
Satu jam kemudian, Arya sudah berada di istana atas awan, dan sudah pula berada di gudang penyimpanan bahan obat obatan.
Baru saja sampai, mata Arya sudah dibuat terbelalak lebar, karena apa yang ada di depannya itu, sangat luar biasa banyaknya. Dimana bahan untuk membuat pil Kianshi Bumi juga pil pil lainnya, tersedia di sana.
Ada jamur salju,teratai es, teratai api, Ganoderma darah, Ganoderma api, ranting naga hijau, daun atribut api, Wijaya Kusuma, rumput roh, rumput peri, rumput misterius pelangi, anggrek langit, ribuan ratusan binatang berbisa, Anyelir emas dan lain lainnya juga ada.
"Wah! Ini mah bukan sedikit lagi, tapi luar biasa banyaknya!"
"Dari jualan ini saja aku bisa menjadi kaya, tanpa harus menjual emas juga benda berharga lainnya."
"Ditambah dengan delapan bangunan berlantai lima, tiga hotel bintang lima,aset organisasi perdagangan tiga benua, properti dari aliansi sembilan benua, empat bangunan ritel dan busana, semuanya sudah berada dibawah kendali ku. bahkan keuntungannya yang selama satu tahun itu, sudah masuk ke rekening ku. Itu semua sudah lebih dari cukup tanpa harus bekerja lagi."
"Namun aku tidak lantas harus berdiam diri, atas pemberian orang tersebut. Aku juga harus menghasilkan uang sendiri, dengan membuat berbagai macam pil untuk kultivasi juga untuk kesehatan!"
"Bahkan aku harus bisa membuat pil tingkat dewa, seperti yang pernah aku buat dan makan dulu."
"Harganya bisa mencapai jutaan bahkan milyaran dolar, dan pasti akan menarik minat orang orang kaya untuk membelinya."
"Jika itu sudah terjual, tidak ada alasan lagi untuk takut menunjukkan dominasi ku dalam masalah harta. Jadi aku bisa menjual sedikit harta harta itu untuk kembali membangun kejayaan trah Wangsa, yang sudah diamanatkan padaku itu!" Ucap Arya pada diri sendiri.
Kemudian mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan itu, dan mendapati, bahwa tempat tersebut sangat luas sekali.
Rasa kagum dan bangga menyelimuti hati dan pikiran Arya, hingga membuat tekad nya semakin kuat, untuk melaksanakan amanat dari kakek juga ayahnya tersebut.
"Tunggu apa lagi cucu ku?. Segeralah fokus, untuk membuat pil yang sedang mereka tunggu itu!" Ujar sebuah suara mengagetkan Arya.
"Eyang Prabu. Apakah itu engkau?" Respon Arya menduga saja.
"Benar cucu ku!.Tapi maaf, eyang belum bisa muncul nyata di depan mu, dikarenakan spirit eyang belum mampu menembus dimensi dunia ini."
"Tunggu level mu semakin tinggi, barulah bisa memanggil eyang juga orang tua mu untuk datang." Jawab Jayabaya berterus terang.
"Bukankah level ku sekarang sudah tinggi eyang?. Kalau tak salah level penguasa. Bukankah itu level yang paling tinggi?" Protes Arya tentu saja keheranan.
"Kau salah cucu ku!. Level penguasa itu terdiri dari berbagai macam tingkatan, yaitu tingkatan penguasa elemen, penguasa bumi, penguasa awan atau udara, penguasa angkasa dan planet planetnya, dan yang terakhir penguasa langit serta isinya."
"Sedangkan kau sekarang baru menguasai level penguasa awan pertengahan, dan masih ada tiga tingkatan lagi untuk bisa mencapai level penguasa langit, dan itu tidak mudah untuk kau capai."
"Buyut mu saja hanya bisa mencapai level penguasa angkasa tingkat puncak, belum juga mencapai tingkat sempurna. Oleh karena itu dia tidak mampu menembus level penguasa langit"
"Sedangkan eyang hampir sama dengannya, yaitu penguasa angkasa level pertengahan. yang perbedaannya cukup jauh."
