
"Aha ternyata benar!, mereka mati semua."Ujar Yun Cha cukup kuat, sesaat setelah tiba di tempat ledakan pertama dengan ekspresi gembira.
"Lapor yang mulia pangeran. Di enam tempat juga sudah diperiksa.Tidak ada tanda tanda kehidupan disana. Sepertinya mereka sudah mati semua?" Ucap komandan Yang Ma, saudara sepupu panglima Yang Cha pada tuannya.
"Apa kau sudah memindai seluruh areal itu, siapa tahu masih ada yang bernyawa?" Tanya Yun Cha ingin tahu.
"Sudah panglima. tidak terdeteksi sesuatu yang bernyawa, kecuali serangga dan hewan melata yang sempat diselamatkan.Kalau untuk manusia tidak ada." Jawab Yang Ma apa adanya.
"Bagus!. Kalau begitu ayo kita berburu harta, dan tumbuhan herbal, untuk diserahkan pada leluhur dewa!" Respon Yun Cha merasa senang.
Lalu memerintahkan pada anak buahnya untuk menyebar, dan mendatangi empat buah bukit, yang berada tak jauh dari mereka.
Begitu mereka sudah tiba, Yun Cha pun berkata. "Gunakan formasi bintang, sekaligus formasi penghancuran. untuk meledakkan empat buah bukit itu!"
"Pasang segel peredam agar suaranya tidak terdengar keluar. Ambil semua tumbuhan herbal dan emas emas itu, dari pada diambil oleh orang lain!"
"Aku ingin mereka merasakan, bahwa mencari makan di tanah orang itu harus tahu aturannya."
"Kerjakan!" Perintahnya.
Maka menyebar lah mereka ke empat tempat, dan membentuk formasi untuk melakukan penghancuran. Tak lama kemudian apa yang diperintahkan itu sudah selesai dikerjakan. Kini tinggal mengeksekusinya saja.
Setelah semua tumbuhan herbal diambil. Yun Cha berkata pada bawahannya. "Bersiap semua, hancurkan!"
Boom!
Empat kali bunyi ledakan yang sangat kuat terjadi, hingga mengguncang tempat itu, dan meratakan 4 buah bukit yang ada. Tapi anehnya material yang ingin mereka ambil tidak ikut hancur. yang hancur hanya batu-batu yang tidak berharga saja. Sedangkan emas, intan dan batu berharga lainnya masih tetap ada di tempatnya.
"Ambil semua batu-batu itu! masukkan ke cincin kalian. Jangan tinggalkan sedikitpun!" Seru Yun Cha saat memberi pengarahan pada 3000 anak buahnya cukup berwibawa.
Sekejap saja, emas, intan dan batu mulia lainnya yang ada di tempat itu, sudah tersedot habis semua, bahkan sampai ke dasar bumi.
Melihat itu pangeran Yun Cha menjadi sangat senang. Tentu dengan tindakannya tersebut, kata maaf pasti akan diberikan kepadanya oleh leluhur Dewa. Itu harapan terbesarnya.
__ADS_1
"Ayo kita cari ke tempat lain. Siapa tahu masih ada tumbuhan herbal dan emas di sana?" Ujarnya.
Delapan jam kemudian. Tujuh belas buah bukit dan delapan lembahnya sudah selesai diratakan, serta diambil emas emasnya. Jumlahnya sangat banyak sekali, cukup untuk menghidupi orang satu kabupaten selama satu windu.
Setelah dirasa cukup. Yun Cha mengajak anak buahnya untuk kembali, guna melaporkan hasil temuan juga tugasnya pada Arya.
Sementara itu di tempat lain, atau tepatnya pada waktu yang bersamaan. Panglima Gang Dya, pemimpin kelompok dua, sudah memasuki Alas Purwa. tempat dimana siluman laba laba, kobra dan kalajengking merah berada.
