
Lalu melakukan totokan ke 350 titik akupuntur di tubuh Theo, yang dipetakan nya menjadi 14 titik saluran meridian utama. Lalu melakukan tekanan di titik Bl.15 yang langsung berhubungan dengan jantung.
Sekejap saja, tubuh Theo bergerak kembali. lalu tersedak cukup kuat. dengan pandangan nanar. menatap tidak percaya, pada orang yang berusaha di celakainya itu.
Kemudian berusaha mengangkat tangannya. untuk meraih tangan Arya. "Jangan banyak bergerak!. Nyawamu sudah terselamatkan.Tapi Meridian mu bermasalah."
"Untuk sementara kau tidak bisa melakukan. pertarungan, Jika kau melakukan juga, maka meridian mu akan pecah, dan kau akan menjadi orang cacat seumur hidup." Ucap Arya berterus terang.
"Kenapa kau menolong ku?. Sedangkan aku selalu memusuhi mu, bahkan berniat ingin membunuhmu." Tanya Theo dengan ekspresi penasaran.
"Kau seperti ku dulu.Tidak berdaya. Cuma bedanya saat itu aku belum bisa apa-apa. Beberapa orang yang berhati jahat, terus saja menyiksaku, bahkan membuat tubuhku cacat. Beruntung ada orang yang mau menolongku. jadi sampai sekarang aku masih bisa hidup."
"Oleh karena itu aku ingin membalas kebaikan orang tersebut melalui mu. tapi dengan satu syarat, jangan berbuat jahat lagi, sebab jika kau melakukannya, maka tanganku sendiri yang akan menghabisimu!" Jawab Arya apa adanya.
"Tapi..bagaimana dengan..?"
"Jangan khawatir!. Walaupun kau sudah kalah, aku tidak akan mengambil tempat usahamu juga aset aset mu itu, karena dari situ juga kau menghidupi keluargamu. Benarkan begitu?" Jawab Arya yang langsung tahu apa yang dikhawatirkan oleh lawannya itu.
"Benar master! kau tidak salah."Jawab Theo pula.
Bruk!
"Eh!. Apa yang kau lakukan?. Cepat bangun!. Aku tidak butuh penghormatan darimu. Karena kamu tidak pantas melakukan itu!" Respon Arya tidak enak hati.
"Tidak!. Sebagai sesama master yang sudah pernah dikalahkan, maka dengan ini aku menyatakan, bahwa aku takluk denganmu, dan akan menganggap mu sebagai ketuaku!" Reaksi Theo mantap, dengan pernyataannya yang cukup mengejutkan itu.
"Apakah kau yakin master Theo?" Tanya Arya sekedar memastikan.
"Yakin sekali, dan tidak ada keraguan lagi di hatiku master!" Jawab Theo cukup tegas.
Kemudian mengalihkan perhatian nya pada anak buahnya, seperti ingin mengatakan sesuatu. dan tak lama kemudian dia berkata kepada mereka. "Dengarkan kalian semua!. mulai hari ini, master Arya adalah ketua besar kita!, sementara aku menjadi wakilnya, dan kalian adalah bawahannya!"
"Bagi siapa yang tidak bersedia mengakuinya, silakan maju, agar mudah aku memberikan hukuman!" Ucap Theo memberi pengarahan.
Ditunggu sekian detik, namun tak seorangpun anak buah Theo yang berani maju, karena mereka tahu, orang yang ada di depan ketuanya itu adalah seorang master, bahkan tingkatannya jauh lebih tinggi dari master yang ada.
Lalu tanpa terduga, mereka serempak menjatuhkan lututnya ke tanah, dan menunduk ke arah Arya, pertanda mereka juga sudah mengakui, dan bersedia menjadi anak buah Arya.
"Bagus!. Ternyata kalian tahu diri juga!. Dengan demikian aku nyatakan, bahwa mulai hari ini kalian adalah pengikutku!. Tapi jika kalian berkhianat seperti Alex, yang tempo hari telah ku usir, maka orang-orang ku yang akan mencari kalian!"
