Arya, Sang Penakluk Naga

Arya, Sang Penakluk Naga
Kegilaan Dave tua


__ADS_3

Tiga hari kemudian. Seluruh pengerjaan lahan sudah selesai dikerjakan.


Tidak ada lagi pohon pohon besar maupun kecil yang masih berdiri. Semuanya sudah di tebang dan dibuang. Kini yang terlihat hanya hamparan tanah lapang, yang siap untuk di tanami atau dibangun banyak bangunan.


Arya sebagai pemilik lahan, tentu saja merasa senang. karena lahan seluas 120 ribu meter persegi itu, seluruhnya telah selesai dikerjakan.


Tidak sia sia dia dan anak buahnya berjibaku siang dan malam, sampai harus membuat perkemahan di tempat itu, demi apa yang mereka usahakan sesuai dengan harapan.


"Lapor tuan muda!". Begitu Arya dipanggil sekarang.


"Seluruh pagar pembatas tanah ini sudah selesai dikerjakan. Tinggal memasang pintu masuk dan pintu keluarnya saja."


"Setelah ini apa yang harus kami kerjakan, agar waktu kami di sini tidak terbuang percuma?" Ujar Jaka, kepala tukang itu bertanya pada Arya.


"Untuk sementara cukup itu dulu. Karena setelah ini, sebagian besar diantara kita harus kembali ke kota, dan melakukan aktifitas di sana." Jawab Arya apa adanya.


"Kenapa harus begitu tuan muda?. Bukankah tuan mendatangkan kami kemari karena untuk bekerja, tapi kenapa baru tiga hari sudah disuruh pulang?" Tanya kepala tukang itu tidak percaya.


"Maksudku bukan begitu. Setelah satu minggu kalian disini. Barulah sebagian dari kalian akan dipulangkan, karena belum ada rencana untuk mendirikan perusahan."


"Lagipula izin mendirikan perusahaan belum diurus. Pun jenis perusahaan apa yang akan didirikan aku belum tahu. Mungkin setelah satu bulan, barulah rencana besar bisa dijalankan." Jawab Arya berterus terang.


"Ternyata begitu?. Jadi setelah ini apa yang harus dibangun lagi?. Apakah tidak sebaiknya mendirikan bangunan sementara untuk karyawan tinggal?" Reaksi kepala tukang Jaka memberikan masukan.


"Untuk saat ini belum perlu. Karena ada rencana jangka panjang yang akan dibuat. Jadi paman tenang saja, sambil menunggu perkembangan selanjutnya."Jawab Arya apa adanya.


"Lapor tuan muda!. Di luar ada petugas PLN yang ingin bertemu dengan anda. Katanya mereka di suruh oleh tuan Dave untuk menemui anda." Ujar seorang petugas jaga pada Arya.


"Petugas PLN?. Baru saja ingin menghubungi mereka. Eh sudah datang duluan. Kebetulan sekali." Respon Arya mendadak senang.


"Cepat suruh mereka masuk!. Aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan mereka!" Responnya.


Tak lama kemudian, orang yang ingin menemui Arya sudah berada di depannya. dan tanpa basa basi lagi, langsung mengutarakan tujuan mereka datang.


"Ternyata begitu?" Reaksi Arya tentu saja senang." Aku kira ada apa?" Reaksinya lagi.


"Namun sejujurnya aku suka, karena gerak kalian cukup cepat, dan langsung bereaksi saat dihubungi." Ujarnya apa adanya.


"Itu semua berkat tuan Dave yang menghubungi direktur pusat kami. Jadi kami tidak berani melambat lambat kan perintahnya." Jawab petugas listrik itu apa adanya.

__ADS_1


"Lalu apa rencana kalian?. apakah gardu listrik yang akan dibangun itu bisa diselesaikan dalam beberapa pekan?" Tanya Arya ingin penjelasan.


