Arya, Sang Penakluk Naga

Arya, Sang Penakluk Naga
Mendapatkan pusaka


__ADS_3

Tak lama kemudian. Argani mengajak Arya untuk memasuki ruang rahasia, yang hanya bisa dimasuki saat keturunan dari pemilik tempat itu datang.


Setelah mereka masuk. Arya benar benar dibuat tercengang, dengan apa yang ada di depannya itu. dimana di atas lantai ruang cukup luas tersebut, banyak terdapat gunungan emas, berlian, ribuan batangan emas yang tersusun rapi. Jutaan butiran permata, zamrud, safir dan ruby juga ada, dan masih banyak lagi yang tidak bisa dihitung jumlahnya.


Tapi yang lebih membuatnya terkejut adalah, adanya belasan senjata dan pusaka langka yang melayang layang di udara.


Beberapa di antaranya adalah, sepasang senjata kecil berbentuk kujang. berwarna kuning keemasan. yang memancarkan sinar sangat menyilaukan saat dipandang.


Selain itu, ada juga sepasang sepatu yang bentuknya seperti terompah, tapi pinggiran serta atasnya tertutup semua. Warnanya putih terang, yang dilapisi dengan warna abu abu, hingga membuat warna putihnya tidak terlalu mencolok. Dan sangat pas kalau dipakai untuk pergi ke sekolah.


"Apa arti semua ini Argani?. Kenapa kau tunjukkan semua harta harta ini para ku?. Apakah ini milik ayahku?" Tanya Arya merasa penasaran.


"Artinya adalah, tuan harus memiliki semua harta harta ini, untuk mendukung terbentuknya kejayaan trah Yang Mulia Purbaya, yang sudah lama hilang."


"Dengan harta yang sengaja ditinggalkan oleh ayahanda tuan, maka semua keinginan tuan akan terpenuhi."


"Contohnya adalah sepasang sepatu ini. Dalam dunia mitologi kuno, sepatu ini disebut dengan Kasutpada Kacarma, yang konon katanya dipakai oleh seorang ksatria bernama Gatotkaca."


"Sepatu ini bisa membuat pemakainya terbang tanpa harus takut terjatuh."


"Selain itu, sepatu ini juga bisa menangkal sihir, teluh, guna guna dan sejenisnya."


"Bila digunakan untuk melintasi daerah angker, pemakainya tidak akan merasa takut, bahkan penghuni yang ada di dalamnya yang malah lari ketakutan."


"Bila digunakan untuk melintasi laut, samudra, danau, dan lain sebagainya. maka penghuninya akan tertarik keluar."


"Begitu juga bila digunakan untuk menjelajahi hutan, gunung, ngarai dan lembah. semuanya akan dibuat mudah oleh adanya sepasang sepatu itu."


"Pokoknya pusaka tersebut bisa melakukan tugas apa saja yang tuan inginkan, karena dia merupakan pusaka yang sangat bermanfaat sekali."


"Ingin terbang ya tinggal melompat saja. Ingin berlari ya tinggal lari. Ingin memindahkan barang berat, ya tinggal tendang saja. dan masih banyak lagi kegunaan dari sepatu itu."


"Seiring berjalannya waktu, nanti tuan akan tahu lebih banyak dari pada ini."


"Selain sepatu juga kujang emas itu, masih ada lagi lima belas pusaka sakti lainnya, dari tujuh belas pusaka yang ada."


"Tuan bisa memilih salah satu diantaranya dari tujuh belas pusaka itu."


"Tapi saran saya adalah, gunakan sepatu itu untuk bepergian. Baik pergi ke sekolah atau untuk pergi menyongsong bahaya."


"Dengan adanya sepatu itu, tuan tidak butuh lagi kendaraan, karena tuan bisa terbang. Tapi tentu resikonya sangat besar sekali."


"Aksi tuan saat terbang di udara itu, bakalan dilihat oleh semua orang, dan itu akan membuat kehebohan besar di Nusantara bahkan dunia"


"Oleh karena itu saat tuan memakainya. Tuan harus memakai pusaka sakti lainnya, yaitu rompi Antakusuma. pasangan dari pakaian kebesaran sang Satria tersebut."


"Dengan memakai rompi itu, tubuh tuan tidak akan terlihat. yang ada hanya bayangan saja, dan itu tidak diketahui siapa orangnya."


"Selain itu bila menggunakan rompi tersebut, senjata sekuat dan sehebat apapun tidak akan mampu melukai tuan, apalagi hanya sekedar pukulan serta tendangan dari manusia biasa."


