
"Benarkah? Kenapa aku tidak tahu ya?" reaksi Arya cuek saja. karena ingatannya benar benar kosong, dan tidak ingat apa apa.
"Aneh? Dia yang menghilang tapi malah dia yang bertanya pada kita. Apa yang sebenarnya terjadi pada master Arya?" bisik Prana pada temanya.
"Itu juga yang ingin kami tanyakan padamu senior. Kalau tidak mana mungkin kami hanya diam saja dari tadi?" jawab Yaksa. Master kedua setelah atasannya Prana. sambil memandang pada dua orang yuniornya.
"Sudahlah!. yang jelas sekarang aku sudah pulang dan akan bersama kalian untuk selamanya." ucap Arya sambil mengingat urutan kejadian, yang samar samar masih tertinggal di kepalanya.
***
Satu minggu kemudian. Barulah Arya mengingat secara jelas apa yang sebenarnya terjadi padanya.Ternyata itu adalah hasil kerja Dragon dan orang orangnya, agar Arya tidak menceritakan pada orang luar tentang kejadian itu, juga tentang dunia naga yang pernah ia kunjungi. Walau Dragon tahu kalau Arya juga mempunyai dunia jiwa sepertinya.
"Ternyata begitu ceritanya ya? Pantesan ingatanku tiba tiba kosong dan tidak mengingat apa apa."
"Kalau aku tahu waktu itu, tentu aku akan membuka rahasia besar tersebut pada mereka? Untung saja aku dibuat hilang ingatan tentangnya. Kalau tidak entah bagaimana tanggapan mereka tentang yang mulia?" batin Arya.
"Kenapa kakak diam saja. Apa masih trauma dengan pertarungan itu?" tanya Amanda mengagetkan Arya.
"Lho. Kok kamu tahu? Siapa yang menceritakannya?" reaksi Arya.
"Bukanlah sebelum kejadian itu kakak ada mengatakan itu padaku, juga pada orang tuaku serta mereka. Tapi kenapa kakak malah lupa?" protes Manda.
"Apa memang benar begitu ya?" guman Arya masih belum mengingat jelas kejadiannya.
"Ih kakak ini! Dua hari yang lalu saat kakak bersamaku. Bukankah kakak sudah menceritakan semua kejadiannya padaku. Tapi kenapa kakak malah menanyakan itu lagi?" protes Amanda kembali.
"Dunia Naga?" pancing Arya.
"Dunia Naga apanya? Bangun kak. Ini dunia nyata! Tidak ada yang namanya dunia naga. Kakak harus tahu itu!" jawab Manda.
"Uh syukurlah! Untung saja." reaksi Arya senang mendengarnya.
Ternyata saat menceritakan itu. Arya tidak menyinggung tentang dunia naga. Entah kalau dia lupa.
"Kakak kenapa sih? Syukur untuk apa?" respon Manda setelah tersadar atas ucapan Arya.
"Tidak ada apa apa. Lupakan saja."jawab Arya.
Manda hanya diam dan tidak mau menanggapi kelinglungan Arya. Baginya sudah tahu permasalahannya ya sudahlah.Tidak perlu diperpanjang lagi.
Sebenarnya Amanda tahu tentang itu, dan dia merupakan orang pertama yang akhirnya tahu kalau Arya menghilang selama tiga hari itu karena bertarung dengan Medusa di atas pulau Angsa juga pulau Permata.Tapi Arya lupa, apakah dia juga menceritakan tentang dunia naga milik atasannya atau tidak. Dan itu hanya Manda sendiri yang tahu.
__ADS_1
"Ah tidak juga!" jawab Arya mencoba mencairkan suasana.
"Lalu kenapa dari tadi kakak diam saja? Apa kakak menyesal telah menceritakan kejadian itu pada Manda?" protesnya.
"Masalahnya bukan itu. Sebenarnya kakak sedang memikirkan, kok bisa bisanya seorang gadis cantik sepertimu jatuh cinta pada seorang Arya, yang dulunya merupakan seorang pemuda miskin dan tidak punya apa apa?" jawab Arya malah membangkitkan kenangan lama, saat Arya bertemu dengan Amanda.
"Apa hubungannya?" tanya Manda keheranan dibuatnya.
"Ya, sekedar bercanda." jawab Arya cuek saja. yang sejatinya masih belum bisa mencairkan suasana.
"Sekali lagi kakak membicarakan itu. Manda tidak akan berbicara pada kakak selama tiga bulan. Eh maksudku tiga jam. Cobalah kalau tidak percaya!" reaksi Amanda mengancam Arya, yang tentu saja mengejutkannya. Namun didalam hatinya tertawa, karena candaannya mengena di hati lawan bicaranya.
"Aku ingin melihat sampai dimana tekadmu itu? Paling paling hanya bisa bertahan selama tiga menit saja?" respon Arya mencoba menggoda kekasihnya.
"Iihhh! Dasar tidak peka!" rajuk Manda sambil mencubit pinggang Arya.
"Ah sakit tahu! Ampun Manda! Aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi!" pura pura Arya merasa kesakitan, agar Manda melepaskan cubitannya.
"Ndak! Pokoknya Manda kesal dengan kak Arya!" yang sebenarnya sangat mengharapkan tindakan lebih dari kekasihnya.
Tapi memang dasar Arya. Dia pemuda yang tidak romantis, dan tidak pandai bersilat kata, untuk sekedar menyenangkan hati Manda.
