Arya, Sang Penakluk Naga

Arya, Sang Penakluk Naga
Cabut paku


__ADS_3

Satu hari kemudian. Perusahaan Saka sudah berhasil diambil alih, dan sedang dilakukan pembersihan. Termasuk beberapa orang manajer juga karyawan seniornya juga terkena tindakan.


Untuk masalah ini Arya tidak mau tanggung tanggung dalam bertindak. Pukul rata dan tidak pandang jabatan. Siapapun yang kedapatan berbuat curang harus disingkirkan.Istilah latinnya cabut paku yang menyancang. Atau ujung paku tajamnya keatas harus dibersihkan.


Jadi pagi itu sekitar pukul delapan lewat sembilan. Empat mobil besar polisi datang ke perusahaan, dan langsung melakukan penangkapan. "Lepaskan aku!. Kalian menangkap orang yang salah!"


"Semua ini dilakukan oleh tujuh direksi itu. Mereka beramai ramai melakukan penggelapan uang. Sedangkan kami tidak tahu apa apa!" teriak seorang manajer pemasaran saat tangannya sedang diborgol oleh petugas kepolisian.


"Ya kami tidak bersalah. Kami hanya korban salah sasaran. Pak Saka yang seharusnya kalian tangkap. Bukan kami yang tidak tahu apa apa?" sambung yang lainnya pula.


"Diam!. Ajukan keberatan kalian saat dimintai keterangan di kantor polisi. karena kami bekerja berdasarkan bukti. Jadi kalian harus ikut kami dan memberikan kesaksian di sana!"bantah ketua tim penangkapan cukup berwibawa.


"Pak Saka. Mohon bantuannya untuk mempermudah kasus ini cepat selesai. Agar para pelakunya cepat dijebloskan ke penjara."ujar kepala tim itu cukup sopan.


"Saya siap membantu dan akan memberikan kesaksian pada kalian."jawab Saka tanpa sungkan.


Tujuh jam kemudian. Seluruh pemeriksaan pun sudah selesai dilakukan. Dan sebanyak 38 orang ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan delapan lainnya dibebaskan. Dengan ketentuan jika sewaktu waktu dimintai keterangan, maka mereka harus datang.


"Lapor tuan muda!. Seluruh pelaku pemalsuan keuangan sudah ditetapkan sebagai tersangka, dan kemungkinan besar beberapa orang lainnya akan menyusul, karena ada tiga petinggi perusahaan saat ini sedang tidak ada ditempat. Sepertinya mereka melarikan diri sebelum penangkapan?" ujar seorang ketua mata mata perusahaan pada Arya.


"Baguslah kalau begitu. Dengan demikian borok perusahaan sudah disingkirkan, dan ke depannya tinggal menata keuangan serta kemajuan perusahaan."jawab Arya sangat senang.


"Kalian boleh pergi dan kerjakan tugas kalian yang belum selesai" ujarnya lagi.


"Baik tuan!"respon Hannan cukup sopan. Kemudian meninggalkan Arya sendirian.


"Paman Arga juga kau Yang Cha!. Laporkan hasil penyelidikan kalian tentang maraknya kejahatan yang disebabkan penyalahgunaan obat obatan yang aku kirim. Buat pengecualian di dua belas perguruan, karena cara mereka menggunakan obat itu benar. Sedangkan dua belas perguruan lainnya segera hentikan pengiriman serta tarik semua obat yang telah aku berikan!"


"Mentang mentang nota kesepakatan telah dirilis, seenaknya saja merubah cara pendistribusian serta seenaknya saja memperjualbelikan diluar perguruan tanpa meminta izin dari perusahaan!"


"Jika ini dibiarkan, maka kredibilitas perusahaan ku akan diragukan, serta akan di black list oleh yang berwenang."


"Oleh karena itu segera laporkan apa yang telah kalian dapatkan di tempat tempat itu, dan katakan apa efek dominonya bagiku!" ucap Arya sangat mencengangkan.


"Maaf yang mulia pangeran!. Apa yang kami temukan di dua belas tempat itu sangat mengkhawatirkan. Efek dominonya pun cukup mengkhawatirkan."