"Kalau tiang dan jaringannya sudah dipasang, kemungkinan gardunya bisa selesai dalam tiga hari. Tapi..?" Jawab petugas itu tidak jadi, karena Arya sudah memotong duluan perkataannya.


"Tunggu dulu!. Jangan gunakan tiang, tapi jaringan bawah tanah.agar terlihat rapi, karena jalan yang menuju tempat ini akan aku perlebar jadi dua jalur. Oleh karena itu lakukan seperti yang aku inginkan." Ujarnya menyampaikan keinginan.


"Kalau yang seperti itu biayanya mahal tuan. Apakah..?"


"Lakukan saja! karena semua biaya aku yang tanggung." Jawab Arya tegas, tanpa menunggu petugas itu selesai mengutarakan maksudnya.


"Ba ba baik tuan muda!" Jawab petugas itu gugup. Kemudian menghubungi bosnya untuk menyampaikan perkembangannya.


Satu bulan kemudian. Apa yang dinginkan oleh Arya sudah selesai dilakukan. Jalan tanah yang menuju tempat itu juga sudah diaspal.


Tiap tiga puluh meter, dipasang lampu penerang jalan, hingga membuat tempat itu sekarang menjadi terang benderang. dan tidak seram lagi.


Jalan perkampungan pun sudah di aspal juga dilebarkan, lengkap dengan penerangan jalannya, hingga membuat suasana malam di kampung itu jadi hidup.


Seluruh tanah lapang milik Arya juga sudah dipasangi lampu penerangan. agar suasana malam tidak menyeramkan. dan membuat petugas jaga serta karyawan pembuatan pabrik juga gudang. tidak merasa tinggal di perkampungan.


Pokoknya Arya telah menyulap tempat itu, menjadi sebuah tempat yang bakalan ramai, bila lima buah pabrik yang sedang dibangun itu selesai dikerjakan.


Pak Satya yang mendengar itu jadi keheranan. karena Arya dalam membangun itu tidak mengikutsertakannya. Atas dasar itu dia merasa kurang senang, dan ingin menanyakan masalah itu pada Arya.


"Bapak sudah tahu masalah itu. Cuma bapak agak sedikit kecewa, karena nak Arya tidak mengajak bapak untuk bekerjasama lagi." Reaksi Satya mengejutkan Arya.


"Darimana bapak tahu, padahal saya tidak memberitahu Amanda untuk masalah itu?" Tanya Arya jadi penasaran.


"Pekerjaan besar seperti itu siapa orang yang tidak tahu. termasuk bapak, tapi tahunya sudah telat. itupun tahunya dari Amanda." Jawab Satya apa adanya.


"Bagaimana bisa?. Padahal saya tidak mengatakan apa apa padanya. Pergi dan pulang sekolah wajar wajar saja. dan tidak pernah membahas masalah itu?. Apakah Amanda..?" Reaksi Arya jadi penasaran.


"Dia heran kenapa jarang melihat mu di restoran, padahal anak buah mu selalu ada. Jadi iseng dia bertanya pada mereka dimana kamu?"


"Ternyata dalam sebulan itu kamu selalu pergi ke kota sebelah, dan kadang pergi sekolah pun dari sana." Jawab Satya apa adanya.


"Maaf pak Satya. Kalau sikap ku telah membuat anda tidak senang. Tapi itu bukan karena lupa dengan anda, tapi.." Tanggapan Arya tidak enak hati.


"Master dewa! Ternyata anda sudah datang?. Ayo cepat masuk. Aku ingin memperkenalkan anda pada kolega kolega ku, termasuk pada tuan muda mereka." Ujar Dave tua, yang tiba tiba datang langsung mengagetkan Arya dan Satya.

__ADS_1


"Eh Satya rupanya?" Reaksi terkejut Dave tua tidak main main."Maaf karena tidak langsung menyambut mu saat datang." Ujar Dave tua pada tamu terhormatnya itu.


