Arya, Sang Penakluk Naga

Arya, Sang Penakluk Naga
Mendapatkan penjelasan


__ADS_3

"Kamu kah yang bernama Arya?" Tanya Draco berwibawa setelah memindai tubuh calon muridnya. dan mendapati bahwa tubuh Arya masih bisa menerima ilmu ilmu langka darinya.


"Be benar yang mulia!" jawab Arya gugup dan apa adanya.


"Kamu tahu kenapa bisa kalah Arya?"


"Tahu yang mulia!" jawab Arya.


"Coba jelaskan!"


"Saya lengah dan menganggap remeh lawan. serta sangat yakin bisa mengalahkannya." jawab Arya mantap dengan pilihan kata katanya.


"Salah!" respon Dragon cuek saja.


"Ha??" reaksi Arya tidak berdaya.


"Kamu tahu Medusa itu makhluk apa dan darimana asalnya?"


"Tidak yang mulia. Tapi secara garis besar saya sudah memahaminya." jawab Arya.


"Tidak semua yang kau pikirkan itu nyata. Punca utama kekalahan itu adalah karena kekuatanmu yang masih lemah dan cenderung belum sempurna.Jadi saat berhadapan dengannya kau hampir kalah. Beruntung kau segera menyadarinya."


"Ketahuilah olehmu Arya! Medusa itu makhluk yang tak bisa mati karena jiwa utamanya ada di tubuh lain. Jika tubuh utama itu dihancurkan, maka Medusa yang lainnya akan mati. dan keamanan dunia akan benar benar tercipta." ujar Dragon tanpa mau menyebutkan kalau Medusa pertama sudah ia bunuh belasan tahun yang lalu. dan itu Arya tidak perlu tahu.


Namun mendengar penjelasan yang belum selesai tersebut Arya hanya bisa diam, karena dia baru tahu kalau ada makhluk yang seperti itu di dunia.Ingin bertanya lebih lanjut tapi tidak berani. Jadi terpaksa menunggu penjelasan berikutnya.


"Medusa itu adalah makhluk legenda yang berasal dari Athena. Dia tidak bisa mati kecuali ada orang yang mengetahui kelemahannya."


"Yang kau bunuh itu adalah Medusa tiga. Sedangkan Medusa dua atau utama dua, empat dan lima masih berkeliaran di alam semesta. Walau mereka sedang menjalani hukuman. tapi keberadaan mereka jelas mengancam kita."


"Sepanjang yang aku tahu. Ada lima bentuk Medusa di alam semesta ini. Satu di alam hampa dan sisanya lagi di alam manusia."


"Sementara sisanya berada entah dimana? Medusa yang kau bunuh itu merupakan makhluk ketiga, yang kekuatannya biasa biasa saja. Apalagi saudara sepupunya tersebut. Itu sangat biasa."


"Sedangkan Medusa utama sampai saat ini belum menampakkan diri, karena saat ini sedang menjalani hukuman dari ratunya akibat membangkang."

__ADS_1


"Medusa tiga sudah mati tapi hidup kembali berkat pecahan jiwa yang ia titipkan pada saudaranya. dan itu adalah tugasmu untuk menemukan serta membunuhnya."


"Namun untuk sekarang kau masih bisa bertenang diri, karena mereka bertiga tidak bisa saling berhubungan apalagi berkumpul."


"Sementara menunggu mereka ditemukan. Kau akan dilatih agar lebih digdaya tidak seperti saat ini."


"Sebagian ilmuku yang sangat berguna akan aku ajarkan padamu melalui anakku Suta juga Jane Achara. Mudah mudahan melalui mereka kau bisa berkembang dan semakin digdaya?" ujar Draco tanpa jeda.


"Inikah cucu keturunan Wangsa anakku?" tiba tiba muncul seseorang di samping Draco dan langsung mengajukan pertanyaan seperti itu. sambil memberikan tekanan ringan pada Arya.


"Benar ayah!"


"Hemm. Tidak buruk! Lumayan untuk permulaan.Tapi apakah kau yakin akan mengangkatnya jadi murid mu setelah Jane Achara?"


"Bukan murid langsung tapi melalui perantara. Draco yakin Suta atau Achara bisa mengajarinya. Jadi kita tidak perlu turun tangan." jawab Dragon kalem saja.


"Tu tu tuan raja. Mohon tarik tekanan ini. Saya sudah tidak sanggup menahannya." ujar Arya mengejutkan mereka berdua.


"Oh maaf, aku lupa." cuek Dion saat menjawabnya.


"Siapa sebenarnya orang orang ini? Kenapa kekuatannya sangat luar biasa?" batin Arya.


"Tidak yang mulia!" jawab Arya jujur saja.dan heran kenapa lawan bicaranya bisa tahu apa yang dikatakannya dalam hati.


"Itu karena kau masih lemah.Ilmu semesta mu itu berada dilevel rendah. Sedangkan level kekuatan ayahku sudah berada di level nirwana atau level penguasa. Oleh karena itu kau tidak mampu menahannya."