__ADS_1
"Oleh karena itu kau belum mampu menyentuh ku, karena tingkatan mu dengan tingkatan ku terpaut cukup jauh sekali, bagai langit dan bumi."
"Tapi eyang yakin, kau akan mampu melampaui kami suatu saat nanti." Jawab Jayabaya berharap banyak pada Arya.
"Ternyata begitu?. Aku kira akulah manusia terkuat sejagat raya. Tapi nyatanya belum?. Kenapa juga sudah merasa jumawa, dan menganggap yang lain itu lemah?" Batin Arya dalam hati. sampai membuat ia menyesal karena itu.
"Sekarang keluarkanlah api bumi, untuk meracik pil level lima sampai level delapan. Setelah itu terbentuk, barulah ditingkatkan menjadi level sembilan dan sepuluh perubahan."
"Setelah kau mahir dan terbiasa, kau bisa mencoba untuk membuat pil Kianshi Bumi level sempurna, yang bisa digunakan untuk regenerasi tubuh dan isinya, juga bisa digunakan untuk menaikkan level kultivasi, empat tingkat lebih tinggi dari level semula."
"Jadi sekarang bersiaplah!. Eyang akan mengajarkan mu bagaimana membuat Kianshi bumi level sembilan dan sepuluh itu, baru setelah itu, dilanjutkan ke level sempurna?" Ujar Jayabaya memberikan wejangan pada cucunya.
Satu setengah jam kemudian, Arya sudah selesai membuat Kianshi bumi berbagai tingkatan, dan sekarang sedang mencoba membuat Kianshi bumi level sembilan dan level perubahan, atau level sepuluh.
"Fokus pada usaha mu, jangan gunakan api yang terlalu besar. Kontrol mutlak perlu kau lakukan. Agar pil yang ingin kau buat sempurna hasilnya." Ucap Jayabaya terus memberikan arahan.
"Kenapa yang ini susah sekali eyang?. Padahal level dewa waktu itu mudah saja?" Protes Arya tidak terima.
"Itulah kelemahan sebagian besar alkemis. Berhasil membuat pil itu saja sudah sangat senang?. Tak sadarkah kau, bahwa waktu itu 85 persennya eyang yang berperan, sedangkan kau hanya sebagian kecil saja?" Bantah Jayabaya memberi pencerahan.
"Maafkan aku eyang. Aku janji setelah ini akan serius serta fokus dalam membuat pil tingkat sempurna itu. Jadi mohon eyang memberi bimbingan pada ku." Reaksi Arya tiba tiba menyadari kesalahannya.
"Jangan masukkan satu satu, tapi masukkan sekaligus, agar semua bahannya meresap dan bersatu!"
"Setelah semuanya bercampur. Masukkan aura penyembuhan mu dan tambahkan air kehidupan, agak efek obatnya menyatu, dan khasiatnya bertambah besar!" Ujar Jayabaya terus memberikan arahan, saat Arya sedang meracik obat itu, dan...
Boom!
Boom!
Dua kali bunyi ledakan kuat pun segera terdengar, yang berasal dari dua buah tunggu tingkat penciptaan. Selepas bunyi ledakan besar dan asapnya menghilang, diatas tungku pembakaran, lebih dari tiga ratusan pil berukuran kecil, sedang dan besar, terlihat di dalam dua buah tungku itu.
"Pil apa ini?. Kenapa baunya harum sekali?" Tanya Arya pada diri sendiri.
"Itulah Kianshi bumi level perubahan. Sejenis obat langka yang sangat dicari oleh praktisi tenaga dalam. Bila memakannya, maka orang tersebut akan kembali muda beberapa tahun, dan kekuatannya akan meningkat tajam."
"Sedangkan yang berwarna biru bercampur merah itu, adalah Kianshi bumi level sembilan. Yang memakannya juga bisa kembali muda, tapi hanya satu atau dua tahun, bahkan bisa sementara saja."
"Namun walau demikian, level kultivasinya akan naik beberapa tingkat, dan pemahaman terhadap metafisika akan semakin dalam."
