
"Ayo kita ke sana!. Bawa sepasukan tentara untuk memeriksa tempat itu. Panggil juga para jenderal, panglima dan putra agung Yama untuk datang membantu!" Ujar raja Yun Wangsa pada pengawalnya. Kemudian menghilang dari tempat itu, menuju ke lokasi pertarungan.
Sementara itu di tempat kejadian. formasi yang dibuat oleh Arya masih berdiri kokoh, tanpa ada sedikitpun kerusakan, malah posisinya semakin kuat.
Pangeran Yun Cha yang berniat menghancurkannya, malah menjadi korban. Dari mulutnya keluar darah segar. Matanya memerah darah. Sekujur tubuhnya terluka, dan tenaganya sudah hampir habis. Nampaknya dia sudah tidak mampu untuk melanjutkan pertarungan. karena tubuhnya terlihat tergeletak tidak berdaya, dan siap untuk menerima hukuman.
Tapi Arya tidak mau mengambil kesempatan. Dia malah membiarkan lawannya meringkuk kesakitan di tanah, setelah tubuhnya berubah lagi, dan kini berharap agar dibunuh saja.
Namun saat Arya ingin memindahkannya ke tempat lain, datang seribuan orang lebih memenuhi tempat itu, dan langsung mengadakan pengepungan terhadapnya.
"Tangkap orang itu, dan bawa ke ruang tahanan!" Ujar jenderal Yang Cha cukup jumawa.
Sejurus kemudian, seratusan orang lebih meluru ke arah Arya, yang kini terlihat hanya sendiri. dan langsung melancarkan serangan mematikan ke arahnya.
"Tunggu!"Teriaknya.
"Katakan, siapa kalian, dan kenapa menyerang ku?" Ujarnya.
"Jangan banyak basa basi!. Serang saja dan jangan banyak tanya!" Reaksi Yang Cha merasa tidak senang.
"Tidak guna bicara baik baik pada kalian, lebih baik dihancurkan saja!" Ujar Arya juga tidak senang. Kemudian berteriak lantang sekali."Hiaaaaa!"
Boom!
Whus! Wus! Wus!.
Slash!
Bamm!
Setelah Arya berteriak begitu, tiba tiba saja muncul ribuan senjata berbagai jenis dan ukuran dari tubuhnya, dan siap untuk menghancurkan apa saja yang ada di depannya.
Bukan hanya senjata itu saja yang keluar. Kujang kembar kuning keemasan juga keluar dari tubuh Arya. dan melayang layang di udara. Tidak ketinggalan pula rompi Antakusuma juga menunjukkan dominasinya. Cincin Brajamusti langsung bersinar terang. Kasutpada Kacarma melengkapinya. Kalung Pasopati juga tak ketinggalan, turut hadir untuk melindungi tuannya.
Terakhir yang keluar dari tubuh Arya adalah api tujuh warna, hingga membuat udara di tempat itu menjadi panas, dan penuh sesak dengan aura intimidasi serta kematian.
Melihat itu, panglima Yang Cha menjadi tertegun diam. Dia tidak menyangka, jika musuh yang ingin dia tangkap itu bukan orang sembarangan.
Jika dia memaksakan diri untuk menangkap Arya, maka ribuan senjata yang melayang-layang di sekitarnya itu akan membabat habis pasukan yang tidak seberapa miliknya. Jadi dia memutuskan untuk menghentikan aksinya, dan bertanya baik baik pada Arya.
"Mohon maaf anak muda. tolong hentikan intimidasi ini. Jangan biarkan mereka meregang nyawa karena tidak mampu membendung kesaktian mu itu."
"Tapi tolong katakan, siapa anda sebenarnya. Kenapa datang datang langsung mengacau ditempat ini dan
melukai pangeran Yun Cha?" Ujar Yang Cha cukup sopan, dan berniat untuk merubah keadaan.
"Kau belum pantas untuk tahu siapa aku. Tapi sedikit yang ingin aku sampaikan. bahwa anak buah pangeran mu itu ingin menangkap ku, yang mungkin akan dijadikan persembahan?"
"Oleh karena itu aku marah, dan memberi pelajaran padanya. Itu saja. Puas?" Jawab Arya.
"Tapi bagaimana kau bisa masuk kesini. padahal ini...?"
"Dunia naga, Begitu?" Potong Arya.
