
"Hancurlah!. Hiaaaaa!"
Swus!
Boom!
Prang!
"Argh!" Teriak kesakitan dari seseorang di sebuah rumah kayu, saat Arya berhasil menghancurkan segel yang dia buat, untuk menghalangi Arya dan orang orangnya masuk.
Segera setelah itu, api besar yang digunakan untuk membakar ramuan tadi, berubah menjadi besar, serta membakar benda apa saja yang ada di ruangan itu, termasuk membakar tubuh cenayang, atau tukang tenung tersebut hingga menjadi debu.
Rumah yang ia tinggali pun ikut terbakar, dan sangat sulit untuk dipadamkan. karena letaknya sangat terisolir.
Sementara itu di rumah Kanaya. Arya yang berhasil menghancurkan segel sihir kuat tersebut merasa senang, karena orang tua Kanaya bakalan bisa diobati.
Setelah memeriksa segala sesuatunya aman, Arya mengajak tuan rumah juga orang orangnya untuk masuk kedalam, dengan ucapannya yang cukup menenangkan."Ayo kita masuk!. Pemilik sihir itu sudah aku bereskan, dan sekarang dia sudah mati, tinggal membereskan muridnya saja." Ujarnya menjelaskan.
Tak lama kemudian, mereka sudah berada di samping tempat tidur tuan Dave, dan mendapati yang bersangkutan sedang tertidur pulas, nyaris tidak ada nafasnya lagi.
Tapi Arya yang berpengalaman dalam pengobatan, bisa melihat bahwa tuan Dave sedang berada di fase antara hidup dan mati. Berarti dia masih hidup. Jika tidak segera ditangani, maka nyawanya bisa melayang, disaat yang belum ditentukan oleh Tuhannya.
Kemudian dia berkata dengan suara cukup tegas. "Buka selimut yang menutupi tubuhnya. Buka juga penutup kepala yang tebal itu!"
"Aku akan memulai pemeriksaannya dari jantung, paru, baru ke kepala. Mudah mudahan aku belum terlambat. karena aku merasakan, orang tua ini masih hidup." Ujar Arya pada enam orang anak buahnya.
Mendengar perkataan Arya, membuat Kanaya tidak tahan. Dia langsung menangis, dan berharap agar Arya cepat mengobati penyakit ayahnya.
Tapi yang sedang diharapkan terlihat ragu ragu. yaitu mau memulai dari mana. karena nafas tuan Dave tinggal satu satu. padahal tadi sudah diputuskan harus memulai pengobatan itu dari mana. Namun akhirnya diputuskan juga, Arya akan langsung mengobati tuan Dave dari kepalanya saja.
Segera setelah itu, Arya menerapkan teknik yang belum pernah digunakannya selama ini, yaitu, Teknik Energi Jarum Api, dimana bila digunakan, berarti penyakit orang ters but sangat serius sekali.
Segera setelah itu lagi, dari jari tangan Arya, muncul api kecil berwarna putih. berbentuk seperti jarum kecil, yang langsung ditusukkan ke ubun ubun
pasien, hingga membuat tubuhnya mengejang. karena mendapatkan rangsangan dari luar.
Setelah itu, Arya menyambungnya dengan teknik energi kehidupan, dengan cara menyalurkan aura penyembuhannya ke tubuh pasien. Baru setelah itu, Arya menempelkan jari tengah kanannya ke mulut tuan Dave, dengan tujuan untuk memberikan tujuh tetes air kehidupan, agar dia cepat siuman.
Benar saja seperti yang diperkirakan, setelah air kehidupan itu masuk ke kerongkongan tuan Dave. Batuknya segera terdengar, seperti orang yang sedang tersedak. Tak lama kemudian, dia pun membuka matanya, dan langsung melihat Arya, yang sedang duduk di sampingnya itu.
Belum juga sempat membuka suara, Kanaya sudah datang duluan, dan langsung memeluk tubuh ayahnya, seperti tidak ingin berpisah lagi.
"Ayah!. Syukurlah kau sudah sadar, Naya sangat mengkhawatirkan mu!"
"Sebenarnya apa yang terjadi ayah?. Kenapa tiba tiba ayah bisa koma selama setahun ini?. Apakah ada yang menjahati ayah?" Ucap Kanaya bertubi tubi.
"Entahlah!. ayah juga tidak tahu. Tiba tiba saja kepala ayah jadi berat, yang dibarengi dengan rasa sakit, seperti tertusuk ribuan jarum. dan tak lama kemudian ayah tidak tahu apa-apa lagi?"Jawab tuan Dave berterus terang. namun sudah banyak lupa.
Kemudian memandang ke sekeliling, dan mendapati wajah yang tidak asing di matanya, karena saat dia bangun, Arya lah orang pertama yang dia lihat. kemudian baru Kanaya.
