
Satu jam kemudian. Semua yang dinginkan oleh Arya sudah tercapai. Dimana paviliun istana obat obatan. Atau Kianshi bumi sudah berada ditempat yang dinginkan. Bahkan semua bangunan seperti tiga hotel bintang lima, delapan hotel bintang empat dan tiga, serta sebelas penginapan setara hotel bintang tiga, dan lima pusat perbelanjaan pun sudah didirikan.
Entah darimana yang Cha serta Arga mendapatkan semua bangunan itu, kecuali Paviliun Kianshi Bumi. Semua ambigu buat Arya.
Namun Arya tidak mau
mempermasalahkannya,karena dia tahu bahwa anak buahnya punya kemampuan tersebut.Jadi dia hanya mendiamkannya saja.
Seminggu kemudian."Apakah kalian semua sudah siap?"tanya Suta saat memberikan pengarahan pada anak buahnya.
"Sudah tuan muda!" jawab mereka.
"Bagaimana denganmu Arya? Apakah kau juga sudah siap?"Arya ditanya berikutnya.
"Su sudah senior!" jawab Arya.
"Bagus! Bersiaplah. Kita akan kesana sekarang juga!" respon Suta yang sebenarnya itu adalah Avatar ayahnya.
Tik!
Boom!
"Ah, dimana kita?" seru Arya bereaksi tidak biasa.saat menjejakkan kakinya ke tanah.
"Kita sekarang sudah berada di benua Utara. Dan sedang menempati tempat persinggahan sementara, sebelum mengalahkan mereka." jawab Suta yang sekali ini memang dia adanya.
"Benua Utara? Secepat itukah?" reaksi Arya.
"Ya! Ini benua Utara! Tepatnya di Lonia.Ujung tenggara Eropa!" jawab Suta.
"Sejauh ini. Bagaimana bisa?" reaksi Arya masih tidak percaya.
Biasanya kalau dia ingin bepergian. Pasti mengandalkan Kasutpada Kacarma. dan sampainya pun tidak secepat itu. "Ini benar benar luar biasa!" batin Arya.
"Ayo kita temui ayah ku! karena dia sudah lama menunggu kita di sana!" sambung Suta.
Tak lama kemudian. Mereka berdua sudah memasuki istana sementara, yang dibangun diatas salah sebuah pulau tidak berpenghuni. Berbatasan langsung dengan Albania. Yang keberadaannya tidak akan diketahui oleh siapapun, kecuali oleh orang orang Suta."Salam ayahanda!" ujarnya.
"Salam yang mulia!" sambung Arya.
"Duduklah disana! Bersama dengan mereka!" sambut Draco. Sang raja naga.
"Terima kasih yang mulia!" jawab Arya. Kemudian duduk di sebelah Suta. Tak jauh dari trio panglima.
"Untuk sama sama kita ketahui." ujar Dragon memulai pengarahannya. "Kedatangan kita kesini, atas permintaan serta ijin dari penguasa Lonia, yang mempercayakan tugas berat menyegel Medusa juga membasmi antek anteknya."
"Tugas kedua yang dipercayakan pada kita, adalah memberantas kejahatan terencana, yang dilakukan oleh segelintir orang berilmu tinggi, dan tidak mempan senjata buatan manusia, karena mereka bukan seperti kita. tapi manusia jadi jadian, yang berasal dari mutasi gen dan menjelma jadi manusia, akibat campur tangannya beberapa ilmuwan, yang berambisi untuk menguasai benua Utara."
"Untuk itulah kalian aku tugaskan kesini untuk menghancurkan mereka!" ujar Draco pada anak buahnya.
"Khusus untuk Arya. Arga juga yang Cha. Setelah tugas kita selesai. Maka kalian beserta seribu lebih anak buahmu, harus tinggal disini selama tiga bulan. Dan menjaga istana agar segel yang dipasang pada makhluk naga itu tidak dihancurkan. Kalau kalian tidak bisa membunuhnya"
"Setelah itu kalian baru boleh kembali. dan tentang tugas mu di pulau impian serta di ibukota, akan ditangani oleh anak buahku, untuk menjaganya dari sembarang gangguan."
