Arya, Sang Penakluk Naga

Arya, Sang Penakluk Naga
Mau tahu dia


__ADS_3

Satu minggu kemudian. Terlihat iring iringan kapal pengangkut barang juga alat alat berat sedang berlayar menuju pulau Angsa, dan pulau pulau di sekitarnya.


Kapal dan barang barang itu memang sengaja dikirim oleh Arya, dibawah komando Dave tua serta sepuluh orang orang kepercayaannya, yang dipercaya untuk mengepalai serta menyelenggarakan pembangunan pulau Angsa, dan delapan pulau pulau lainnya.


Pemilihan itu sengaja dilakukan, karena mereka semua memiliki talenta yang cukup tinggi, dan sudah mempunyai pengalaman yang cukup luas dalam bidangnya masing masing. Jadi pemilihan tersebut dinilai tepat, dan tidak bakalan membuang anggaran secara percuma.


Itupun dilandasi dengan satu motto, yang paling dikenal luas oleh para petinggi perusahaan, masyarakat, juga oleh para petinggi penguasa, yang sangat mendukung rencana Arya dan kawan kawannya, dalam mengembangkan pulau yang selama ini menganggur. Yaitu dengan istilah yang sangat kita kenal, "Lebih cepat akan lebih baik"


Namun tindakan Arya dan bawahannya itu. segera memantik reaksi dari berbagai pihak, yang tidak senang dengan aksinya yang cukup nekat dan berani itu. Salah satu dari mereka tentunya dari pihak militer negara luar.


Begitu mendengar berita tersebut, Mereka segera mengadakan rapat dadakan, dengan mengundang para petinggi militernya, dibawah komando seorang menteri pertahanan, dan seorang jenderal tinggi angkatan perang.


Dalam pertemuan yang cukup tegang itu. Menteri pertahanan tersebut berkata cukup keras dan lantang, "Kenapa kita sampai kecolongan begini jenderal? Apa kapal perang kita tidak maksimal berpatroli disana. Apa kerja kalian selama ini? Percuma dibayar mahal, kalau hasilnya tidak ada!" ujarnya.


"Kami juga tidak tahu panglima!. Berita ini baru sampai kemarin, dan belum bisa dikonfirmasi kebenarannya."


"Tapi hari ini dan jam segini baru berita itu benar. Namun sekarang belum terlambat untuk mengajukan nota keberatan ke negara yang bersangkutan. Mumpung belum begitu mengemuka." jawab seorang jenderal, yang bertanggung jawab di wilayah bagian selatan. yang diamini oleh beberapa orang jenderal lainnya.


"Kalau begitu tunggu apa lagi? Segera hubungi menteri luar negeri, dan layangkan nota keberatan itu!"


"Aku tidak ingin wilayah yang sangat kaya dengan bahan bahan tambang, mineral, gas alam juga minyak bumi tersebut jatuh ke tangan bangsa yang mudah ditipu itu!"


"Buat mereka takut, dan berpikir dua kali, kalau ingin melawan kita! Kerahkan puluhan kapal perang, serta tiga kapal induk untuk mendukung rencana tersebut!" jawabnya.


"Tapi jenderal! Menurut kabarnya, orang yang ingin mengembangkan wilayah tersebut merupakan orang yang sangat kuat, berpengaruh dan disegani, serta sudah cukup dikenal oleh dunia?"


"Menurut kabarnya, orang tersebut menguasai separuh perdagangan dunia, dengan pil ajaib yang diberi nama pil Kianshi Bumi, juga pil pil berkhasiat lainnya."


"Jika kita langsung berhadapan dengan orang tersebut, mengandalkan kekuatan senjata, apalagi pengaruh, kami khawatir hal tersebut akan memantik peperangan bersekala besar, dan menarik reaksi dunia?"


"Jika itu terjadi, maka dalih kita untuk menguasai sebagian besar wilayah, ekonomi juga politik negara akan ketahuan oleh mereka."


