Arya, Sang Penakluk Naga

Arya, Sang Penakluk Naga
Bisnis ya bisnis


__ADS_3

"Arga! Cepat kembali! Bawa semua bawahan mu dan tolong amankan tempat ini!"


"Panglima Yang Cha. Bantu jenderal Arga untuk mengalihkan kerusuhan yang terjadi di dunia ku. Bawa 1000 orang anak buah mu, untuk memperkuat anggota pengamanan di depan restoran ku!" Ujar Arya pada kedua jenderal pengamanannya tersebut melalui tranmisi suara yang cukup jelas terdengar.


"Saudara saudara sekalian. mohon bertenang!. Sup jamur dewa itu tidak ada di hotel ini, tapi di restoran ku! Namun karena baru diumumkan jadi belum bisa membuat banyak."


"Tapi jika kalian bisa bersabar, dalam tiga hari lagi akan ada 1000 porsi yang akan dijual. Tiga hari berikutnya juga demikian. Sampai seluruhnya akan mendapatkan bagian." Ujar Arya mencoba menenangkan keadaan.


"Namun yang perlu kalian tahu, harga menu itu tidaklah murah. Satu porsi saja mencapai satu juta dolar, atau sekitar 15 milyar rupiah."


"Aku tetapkan demikian, karena semua bahan bahannya diambil dari tempat jauh, dan hanya bisa di masuki oleh aku seorang."


"Membuatnya pun susah. Butuh konsentrasi tinggi, dan menyerap aura spiritual yang cukup banyak. Oleh karena itu harganya terpaksa harus ditinggikan. karena manfaatnya sangat luar biasa!"


"Lagi pula sesuai dengan prinsip kehidupan. Bisnis adalah bisnis. dan tidak akan mengenal keluarga."


"Oleh karena itu pikirkan dulu sebelum mendapatkannya. Dan tolong jangan membuat keributan di sini. karena pelanggan hotel ini merasa terganggu." Jelas Arya.


Tapi orang orang tersebut tidak bisa dikasi tahu. Mereka tetap pada pendiriannya, terus mendesak agar hari ini juga bisa menikmati hidangan itu, tanpa memikirkan tingkat kesulitan saat membuatnya.


Bahkan salah seorang dari mereka mengancam Arya, jika dalam waktu satu jam tidak mendapatkan sup tersebut, maka dia akan menggerakkan kawan kawannya untuk membakar restoran Arya, dan itu bukan sekedar ancaman. Sambil berteriak lantang pada orang orangnya.


"Kita sudah jauh jauh datang kesini, demi untuk mendapatkan apa yang kita inginkan!. Tapi orang ini sengaja mempermainkan kita. Apa pendapat kalian jika restorannya kita bakar, demi memaksanya agar membuatkan sup itu untuk kita?" Tanya Bagia. Pendemo narsis itu dengan suara lantang. Kemudian diam dan menunggu respon dari orang orangnya untuk menguatkan usulnya tetsebut.


Namun setelah ditunggu beberapa detik. Tak satupun dari mereka bereaksi. karena tubuh mereka tiba tiba menjadi berat, bahkan lutut mereka bergetar, karena adanya aura penekanan pada kaki mereka, sampai membuat mulut mereka tidak bisa dibuka saking kuatnya aura penindasan itu.


Bagia yang baru menyadari ada keanehan pada orang orangnya, langsung memutar tubuhnya menghadap Arya. dan betapa terkejutnya dia, saat melihat tubuh Arya berubah menjadi singa, dikelilingi oleh seekor naga, dan dikawal pula oleh ribuan orang yang terlihat kuat, yang berada di belakangnya.


Penampilan siluet singa itu cukup menyeramkan, dengan taringnya yang panjang, serta kuku kukunya yang tajam, siap untuk mencabik tubuh Bagia yang ceking itu hingga tidak tersisa.


Namun anehnya, orang lain yang ada ditempat itu. Tidak melihat perubahan Arya juga keberadaan orang orang tersebut. Cuma Bagia yang bisa melihatnya. Mereka yang lain hanya melihat Arya diam saja, tanpa berusaha meredam kerusuhan tersebut.