"Tapi kalau kalian bisa menghabisinya, maka kita lanjutkan pada tugas kedua, yaitu menghancurkan para ilmuwan itu beserta antek anteknya!"
__ADS_1
"Mengenai keberadaan ku juga mereka. Hanya untuk jaga jaga saja. Siapa tahu kalian kesulitan untuk mengalahkan mereka?"
"Mengenai tampuk pimpinan penyerangan. Aku percayakan pada Suta. dibantu oleh adikku Dyah Isma. Jenifer serta Jena Achara."
"Untuk para senior. Mohon bantuannya!" ujar Dragon Sang naga. Dan masih banyak lagi yang dia sebutkan pada mereka. Yang pada akhirnya dia mengakhirinya dengan berkata." Sekarang bubar lah! Istirahatkan tubuh kalian, karena besok pagi kita akan memulai serangannya." titah sang raja pada anak buahnya.
"Kami semua siap tuan besar!" respon mereka serempak. Lalu membubarkan diri setelah memberi penghormatan pada tuan besarnya.
"Kau yang bernama Arya?" tanya Bumi tanpa sungkan. yang tiba tiba datang menemuinya.
"Benar senior! Saya Arya!" jawabnya.
"Penguasa awan pertengahan. Tidak buruk juga!" reaksi orang yang bernama Awan memotong pembicaraan rekannya.
"Setelah tugas ini selesai. Maukah kau latih tanding denganku?" ujarnya.
"Saya tidak berani senior! karena level anda sudah terlalu tinggi dan tidak bisa saya temukan." jawab Arya.
"Anak muda yang menarik. Aku suka itu!" respon Awan apa adanya.
"Bukankah tuan besar menyuruh kita untuk istirahat. Kenapa kalian masih berkeliaran juga?" tegur Robin pada mereka bertiga.
"Kami hanya sekedar berkenalan ketua. Karena tidak pantas kalau mengacuhkannya!" jawab Bumi menolong semua.
"Ya benar itu! Kami hanya berkenalan saja!" sambung Arya menguatkan perkataan seniornya.
"Kalau begitu pergilah ke tempat peristirahatan, karena besok subuh sebelum matahari terbit kita sudah berada disana!" balas Suta mendahului anak buahnya.
"Siap tuan muda!" jawab mereka.
***
"Itu pusat gravitasinya! Ayo satukan kekuatan kita!" ujar Suta.
"Hemm! Saint Seiya ya? Luar biasa!" monolog Arya tanpa sadar telah mengacuhkan perkataan Suta.
Bagaimana ia bisa tahu tentang itu. Apakah dia pernah mempelajari sejarahnya? Tentu saja tidak. Jawabannya adalah karena persepsinya sudah terlalu tinggi. Hanya dengan melihatnya saja dia sudah bisa merasakan, kalau segel yang terpasang di sekitar laut Alona itu buatan mereka. dan sepanjang yang ia tahu, bahwa ini ada kaitannya dengan Saint Saiya. Pasukan berani mati dari Athena. Dan sekarang gilirannya pula untuk membantunya memperkuat segel yang mereka buat ribuan tahun yang lalu. agar Medusa tidak menebar terornya di dunia.
"Tunggu apa lagi? Ayo kita satukan kekuatan kita! Sebelum makhluk itu membebaskan diri!" giliran Bumi pula menyadarkan lamunan Arya.
"Eh i iya! Baik!" gelagapan Arya dibuatnya.
Maka bergegaslah ia merilis segel semesta, sama seperti yang disempurnakan oleh pembimbingnya, Suta. Tak lama kemudian di sekitar mereka, berpendar lah puluhan warna dari tangan tangan mereka, yang dihasilkan dari perpaduan tangan tangan terampil dipimpin oleh Suta.
Namun dalam hal ini. Dyah Isma. Jenifer serta Jena Achara masih belum turun tangan, karena tugas mereka hanya mengawasi saja. Kalau kalau musuh yang akan mereka taklukkan melarikan diri, atau berbalik melawan mereka. Keberadaannya pun nun jauh di udara.
