Arya, Sang Penakluk Naga

Arya, Sang Penakluk Naga
Amanda diculik


__ADS_3

Sementara itu di dunia manusia. Sepasukan tentara, terlihat sedang berusaha memasuki kediaman Satya, yang sudah dipasangi array penghancuran tingkat fana. dan tingkat kekosongan semesta.


Mahluk kasat mata yang mencoba memasukinya, akan terbakar habis semuanya. Apalagi jika mereka berada dilevel rendah, antara level fana sampai level pembentukan inti roh.


Level yang dua tingkat lebih tinggi pun bisa mati dibuatnya.Tapi jika yang memasukinya berada di tingkat langit pertengahan. Kemungkinan mereka bisa masih bisa selamat. Apalagi jika mereka berada di level yang jauh lebih tinggi darinya. Maka tanpa kesulitan berarti, mereka bisa menghancurkannya. Tinggal bagaimana mereka berusaha saja. dan itulah yang dilupakan oleh Arya, saking banyaknya tugas dan tempat yang harus ia lindungi.


Kini yang ada, salah seorang diantara mereka berhasil memasuki formasi itu, setelah menghancurkan sumbu formasinya, yang ternyata berada di bawah bangunan rumah tersebut.


Hanya membutuhkan sedikit usaha. dia dan anak buahnya sudah berhasil membuka pusat formasi, dan menghancurkannya secara rahasia, sehingga aura keberadaan mereka tidak terdeteksi oleh Arya. dan dengan bebasnya, mereka melenggang masuk kedalam rumah Satya, yang saat itu penghuninya sedang tidur semua. tidak terkecuali Amanda.


"Cepat bawa anak itu, dan masukkan ke dalam kendi ini, agar auranya tidak bisa terdeteksi oleh Arya."


"Setelah selesai, pasangi tempat ini dengan formasi penyamaran, agar keberadaan penghuninya seolah olah masih ada."


"Jadi ayo segera lakukan! Kita sudah tidak punya banyak waktu disini!" Ucap Banaspati. panglima pasukan khusus pengawalan raja Dasamuka, yang sudah berada di level alam raja puncak pada anak buahnya.


Tak lama kemudian, apa yang ia perintahkan sudah dikerjakan semua. Amanda yang menjadi target penculikan sudah berada ditangan mereka, dan segera dibawa pergi untuk dihadapkan pada raja Dasamuka.


Berita keberhasilan itu, segera disampaikan pada pangeran Sura, melalui kristal jiwa yang dimilikinya, dan meresponnya secara berlebihan. Dia segera meninggalkan pasukannya yang sedang berusaha untuk memulai perang di kerajaan Naga, setelah memberikan tugas penting pada seratus ribu jenderal dan panglimanya. Lalu menghilang begitu saja.


"Mana perempuan itu? Aku sudah tidak sabar untuk meminum darahnya!" Teriak Sura sangat senang, sesaat setelah memasuki istana ayahnya.


"Salam yang mulia pangeran!" sapa prajurit, jenderal, panglima dan ratusan menteri yang ada di ruangan itu secara berbarengan.


"Hahaha! Kerja bagus! Aku suka kerja kalian!" Reaksi pangeran Satan, nama lain pangeran Sura, yang biasa dipanggil oleh kerabat dekatnya dengan nama itu, tanpa memperdulikan rakyatnya yang masih berlutut kearahnya.

__ADS_1


"Kalian semua berdiri! dan katakan, bagaimana caranya kalian bisa mendapatkan perempuan itu? Apakah melalui pertarungan?" Ujarnya.


"Izin menjawab yang mulia!. Panglima yang hina ini, yang telah mendapatkannya pangeran, tanpa kesulitan apapun dia rela ikut bersama hamba" Ucap Banaspati berterus terang.


"Bagus! bagus! bagus!. Kau akan aku rekomendasikan untuk menduduki posisi menteri pertahanan, yang tidak lama lagi akan habis masa jabatannya."


"Setelah perang ini usai, dan kita berhasil menaklukkan kerajaan Naga dan dua kerajaan lainnya, maka aku akan langsung mengangkat mu untuk menduduki posisi itu. dan ini tidak bisa ditunda tunda lagi." Jawab Satan senang.


"Tidak perlu menunggu perang usai. Sekarang pun ayah bisa mengangkatnya sebagai menteri pertahanan, menggantikan Rokan yang sudah tua itu."


"Jadi cepat panggil Rokan kemari. Aku akan mengangkatnya menjadi sesepuh para menteri, menggantikan sesepuh menteri sebelumnya yang sudah mati. Cepat lakukan!" titah raja Dasamuka pada prajuritnya.


"Dimengerti yang mulia!"Jawab pengikutnya serempak sambil berlutut kearahnya.