"Untuk sementara, organisasi milik kalian ini tetap di bawah pimpinan Theo, dan aku sebagai pelindungnya saja!"
"Cuma harus kalian ingat!. tetaplah berjalan di jalan yang lurus. Jangan lagi berbuat kejahatan dan mengganggu orang lain!"
__ADS_1
"Bahkan sebaliknya, kalian harus melindungi mereka, dan menjaga keselamatan mereka. Apakah kalian paham?" Reaksi Arya cukup berwibawa.
"Kami paham master Arya!" Jawab mereka serempak. Kemudian menunduk lagi ke arahnya, pertanda mematuhi perintahnya.
"Ayo kita kembali!. Master Prana juga yang lainnya!. Terima kasih atas bantuan kalian malam ini. Tanpa kalian mungkin aku sudah kenapa napa?"
"Untuk master Dika yang tadi sempat mengalami kekalahan. organ dalam mu sudah aku sembuhkan, dan sekarang kau sudah boleh bertarung lagi." Ucap Arya lagi.
"Terima kasih master Arya!. Sampai kapanpun kami akan tetap mengikuti anda!" Respon mereka serempak. Kemudian menundukkan kepalanya ke arah Arya.
"Alam dan Jodi!. Ayo kembali ke tempat itu, dan memeriksa apakah di sana aman-aman saja?" Ujarnya lagi.
"Lapor tuan!. Gawat!. Mohon maafkan atas kelalaian kami. Saat kita pergi tadi, saya lupa untuk menugaskan orang-orang ku untuk menjaga tempat itu, hingga saat ini beberapa orang yang dulunya menjadi bawahan anda, telah menghancurkan serta mengambil bahan-bahan yang ada di sana."
"Sementara 4 anak buah tuan, sekarang sedang terbaring tidak berdaya, karena mereka dikeroyok oleh seratusan orang lebih, dan membuat tubuh mereka lumpuh!" Ucap Argani tiba tiba.
"Apa? Rumah makan ku dibakar orang?. Kurang ajar!" Reaksi Arya benar benar marah.
"Theo!. Apakah ini hasil perbuatanmu, yang menyuruh Alex untuk membakar rumah makanku?" Tanya Arya dengan berusaha menahan emosi.
"Aku tidak tahu master!. Alex itu bukan anak buah ku lagi. Mereka sudah kami keluarkan, dan tidak termasuk anggota organisasi kami!"
"Tapi kalau Bara aku akui, dia masih anak buah ku, yang sekarang sedang..."
"Tuan!. Orang yang disebutkan bawahan tuan saat ini sudah bergabung dengan Alex, dan dia telah menghianati orang itu." Ucap Argani melaporkan.
"Baik lah!. Untuk saat ini kamu aman, tapi setelah ada bukti-bukti bahwa kau terlibat, maka aku akan membuat perhitungan dengan mu!" Ancam Arya sangat menakutkan.
"Aku siap menerima hukuman apapun yang master berikan!" Jawab Theo pasrah.
Tak lama kemudian, Arya dan orang-orangnya sudah meninggalkan tempat itu. Kini yang tinggal hanya Theo dan anak buahnya saja.
"Akil, Agan, Frans dan kau Budi. Bawa orang orang kita untuk mencari keberadaan Alex dan Bara. Tangkap dan bawa kemari!"
"Jika mereka melawan habisi di tempat!" Ucap Theo memberi perintah.
"Siap laksanakan bos!" Respon anak buahnya patuh.
"Wakil ketua!, bukan bos lagi!" Respon Theo meluruskan ucapan anak buahnya yang salah.
"Siap wakil ketua!" Jawab mereka lagi. Kemudian mencari orang-orang yang dianggap kuat, dan berjumlah kurang lebih 150 orang.
"Bagi mereka menjadi 4 kelompok. Sisir setiap parameter di tempat ini, termasuk tempat yang biasa mereka gunakan untuk nongkrong."
