Arya, Sang Penakluk Naga

Arya, Sang Penakluk Naga
Takdir Arya


__ADS_3

"Leviathan itu bukan makhluk sembarangan. Dia termasuk makhluk abadi kuno. yang hanya bisa mati jika kristal yang ada di dalam jantungnya ditusuk dengan menggunakan tongkat laut selatan. Tapi itu bagi kalian."


"Jika aku yang melakukannya. Cukup dengan menjentikkan jari saja, maka jantungnya akan berhenti. dan dia akan mati untuk selamanya."


"Tapi karena ini tugas dari salah seorang dari kalian. Maka aku sengaja menunggu waktu yang tepat untuk menyerahkannya pada pemuda yang bernama Arya. Karena setelah ini dia akan dikenal dengar sebutan "Arya Sang Penakluk Naga" Tapi bukan naga yang ada pada cucu mu itu Ditya. Karena yang ada di dalam lautan spiritualnya tersebut adalah raja para naga. Kaisar Naga nama panggilannya."


"Leviathan itu dulunya merupakan anak buah kaisar naga. Tapi sejak ratusan ribu tahun yang lalu. Entah mengapa dia berbalik menentang raja. dan menantangnya untuk bertarung, agar diakui sebagai penguasa."


"Namun kekalahannya waktu itu, menyebabkan dia harus di kurung disini, dan dihukum untuk selamanya. Sampai tiba saatnya seorang manusia keturunan abdi setia raja lahir. Maka makhluk jelmaan Dewa Angkara Murka itu akan dimurnikan, dan dikembalikan ke tempatnya semula."


"Tapi karena waktu sudah berbeda, dan kepercayaan manusia juga berbeda. Maka semua itu mengikuti takdirnya saja."


"Oleh karena itu aku memanggil kalian semua kesini, untuk menyaksikan sejarah berakhirnya angkara murka di dunia, yang disebabkan oleh kutukan makhluk Levitra. Nama lain dari Leviathan tersebut. dan hari inilah saatnya untuk mengakhiri dominasinya. dan itu dilakukan oleh cucu keturunan mu Wangsa!"


"Aku lihat dia sudah ada disini. dan siap untuk menjalankan takdirnya."


"Untuk itu kemari lah anak muda! Ambil tongkat ini, dan gunakan untuk menghabisi sejarah Levitra. agar kedamaian dunia segera tercipta!" ujar Mahayana mengakhiri penjelasannya.


"Saya siap melakukan tugas itu Maharaja Maya!" sambut Arya.


"Bagus! Tidak percuma takdir itu diamanatkan padamu.Jika kau menolak karena takut, maka percuma gelar itu diberikan padamu. Namun ternyata kau berbeda."


"Tapi aku lihat kwalitas tulangmu masih sangat rendah. Ilmu kesaktianmu juga belum tinggi. Masih banyak yang harus kau lakukan kedepannya."


"Aku ingin sebelum kau menghadapi Levitra. Tingkatan mu sudah dinaikkan. Namun waktunya sudah tidak cukup. Oleh karena itu kemari lah anak muda! Aku akan meminjamkan sebagian kecil kemampuanku padamu. agar mudah menjangkau Levitra, dan menghancurkan kristal kehidupannya."


"Tapi sebelum itu. Tiga raja bawahanmu, dan satu leluhurnya akan aku panggil kemari. untuk membantumu mengalahkan Levitra!" ujar Mahayana. Lalu tiba tiba berseru pada awan diatasnya. "Kalian yang ada disana! Turunlah! Untuk apa bersembunyi disitu! Apakah ingin aku hukum semua?"serunya.


Blush! Blush! Blush! Blush!


"Kami menghadap padamu Maharaja! Mohon ampuni hamba semua!" seru mereka.


"Sebutkan nama kalian!" titah Mahayana.


"Saya Yun Sama. Leluhur Yun Wangsa. Atau Yun Wa. Raja kerajaan Naga. bawahan leluhur Wangsa Baladewa!"


"Saya Jayabaya. Raja Atas Awan. Keturunan leluhur Wangsa Baladewa. Buyut dari Arya."


"Saya Maladewa. Raja kerajaan Kintan, keturunan leluhur Wangsa. Memberi hormat pada Maharaja!"


"Bagus! Dengan demikian orang orang penting semua sudah ada disini. Jadi dengarkan titahku!"

__ADS_1


"Wangsa. Jayabaya. Maladewa dan juga kau Yun Wa. Berikan sedikit kekuatan kalian pada Arya, agar dia mampu menghadapi Levitra. Karena hari ini sebelum matahari menampakkan sinarnya. Makhluk abadi Levitra sudah harus disucikan, serta dikembalikan ke tempatnya semula! Apakah kalian bersedia?"reaksi dan tanya Mahayana.


"Kami bersedia yang mulia!" jawab mereka.


"Tunggu! Aku juga ingin memberikan sedikit kekuatanku pada Arya!"


"Aku juga!"


"Begitu juga dengan aku!" ujar beberapa orang yang ada disitu, termasuk Suta.


