
Maka menderu lah beberapa orang ke arah Arya, dan langsung memberikan pukulan serta tendangan terbaiknya.
Mereka mengira Arya orang yang lemah, dan mudah untuk dikalahkan. Namun siapa sangka, gerakan Arya sangat cepat sekali walau tidak menggunakan ilmu kesaktian. Tapi tubuh tubuh tidak berdaya dibuat saling bertubrukan, serta pingsan sesudahnya.
Bawana yang melihat itu jadi tercekat diam. Dia tidak menyangka kalau orang yang ingin dia buli, bukanlah orang sembarangan. Baginya yang sering memeras orang, semuanya dianggap lemah. Namun kali ini nasibnya sedang apes, hingga membuat tubuhnya bergetar hebat, serta ngompol di celana.
"Bagaimana? Masih ingin diteruskan dan meminta uangku Wana?"tanya Arya sangat menekan lawan bicaranya
"Ti ti tidak tuan! Aku tidak berani. Tolong maafkan aku. Silakan teruskan perjalanan anda!" jawab Wana mencari alasan.
"Huh enak saja! Setelah menghalangi langkah ku, serta menghilangkan kesempatan. Seenaknya saja meminta pengampunan!"
"Kau harus diberi pelajaran, agar kedepannya tidak membuat masalah lagi!" reaksi Arya. Lalu tiba tiba tubuhnya menghilang dan muncul di depan Bawana.
Wus!
Bugh!
Bamm!
"Argh!" teriak Wana kesakitan. Lalu diam tidak bergerak lagi.
"Mengganggu saja!" gerutu Arya. Kemudian meninggalkan tempat itu untuk melanjutkan perjalanan.
Namun setelah satu jam. Pencarian Arya tidak membuahkan hasil. Orang yang telah membuatnya kesusahan. Tidak bisa ia temukan. "Kemana lagi aku harus mencari orang itu? Semua tempat yang aku curigai sudah aku kunjungi. Tapi tidak juga sesuai harapan."
"Apa aku harus mengerahkan pasukan tidak terlihat ku untuk menemukan orang itu?" guman nya.
"Jangan kau lakukan itu cucu ku! Orang yang ingin kau cari itu bukan orang sembarangan. Statusnya terlalu tinggi untuk kau sentuh. Pun belum waktunya untuk mu bertemu dengannya. Jadi buyut sarankan, agar tidak usaha mencarinya lagi." terdengar suara dari dalam ruang jiwa milik Arya, yang disampaikan melalui aura kesadarannya.
"Memangnya siapa dia eyang? Apa sehebat itu statusnya?" tanya Arya tidak mau menerima kenyataan.
"Sudahlah! Apapun yang terjadi. Jangan kau teruskan. Kalau tidak mau mendapat murkanya!" tegas leluhur Arya. Kemudian menghilang, dan tidak mau lagi berbicara dengan Arya.
"Aneh? Leluhur Wangsa saja tidak berani menyinggungnya. Siapa sebenarnya dia?" reaksi Arya. Lalu terbang menuju ke apartemennya. karena sudah terlalu malam.
__ADS_1
"Dari mana saja kau kak Arya? Kenapa selarut ini baru pulang?" berondong pertanyaan Amanda merasa tidak senang.
"Kenapa kalian belum pada tidur? Bukankah ini sudah terlalu malam?"respon Arya.
"Kakak sendiri kenapa malah keluyuran. Apakah kakak tidak tahu kalau selama lima jam. terdengar suara suara tidak mengenakkan di tempat ini? Sepertinya ada orang yang ingin mengganggu kami?" bantah Kanaya juga tidak senang.
"Ada suara yang tidak mengenakkan? Dari mana arahnya?" reaksi Arya keheranan. Padahal dia sudah menyuruh para pengawalnya, untuk mengamankan lokasi. Tapi kenapa terjadi juga?
"Paman Arga juga kau panglima Yang Cha! Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa penjagaan di kendurkan?" panggilan Arya pada anak buahnya, melalui kesadaran batinnya. dan bisa membangunkan mereka yang sedang tertidur karena sesuatu alasan.
"Maafkan kami yang mulia pangeran! Kami sudah memperketat penjagaan.Tapi entah kenapa, tiba tiba tenaga kami hilang. dan dibuat pingsan semua?" jawab Arga berterus terang.
"Ada kejadian yang seperti itu di apartemen ku? Apa kalian sempat melihat siapa yang melakukannya?" reaksi Arya tidak terima.
"Tidak pangeran! Kami tidak melihat siapa siapa. Cuma aura penindasannya saja yang kami rasakan. Namun kami tidak bisa melawan dia." jawab Yang Cha apa adanya.
"Hemm!. Lagi lagi kejadian penindasan. Apa tujuan orang itu sebenarnya?" Guman Arya.
"Sekarang kalian masuklah ke kamar masing masing. Aku yang akan berjaga." ujar Arya pada belasan orang orangnya itu.