"Tunggu dulu ketua!. Apakah anda mengenal Arya?" Reaksi Satya jadi penasaran.


"Ya kenal lah!. Dia tuan muda Arya. Julukannya master dewa. Berkat dia penyakit tumor ganas ku jadi sembuh, dan sekarang aku sudah tidak apa apa?" Jawab Dave tua berterus terang.


"Ja ja jadi..?" Reaksi Satya tentu saja penasaran.


"Ya. Dia master dewa yang pernah aku ceritakan pada mu waktu itu. Sekarang dia telah menjadi ketua kita, mengantikan posisi ku. Jadi kau juga yang lain harus menghormati juga mematuhi perintahnya."


"Jika salah satu diantar kalian ada yang berani bersikap kurang ajar, maka aku sendiri yang akan menghukumnya!" Jawab Dave tua cukup mencengangkan. karena dia melihat Satya sudah berani bersikap tidak sopan pada Arya.


"Tidak begitu juga senior Dave. Pak Satya ini sudah kenal denganku cukup lama, dan sudah aku anggap keluarga. Jadi tidak etis rasanya kalau dia dihukum karena sikapnya itu."


"Oleh karena itu aku mengkhususkan diri untuk dimarahinya, karena bagaimanapun dia adalah calon mertuaku." Ujar Arya menengahi perselisihan kecil Dave tua dengan calon mertuanya itu.


"Apa?. Calon mertua?. Bagaimana bisa? Lalu...?" Respon Dave tua tidak terima. karena dia tahu Kanaya juga menyukai Arya.


"Ya, dia calon menantuku." Jawab Satya berterus terang.


"Oh tidak bisa!. Master dewa harus menjadi bagian dari keluarga ku. bukan keluargamu!"


"Jika kau calon mertuanya, maka aku mertua sahnya. Jadi siapa yang kuat, kau atau aku?" Respon Dave tua tidak senang.


Satya hanya bisa diam. dan tidak berani membantah perkataan Dave tua. karena bagaimanapun. harta yang dia dapatkan, dulunya berasal dari hasil meminjam tanpa bunga pada Dave tua. Jadi sampai sekarang, Satya masih merasa segan pada seniornya itu. dan berjanji tidak akan mengecewakan nya, termasuk dalam urusan asmara anaknya.


Tapi apakah anaknya itu bisa. Semua nampaknya tergantung pada kesanggupan Amanda, apakah dia bisa melepaskan Arya atau tidak?


"Ayah!. Ternyata kau di sini?. Para tamu sudah pada menunggu kapan ayah akan membuka acara?" Ujar Kanaya pada Dave tua secara tiba tiba.


"Oh iya ayah hampir lupa?. Untung kau mengingatkan nya. Ayo Satya, cepat kita masuk. Biar anakku yang akan mengurus ketua kita."


"Kita yang orang tua, sudah tidak pantas untuk ikut campur urusan anak muda."


"Kanaya, bawa master dewa ke dalam, dan kenalkan pada teman temanmu, bahwa dia calon suami mu." Ucap Dave tua mengejutkan semuanya.


"Ayah! Apa yang kau lakukan?. Buat malu saja!" Respon Kanaya tidak terima. Kemudian masuk ke dalam, dengan pipi bersemu merah.


"Hahahaha. Kau lihat itu Satya, anakku sekarang sudah mulai jatuh cinta. Siapa lagi kalau bukan pada master...?" Reaksi Dave tua tiba tiba. Tapi segera dihentikannya, karena Arya terlihat tidak senang juga.

__ADS_1


Satya hanya bisa mengurut dada, Arya juga demikian. Beruntung Amanda saat itu tidak ada. Kalau ada entah bagaimana reaksinya.


"Kak Arya!. Kenapa pergi tak bilang bilang?. Kan Nanda jadi diganggu orang?" Ujar seorang gadis cantik, yang tiba tiba datang mengejutkan mereka.


__ADS_2