Tapi mereka bisa merasakan aura penindasan yang cukup kuat, sampai membuat lutut juga mulut mereka tidak bisa dibuka. Badan bergetar, hati takut dan suara suara sumbang yang tadi menyakitkan tidak terdengar lagi.

__ADS_1


"Aku sudah mengatakan. Membuat menu itu tidaklah gampang. Butuh waktu selama tiga hari tiga malam untuk mempersiapkan bahan bahannya. Tapi kalian masih juga memaksa!"


"Jadi untuk hari ini juga tiga bulan ke depan. Manusia yang tidak tahu diri ini tidak akan mendapatkan apa yang ia inginkan, karena namanya sudah aku masukkan ke daftar hitam, berikut orang-orangnya!" Ujar Arya cukup mengejutkan.


"Jika kalian masih tetap memaksaku untuk membuat menu tersebut, maka kalian juga akan aku masukkan ke dalam daftar hitam, dan selamanya tidak akan bisa mendapatkan menu buatanku itu itu!" Sambung Arya.


Diam sejenak, sambil melihat reaksi dari orang orang yang ada di depannya. dan tak lama kemudian menyambung lagi perkataannya."Tapi jika kalian mengikuti pengaturan ku, maka percayalah, apa yang kalian inginkan itu akan kalian dapatkan, walaupun waktunya masih cukup lama." Sambungnya lagi.


"Jumlah kalian sebanyak 6.900 orang yang masih tersisa. Aku yakin dalam waktu 1 bulan, seluruh orang yang ada di sini akan mendapatkan bagiannya!" Ujarnya.


Lalu melepaskan aura penindasannya pada orang orang itu, dan menunggu apa yang akan mereka katakan padanya.


"Mohon maaf anak muda!. Kami sepuluh orang ini, datang dari daratan Libra, berniat ingin mendapatkan pencerahan dari anda. Jadi mohon waktunya untuk melayani kami." Ujar seorang penatua berpakaian tidak biasa pada Arya.


"Maaf sebelumnya senior Lowa. Kalau boleh tahu, pencerahan bagaimana yang kalian inginkan?. Apakah dalam masalah kultivasi atau metafisika?" Balas Arya.


"Ini lebih dari kultivasi dan metafisika anak muda. Raja kami Maladewa menderita suatu penyakit yang tidak bisa disembuhkan, walau oleh tabib sehebat apapun."


"Kebetulan kami sedang mencari obat penawarnya ke segenap negeri, dan tiba di sini saat mendengar bahwa restoran anda ada menjual menu yang menurut kami sangat langka."


"Kalau begitu anda sebuah pengecualian. Tapi untuk orang orang ini, terpaksa harus kami data, dan tiba saatnya untuk mendapatkan giliran." Respon Arya cukup tegang.


Kemudian berbicara pada para seniornya." Mohon maaf pada para senior, terutama pak Satya dan senior Dave tua. Bisakah kalian membantu ku untuk mendata nama nama mereka, sesuai dengan tanda yang aku berikan di tubuh mereka?" Tanya Arya pada bawahannya.


"Siap, bisa ketua!" Respon mereka serempak. Lalu menunggu instruksi selanjutnya.


"Orang-orang yang bertanda hijau, adalah orang-orang yang akan mendapatkan menu tersebut tiga hari lagi."


"Kelompok biru untuk tiga hari kemudian. Dilanjutkan dengan kelompok kuning, disusul oleh kelompok merah. Tiga hari kemudian kelompok jingga, dan ditutup oleh kelompok ungu."


"Setelah itu aku akan istirahat selama satu bulan, karena ingin fokus pada pelajaran." Ujar Arya pada bawahannya.


"Dimengerti tuan muda!" Serempak lagi mereka menjawabnya. Kemudian meminta orang orang tersebut untuk maju, terutama yang mempunyai tanda hijau untuk didata namanya.