"Banyak perusahaan mulai meragukan kemampuan pangeran, dalam menyikapi permasalahan itu. Mereka khawatir stok obat obatan yang mereka beli tidak laku dipasaran."


"Jika hal itu tidak cepat ditangani. Kami khawatir mereka akan menghentikan pemesanan.dan dampaknya akan sangat merugikan perusahaan kita!" ujar Yang Cha melaporkan.

__ADS_1


"Apa yang sebenarnya terjadi. Cepat rincikan kejadiannya!" reaksi Arya.


"Lima puluh lima tetua perguruan, beserta empat puluh tiga guru besarnya telah melakukan kecurangan. Obat yang seharusnya diberikan pada murid-murid perguruan, malah dijual keluar demi mendapatkan uang lebih. Dan mereka menganggap itu legal serta tidak melanggar perjanjian"ucap Yang Cha kembali melaporkan.


"Hemm!. Ternyata begitu?. Lalu apa tindakan kalian? Apakah mereka sudah kalian amankan?"respon kembali Arya penasaran.


"Belum yang mulia!"jawab Yang Cha apa adanya.


"Kenapa?" tanya Arya.


"Em, itu yang mulia...?"gugup Yang Cha saat menjawabnya.


"Katakan saja! Tidak usah sungkan!"desak Arya.


"Ampuni hamba pangeran!. Dua puluh dua orang diantaranya adalah orang orang anda. Mereka biasa bekerja di tempat ini dan selalu mendengarkan anda."ucap Arga membantu temannya.


"Oh begitu. Aku kira ada apa? Namun tak peduli siapa mereka. Tangkap dan jebloskan ke penjara jiwa, agar mereka menyadari kesalahannya!"respon Arya.


"Siap laksanakan yang mulia!" jawab Arga juga Yang Cha berbarengan. Kemudian meminta izin untuk meninggalkan tempat itu dan menemui anak buahnya.


Satu setengah jam kemudian. Sembilan puluh delapan petinggi perguruan tiba tiba menghilang dari tempatnya, dan menimbulkan kehebohan besar. Sampai keluarganya menghubungi polisi untuk menemukan jejaknya.


"Ini peringatan!. Siapapun yang berani mengkhianati ku akan mendapatkan hukuman!"


"Tidak peduli siapa pun kalian.Jika berani berbuat salah akan aku hukum dan akan aku singkirkan!" ujar Arya merasa geram.


Lalu tiga hari kemudian. Berita negatif tentang perusahaan Arya pun sudah hilang. Berganti dengan sanjung dan kekaguman. Bahkan banyak diantara mereka yang langsung jatuh hati serta bersedia menjadi tameng hidup jika orang lain berani meremehkannya.


Itulah yang namanya kekuatan. Jarang ada yang berani mengungkit masalah penyalahgunaan. Apalagi memberitakannya.


Ternyata hal tersebut karena pengaruh Paviliun Obat Kianshan, Atau rumah obat Kianshi Bumi yang sangat terkenal itu. Bahkan mereka rela antri walau harus berhari hari menanti." Ah! Akhirnya permasalahan besar bisa diselesaikan. Jika tidak pasti akan menguras tenaga dan pikiran. Syukurlah karena sudah selesai!" guman Arya merasa senang. Lalu meninggalkan tempat itu tanpa ragu ragu lagi.


***


"Berhenti!" bentak seorang penjaga tempat hiburan cukup lantang.


"Siapa? Aku?" reaksi Arya sambil menunjuk diri sendiri.


"Kalau bukan kamu siapa lagi?. Jadi cepat pergi dari sini. Anak kecil dilarang masuk kecuali kalau ada yang membawanya." jawab penjaga itu ringan saja.

__ADS_1


"Memang ini tempat apa? Taman hiburan kan?" tanya Arya tidak senang.


"Untuk gembel seperti mu sebuah pengecualian.Tak boleh masuk apalagi datang."


"Kau lihat orang orang itu! Semuanya berpakaian rapi serta memakai sepatu. Datangnya pun menggunakan mobil mewah.Sedangkan kau...?" jawab penjaga itu semakin meremehkan.


Arya langsung terdiam. Dia memang menyadari, apa yang dikatakan oleh orang itu memang. benar. "Tapi tidak begitu juga kan?"