"Be be benar!" Jawab Yang Cha gugup.
"Mereka yang membawa ku kemari. Nih aku kembalikan!" Jawab Arya berterus terang. Kemudian mengeluarkan 40 anak buah Yang Cha dari dalam cincinnya.
"Ugh! Jangan pukul aku!. Aku mengaku bersalah!"
"Aku akan mengaku, akan mengaku!"
__ADS_1
"Tolong hentikan! Jangan pukul lagi. Aku sudah tidak tahan!" Ucap beberapa orang anak buah Yang Cha mengiba meminta pengampunan.
"Itu akibat berani memprovokasi ku. Kalian pikir aku tidak sanggup melawan?"
"Sekarang berlutut, agar aku bisa mengampuni nyawa kalian!" Ucap Arya cukup lantang .
Blar!
"Siapa yang berani mengacau di negara ku. Beraninya kau?" Ucap seseorang dengan suara lantang. Kemudian melontarkan ajian terkuatnya untuk mematahkan dominasi Arya.
Tapi apa yang terjadi? Teknik yang dilontarkan oleh orang itu hancur sebelum mencapai sasaran. Lingkaran energi yang ada di sekitar Arya sangat kuat sekali. dan tidak bisa dihancurkan oleh siapapun. hingga ajian yang dikeluarkan, langsung berbalik menyerang lawan.
Bugh!
Dhuar!
"Argh!" Keluh orang itu kesakitan. dan langsung menjauh dari Arya, agar tidak terkena serangan balasan darinya.
"Panglima Dama!. Biar aku yang urus bocah itu. Semua senjata yang ada di tubuhnya akan aku hancurkan. Kau lihatlah ini!"
"Hiaaaaa!"
Bamm!
Wus!
Dhuar!
Tubuh panglima divisi dua langsung terpental, saat bertabrakan dengan energi yang keluar dari tubuh Arya. Sedikitpun Arya tidak bergerak, dan hanya membiarkan kekuatan besar itu menyerangnya.
"Apa yang terjadi, kenapa tubuh panglima Gang Dya terpental?. padahal dia sudah berada di level bumi akhir? Tapi kenapa belum mampu merobohkannya?" Ujar putra mahkota pada ayahnya.
"Kenapa putra agung belum datang, padahal sudah dikasi tahu untuk membantu meringkus pengacau itu. Jika bocah itu bergerak, aku khawatir pasukan yang sebanyak ini akan hancur." Tanya pangeran mahkota pada ayahnya.
"Mohon ampun yang mulia. Putra agung sudah tahu tentang orang itu, dan akan segera menangkapnya, karena telah berani menimbulkan kekacauan besar di alam naga." Ujar panglima Zuma pada rajanya.
"Tapi kenapa lama?. Apakah dia tidak tahu betapa bahayanya keadaan di sini?" Reaksi raja tidak senang.
"Ampun yang mulia!. Patung leluhur naga telah hancur, dan tidak menyisakan apa apa. Jadi apa yang harus kita lakukan yang mulia?" Ucap seseorang yang datang secara tiba tiba itu dengan ekspresi ketakutan.
"Apa?. Patung naga hancur, bagaimana bisa?" Reaksi raja tidak terima.
"Tapi itulah kenyataannya yang mulia. Bahkan api abadi yang ada di dalam gua mendadak padam, dan spiritnya hilang entah kemana?" Jawab orang yang melapor itu berterus terang.
"Tapi..tapi bagaimana bisa? Siapa sebenarnya orang itu, kenapa kekuatannya sangat luar biasa?" Reaksi raja tetap tidak percaya.
"Ternyata kau rajanya?" Arya tiba tiba sudah berada di belakang raja, dan langsung menahannya.
"Ka ka kau?" Ucap raja ketakutan.saat dia memalingkan wajahnya ke arah belakang.
"Jangan berani macam macam! Dia seorang raja. tidak pantas buatmu menyentuhnya!" Reaksi putra mahkota pada Arya.
"Aku heran dengan kalian? kenapa suka benar mengganggu orang? padahal lagi enak enaknya kumpul sama teman teman, tapi putra mu itu telah mengacaukannya."
"Apakah kalian tidak tahu bahwa itu membuat ku tidak nyaman?" Ujar Arya sembari menahan bahu raja agar tidak tumbang.