Dengan hati hati mereka memasuki tempat itu, setelah terlebih dahulu menyebarkan aura intimidasi di sekitarnya, sekaligus meningkatkan aura kekuatan jiwa, agar tidak terpengaruh oleh racun binatang binatang tersebut.
Bisa saja mereka membakar habis tempat itu, tapi resikonya sangat besar sekali. Tumbuhan herbal yang ingin mereka cari, pasti akan ikut terbakar juga. Jadi mereka lebih memilih untuk memasukinya walau nyawa taruhannya.
"Hati hati!. itu mereka!" Teriak Gang Dya mengingatkan prajuritnya.
"Cepat bentuk formasi pertahanan. Halangi langkah mereka, agar tidak bisa mendekat. Tapi jangan bunuh mereka!"
"Namun kalau mereka menyerang juga, jangan segan-segan untuk melawan." Teriaknya memberi arahan.
Maka dalam sekejap saja, dari tubuh mereka, memancar Aura pertahanan yang kuat sekali. Kemudian digabung menjadi satu, membentuk sebuah formasi yang sangat mengintimidasi, sehingga membuat ribuan laba-laba tersebut mundur ketakutan. Tapi mata mereka menyorot tajam ke arah Gang Dya, dan 1.500 anak buahnya.
Namun ada beberapa laba-laba nakal, yang mencoba untuk menyerang musuhnya, dengan menggunakan air liur beracunnya. Tapi begitu menyentuh permukaan formasi. air liur tersebut langsung hancur, bahkan membunuh pemiliknya.
Melihat itu, raja laba-laba menjadi berang, dengan ekspresi yang tidak bisa diremehkan. dia memberi instruksi dengan bahasanya, agar seluruh anak buahnya menyemburkan air liur, sekaligus melemparkan jaring-jaring dari mulutnya juga.
Namun sekali lagi usaha mereka tidak berhasil, karena pertahanan formasi yang dibuat oleh Gang Dya dan anak buahnya sangat kuat sekali. bahkan seperti tadi, belasan liter dan ribuan jaring laba-laba habis terbakar di udara, ketika bersentuhan dengan permukaan formasi dari lawannya.
Seperti kejadian pertama, diperkirakan lebih dari 2000 ekor laba-laba mati terpanggang, Sarang sarang mereka yang ada di pohon, dahan, cekungan tanah, ranting serta daun-daunnya habis terbakar semua.
Kejadian itu tentu saja membuat Raja laba-laba semakin murka, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Lebih dari 2000 an rakyatnya mati secara sia-sia, bahkan rumah atau sarang yang mereka buat tidak tersisa lagi. Jika diteruskan, maka mereka semua yang akan binasa.
Kini jumlah mereka diperkirakan hanya tinggal sekitar 200 ekor saja, dan itupun keadaan mereka sangat memperihatinkan. Hanya raja mereka yang masih terlihat segar bugar, karena dia dilindungi oleh kekuatan mistis, yang terpancar dari benda berharga yang ada di dekatnya.
Gang Dya tentu saja paham, raja laba laba yang tidak ikut mati itu, tentu dilindungi oleh sesuatu yang sangat berharga. tapi benda apa itu belum diketahuinya.
__ADS_1
Karena tidak mau berlama lama. maka tanpa pikir panjang lagi, dia langsung merilis kesaktiannya untuk menghancurkan laba laba beracun itu, sekaligus memusnahkan dominasinya.
Namun belum juga terlaksana. Fopka, raja laba laba itu berseru pada anak buahnya dengan berkata." Ini adalah akhir hidup kita, setelah selama 150 tahun menempati hutan larangan ini."
"Ada yang tidak suka keberadaan kita disini, makanya bertindak sewenang wenang."
"Oleh karena itu ayo kita berikan pelajaran pada mereka, dengan menembakkan jarum pelumpuh Sukma, agar tidak ada satu orang pun yang berhasil memasuki tempat ini, tidak terkecuali mereka!" Ujar Fopka pada anak buahnya.