Benar seperti yang diperkirakan.Tiba tiba sebelum segel semesta selesai. Dari dasar lautan Lonia, muncul bayangan raksasa, yang didahului oleh sebuah ledakan super kuat, sampai membuat semua yang ada di dekatnya terpental, termasuk Arya.
Beruntung mereka segera membentengi diri dengan aura pertahanan, hingga efek dari ledakan itu tidak terlalu fatal mengenai mereka."Sungguh kekuatan yang sangat luar biasa!" batin Arya.
"Kurang ajar! Alot juga makhluk jejadian itu. Aku kira akan sangat mudah menaklukkannya dengan gabungan kekuatan kita? Tapi ternyata belum bisa? Lalu apa yang harus kita lakukan untuk membereskannya?"tanya awan pada temannya.
"Serahkan itu padaku. Aku akan menenggelamkannya!" jawab Arya.
"Jangan gegabah kau anak muda! Medusa yang ini tidak sama dengan Medusa tiga yang sudah kau hancurkan itu. Dia Medusa dua atau Medusa utama setelah yang pertama mati!"
__ADS_1
"Kekuatannya hampir sama dengan kekuatan kita semua!" ucap Suta mengingatkan Arya.
"Lalu apa yang harus kita lakukan pangeran. Apa kita akan diam saja?" bantah Arya melupakan statusnya.
"Tidak begitu juga Arya. Tunggu bibiku merilis kekuatannya. Aku yakin Medusa bisa kita jinakkan." jawab Suta.
"Kau lihat di sana. Itu Dewi Phoenix yang sedang membantu bibi ku untuk membuat Medusa tidak bisa melarikan diri. Kau tentu tahu siapa dia?" sambungnya.
"Luar biasa! Kekuatanku yang sudah setinggi ini masih belum ada apa apanya dengan mereka." guman Arya.
"Jangankan kau. Aku saja masih belum bisa menyamai mereka, karena sejatinya tingkatan mereka di level nirwana. Satu tingkat dibawah ayah ku?" balas Suta.
"Ayo kita bantu mereka
sebelum Medusa melarikan diri!" teriak Suta pada anak buahnya.
Tapi tiba tiba..
Boom!
"Awas! Jangan menatap matanya!" seru Suta.
Swush! Swush!
Sing! Sing!
Blar!
Serangan gabungan dari anak buahnya, berhasil mematahkan serangan mata dari musuhnya, hingga membuat mereka tidak menjadi korban keganasan Medusa.
Avatar Dragon yang melihat itu menggelengkan kepala. Karena dia tidak menyangka, kalau Suta bisa selengah itu. Padahal dia sudah mengingatkannya.
Robin, Burgon serta yang lainnya juga demikian. Padahal kekuatan mereka bisa mengimbangi kekuatan musuhnya Bahkan lebih kuat darinya.
Namun karena lengah, mereka bisa dibuat terpental akibat serangan mendadak dari lawannya.
"Satukan kembali kekuatan kita!" seru Arya."Paman Bumi! Gunakan teknik inti pedang dan kurung Medusa dengan perisaimu, agar dia tidak membahayakan kita!"
"Paman Langit dan kalian semua! Gunakan kemampuan kalian untuk menghancurkan pertahanan medusa,dan kalau bisa hancurkan matanya segera!" perintah Suta.
"Grouuuch!" teriak Medusa marah, seakan mengerti kalau dia sedang diancam.
Lalu."Shiiissss!"
Hash!
Slash!
Slash!
Dua bilah pedang aura yang keluar dari matanya segera terbang ke depan, dan mengarah langsung pada Arya bukan pada Suta. Hingga membuatnya terpana, dan hampir saja terkena serangan Medusa.
Bukan hanya itu saja. Medusa juga menyerang Arya serta yang lainnya dengan semburan lava panas berwarna hijau dari mulutnya. Tapi tidak mengenai mereka.
Beruntung Suta segera menyelamatkan Arya, dengan menggunakan teknik kekosongan semesta. dan Arya selamat karenanya.
__ADS_1
Tapi nun jauh disana. Terdengar bunyi ledakan cukup kuat, yang sempat menghancurkan sebagian besar pulau kecil yang ada di belakang mereka. Arya tentu saja bergidik ngeri dibuatnya.
"Untung saja!" batinnya.