Arya, Sang Penakluk Naga

Arya, Sang Penakluk Naga
Aliansi pembunuh bayaran


__ADS_3

"Amanda? Ada apa dia datang pagi pagi begini? Dengan siapa dia?" Guman Arya. sambil beranjak dari tempat tidurnya.dan menuju ke depan pintu.


"Tahan yang mulia! Jangan bukakan pintu! Itu bukan Amanda, tapi orang yang menyamar sebagai dia!" ujar Arga, yang langsung muncul dan mencegah agar tuannya tidak keluar.


"Apa? Ah! Kenapa aku jadi eror begini. Kenapa pula kemampuan ku sekarang jadi menurun?Mungkinkah karena sudah lama vakum dan tidak diasah? hingga membuatku tidak menyadari penipuan kecil ini?"


"Ah! Sungguh terlalu! Ini memalukan dan tidak boleh dibiarkan!"


"Teknik mata semesta! Tunjukkan kebenarannya!"seru Arya.


Blam!


Maka terpampang lah di depan mata, siapa sebenarnya mereka. Ternyata lima orang yang ada di depan pintu itu, salah satunya bukan Wanda. Tapi perempuan yang sengaja menyamar sebagai dia. dan ada benda samar di salah satu tubuhnya, juga di tubuh orang yang menyertainya.


"Lapor yang mulia!. Mereka orang suruhan pengusaha yang tuan jatuhkan hari itu. dan kedatangan mereka karena ingin membalas dendam pada anda." ucap Arga.


"Kalau begitu habisi saja mereka, dan hancurkan jasadnya hingga tidak tersisa!" respon Arya.


"Dimengerti yang mulia!" jawab Arga. Lalu pergi menembus dinding dan muncul di depan mereka.


Whus!


Blar!


Sedetik saja. Tubuh tubuh mereka sudah menghilang. dan masuk ke dalam ruang hampa, serta dihancurkan disana. tanpa sempat memikirkan kenapa bisa begitu. Sekarang mereka tidak akan bisa melaporkan pada tuan yang telah menyuruh mereka. karena jiwanya sekarang telah moksa dan menemui penciptanya.


"Sudah yang mulia! Sekarang mereka telah tiada, tanpa sempat untuk melaporkan pada tuannya." lapor Arga.


"Bersihkan sampai ke akar akarnya. agar benih kebencian mereka hilang untuk selamanya!" jawab Arya.


"Baik yang mulia!" jawab Arga pula. dan dalam sekejap saja tubuhnya sudah berada di rumah musuh Arya, dan langsung mengeksekusinya, berikut dengan orang orangnya.


"Mau coba coba melawan yang mulia ya? Sudah diberi kesempatan untuk hidup. Masih juga mau membalas dendam!"


"Kalian pikir akan kami biarkan saja? Tidak akan!. Karena mulai saat ini penjagaan di rumah yang mulia akan ditingkatkan, dan dipasangi segel penghancuran bagi yang ingin mencelakainya!"


"Barusan memang kami yang salah. Tidak menugaskan seorangpun pengawal untuk menjaga yang mulia. Karena mereka sedang ditugaskan ditempat lain. dan tidak disisakan seorangpun."

__ADS_1


"Namun sekarang jangan coba coba!"geram Arga.


"Bagaimana? Apakah tugas mu sudah selesai?"tanya Arya sesaat setelah anak buahnya itu muncul di depannya.


"Sudah yang mulia!. Seluruh pengacau itu sudah pula di musnahkan. Satupun tidak ada yang tersisa, kecuali tukang kebun mereka." jawab Arga.


"Lalu keluarganya?"


"Dikirim ke tempat lain dan dihilangkan ingatannya tentang kejadian itu, dan di cukupi kebutuhannya."


"Bagus! Mudah mudahan dengan tindakan kalian itu, orang menilainya tidak terlalu kejam. Karena kita sudah memberi kesempatan hidup buat mereka. Tapi merekanya saja yang keterlaluan."


"Membayar orang untuk membunuh ku. Jika tidak diingatkan, mungkin sekarang aku sudah mati?" respon Arya seperti tidak ada beban apa apa.


"Satu lagi yang mulia!" ujar Arga.


"Ya! Katakan saja."respon Arya.


"Ternyata. Perempuan yang menyamar menjadi nona Amanda itu dibekali dengan bom nano. yang diaplikasikan oleh mereka melalui subang yang dikenakannya."


"Jika pagi tadi yang mulia membuka pintu. Maka bom tersebut akan meledak, dan menghancurkan apa saja yang ada disitu, termasuk yang mulia."