"Pokoknya setelah tuan mengenakan dua benda tersebut, maka tuan akan menjadi manusia yang tak terkalahkan." Jawab Argani menerangkan maksud dia membawa Arya ke tempat itu.


"Lalu harta-harta ini?" Tanya Arya masih kebingungan.


"Itu semua diperuntukkan untuk tuan, karena ayah tuan memang sengaja meninggalkan semua harta-harta itu untuk tuan, agar tuan tidak kesulitan saat ingin memulai hidup."


"Oleh karena itu, mulai saat ini. semua benda berharga yang ada di tempat ini adalah milik tuan. Rumah ini juga milik tuan."

__ADS_1


"Surat surat tanah serta rumah ada di dalam kotak itu. Atau kemungkinan dipegang oleh seseorang. Jadi silakan tuan periksa saja!" Jawab Argani, atau kalau di dalam istana bumi sering dipanggil dengan nama Aji Saka atau Saka saja.


"Tapi bagaimana cara membukanya?. Sementara kuncinya tidak ada?" Ucap Arya kebingungan, sesaat setelah ia memegang kotak kecil berukir itu.


"Lukai jari tuan, dan teteskan darah ke atasnya. Niscaya kotak itu akan terbuka dengan sendirinya." Jawab Saka berterus terang.


"Baik akan aku coba!" Respon Arya mendadak senang.


Kemudian melukai tangannya sendiri dan meneteskan darahnya ke atas kotak tersebut.


Aneh bin ajaib!. Sekejap saja kotak kecil berukir itu bercahaya. Kemudian tutupnya terbuka. isinya juga terbang keluar.


"Benda apa itu?. Kenapa cahayanya menyilaukan sekali?" Reaksi Arya keheranan.


"Itu namanya cincin Brajamusti. Yang jika digunakan bisa membuat pemakainya tidak terlihat. Untuk melengkapi kegunaan dari rompi Antakusuma."


"Yang satunya lagi bernama kalung Pasopati, yang bila dipakai bisa membuat pemiliknya berubah bentuk."


"Khusus untuk Brajamusti, yang membuat pemakainya bisa tidak terlihat. Ia nya juga bisa digunakan untuk menghancurkan sesuatu."


"Saat digunakan, benda itu bisa menghasilkan guntur dan petir, sesuai apa yang dipikirkan oleh pemakainya."


"Selain itu, bila digunakan untuk memukul seseorang, maka benda itu akan membuat orang tersebut hilang kesadaran. bahkan mati jika diniatkan."


"Bila digunakan untuk memukul benda keras yang diinginkan untuk hancur, maka cincin itu akan berubah menjadi sebuah ajian."


"Bila pemakainya ingin merubahnya menjadi belati, pisau, pedang dan lain sebagainya. maka cincin itu akan langsung berubah menjadi apa yang pemakainya inginkan. Bahkan jika harus menggandakannya dalam jumlah banyak."


"Setelah itu belati atau senjata sejenisnya diinginkan oleh pembuatnya terbang. Maka ia nya akan menjadi belati terbang, dan bisa menghancurkan apa saja, termasuk batu sekeras apapun."


"Apapun yang dipikirkan oleh pemakainya, akan cincin itu penuhi, termasuk jika ingin menembus bumi." Ucap Argani atau Saka itu menjelaskan.


"Lalu bagaimana caranya agar benda-benda tersebut tidak terlihat saat aku gunakan?" Respon Arya masih juga penasaran.


"Benda pusaka yang diwariskan kepada tuan ini bukanlah benda biasa."


"Apabila pemilik ingin memakainya, hanya tinggal meniatkannya saja."


"Maka pusaka pusaka tersebut akan langsung berada di tubuh tuan, bahkan sebelum tuan selesai mengucapkannya."


"Tapi yang paling menakjubkan, walaupun tuan memakainya secara bersamaan, maka benda benda tersebut tidak akan terlihat, terutama rompi, cincin serta benda-benda lainnya."


"Namun sepatu yang tuan gunakan, akan bisa dilihat oleh orang lain, karena tidak mungkin tuan kemana mana tidak memakai alas kaki."


"Demikian penjelasannya tuan!" Jawab argani menjelaskan apa adanya.


"Jadi pusaka-pusaka itu termasuk harta-harta ini ditinggalkan oleh ayahku untukku?" Tanya Arya lagi terkesan masih tidak percaya dengan apa yang terjadi.


"Benar tuan!. Semua harta benda ini adalah milik tuan. Jadi silakan tuan gunakan untuk keperluan tuan." Jawab Argani berterus terang.