"Berarti saat ini, level alkimia mu, sudah mendekati level sembilan puncak, dan sebentar lagi akan menjadi level sepuluh. Sebuah level yang paling diidamkan dalam bidang pembuatan pil."
__ADS_1
"Tapi jangan senang dulu. levelmu masih rendah. masih ada dua level lagi yang harus kau capai, yaitu level langit, dan yang terakhir level pencipta."
"Dengan giat berlatih, eyang yakin kau bisa mencapainya, karena semua bahan obat obatan, sudah tersedia cukup banyak, dan tidak akan habis bila kau gunakan." Jawab serta wejangan Prabu Jayabaya cukup membuat Arya paham.
"Baiklah!. Untuk hari ini cukup sampai di sini dulu. Setelah obat obatan itu laku terjual, dan uang yang kau dapatkan sudah cukup banyak. mulailah membangun kerajaan bisnis mu secara terang terangan. Beli dan kuasai apa yang kau inginkan."
"Tapi jangan lupa untuk tetap bermurah hati, dan selalu menyantuni orang susah, yang sudah tidak mampu bekerja lagi."
"Tetaplah pada jalan mu. Sikap rendah hati sangat diperlukan, agar orang yang melihatnya semakin menghormati mu."
"Namun pada orang yang berniat mencelakai mu, bersikap keraslah padanya, dan jangan diberi ampun untuk mereka bisa mengulanginya lagi." Ujar Jayabaya terus saja memberi pencerahan pada Arya. dan tak lama kemudian dia pun pergi
***
Dua jam kemudian, Arya sudah berada di dunia nyata, dan sedang memberi arahan pada anak buahnya.
"Umumkan pada dunia, bahwa satu bulan setelah even besar nasional di ibukota selesai diadakan. Akan ada acara lelang Kianshi bumi besar besaran di tempat ini!"
"Undang semua praktisi tenaga dalam, juga praktisi metafisika, yang tiga hari lalu ingin mendapatkan obat itu."
"Undang juga para pemimpin dunia, organisasi, aliansi, kepala keluarga, pengusaha dan orang orang penting lainnya, yang mendalami metafisika untuk datang."
"Aku ingin agar mereka tahu, bahwa ada penerus alkemis serta raja Wangsa Baladewa yang masih hidup, agar jasa jasanya dikenang di seluruh dunia!"
"Oleh karena itu, aku minta pada kalian, untuk mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan."
"Gunakan lahan kosong yang masih tersisa, untuk membangun tempat pelelangan, serta tempat menginap para pesertanya."
"Buat sebagus mungkin, dan lengkapi dengan semua peralatan yang dibutuhan."
"Aku ingin tempat itu sudah selesai dikerjakan, tiga hari sebelum acara tersebut diselenggarakan."
"Urus perizinannya, juga hubungi pihak berwenang, untuk mengamankan acara itu agar berjalan lancar." Ujar Arya saat memberikan arahan.
Maka gaduh lah suasana di tempat itu. Suara percakapan yang bersahut sahutan, sontak memenuhi aula sementara yang dibangun. Hampir lima ratus orang yang datang, semuanya menjadi terharu, karena baru pertama kali itulah, pemimpin agung mereka bersikap tegas seperti itu.
Dave tua. Dave saga, Kanaya. Satya, Amanda, Tujuh master metafisika, sebagian kepala keluarga, pengusaha, dua orang jenderal polisi dan sepuluh anak buahnya, yang dua diantara sudah mengenal Arya. Satu pengacara dan satu konsultan nya, Raditya, Rangga, Dirgantara, Permana, dan lain lainnya itu, juga ada ditempat tersebut.
Arya mengundang mereka, karena tenaganya sangat diinginkan. karena sebagian dari mereka juga, sangat menguasai konstruksi baja serta bangunannya. Jadi keahlian mereka sangat dibutuhkan.
Sedangkan para petugas itu, diminta untuk membantu memperlancar acara besar tersebut, agar apa yang direncanakan bisa berjalan dengan baik.
__ADS_1