"Tapi kau tenang saja. Dalam tiga tahun atau lebih cepat lagi kau akan menjelma menjadi pendekar yang sangat digdaya, yang akan mendominasi kekuatan di belahan bumi bagian utara. Karena kesanalah kau akan kami kirim, untuk mengamankan lokasi itu dari cengkeraman penjajah galaksi."


"Tapi kau tenang saja. Selain dirimu yang ditugaskan kesana. Masih banyak pendekar pendekar digdaya lainnya yang akan ikut serta."


"Beberapa diantaranya adalah Dyah Isma adik kandungku. yang akan menjadi pemimpin tertinggi dalam penyerangan tersebut. Suta anakku juga akan diikutsertakan sebagai panglimanya. Tidak lupa Jenifer yang akan mengawal mereka dari udara."


"Ranggaspati yang sekarang menjadi raja di gurun Nevada juga akan ikut serta, tapi hanya bertugas sebagai penyedia bahan makanan serta senjata saja. Tapi ribuan prajuritnya tentu saja akan membantu."


"Selain mereka, aku juga akan menugaskan kepada pasukan elit ku untuk menghabisi mereka. Antara lain adalah trio sakti yang terdiri dari Langit, Awan dan Bumi. Juga ada Leon, Robin, Burgon serta Hans. yang kekuatannya sudah berada diatas mu. dan masih banyak lagi yang akan aku kirim, termasuk mereka."ujar Dragon berwibawa sambil menjentikkan ujung jarinya ke udara. dan seketika muncul ribuan orang yang mempunyai wajah serta bentuk tubuh serupa. dan itu adalah Avatar Dragon yang mempunyai kekuatan sama dengan tubuh aslinya.

__ADS_1


"Tu tuan yang mulia! Apakah itu anda?" reaksi Arya.


"Ya! Itu adalah aku! Berbeda dengan teknik boneka kayumu. Mereka hidup dan bisa mewakili ku dalam setiap pertempuran yang memiliki kekuatan serta kesaktian yang sama."


"Sebenarnya cukup sepuluh orang saja sudah bisa menghancurkan sebuah negara besar.Tapi aku tidak mau melakukannya, karena jika aku lakukan, maka semua pasukan ku akan pensiun dan mereka tidak ada pekerjaan lagi. dan aku tidak mau itu terjadi!"


"Walau usia mereka sudah tidak muda lagi. Namun berkat kultivasi mereka yang sangat tinggi, mereka mampu mempertahankan kebugaran tubuh mereka, dan kesehatannya tidak kalah dengan yang muda muda."


"Kau lihatlah ayahku. Masih muda kan? Kau tahu kenapa? Itu karena tingkat kultivasinya yang sudah sangat tinggi. Jadi masih seperti anak muda. Siapa yang menyangka kan?"


"Kau juga bisa seperti itu jika kau mau dan itu sudah seharusnya kau terima."


"Sekarang kau boleh pulang dan keluar dari ruang jiwa naga."


"Jika ada yang belum kau pahami serta pikirkan. Kau boleh bertanya pada Suta agar dia bisa menjelaskannya." ujar Dragon tanpa memberi kesempatan untuk Arya menanggapinya. Lalu tiba tiba...


Tik!


Boom!


Tubuh Arya menghilang dan muncul di apartemennya. Kebetulan waktu itu hari sudah larut malam Jadi tidak ada yang tahu keberadaannya. "Sungguh menakutkan!" guman Arya sambil terus membayangkan bagaimana sebenarnya kekuatan Dragon orang orangnya.


Jika yang dia katakan benar. Maka ini adalah suatu keberuntungan besar buat Arya. Karena dia sudah sangat yakin, bahwa apa yang dikatakan oleh Dragon itu semuanya nyata.


Lalu merebahkan tubuhnya diatas kasur, dan berusaha untuk tidur, sambil memejamkan matanya. Namun ternyata tidak sia sia.


***


Keesokan harinya saat pajar sudah meninggi. Arya kebetulan belum bangun, karena semalaman tidak bisa tidur dan terus memikirkan pertemuannya dengan Dragon juga Dion yang pernah dia dengar sebelumnya.


Kebetulan hari ini adalah hari libur. Jadi tidak masalah kalau dia tidak kuliah atau beraktifitas lainnya.


Tapi sekitar pukul setengah sepuluh pagi Arya pun terbangun, dan mendapati dirinya sedang ditunggui oleh beberapa orang yang sangat mengkhawatirkan keadaannya." Syukurlah kakak sudah bangun. Kami pikir sudah tidak bernyawa? Tapi jelas mempunyai hutang penjelasan kepada kami. Kenapa selama tiga hari yang lalu menghilang dan pergi kemana?" cecar Amanda pada Arya, yang entah mengapa membuat semuanya jadi terdiam karena ulahnya.


"Sejak kapan kalian ada disini dan apa yang terjadi? Kok semuanya pada menangis?" reaksi Arya cuek saja.

__ADS_1


"Huh! enak saja! Setelah menghilang sekian lama. Tiba tiba kembali dan didapati sedang tidur malah balik bertanya ada apa?"


"Apakah kau tidak sadar kalau perbuatan mu itu telah menimbulkan kegemparan besar. dan hampir mengerahkan seluruh anak buah mu untuk mencarinya?" protes Kanaya tidak terima.


__ADS_2