
Setengah tahun kemudian. Kemajuan pembangunan pulau impian sudah terwujud sebagian besarnya, atau sekitar sembilan puluh lima persen yang ada. Dimana Yang Cha juga Arga ikut turun tangan, yang dibantu oleh sepuluh ribu lima ratus pasukan tidak terlihatnya. Hingga sampai akhir bulan ke sembilan, seluruh pembangunan pun sudah terselesaikan. dan siap untuk digunakan.
Arya pun sekarang sudah berada ditingkat kedua dalam jurusan manajemen bisnis perusahaan, dan memperoleh nilai sempurna untuk semua mata pelajaran.
Kanaya dan Amanda juga demikian, walau tidak seluruhnya mereka dapatkan, termasuk puluhan teman temannya, yang sama sama tinggal di apartemen milik Arya.
Usaha Arya juga sudah semakin berkembang. Dimana dari seratus dua puluh lima perusahaan. kini telah berubah menjadi seratus empat puluh lima. Termasuk beberapa perusahaan yang ada di sembilan pulau impiannya.
Kini tibalah saatnya Arya meresmikan kota di sembilan pulau miliknya, dengan mengundang delapan ratusan orang orang penting, termasuk belasan pemimpin dari berbagai negara, yang tidak berseberangan dengannya. dan dalam waktu yang ditentukan, acara itu berjalan dengan mulus tanpa ada gangguan.
Semua puas dengan usaha Arya, serta mengagumi kegigihannya. Banyak diantara mereka yang berniat menjodohkan anak nya dengan Arya. Walau sebagian dari mereka tahu, kalau Dave tua serta Satya sudah mendahului mereka.
"Namun apa salahnya berusaha?" batin mereka tidak berdaya. Walau akhirnya akan kecewa.
Waktu pun berlalu begitu cepatnya. Pelatihan Arya dalam hal kesaktian dan tenaga dalam pun sudah menunjukkan hal yang cukup signifikan. Dimana saat ini dia sudah berada dilevel penguasa angkasa tingkat pertengahan, dan sedikit lagi akan naik menjadi level penguasa tingkat puncak. Baru setelah itu akan naik ke level berikutnya. dan jika Arya tekun berlatih, bisa memungkinkan berada di level yang sama dengan guru pembimbingnya. Walau itu masih jauh dari harapan.
Pangeran Suta saat ini sudah berada di tahapan penguasa langit tinggi tingkat pertama. Sebuah tahapan akhir sebelum beralih ke tahapan immortal. Karena sejak dari kecil dia sudah dilatih secara intern oleh ayahnya juga oleh bibinya. Oleh karena itu kesaktiannya sudah sangat tinggi, dan tentu saja bisa diandalkan.
Tahapan demi tahapan dia lalui, dan terus merangkak naik seiring bertambahnya usia.
...Dari mulai tubuh fana. ditingkatkan menjadi tubuh pendekar. Lalu merangkak naik ke tubuh master. Master petarung sampai level sembilan. Terus ke master penguasa. Ditingkatkan lagi menjadi master penguasa elemen. Penguasa bumi. Penguasa awan. penguasa angkasa. Penguasa langit rendah. dan penguasa langit tinggi....
...Setelah itu baru melangkah ke ranah immortal. Penguasa alam raya. penguasa nirwana dan terakhir ke ranah penguasa tidak terbatas. Setelah itu entah apa lagi namanya?...
Dragon sekarang pun masih menempati tanah penguasa nirwana level lima. Satu tingkat lebih tinggi dari ayahnya Dion Mahesa Birawa, yang saat ini menempati urutan kedua dalam tahap penguasa nirwana level empat. Yang jarak kekuatannya antara langit dan bumi. Sedangkan Suta baru menempati tahapan penguasa langit tinggi tingkat pertama. Sementara Arya masih di penguasa angkasa. Namun kekuatan nya jangan diragukan lagi.
"Ah! Lama lama bosan juga dalam posisi ini. Uang dan kekuasaan serta kekuatan tidak menjamin seseorang bisa hidup tenang."
"Pantesan yang mulia Dragon juga ayahnya suka mengasingkan diri di dunia jiwa, dan menyerahkan pucuk pimpinan perusahaan pada pangeran Suta. Apakah aku akhirnya nanti demikian juga?" monolog Arya sudah mulai bosan dengan kesendiriannya.
"Kau tidak sama dengan mereka cucuku. Masih banyak yang harus kau lakukan di dunia. Salah satunya adalah membesarkan perusahaan mu, agar bisa sejajar atau minimal menyamai perusahaan yang mulia Dion juga Dragon. Walau itu sedikit mustahil untuk dilakukan."
"Perusahaan mereka sudah menempati rangking pertama dalam hal jumlah serta kekayaannya. Sekarang saja jumlahnya sudah mencapai sembilan ratusan, dan sebentar lagi akan mendekati seribuan."
__ADS_1
"Tentu hal tersebut akan sulit buatmu untuk mengejarnya. Namun kau jangan berputus asa. Masih ada kesempatan untukmu mengejarnya. Asal yakin dan tekun saja!" ujar Wangsa mengagetkan lamunan Arya.
"Eyang Wangsa! Kapan datangnya?" respon Arya.
"Eyang tidak kemana mana. Jadi kapanpun eyang mau bisa menemuumu kapan saja!"