__ADS_1
"Setelah ketemu, jangan langsung bergerak, hubungi kelompok lain, dan serang saat kalian sudah berkumpul." Ucap Theo memberi arahan.
"Baik wakil ketua!" Jawab mereka.
Tak lama kemudian. masing-masing kelompok yang sudah mereka bagi, bergerak ke empat arah mata angin. dan akan bertemu di tengah-tengah saat salah seorang dari mereka menemukan kelompok Bara dan orang-orangnya tersebut.
Sementara itu di tempat lain, apa yang dilaporkan oleh ke Argani tadi memang benar adanya. Sebagian bahan bangunan sudah mereka ambil, dan sebagiannya lagi mereka bakar.
Beberapa bagian dari bangunan bertingkat tiga tersebut, ada yang sudah roboh, karena dihantam dengan menggunakan palu, Atap bangunan sudah tidak ada, rangkanya apalagi. Sepertinya sulit lagi untuk direnovasi kembali, kecuali kalau dibangun ulang.
Sementara tenda, meja dan kursi, sudah tidak ada lagi di tempat itu. Mungkin saat penyerangan terjadi, mereka ambil atau mereka bakar bersamaan dengan bahan bangunan yang ada.
"Cepat temukan teman teman mu dan bawa kemari!" Seru Arya pada anak buahnya.
"Siap bos!" Responnya. Kemudian berpencar dan mencari keberadaan teman-temannya.
"Itu mereka!" Seru Jodi pada Dirga saat melihat tubuh tubuh mereka tergeletak di antara reruntuhan bangunan.
"Ayo cepat ke sana!. angkat tubuh-tubuh mereka, dan bawa kepada bos kita!" Ucap Dirga pula.
"Ayo!" Jawab Jodi membalas ajakan temannya.
Tak lama kemudian. 4 orang itu sudah berada di depan Arya. Kondisi keempatnya sangat memprihatinkan sekali. Ada yang tangannya patah, mulutnya berdarah, bahkan ada yang matanya lebam. mungkin dipukul dengan tinju yang sangat keras.
"Syukurlah mereka masih hidup. jadi aku masih bisa menyelamatkan mereka." Ucap Arya lirih, kemudian seperti merapal sesuatu, sambil mengusap luka yang ada di tubuh anak buahnya.
Aneh bin ajaib!. Luka separah itu, bisa sembuh dalam seketika, yaitu saat telapak tangan Arya menyentuh luka luka mereka. dan sekarang sudah tidak ada lagi bekasnya.
Yang tinggal hanya butiran-butiran air seperti kristal, yang sebenarnya itu adalah air kehidupan, yang disimpan di cincin milik Arya tersebut.
Setengah jam kemudian. mereka semua sudah Siuman, dan luka yang mereka derita sudah tidak ada lagi, termasuk mata yang lebam tadi.
"Bos!.Maafkan kami, karena tidak mampu melindungi tempat ini."
"Jika bos ingin menghukum kami, silakan!. kami akan terima dengan lapang dada." Ucap Gobang sambil menunduk hormat kearah bosnya.
"Hus!. ngomong apa kamu?. Orang lagi kesusahan malah minta dihukum?. Percuma dong aku mengobati kalian, sudah sembuh malah akan ku lukai kembali. Ada-ada saja kalian ini?" Reaksi Arya geli sendiri.
"Tapi tempat ini bos?" Protes mereka lagi.
"Biarkan saja!. Yang penting nyawa kalian selamat. Tempat ini masih bisa dibangun ulang" Jawab Arya cukup bijaksana.
"Terima kasih bos!" Jawab Gobang merasa terharu. Kemudian menjatuhkan lututnya ke lantai, diikuti oleh tiga temannya yang lain.
__ADS_1
"Para master sekalian!. Aku minta bantuan kalian untuk mencari orang-orang yang sudah merusak tempatku ini!. Beri mereka hukuman setimpal, yang tidak akan bisa mereka lupakan seumur hidup!"