"Huh!. Mau melumpuhkan jiwa jiwa kami ya?. Jangan mimpi kalian!" Reaksi Gang Dya tidak senang. Lalu memerintahkan pada anak buahnya untuk meningkatkan pertahanan, sambil menyerang laba laba beracun itu secara frontal. karena lebih dari tiga ratus diantara mereka kebal racun, yang disebar oleh musuhnya melalui udara.
Mendapat serangan yang tiba tiba itu, tentu saja membuat Fopka menjadi kebingungan. Di saat anak buahnya sedang meningkatkan kekuatan untuk menembakkan jarum pelumpuh sukma, tiba-tiba mereka diserang. Tentu saja usaha mereka tidak berhasil. Tapi ada beberapa diantara mereka yang sempat melontarkan jarum tersebut ke arah lawannya, tapi panglima Gang Dya langsung menyadari itu, lalu menghancurkan jarum tersebut dari jarak jauh. dan..
Boom!
Ledakan besar pun terjadi, di saat mereka sedang mengumpulkan kekuatan. Tapi serangan dari panglima Gang Dya sangat dahsyat sekali, hingga menghancurkan pepohonan yang ada di depannya. Padahal tempat itu merupakan sarang atau kerajaan laba-laba tersebut.
Kini selesailah sudah riwayat laba laba itu. Raja dan seluruh anak buahnya mati secara sia-sia, demi untuk mempertahankan wilayahnya.
Setelah memastikan bahwa areal seluas 2 kilometer persegi sudah tidak ada lagi bahaya, maka panglima Gang Dya memberi informasi kepada panglima Dama, agar membawa pasukannya memasuki hutan tersebut, guna menggempur pertahanan wilayah kobra, yang kemungkinan daerah itu merupakan wilayah kekuasaannya.
Begitu mereka pergi, Gang Dya memerintahkan kepada pasukannya, untuk menyisir tempat tersebut, dan menemukan apa yang mereka lindungi itu.
Setelah mencari selama setengah jam, barulah ditemukan ceruk yang merupakan gua, tak jauh dari tewasnya raja laba laba itu. dan mendapati yang tadi mereka lindungi itu adalah daun tulang naga, yang banyak tumbuh di dalam gua itu.
"Ambil semua daun tulang naga itu. bawa juga batangnya. Tapi hati hati, jangan sampai tersentuh durinya. karena itu sangat berbahaya." Ujar Gang Dya pada anak buahnya.
"Izin memberi usul panglima!. Bagaimana kalau kita ambil saja gua ini, tanpa harus memetik dan mencabut batang serta akar tulang naga itu, dan serahkan kepada leluhur Baladewa?" Ujar komandan Gang Ha pada atasannya.
"Hemm! betul juga usulmu itu, aku setuju." Reaksi Gang Dya merasa gembira. Kemudian berseru pada anak buahnya untuk melakukan sesuatu.
"Sekarang dengarkan kalian semua! Buat formasi kuasa naga. Cabut bukit ini, dan masukkan ke alam kita!" Perintah Gang Dya pada anak buahnya
Beberapa menit kemudian, apa yang diperintahkan oleh Gang Dya sudah selesai dilakukan, di mana bukit setinggi 12 meter, dan lebarnya sekitar 1 kilometer. sudah dipindahkan, dan menyisakan tanah yang luas sekali. Sepanjang mata memandang, tidak ada tumbuhan di atasnya.
__ADS_1
Fenomena langka tersebut, apabila ada orang yang melihatnya, tentu saja merasa heran. Bagaimana bukit yang cukup besar itu bisa tidak ada di tempatnya?. Tapi itulah yang terjadi.
Bagi pasukan Gang Dya dan pasukan panglima-panglima yang lainnya, terutama prajurit-prajurit Yun Wangsa, itu tidak menjadi masalah, karena mereka menguasai ribuan ilmu kesaktian yang berlevel tinggi, salah satunya adalah mampu memindahkan barang apa saja ke tempat lain, termasuk bukit yang di dalamnya terdapat gua tulang naga.