Baginya semua itu tidak perlu, kalau hanya semu belaka. Yang terpenting baginya adalah, bagaimana melindungi serta membuat Amanda aman serta nyaman, setelah nanti meninggalkan keluarganya, dan hidup bersama dengannya. Walau itu bagi orang lain tidak benar.
Untuk kali ini Arya tahu apa yang diinginkan oleh pasangannya. Maka dengan sekali rengkuh bibir mereka sudah menyatu, dan larut dalam iramanya. Ah indahnya dunia. pikir Arya.
"Ehem!" terdengar sebuah suara mengagetkan keduanya, dan buru buru menghentikan apa yang mereka lakukan sejak dari tadi.
"Kanaya?" reaksi Arya dan Amanda berbarengan.yang tentu saja membuat salah satunya tidak senang.
"Maaf! Aku aku tidak sengaja." dalih kanaya berusaha mengalihkan perhatiannya.
"Ada apa?" tanya Arya bersikap bijak, agar Kanaya tidak begitu merasa bersalah pada mereka.
"Tidak ada apa apa!" jawabnya. Padahal perih hati Kanaya saat menjawab itu. Tapi dia mencoba untuk tegar.
Selama ini Arya tidak pernah melakukan itu padanya, kecuali dulu. Itupun secara tidak sengaja. Tapi hari ini dia melihat bagaimana orang yang dipujanya bersikap lembut pada yang satunya. "Apakah ini adil?" batinnya.
"Ha??" reaksi Arya juga Amanda berbarengan. Lalu tertawa atas sikap kanaya yang malu malu. "Terlalu polos." batin Arya.
"Kenapa kalian tertawa? Apakah ada yang lucu?" protesnya.
__ADS_1
"Tidak ada apa apa. Ayo silakan duduk!" jawab Arya.
***
Satu minggu berikutnya. Arya beserta jajarannya sudah berada di lokasi pembangunan, dan sedang membicarakan apa yang harus mereka lakukan disana.
"Aku mau pembangunan di sembilan pulau ini diteruskan. Sebab kalau dibiarkan akan berdampak buruk pada bahan atau materialnya."
"Oleh karena itu aku ingin kalian yang sudah ditunjuk. untuk segera pergi ke masing masing pulau, yang sudah menjadi tanggung jawab kalian untuk membangunnya."
"Aku ingin dalam setengah tahun atau paling lambat satu tahun ke depan. Apa yang aku inginkan sudah berdiri semua, dan tahun berikutnya sudah bisa digunakan!" ujar Arya saat memberikan pengarahan pada orang orangnya.
"Mengenai para pekerja dan pengawasannya. Aku serahkan pada masing masing ketua yang ditunjuk. dan hari ini juga hubungi mereka, agar mulai besok atau lusa sudah bisa masuk kerja." lanjut Arya.
"Kami siap melaksanakannya ketua!" jawab jajarannya mantap, dan sudah yakin bisa melakukannya.
Maka setelah itu sibuk lah mereka masing masing, untuk menghubungi orang orang kepercayaannya, dan mengatakan bahwa hari ini atau besok sudah berada di tempatnya.
Melihat itu Arya jadi senang, dan yakin kalau rencananya akan berhasil, seperti yang selama ini diamanatkan padanya. Lalu pergi meninggalkan mereka, dan menghilang sesudahnya.
"Paman Arga juga paman Yang Cha! Datanglah padaku sekarang. Aku membutuhkan bantuan kalian!" ucap Arya melalui persepsi kesadarannya, yang selama ini selalu digunakan bila memanggil bawahannya.
"Kami datang yang mulia!" jawab keduanya cepat, sambil berlutut di depan tuannya.
"Bangunlah! Jangan lakukan itu lagi. Cukup memberi hormat saja."reaksi Arya.
"Tapi yang mulia? Memang sudah sepantasnya rakyat memberi hormat pada rajanya.Jadi tidak salah kalau kami berdua berlutut pada anda."bantah Yang Cha tidak terima.
"Itu kalau di istana. Sekarang kita hanya bertiga dan tempatnya pun berada di pulau Angsa. Entah kalau Istana Atas Awan bisa kita pindahkan kesini. Mungkin aturannya akan berbeda?" jawab Arya.
"Jadi apa yang harus kami lakukan yang mulia? Apakah disuruh untuk memindahkan istana ke tempat ini dengan mengerahkan seluruh kekuatan yang ada?" tanya Arga langsung nyambung dengan perkataan tuannya.
"Nah itu maksudku! Apakah kalian berdua bisa?" reaksi Arya senang dibuatnya.
"Itu masalah gampang yang mulia! Cukup kami berdua sudah bisa melakukannya. Cuma masalahnya. Apakah yang mulia Purbaya juga yang mulia Prabu Jayabaya akan mengijinkannya?" tanggap Arga.
"Kalau masalah itu jangan kalian risaukan. Karena istana tersebut sudah menjadi milikku. Khusus digunakan untuk melanjutkan kebesaran trah Wangsa, dan memerintah di dua dunia." jawab Arya.
"Kalau begitu yang mulia tenang saja. Detik ini juga istana tersebut sudah bisa dipindahkan, dan ditempatkan ditempat dimana yang mulia inginkan." respon Arga yang diiyakan oleh Yang Cha.
"Bagus kalau begitu! Segera keluarkan bendanya, dan tempatkan di atas bukit itu. Karena perasaanku mengatakan hanya ditempat itulah yang paling cocok untuk didirikan istana." respon Arya.
__ADS_1
"Siap yang mulia!"