"Huh! Baru segitu saja kalian sudah kelabakan. Bagaimana kau akan mengatur anak buah mu Arya. Sementara di lautan sana. Geliat naga Medusa sudah mulai terlihat, dan mempengaruhi pembangunan pulaunya?"
"Kalau kau dan anak buah mu lemah begini. Bagaimana kau akan mempertahankan wilayah larangan itu dari kehancuran?" batin seorang perempuan cantik, yang sepantaran dengan Arya.
"Biarkan saja! Aku ingin melihat bagaimana caranya dia mengatasi masalah itu?"sela seseorang, yang datang bersama dengan perempuan tersebut meremehkan Arya.
"Ah kakak ini! Ancaman sudah di depan mata. masih juga dianggap tidak ada!" protes Jena, yang ternyata itu dia. Lalu mengikuti langkah kakak satu ayah dengannya. untuk kembali ke dunia jiwa milik ayahnya.
***
Keesokan harinya. Datang laporan dari Yang Cha yang mengatakan, bahwa di laut Nusa dekat dengan pulau Permata. telah terjadi keanehan. Dimana air pasang tiba tiba meninggi, dan gelombang setinggi enam meter menerjang pesisir pantai, yang sudah dikelilingi dam tinggi. Namun air laut masih juga masuk ke daratan walau tidak begitu banyak.
Namun dampak dari itu semua, telah membuat Arya harus berpikir dua kali. Tekadnya pun sedikit terdistorsi, dan itu membuatnya merasa keheranan, serta harus berpikir ulang. Apakah harus menambah tinggi dam tersebut, atau membiarkannya saja?
Itu semua belum terpikirkan oleh Arya.
__ADS_1
"Bawa aku kesana! Gunakan langkah dewa. untuk mempercepat tujuan kita!" perintah Arya.
Satu jam kemudian. Arya dan orang orangnya sudah berada di Pulau Permata. yang saat itu kondisinya sedikit lain. akibat air laut menggenangi sebagian kecil daratan yang sedikit rendah. Namun tidak mempengaruhi performanya.
Master Prana dan muridnya, yang ditugaskan di sana. segera datang menghampiri Arya."Salam tuan muda. Suatu kehormatan bagi kami karena anda mau datang kemari!" ujarnya.
"Ceritakan apa yang terjadi di tempat ini paman? Apakah ada tanda tanda gempa bumi dan sejenisnya?" ujar Arya pula.
"Sekitar pukul empat setengah pagi tadi. tiba tiba pulau ini seperti berguncang. tapi hanya berlangsung selama satu menit saja. Setelah itu tenang."
"Dugaan sementara karena adanya aktifitas pemancangan tiang, yang belum siap pengerjaannya?" jawab Prana.
"Apa itu ada di dalam master plan perencanaan?" respon Arya.
"Sebenarnya tidak ada tuan. Tapi mengingat pulau ini berhadapan langsung dengan laut Naga Selatan di bagian ujungnya. Maka kami menganggap perlu, untuk menambah lebar dam yang menjorok ke laut dalam."
"Selama ini tidak ada masalah. dan pengerjaannya juga hampir selesai. Tapi entah kenapa subuh tadi. ada guncangan yang cukup kuat, seperti disengaja oleh seseorang untuk menghantam ujung pulau?"
"Beruntung daratan pulau ini sudah tinggi. Bahkan tiga kali melebihi tinggi air pasang bandang setiap tahunnya. Namun tetap saja kecolongan."
"Oleh karena itu kami bertekad, untuk terus mengerjakan proyek perluasan dam, agar bisa mengantisipasi kejadian yang seperti tadi." jawab Prana apa adanya.
"Kalau begitu baiklah! Aku setuju dengan ide mu itu. Teruskan! dan kalau bisa percepat pengerjaannya?" respon Arya.
Kemudian diam, dan tiba tiba seperti tersentak kesadarannya. "Aura spritual ku merasakan, di sekitar pulau ini, ada aura yang sangat kuat."
"Sepertinya terdapat kehidupan lain, yang bisa mengancam keselamatan manusia? Baik aku tanyakan ini pada leluhur. Siapa tahu dia tahu sejarahnya?" Guman Arya.
"Ah aku rasa tidak perlu. Akan aku gunakan mata dewa, untuk menembus dasar laut. Syukur syukur tidak ada apa apa?" batinnya.
"Mata dewa. Aktif!" teriak Arya. Lalu memindai seluruh pulau, berikut dasar dasarnya.
Saat hampir selesai. Tiba tiba mata dewa menangkap sesuatu, di kedalaman ribuan meter dasar laut. yang panjangnya mengelilingi pulau. Atau lebih tepatnya, sosok makhluk tersebut yang menopang pulau Permata.
Arya sontak terdiam. Pikirannya penuh teka teki. dan membatin Apa yang harus ia lakukan?
__ADS_1
Tak lama kemudian ia bisa menguasai keadaan. Lalu berkata tanpa di tahan tahan. hingga mengejutkan semua orang." Makhluk apa yang ada di bawah sana. Apakah itu naga?" tanya Arya.