__ADS_1


Sementara itu di bagian Arya. provokator yang bernama Bagia, dan 16 anak buahnya tersebut, sudah mendapatkan hukuman dari Arya, dengan cara di hilangkan dari kerumunan orang orang itu, dengan meminta bantuan dari Arga dan anak buahnya. Serta dilarang untuk datang lagi sebelum masa hukumannya habis.


Sedangkan untuk Lowa dan sembilan pengikutnya, diarahkan oleh Yang Cha agar naik ke lantai tiga, untuk mendapatkan pencerahan dari Arya.Sementara 1000 orang anak buahnya menjaga agar kerumunan itu tidak membuat kerusuhan, karena berebut kuota.


Beruntung Arya dengan dibantu oleh anak buahnya tersebut, secara diam diam telah memberi tanda pada masing masing orang, agar mudah didata.


"Aku sudah mengabulkan permohonan kalian. Sekarang jelaskan lagi secara gamblang. Ada permasalahan apa antara raja kalian dengan para pembantunya itu? Apakah mereka mencoba memberontak pada rajanya?" Tanya Arya sesaat setelah mereka duduk di aula pengobatan miliknya.


"Sebelum saya menjawab pertanyaan anda, mohon terima permohonan maaf kami pada yang mulia pangeran, atas sikap kami yang tidak pada tempatnya."


"Sejujurnya kami datang karena ingin meminta bantuan pada yang mulia, untuk membantu kami memerangi para pemberontak itu."


"Sungguh kami sudah merasa kewalahan untuk memberantas mereka, terutama panglima Diga yang sakti itu."


"Kekuatannya sudah setara dengan dewa, atau tepatnya berada di tingkatan immortal setengah dewa. Kemungkinan tingkat saint. Tapi berita tentang itu kami belum membuktikannya."


"Oleh karena itu kami datang untuk menemui yang mulia, agar berkenan membantu negara Kintan kami dari rongrongan para pengkhianat tersebut." Jelas Lowa Diha menerangkan apa adanya.


"Dari mana kalian tahu kalau aku ini seorang pangeran?.Sedangkan di dunia ini tidak ada yang memanggilku dengan status itu, kecuali anak buah ku. Tapi kalian?" Reaksi Arya jadi penasaran.


"Sesuai dengan petunjuk dari leluhur, kami harus menemukan seorang manusia beraura naga dan singa berkepala tiga."


"Kebetulan saat anda memberikan tekanan tadi, kami merasakan aura tersebut, dan meyakini bahwa anda adalah orang yang sedang kami cari."


"Oleh karena itu, kami langsung menemui anda, dan menjelaskan apa adanya. Walau tidak semua bisa kami sampaikan di luar tadi. pun menjaga rahasia anda agar tidak diketahui oleh orang lain."


"Untuk itu mohon yang mulia bermurah hati untuk mengulurkan bantuan." Jawab Lowa Diha penuh harapan.


"Hemm!. Ternyata begitu? Sejujurnya aku masih banyak pekerjaan, dan harus aku tuntaskan segera. Tapi demi kemanusiaan, aku akan membantu kalian semampu yang aku bisa." Ujar Arya memberi pengharapan pada tamu yang sedang menunggu keputusannya tersebut.


Lalu diam, karena Arya mendapat kiriman suara dari raja Baladewa leluhurnya itu, yang mengatakan bahwa raja Maladewa, adalah saudara satu ibu dengan kakeknya. Berarti Arya adalah keponakannya sendiri.


"Paman Lowa! Sampaikan pesan ku pada raja Maladewa, bahwa aku akan datang membantunya, setelah semua urusan ku selesai di dunia ini."

__ADS_1


"Katakan juga padanya, bahwa panglima Diga tidak perlu dikuatirkan keberadaannya, karena dia tidak akan mampu merebut sesuatu yang bukan menjadi miliknya. Aku jamin itu!"


"Jadi tolong kalian tenang, dan jangan memperlihatkan ketakutan kalian. Satu bulan lagi aku akan datang untuk membantu kalian." Ucap Arya memberi semangat pada rakyat pamannya.


__ADS_2