"Sejak kapan aturan permainan dirubah orang. Sedangkan pemiliknya saja tidak tahu. Lalu siapa yang melakukannya?" ucap Arya bermonolog sendiri. Kemudian mengamati tempat itu. Namun tidak ada kejanggalan sama sekali.


"Ini pasti permainan orang dalam termasuk orang itu. Dia sengaja menjegal ku agar tidak bisa masuk. Sedangkan anak anak itu bisa? Ini tidak boleh dibiarkan!" batin Arya tidak merasa senang.


"Eh lihat! Bukankah itu Arya. gembel yang dulunya menumpang makan pada orang tua kita karena saking laparnya?" teriak seorang gadis muda pada pasangannya.


"Mana? Kenapa aku tak bisa melihatnya. Mungkin kau salah lihat kali?" reaksi temannya tidak nyambung juga


"Itu! Pemuda berbaju biru yang sedang bersandar pada pohon rindang disana! Bukankah itu Arya?"jawab temannya tidak suka.


"Ah kau benar! Itu memang Arya. Ayo kita dekati dia. Mungkin dia kehabisan uang. Jadi tidak bisa masuk ke taman hiburan mahal ini? Sekalian untuk mempermalukannya."reaksi Raxa langsung senang hatinya.


Saat mereka sedang berbicara itu, Arya ingin menghubungi seseorang, untuk mengabarkan bahwa dia sekarang sedang berada di taman hiburan Taman Impian. Merangkap restoran terbuka, yang dikembangkan khusus untuk orang orang kaya oleh pengembangnya. Namun sialnya Arya tidak membawa handphone, karena tadi pikirannya sedang tidak fokus.Jadi dia asal pergi saja kemana yang dia suka.


Tak disangka. Begitu dia muncul ditempat itu. Ternyata adalah taman hiburan tepi laut, yang pemandangannya sangat luar biasa sekali.Jadi mau tidak mau dia mengalah saja, saat diusir oleh seorang penjaga cukup arogan. karena dia disangka gembel atau gelandangan. karena datangnya dengan berjalan kaki.


Pakaiannya pun biasa biasa saja. serta tidak menunjukkan bahwa dia anak orang kaya. Maka main usir sajalah penjaga itu tanpa mengetahui siapa Arya. Karena memang dia tidak kenal dengan Arya. Tahu namanya tapi tidak pernah bertemu dengannya. Maka jadinya Arya tidak bisa berbuat apa apa selain menggerutu kesal.


"Ini salah ku sendiri. Kenapa main pergi saja tanpa mengikutsertakan pengawal ku? Mau menyuruh Arga atau Yang Cha. Saat ini mungkin mereka sudah sangat kelelahan karena harus menjaga ku selama 24 jam."


"Jadi biar mereka istirahat saja dan menikmati masa liburan mereka dengan keluarga."batin Arya mulai merasa tenang, sambil melihat kanan kiri untuk menghilang, dan pergi dari tempat itu untuk mengambil sesuatu yang hilang.


Broom! Broom!


Terdengar raungan mesin mobil spot yang sedikit memekakkan telinga di belakang Arya, dan seperti tidak mau berhenti saat sudah dekat dengannya. Langkah Arya pun langsung terhenti. dan tidak jadi untuk menghilang.


Dia mau tau siapa yang sengaja ingin menabraknya. Hingga tinggal satu meter darinya mobil itu pun berhenti. Tak lama kemudian dua pintu mobil pun terbuka. Lalu keluar dua orang dari dalamnya.


Mereka langsung tertawa saat melihat Arya pucat wajahnya. Padahal sebenarnya tidak."Yo! Ini dia pengemis yang dulu kita tolong. Ternyata sampai sekarang nasibnya belum berubah juga!


Kasihan ya!" ujar salah seorang dari mereka cukup lantang. Sampai membuat beberapa orang yang ingin memasuki taman hiburan itu menoleh ke arah mereka.

__ADS_1


Arya langsung mengerutkan keningnya, dan mengingat ingat siapa dua orang itu, yang datang datang langsung menghinanya. Namun sedetik kemudian dia baru ingat siapa mereka." PandI dan kau Vania! Benarkah itu kalian?" reaksi Arya merasa senang.


__ADS_2