnya ingin menolak, karena yang menangkap cakalang juga ikan merah itu mereka. Sedangkan dia hanya menangkap sisanya saja. Tapi karena mereka mendesak, mau tidak mau Arya menerimanya juga.


"Ayo kita kembali! Dua minggu lagi kita melaut lagi." Ujar Arya pada mereka. Kemudian memerintahkan pada empat kapten kapalnya untuk segera meninggalkan tempat itu.


Tapi belum juga mereka jauh, seorang kapten kapal pengawalan melaporkan pada Arya,


dengan berkata. "Lapor ketua!. Searah jarum jam 7, ada terdeteksi pergerakan empat kapal ikan besar, sedang memasuki perairan kita. Dan dua diantaranya sudah melepaskan pukat harimau nya. Mohon arahannya ketua!" Ucap kapten kapal pengaman perairan pada Arya.


"Ini bukan wewenang kita. Namun jika dibiarkan. Mereka akan semakin merajalela. Kebetulan kita ada di sini. Ayo kita amankan mereka!"

__ADS_1


"Tapi tolong hubungi dua kapal perang tadi. Laporkan pada komandannya, ada usaha pencurian ikan di perairan kita." Jawab Arya.


"Dimengerti ketua!" Jawabnya tegas juga.


__ADS_2