"Hahaha. Bagus! Sangat tidak terduga!" reaksi Mahayana senang melihatnya.


Sepuluh menit kemudian. Lima belas kekuatan memasuki tubuh Arya hingga mencapai puncaknya. Sekarang levelnya sudah meningkat menjadi penguasa awan puncak. dari penguasa awan pertengahan. dan sebentar lagi akan mencapai level perubahan. Yaitu level penguasa langit awal.


Sungguh nasib Arya sangat bagus. Hanya karena ditugaskan untuk membunuh Levitra, levelnya ditingkatkan secara instan. dan itu merupakan anugrah tertinggi buatnya. Mahayana juga ikut senang.


"Sekarang tiba saatnya untukmu menjalankan takdir itu Arya. agar kutukan Kaisar Keagungan lepas dari tubuh Levitra, dan kembali ke Nirvana!" ujar Mahayana memberi pengarahan pada Arya.


"Hamba mengerti yang mulia!" jawab Arya.


Maka tak lama kemudian, dengan disaksikan oleh Mahayana. Ditya, Brawijaya, Dragon. Dyah Isma, Maladewa.Yun Wangsa. Jayabaya dan yang lainnya. Arya sekarang sudah berhadapan dengan Levitra. Dimana tubuhnya saat ini sedang menegang, karena terkena sabetan ekor Levitra, serta terkena semburan air raksa yang berasal dari mulutnya.


Namun berkat dukungan kekuatan yang barusan diterima oleh Arya.Semua serangan itu tidak berpengaruh apa apa. Malah tubuhnya jadi semakin kuat, dan pondasi kekuatannya bertambah mantap. Itulah Arya.


Swung!


Blash!


Dhuar!


"Sekaranglah saatnya!" teriak Arya.


"Kraaaaaaa!" sahut Levitra tidak senang, karena dia merasakan nyawanya terancam. dan itu bisa dilihat dari pergerakan Arya. Lalu...


Whush!


Ekor panjang dan tajam Levitra diarahkan ke tubuh Arya. Tapi segera terhalang oleh tongkat yang ada di tangannya.


Bamm!


Bugh!

__ADS_1


Dhuar!


Tubuh Levitra terpental kebelakang, dan tenggelam kembali ke dasar lautan. Tapi tak lama kemudian ditarik kembali kepermukaan.


"Tongkat laut selatan! Hancurkan kepala Levitra. dan musnahkan kekuatannya!"


"Hiaaaaaa!" teriak Arya geram. dan mengarahkan ujung tongkatnya ke kepala lawan. Dan....


Bamm!


"Kiaaaaaaa!" keluh kesakitan Levitra. Sambil menyemburkan cairan raksa dari salah satu kepalanya yang masih ada, dan hampir saja mengenai Arya. Kalau Suta tidak segera membentengi Arya dengan dinding formasi, dari elemen tanah yang dikuasainya. Maka selamatlah Arya.


"Huh! Hampir saja!" batinnya. Kemudian mencari kesempatan untuk mendekati lawan, dan mencari posisi dimana hati dan jantungnya berada.


"Mata dewa! aktifkan!"


Blar!


"Ha itu dia!" respon Arya." Ternyata jantungnya ada di sebelah kanan. Sedangkan hatinya ada dibagian dalam. Aku harus bisa menjangkaunya!" batin Arya.


"Langkah dewa semesta! Hiaaaaaa!"


Whush!


Tubuh Arya menghilang. dan muncul di dekat Levitra. Langsung saja menusukkan ujung tajam tongkatnya, dan mengenai jantung serta menghancurkan kristal kehidupannya.


Jleb!


Krak!


Dhuar!


Tanpa sempat berteriak atau bersuara.Tubuh Levitra yang sebesar itu langsung pecah, serta hancur diudara.


Serpihannya sempat bertaburan kemana mana tapi tidak bisa mengenai yang lainnya.


Dengan demikian. Dominasi Levitra atau Leviathan telah berakhir. dan jiwa sucinya terbang ke awan, setelah sempat mengucapkan terima kasih pada Arya, karena berkat Arya, jiwanya bisa disucikan dan kembali ke Nirvana.


"Kembalilah dengan tenang! Kami yang ada di bumi akan selalu mengenang jasamu" ujar Mahayana.


"Terima kasih yang mulia! Terima kasih pada semua. dan terima kasih pada mu anak muda. Berkatmu, kutukan yang selama ini menyiksaku telah tiada, dan jiwaku bisa kembali kesana!" ucap jiwa Levitra. Sambil melemparkan sesuatu ke arah Arya dan menghilang sesudahnya.

__ADS_1


"Kristal penguasa!" ujar Mahayana.


"Bagus! Ternyata Levitra telah mengakui bahwa Arya adalah orang yang sangat berjasa padanya, dan menganggap dia sebagai tuannya! Benar benar luar biasa!" reaksi Mahayana senang dibuatnya. Kemudian mengangkat tangan Arya sambil berkata."Mulai hari ini. Orang yang kita anggap lemah, dan perlu bantuan kita. Dikenal sebagai "Arya Sang Penakluk Naga!"


__ADS_2