__ADS_1
"Siapa orang-orang ini Naya? Kenapa mereka ada di kamarku?" Tanya tuan Dave ingin tahu.
"Kenalkan ayah!, ini master Arya, yang dijuluki orang dengan sebutan master dewa. dan 6 orang itu adalah pengikutnya."
"Dialah yang telah menyembuhkan ayah, dengan menghilangkan sihir jahat, yang dikirimkan oleh istri muda ayah." Jawab Kanaya apa adanya.
"Apa?. Istri muda ayah? Apakah Carica?" Respon Dave tentu saja penasaran. tanpa terlebih dahulu berterima kasih pada sang penolongnya.
"Benar ayah! Dialah orangnya!" Jawab Kanaya apa adanya lagi.
"Tidak mungkin?. Dia anak baik, dan selalu nurut pada ayah. Bagaimana mungkin dia tega melakukan itu?" Reaksi tuan Dave tidak percaya. sambil turun dari tempat tidur, yang selama setahun ini ditempatinya.
Kemudian mendekati Arya dan berkata."Tuan dewa, terima kasih atas pertolongan anda. Jika bukan karena anda, mungkin saya sudah mati." Ujar Dave tua mengejutkan Arya. karena begitu selesai berkata, dia ingin berlutut kepada Arya.Tapi Arya cepat mencegahnya dengan berkata. "Tuan Dave, apa yang anda lakukan?. Cepat bangun!. Anda tidak pantas melakukan itu!" Reaksi Arya dengan ekspresi tidak percaya.
"Tidak master dewa!. Sudah sepantasnya saya berlutut pada orang yang menyelamatkan nyawa saya. Jika tidak, mungkin saat ini saya sudah mati?" Reaksi Dave tua apa adanya.
"Tidak perlu seperti itu juga tuan Dave. Saya hanya sebagai perantara saja."
"Jika anda ingin berterima kasih, maka berterima kasihlah pada mereka juga pada putri anda."
"Berkat usahanya. tuan Dave sekarang sudah tidak apa apa lagi." Jawab Arya cukup bijaksana.
"Tapi walau bagaimanapun, peran anda dan orang orang anda sangat besar sekali. Jika bukan karena kalian, mungkin saat ini saya masih terbaring lemah di tempat tidur itu!"
"Oleh karena itu katakan, apa yang master dewa inginkan? Jangan malu malu. Niscaya saya akan memberikannya!" Tangkis Dave tua tetap pada pendiriannya.
"Tidak perlu tuan Dave. melihat anda sembuh saja kami sudah sangat senang. Mudah mudahan setelah ini, tidak ada lagi yang menginginkan anda mati." Jawab Arya cukup mencengangkan.
"Kedepannya aku harus membantunya, siapa tahu dia ingin membuka usaha. Maka saat itulah aku akan maju memudahkannya." Batin Dave tua.
Kemudian menyalami Arya juga yang lainnya. Namun di saat rasa gembira itu. tiba tiba terdengar suara teriakan yang cukup kuat, dari seseorang yang sangat dikenal oleh Dave tua juga Kanaya. dengan berkata. "Apa yang kalian lakukan?. Cepat keluar dari kamar a.." Teriaknya cukup kuat. Tapi tiba tiba dihentikannya, karena dia melihat, orang tua yang selama ini ingin dibunuhnya masih hidup.
Padahal menurut perkiraan, hari ini dia akan mati. Namun sayang perkiraannya meleset.
Tapi karena dia pandai bersandiwara, maka rasa terkejutnya itu bisa dia sembunyikan, dengan pura pura berkata. "Ayah!. Apakah benar itu engkau?" Reaksinya seolah olah tidak percaya.
"Ya, ini aku!. Kenapa, tidak senang?" Jawab Dave tua apa adanya. dan langsung bisa menebak, kalau anaknya berperan dalam sakitnya itu.
"Tapi bagaimana mungkin?Bukankah ayah sedang..?"
"Koma maksudmu?. Lihat, aku sekarang, aku sudah segar bugar. dan usaha kalian telah gagal total!" Jawab Dave tua cukup menggelitik perasaan.
"Apa maksud ayah?. Usaha siapa yang gagal total?" Reaksi Borga pura pura tidak paham.
"Kalau bukan usaha mu usaha siapa lagi?" Jawab Dave tua cukup mengejutkan.
"Tidak mungkin?. Bukankah a..?"
"Ya, aku sudah tahu persekongkolan mu dengan perempuan siluman itu. Sekarang giliran ku untuk membuat perhitungan dengan kalian!" Jawab Dave tua cukup mengejutkan.