Satu jam kemudian. Orang yang dipanggil pun sudah datang, dan sudah Legawa kalau jabatannya diserahkan pada orang lain. Kebetulan jabatan itu masih dipegang oleh keluarga besarnya juga. Jadi tidak begitu menyedihkan kalau harus kehilangan jabatannya.


Namun saat sedang bersuka cita itu. terdengar sebuah ledakan cukup keras, menghantam atap bangunan istana hingga terbuka lebar. Tapi yang anehnya, tidak ada siapa di atas sana. karena waktu seakan berhenti berputar, walau hanya beberapa detik saja


"Apa yang terjadi? Siapa yang sudah berani menyerang istanaku?" Tanya Dasamuka keheranan.


"Kami juga tidak tahu yang mulia!.Akan kami cari tahu apa penyebabnya."Jawab abdinya ketakutan m.


"Cepat lakukan! Aku ingin pelakunya ditangkap dan dihukum berat!" reaksi Dasamuka emosi, kemudian meninggalkan singgasananya yang tak jauh dari tempat ledakan tersebut, dan menuju ke tempat pangeran Sura, yang sedang berusaha menaklukkan Amanda itu.


"Apa yang terjadi ayah? Ledakan kuat dari mana tadi?" Tanya Sura keberanian, sesaat setelah ayahnya sampai di depannya.

__ADS_1


Tanpa menjawab ataupun menyela, Dasamuka langsung memerintahkan pada pengawal nya untuk mengambil tubuh Amanda yang tidak sadarkan diri itu dengan berkata."Bawa bocah sial itu ke ruang pemujaan! Aku juga ingin menghirup darahnya untuk sumber kekuatan." ujarnya memberi arahan.


"Siap laksanakan yang mulia!" jawab pengawalnya patuh. Lalu tanpa ragu ragu lagi langsung mengangkat tubuh Amanda dengan sebelah tangan. tanpa menghiraukan pangeran Sura yang berdiri kebingungan.


"Apa maksudnya ini ayah? Kenapa ayah mengambil Amanda dari tangan ku? Apa ayah tidak memandang ku ada?" Protes Sura Menggala tidak senang.


"Nantilah akan ayah ceritakan. Ada hal yang sangat mendesak yang harus kita selesaikan." jawab Dasamuka berterus terang.


"Masalah mendesak apa ayah? Kenapa tidak ayah ceritakan di sini saja, karena aku hampir saja berhasil menarik sukma dari Amanda.tapi begitu ayah datang, semua usahaku jadi dia sia." Protes Sura.


"Diam lah! Ayah sedang terburu buru!" Jawab Dasamuka cuek saja. Kemudian berseru kembali pada orang orangnya. "Pengawal! Cepat bawa tubuh Amanda, dan letakkan di batu pemujaan!" Tegas perintahnya.


"Baik yang mulia!" Jawab pengawal tersebut patuh, kemudian mengangkat tubuh Amanda, dan dibawa pergi dengan cara melayang di udara, melewati Sura Menggala yang masih kebingungan di tempatnya.


Namun Sura Menggala atau pangeran Satan tidak bisa berbuat apa-apa, karena itu adalah perintah seorang raja. Tapi dia tentu saja merasa heran, kenapa seorang Dasamuka juga tertarik pada Amanda. Padahal sebelumnya dia bersikap cuek saja. Namun kali ini seperti ada sesuatu yang aneh pada ayahnya. Tapi apa yang aneh itu, Sura Menggala tentu saja belum tahu kebenarannya.


Tak lama kemudian.Tubuh Amanda yang masih pingsan itu, sudah berada di tempat lain. Jadi mau tidak mau, Sura Menggala harus mengikutinya juga. Tapi karena ini merupakan perintah rahasia, maka walaupun dia seorang pangeran, Raja tidak memperkenankan untuk dia ikut serta.


Kejadian itu tentu saja membuat Sura Menggala semakin keheranan. Mau protes dia tidak berani, karena bagaimanapun Dasamuka adalah ayahnya, sekaligus seorang raja yang sangat berkuasa. jadi dia terpaksa diam saja.


Namun secara diam-diam, dia menyebarkan persepsinya, untuk mendeteksi apa yang akan dilakukan oleh ayahnya tersebut.


Tapi tidak disangka, saat hampir membuka ruang pemujaan dengan penglihatan mata saktinya tersebut, tiba-tiba tubuh pangeran Sura terpental, dan langsung memuntahkan darah segar dari mulutnya.


"Huh! Ilmu baru seumur jagung, sudah berani mencelakai Amanda. Kau tidak tahu saja, kalau ditubuh Amanda telah aku tanamkan aura spiritual pengintaian, untuk mendeteksi keberadaan istana setan mu ini." Ucap seseorang penuh cibiran, saat tubuh Sura terpental seperti barusan.

__ADS_1


"Sekarang Amanda sudah aman. Tinggal bagaimana menghancurkan kerajaan ini dari dalam." Ujarnya lagi sambil tersenyum cukup mengerikan.


__ADS_2