Arya, Sang Penakluk Naga

Arya, Sang Penakluk Naga
Terkendala


__ADS_3

"Siapa kau? Bagaimana bisa masuk dan melewati pembatas kaca itu. Apakah kau hantu?" reaksi Tatsuya sontak keheranan.


"Hahahaha! Hantu ya? Anggap saja begitu. Tapi mungkin lebih dari itu?" jawab Arga cuek saja. dan tidak terpengaruh saat berada dibawah todongan puluhan senjata.


"Apa mau mu? tanya Tatsuya.


"Orang itu juga kau!" jawab Arga.


"Aku?" respon Harada sambil menunjuk diri sendiri. Lalu memandang sahabatnya Tatsuya.


"Ya benar!" jawab Arga.


"Ada masalah apa?" Tanya Harada


"Aku butuh penjelasan dari mu, yaitu masalah anak buah mu yang ingin menghabisi tuan ku di Nusantara sana. Apakah benar bahwa kau yang memerintahkannya?" ujarnya.


"Siapa?" tanya Harada.


"Yang mulia pangeran Arya. Pengusaha yang namanya melambung tinggi akhir akhir ini. Musuh dari orang yang membayar mu melalui anak buah mu mu di seberang lautan sana. Masih ingat?" jawab Arga.


"Oh. Bocah kecil itu? Aku kira siapa? Bagaimana? Apakah dia sudah mati terkena ledakan bom nano ku. Atau abunya tidak bisa dikumpulkan lagi?" respon Harada .


"Sayangnya tidak. Dia masih segar bugar sampai saat ini. Malah telah berhasil menghabisi seluruh anak buah mu dan meratakan markasnya." Cuek Arga saat menjawabnya.


"Apa? Bagaimana mungkin? Orang orang ku sangat banyak disana. Kuat kuat lagi. Bagaimana dia bisa menghabisinya sendirian?" respon Harada.


"Mudah saja! Dia tidak perlu turun tangan. Hanya kami berdua yang maju, anak buah mu yang disana sudah mati semua!" jawab Arga mengarang cerita.


"Lalu apa tujuan mu datang kesini? Apakah kau akan membuat perhitungan dengan ku?" tanya Harada lagi.


"Lebih dari itu! Pertama. Tujuan ku datang kesini untuk memberitahu mu, bahwa tuan ku telah memberi mandat padaku untuk menghabisi mu berikut seluruh anak buah mu itu."


"Kebetulan pula kita bertemu disini dalam keadaan yang sangat memprihatinkan. dan aku sudah tahu lokasi markas besar mu di Skandinavia sana. Mungkin saat ini sudah rata dengan tanah?" jawab Arga.


"Katakan siapa kau sebenarnya? dan bagaimana kau bisa tahu posisiku yang sedang ada di Krimea? Apakah kau mata mata?" tanya Harada.


"Lebih dari itu juga. Aku memang mata mata, sekaligus eksekutor penjahat seperti mu dan juga kau Tatsuya!"

__ADS_1


"Dunia ini mungkin akan lebih aman tanpa adanya kalian. Maka bersiap siaplah. Aku akan mencabut nyawa kalian!" jawab Arga.


"Tembak dia!" seru Tatsuya tidak senang. bersamaan dengan seruan Harada.


Maka bergema lah suara tembakan di dalam formasi itu, yang mereka sebut kaca transparan. Namun sayangnya Arga tidak melawan, dan membiarkan peluru menembus tubuhnya. Tapi jelas saja dia tidak mati.


"Hentikan!" teriak Harada.Setelah mendapati usaha anak buahnya tidak berhasil.


"Sudah puas?" reaksi Arga.


"Bagaimana bisa? Ratusan peluru tajam sudah mengenai tubuh mu. Tapi kau masih tetap hidup. Apakah kau bukan manusia?" tanya Tatsuya.


"Ya! Aku bukan Manusia! Tapi makhluk jadi jadian yang tidak akan mempan terhadap senjata. Bahkan bom nano sekalipun tidak akan berpengaruh pada ku. Malah akan membuat tubuhku semakin kuat."


"Jadi berhentilah berusaha. Jemput ajal kalian yang sebentar lagi akan datang." jawab Arga.


"Hahahaha! Aku tidak yakin kau tidak bisa mati. Sekarang rasakan peluru emas ku ini. Orang sesakti apapun akan mati karenanya!" reaksi Harada tidak percaya.


Dor!


Jleb!


Peluru memang mengenai tubuh Arga. Tapi sebentar saja keluar kembali, dan jatuh ke lantai. hingga membuat mulut orang yang melihatnya menganga lebar.


"Sudah cukup main-mainnya ya? Sekarang giliranku pula untuk menembaki kalian!"


"Oh ya untuk kalian tahu. Benda transparan yang kalian sangka kaca itu adalah segel penghancuran. yang memang sengaja aku buat untuk kalian."


"Sekali ledak saja maka seluruh tempat ini akan rata dengan tanah. dan nyawa yang ada di dalamnya akan turut binasa."


"Kalau mau menyalahkan ya salahkan saja si Harada itu. Dia yang telah berani mencari gara gara dengan orang yang sangat berkuasa di dunia ini."