__ADS_1
"Kenapa ayah berkata seperti itu?. Bukankah aku telah merawat ayah selama setahun ini?. Sedangkan dua anak ayah malah tidak peduli, apalagi si Kanaya itu? Tidak adil ayah?" Bantah Borga tidak terima.
"Adil?. Adil dari mana?. kalau kelakuan mu seperti itu?"
"Aku yakin, sakit ku ini karena ulah mu, juga perempuan setan itu!.Jika tidak, mana mungkin aku bisa koma selama ini?" Bantah Dave tua langsung mementahkan pembelaan dari anaknya.
"Fitnah!. Itu pasti fitnah!. Aku tidak pernah melakukannya!. Entah kalau perempuan gila di depan itu?" Bantah Borga mencoba membela diri.
"Bohong!. Dia jelas berbohong!. Semua ini hasil kerja dia, karena dia ingin menguasai harta mu, dan tidak ingin berbagi dengan saudara saudaranya!" Bantah Carica lantang, yang datang secara tiba tiba itu, cukup membuat suasana jadi semakin tegang.
"Kau?.Bagaimana bisa bangun lagi?. Bukankah mereka telah...?" Reaksi Borga tidak percaya.
"Ya, ini aku!.Terkejut?. Mereka tidak mungkin bisa membunuh ku, karena mereka sekarang bekerja untuk ku!" Jawab Carica penuh ejekan.
"Tidak mungkin?. Bukankah kau sudah..?"
"Mati atau gila maksud mu?.Tidak semudah itu!" Jawab Carica tegas. memotong pertanyaan dari Borga.
Kemudian mengalihkan perhatiannya pada Dave tua. "Dengar tuan Dave, suami ku tersayang!. Anak kesayangan mu ini, telah menaruh racun pelumpuh saraf dalam makanan kalian. dengan harapan semuanya akan mati secara serempak."
"Tapi sayangnya, racun yang dia beli itu hanya ada satu satunya di dunia, dan yang terkena itu hanya kau seorang."
"Namun itu sudah lebih dari cukup. Tapi dia belum puas juga. Lalu menyuruhku untuk menghubungi guru, supaya meneluh mu juga yang lain, agar mati secara perlahan."
"Tapi sayangnya, yang terkena itu hanya kau seorang pula. Sedangkan anak anakmu yang lain tidak."
"Karena usaha meracuni semua tidak berhasil, maka dia mencari berbagai macam cara, agar timbul konflik, termasuk melarang Kanaya dan Dave Saga, untuk memasuki kamarmu, dengan tujuan, agar kecurangannya tidak terbongkar."
"Namun hari ini, telah datang seseorang, yang tidak bisa dia intimidasi dan tundukkan, bahkan telah membuatnya kalah. Maka jadilah dia seorang pecundang yang malang."
"Tapi nampaknya tidak tidak puas dan senang. Karena usahanya telah gagal total, dan itu pasti akan mempengaruhi statusnya di keluarga ini."
"Maka jadilah dia menyalahkan orang lain, yaitu pada Kanaya, termasuk pada Dave muda, yang sebenarnya mereka itu anak yang sangat berbakti pada mu. tidak seperti Dave Borga ini!. Jadi..?"
Door! Door!
"Argh!"
"Banyak bacot lu!. Mati saja sana!" Ujar Dave Borga kesal, sambil terus memuntahkan peluru dari pistol nya, ke arah semua orang, termasuk pada Kanaya juga ayahnya.
Tapi usaha tidak terpujinya itu, dihentikan oleh seseorang, yaitu dengan satu tembakan terukur, hingga mengenai batok kepala Borga, yang membuatnya langsung mati seketika.
Setelah itu, dia memerintahkan pada bawahannya, untuk menghabisi Arya juga yang lain, dengan menggunakan pistolnya.
Tapi lagi lagi, usaha mereka tidak berhasil, karena tiba tiba, pistol tersebut hilang pelurunya, meletus, tapi tidak membuat Arya juga yang lainnya mati.
"Habisi mereka!" Seru Arya tiba tiba, sambil melindungi Dave tua serta Kanaya, agar tidak menjadi korban kebrutalan mereka, walaupun mereka sudah tidak bersenjata.
Maka dalam sekejap saja, Prana dan 5 anak buahnya, berhasil menghabisi lawan-lawannya, termasuk menghabisi seorang komandan, yang tadi telah menembak batok kepala Dave muda, dengan kekuatan tinjunya yang membuat kepalanya meledak seketika.
__ADS_1
Semua kejadian itu, dilihat oleh Dave tua dan anaknya, hingga membuat mereka bergidik ketakutan. Tapi Arya segera menenangkan mereka. dengan cara menyalurkan aura pemenangnya, ke arah Kanaya dan ayahnya tersebut. dan drama penghianatan anak dan istri muda pun telah berakhir. Kini tinggal membereskan kekacauan itu saja.