"Jadi menurut hemat kami, Urungkan dulu tindakan itu, sambil mempelajari kemungkinan untuk bekerjasama. Atau jika perlu, membeli balik pulau tersebut, dengan cara memberikan bantuan yang sangat besar, pada orang yang ingin mengembangkan pulau tersebut."

__ADS_1


"Kami yakin tidak ada yang sanggup menolak bantuan itu. apalagi jika langsung diberikan padanya. Tentu dia tidak akan mampu menolaknya!" sanggah seorang jenderal perang, merangkap sebagai pengusaha berkaliber dunia, atas saran dari atasannya tersebut terdengar masuk akal.


"Aku tidak mau tahu!. Tetap kerahkan peralatan perang dan senjata!. Ancam negara tersebut dengan segenap kekuatan kita!"


"Aku yakin dunia akan diam, dan tidak akan ikut campur dalam politik dan kebijakan negara Naga!" bantah menteri pertahanan tersebut tidak terima.


Para peserta rapat tidak ada yang berani membantah ucapannya, karena mereka tahu temperamen dari menteri pertahanannya, karena sebelum menjabat sebagai menteri, dia dulunya adalah seorang panglima tertinggi mereka.


Jadi mereka hanya mengangguk, dan segera berlalu untuk melakukan perintah dari atasannya tersebut.


***


Singkat cerita, atau tiga hari kemudian. Apa yang dikatakan oleh menteri pertahanan itu telah menjadi kenyataan. Dimana puluhan kapal perang, serta tiga kapal induk, dengan puluhan pesawat tempur diatasnya, terlihat sedang berlayar meninggalkan pangkalan, dan menuju perairan laut lepas bagian selatan, dekat dengan pulau Angsa.


Tindakan mereka yang arogan, dan mau menang sendiri itu, tentu saja membuat pemerintah pusat bereaksi, dengan mengajukan nota keberatan ke pemerintah Naga, juga badan Perserikatan Bangsa Bangsa dunia, dengan harapan mereka mau menarik balik peralatan tempur itu, dan mengatakan perundingan keamanan antar dua negara.


Namun seruan tersebut tidak diindahkan oleh mereka, dan terus saja berlayar ke perairan pulau tersebut, untuk mengambil alihnya secara paksa.


"Apa yang terjadi? Kenapa kapal perang ini tiba tiba mati mesinnya. Dimana salahnya?" teriak kapten kapal pada asistennya.


"Kami juga tidak tahu kolonel. Tiba tiba saja semua lampu indikator mati, dan semua peralatan tempur tidak berfungsi!" jawab wakil kapten pada atasannya.


"Bagaimana dengan pesawat tempur kita. Apa kondisinya juga seperti itu?" ujarnya.


"Benda benda itu masih berfungsi, dan nampaknya bisa diterbangkan ke udara, untuk mengintimidasi negara tersebut, agar tidak bertindak macam macam pada kita!" jawab seorang mayor kepala pada atasannya.


"Bagus! Atas perintah dan wewenang jenderal kepala. Aku perintahkan untuk segera menerbangkan 35 pesawat itu ke udara, dan melintasi wilayah yang kita klaim masih menjadi bagian negara kita!"


"Kalau mereka bereaksi. Tembak saja pesawat mereka, dan jangan takut akan resikonya!" respon kolonel angkatan bersenjata itu penuh wibawa.


Maka dalam sekejap saja, puluhan pesawat tempur itu sudah mengudara di perairan lepas, dan sebentar lagi akan memasuki udara teritorial Nusantara.


Kedatangan pesawat pesawat itu, tentu saja terlacak di radar markas komando angkatan laut, darat. dan udara. dan segera menimbulkan kepanikan luar biasa di masing masing markasnya, terutama komando angkatan laut serta udara.