"Jangan kurang ajar!, cepat lepaskan ayah ku?" Teriak Yun Zuka pada Arya.
"Aku bisa saja melepaskan dia, tapi setelah menjawab pertanyaan ku!"
"Kenapa saudara mu yang lemah itu, berani mencari gara gara dengan ku?"Tanya Arya.
__ADS_1
"Kapan dia mencari gara gara dengan mu?. Dia hanya ingin menaikkan levelnya saja. Apakah itu salah?"Jawab Yun Zuka membela adiknya.
"Oh begitu?"
Wus!
Dhuar!
"Argh!"
"Apa yang kau lakukan? kenapa kau bunuh saudara ku?"
"Aku hanya ingin latihan. jadi apa salahnya membuat adik mu itu terbang. toh aku cuma latihan saja?"Jawab Arya.
"Kurang ajar!. Akan ku bunuh kau!"
"Hiaaaaaa!"
Bugh!
Plak!
Bamm!
Alih alih ingin menyerang Arya, dia sendiri yang menjadi korban. Kekuatan besar yang dia lancarkan. Berbalik menghantamnya, hingga membuat nafasnya jadi tersengal.
"Lepaskan ayah ku. jangan kurang ajar padanya!" Ucap seseorang dari arah belakang.
"Satu lagi pecundang yang datang. dasar cari mati!" Reaksi Arya tidak senang. Kemudian menahan serangan orang itu, hanya dengan melambaikan tangannya saja ke arah belakang.Tapi dampak yang ditimbulkannya sangat luar biasa.
Tubuh putra agung mencelat jauh, karena tidak sanggup menahan serangan balasan dari Arya Maka terpaksa dia menghindar agar tidak menjadi korban.
"Siapa kau sebenarnya. Kenapa kekuatanmu besar sekali?. Apakah kau bukan manusia?" Tanya putra agung pada Arya.
"Apa kau pantas mendengarnya. dan apakah kau sudah siap jika aku berterus terang?" Jawab Arya tiba tiba kesal.
"Pantas atau tidaknya itu tergantung kekuatanmu. Jika kau mengecewakan ku, maka aku tidak akan segan segan lagi membunuh mu!" Bantahnya.
"Baru mempunyai kekuatan level awan awal, sudah sombong seperti itu. bagaimana kalau level puncak?" Tanggapan Arya sungguh diluar dugaan.
"Bagaimana kau bisa tahu level ku. Siapa...?".
"Hah!. Itu terus yang kalian tanyakan. Jadi bosan aku!" Sergah Arya tidak senang. kemudian menotok tubuh raja Yun Wangsa, agar tidak bergerak. Kemudian berniat pergi dari tempat itu, dan memasuki istana mereka.
"Tunggu! Aku akan berterus terang! Sebenarnya adik ku itu merasa penasaran, bagaimana ada manusia yang mempunyai kekuatan besar seperti mu?"
"Ketua agung kerajaan ini saja tidak mampu mencapainya, tapia kau bisa?"
"Jadi atas persetujuan gurunya, dia menawarkan diri untuk membawa mu ke sini, dan menyelidiki kekuatan itu."
"Tapi perkiraannya ternyata salah. Kau manusia yang tidak bisa ditipu. hingga membuatnya harus mati di tanganmu. Sungguh kami tidak berniat untuk mencelakai mu. Kami hanya ingin mendapatkan kekuatan mu. itu saja." Jawab pangeran mahkota apa adanya.
"Dasar orang orang aneh!. Seenaknya saja mau mengambil kekuatan orang lain. Apa kalian tidak malu. jika ini bocor keluar?" Reaksi Arya tidak habis pikir, atas perlakuan buruk mereka padanya.
"Kami terpaksa melakukan itu, karena mendapatkan tekanan dari musuh besar kami, agar mau menyerahkan seorang manusia, yang mempunyai kekuatan besar untuk dijadikan tumbal."
"Jadi terpaksa kami mencari orang itu, sampai salah seorang diantara kami menemukannya. Ternyata orang itu adalah anda?" Jawab Yun Zuka apa adanya.
"Lalu setelah kalian tidak mampu menaklukkan ku, apa usaha kalian, apakah tetap ingin menangkap ku?" Tanya Arya ingin tahu.
"Tidak!. Kami hanya ingin berbakti pada mu leluhur!"
__ADS_1