"Gara gara dia sampai tuan ku menyuruh kami untuk datang kesini dan menghukum kalian!" ujar Arga. Lalu memerintahkan kepada 700 anak buahnya untuk muncul, dan mengepung tempat itu.


Kemunculan mereka yang tiba-tiba tersebut. sukses membuat Harada dan Tatsuya keheranan. Begitu juga dengan yang lainnya.


Bagi mereka yang awam, serta tidak mempercayai hal hal mistis seperti itu. Tentu saja dibuat terpana. Bagaimana orang orang tersebut bisa muncul begitu saja. dan mereka tidak mengetahui keberadaannya sejak dari tadi.

__ADS_1


Namun terlambat untuk memikirkannya. Tanpa aba aba. Tangan mereka terangkat ke atas dengan jari jari terbuka. dan tak lama kemudian menutup kembali.


Bersamaan dengan tertutupnya telapak tangan itu. Formasi penghancuran segera menyala, dan menimbulkan arus listrik yang sangat kuat sekali. Walau mereka diberondong senjata. tapi aktifitas mereka tidak terhenti.


"Hancurkan semuanya!" teriak Arga.


Boom!


Dibawah tatapan mata putus asa. takut dan kecewa. Harada dan Tatsuya, bersama dengan ratusan anak buahnya di tempat itu mati semua.Tubuh mereka hancur dan menguap di udara, tanpa sempat mengucapkan kata perpisahan.


Rumah yang mereka tempati juga hancur karenanya, dan rata dengan tanah. Kini petualangan ketua pembunuh bayaran yang paling ditakuti oleh para pemimpin dunia, termasuk para pengusaha sudah mati karena Arya. dan musuh pemimpin dunia yang terkenal jujur juga aman karenanya.


Namun sebelum peledakan itu terjadi . Tim hacker Arya sudah berhasil mengambil alih sistem pertahanan perusahaan Tatsuya. berikut harta kekayaan Harada, yang nantinya akan diberikan kepada keluarga para korbannya.


Berita penghancuran itu, tentu saja mengejutkan dunia. Mereka seakan tidak percaya, ada orang yang berani melakukan itu, dan hasilnya sangat luar biasa. Tentu saja puluhan bahkan ratusan pemimpin dunia ingin berkenalan dengan Arya. Namun untuk saat ini ia belum mau menampakkan diri dan menunjukkan keberadaannya. Itulah Arya.


***


Satu setengah bulan kemudian. Sudah tiba saatnya untuk Arya dan teman temannya menghadapi ujian kelulusan. dan jika lulus akan melanjutkan ke perguruan tinggi yang diinginkan. Yang hebatnya, mereka sepakat untuk bersama sama mengikuti Arya kuliah di tempat yang sama. walau nantinya beda jurusan.


Tapi ada puluhan siswa yang tidak sanggup melanjutkan pendidikannya, karena tersangkut masalah biaya dan tempat tinggal. Namun Arya dengan bijaknya mengatakan, bahwa selama mereka mau dan patuh pada perintahnya. Maka biaya kuliah juga penginapan akan ditanggungnya, berikut dengan konsumsi mereka sehari hari.


Kepada mereka Arya akan memberikan tanggung jawab, yaitu bekerja paruh waktu di perusahaannya. Jadi kendala utama sudah pasti bisa terselesaikan. Tinggal bagaimana menghadapi ujian kelulusan saja.


Satu minggu kemudian. Ujian kelulusan sudah selesai dilakukan, dan semua peserta sangat menyakini bahwa mereka akan lulus, karena dibawah bimbingan guru serta ikut sertanya Arya, Amanda juga yang lain. Membuat rasa percaya diri mereka tumbuh, dan dengan mudahnya menyelesaikan semua soal ujian dengan lancar. Tinggal menunggu hari pengumuman kelulusan saja.


"Bagaimana dengan kemajuan usaha kita di pulau angsa itu. Apa ada kemajuan?" Tanya Dave tua pada Satya.


"Untuk saat ini progresnya baru mencapai 45 persen, karena terkendala dengan tradisi dan budaya setempat."


"Mereka tidak mengizinkan lahan yang sudah kita beli diratakan, karena katanya merupakan lahan adat, dan kesepakatannya tetap harus seperti itu. Jadi tidak boleh digunakan." jawab Satya apa adanya.


"Kenapa bisa begitu? Bukankah pelunasannya sudah selesai, dan pembayarannya dilakukan di depan ketua adat mereka. Disaksikan pula oleh beberapa pejabat setempat?" respon Dave tua keheranan.


"Itulah yang kami herankan ketua! Tanah sudah kita beli, surat suratnya pun sudah kita dapatkan. Tapi saat dalam pengerjaan, ada pihak pihak yang tidak terima, dan mengajukan keberatan, melalui forum peduli lingkungan. Mungkin hanya alasan mereka saja?" jawab Satya mewakili belasan teman temannya.


"Aneh? Ada apa ya?" Guman Dave tua tidak berdaya. Kemudian menerawang jauh dan teringat dengan atasannya.

__ADS_1


"Cepat hubungi ketua agung! Mungkin hanya dia yang bisa menyelesaikannya?" perintahnya.


__ADS_2