__ADS_1


Segera setelah itu, para pemimpinnya berkoordinasi dengan pemimpin tertinggi angkatan bersenjata, dan meminta arahan darinya.


"Terbangkan lima belas pesawat tempur ke wilayah pulau Angsa, dan amankan wilayah itu dari dilanggar oleh pesawat luar, serta usir mereka dari sana!" ujar seorang panglima angkatan bersenjata pada para bawahannya.


"Siap laksanakan jenderal!" jawab mereka.


Maka dalam sekejap saja juga, di udara wilayah Nusantara, menderu lima belas pesawat tempur menuju langit pulau Angsa, dengan tujuan untuk memberi peringatan pada 35 awak pesawat asing, agar segera meninggalkan wilayah Nusantara dan mengundurkan diri dari sana.


Namun begitu melihat dari jauh ada puluhan benda seperti kapal perang juga tiga benda yang paling besar. Salah seorang pilot berkata pada teman temannya. "Gawat! Puluhan kapal perang serta tiga kapal induk ada di perairan lepas itu. Kemungkinan ini adalah rencana mereka untuk menakuti kita?"


"Jika ini dibiarkan, bisa mengakibatkan perang terbuka. Jadi ayo mundur, dan kembali ke pangkalan kita!" ucapnya.


Mendengar komando tersebut, salah seorang pilot pesawat tempur tidak terima, dan segera terbang mendekati puluhan pesawat tempur asing tersebut, dengan niat memberi tahu, bahwa pesawat mereka tidak boleh memasuki wilayah udara Nusantara, bukan untuk menakut nakuti mereka.


Namun tidak disangka. Salah seorang pilot pasukan asing salah mengira. Lalu tanpa aba aba serta perintah dari atasannya, langsung melepaskan tembakan ke arah pesawat tempur Nusantara, yang tidak sempat mengelak atau menghindarinya, hingga menyebabkan pesawat tersebut meledak di udara.


Pemandangan itu tentu saja membuat teman temannya menjadi geram, dan langsung memburu pesawat yang menembak jatuh pesawat temannya. Tapi belum juga sampai, tiba tiba empat belas pesawat itu menghilang, dan pergi entah kemana?


Sebaliknya, 35 pesawat tempur yang sedang mengudara dan melintasi wilayah Nusantara itu, tiba tiba meledak semua. Tanpa tahu apa penyebabnya. Pilot yang menerbangkannya dipindahkan ke atas kapal induk tanpa tahu kenapa?


Pemandangan tersebut tentu saja mengejutkan dunia. Karena entah ulah siapa, pertikaian yang disengaja tersebut disiarkan langsung ke dunia, agar dunia tahu bahwa Nusantara telah diserang.


Bukan mereka yang memulainya. Tapi pesawat asing yang sudah diketahui dari negara mana yang memulainya.


Badan perserikatan bangsa bangsa juga tahu, bahwa tidak ada satupun pesawat tempur negara Nusantara yang melepaskan tembakan. Mereka terbang hanya demi menjaga kedaulatan negara dari dimasuki bangsa asing, dan itu tidak melanggar hak azasi manusia. serta tidak bertentangan dengan fakta Marsawa.


Namun sebaliknya. Pemimpin dari negara Naga, apalagi panglima perang juga menteri pertahanannya merasa tidak senang, karena tiga puluh lima pesawat tempur canggih mereka, hancur begitu saja, tanpa diketahui penyebabnya.


Hal itu tentu saja merugikan mereka, karena satu pesawat saja, harganya sudah mencapai jutaan dolar. Belum lagi 34 pesawat lainnya." Cari tahu apa penyebabnya!"


"Kirimkan tiga kapal induk lagi, dan bawa 70 pesawat tempur, untuk menggempur wilayah Itu!"


"Tunjukkan pada dunia, bahwa negara kita tidak bisa diintimidasi!" ujar pemimpin tertinggi negara tersebut pada para bawahannya.

__ADS_1


__ADS_2