"Kejadian ini pasti ada kaitannya dengan aliansi pembunuh bayaran. yang tumbuh subur di belahan bumi bagian Utara. dan markasnya sampai saat ini belum diketemukan, termasuk siapa ketuanya?"


"Oleh karena itu kami mohon, agar kemanapun yang mulia pergi. selalu menyertakan kami. Termasuk ke sekolah yang mulia saat ini."


"Ini semua kami lakukan, karena melihat kenekatan musuh musuh anda, yang menyerang tidak pilih tempat.Termasuk kediaman anda sendiri."


"Jadi mulai saat ini. Izinkan kami kembali untuk mengawal anda secara terang terangan. Tidak peduli tempat dan waktu. Kecuali pada hal hal pribadi yang tidak boleh dicampuri." jawab Arga cukup lancar, dalam mengutarakan pendapatnya secara panjang lebar.


"Apakah paman meragukan kemampuan ku? Atau sudah lupa siapa aku?"


"Bukankah aku seorang penguasa, yang mempunyai banyak senjata sakti. Semisal Kasutpada Kacarma. rompi Anta Kusuma dan lain lain?"


"Mereka itu akan selalu siap sedia melindungi tuannya, saat menghadapi bahaya yang datang? Jadi menurutku...?"


"Tapi ah baiklah! Kalian aku izinkan kembali untuk mengawal ku secara sembunyi maupun terang terangan. Karena musuh kita bukan bangsa denawa lagi, tapi manusia."

__ADS_1


"Jadi mulai sekarang. Kerahkan lah 1.500 anak buah mu. Ditambah dengan 1.500 anak buah Yang Cha, untuk melindungi ku selama 24 jam secara bergantian. Karena aku terlalu malas untuk menggunakan kesaktian yang ada."


"Untuk hal hal yang tidak begitu membahayakan. Aku serahkan pada kalian. Tapi jika menyangkut keamanan global. Itu bagian ku juga kalian." tanggapan Arya.


"Dimengerti yang mulia. Akan selalu kami terapkan!" jawab Arga.


"Baiklah kalau begitu.Temukan markas besar organisasi pembunuh bayaran itu, dan temukan siapa ketuanya. serta identifikasi, dari belahan bumi bagian mana mereka berasal?"


"Jika sudah ditemukan, segera kasi info. agar tempat tersebut mudah kita hancurkan bersama sama!" ujar Arya dalam memberi arahan pada anak buahnya.


"Siap yang mulia!" jawab Arga jadi senang hatinya.


***


Tiga hari kemudian. Arga yang menjadi pemimpin pengawalan, dengan wakilnya yang bernama Yang Cha, datang kepada Arya secara tergesa gesa, serta melaporkan hasil temuannya dengan berkata." Salam yang mulia! Berdasarkan penyelidikan. Dari ratusan mata mata yang kami tugaskan. Mereka telah menemukan titik terang keberadaan markas musuh."


"Mereka mengatakan, bahwa markas organisasi pembunuh bayaran itu berada di daerah tenggara negara ini. Tapi itupun hanya merupakan cabang."


"Ada tiga yang mereka temukan. Semuanya cabang yang sama. Tapi mereka belum melakukan tindakan. Karena masih mencari markas utamanya."


"Namun dari tim dua mengatakan, bahwa di setiap negara negara bagian selatan juga tenggara ini. Masing masing ada markasnya."


"Jadi dapat disimpulkan, bahwa organisasi ini benar benar terencana dan penuh perhitungan."


"Setiap calon pelanggan. akan diperiksa beberapa kali, dan diminta menunjukkan tanda pengenal mereka."


"Bila tidak bisa menunjukkan. maka saat itu juga akan dieksekusi serta dihilangkan jejaknya."


"Oleh karena itu kami belum bisa memutuskan. yang mana markas besar mereka. Karena masing masing tempat itu ukuran serta besarnya pun sama. dan kami tidak bisa menentukan siapa ketuanya?" ucap Arga.


"Kalau begitu pancing ketua mereka agar keluar. Hancurkan tiga markasnya terlebih dahulu."


"Jika belum terpancing juga. Hancurkan yang lain pula. Tidak mungkin setelah penghancuran besar itu ketuanya tidak keluar? Pasti ada!" ujar Arya.


"Baik yang mulia! Akan kami laksanakan!" jawab Arga.


"Jangan lupa untuk membawa beberapa orang dari mereka untuk diintrogasi. Terutama pemimpinnya."

__ADS_1


"Aku yakin setelah itu markas besar mereka akan terdeteksi."ujarnya.


__ADS_2