"Apa kau lupa kalau eyang tinggal di lautan spritual mu, dan selalu mengawasi mu dimana saja?" jawab Wangsa mengingatkan Arya.
"Hehehe! Aku lupa." reaksi Arya.
"Sekarang persiapkan dirimu, karena sebentar lagi yang mulia Draco akan mengutus mu ke bumi bagian Utara, untuk menerangi keangkaramurkaan di sana." jawab Wangsa apa adanya.
"Apakah benar itu eyang? Kenapa mendadak sekali?" tanya Arya cukup penasaran.
"Apa kau meragukan ku pangeran Arya?" dengkus Wangsa seakan tidak suka.
"Bukan begitu eyang. Aku merasa belum siap saja." jawab Arya.
"Ya sudahlah! Sekarang kau keluar dari sini, karena pengawal mu ingin melaporkan sesuatu padamu." respon Wangsa.
"Apa salahnya? Toh kau sudah lama tidak menemui mereka?" bantah Wangsa.
"Baik eyang! Aku akan kesana" tanpa berlama lama Arya pun keluar, dan segera menemui para pengawalnya di aula pertemuan istana.
"Salam yang mulia pangeran! Kami semua akan mengikuti anda!" ujar Arga mendahului bawahannya.
"Apa yang paman katakan. Mengikuti kemana?" respon Arya bingung dibuatnya.
"Pergi ke belahan bumi bagian Utara, untuk membasmi keangkaramurkaan di sana!" jawab Yang Cha mendahului atasannya Arga.
"Dari mana kalian tahu masalah itu, padahal aku baru ingin mengatakannya pada kalian?" reaksi Arya tidak menduga.
"Yang mulia leluhur Wangsa yang mengatakannya, sebelum dia menemui anda." jawab Arga apa adanya.
__ADS_1
"Ternyata begitu. Aku kira siapa?" reaksi Arya. Lalu diam untuk beberapa lama, dan menyambung lagi perkataannya
"Berapa jumlah pengawal yang kalian bawa. Apakah ada seribuan?" ujarnya.
"Dengan kami semua punggawa kerajaan tiga negara. Jumlahnya mencapai tiga jutaan yang mulia. dan jika kurang akan kami tambah lagi." jawab Arga.
"Aku rasa itu sudah lebih dari cukup. Karena keberadaan mereka dikhususkan untuk menjaga pulau pulau ini dari sembarang gangguan. Yang akan dibawa kesana cukup seribu orang saja, dan itupun jika yang mulia atasan kita mengijinkannya?" tanggapan Arya mengejutkan mereka.
"Tapi yang mulia. Raja raja kami berpesan agar menjaga keselamatan anda. Karena anda adalah aset yang sangat berharga di dunia manusia. Jika itu tidak kami lakukan. Kami takut yang mulia Jayabaya, Yun Wangsa dan raja Baladewa akan murka. Tentu hukuman tidak ringan yang akan kami terima?" protes Yang Cha tidak berdaya.
"Apakah paman meragukan kekuatan ku? Lagipula kita pergi tidak sendirian kesana. Ada pangeran Suta. Yang mulia Dyah Isma. yang mulia putri Jane Achara, serta ribuan orang orang kuat lainnya."
"Jangan lupa keberadaan yang mulia Draco. Dia akan mengutus seratus Avatar nya. dan kekuatan kita tidak ada apa apanya dengan mereka." jawab Arya.
"Maafkan kami yang mulia!" ujar Arga akhirnya menyadari kekeliruannya. Begitu juga dengan lima puluh punggawa yang ada.
"Oh ya. Apakah paviliun Kianshi bumi yang ada di desa Jatimulya sudah kalian pindahkan ke sini dan disempurnakan bentuknya?" tanya Arya setelah cukup lama diam karena mencerna rencana keberangkatannya ke Utara.
"Sudah yang mulia! Bahkan perangkat pendukungnya pun sudah semuanya dipindahkan. Hanya tinggal menunggu lokasinya saja." jawab Arga.
"Baiklah. Tempatkan bangunan itu ditengah kota, dengan memindahkan beberapa bangunan yang belum terpakai. Karena kurasa hanya ditempat itu yang paling cocok untuk penempatannya."
"Jangan lupa tempatkan juga tiga hotel bintang lima untuk menambah daya tariknya. dan diselingi dengan beberapa hotel serta penginapan dan beberapa pusat perbelanjaan lainnya." instruksi Arya.
"Dimengerti yang mulia!" jawab Arga dan Yang Cha berbarengan.
"Bagus! Aku ingin tengah malam ini saat penghuni kota pada tidur. Penempatan bangunan itu sudah selesai. Dengan membuat siapapun yang ada tidak menyadarinya."
"Pasang segel penghilang kesadaran, agar kejadian tersebut seolah olah tidak pernah ada." lanjut Arya.
"Siap yang mulia!" jawab mereka.
Maka bergegaslah puluhan orang punggawa pengawal Arya menghilang, dan menuju ke tempatnya masing masing.
__ADS_1
"Aku harap sebelum ke Utara. Semua permasalahan disini sudah selesai. dan penempatan belasan bangunan itu juga sudah dilakukan, agar segera bisa didelegasikan pada para ahlinya." batin Arya. Kemudian menghilang dan masuk ke dunia jiwanya.