"Lalu mana surat-surat tanah yang tadi kau sebutkan?. Di mana letaknya?" Tanya Arya sekali lagi.


"Mungkin ada di dalam kotak itu tuan.Jadi silakan tuan memeriksanya sendiri." Jawab Argani ragu ragu.


"Baik akan aku periksa!"


"Tapi apa ini?. Sepertinya sebuah surat?. Lebih baik aku membacanya saja!" Ucap Arya cukup kuat

__ADS_1


Kemudian membuka surat itu dan membacanya.


*Arya anakku!. Jika suatu saat nanti kau menemukan surat ini, Mungkin ayah dan ibu mu sudah tiada. Oleh karena itu jagalah harta warisan yang ayah tinggalkan untukmu*


*Gunakan harta itu untuk membangun kembali kejayaan trah Purbaya. agar orang tahu bahwa Ia nya masih ada*


*Tunjukkan kepada dunia, bahwa keturunan dari leluhur kita tidak bisa diremehkan*


*Dalam kesempatan ini ayah ingin berpesan, janganlah menjadi sombong setelah apa yang kau miliki itu ada pada mu*


*Bantulah orang-orang miskin dan kesusahan. jangan malah kau persulit kecuali jika mereka memusuhi mu*


*Ciptakanlah lapangan pekerjaan, agar orang orang yang susah itu bisa menghidupi diri sendiri*


*Dalam kesempatan ini ayah juga ingin mengatakan, bahwa sebenarnya ayah adalah seorang putra mahkota, yang dihukum untuk turun ke bumi, karena suatu kesalahan yang tidak sengaja ayah lakukan*


*Tapi ayah tetap saja dihukum, yaitu harus hidup di bumi sebagai manusia biasa*


*Setelah menemukan orang yang sudah diramalkan akan menjadi istri ayah, dan mempunyai anak, maka beberapa tahun kemudian, ayah akan moksa yang tentu saja diikuti oleh ibumu*


*Setelah berusia 40 tahun, maka ayah dan ibu mu akan pergi, dan harus meninggalkan sesuatu yang sangat berharga untuk keturunannya*


*Satu lagi hukuman yang harus ayah jalani. yaitu harus kehilangan buah hati saat ia berusia satu tahun*


*Buah hati itu adalah kau sendiri*


*Setelah sekian tahun, maka takdir akan membawa keturunan ayah kembali, dan tanpa kau sadari, kau akan diarahkan ke sini, untuk menempati rumah ini*


*Kau yang merupakan keturunan langsung dari yang mulia Prabu Jayabaya, akhirnya akan menemukan rumah ini. Karena takdir memang harus membawamu ke sini*


*Ambillah kembali apa yang seharusnya menjadi milikmu*


*Tiga hari setelah surat ini kau baca, akan datang


seseorang yang akan menyerahkan surat-surat rumah ini, karena dia adalah pengacara sekaligus notaris yang sengaja ayah bayar untuk membuat surat-surat itu*


*Oleh karena itu pesan ayah adalah, setelah kau merebut kembali rumah ini, yang sebenarnya adalah istana bawah tanah. bangunlah kembali kemegahannya, agar orang tahu bahwa keturunan ayah masih ada*


*Dari yang mencintai dan menyayangimu*


Pangeran Mahkota Purbaya dan Putri Kandita


"Kalau ayahku seorang pangeran mahkota lalu aku ini apa? Guman Arya lirih pada diri sendiri.


"Tuan adalah pangeran Arya, yang ditambahkan dengan nama pelengkap Kamandanu."


"Selanjutnya tuan akan dipanggil dengan pangeran Arya, yang akan mengembalikan kejayaan trah Jayabaya dan wangsa Purbaya."


"Setelah tuan menguasai tempat ini, maka akan datang ratusan orang, yang akan menjadi pengawal tuan, dan juga yang akan membangun tempat ini, bersama dengan orang orang yang ada di bumi." Jawab Argani menerangkan.


"Baguslah kalau begitu!. Jadi tidak ada keraguan lagi di hati ini."


"Sekarang aku ingin keluar, dan menitipkan semua barang-barang ini pada kalian."


"Setelah tempat ini resmi menjadi milikku, maka aku akan menggunakan harta yang ditinggalkan oleh ayahku untuk kepentingan orang banyak." Ucap Arya pada pengawal pengawalnya itu.


Lalu keluar dari ruangan tersebut dengan semangat yang menggebu gebu.

__ADS_1


__ADS_2